Wah, Inovasi Payung Terbaru Ini Dapat Digunakan Tanpa Menggunakan Tangan

Hallo guys, diartikel gue kali ini gue pengen bahas tentang payung? Kata payung mungkin udah nggak asing dong ditelinga kalian. Nah, sebelum gue membahas sedikit gue pengen bercerita nih tentang pengalaman gue menggunakan payung.

Well, ceritanya begini saat itu gue pengen banget keluar untuk membeli sesuatu barang yang penting banget buat gue, karena hujan tak kunjung reda akhirnya gue memutuskan untuk menggunakan payung sebagai pelindung diri gue dari deras nya hujan, namun nasib sial menghampiri gue seketika payung yang gue pegang erat lepas diterjang derasnya angin. Alhasil badan gue basah kuyup deh, gimana kzl banget nggak?

Nah guys, biar nasib sial yang gue alami itu nggak kejadian sama kalian jadi gue berinisiatif untuk mengenali satu brand yang berhubungan dengan payung, yang pasti ampuh dan gak akan membuat kalian kesulitan sebab payung ini dapat digunakan tanpa harus menggunakan tangan. Gimana penasara? Yuks simak ulasan berikut ini.

Menggunakan Payung Sudah Menjadi Budaya

Budaya menggunakan payung sebenarnya sudah ada sejak dahulu. Penggunaan payung sebagai alat pelindung saat hujan ini tentu tidak muncul begitu saja. Tentu saja ada tahapan atau proses yang dilalui sebelum akhirnya berkembang seperti sekarang ini.

Jadi, tidak hanya manusia atau bangunan saja yang punya sejarah, tapi payung jugma ada sejarahnya lho guys. Berikut ini gue akan jelaskan mengenai bagaimana dan dimana awal mula terciptanya payung hingga sampai sepopuler saat ini.

China Negara Pertama Yang Menciptakan Payung

Payung adalah salah satu benda peninggalan yang berasal dari bangsa Tiongkok. Meskipun payung dianggap sebagai barang yang sederhana, tapi anda mungkin tidak tahu bahwa proses penciptaan payung di masa lampau tidaklah sesederhana kelihatannya, karena diperlukan waktu berabad-abad hingga akhirnya payung tersebut bisa digunakan secara umum diseluruh dunia seperti saat ini.

Wang Mang (45SM – 23 M) yang merupakan penguasa pada zaman Dinasti Xin telah menggunakan payung pada kendaraan roda empatnya. Kemudian pada abad 2 M , Fu Qian menambahkan keterangan bahwa payung yang digunakan oleh Wang Mang pada masa itu memiliki sambungan yang dapat dibengkokkan, yang memungkinkan payung tersebut untuk dipanjangkan dan ditarik.

Penemuan arkeologis di situs Luoyang juga telah membuktikan bahwa payung berasal dari masa Dinasti Zhou, yaitu sekitar abad 6 SM, yang telah memakai teknologi perunggu dan sistem engsel yang kompleks, dengan kunci geser dan baut. Sedangkan referensi tertua yang menjelaskan bahwa payung berasal dari China adalah Zhou Li dari masa abad 4 SM.

Para peneliti menduga bahwa ide dari penciptaan payung ini diturunkan dari pembuatan tenda (yang bentuknya tidak banyak berubah sampai sekarang). Saat itu payung juga digunakan untuk orang-orang yang berpangkat tinggi. Selain untuk melindungi tubuh saat hujan, payung ini juga difungsikan untuk melindungi tubuh dari sengatan sinar matahari.

Awalnya payung-payung ini dibuat dari sutera, yang digunakan sebagai penutup chariot dan pelindung dari cuaca seperti hujan dan terik matahari selama berabad-abad. Selain menggunakan sutera, juga menggunakan sejenis kertas minyak yang terbuat dari kulit kayu mulberry.

Pada masa Dinasti Wei Utara (386-532 M), ada aturan perbedaan warna payung kaisar dengan para rakyat jelata. Untuk seorang kaisar, payung yang digunakan adalah payung yang berwarna merah dan kuning, sedangkan rakyat jelata menggunakan payung yang berwarna biru.

Di tahun 1086 , ilmuwan termashur Dinasti Song , yang bernama Shen Gua (1031-1095) menggunakan payung sebagai deskripsi analogi, yang merujuk pada fenomena astronomi yang dinamakan “lunar mansion”. Sebuah buku dari masa Dinasti Song ini memuat satu gambar payung yang dapat dilipat dan persis dengan payung yang digunakan di masa modern ini.

Sama seperti produk budaya Tiongkok yang lainnya, ide tentang payung dari Tiongkok tersebut kemudian masuk ke Korea dan Jepang. Tidak jelas bagaimana sebenarnya payung ini masuk sampai ke Eropa. Kemungkinan besar payung kertas yang dijual di Tiongkok ini masuk ke Eropa melalui Jalur Sutera, yaitu salah satu jalur yang digunakan untuk melakukan transaksi dagang.

2 Invovasi Terbaru Payung

Dijaman yang semakin canggih ini orang-orang terus berlomba dalam mencpitakn ide-ide gilanya, seperti hal nya yang kita ketahui dulunya jika kita ingin menggunakan tentu kita harus menggunakan tangan jika ingin menggunanya. Namun sekarang payung diciptakan tanpa harus menggunakan tangan. Jelas, ini penemuan yang luar biasa keren. Buat kamu yang tertarik menggunakan nya disini gue akan jelaskan kedua payung berikut.

  • Payung Nubrella

Payung ini diciptakan buat kamu yang suka naik gunung, bersepeda ataupun traveling, inovasi payung Nubrella ini cocok banget buat kamu. Iya sih, naik gunung atau pas lagi bersepeda nggak enak banget ‘kan megangin payung. Inovasi payung ciptaan Alan Kaufman ini memang tanpa pegangan danbisa melindungimu dari hujan ketika sedang beraktivitas.

Menggunakannya pun sangatlah mudah, seperti menggunakan backpack saja. Seperti menggunakan backpack, ada straps atau semacam pengait yang menyatu di bagian perut. Ide ini muncul karena melihat begitu susahnya orang menggunakan payung biasa. Payung Nubrella ini dijual online seharga $ 60 atau sekitar 780 ribu rupiah. Hmm, lumayan mahal juga ya. Kalau kamu penasaran dengan Nubrella, simak aja videonya dari Insider berikut.

  • Hands Free Umbrella

Hands free umbrella yang satu ini memang belum jelas sih brand-nya. Tapi lihat saja keunikan dan kemudahan yang ia tawarkan. Kamu bisa melipatnya di dalam tas, mengeluarkannya dan menggunakannya dengan sangat mudah. Ya semacam mengenakan topi atau jaket saja. Sangat simpel dan enak dipakainya. Di bagian depan berwarna bening agar kamu bisa buka hape maupun baca buku.

Tapi payung ini terasa lebih mirip jas hujan sih ya. Coba kalau ada terusannya berupa jas hujan, pasti sangat bermanfaat jika hujan deras. Hehehe. Buat traveler juga cocok nih, nggak takut keujanan pas liburan. Harganya $75 yang bisa kamu beli online di Amazon. Lumayan mahal juga ya, hampir sejuta. Hahaha.

Buat kamu yang penasaran Hands Free Umbrella yang unyu ini, yuk simak aja videonya

Buat kamu sendiri, lebih tertarik yang mana nih? Payung yang mirip backpack atau mirip jas hujan? Dua-duanya cukup membantu kok. Tinggal kamunya lebih nyaman sama payung yang mana.