Ingin Menggapai Sebuah Impian, Strategi Ini Harus Banget Lo Terapkan

Hallo semua, gua mau tanya nih, kalian pernah tahu nggak kalau Bung Karno dulu pernah berkata begini, Gantungkan cita-cita mu setinggi langit, bermimpilah setinggi langit. Kata-kata itu beliau ucapkan tak lain untuk membakar semangat kaum muda agar berani bermimpi. Dan gue yakin karna statement itu pulalah banyak dari kita yang dari kecil suka ditanyain sama guru dan orangtua, cita-cita nya kalau udah gede mau jadi apa. Iyakan guys? Nah, terlepas dari apakah waktu kecil kita udah bisa mikir jauh kedepan atau tidak, cuma ya gue yakin aja sejuta dari kalian tentu akan menjawab, jadi presiden, dokter, pilot, artis dan lain sebagainya. Benarkan?

Nah, buat lo yang udah berumur 16 sampai 20 tahun, pertanyaan cita-cita ini mungkin gak sesepele waktu dulu masih kecil. Iyakan, kalau dulu lo mungkin berpikir pertanyaan tentang cita-cita cuma hal pertanyaan basa-basi sambil lalu. Bagi lo yang sekarang di bangku SMA atau SMK dan sedang mempersiapkan diri buat masuk kuliah, atau lo yang saat ini sedang menjalani kuliah. Pertanyaan soal mimpi dan cita-cita ini mungkin nggak ditanyain sama guru atau orang tua lagi tapi malah ditanyain sama diri elo sendiri. Sebenarnya gua mau jadi apasih? Apa yang mau gua lakukan dalam hidup? Ke arah mana tujuan hidup gua ya nantinya. 

Bicara soal cita-cita dan tujuan hidup memang bukan perkara mudah, belum lagi untuk menjalani dan mewujudkannya, itu akan jadi perkara yang jauh lebih sulit lagi. Kalau waktu kecil kita ditanya cita-citanya mau jadi apa, mungkin denga entengnya kita bisa jawab misalkan jadi dokter. Sekarang bagi lo yang masih SMA, bicara soal gua mau jadi dokter bukan jadi sekedar menjawab pertanyaan basa-basi. Karena di umur segitu, lo udah harus mulai mikirin hal-hal yang lebih konkrit supaya bisa beneran jadi dokter. Tentu lo harus merenungkan baik-baik apakah lo sanggup untuk menjadi seorang dokter. Lah emang nya salah yah jadi dokter? Nggak kok, nggak salah, cuma ya kalau lo memang niat jadi seorang dokter, itu nggak mudah lo. Nah kalau lo nggak percaya, lo bisa pantengin artikel gue sebelumnya, pikirkan dengan bijak sebelum lo nyesal ngambil jurusan kedokteran. Sorry guys, bukan maksud gue buat matahi semangat lo ya, kalau lo memang punya tekad dan terus berusaha gue yakin pasti ada jalan kok.

Terlebih untuk berani bermimpi dan bercita-cita setinggi langit tentu sangatlah baik. Tapi keberanian untuk bermimpi itu juga harus diiringi dengan strategi yang mantap juga dari diri lo sendiri. Maksudnya strategi itu gimana? Maksudnya, untuk sekedar punya mimpi dan cita-cita itu mudah, tapi berapa banyak sih orang yang bener-bener mikirin bagaimana cara membangun cita-cita itu supaya punya arah yang jelas, punya tujuan yang konkrit, paham akan setiap konsekuensinya dan juga dipikirin secara serius tahap demi tahapnya?

Nah, dalam artikel gua kali ini, gua mau share beberapa strategi, terkait tentang bagaimana cara kita merancang impian dan cita-cita dengan tujuan yang jelas, konkrit, terukur, realistis dan juga gimana sebaiknya sikap kita dalam proses untuk merealisasikan hal tersebut.

Tapi sebelum gue bahas dengan detail, gua mau disclaimer sedikit dulu. Dalam pembahasan gua dibawah ini, konteks impian, cita-cita atau tujuan yang gua maksud tidak hanya bersifat jangka panjang saja seperti misalnya, ingin jadi dokter yang sukses. Tapi bisa berlaku juga untuk tujuan-tujuan yang bersifat jangka pendek misalnya,  ingin menurunkan berat badan dengan target tertentu, belajar bahasa asing sampai betul-betul fasih, dan semacamnya. Oke deh, kita langsung mulai aja yuk pembahasannya.

Bangun Tujuan Lo Dengan Cerdas

Terlepas dari apakah tujuan lo jangka pendek atau jangka panjang, jadilah orang yang cerdas dalam menentukan apa tujuan lo, apa yang lo mau dan apa yang perlu lo pikirkan terkait hal itu. Emang gimana sih tujuan yang cerdas itu? Ini rumus yang menurut gua penting banget :

  • Spesifik
  • Terukur
  • Tindakan
  • Realistis
  • Berorientasi

Buat Lebih Spesifik

Disaat kita menentukan arah tujuan kita, hal pertama yang harus kita pastikan adalah tujuan itu harus spesifik. Karena kebanyakan orang pada umumnya, membuat tujuan yang terlalu umum, misalnya dalam menentukan tujuan jangka panjang. Gua mau jadi orang sukses. Nah, disini ni, kita harus lebih spesifikdisini. Tentu lo kebingungan, spesifik gimana nih maksudnya? Jadi begini, ketika lo udah nentuin bahwa apa yang lo mau adalah, jadi orang sukses, lo harus mendefenisikan dengan lebih jelas lagi, emang sukses itu apa sih? Punya banyak uang? Punya kekuasaan dan pengaruh atas banyak orang? Atau gimana sih? Pastinya setiap orang punya defenisi tersendiri tentang apa itu kesuksesan. Gimana guys, cukup jelas kan?

Nah, semakin lo belibet ngomongin tentang apa yang lo mau, dan semakin banyak hal-hal yang lo butuhin untuk mencapai apa yang lo mau, dan itu artinya rencana awal lo belum cukup spesifik. Jadi bisa gua bilang begini, mungkin sebenarnya tujuan lo gak bisa secara mudah direpresentasikan oleh kata sukses, tapi jika lo renungkan baik-baik, tujuan lo sebetulnya sederhana, misalnya begini lo memiliki penghasilan di atas 20 juta per bulan nya. Nah, kalau udah begini kan jadi lebih spesifik.

Lo masih kurang paham? Oke gua kasih contoh lain, jadi gini, misalnya tujuan lo kali ini bersifak jangka pendek, gue mau cepat jago nih berbahasa inggris. Nah, tujuan ini bisa lebih di jabarkan lagi pada hal-hal yang lebih spesifik. Misalnya, lo coba uraikan keterampilan berbahasa inggris, yaitu nulis writing, baca reading, denger listening, ama ngomong speaking. Dari keempat keterampilan berbahasa ini, lo mau fokusin di keterampilan yang mana? Kalo lo pengen jago di semua keterampilan tersebut? Sah-sah aja! Coba lo urutkan sejauh ini lo paling jago di keterampilan yang mana, dan paling lemah di mana. Di situ lo bisa bikin prioritas dan tau kira-kira di mana lo harus investasikan waktu dan energi lo lebih banyak untuk mengasah masing-masing keterampilan tersebut. Dengan merancang tujuan yang lebih spesifik, lo bisa lebih jeli melihat upaya-upaya yang tepat untuk mewujudkan tujuan tersebut..

Pastikan Tujuan lo Terukur

Pastikan lo memiliki tolak ukur dan indikator yang jelas terkait sama hal yang mau lo gapai. Nah, kalau semisalnya lo mau jadi orang kaya, jadikan kekayaan itu bisa di ukur dengan jelas. Kaya itu seberapa kaya? Apakah punya uang seratus juta rupiah itu menurut lo udah bisa di anggap kaya? Atau satu milyar, sepuluh milyar, seratus milyar, berapa? Sama hal juga dengan tujuan-tujuan jangka pendek yang lebih spesifik, jadikan semua itu terukur dan punya indikator yang jelas, misalnya : punya tolak ukur dan indikator yang jelas terkait sama hal yg mau lo capai.

Kalo (misalnya) lo mau jadi orang ‘kaya’, jadikan kekayaan itu bisa diukur dengan jelas. ‘Kaya’ itu seberapa kaya? Apakah punya uang seratus juta rupiah itu menurut lo udah bisa dianggap kaya? atau satu milyar, sepuluh milyar, seratus milyar, berapa? Sama hal juga dengan tujuan-tujuan jangka pendek yang lebih spesifik, jadikan semua itu terukur dan punya indikator yang jelas, misalnya : Gue mau kuliah gua lancar dan lulus dengan nilai bagus, jadikan lebih terukur dan punya indikator yang jelas jadi kayak gini. Gua mau lulus kuliah 4 tahun dengan nilai IPK minimal 3.00. Atau contoh lain misalnya gini : Gue mau memperbaiki hubungan dengan pasangan jadi lebih harmonis. Pastikan itu jadi ‘measurable” jadi gini… Gue mau meminimalisir frekuensi pertengkaran dengan pasangan jadi maksimal hanya 1 kali dalam 3 bulan.

Okay, sekarang kebayang kan maksudnya measurable itu apa? Jadikan setiap tujuan lo itu bisa terukur dan punya indikator yang jelas. Pada contoh yang pertama, gua merubah kata-kata lancar dan bagus dengan membuat 2 indikator yaitu waktu lamanya proses kuliah dan nilai IPK. Sementara pada contoh yang kedua, gua merubah harmonis jadi punya indikator frekuensi pertengkaran. Dengan lo membuat tujuan lo lebih terukur dan punya indikator, maka lo akan lebih mudah bisa mengevaluasi sudah sejauh mana lo mencapai tujuan lo tersebut.

Lo Harus Berani Mengambil Tindakan

Okay, setelah lo membuat tujuan lo secara spesifik, terukur, dan punya indikator yang jelas. Langkah selanjutnya adalah memastikan bahwa tujuan lo ini bisa diuraikan menjadi langkah-langkah yang jelas bentuk aktivitasnya seperti apa. Ini merupakan salah satu elemen yang paling penting sekaligus paling sering diabaikan. Kalau kita menentukan tujuan udah oke, terukur, dan punya indikator tapi bentuk aktivitasnya gak jelas juga percuma aja.

Sebagai cerita selingan aja nih, ada sebuah penelitian yang dilakukan oleh beberapa psikolog pendidikan mengenai performa akademik dari mahasiswa-mahasiswa di Universitas McGill. Nah, si psikolog ini pengen nyari tau. Apakah peningkatan performa nilai akademis punya korelasi yang tinggi jika mahasiswa bener-bener nyusun, menjabarkan dengan detail, dan mikirin langkah tahap demi tahap untuk meningkatkan nilai-nilai mereka.

Jadi, psikolog ini mengambil sampel dari 85 mahasiswa yang IP-nya di bawah 3.00 kita asumsikan saja bahwa IP di bawah 3.00 itu tergolong mahasiswa yang kurang berprestasi. Dari 85 mahasiswa itu, kemudian dibagi nih jadi dua kelompok dengan proporsi orang yang sama. Satu kelompok disuruh untuk ngejabarin hal-hal spesifik apa yang perlu mereka lakukan untuk meningkatkan performa akademis mereka, dan satu lagi nggak disuruh untuk ngelakuin hal tersebut.

Hasilnya? Kelompok yang diminta untuk nyusun, ngejabarin dengan detil, dan mikirin performa akademik mereka, memiliki IP yang meningkat secara signifikan di semester selanjutnya daripada yang gak disuruh ngapa-ngapain. Kesimpulannya gimana? Ternyata dengan ngejabarin hal tersebut, mereka jadi tau mereka harus ngapa-ngapain aja untuk ningkatin nilai akademis mereka, mereka butuhin apa aja, dan mereka juga jadi punya gambaran yang semakin jelas terkait apa yang akan mereka lakukan. Makin jelas rencana dan step-step yang akan lo lakuin, maka akan semakin besar pula peluang lo untuk mendapatkan tujuan lo. Nggak ada lagi tuh pertanyaan, duh habis ini gue harus ngapain ya?

Bentuk aktivitas itu kesannya mungkin sepele tapi justru jadi kunci utama untuk mewujudkan tujuan lo. Contohnya nih, misalnya tujuan lo adalah untuk bisa lolos seleksi SBMPTN atau UM supaya bisa kuliah di PTN impian lo. Tujuannya udah cukup spesifik, indikatornya juga jelas, tindakan nya gimana?

Pikirin berapa banyak bahan materi yang perlu lo pelajari untuk ujian seleksi SBMPTN dan UM Bikin jadwal belajar yang ketat sesuai dengan siswa waktu yang tersedia Buat target try out sesuai dengan passing grade jurusan yang jadi tujuan kuliah lo. Belajar yang rajin dan tekun, serta pastikan semua materi yang diperlukan bisa dipelajari dengan batas waktu yang tersisa. Upayakan try out sebelum SBMPTN selalu mencapai target passing grade minimal untuk tembus di jurusan yang lo inginkan, dan sebagainya.

Nah, kalau lo bisa menjabarkan apa aja aktivitas yang perlu lo jalani untuk mencapai tujuan lo, kan jadi jauh lebih jelas arah tindakan lo kemana. Usaha dan waktu lo juga jadi lebih terarah untuk melakukan aktivitas-aktivitas sesuai dengan tujuan lo, sekaligus menjadikan aktivitas tersebut sebagai hal prioritasdibandingkan aktivitas lain dalam keseharian lo.

Berpikir Realistis

Terlepas dari apapun tujuan lo, pastikan hal itu sesuatu hal yang realistis. Realistis di sini bukan bermaksud discourage elo supaya jangan punya mimpi yang setinggi langit yah. Menentukan tujuan dengan realistis maksudnya adalah. menentukan target yang wajar dalam setiap langkah-langkah yang perlu lo ambil dalam upaya mewujudkan impian lo. Jangan belum apa-apa udah muluk mematok target yang terlalu tinggi, nantinya proses upaya lo semakin ngawang-ngawang. Contoh nih, tujuan jangka panjang lo adalah. menjadi musisi Indonesia yang sukses dengan total penjualan album menembus 1 juta kopi.

Dalam upaya untuk mewujudkan impian lo ini, jangan sampai belum apa-apa lo udah buru-buru ikut audisi, rekaman bikin album, terus bersaing dengan band-band dan musisi ngetop Indonesia. Ya gua yakin pasti lo akan kalah sama para musisi lain yang udah jauh lebih berpengalaman. Lo harus lebih realistis untuk menentukan langkah dan target-target awal yang harus lo raih. Misalnya nih, utuk awal-awal target lo yang realistis adalah bikin youtube channel terus rekam diri lo sendiri bermain musik, targetkan per video minimal 10.000 views dan 90% komentar dari audience positif terhadap karya musik lo. Nah, baru setelah lo sukses dengan langkah awal ini, lo baru bisa punya target-target baru yang lebih tinggi tapi tetap realistis dengan kapasitas lo yang sekarang.

Dalam arti yang lain, menjadi realistis juga bisa diartikan dengan menyesuaikan target-target awal lo dengan mempertimbangkan segala sumber daya di sekitar lo yang bisa dengan relatif mudah elo jangkau. Sumber daya yang gua maksud ini bisa jadi uang, waktu, tenaga, koneksi, peluang, lingkungan pergaulan yang mendukung, akses pada peralatan yang mendukung lain dan sebagainya. Dalam konteks contoh menjadi musisi tadi, mungkin upaya untuk langsung masuk ke dapur rekaman belum realistis untuk sekarang karena lo belum punya sumber daya koneksi, populeritas, uang dan lain-lain. untuk bisa masuk ke dapur rekaman. Sementara itu, untuk langkah dan target awal, lo bisa memanfaatkan teknologi dengan upload karya musik lo di youtube atau di soundcloud. Baru setelahnya lo menargetkan sesuatu yang lebih tinggi.

Berorientasi Dengan Waktu

Element terakhir dari gue adalah Time atau Waktu. Setelah lo punya tujuan yang spesifik, terukur, realistis, dan aktivitas yang jelas. Langkah berikutnya lo harus punya target waktu yang jelas. Lo mungkin pernah denger pesan doi yang kurang lebih isinya begini. Sadari bahwa waktu lo di dunia ini terbatas, dan lo gak mungkin bisa melakukan segala hal yang lo inginkan. Oleh karena itu, tentukanlah prioritas lo,

Yak waktu lo memang terbatas. Itu sebabnya, lo harus punya tolak ukur waktu yang jelas juga untuk setiap aktivitas dan tujuan lo. Dari mulai kapan lo mau mulai melakukan hal itu, sampai kapan target waktu yang lo tentukan agar tujuan lo tercapai. Misalnya nih, lo punya tujuan untuk bisa fasih dalam berbahasa Inggris. Lo udah tentuin aktivitas yang jelas untuk mencapai tujuan lo itu, dari mulai belajar grammar, vocab, membiasakan diri dalam dengerin orang ngomong Inggris listening, baca buku bahasa inggris reading, sampai berani nulis writing dan ngomong pake bahasa inggris speaking.

Tapi terlepas dari semua langkah dan serangkaian aktivitas itu, kalau gak ditentukan oleh batasan waktu yang jelas. Seringnya bakalan molor terus dan akhirnya beneran gak tercapai. Jadi langkah terakhir yang perlu lo lakukan adalah menentukan kapan lo mulai melakukan aktivitas tersebut, dan kapan target waktu lo untuk mencapai hal itu semua. Dengan lo memiliki target waktu yang jelas. Lo jadi bisa evaluasi diri lo sendiri secara berkala, udah sejauh mana proses lo dalam mewujudkan impian dan cita-cita lo?

Okay, itulah sedikit pembahasan gua tentang strategi menentukan tujuan dan menjalaninya dengan prinsip yang cerdas. Moga-moga sharing dari gua bermanfaat buat lo semua yak.

Bingung Kenapa Tiap Tahun Harga Barang Selalu Naik, Berikut Penjelasannya

Haloo para pembaca setia blog gue, ketemu lagi ni kita hehehe, diartikel kali ini gua akan coba membahas detail perekonomian Indonesia. Yah, walaupun gua nggak ahli dalam bidang ekonomi tapi gua berani dan ingin mempersembahkan sebuah tulisan yang membahas fenomena ekonomi yang pasti sumber yang udah gua kutip ini cukup terpecaya kok. Yaudahdeh, gausah lama-lama lagi basa-basinya, jadi sesuai dengan judulnya aja nih, gue mau mengupas tuntas sebuah pertanyaan yang mungkin lo penasaran selama ini. kenapa harga barang tiap tahun selalu naik?

Nah, sebelumnya ada yang bisa jawab pertanyaan diatas nggak? Nggak bisa yaa, oke tenang gua bisa jawab kok, tapi ijin kan gue untuk sedikit bercerita yaa hihi. Okee, jadi sewaktu gue duduk dibangku sekolah dasar dulu gua  jajan buat gue sekolah cuma 5.000 perhari. Wahh dikit amat ya? Eh tapi dengan uang segitu, dulu gue udah bisa bayar ongkos angkot pula pergi sekolah, makan siang, bahkan uang gua masih bersisa buat jajan sepulang sekolah. Lo kok bisa? Ya, zaman dulu gua SD, tarif angkot cuma 1000 untuk sekali naik, terus makan nasi goreng dikantin sekolah palingan cuma 2000. Murah banget ya kalau kita lihat di tahun 2017 sekarang.

Tapi coba lo bandingin lagi harga barang-barang zaman sekarang dengan beberapa tahun yang lalu, sebetulnya semua harga barang di sekitar kita juga terus naik kok. Nggak yakin? Coba deh lo ingat-ingat aja mulai dari harga gorengan, air mineral, sampai harga komik di toko buku juga naik melulu setiap tahun. Nah, kok bisa sihh?

Kenaikan harga barang ini juga sebetulnya nggak selalu terjadi dalam jangka waktu tahunan, bisa jadi terjadi dalam waktu hitungan bulan. Iseng-iseng coba lo cek deh di internet, harga cabe di bulan oktober 2017 kemarin kurang kebih 60. oooan perkilo, terus di awal november 2017 naik lagi sampe 80.000an perkilo. Wah gila cabe kok harganya naik terus ya? Kenapa sih harga nya nggak sama aja? Ini para pedagang yang mainin harga supaya cepat kaya apa gimana sih? Atau jangan-jangan, ini artinya kondisi ekonomi di Indonesia terus memburuk dari tahun ke tahun?

Latar Belakang Fenomena Kenaikan Harga

Dalam ilmu ekonomi, fenomena kenaikan harga ini dinamakan dengan istilah inflasi. Kalau lo lihat buku cetak, fenomena inflasi di jelaskan sebagai proses kenaikan harga barang dan jasa secara umum atau kemerosotan nilai uang. Akan tetapi, penjelasas di dalam buku cetak tersebut, kadang kurang mendalam dan masih meninggalkan tanda tanya bagi kita semua. Pertanyaan paling sederhana yang sering muncul dalam kepala kita adalah. Kok bisa sih kenaikan harga barang ini berjalan serentak? Kok naiknya bisa kompakan sih? Masa semua penjual di seluruh penjuru negeri janjian naikan harga bareng-bareng?

Sebenarnya sih nggak gitu, jadi begini prinsipnya, inflasi ini adalah sebuah fenomena ekonomi yang terjadi secara natural karena adanya perubahan dari berbagai komponen dalam perputaran roda ekonomi. Fenomena ini, bukan hanya terjadi pada ekonomo modern, tapi udah terjadi sejak ribuan tahun lalu dan akan terus terjadi selama sistem ekonomi berjalan.

Lalu, apa dong faktor-faktor yang menyebabkan terjadi inflasi? Sebetulnya jika kita paham ilmu ekonomi penyebab inflasi itu bisa dibilang cukup rumit, tapi secara sederhana, gua akan menjelaskan 2 komponen utama yang dapat menyebabkan inflasi, berikut dua komponen tersebut, diantaranya :

  • Pergeseran permintaan dan penawaran
  • Jumlah uang beredar

Kenapa Pergeseran Tingkat Permintaan Penawaran Mempengaruhi Tingkat Inflasi?

Oke, gua akan coba menjelaskan fenomena bernama inflasi ini akan dalam kasus sederhana. Lo perhatiin nggak kalau tiap tahunnya menjelang Hari Raya Idul Adha biasanya harga kambing dan sapi jadi lebih mahal. Kenapa gitu? Ya jelas karena menjelang Idul Adha, permintaan daging kambing dan sapi banyak. Jadinya para pedagang naikin harga mumpung banyak orang yang mau beli. Namanya juga cari untung. Ini adalah hukum ekonomi yang sangat mendasar. Permintaan banyak, otomatis para pedagang naikin harga supaya untung lebih banyak. Tapi sehari setelah Hari Idul Adha, harga kambing dan sapi pasti langsung turun drastis. Why? Ya pasti karena orang yang mau beli permintaan akan daging kambing dan sapi juga turun drastis.

Inilah illustrasi nyata dari Hukum Permintaan-Penawaran yang mempengaruhi naik-turunnya harga barang. Nah, dari prinsip ekonomi permintaan penawaran itulah, fenomena inflasi ini terjadi. Hanya saja skala-nya jauh lebih luas daripada fenomena naik-turunnya harga daging kurban menjelang Idul Adha atau harga kembang api menjelang tahun baru.

Kenapa Jumlah Uang Beredar Mempengaruhi Tingkat Inflasi?

Emangnya kenapa sih kalau jumlah uang yang beredar di masyarakat jadi lebih banyak? Hubungannya apa sama terjadinya inflasi sih? Nih gue coba gambarin ilustrasi singkat nya ya. Misalnya lo dan teman-teman sekelas lo di bagi jadi 2 kelompok, yaitu pembeli dan penjual okee, nah sekarang setengah dari kalian adalah kelompok pembeli dan setengahnya lagi adalah kelompok penjual. Terus yang jadi pembeli ini semuanya punya uang sebesar Rp 300.000 per bulan dan yang jadi penjual ini ada yang jualan makanan, minuman dan pakaian. Setiap hari para pembeli pasti akan membelanjakan uangnya, mereka akan beli makannanm, minuman dan pakaian dari para penjual. Nah, misalnya rata-rata si pembeli membelanjakan uangnya Rp 10.000 per hari, dalam 30 hari kan habis tuh ya setiap bulannya. Nah, sekarang tau-tau ada guru lo yang berbaik hati, nambahin duit ke si kelompok pembeli Rp 300.000 lagi, jadi kan sekarang si pembeli punya Rp 600.000 ya? Nah, kira-kira apa yang akan terjadi?

Kelompok pembeli mungkin aja belanja lebih dari Rp 10.000 per hari, karena sekarang mereka punya uang lebih, mungkin mereka akan beli makanan, minuman dan pakaian lebih banyak dari sebelumnya. Dan gue rasa itu udah jadi sifat dasa manusia, bahwa semakin besar pendapatannya, cenderung semakin besar pula pengeluarannya. Lalu, apa jadinya kalau semua orang mendadak jadi belanja lebih? 

Mengingat fenomena daging kambing dan hari raya idul adha tadi, otak bisnis pedagang secara natural akan menaikan harga. Nah, kalau fenomena ini terjadi terus-terusan, maka pada akhirnya terjadilah inflasi. Jadi, kita bisa menyimpulkan skenarionya kira-kira seperti ini.

Kenaikan jumlah uang beredar -> menaikkan tingkat konsumsi -> menaikkan tingkat permintaan konsumen -> mendorong penjual menaikkan harga -> terjadilah inflasi

Rantai sebab-akibat ini yang sebenernya bisa dijelaskan oleh Teori Kuantitas Uang yang dikemukan oleh Irving Fisher, yang diformulasikan pada persamaan berikut :

  • M \times V = P \times T
  • M = jumlah uang beredar
  • V = kecepatan perputaran uang (velocity)
  • P = tingkat harga umum
  • T = jumlah transaksi

Keliatan kan ya dari persamaan tersebut bahwa kalau M naik, dengan asumsi V dan T sama karena jumlah populasi juga dianggap tidak berubah, maka P akan naik juga. Pandangan teori ini dikenal juga sebagai pandangan sebagai kaum monetaris.

Jenis Inflasi Berdasarkan Penyebabnya

Oke, sekarang gua harap lo udah paham tentang 2 komponen dasar yang mempengaruhi inflasi. Sekarang yuk kita telusuri lebih detil lagi tentang fenomena inflasi. Seorang ekonomi Inggris bernama Jhon M. Keynes punya pandangan bahwa penyebab dari fenomena inflasi bisa dibagi menjadi 2 jenis, yaitu biaya mendorong inflasi dan permintaan tarik inflasi.

  • Biaya Mendorong Inflasi

Lo tahu nggak kalau dari dulu sampai awal tahun 2017 ini harga BBM premium di Indonesia timur, harganya bisa mencapai Rp 50.000 per liter. Lo kok mahal amat? Dikawasan Indonesia barat terutama dipulau jawa, harganya dipukul rata yaitu, Rp. 6,450 per liter. Bused dah jauh amat kan bedanya. Kok bisa gitu? Karena sebelum 2017, pemerintah memang masih sangat kesuliyan melakukan proses distribusi BBM ke daerah Indonesia timur karena keterbatasan infrastruktur dan transportasi. Akibatnya, pasokan BBM di sana jumlahnya jauh lebih sedikit daripada kebutuhan masyarakatnya. Orang yang butuh banyak, tapi jumlah pasokan barang sedikit. Ujung-ujungnya apa? Ya supaya terseleksi siapa yang layak kebagian barang, harganya meningkat setinggi langit. Secara teori di pelajaran ekonom seringkali dijelaskan dengan D>S, kelebihan permintaan, maka P akan naik.

Nah, situasi yang seperti inilah biasa dikenal dengan istilah Cost-push Inflation atau Inflasi Desakan Harga. Inflasi jenis ini terjadi karena kelangkaan barang akibat dari proses distribusi yang nggak lancar, atau terjadi bencana alam, panen gagal, atau kesulitan mendapatkan bahan baku sehingga proses produksi jadi terganggu.

  • Permintaan Tarik Inflasi

Kalau untuk inflasi jenis yang ini, gua akan kasih contoh yang paling gampang, jadi begini lo pernah kepikir nggak kalau seandainya uang jajan lo lebih gede dari yang lo dapat sekarang. Misalnya duit jajan lo sekarang sebulan Rp 500.000. tiba-tiba mama naikin uang jajan jadi Rp 1.ooo.ooo perbulan. Ya secara natural, biasanya lo terdorong untuk belanja lebih banyak daripada waktu duit jajan lo sedikit. Iyakan? Nah, sekarang bayangin kalau fenomena ini terjadi dalam skala yang besar dalam masyarakat luas. Tiba-tiba semua orang pada doyan belanja. Kalau permintaan naik, lagi-lagi lo bisa tebak sendiri gimana respond para pedagang dengan orak bisnisnya? Yup, lagi-lagi naikkin harga.

Nah, rantai sebab-akibat inilah yang disebut Demand-pull Inflation. Inflasi jenis ini terjadi karena adanya kelebihan permintaan secara agregat atau keseluruhan Aggregate Demand sebuah negara. Kenapa permintaan barang dan jasa kok bisa naik secara keseluruhan gitu sih? Biasanya penyebabnya adalah adanya kelebihan likuiditas atau peningkatan jumlah uang yang beredar di masyarakat.

Jenis Inflasi Berdasarkan Asal Penyebabnya

Oke, secara garis besar lo pasti makin paham penyebab dari fenomena inflasi. Tapi yuk kita coba gali lagi lebih mendalam tentang penyebab inflasi. Dalam melihat fenomena ekonomi secara nyata, tentu kita nggak boleh lupa bahwa saat ini udah sudah semakin terintegrasi, terutama dari sisi ekonominya. Gampanga banget ngelihatnya di kehidupan sehari-hari. Coba deh lo cek, seluruh gadget lo buatan mana? Peralatan elektronik rumah tangga seperti AC, kulkas, TV, rice cooker dan lain-lain buatan mana? Nah, ada banyak banget produk yang kita gunakan itu tidak hanya melibatkan industri dalam negeri lho. Hubungan industri ini nggak hanya dalam level barang konsumsi saja, tapi juga pada level bahan baku, seperti biiji besi, timah, kapas, gula pasir, kayu, semen dan lain-lain. Nah, dari situ kita bisa meliha bahwa iklim industri di luar akan berdampak juga pada kondisi ekonomi di Indonesia dan begitu juga sebaliknya.

Hubungan ekonomi antar negara inilah yang juga memungkinkan terjadinya inflasi. Inflasi yang terjadi di negara lain bisa ikutan kebawa-bawa sampai ke negara kita juga lho ketika kita belanja dari negara lain. Makanya inflasi juga bisa dikelompokkan berdasarnya sumbernya, yaitu inflasi impor dan inflasi domestik.

  • Inflasi Impor

Inflasi jenis ini bisa terjadi ketika negara kita melakukan pembelian dari negara yang sedang mengalami inflasi yang tinggi, sehingga barang-barang di negara tersebut kan tinggi tuh. Jadi kebawa deh harga tingginya itu ke pasar domestik. Misalnya pemilik toko alat elektronik seperti handphone atau laptop, yang bahan bakunya kebanyakan berasal dari China. Kalo pas China lagi mengalami inflasi yang tinggi, maka harga barang-barang tersebut dari negeri asalnya juga pasti akan jadi lebih mahal kan?

Karena para importir di Indonesia mendapatkan barang dengan harga lebih mahal dari biasanya, apa yang mereka lakukan pas dijual di Indonesia? Yak, harganya juga akan lebih mahal. Inilah yang disebut dengan imported inflation, karena inflasi yang sebenernya terjadi di negara lain jadi kebawa-bawa masuk ke negara kita melalui hubungan dagang tadi.

  • Inflasi Domestik

Inflasi domestik berarti dalam negeri dong, maksudnya gimana nih? Hal ini terjadi sebagai akibat dari pengambilan kebijakan-kebijakan ekonomi dalam negeri yang kurang tepat. Nanti kita bakalan bahas tentang penanggulangan inflasi melalui berbagai kebijakan dari Bank Indonesia. Nah, kalau pengambilan kebijakan itu dilakukan di saat yang tidak tepat, maka bisa jadi terjadi inflasi.

Selain kesalahan keputusan dari Bank Indonesia, bisa juga kesalahan terjadi pada kebijakan mengenai pajak. Nah kalo Pemerintah menetapkan pajak yang terlalu rendah, sedangkan belanja negaranya tinggi, akhirnya kan APBN nya defisit. Nah kalau udah defisit gitu, kemungkinan besar pemerintah harus memotong anggaran belanjanya. Kalau yang dipotong adalah anggaran belanja untuk pembangunan infrastruktur, ini berpotensi untuk memicu inflasi. Karena akhirnya distribusi barang jadinya terganggu karena dukungan infrastruktur yang kurang. Hal kayak inilah yang disebut dengan domestic inflation, karena disebabkan oleh faktor-faktor yang terjadi di dalam negeri.

Apakah Inflasi Selalu Menandakan Bahwa Kondisi Ekonomi Memburuk?

Nah, setelah lo mengetahui komponen apa aja yang penyebab inflasi, sekarang pertanyaannya. Apakah inflasi itu buruk? Apakah inflasi itu selalu menunjukkan bahwa ekonomi suatu negara buruk? Kalau lo cek data ekonomi negara manapun di dunia ini, lo pasti akan nemuin yang namanya laju atau tingkat inflasi deh. Maupun itu negara paling maju dan makmur di dunia ini sekalipun gua jamin pasti akan mengalami inflasi. Lho emang semua negara mengalami inflasi? Jawabannya IYA. Inflasi memang merupakan salah satu fenomena dalam ekonomi makro yang sangat umum alias sangat wajar.

Terus pertanyaannya sekarang, inflasi tuh sebenarnya hal yang positif apa negatif sih? Kalau liat dari apa yang udah kita bahas dari tadi sih kok kayanya negatif ya? Siapa sih yang suka sama kenaikan harga? Kalo harga barang dan jasa naik terus, berarti kan masyarakatnya juga harus cari uang lebih banyak lagi dong ya buat memenuhi kebutuhan hidupnya? Kedengerannya kok bukan kondisi yang bagus sih?

Masih inget cerita gue tadi soal uang jajan gue zaman gue SD? Dari cerita itu keliatan kan ya kalau nilai uang Rp 5.000 di tahun 90an emang jauh tinggi nilainya dibanding Rp 5.000 sekarang. Padahal nominalnya sama-sama Rp 5.000. Berarti kita bisa simpulin ya bahwa inflasi membuat nilai uang semakin berkurang harganya. Hal ini jelas akan merugikan ya kalau misalnya lo nabung sebanyak-banyaknya di celengan. Karena 10 tahun kemudian, uang yang lo tabungin itu nilainya bakalan udah lebih kecil dibanding waktu lo tabungin.

Sekarang coba lo liat deh kehidupan sehari-hari buat orang-orang yang bekerja. Misalnya seorang karyawan di perusahaan A dapet gaji Rp 3.000.00 per bulan. Dia udah kerja di perusahaan A itu selama 8 tahun dan gajinya dari dulu segitu. Kebayang kan bahwa 8 tahun yang lalu, dengan uang Rp 3.000.000 itu dia mungkin bisa beli macem-macem. Tapi nilai uangnya sekarang udah ngga segede dulu lagi, karena selama 8 tahun ini terjadi inflasi. Nah, ini kan sebenernya berarti pendapatan dia turun toh? Nominalnya sih engga turun, tapi nilai riil-nya turun kan ya? Inilah yang dibilang kalo inflasi tuh menurunkan pendapatan riil seseorang. Makanya biasanya perusahaan ada kebijakan kenaikan gaji karyawan setiap tahunnya, dan seharusnya kenaikan gaji ini juga menyesuaikan dengan tingkat inflasi.

Jadi balik lagi nih, apakah inflasi tuh selalu merugikan perekonomian? Jawabannya, nggak selalu merugikan. Kenapa kok ga selalu merugikan? Karena dalam kenyataannya, adanya inflasi juga mendorong pertumbuhan ekonomi. Lho kok bisa? Coba ya kita liat, kalau misalnya terjadi inflasi nih di Indonesia karena jumlah uang yang beredar di masyarakat meningkat sebagai akibat dari banyaknya kredit yang dikucurkan oleh pihak perbankan, pasti masyarakat bakalan beli barang dan jasa lebih banyak lagi kan? Sebagai akibatnya, permintaan secara umum atau Aggregate Demand kan jadinya meningkat tuh, terus terjadilah inflasi. Tapi di sisi lain, peningkatan konsumsi masyarakat ini kan pada akhirnya meningkatkan Pendapatan Nasional atau Produk Domestik Bruto PDB Gross Domestic Product GDP kan? Dalam pengertian lain, inflasi pada tingkat tertentu dibutuhkan untuk mendorong roda ekonomi untuk terus maju.

Ingat salah satu cara menghitung pendapatan nasional adalah dengan menggunakan persamaan berikut :

  • C = konsumsi
  • I = investasi
  • G = pengeluaran pemerintah
  • X = ekspor
  • M = impor

Cara Penghitungan Inflasi

Nah setelah kita mengetahui komponen-komponen yang menyebabkan inflasi, gua harap itu semua udah cukup menjawab pertanyaan kenapa harga barang yang kita konsumsi sehari-hari selalu naik setiap tahun. Sekarang masalahnya, tingkat kenaikan itu bisa dihitung nggak? Seberapa besar tingkat inflasi? Sampai sejauh mana inflasi dikatakan wajar? Bagaimana cara mengukurnya?

Biasanya di tiap negara ada sebuah badan pemerintah yang ngurusin statistik. Di Indonesia, kita punya Biro Pusat Statistik (BPS). Setiap bulan BPS mempublikasikan inflasi Indonesia berapa persen dan angka ini didapet dari hasil pengumpulan data yang kemudian diolah lebih lanjut. Data yang dikumpulin tuh data apa sih? Secara teori, ada beberapa pendekatan yang digunakan, di artikel ini gua akan bahas 2 pendekatan yang paling populer yaitu Indeks Harga Konsumen (IHK) atau Consumer Price Index (CPI) dan Indeks Harga Produsen atau Producer Price Index (PPI). Gimana penjelasan dari 2 pendekatan di atas?

  • Indeks Harga Konsumen (IHK) atau Consumer Price Index (CPI)

Intinya IHK adalah sebuah indeks berdasarkan harga yang dibayarkan oleh konsumen untuk membeli barang dan jasa tersebut. Di Indonesia, tim BPS mengumpulkan data harga konsumen, yaitu agregat harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat umum di Indonesia.

Apakah itu berarti semua barang dan jasa yang dibeli? Ya engga dong, bisa gempor mereka kalau ngumpulin semua data harga barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat seluruh negeri yang jumlahnya lebih dari 240 juta jiwa. Jadi tim BPS menentukan sekelompok barang dan jasa yang dijadikan acuan untuk menghitung inflasi, mencakup antara 225-462 barang dan jasa yang dikelompokkan ke dalam beberapa kelompok pengeluaran seperti misalnya: bahan makanan, makanan jadi, minuman, perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, sandang, kesehatan, pendidikan, rekreasi dan olah raga transpor, komunikasi dan lain-lain.

Setelah mengambil data tersebut pada 82 kabupaten dan kota di Indonesia, kemudian penghitungan berdasarkan IHK itu diolah dengan menggunakan rumus :

Jadi pada prakteknya, IHK inilah yang paling umum digunakan untuk menghitung laju inflasi oleh berbagai negara di seluruh dunia. Nih dari tabel di bawah ini lo bisa liat deh hasil penghitungan laju inflasi yang dilakukan oleh BPS.

  • Indeks Harga Produsen (IHP) atau Producer Price Index (PPI)

Selain pendekatan IHK, ada juga pendekatan IHP. Pada dasarnya kedua pendekatan ini sama-sama mau menghitung perkiraan tingkat inflasi. Cuma kalau IHK meninjau dari sisi harga yang dibayar konsumen, kalau IHP meninjau indeksnya dari harga produsen, yaitu harga yang diterima oleh produsen dalam menjual barang dan jasanya. Jadi intinya harga produsen adalah harga dasar, yang dihitung dengan rumus sebagai berikut :

Harga Dasar = Harga Pembelian – pajak nilai tambah – pajak produksi + subsidi

Seperti IHK juga, untuk IHP tim BPS menentukan sekelompok barang dan jasa di berbagai sektor seperti pertanian, pertambangan dan penggalian, dan industri pengolahan, akomodasi, makanan dan minuman di 8 provinsi di Indonesia, yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Bali, NTB, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan dan Papua.

Dalam praktiknya, memang pendekatan IHP ini lebih jarang dipake untuk ngitung inflasi. Alasannya, karena memang lebih sulit mengumpulkan data pembelanjaan industri yang pastinya menyangkut rahasia dapur dari banyak perusahaan. Jadi pada prakteknya hal ini lebih sulit dilakukan dibandingin dengan ngumpulin data IHK.

Tingkat Inflasi yang Wajar itu Berapa Ukurannya?

Nah, setelah lo tau penyebab inflasi, dampak inflasi, dan cara menghitungnya. Maka pertanyaan berikutnya adalah berapa sih ukuran tingkat inflasi yang wajar? Sampai pada sejauh mana tingkat inflasi bisa dikatakan merugikan? Sebagaimana kita ketahui bahwa inflasi bisa jadi berdampak positif pada ukuran tertentu, tapi juga bisa berdampak negatif jika kebablasan. Terus yang dibilang inflasi yang merugikan tuh sebenernya berapa sih? Nah, ini pengelompokkan inflasi berdasarkan tingkat keparahannya :

  • Creeping / Low Inflation atau Inflasi Rendah : < 10% per tahun
  • Galloping / Moderate Inflation atau Inflasi Menengah : 10%-30% per tahun
  • High Inflation atau Inflasi Tinggi : 30%-100% per tahun
  • Hyperinflation atau Hiperinflasi : > 100% per tahun

Kalo lo sempet denger dari orangtua atau kakak lo, pada tahun 1998 negara kita sempat mengalami krisis moneter yang ditandai dengan inflasi yang sangat tinggi. Berdasarkan ukuran di atas, secara umum krisis moneter Indonesia tahun 1998 masuk ke kategori High Inflation. Ini udah bisa dikatakan gawat banget ya, apalagi kalo udah menyentuh hiperinflasi. Teorinya sih, sebisa mungkin lembaga kontrol keuangan negara bisa mengendalikan inflasi untuk tetap pada level low inflation.

Cara Penanggulangan Inflasi

Oke, sekarang kita tahu bahwa inflasi bisa berdampak positif dalam takaran tertentu, tapi bisa negatif jika kebablasan. Kita juga udah tau pengklasifikasian bahaya inflasi. Sekarang pertanyaan berikutnya adalah. Bagaimana caranya mengendalikan tingkat inflasi sebuah negara supaya nggak kebablasan? Pastinya pihak pemerintah punya jurus tertentu dong agar tidak terjadi inflasi yang kebablasan. Gimana sih cara ngejaganya? Salah satu perangkat negara ada yang namanya bank sentral. Kalau di Indonesia, bank sentralnya dikenal dengan nama Bank Indonesia.

Nah, salah satu tugas BI inilah untuk menjaga inflasi agar tetap pada level yang wajar. Gimana caranya? Salah satunya adalah dengan menentukan tingkat suku bunga acuan, yang juga dikenal dengen BI Rate. Selain itu, ada juga kebijakan pengendalian Jumlah Uang Beredar (JUB) atau Money Supply. Nah, mungkin lo bingung kan, apa hubungannya tingkat suku bunga dengan pengendalian inflasi? Jadi gini penjelasannya :

Ada 1 tolak ukur yang selalu menjadi landasan bagi para pelaku ekonomi pengusaha, pedagang, investor dan lain-lain untuk membuat keputusan. Tolak ukur itu adalah Tingkat bunga. Tingkat bunga yang dimaksud di sini, mencakup banyak hal, contohnya bunga tabungan masyarakat, bunga deposito, bunga kredit pinjaman bank dan lain-lain. Nah, naik-turunnya tingkat bunga ini akan menjadi landasan bagi para pelaku ekonomi untuk memutuskan uang mereka mau digerakkan kemana, apakah disalurkan untuk berinvestasi, disimpen di bank, atau diputer uangnya dalam usaha ekonomi riil.

Dalam kondisi ini, Bank Indonesia atau BI adalah pihak yang berwenang untuk menentukan BI Rate. BI Rate inilah yang akan menjadi acuan bagi para bankir untuk mengambil keputusan berpa persen bunga tabungan masyarakat, berapa % bunga deposito, bunga berbagai kredit yang diberikan oleh bank kepada masyarakat, dan lain-lain. Terus gimana ceritanya BI rate ini bisa mengendalikan inflasi supaya nggak terlalu tinggi?

Sederhananya gini, begitu BI melihat laju inflasi tinggi, BI Rate akan mereka naikkan. Lho kok malah dinaikkan? Tujuannya adalah agar masyarakat dan investor menyetorkan uangnya ke bank dalam berbagai bentuk, bisa jadi simpanan atau deposito, ataupun instrumen pasar modal lainnya. Lho iya dong, kalau bunga tinggi kan lebih untung kalo duit kita ditaro di bank, aman bebas risiko, duit nambah terus secara otomatis, nggak perlu repot investasi atau jalanin usaha yang berisiko gagal. Tapi di sisi lain, tanpa sadar hal itu juga akan berpengaruh pada jumlah uang beredar. Semakin kecil jumlah uang beredar, inflasi semakin bisa ditekan.

Cara lain yang bisa dilakukan BI untuk mengontrol inflasi namanya Operasi Pasar Terbuka atau Open Market Operation. Prinsipnya sama, yaitu pengontrolan jumlah uang yang beredar di masyarakat. Namun untuk bisa meminimalisir jumlah uang beredar, BI secara aktif melakukan penjualan atau pembelian surat berharga yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia, yang dikenal dengan Sertifikat Bank Indonesia atau SBI. SBI ini bentuknya macem-macem, dari surat-surat berharga tanah, sampai kepemilikan saham dan lain sebagainya. Tujuannya adalah supaya pelaku ekonomi tertarik untuk membeli SBI sehingga jumlah uang beredar jadi berkurang dan beralih menjadi bentuk tabungan.

Kedua cara di atas sebetulnya bisa dilakukan untuk mengontrol deflasi kebalikan dari inflasi. Jika BI melihat bahwa deflasi sudah semakin parah, maka BI akan menurunkan BI rate dan akan membeli surat-surat berharga. Tujuannya supaya uang beredar bertambah. Sebaliknya kalo BI menilai bahwa jumlah uang yang beredar itu terlalu sedikit sehingga inflasi jadi terlalu rendah, maka BI akan melakukan pembelian SBI dari masyarakat. Tujuannya adalah supaya masyarakat memegang uang lebih banyak dan meningkatkan konsumsinya, sehingga pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ngerti kan sekarang konsepnya

Yak, demikianlah cerita singkat gue tentang inflasi. Gua harap artikel ini bisa menjawab dari pertanyaan sederhana kenapa harga barang selalu naik? sekaligus juga memahami fenomena inflasi secara tuntas dan mendalam. Jika boleh gua rangkum, pada dasarnya fenomena kenaikan harga barang dari waktu ke waktu inflasi adalah suatu fenomena ekonomi yang sangat wajar dan bahkan bisa jadi memicu perkembangan ekonomi dalam takaran tertentu. Dia bisa jadi lawan ataupun kawan. Semuanya tergantung dari kondisi perekonomian saat itu dan bagaimana sikap kita sebagai pelaku ekonomi menghadapinya. Dengan adanya artikel ini, moga-moga wawasan lo semakin bertambah, khususnya dalam memahami fenomena ekonomi secara luas. Sampai jumpa di artikel gua berikutnya

Yuk, Ketahui Dan Cegah Kanker Serviks Sedari Dini

Hallo semua, ketemu lagi ni sama gue, Eri. Diartikel kali gue akan membahas salah satu penyakit kanker yang dominan dirasakan kaum wanita. Apalagi kalau bukan penyakit kanker serviks. Tentu kalian akan ngejudge gue lantaran baru ngebahas ini sekarang. Yahh nggak apa-apa deh. Kali aja ini akan bermanfaat buat kalian. Okeey 🙂.

Nah, kalian tahu nggak kenapa gue sangat tertarik membahas penyakit tersebut? Pertama, menurut gue pembahasan seputar kanker serviks, HPV atau yang dikenal virus penyebab kangker serviks dan vaksinnya sangat penting untuk diketahui sedini mungkin, apalagi buat perempuan. Kedua, ternyata banyak saudara dan temen-temen gue yang nggak tahu tentang hal ini. Dan gue pikir dulunya cuma gue yang ketinggalan tentang informasi ini.

Gimana ironis bangetkan dengarnya dan satu hal yang harus kalian tahu bahwa penyakit ini menempati urutan keempat di dunia dan urutan kedua tertinggi setelah kanker payudara di Indonesia, sebagai kanker yang paling sering terjadi pada perempuan antara usia 15-44 tahun. Ada 26 wanita di Indonesia yang meninggal setiap harinya karena kanker serviks. Dan ini artinya, setiap 1 jam setidaknya seorang wanita Indonesia meninggal karena kanker yang disebabkan oleh human papillomavirus (HPV) ini. Padahal, kanker serviks relatif bisa dicegah dan dideteksi sejak dini.

Gimana coba sayang bangetkan, kalo informasi penting tentang pencegahan kanker serviks gak banyak diketahui perempuan Indonesia. Nah, pada artikel ini, gue pengen berbagi tentang pentingnya isu kanker serviks dan gue akan fokus kepada info tentang pemicu dan upaya pencegahan kanker ini. Ayo, yang cewek-cewek pada merapat. Eh, yang cowok juga gak papa loh, kalau mau baca artikel ini sampe habis. Siapa tau juga bisa berguna buat pasangan kalian.

Okeyyy, sebelum kita masuk lebih spesifik tentang apa itu kanker serviks dan HPV, ada baiknya juga gue cerita tentang apa itu kanker secara umum.

Apa Itu Kanker?

Seperti yang udah kita tau, tubuh manusia terdiri atas sel. Sel itu asal katanya dari bahasa Latin cellayang artinya small room. Sel merupakan unit fungsional terkecil dari makhluk hidup. Dalam keadaan normal, sel-sel akan tumbuh dan membelah dengan teratur. Mereka juga akan mati kalau umurnya sudah tua dan akan digantikan oleh sel baru supaya badan kita tetap sehat dan bisa bekerja seperti biasa.

Nah, kanker terjadi kalo sel-sel tadi salah program atau tumbuh secara abnormal. Sel-sel malah membelah atau tumbuh secara cepat dan gak terkendali. Sel kanker tumbuh terus-menerus dan membuat sel-sel baru sampai akhirnya mendesak sel-sel yang normal. Kalau udah begini, bagian tubuh kita yang ditumbuhi sel kanker tadi pasti kerjanya akan terganggu. Perilaku sel yang seperti ini biasanya akan mengarah ke pembentukan tumor. Nah, tumor adalah jaringan tubuh yang tumbuh secara abnormal akibat pertubuhan sel yang tidak terkontrol tadi.  Sejatinya, tumor memiliki dua macam yaitu, tumor benign dan malignant. Kedua tumor itu mungkin sangat jarang kalian dengar kan? Tapi tenang, disini gue berusaha buat ngejelasinya.

1. Benign Tumor atau Tumor Jinak

Yah, gua yakin kalian pasti lebih mengenal tumor jinak ketimbang benign tumor? Satu hal yang harus kalian ketahui bahwa tumor jinak bukanlah kanker. Karena tumor jinak terbentuk dari sel yang mirip dengan sel normal dan nggak membahayakan kesehatan manusia. Nah, karakteristik pada umumnya dibawah ini.

  • Pertumbuhannya lambat
  • Tidak menyebar keanggota tubuh lain
  • Dilapisi oleh sel-sel normal

Namun, bukan berarti tumor ini tidak dapat mengganggu, terlebih jika kondisi kalian sudah seperti dibawah ini.

  • Tumbuh sangat besar, atau terasa tidak nyaman, atau mengganggu estetika
  • Menekan organ tubuh lain sehingga kerja organ tersebut terganggu
  • Mengambil space di dalam ruang kepala kalo kasusnya tumor otak
  • Melepaskan hormon yang mengganggu kerja tubuh

2. Malignant Tumor atau Tumor Ganas

Sebagian dari kalian mungkin sering dengar kalau malignant tumor dikenal dengan sebutan tumor ganas. Nah, tumor ganas adalah kanker karena dia terbentuk dari sel-sel kanker, karakteristik pada umumnya begini.

  • Tumbuh lebih cepat daripada benign tumor
  • Bisa menyebar atau merusak jaringan atau organ tubuh disekitarnya
  • Bisa menyebar kebagian tubuh lain melalui pembuluh darah atau limfa

Proses malignant tumor atau kanker yang menyebar dan berkembang kebagian tubuh lain merusak jaringan tubuh kita yang sehat, hal itu biasa disebut dengan metastasis. Kanker yang bermetastasis akan membahayakan jiwa dan sangat sulit untuk disembuhkan.

Faktor Resiko Kanker

Sebenarnya, belum diketahui penyebab jelas kenapa dan bagaimana sel-sel normal di tubuh kita bisa salah program berubah menjadi sel kanker. Hal yang pasti bisa diketahui adalah faktor resikonya dan cara kerja kanker yang biasanya berkembang bertahap dalam jangka waktu lama. Faktor resiko adalah segala hal yang bisa membuat kita jadi mempunyai kesempatan berisiko untuk terjangkit suatu penyakit, termasuk terjangkit si kanker ini. Tiap kanker biasanya punya faktor resiko yang berbeda-beda. Misalnya, terlalu terekpos sinar matahari adalah faktor resiko dari kanker kulit. Lalu, merokok adalah faktor resiko dari berbagai macam kanker, dan lain-lain. Kalau kita bisa sadar terhadap faktor-faktor apa saja yang munkin bisa membuat sel kanker ini aktif di tubih kita, kita bisa kok mencegah atau meminimalisasi terjadinya kanker.

Tapi gue mesti tegaskan disini. Bukan berarti kalau kita melakukan satu atau beberapa dari faktor resiko yang ada, kita sudah akan pasti terjangkit suatu penyakit tertentu, dan begitu pun sebaliknya. Faktor resiko ini cuma meningkatkan kemungkinannya aja, bukan sebagai penyebab utama. Disisi lain, walaupun kita udah hati-hati banget dan menghindari semua faktor resiko ini, bisa aja kita tetap terkena suatu penyakit tertentu karena ada faktor yang nggak bisa kita hindari, seperti usia atau genetik. Tapi tetap aja, alangkah baiknya kalau kita bisa melakukan tindakan preventif semaksimal mungkin. Okee, yuk kita lihat apa aja sih faktor-faktor resiko tadi.

  • Usia

Manusia yang lebih tua, berumur lebih dari 55 tahun, cenderung memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker, walaupun sebenarnya kanker bisa muncul di umur berapa aja. Ini bukan berarti orang-orang yang lebih muda tidak mungkin terkena kanker, hanya saja kemungkinannya lebih rendah.

  • Genetik

Kalau di dalam keluarga kita ada yang terkena kanker, resiko kita juga akan terkena biasanya jadi lebih tinggi, dan dengan jenis kanker yang sama. Faktor genetik ini mempengaruhi banyak jenis kanker, contohnya kanker payudara dan colon usus besar.

  • Gaya Hidup

Ada beberapa kebiasaan buruk yang harus dihindari untuk menurunkan resiko terkena kanker, misalnya :

1. Mengkonsumsi alkohol atau rokok dalam jumlah banyak dan dalam jangka waktu yang lama.
2. Second-hand smoke.
3. Terpapar matahari atau sumber sinar UV lain yang terlalu sering.
4. Obesitas atau kurang berolahraga.
5. Kurang mengkonsumsi makanan yang bergizi, seperti lebih banyak memilih untuk makan makanan kaleng, makanan olahan, atau makanan yang diasinkan daripada mengkonsumsi buah, sayuran, dan makanan yang banyak mengandung serat.

  • Virus dan Bakteri

Beberapa kanker bisa disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Virus yang dapat menyebabkan kanker adalah HPV Human Papilloma virus, yang menyebabkan kanker serviks dan seringnya ditularkan melalui hubungan seksual. Jadi, melakukan hubungan seksual yang tidak aman juga bisa meningkatkan resiko terkena kanker.

Selain itu, ada juga virus Hepatitis B, C yang bisa menyebabkan kanker liver atau hati. Contoh lainnya lagi adalah H. Pylori bacterium yang menyebabkan kanker lambung.

  • Exposure terhadap bahan kimia

Paparan terhadap zat kimia ini bisa diperoleh di mana saja, entah itu di dalam atau di lingkungan luar sekitar rumah, atau di tempat bekerja. Beberapa contoh zat yang bersifat karsinogenik menyebabkan kanker adalah benzene, beryllium, asbestos, vinyl chloride, dan arsenic.

Apa itu Human Papilloma virus ?

Oke sekarang kita udah bisa masuk nih, secara spesifik tentang Kanker Serviks. Tapi kita mulai dulu dengan penjelasan tentang Human Papilloma Virus (HPV). Pada dasarnya HPV adalah virus yang sangat umum menginfeksi kita. Ada lebih dari 100 tipe HPV yang telah terindentifikasi. Sebagian besar dari tipe HPV menyebabkan kutil di bagian tubuh seperti tangan dan kaki, sekita 40an tipe sisanya menyerang daerah mukos seperti genital, mulut, dan kerongkongan.

Penyebaran virus HPV adalah melalui kontak skin-to-skin. Jadi, kita dapat terinfeksi virus HPV jika bersentuhan langsung dengan kulit Si Pengidap virus atau dengan benda-benda yang sudah terkontaminasi virus ini. Virus HPV yang menyerang bagian alat kelamin genital bisa ditularkan melalui hubungan seksual, misalnya kontak langsung dengan kulit kelamin, pertukaran cairan tubuh, seks oral, hingga seks anal.

Biasanya, orang yang terinfeksi HPV tidak menunjukkan gejala sama sekali dan infeksi yang terjadi akan hilang dengan sendirinya tanpa perlu perawatan apa-apa, bahkan si penderita juga tidak sadar kalau dia telah terinfeksi. Jika infeksi HPV sampai pada tahap menimbulkan gejala, biasanya yang utama adalah tumbuhnya kutil tadi di berbagai bagian tubuh kita.

Tidak semua tipe HPV dapat menyebabkan kanker. Tipe HPV yang menyebabkan kutil, tidak menyebabkan kanker. Tapi, ada beberapa tipe HPV kelamin yang dapat memicu terjadinya kanker serviks, maupun kanker pada penis dan anus. Menurut WHO World Health Organisation, sekitar 99% kasus kanker serviks berhubungan dengan infeksi HPV pada alat kelamin.

Ada sekitar 13 tipe HPV yang bisa menyebabkan kanker. Kita sebut aja tipe yang beresiko tinggi. Orang yang terinfeksi HPV tipe beresiko tinggi inilah yang kemungkinan besar akan berkelanjutan untuk mengalami kanker. Tipe yang beresiko tinggi HPV yang paling umum menyebabkan kanker adalah HPV-16 dan HPV-18. Tipe ini menjadi penyebab kanker serviks pada 70% wanita.

Bagaimana HPV Dapat Menyebabkan Kanker Serviks?

Nah, mungkin sampe di sini masih ada yang belum ngeh, serviks tuh apaan sih? Serviks, disebut juga leher rahim atau mulut rahim, merupakan salah satu bagian dari sistem reproduksi wanita. Serviks menghubungkan rahim uterus dengan vagina, letaknya di bagian ujung terbawah dari rahim. Leher rahim ini berfungsi sebagai pintu masuk menuju rahim dari vagina. Ketika proses persalinan, serviks dapat membuka lebar untuk memudahkan bayi lahir dengan normal. Ini gambarnya :

Ketika wanita terinfeksi HPV kelamin, biasanya sistem imun tubuh akan mencegah Si Virus untuk untuk melakukan sesuatu yang berbahaya bagi tubuh. Tapi, di beberapa wanita tertentu, virus tersebut survive selama bertahun-tahun dan lama-kelamaan, virus tersebut akan mengubah sel-sel yang ada di serviks menjadi sel kanker. Sel-sel yang tadinya sehat akan mengalami mutasi genetik atau perubahan pada DNA sehingga pertumbuhannya jadi gak terkendali.

Sebenernya tidak begitu jelas juga kenapa beberapa wanita yang terinfeksi bisa mengalami kanker serviks. Tapi, ada beberapa faktor resiko yang bisa meningkatkan kemungkinan wanita mengalami kanker serviks, seperti:

  • Wanita yang merokok memiliki resiko 2x lipat dibanding yang tidak merokok. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh bahan-bahan kimia berbahaya pada rokok.
  • Melakukan aktivitas seksual di usia yang terlalu muda
  • Berganti-ganti pasangan seksual
  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah. Seperti penderita HIV AIDS.
  • Melahirkan anak. Semakin banyak anak yang dilahirkan seorang wanita, maka resiko terkena kanker serviks akan semakin tinggi. Hal ini diperkirakan karena perubahan hormon saat sedang hamil membuat serviks lebih rentan reinfeksi HPV.
  • Menggunakan alat kontrasepsi oral dalam jangka panjang. Mengkonsumsi pil KB dalam waktu yang lama dapat meningkatkan resiko dua kali lipat.
  • Obesitas

Jadi, kalau kita bisa menghindari faktor-faktor resiko di atas, kita bisa meminimalisasi terjadinya kanker serviks.

Bisa Ngaak Infeksi HPV dan Kanker Serviks Dicegah?

Jelas bisa dong. Caranya adalah dengan pemberian vaksin. Nggak percaya? Untuk lebih jelasnya kalian bisa baca artikel gue sebelumnya. Apa itu Vaksin Dan Bagaimana Cara Kerjanya

Vaksin HPV sangat aman dilakukan dan sangat efektif jika diberikan ketika kita masih muda. Usia yang sangat dianjurkan supaya mendapatkan hasil yang maksimal adalah saat kita berumur 9-12. Vaksin HPV juga masih efektif diberikan di usia 13 – 26 tahun. Untuk pemberian vaksin di usia 26 ke atas, tingkat keefektivitasannya biasanya akan menurun. Vaksin HPV diberikan sebanyak 2 atau 3 kali.

Jika dosis pertama diberikan saat umur kita di bawah 15 tahun, maka kita hanya membutuhkan satu kali tambahan vaksin HPV lagi. Biasanya jarak antara dosis pertama dan kedua adalah 6-12 bulan. Jadi, untuk yang berusia di bawah 15 tahun, mereka mendapatkan 2 kali suntik HPV pada bulan ke 0 dan bulan ke 6-12

Jika vaksin HPV pertama kali diberikan di atas umur 15 tahun, maka kita membutuhkan 2 kali tambahan dosis lagi. Jarak antara dosis pertama dengan kedua adalah 1 sampai 2 bulan, dari dosis kedua ke yang ketiga adalah 6 bulan. Jadi, jadwal pemberian vaksin HPV untuk yang berusia di atas 15 tahun adalah di bulan ke 0, bulan ke 1-2, dan bulan ke-6.

Pada dasarnya, vaksin ini akan sangat efektif bekerja jika sebelumnya kita belum pernah terpapar dengan virus HPV. Nah, itulah kenapa sangat dianjurkan diberikan di usia 9-12 karena selain respon imun tubuh kita masih sangat bagus, kemungkinan untuk melakukan hubungan seks masih rendah.

Tapi, kalau kita sudah pernah melakukan hubungan seks sebelum mendapat vaksin HPV, dokter biasanya akan menyarankan kita untuk melakukan tes terlebih dahulu sebelum dilakukan vaksinasi HPV.

Gimana Caranya Memperoleh Vaksin HPV?

Vaksin HPV bisa diperoleh di rumah sakit terdekat, tapi sebaiknya sebelum melakukan vaksinasi, konsultasikan dulu ke dokter spesialis kandungan atau OBGYN obstetrics and gynaecology. Selain rumah sakit, sebagai alternatif, kita juga bisa ke klinik khusus vaksinasi. Untuk lokasinya, bisa kita panggil aja di Google tinggal ketik key words klinik vaksinasi atau klinik imuninasi.

Harga vaksin HPV bervariasi, tergantung merk dagang yang digunakan dan harganya cukup mahal, berkisar di Rp 700.000an sekali suntik, bisa lebih. Harga untuk Gardasil biasanya lebih mahal dibanding Cevarix.

Setau gue, di Indonesia pemberian vaksin HPV ini belum serentak diberikan di sekolah-sekolah. Jadi memang kita mesti proaktif mencari sendiri. Walaupun begitu, pemerintah sudah berencana untuk menambahkan vaksin HPV ini dalam program imunisasi nasional. Rencananya vaksin ini akan diberikan pada anak-anak di kelas 5 untuk dosis pertama dan saat kelas 6 untuk dosis kedua SD-MI dan yang sederajat, swasta maupun negeri, melalui program BIAS Bulan Imunisasi Anak Nasional.

Pentingnya Pengecekan Rutin

Ada hal penting lain yang mau gue tekankan. Jika kita sudah sexually active artinya kita sudah mulai aktif melakukan hubungan seksual, regardless belum menikah, atau sudah menikah, belum punya anak, atau sudah punya anak, pokoknya sudah aktif secara seksual, alangkah baiknya kalau kita rajin melakukan screening, terlepas sudah menerima vaksin HPV atau belum.

Kenapa screening itu penting?

Karena seperti yang udah disebut di atas, umumnya infeksi HPV tidak menimbulkan gelaja. So, kemungkinan kita gak bakal tau kalo kita terinfeksi. Selain itu, perkembangan HPV dari mulai menginfeksi sampai menjadi kanker juga membutuhkan waktu yang lama, kira-kira 10-20 tahun. Nah, bisa jadi kita baru mengalami gejalanya setelah bertahun-tahun ke depan, dan di saat itu biasanya sudah terlambat, sudah terlanjur menjadi kanker, misalnya. Jadi, akan sangat baik kalo kita melakukan pengecekan sedini mungkin.

Screening atau tes yang dapat dilakukan untuk mendeteksi ada atau tidaknya kelainan sel pada serviks ada 2 macam, yaitu, pap smear pemeriksaan laboratorium atau IVA Inspeksi Visual dengan Asam Asetat. Nah, kedua tes ini nanti akan gue jelaskan lebih detail di bawah, ya.

Pap smear

Papanicolaou test atau bisa juga kita sebut pap test atau pap smear adalah prosedur screening untuk kanker serviks. Tujuannya adalah untuk melihat ada atau tidaknya pertumbuhan sel-sel abnormal pada serviks leher rahim kita.

Prosedurnya simpel dan hanya memakan waktu beberapa menit mungkin gak nyampe 5 menit. Dokter akan mengambil sampel sel yang ada pada serviks kita melalui vagina. Pertama-tama, dokter akan memasukkan alat yang disebut spekulum ke dalam mulut vagina untuk membuka vagina sehingga memudahkan dokter melihat bagian serviks kita. Lalu, menggunakan spatula seperti sendok kecil yang tangkainya panjang dan sikat kecil, dokter akan mengambil sampe sel-sel dari serviks kita. Nanti, sampel sel tadi akan dicek di laboratorium.

Gak usah takut atau deg-deg-an karena biasanya kebanyakan wanita tidak merasakan sakit saat tes ini dilakukan. Hanya mungkin gak nyaman sedikit aja.

Pap test ini direkomendasikan buat kita yang sudah sexually active. Biasanya dianjurkannya untuk para wanita yang berumur 21 sampai 65 tahun. Tapi kalau di bawah umur 21 sudah melakukan hubungan seksual, jangan lupa untuk untuk cek juga ya. Prosedur tes ini sebaiknya dilakukan 1 sampai 5 tahun sekali, tergantung umur dan kondisi kita, untuk lebih jelasnya langsung konsultasikan ke dokter aja.

Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA)

Untuk IVA, prosedurnya hampir mirip dengan pap smear. Bedanya, pap smear membutuhkan pengambilan sampel jaringan dan pemeriksaan laboratorium, kalau IVA tidak. Jadi, setelah dokter memasukkan spekulum ke dalam vagina, langkah selanjutnya adalah meneteskan larutan asam asetat 3-5% pada bagian serviks dan diamati selama sekitar 1 menit. Apabila ada perubahan warna menjadi keputih-putihan, maka kemungkinan ada kelainan tahap pra-kanker.

Melakukan tes dengan IVA umumnya lebih cepat dan lebih murah dibandingkan pap smear karena hasilnya bisa dilihat langsung saat itu juga dan tidak perlu menunggu hasil lab. Selain itu, karena lebih simpel, prosedur IVA bisa dilakukan oleh tenaga kesehatan lain, tidak harus oleh dokter spesialis. Biasanya IVA dilakukan di daerah dengan fasilitas kesehatan yang terbatas.

Okee. Kira-kira itu tadi penjelasan singkat seputar HPV dan kanker serviks. Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua. Hal-hal yang berkaitan dengan seks biasanya menjadi hal yang tabu untuk diomongin. Tapi, alangkah baiknya kita selalu mencari tau demi kepentingan proteksi diri, apalagi yang berkaitan dengan kesehatan diri sendiri. Jadi, jangan malu ya untuk bertanya ke orang terdekat yang kira-kira lebih mengerti atau konsul langsung ke dokter untuk sekedar menanyakan hal-hal yang ingin diketahui.

Mencari informasi di Google juga sebenernya bisa juga dilakukan sih. Tapi kita mesti pinter-pinter juga memilih sumbernya dan jangan gampang panik kalo baca suatu hal yang kayaknya serem. Misalnya, kamu mengalami gejala sakit kepala, terus dari hasil ngegoogling, yang kamu temuin ternyata gelaja kanker otak sama dengan gejala yang kamu alami sekarang, terus kamu panik karena kamu merasa kamu kena kanker.  Yaa, jangan gitu jugaa. Hehe. Mencari informasi seputar kesehatan di Google boleh banget, asalkan cuma sebagai referensi. Jangan menggunakan informasi dari Google untuk mendiagnosis gejala yang sedang kita alami, apalagi untuk mendiagnosis orang lain, terutama kalo kita gak mendalami bidang kesehatan sama sekali. Sebaiknya kalo merasa ada apa-apa, segera langsung cek ke dokter.

Gimana sih Teknologi Digital Bekerja, Cari Tahu Yuk

Sewaktu kecil dulu mungkin cara termudah agar kita dapat mengingat dan menghafal warna adalah dengan memberikan gambaran seperti MEJIKUHIBINIU yang artinya, merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu yang juga merupakan urutan dari warna pelangi. Nah, apakah warna cuma sebatas mejikuhibiniu? Tentu tidak, karna warna ada banyak banget. Bahkan untuk satu jenis warna aja ada berbagai kemungkinan. Contohnya nih, warna biru, tentu kita tahu kalau birunya langit itu berbeda dengan birunya air laut. Birunya air laut juga berbeda dengan birunya celana anak SMP. Jadi gua rasa lo udah bisa bayangain dong kalau untuk warna biru aja uda ada berbagai macam jenisnya. Kalau begitu, kira-kira jumlah warna di dunia ini ada beberapa ya?

Nah, kalau lo menyukai pelajaran fisika tentu lo udah tahu kalau defenisi warna cukup spesifik dijelaskan disana. Coba kita ambil satu contoh lagi, misalkan warna merah adalah warna dari gelombang elektromagnetik yang memancarkan sinar dengan panjang gelombang antara 620-750 nanometer. Jadi dari defenisi itu, kita bisa ambil kesimpulan bahwa cahaya dengan panjang gelombang 621 nanomete misalnya, adalah warna merah. Begitu juga dengan yang panjang gelombangnya 622 nm, 623 nm. 624 nm dan seterusnya.

  • 622,1 nm
  • 622,934350 nm
  • 634,9540345 nm
  • 700,00001 nm
  • 670,24349 nm

Pada dasaranya semua warna yang memancarkan sinar dengan panjang gelombang antara 620-750 nanometer adalah warna merah. Perbedaan angka di belakang koma, yang sangat kecil, bisa dianggap warna yang berbeda. Jadi ada berapa banyak dong warna merah di dunia ini? Jawabannya adalah, Buanyaaaak banget. Mungkin bisa dibilang bahwa jumlahnya tak hingga sama seperti ada tak hingga bilangan di antara dua sembarang bilangan, tapi ini agak debatable kalau mempertimbangkan teori kuantum. Entah itu berhingga atau tak hingga, yang pasti jenis warna merah aja jumlahnya sudah banyak banget, apa lagi jumlah seluruh warna yang ada di dunia ini.

Nah, sekarang gua punya satu pertanyaan. Kalau kita sedang menggunakan sebuah kamera digital untuk mengambil suatu gambar yang berada di sekitar kita, apakah semua warna itu bisa diambil oleh kamera digital tersebut? Tentu tidak. Tapi jumlah warna yang bisa disimpan oleh kamera digital itu cukup banyak. Coba bayangkan aja, kalo lo misalnya pake iphone atau android keluaran terbaru, itu sekarang aja sudah bisa menampilkan 16.777.216 jenis warna. Banyak kan? Meskipun jumlah warna yang ada di dunia ini tetep lebih banyak dari itu, tapi tetep, 16 juta warna itu udah lumayan banget. Berkat teknologi digital, layar HP atau monitor lo bisa ngebedain antara cahaya dengan panjang gelombang 632,01 nm dengan 632,02 nm misalnya. Teliti banget yah. Jadi apa itu teknologi digital? Nah, lanjut terus bacanya, karena gue akan berusaha jelasin itu di bawah.

Apa Itu Teknologi Digital?

Digital itu berasal dari kata digit. Apapun yang menggunakan teknologi digital, pasti menggunakan sinyal-sinyal yang bisa direpresentasikan dengan dua digit, yaitu 0 dan 1. Coba kita lihat bagaimana warna merah direpresentasikan dengan menggunakan kode digital seperti contoh di bawah ini :

Warna merah di atas memiliki kode demikian :

11111111 00000000 00000000

Kalau kode-nya kita ubah sedikit aja, maka warnanya nggak akan sama. Misalnya warna merah di bawah ini:

Bisa melihat bahwa merah yang ini berbeda dengan merah yang di atasnya? Kalau dilihat sekilas sih kelihatannya sama yakan. Tapi kalau dilihat dari kodenya, baru kelihatan seberapa jauh bedanya. Merah yang satu ini kodenya begini :

11110000 00000000 00000000

Beda kan?

Sekarang coba deh lo bandingin dengan merah yang ini :

Kelihatan ya bahwa merah yang ini sedikit lebih gelap dibanding warna merah yang sebelumnya. Hal ini disebabkan karena kodenya berbeda relatif lebih jauh dibanding kode sebelumnya, jadi kita bisa melihat perbedaan warna tersebut. Berikut ini kodenya :

11000000 00000000 00000000

Nah, sekarang coba bayangin kira-kira gimana prosesnya warna merah itu bisa dikirim dari server lo atau blog pribadi ke layar monitor lo. Kira-kira gambaran sederhananya adalah seperti gambar di bawah ini :

Nah sebenarnya ada server yang menyimpan warna merah dalam bentuk kode digital, yaitu 11111111 00000000 00000000 itu tadi. Berikutnya ketika komputer lo mengirimkan request ke server, server akan mengirimkan kode tadi ke komputer lo menggunakan jaringan internet. Ketika kode itu tiba di komputer lo, dia akan menerjemahkan kode itu menjadi warna merah yang kemudian dia tampilkan di layar. Simple kan?

Seluruh warna yang lo lihat di layar atau monitor lo sekarang ini adalah paduan berbagai kode digital yang direpresentasikan oleh komputer yang lo pakai sekarang baik dalam bentuk PC komputer, laptop, tablet, HP, atau lainnya. Bahkan bukan hanya warna, huruf-huruf yang lo lihat di sini juga punya kode digital, layout atau tampilan dari website ini juga punya kode digital, dan sebagainya.

Okay, gue mulai kebayang sekarang. Tapi kenapa kodenya harus 0 dan 1? Kenapa nggak 0, 1, 2, 3, 4, dan selanjutnya?

Kode 0 dan 1 ini sebenernya hanyalah simbol. Representasi fisik dari simbol tersebut bergantung dari piranti elektronik yang kita gunakan. Hmmm… biar nggak belibet. Kita lihat contoh-contohnya aja deh.

Menggunakan sinyal listrik sebagai representasi 0 dan 1

Pada alat-alat elektronik tertentu, angka nol dan satu itu direpresentasikan dengan menggunakan dua tegangan, misalnya -5 volt dan +5 volt. Jadi kalau kita mau mengirimkan sinyal 1010 dengan menggunakan alat elektronik tersebut misalnya, maka alat elektronik itu akan mengirimkan +5 volt, -5 volt, +5 volt, dan –5 volt. Ilustrasinya gue gambarin seperti di bawah ini :

Gambar di atas adalah contoh bagaimana dua IC (Integrated Circuit) berkomunikasi satu sama lain. Pada contoh di atas, kita menggunakan tegangan +5 volt sebagai simbol 1, dan tegangan -5 volt sebagai simbol 0. Dalam praktek sebenarnya, nggak harus +5 dan -5 volt. Bisa aja kita pakai +12 volt dan -12 volt. Atau bisa juga pakai arus, 100 mA dan -100 mA, misalnya.

Sinyal 1010 di atas bisa juga kita lihat dalam sinyal tegangan vs waktu berikut ini :

Dengan menggunakan dua simbol seperti ini, desain dari alat elektroniknya menjadi jauh lebih sederhana. Coba aja bayangkan suatu alat elektronik yang menggunakan sepuluh simbol seperti sistem bilangan yang kita punya saat ini, 0-9. Pasti ribet banget mendesain alat elektronik yang seperti itu. Sekitar tahun 1958, pernah ada yang membuat komputer dengan komputer dengan 3 simbol, -1, 0, dan +1. Tapi nggak berkembang karena kalah efisien dengan yang dua simbol.

Berbagai Representasi Simbol 0 dan 1

Seperti yang lo lihat di atas, simbol 0 dan 1 bisa direpresentasikan menggunakan sinyal-sinyal listrik, baik itu tegangan maupun arus. Tapi ini bukan cuma satu-satunya cara untuk merepresentasikan simbol 0 dan 1. Ada berbagai macam cara untuk merepresentasikan simbol 0 dan 1 ini di alat-alat digital kita. Berikut ini beberapa cara untuk mempresentasikan simbol o dan 1.

  • Hard Disk

Hard Disk bisa menyimpan data sekalipun kita nggak memiliki sinyal listrik. Kenapa begitu?Karena memang Hard Disk tidak menyimpan data tersebut dalam bentuk sinyal listrik, melainkan dalam bentuk kutub magnet. Simbol 0 dan 1 pada Hard Disk itu direpresentasikan dalam bentuk kutub utara dan selatan.

  • Pada CD atau DVD

Data yang tersimpan pada CD atau DVD bisa dibaca dengan memancarkan sinar (semacam laser) ke kepingan tersebut. Ketika kepingan CD/DVD menyerap sinar, maka itu akan terbaca sebagai simbol “0”. Sementara ketika sinarnya terpantulkan, maka itu akan terbaca sebagai simbol “1”. Supaya bisa menyerap sinar, bagian-bagian tertentu dibakar. Itulah sebabnya pada CD/DVD, bagian yang terbakar itu menunjukkan simbol “0” dan bagian yang tidak terbakar itu menunjukkan simbol “1”. Untuk lebih jelasnya, perhatikan gambar di bawah ini.

  • Fiber Optic

Fiber Optic memakai 2 panjang gelombang yang berbeda untuk menunjukkan simbol 1 dan 0.

  • Frekuensi (biasanya pakai komunikasi wireless)

Pada komunikasi wireless, simbol 0 dan 1 bisa direpresentasikan dalam Frekuensi Gelombang Elektromagnetik.

Bedanya Teknologi Analog dengan Teknologi Digital

Nah, supaya lebih kebayang lagi apa yang di maksud dengan teknologi digital, ada bagusnya kita melihat perbedaan teknologi ini dengan teknologo sebelumnya, yaitu teknologi analog.

Supaya lebih kebayang lagi apa yang dimaksud dengan teknologi digital, ada bagusnya kita melihat perbedaan teknologi ini dengan teknologi sebelumnya, yaitu teknologi analog. Kalo teknologi digital tadi mengirimkan sinyal dalam bentuk digit, teknologi analog mengirimkan sinyal dalam bentuk gelombang. Kita tahu ada berbagai perangkat yang memiliki fungsi yang serupa, tapi dibuat dengan teknologi analog dan digital. Sebagai contoh telepon, kamera, TV dan beberapa perangkat lain dibuat dengan teknologi analog dan digital. Nah, biar lebih jelas perbedaannya, kita ambil satu contoh penerapannya pada telepon analog dan telepon digital.

  • Telepon Analog vs Telepon Digital

Pada telepon analog, sinyal suara yang kita berikan itu diubah oleh microphone menjadi sinyal listrik. Kemudian, sinyal listrik itu langsung ditransmisikan melalui jaringan telepon, kemudian tiba di telepon penerima. Sampai di penerima, sinyal listrik tersebut diubah kembali menjadi sinyal suara oleh speaker. Untuk lebih jelasnya, lo bisa lihat video berikut ini :

Nah, begitulah kira-kira cara kerja telepon analog. Sekarang bagaimana dengan telepon digital? Pada telepon digital, prosesnya lebih kompleks. Sebelum sinyal suara ditransmisikan, sinyal suara tersebut diubah terlebih dahulu menjadi kode-kode digital. Misalnya, suara kita ngomong, “Hallo” itu kode digitalnya bisa 1010100001111001001111000111….. (nggak mungkin ditulis di sini karena kodenya sekitar 5000×8 digit – 5kB). Video di bawah ini adalah penjelasan mengenai cara kerja telepon digital.

Lumayan kompleks ya ternyata yang terjadi di dalam HP lu itu. Pada telepon analog, suara tinggal kita ubah menjadi sinyal listrik, terus langsung dibawa ke jaringan tanpa proses lanjutan apa-apa. Untuk mengubah sinyal suara menjadi sinyal listrik ini alatnya sederhana banget. Kalau mau, lo bisa bikin sendiri karena rangkaiannya ada di internet dan komponennya gampang dicari di toko-toko elektronik terdekat beli online juga bisa. Tapi kalau rangkaian digital? Bukan berarti nggak bisa bikin sendiri sih, cuma lebih kompleks dan lebih mahal aja.

Terus, kalau kita bisa pakai Teknologi Analog, kenapa harus ada Teknologi Digital? Bukannya hasilnya sama aja? Sebagai pengguna, mungkin kita merasa bahwa hasilnya sama aja, sama-sama bisa berkomunikasi lewat telepon. Tapi sebagai penyedia layanan telepon, perbedaannya sangat signifikan, nggak percaya? Dibawah ini gua coba untuk menjelaskannya.

Jaringan menjadi lebih efisien

Ketika kita melakukan komunikasi jarah jauh, baik analog maupun digital, tiap-tiap koneksi harus dihubungkan pada kanal terpisah. Pada telepon rumah, biasanya dalam bentuk kabel aja. Bayangin, butuh berapa kabel untuk membuat koneksi telepon di Indonesia aja? Sementara pada komunikasi digital, jaringannya bisa dibuat lebih efisien. Kalau ada 8 koneksi misalnya, koneksi tersebut bisa ditumpuk dalam satu jalur tertentu tapi “ditandain”. Server bisa tau masing-masing koneksi tersebut milik siapa karena udah ada tandanya dalam bentuk digital. Kalau mau tahu lebih jauh coba pelajari konsep Multiplexing, misalnya Time-Division Multiplexing. Ini hanya bisa dilakukan kalau sinyalnya adalah sinyal digital.

Backup komunikasi lebih mudah

Berhubung komunikasi dilakukan dalam bentuk digital, maka data tersebut bisa disimpan dalam bentuk digital juga. Jumlah data yang bisa disimpan juga lebih banyak untuk besar fisik yang sama. Sebagai contoh, dulu waktu kita masih menggunakan kaset yang menggunakan teknologi analog, paling dalam satu kaset, hanya muat 10 lagu. Sekarang dengan CD atau DVD, bisa muat berapa lagu?

Memungkinkan teknologi smartphone

Ketika telepon dibuat dengan menggunakan teknologi digital, ini mempercepat revolusi dunia komunikasi. Pada telepon seluler misalnya, perkembangan dari generasi 1, 2, 3, 4, atau bahkan 5 itu cepat sekali. Pada telepon analog, kita tidak mengenal teknologi SMS. Itu baru muncul pada 2G (generasi 2) pada telepon seluler. Sekarang ini jangankan SMS, dengan smartphone yang kita punya, kita bisa chatting pakai LINE, bisa browsing artikel ini di zenius.net, bisa video call pakai Facetime/Skype/dll, bisa memesan ojek pakai Gojek, dan berbagai aplikasi lainnya.

Contoh di atas itu baru contoh keunggulan teknologi digital terhadap analog pada telepon. Pada perangkat lain, teknologi digital juga punya keunggulan yang serupa. Sebagai contoh, pada efek gitar. Dengan menggunakan teknologi digital, sinyal gitar bisa diubah menjadi simbol digital, lalu menggunakan komputer untuk memprosesnya. Berikutnya pada kamera. Dengan menggunakan teknologi digital, gambar pada kamera bisa disimpan dalam bentuk digital. Jumlah gambar yang disimpan bisa jauh lebih banyak, bisa diproses dengan menggunakan komputer juga.

Konsep Bit (Binary Digit)

Konsep bit atau binary digit ini sebenernya adalah konsep basis 2. Singkatnya kira-kira begini: Sistem bilangan yang kita pakai sehari-hari adalah sistem bilangan basis sepuluh, di mana kita mengenal sepuluh simbol, yaitu 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9. Kita tidak mengenal simbol sepuluh, makanya kita ulang lagi dari 0 dan ditambah angka satu di depannya, yaitu 10.

Pada basis dua, kita hanya mengenal dua simbol, yaitu 0 dan 1. Kita tidak mengenal simbol dua. Oleh karena itu, angka dua itu direpresentasikan dengan mengulang lagi dari 0 dan ditambah angka satu di depannya, yaitu 10 (bacanya satu nol, bukan sepuluh).

Menarik nggak sih? Jangan lupa bahwa sistem basis ini bukan Cuma berlaku untuk basis dua. Bisa juga kita menggunakan sistem bilangan basis empat, basis duabelas, atau berapapun yang lo mau.

Warna Merah

Kalau lo udah mengerti tentang konsep binary digit dan basis dua itu, kita balik lagi bahas warna merah yang ada di awal artikel yuk.

Kode 11111111 00000000 00000000 kalau kita ubah ke dalam sistem desimal, maka menjadi 255, 0, 0. Ini adalah kode yang menggunakan sistem warna RGB (Red, Green, Blue). Jadi pada (255, 0, 0), itu artinya warna merah diberikan full, 255, sementara warna hijau dan biru diberikan nol, makanya yang tampil di layar warnanya ya merah aja. Sistem RGB ini adalah sistem standard yang dipakai di software-software yang berurusan dengan warna, contohnya software pengolah gambar terkenal seperti Adobe Photoshop.

Warna merah yang ke dua memiliki kode 11110000 00000000 00000000. Kalau kita ubah ke dalam sistem desimal, menjadi (240, 0, 0). Perbedaan antara merah yang ini dengan merah yang pertama cuma 15 (hitung aja selisih antara 240 dengan 255). Perbedaan sekecil ini nggak terlalu kentara oleh mata kita.

Sekarang bandingin dengan warna merah yang ke tiga. Warna merah tersebut memiliki kode 11000000 00000000 00000000. Kalau kita ubah ke dalam sistem desimal, menjadi (192, 0, 0), perbedaannya lebih besar, yaitu 63 (selisih antara 192 dengan 255). Perbedaan sejauh itu lumayan berasa oleh mata kita.

Itulah sebabnya kita sulit membedakan merah yang pertama dengan yang ke dua, tapi lebih mudah membedakan merah yang pertama dengan yang ke tiga.

 

Apa Itu Vaksin Dan Bagaimana Cara Kerjanya

Setahun lalu kasus vaksin palsu sempat ramai dan menjadi perbincangan hangat kalangan masyarakat Indonesia, bahkan kepolisian republik Indonesia mencatat sedikitnya ada 197 bayi yang teridentifikasi mendapat suntikan vaksin palsu. Kementerian Kesehatan melaporkan vaksin palsu tersebut diduga disuntikkan di 37 fasilitas kesehatan, temasuk 14 rumah sakit, yang tersebar di kawasan Jabodetabek.

Kasus vaksin palsu ini sontak menimbulkan kekhawatiran berbagai pihak, khususnya orang tua. Para orang tua menyerbu rumah sakit yang dicurigai untuk memastikan status vaksin yang pernah diterima anaknya. Orang tua yang menjadi korban vaksin palsu, selain mendesak kepolisian untuk menindak para oknum pengedar, juga menuntut ganti rugi hingga miliaran rupiah ke rumah sakit terkait. Pihak kementrian kesehatan dengan segera membentuk puluhan posko vaksinasi ulang terhadap para korban vaksin palsu.

Nah setelah melihat video diatas, sebagian dari kita tentu akan bertanya apa sebenarnya dampak dari vaksin palsu tersebut, khusunya bayi. Sebahaya itukah? Mengapa orang tua korban vaksin palsu begitu resah berurai air mata dan mencoba mencari dukungan dari berbagai pihak? Lalu, apakah vaksinasi ulang dapat menyelasaikan masalah?

Istilah vaksin adalah kata yang lumrah kita dengan dalam kehidupan sehari-hari. Namun, sepertinya tidak semua orang mengerti esensi dari vaksin itu sendiri. Saat itu, gue sempat nanyak kesalah satu orang tua temen gue, dan dia menjawab. Ya pokonya vaksin itu dibuat untuk melawan penyakit. Dengan pemikiran sedemikian gue yakin banyak orang tua yang tidak memiliki pemahaman tentang bagaimana vaksin bekerja dalam membantu pertahanan tubuh kita melawan penyakit.

Nah, artikel gue kali ini hadir untuk menjawab semua pertanyaan tersebut. Gue sangat amat tertarik untuk mengajak kalian menelusuri fenomena ini dari hal yang paling mendasar, yaitu vaksin itu sendiri. Dengan memahami dasarnya, gue berharap kita semua bisa menalar sendiri pentingkan vaksin, apa bahaya sesungguhnya dari vaksin palsu, dan kenapa banyak orang tua yang mengkhawtirkan anaknya menjadi korban vaksin palsu.

Oh iya, harap diingat bahwa sitem imunitas tubuh manusia adalah sistem yang kompleks. Pemaparan di sini menyesuaikan level pengetahuan biologi SMA dan hanya mengambil gambaran besar saja karena tidak mungkin menjelaskan segala detailnya dalam satu tulisan. Gue sarankan untuk merujuk pada textbook untuk mendapatkan detil yang lebih lengkap.

Sistem Imunitas Tubuh Manusia

Ngomongi soal vaksin, tentu kita harus ngebahas sistem pertahan imunitas tubuh. Gue menganalogikan sitem pertahanan tubuh manusia terhadap penyakit dengan sistem pertahanan sebuah kastil terhadapa gempuran musuh luar. Nah guys, sederhananya gue akan menyimpulkan bahwa kastil memiliki 3 lapis pertahanan untuk melindungi dirinya dari musuh.

  • Lapisan Pertama

Ada dinding yang menjadi lapisan terluar sekaligus perlindungan pertama dari pertahanan kastil. Kalau kita liat di film-film, dinding kastil dibuat tinggi dan kokoh biar nggak sembarang orang bisa masuk atau untuk menahan gempuran banyak musuh yang berusaha masuk. Tapi sayangnya, sekokoh dan setinggi apapun dinding yang dibangun, nggak semua musuh bisa dibendung. Ada aja musuh yang bisa masuk. Trus gimana dong?

  • Lapisan Kedua

Kastil punya pasukan patroli. Jika ada musuh atau orang asing yang berhasil masuk, praktis para pasukan inilah yang akan langsung turun tangan melawan dan melumpuhkan musuh tersebut. Tapi, para pasukan ini tidak bekerja secara pintar. Mereka secara buta melibas siapa saja yang asing di kastil ketika lagi patroli. Padahal kan, nggak semua orang asing yang masuk kastil adalah musuh. Ga semua musuh juga terang-terangan masuk ke kastil mau bikin rusuh. Ada aja musuh yang diam-diam masuk kastil, bergerilya, menghimpun kekuatan dan menyerang dari dalam. Gimana dong cara mengatasi musuh-musuh jenis ini?

  • Lapisan Ketiga

Kastil punya mata-mata atau semacamnya yang bisa lebih pintar membaca gerak-gerik musuh. Mereka inilah yang bisa membedakan mana kawan mana lawan. Mereka juga yang memberikan instruksi ke para pasukan untuk meringkus para pembuat onar di kastil.

Jadi, kira-kira itu lah dia 3 lapis pertahanan pada sebuah kastil. Sekarang coba kita balikan lagi ke analogi sistem pertahanan pada tubuh manusia. 

Pertahanan Tubuh Manusia

Kira-kira bagian tubuh mana sih yang paling berperan layaknya dinding kastil dalam menangkal kumal penyakit. Yap, kulit yang sehata dan utuh emang menjadi garda terdepan dalam melindung diri dari penyakit. Kulit yang rusak atau hilang, misalkan akibat luka bakar tentu akan meningkatkan risiko infeksi. Sekalin kulit luar, ada juga membran-membran yang melapisi permukaan bagian dalam tubuh yang turut berperan sebagai pembatas.

Namun, layaknya dinding tinggi sebuah kasiti, kulit dan membran tubuh nggak bisa membendung semua kuman penyakit. Karena pasti akan ada aja penyakit yang berhasil masuk kejaringan tubuh. Gimana dong cara mengatasinya? Di sini, kita mulai masuk ke pelajaran Biologi kelas 5 SD, yaitu tentang Sistem Peredaran Darah. Untuk refresh lagi ingatan kalian tentang komponen-komponen darah, coba tonton dulu video satu ini :

Nah, sekarang udah bisa jawab dong, bagian darah mana yang berperan dalam pertahanan tubuh? Yap, Leukosit atau sel darah putih. Leukosit ini terbagi jadi beberapa jenis. Tapi disini gue nggak akan terlalu detail bahas semuanya di sini. Tapi tenang gue akan highlight beberapa yang penting aja.

Jenis leukosit yang berperan layaknya pasukan patroli di tubuh kita adalah basofil, neutrofil, eosinofil dan monosit. Nah, diantara pasukan patroli itu tadi monosit lah pasukan yang paling badass. Kalau di anime, ada naruto yang bisa berubah jadi mode rikudou. Ditubuh kita, si monosit ini dapat berubah jadimakrofag atau mode perangnya monosit yang bisa menelan dan mencerna mikroorganisme dan toksin pembawa penyakit. Proses menelan dan mencerna mikroorganisme ini disebut dengan fagositosis. Satu makrofag bisa menghajar dan memakan hingga 100 zat asing. Harus menangkap itu semua!

Seperti pasukan patroli di kastilm makrofag dan kawan-kawan mampu melibas siapa aja yang asing berada dalam tubuh. Padahal nggak semua zat asing masuk tubuh kita dan membawa ancaman. Kalau misalnya seseorang melakukan transplantasi jantung atau ginjal, transplantasi organ itu akan dianggap asing dan diserang juga oleh makrofag dan kawan-kawan.

Oleh karena itu, kita perlu sistem yang lebih pintar. Sistem yang bisa mengindentifikasi mana lawan dan mana kawan. Sistem yang bisa mendeteksi adanya musuh bahkan sebelum musuh itu sendiri menunjukkan wajah aslinya dan merusak jaringan tubuh.

Sistem yang bisa menyusun strategi dan memberikan intruksi pada pasukan makrofag dan kawan-kawan untuk membekuk si pembawa penyakit. Tugas itu diemban oleh limfosit. Merekalah yang berperan layaknya mata-mata atau intelijen di sistem imunitas tubuh. Limfosit terbagi menjadi 2 jenis, yaitu limfosit B dan limfosit T. Limfosit b bertugas untuk membentuk antibodi sedangkan limfosit t bertugas untuk menganali zat asing mana yang membuat onar di tubuh kita.

Apa itu Antibodi?

Lapisan pertahanan terakhir tubuh kita melibatkan pembentukan antibodi. Ini juga nih istilah yang lumayan sering disebut dalam kehidupan sehari-hari, tapi rata-rata pada nggak tau mekanisme dari antibodi itu sendiri.

Kalo kita intip pengertian yang ada di buku cetak :

Antibodi adalah protein yang dihasilkan oleh sistem imunitas sebagai respons terhadap keberadaan antigen atau zat asing yang masuk ke tubuh dan akan bereaksi dengan antigen tersebut. Duh,kedengerannya ribet ya. Gue coba jelasin pelan-pelan ya.

Pada umumnya, molekul antibodi berbentuk seperti huruf Y. Bagian ujung atas masing-masing antibodi punya bentuk yang unik. Bentuk ujung ini berguna sebagai identifier antigen zat asing. Bentuk ujung tiap antibodi ini menyesuaikan bentuk protein khas yang ada di permukaan zat asing yang diresponnya.

Contoh ilustrasi sederhananya :

  • Antibodi A, bentuk ujung bulat, menyesuaikan bentuk protein permukaan bakteri A yang bulat.
  • Antibodi B, bentuk ujungnya segitiga, menyesuaikan bentuk protein permukaan virus B yang segitiga.
  • Antibodi C, bentuk ujungnya kotak, menyesuaikan bentuk protein permukaan antigen C yang kotak.

Ketika misalnya ada bakteri A yang memiliki protein permukaan berbentuk bulat masuk ke tubuh kita, si antibodi A yang bentuk ujungnya juga bulat akan bereaksi. Reaksi macam apa? Karena bentuk ujungnya sama, antibodi A mampu mengikat si bakteri A, menahan, dan menandainya biar para pasukan fagosit makrofag dan kawan-kawan bisa langsung datang, menelan, dan mencerna si bakteri A tadi.

Bisa dikatakan, sekumpulan antibodi adalah database atau memori yang berisi informasi zat asing mana saja yang berpotensi membawa penyakit ke tubuh kita. Antibodi ini semacam record of bad guys yang harus diwaspadai seisi kastil. Dengan memiliki catatan ini, seisi kastil bisa cepat tanggap mengatasi the bad guys yang masuk bahkan sebelum doi beneran bikin rusuh, lo datang kemari mau bikin rusuh ya. Sebelum lo bikin onar, kita bekuk lo duluan.

Gimana Caranya Antibodi Diproduksi?

Wahh jelas banget kan, sepertinya akan membantu sekali ya kalau kita bisa punya memori penyakit. Dengan begitu kita nggak perlu lagi jatuh sakit dulu, baru bisa meringkus si pembuat onar. Terus gimana dong caranya tubuh kita membentuk dan mengembangkan koleksi informasi penyakit ini. Nah, sayangnya jika secara alami, tubuh kita membentuk memori penyakit ini masih dengan cara yang cukup terbilang susah. Maksudnya tubuh baru bisa memproduksi antibodi ketika tubuh terpapar suatu jenis penyakit yang diakibatkan oleh zat asing tertentu.

Oke contoh ilustrasinya begini kira-kira. Ada zat asing X yang benar-benar asing masuk ketubuh kita. Sejatinya, tubuh kita nggak punya catatan informasi apa-apa mengenai zat asing X ini. Bahkan kita pun nggak tau zat asing ini lawan atau kawan ya. Yaudadeh, kita awasi aja dulu gerak-geriknya. Baru setelah sih zat asing itu merusak jaringan, sistem imunitas tubuh menyalakan alarm, wah ternyata di buat onar, hajar-hajarr heheh.

Namun sayang tubuh udah keburu jatuh sakit duluan sehingga butuh waktu yang lama untuk memeranginya. Ketika lo lagi batuk hingga demam itu berarti pasukan imunitas kita lagi perang. Ketika akhirnya pasukan fagosit berhasil meringkus antigen tadi, makrofag akan mengambil beberapa fragmen protein permukaan dari antigen X. Makrofag kemudian melapor dan menyerahkan fragmen tersebut ke Limfosit T. Limfosit T akan menghidupkan alarm dan menginstruksikan pasukan fagosit lain untuk datang ke tkp, mengkloning diri, dan membantu pembasmian. Selanjutnya, Limfosit T akan mengenali sensing bentuk protein permukaan yang diserahkan makrofag tadi dan meneruskan informasi tersebut ke Limfosit B. Limfosit B akhirnya memproduksi antibodi yang bentuk ujungnya sesuai dengan bentuk fragmen sisa dari antigen tadi.

Sampai titik ini, tubuh udah punya informasi dan membentuk kekebalan terhadap si antigen X. Gue udah tau ulah lo kemarin. Gue catet. Awas lo yee..

Trus gimana ceritanya kalo si antigen X tadi beneran masuk lagi ke tubuh kita?

Beberapa kasus yang ada, sebetulnya kasus udah cukup kebal terhadap zat asing X. Contohnya, buat yang udah pernah menderita cacar air, sangat kecil kemungkinan untuk menderita cacar air untuk kedua kalinya. Karena ketika pertama kali menderita cacar air, tubuh kita sudah membentuk antibodi yang menghindarkan kita untuk jatuh ke lubang yang sama.

Skenario lain, saat kedua kalinya zat asing X yang sama masuk lagi ketuh, tapi si zat asing masih membuat kerusakan namun tidak separah sebelumnya. Saat pertama kali masuk ke tubuh, misalnya deman yang di timbulkan cukup tinggi dan berlangsung dalam waktu yang lama. Saat kedua kalian zat asing masuk ke tubuh, sistem imunitas bisa lebih cepat dan tanggap mengatasinya. Hasilnya, demam yang di timbulkan tidak begitu tinggi dan waktu pemulihan nya juga lebih cepat.

Tentunya, sungguh tidak efektif kalo kita harus nunggu terpapar suatu jenis penyakit dulu baru bisa memiliki antibodi memori penyakit yang bersesuaian. Ada begitu buaanyak virus, bakteri, parasit, dan berbagai zat asing lain di luar sana yang berpotensi menimbulkan kerusakan jika masuk ke dalam tubuh. Apa kita harus sakit berkali-kali tiap ada zat asing baru yang masuk ke tubuh kita?

Fenomena Vaksin Palsu

Oke, sekarang baru deh kita bisa ngomongin fenomena vaksin palsu yang lagi hangatnya dibicarakan akhir-akhir ini. Berdasarkan hasil penyelidikan Kementerian Kesehatan dan Kepolissian RI, praktik penyebaran vaksin palsu hanya bermodalkan botol vaksin bekas. Isi vaksin palsu merupakan campuran antara cairan infus, antibiotik gentacimin, dan air. Setiap imunisasi, dosis yang diberikan cukup kecil, yaitu 0,5 CC.

Apa Bahaya Dari Vaksin Palsu?

Nah, karena lo udah tau pengertian dan mekanisme vaksin, gue harap lo bisa menalar sendiri nih, kira-kira vaksin palsu itu berbahaya apa enggak? Dampak dari vaksin palsu sebenarnya bisa ditelaah dari 2 segi, yaitu dari segi kemanan produk dan proteksi.

Dari segi keamanan produk, kita lihat dari komposisi dan dosisnya, vaksin palsu ini relatif tidak membahayakan. Vaksin palsu seharusnya tidak akan menimbulkan efek samping yang fatal. Toh, cuma berisi campuran air.

Hanya saja, kadang pembuatan vaksin palsu ini dilakukan di lingkungan yang tidak steril. Saat pencampuran, bisa terjadi kontaminasi bakteri, virus, atau kuman sehingga ada kemungkinan menimbulkan infeksi saat disuntikkan ke anak. Reaksinya bisa berupa kemerahan, nyeri, atau demam yang biasanya berakhir kurang dari beberapa hari. Jadi kalau sudah sekian lama tidak mengalami gejala infeksi setelah imunisasi, kemungkinan besar aman.

Dampak vaksin palsu selanjutnya bisa ditinjau dari segi proteksi. Sistem imunitas bayi dan balita masih sangat fragile dari berbagai ancaman kuman penyakit. Orang tuanya flu sedikit, wah bayinya gampang banget ketularan. Sebagai individu yang baru hidup 1-3 tahun di dunia yang dipenuhi berbagai ancaman kuman penyakit ini, sistem imunitas anak masih dalam fase training. Oleh karena itu, si anak butuh informasi tambahan untuk melengkapi koleksi informasi tubuhnya atas berbagai jenis kuman penyakit. Karena vaksinnya palsu, seorang anak tidak jadi memiliki proteksi atau perlindungan atas kuman-kuman penyakit tertentu. Ini keselnya kayak kecolongan kena tipu.

Seorang anak biasanya mendapat suntikan vaksin BCG untuk mencegah terjangkit penyakit TBC ketika usianya mencapai dua bulan. Seandainya anak tersebut mendapat vaksin BCG palsu, maka hingga hari ini tubuhnya rentan terhadap kuman TBC.

Itu baru satu jenis vaksinasi. Berdasarkan rekomendasi ikatan dokter anak Indonesia, ada belasan hingga puluhan jenis vaksin yang sebaiknya diberikan beberapa kali secara bertahap pada anak sejak lahir, umur 1 tahun, 2 tahun, dan seterusnya. Bayangkan betapa resahnya orang tua yang melakukan semua jenis vaksinasi tersebut di satu fasilitas kesehatan yang sama sejak anaknya lahir. Udah keluar banyak duit, eh ga taunya palsu, trus sekarang anak gue rentan terhadap semua penyakit yang seharusnya dia udah kebal.

Apakah bayi anak yang diduga mendapat vaksin palsu perlu vaksinasi ulang?

Pastinya perlu banget biar si anak benar-benar bisa membentuk perlindungan yang sudah seharusnya ia miliki. Selain itu, vaksinasi ulang aman dilakukan karena tidak ada istilah overdosis dalam pemberian vaksin ini. Nah, buat lebih lengkap nya kalian bisa kunjungi artikel gue sebelumnya, Vaksin Bekerja Dan Menyelamatkan Jutaan Nyawa Manusia.

Oke deh, sekian dulu cerita gue tentang vaksin. Gue harap artikel ini bisa membantu kita memahami fenomena vaksin palsu atau setidaknya membantu lo belajar tentang pasukan sistem imunitas tubuh kita yang super kece. Sebenarnya masih ada beberapa fenomena lain terkait vaksin yang seru untuk dibahas. Tapi bakal kepanjangan kalo gue ceritain semua di sini. Semoga bisa gue bahas di artikel gue selanjutnya. See you next time

Apasih Yang Menyebabkan Bahasa Indonesia Sulit Dipelajari

Kira-kira kalian pernah nggak ya mikir begini. Kok nilai ulangan bahasa Indonesia gua nggak bagus-bagus amat ya? Atau mikir gini nih, perasaan nilai ulangan bahasa Indonesia gua lebih jelek dari bahasa Inggris. Nah guys, sewaktu gua SD dulu gua sering banget dengar temen-temen gua ngomong gitu. Kenapa ya? Hal ini tampaknya udah jadi fenomena yang pasti akan selalu berulang tiap tahunnya. Nilai ulangan atau ujian bahasa Indonesia kebanyakan siswa lumayan pas-pasan dan kadang lebih tinggi daripada nilai ulangan bahasa asing, setuju dong yakan? Konon lagi bahasa Inggris. Wahh parah deh susah juga ngegambarinya hihi…

Nah pertanyannya, kalian ngerasa sedih nggak sih? Masa iya gitu, orang Indonesia tapi kok nilai ulangan bahasa Indonesianya malah lebih rendah dari bahasa asing. Aneh nggak? Bukankah seharusnya, kita sebagai orang Indonesia, untuk memahami bahasa kita sendiri bukanlah hal yang sulit. Bukan begitu sob? Terlebih bahasa Indonesia adalah bahasa yang pertama kali kita pelajari. Dikenal sebagai bahasa ibu, tentu hampir setiap detik kita menggunakan bahasa Indonesia selama kurung waktu belasan tahun. Di sisi lain, kita baru belajar bahasa Inggris di kelas tertentu di sekolah. Dan kita pun nggak menggunakannya setiap hari. Tapi kenapa coba nilai ulangan bahasa Indonesia umumnya lebih pas-pasan dibandingkan nilai ulangan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris ya guyss.

Bahasa Indonesia Lebih Sulit Dari Bahasa Inggris?

Eitttz, sebelum gua menjelaskan lebih dalam, ada baiknya untuk kita kenalan dahalu. Gimana cocok dong? Nama gua Eri ardi tanjung. Atau lo bisa panggil gua Eri. Dah jelas dongg. Nah, pada artikel kali ini, gua ingin berbagi hasil observasi gua tentang kenapa ya kira-kira nilai ulangan atau ujian bahasa Indonesia para pelajar di Indonesia umumnya pas-pasan bahkan masih jauh untuk masuk kategori bagus, anehnya justru nilai mereka lebih jelek dari pada nilai ulangan bahasa asing. Udah dehh, daripada penasaran. Yuk kita bahas aja langsung.

Gampang dan Susahnya Bahasa Indonesia

Nah guys, sebelum kita masuk ke penyebab utamanya, ada baik nya untuk kita membedah bahasa Indonesia itu sendiri dulu. Karena sejatinya kita udah terbiasa menggunakannya sehari-hari sejak kita kecil, mungkin kita nggak akan ngeh tentang gampang dan susuahnya bahasa Indonesia sebagai sebuah bahasa. Tapi nih ya misalnya ada alien yang datang ke bumi. Pasti dong alien tersebut tentu nggak ngerti sama sekali dengan ribuan bahasa yang ada di muka bumi ini. Nah, karena ingin berkomonikasi dengan manusia, si alien mau belajar bahasa manusia. Dari sudut pandang netral yang belum terkontaminasi satu pun bahasa manusia, alien ini membandingkan ribuan bahasa yang ada.

Well, jika kita bandingkan dengan bahasa-bahasa lain yang ada di bumi, sebenarnya gimana sih kedudukan dan struktur bahasa Indonesia? Kira-kira apa ya sisi gampang dan susahnya bahasa Indonesia sebagai sebuah bahasa?

Dibandingkan dengan bahasa-bahasa lain yang ada di bumi, sebenarnya gimana sih kedudukan dan struktur bahasa Indonesia? Apa sih sisi gampang dan susahnya bahasa Indonesia sebagai sebuah bahasa. Penasaran kan? Sebenarnya gampang banget lo guys bahasa Indonesia kita ini, nggak percaya coba deh lihat 5 contoh dibawah ini.

  • Bahasa Indonesia tidak memiliki perubahan bentuk

Di bahasa Indonesia, verba yang berartikan makan, nah kapan pun waktunya, bentuknya tetap aja makan. Mau kemarin, besok, atau sekarang, bentuknya tetap aja makan. Sedangkan di bahasa Inggris, verba makan to eat akan berubah sesuai dengan waktunya. I am eating, I eat, I ate, dan sebagainya.

  • Pelafalan dalam bahasa Indonesia tergolong konsisten

Di bahasa Indonesia, huruf a dibaca tetap dibaca a, begitu pun dengan huruf b tepat dibaca b, begitu pula dengan kebanyakan huruf dan bunyi lain. Sedangkan di bahasa Inggris, huruf a dalam kata-kata father, bag, ball, barn, masing-masing pelafalannya jelas beda.

  • Tidak ada perbedaan gender kata benda

Di bahasa Indonesia, nomina atau kata benda tidak dibedakan berdasarkan gender maskulin, feminin, maupun netral. Sedangkan di bahasa lain, Spanyol, misalnya, ada bentuk feminin dan maskulin pada nomina, misalnya chica sih anak perempuan, dan chico sih anak laki-laki atau senor diartikan sebagai tuan, dan senorita diartikan sebagai nona.

  • Subyek tidak memengaruhi perubahan bentuk verba

Mirip seperti poin pertama tadi, verba atau kata kerja dalam bahasa Indonesia tidak akan berubah bentuk dikarenakan perubahan subyek.

  • Nomina tidak memiliki bentuk jamak yang khusus, hanya perlu diulang aja

Contoh, kue-kue, orang-orang, dan lain-lain. Di bahasa Inggris, bentuk jamak diperoleh dengan cara menambahkan s pada nomina, atau dengan mengubah nomina ke bentuk khusus, seperti child-children, person-people, dan sebagainya.

Wah, kalo dilihat dari sisi gampangnya, enak juga ya mempelajari bahasa Indonesia. Kayaknya gak terlalu banyak aturan ribet seperti bahasa lain. Eits, jangan salah. Itu kan baru sisi gampangnya. Sekarang coba kita lihat sisi susahnya dari bahasa Indonesia.

Susahnya Bahasa Indonesia

Kalau kalian adalah penutur Bahasa asing seperti Bahasa Inggris, Mandarin, atau Jepang, maka kesulitannya pasti akan cukup banyak, karena acuannya adalah bahasa-bahasa asing tersebut. Tapi kalau diliat dari sudut pandang penutur asli bahasa Indonesia, maka kesulitannya bisa dikerucutkan menjadi satu hal aja, yaitu aturan penggunaan imbuhan.

Coba deh, kalau kalian disuruh jelasin satu per satu fungsi dan contoh imbuhan dalam bahasa Indonesia. Misal, coba sebutkan perbedaan fungsi imbuhan me-pada kata-kata berikut :

  • Menulis
  • Menyendiri
  • Membabi-buta
  • Mengudara

Lalu golongkan mutasi kata dasarnya berdasarkan bunyi huruf awal dari kata dasar tersebut. Ayo, coba tulis jawaban kalian di comment section di bawah. Gimana kira-kira lumayan ribet kan?

Bahasa Indonesia vs Bahasa Asing

Sebuah lembaga bernama Foreign Service Institute FSI pernah merilis laporan yang menggolongkan atau memberikan peringkat kepada bahasa-bahasa manusia berdasarkan level kesulitan untuk mempelajarinya dari sudut pandang penutur bahasa Inggris. Apakah bahasa yang relatif lebih muda dipelajari? Dan bahasa apa pula yang relatif sulit untuk di pelajari?

Inget ya guys, kategori atau peringkat di bawah ini di susun dari sudut pandang orang yang sudah fasing berbahasa Inggris. Jadi, misalnya si alien tadi memutuskan untuk pertama kali mempelajari bahasa Inggris karena bahasa ini merupakan bahasa internasional di bumi. Ketika ia mau mempelajari bahasa kedua untuk dipelajari, si alien bisa menggunakan tabel di bawah sebagai referensi untuk melihat mana bahasa yang gampang dan susah untuk dipelajari selanjutnya.

Berikut tabel kategori peringkat bahasa berdasarkan tingkat kesulitannya untuk dipelajari, disertai dengan rata-rata waktu untuk mempelajarinya.

Kategori I: 23-24 minggu (575-600 jam)

Bahasa yang berhubungan erat dengan bahasa Inggris.

Afrika

Norwegia

Denmark

Portugis

Belanda

Rumania

Prancis

Spanyol

Italia

Swedia

Afrika

Norwegia

Denmark

Portugis

Belanda

Rumania

Perancis

Spanyol

Italia

Swedia

Kategori II: 30 minggu (750 jam)

Bahasa yang mirip dengan bahasa Inggris

 Jerman

Kategori III: 36 minggu (900 jam)

Bahasa yang memiliki perbedaan linguistik dan budaya dengan bahasa Inggris

Indonesia

Malaysia

Swahili

Kategori IV: 44 minggu (1100 jam)

Bahasa yang memiliki perbedaan linguistik dan budaya yang signifikan dengan bahasa Inggris

Albania

Kroasia

Amharic

Ceko

Armenia

Estonia

Azerbaijan

Finlandia

Bengal

Georgia

Bosnia

Yunani

Bulgaria

Hindi

Birma

Hungaria

Kategori V: 88 minggu (2200 jam)

Bahasa yang sulit sekali dipelajari oleh penutur asli bahasa Inggris

Arab

Kanton

Mandarin

Jepang

Korea

Nah, ternyata dari sudut pandang penutur bahasa Inggris, bahasa Indonesia gak terlalu sulit kok untuk dipelajari. Ya sedang-sedang aja. Seorang bule penutur bahasa Inggris cuma butuh sekitar 9 bulan tinggal di Indonesia untuk bisa memahami bahasa Indonesia. Bandingkan dengan bahasa Mandarin, Jepang, atau Korea yang membutuhkan waktu hingga 2 tahun.

Faktor Penyebab Bahasa Indonesia Terkesan Sulit

Lalu gimana dengan pelajaran bahasa Indonesia yang ada di sekolah? Well, kalo dilihat secara garis besar, segala materi penting yang tujuannya meningkatkan kemampuan membaca, menulis, mendengar, dan berbicara bahasa Indonesia sudah cukup ter-cover sih di pelajaran sekolah.Tapi kok kayaknya masih nggak cukup komprehensif bagi banyak siswa ya? Ujung-ujungnya, bahasa Indonesia malah jadi nampak sulit. Bahkan banyak juga siswa yang merasa pelajaran Bahasa Inggris malah lebih gampang. Nah, kita coba lihat beberapa faktor yang menurut gue menjadi penyebabnya :

  • Ketidakseimbangan penggunaan Bahasa baku dan tidak baku

Hayo ngaku deh , seberapa sering kalian pake bahasa baku? Pasti kebanyakan jawabnya nggak sering-sering amat. Di bahasa mana pun, keberadaan ragam bahasa tidak baku itu wajar, termasuk dalam bahasa Indonesia, yang usianya sendiri belum terlalu tua. Bahasa Indonesia yang kita pelajari di sekolah adalah bahasa yang baku, sedangkan yang kita pake hari-hari beda banget dengan yang kita pelajari di sekolah. Coba deh, kalian sepanjang hari ngobrol sama temen pake bahasa baku secara full, kira-kira bakal gimana? Kedengerannya janggal, kan?

Nah, hal kayak gini yang bikin kita gak terbiasa menggunakan bahasa baku, akhirnya kebanyakan siswa merasa bahasa baku itu terlalu kaku, yang penggunaannya hanya pada situasi formal aja. Jadi, meskipun kita belajar bahasa Indonesia di sekolah, karena jarang banget pake bentuk baku, kita jadi kurang terpapar dengan tersebut. Kalo kita bandingkan dengan bahasa Inggris, bentuk yang kita pelajarai di sekolah itu ya sebagian besar kita pake dan itu juga yang kita praktikkan.

  • Meremehkan definisi

Ah, ngapain sih ngafalin definisinya istilah-istilah gramatik teknis macam “ide pokok”, “gagasan utama”, “majas”, dll. Jujur deh, kalo mau ulangan, berapa banyak dari kalian yang mempelajari pemahaman definisi dari istilah-istilah gramatik yang malesin tersebut? Nah, karena pemikiran seperti itu, kebanyakan paling cuma belajar dari contohnya aja ketimbang beneran memahami definisi secara mendalam. Ini bikin rancu, loh. Akhirnya banyak juga siswa yang kadang nggak bisa bedain definisi istilah-istilah satu sama lain. Contohnya, nih, di antara kata-kata berikut, mana saja yang merupakan homonim, homofon dan homograf sekaligus?

  • buku
  • tahu
  • bisa
  • bulan
  • rapat
  • kali

Kalo kalian udah paham definisi, pasti bisa langsung jawab tanpa ngecek definisi masing-masing dulu, hehe

  • Penguasaan struktur kalimat yang rendah

Ani sedang makan buah jambu. Dari kalimat tersebut, coba pisahin S-P-O-(K)-nya, deh. Mungkin kalimat tadi masih gampang, gimana kalo kalimatnya udah kalimat majemuk? Sebagai praktisi Pendidikan, gue cukup sering liat siswa yang bingung dengan urutan S-P-O-(K) pada kalimat majemuk. Malah kadang ada yang gak paham predikat itu apa.

Memang, jika kita bandingkan dengan bahasa lain, struktur kalimat bahasa Indonesia tidak terlalu kompleks. Tapi karena banyak yang gak terlalu menguasai struktur kalimat, akhirnya malah jadi tampak kompleks, apalagi kalo ditambah dengan faktor nomor 1 dan 2 di atas, lengkap, deh. Contohnya:

Andi menulis puisi.”Andi = S, menulis = P, puisi = O.”

Orang yang beralaskan kasut jerami kusam itu adalah pamanku

S-P-O-(K) dasarnya yang mana?

Kalau kalian udah terbiasa dengan struktur kalimat, pasti tahu, tapi sepengalaman gue, banyak juga loh, yang gak ngeh bahwa “orang yang beralasakan kasut jerami kusam itu” adalah subyek.

  • Dinamika dan perubahan bahasa

Meski secara garis besar perubahan bahasa tidak dipandang sebagai hal negatif, cukup jelas bahwa dinamika dan perubahan bahasa dapat memengaruhi pembelajar bahasa. Sejak Sumpah Pemuda hingga sekarang, udah banyak banget terjadi perubahan sistem ejaan. Ini menyebabkan para pendidik dan penulis buku memiliki standar acuan yang berbeda, dan ujung-ujungnya siswa juga akhirnya mendapatkan source yang berubah-ubah.

  • Kurangnya minat akan bahasa Indonesia

Wah, ini kayaknya sering banget gue lihat di kalangan siswa. bahasa Indonesia gak menarik, bahasa Indonesia ngebosenin, serta serombongan alasan lainnya sering banget terlontar dari mulut siswa.

Tips Mengatasi Kesulitan Belajar Bahasa Indonesia

Jadi gimana dong? Secara perlahan tapi pasti, kita bisa kurangi faktor-faktor tersebut, kok. Berikut beberapa tips dari gua yang nantinya bisa lo terapkan.

1. Latihan bahasa baku

Supaya bisa lebih terbiasa dengan bahasa baku, boleh dicoba sedikit demi sedikit pake bahasa baku dalam menulis dan berbicara. Gak perlu takut dianggap sok baku atau gak gaul, in the end kan untuk mempertajam skill kita sendiri. Coba kalian praktikkan secara perlahan ke orang tua atau guru masing-masing. Jangan takut salah atau diketawain, namanya juga proses belajar. Atau, saran gue, salah satu yang paling bisa dipraktikkan adalah praktekin bahasa baku ke customer service. Bisa CS apa aja, mau operator seluler, bank, atau produk lain. Nah, kalo CS kan biasanya dilatih untuk menggunakan bahasa yang baik dan sopan, good chance banget buat kalian coba.

2. Proaktif memahami definisi

Untuk punya pemahaman definisi yang lebih baik, biasakan untuk selalu mencari definisi dari sumber yang akurat (contohnya KBBI). Ini juga bisa membantu kalian semua dalam mata pelajaran lain, loh. Kalian gak perlu membawa kamus ke mana-mana. Sekarang udah banyak versi KBBI online, seperti kbbi.web.id atau kateglo.com.

3. Latihan struktur kalimat

Untuk bisa menguasai struktur kalimat, coba berlatih mengkategorikan komponen kalimat ke dalam S-P-O-K. Start dari kalimat-kalimat sederhana aja dulu, baru perlahan ke kalimat yang lebih kompleks. Ini adalah drill yang bagus untuk berlatih membaca dan menulis kalimat yang baik.

4. Mengikuti dinamika perubahan bahasa

Dalam menghadapi dinamika dan perubahan bahasa, kalian juga sebaiknya up-to-date. Jangan cuma up-to-date bahasa gaul doang, yang baku juga kalian harus tahu. Katro gak update bahasa gaul sama katronya dengan gak update bahasa baku. Gimana cara updatenya? Well, bisa dari program TV, koran, atau media lain yang memang sudah terkenal mendukung penggunaan bahasa Indonesia yang baik. Gue aja kadang nambah kosakata bahasa Indonesia baru dari media massa.

5. Membaca dan membaca

Untuk meningkatkan minat terhadap bahasa Indonesia, harus dipupuk secara perlahan juga. Mulai dari membaca topik artikel majala buku yang kalian gemari dulu. Kalo gak punya hobi baca gimana? Kalo yang emang suka dengan bahasa secara umum mah gampang, lah gue, sukanya otomotif. Mana nyambung?. Eits, kata siapa? Minat apa pun pasti at least memerlukan kemampuan membaca. Kalo lo minat di bidang otomotif, terus mau tahu dasar komponen mesin, pastinya perlu baca tentang hal tersebut, dong. Jadi sebenernya gak perlu punya dasar kesukaan terhadap bahasa, bidang apa pun bisa jadi pemicu untuk memupuk minat dalam bahasa Indonesia, karena pada dasarnya pasti kita butuhkan.

6. Jangan takut salah

Secara umum, jangan takut dikoreksi, dan jangan enggan juga untuk mengoreksi. Hilangkan anggapan bahwa mengoreksi orang lain berarti sok pinter atau sok tahu. Jika kalian terbiasa mengoreksi atau dikoreksi, maka kalian juga bakal terbiasa mengetahui pola dan bentuk mana yang benar sesuai aturan.

Kesimpulannya

sebenernya bahasa Indonesia itu gampang atau susah sih? Hmm… gak bisa dijawab sesimpel itu, sih. In the end, jawabannya kembali ke diri kalian masing-masing. Akan menjadi gampang kalau kalian mau berusaha untuk paham dan menguasai, dan akan menjadi sulit juga kalau kalian gak mau pindah dari cara berpikir yang lama. Buat gue pribadi, bahasa Indonesia sebenernya cukup gampang. Hampir selama 24 jam 7 hari kebanyakan dari kita terpapar dengan bahasa Indonesia.

Yuk, lebih kita tingkatkan lagi kemampuan bahasa Indonesia kita. Semoga tulisan ini bisa sedikit mencerahkan kalian semua yang lagi mumet dengan bahasa Indonesia.

Masih Nggak Yakin Kalau Bumi Itu Bulat, Berikut Ini Penjelasannya

Hallo guys, diartikel kali ini gua akan membahas tentang bentuk bumi. Sebenarnya materi bentuk bumi merupakan pelajaran anak kelas 3 SD dan sudah diketahui oleh manusia sejak beribu tahun yang lalu. Tapi berhubung akhir-akhir ini banyak yang mendebatkan, jadi nggak ada salahnya dong kalau kita flashback jauh kebelakang sekaligus mengenang masa kecil kita masing-masing heheheh..

Akhir-akhir ini diberbagai media sosial emang rame banget ngebahas tentang bumi yang berbentuk datar flat earth. Nggak cuma di Indonesia, di Amerika pun pandangan bumi datar pun sempet rame dan cukup banyak dipercaya oleh beberapa kalangan. Masak sihh, udah cukup dong ya basa-basi nya, langsung disimak aja ya guys.

Sejarah Ilmu Pengetahuan Tentang Bumi dan Alam Semesta

Untuk dapat mengetahui bagaimana pengetahuan manusia tentang alam semesta, mau nggak mau kita harus kembali ke ribuan tahun yang lalu, saat awal peradaban manusia di bumi. Salah satu hal yang membedakan manusia, Homo Sapiens, dibandingkan spesies lain adalah kemampuan untuk berimajinasi. Misal kayak gini, kalau spesies-spesies lain ketemu singa, katakanlah rusa atau kuda, mereka kira-kira bakal berpikir begini hati-hati, singa. Tetapi manusia, berkat imajinasinya, bisa berpikir gini, hati-hati, singa itu dewa penjaga hutan ini.

Imajinasi tersebut telah membantu manusia buat survive dan menjadi spesies paling berkuasa di muka bumi ini. Kok bisa? berkat imajinasi, manusia juga bisa membentuk sebuah kelompok, organisasi atau hukum dan peraturan yang nggak mungkin bisa dilakukan oleh spesies lain. Di sisi lain, imajinasi tersebut juga menciptakan mitos dan kepercayaan terhadap benda atau fenomena yang ada di dunia ini. Jadi jangan bayangkan apa yang lo pikirkan tentang matahari, bulan, bintang atau berbagai hal yang terjadi di dunia ini sama dengan apa yang orang-orang jaman dulu pikirkan.

Diperadaban mesir kuno, misalanya langit digambarkan sebagai wanita raksasa, berupa wujud DEWI NUT. Nut merentangkan kaki dan tangan ke 4 penjuru dunia sehingga menutup bumi. Setiap pagi nut dipercaya melahirkan matahari dan malam harinya di memakan kembali matahari. Siklus tersebut terus berulang setiap hari. Sementara itu, GEB, sang dewa bumi, berbaring di bawah langit nut. Geb di gambtarkan sebagai seorang laki-laki yang berbaring dibawah lengkungan langit nut. Orang mesir memiliki kepercayaan jika terjadi gempa bumi itu disebabkan oleh geb yang sedang tertawa. Sedangkan air laut di dunia ini merupakan air mata nut ketika dipisahkan oleh geb. Gimana guys, menurut kalian deh kedengaran cukup aneh sekali bukan?Nah, untuk itu sekali lagi gua tegaskana jangan samakan pengetahuan manusa modern dengan manusia jaman dulu.

Berbeda dengan peradaban Mesir kuno yang menggambarkan alam semesta sebagai personifikasi dewa-dewi, di peradaban Babilonia, alam semesta dibagi menjadi struktur tiga lapis dengan bumi datar yang mengambang di atas air dan berada di bawah langit. Nah, di peradaban Babilonia ini lah ilmu tentang perbintangan mulai maju, tapi meskipun begitu mereka masih menganggap benda-benda langit mempunyai kekuatan magis. Orang-orang membayangkan bentuk tertentu yang dihasilkan dari susunan bintang dan menghubungkannya dengan aspek tertentu dari alam atau mitologi mereka.

Orang-orang Babilonia percaya bahwa susunan bintang tersebut menentukan nasib manusia. Hal ini lah yang sekarang kita sebut dengan zodiak atau ramalan bintang. Sedangkan Matahari, Bulan dan planet-planet saat itu yang ditemukan Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, masing-masing diberi 1 hari sebagai persembahan. Jadilah satu minggu itu isinya 7 hari. Beberapa nama hari masih kita kenali sampai sekarang yaitu Sunday matahari, Monday bulan, Saturday Saturnus.

Nah, di sini lo bisa lihat bagaimana orang jaman dulu mengambil kesimpulan, yaitu bukan hanya dari fakta yang mereka lihat, tapi banyak juga disertai oleh imajinasi-imajinasi. Imajinasi tersebutlah yang akhirnya melahirkan mitologi-mitologi yang ada di berbagai peradaban. Meskipun begitu, imajinasi ini sebenernya nggak selalu salah. Kadang, bisa juga benar. Tapi, imajinasi tersebut harus bisa divalidasi belum diuji kebenarannya. Lantas, bagaimana cara memvalidasinya?

Dari Mitologi ke Rasionalitas

Pada awal peradaban Yunani Kuno, banyak juga sebenarnya pemikir-pemikir yang sudah mulairasional, tapi masih berkesimpulan bahwa bumi itu datar. Misalnya, Thales berpendapat bahwa bumi berbentuk datar dan mengambang di air. Bumi ibarat kayu yang mengambang di tengah lautan. Anaximander meyakini bahwa bumi berbentuk silinder pendek dengan permukaan datar dan mengambang di udara. Anaximenes percaya bahwa benda-benda langit berbentuk datar dan kemungkinan besar dia juga berpikir bumi berbentuk datar. Tetapi, yang membedakan argumen para pemikir di Yunani Kuno dengan sebelum-sebelumnya adalah, mereka sudah mulai berargumen berdasarkan pengamatan yang mereka lakukan, meskipun belum sempurna. Dengan kultur semacam itu, lahirlah tokoh seperti Aristoteles.

Apakah Aristoteles yang pertama kali mengemukakan pendapat bahwa bumi itu bulat masih jadi perdebatan di kalangan sejarawan. Namun pada 340 tahun sebelum masehi, beliau dipercaya menjadi orang pertama yang menulis pendapat tersebut dalam bukunya On the Heavens. Beberapa argumen yang Aristoteles kemukakan :

  • Dia menyadari bahwa gerhana bulan disebabkan oleh Bumi yang berada diantara Bulan dan Matahari. Bayangan Bumi pada permukaan Bulan selalu bundar. Hal ini hanya mungkin bila Bumi bulat. Apabila Bumi datar, maka bayangannya lonjong dan hanya bulat apabila Bulan berada di atas ubun-ubun.
  • Dari perjalanan yang pernah dilakukan dilakukan, orang-orang Yunani mengetahui bahwa Bintang Utara tampak lebih rendah di langit bila pengamat berada lebih ke selatan karena terletak di atas kutub Utara. Bintang Utara berada tepat di atas ubun-ubun seorang pengamat di Kutub Utara, dan di atas horizon bila ia di khatulistiwa. Hal ini hanya mungkin bila bumi akan terlihat bulat.
  • Kapal yang muncul dan tenggelam di horizon batas terjauh yang bisa teramati. Apabila ada kapal yang berlayar menjauhi kita, maka badan kapal tersebut akan tenggelam terlebih dahulu di horizon. Begitu pula sebaliknya, bagian atas kapal akan terlihat terlebih dahulu di horizon apabila mendekati kita.

Dari bukti-bukti tersebut, Aristoteles menyimpulkan bahwa bentuk bumi adalah bulat. Gagasan Aristoteles tersebut disepakati oleh filsuf-filsuf setelahnya seperti Eratosthenes, Euclid, Aristarchus, dan Archimedes.

Eratosthenes bahkan berhasil mengukur keliling bumi menggunakan tongkat yang terletak di dua tempat yg berbeda. Dia memanfaatkan perbedaan bayangan antara dua tongkat tersebut akibat lengkung bumi untuk mengukur keliling total.

Dengan cara tersebut Eratosthenes bisa mendapatkan nilai keliling bumi 46.250 km. Cuma meleset sekitar 15% dengan keliling bumi yang diukur di zaman modern 40.075 km.

Aristoteles juga menduga Bumi tetap di tempat dan benda-benda langit yang mengelilingi Bumi, namun dia ga memiliki landasan atas argumen tersebut. Sejak saat itu, bentuk bumi udah jarang menjadi perdebatan lagi di kalangan filsuf Yunani Kuno.

Geosentris vs Heliosentris

Diskusi tentang bentuk bumi di kalangan para filsuf bisa dibilang udah selesai setelah Aristoteles mengajukan pendapatnya di atas. Setelah itu, pertanyaan mulai beralih yaitu tentang pusat alam semesta. Apakah bumi yang menjadi pusat geosentris? Dalam arti, bumi adalah pusat semua benda di luar angkasa, dan matahari, bulan, bintang bergerak mengelilingi bumi.

Ketika Bumi dijadikan acuan pengamatan, maka lo akan melihat pergerakan planet yang meliuk-liuk retrograde. Sebagai gambarannya berikut ini pergerakan Matahari, Mars, dan Jupiter apabila diamati dari Bumi.

Claudius Ptolemeus dari Alexandria mencoba menjelaskan fenomena tersebut sekaligus melengkapi model Aristoteles. Dalam bukunya Almagest, Ptolemeus mengajukan model Bumi sebagai pusat tata surya seperti model Aristoteles, namun dengan versi yang lebih kompleks, dengan memperhitungkan posisi dari matahari, bulan dan planet-planet dari Bumi. Untuk menjelaskan pergerakan planet yang meliuk-liuk retrograde tersebut, Ptolemeus menambahkan sub-orbit melingkar di dalam sebuah orbit epycicle. Dengan model ini, Ptolemeus bisa meramalkan posisi benda-benda di langit tersebut, tetapi tetap saja, model tersebut masih terlalu rumit dan nggak sepenuhnya akurat.

Emangnya kenapa sih ketika Bumi dijadikan acuan pengamat, jadinya pergerakan planet meliuk-liuk retrograde? Orbit meliuk-liuk retrograde tersebut bisa dijelaskan dengan sederhana apabila bumi dan planet mengelilingi pusat yang sama matahari. Karena jarak Bumi dan planet ke matahari berbeda, maka ketika Bumi udah berevolusi 1 kali, planet yang diamati belum tuntas berevolusi, apabila jaraknya lebih jauh dari Bumi.

Nah, model matahari sebagai pusat tata surya heliosentris inilah yang coba diajukan Nicolaus Copernicus dari Polandia pada abad keenam belas masehi. Copernicus berusaha mendobrak pengetahuan bahwa matahari, bintang, bulan mengelilingi bumi yang udah bertahan selama kurang lebih 1800 tahun. Gila nggak tuh? Walaupun begitu, Copernicus nggak berani terang-terangan bilang tentang model yang dia ajukan karena dia sendiri adalah seorang pendeta, sedangkan Gereja saat itu menganut model Ptolomeus-Aristoteles Bumi sebagai pusat benda-benda langit.

Copernicus awalnya menyebarkan gagasannya sekitar tahun 1514 dalam sebuah naskah 40 halaman berjudul Commentariolus secara anonim ke temen-temen deketnya aja. Model Copernicus langsung membuktikan diri jauh lebih akurat daripada model Ptolomeus dan segera menyebar di kalangan intelektual Eropa. Di tahun 1543, beberapa saat sebelum dia meninggal, Copernicus pun berhasil menyelesaikan naskahnya secara lengkap dengan judul On the Revolutions of the Heavenly Spheres.

Buat perbandingan, sekarang coba lo perhatikan 2 model berikut :

Di Italia, model Copernicus mendapat dukungan dari Galileo Galilei yang saat itu lagi sibuk mengembangkan teleskop. Dia mengamati benda-benda langit termasuk planet Jupiter yang dikelilingi oleh beberapa satelit, dia pun kepikiran, Hmm Jupiter aja dikelilingi oleh satelit, jadi nggak semua benda langit harus mengelilingi bumi dong? mungkin Bumi ini aslinya sama dengan Jupiter, dikelilingi satelit juga dan mengorbit pada pusat yang sama.

Pengembangan teleskop dan serentetan penemuan ini membuat reputasi Galileo semakin dikenal di kalangan ilmuwan pada masa itu. Namun demikian, dukungannya terhadap teori Copernicus bahwa Bumi bukan pusat Tata Surya menyebabkan dia berhadapan dengan kalangan gereja yang menentangnya. Dia pun dituduh heretic atau murtad.

Biasanya, hukuman bagi mereka yang dituduh mengganti pada masa itu bisa sadis banget. Tapi untungnya karena faktor usia dan banyak berjasa, Galileo akhirnya cuma dijatuhi hukuman tahanan rumah dan pengucilan sampai dengan akhir hidupnya, cukup enteng apabila dibandingkan dengan isu yang beredar kalo dia dihukum mati. Hukuman lain terhadapnya cuma suatu permintaan agar dia secara terbuka mencabut kembali pendapatnya bahwa bumi berputar mengelilingi matahari.

Di saat hampir bersamaan, gagasan Copernicus tersebut diteliti dan dikembangkan oleh matematikawan yang berasal  dari Jerman, Johannes Kepler. Berdasarkan data yang Kepler dapatkan, dia menemukan bahwa pergerakan planet-planet tidak melingkar sempurna mengelilingi matahari, seperti yang Copernicus pikir, tetapi berbentuk elips dengan matahari berada di salah satu fokusnya. Namun, saat itu Kepler nggak ngeh dengan apa yang telah menyebabkan planet-planet tersebut tetap dalam orbitnya. Kepler menduga hal itu karena gaya magnetik, sebelum akhirnya Isaac Newtoon menjelaskan kalau hal itu disebabkan oleh gravitasi.

Nah guys, itulah kurang lebih cerita singkat dari perjalanan manusia dalam memahami bentuk dan posisi planet bumi ini. Mulai dari Aristoteles, Prolemeus, Coppernicus, Galileo, Kepler, hingga Newton. Dan jika mau ditelusuri terus akan berlanjut pada ilmuwan modern seperti Einstein, Sagan, Hawking, dan lain-lain. Selama ribuan tahun, setiap gagasan tentang bentuk Planet Bumi dan posisinya telah dikembangkan dan diuji berkali-kali baik dari pengamatan empiris maupun pendekatan matematika. Selain beberapa bukti penalaran yang digunakan oleh filsuf dan ilmuwan di atas, berikut ini beberapa bukti lain yang menunjukan kalo bumi bulat.

  • Adanya zona waktu

Buat yang suka Liga Champions, lo mesti bangun dini hari pukul 2:30 WIB buat bisa nonton pertandingan di Madrid, Milan, London atau bagian Eropa lain yang tanding jam 20:00 waktu Eropa. Kok bisa di Eropa masih jam 8 malem, tapi di Indonesia udah jam setengah tiga pagi? Rasanya nggak perlu gue jelasin kenapa hal tersebut bisa terjadi, lo semua pasti tau karena perbedaan zona waktu. Zona waktu terjadi sebagai akibat dari cahaya matahari yang menyinari bagian bumi.

Karena bumi bentuknya bulat, maka matahari nggak bisa nih nyinarin semua permukaan bumi secara bersamaan, mesti gantian. Akibatnya tiap daerah punya waktu yang berbeda-beda di saat yang bersamaan. Hal ini cuma bisa dijelaskan apabila bumi berbentuk bulat.

Kalau bumi datar, kita masih bisa melihat matahari meskipun jaraknya jauh.

  • Pengamatan dari luar angkasa

No pic, hoax! Kalo lo orangnya ga percaya sebelum lihat fotonya, saat ini sebenernya udah sejak lama ada beberapa foto yang diambil dari luar angkasa.

Jika lo pengen melihat citra bumi dari International Space Station (ISS), termasuk apa yang dibicarain krunya, lo bisa live streaming di sini! Jika tampilan live straming kosong layar biru, kemungkinan terjadi gangguan sinyal, coba lo cek dirrect linknya di sini. http://www.ustream.tv/channel/live-iss-stream

  • Kisah penjelajahan manusia

Udah banyak kisah penjelajahan manusia mengelilingi bumi. Kisah yang disebut-sebut paling berpengaruh terhadap sejarah dunia adalah penjelajahan Christoper Colombus. Penjelajahan ini dipicu oleh jatuhnya kota Konstantinopel oleh Kesultanan Ottoman, jalur perdagangan dari Eropa – Asia ditutup. Padahal sebelumnya Konstantinopel merupakan salah satu kota yang paling berpengaruh dan menjadi pusat perdagangan. Karena kesulitan menempuh perjalanan darat maka perjalanan laut menjadi pilihan para penjelajah Eropa termasuk Columbus.

Columbus mencoba untuk menemukan rute laut paling singkat dari Eropa ke Asia. Colombus sendiri sudah tau bahwa Bumi ini bentuknya bulat, tapi dalam bayangannya waktu itu, bulatnya relatif kecil, nggak segede yang kita ketahui sekarang keliling katulistiwa 40,075 km. Oleh karena itu, dia memutuskan ke Asia melalui Samudera Atlantik karena dia pikir rute ini bakal lebih dekat. Nah, Ratu Isabella yang membiayai perjalanan Colombus waktu itu, ngeyel, dan nyaranin Colombus ke arah timur. Seperti yang udah lo baca dalam berbagai informasi sejarah, Colombus akhirnya malah pergi ke barat dan nyampe di benua Amerika. Karena mengira tiba di Hindia Asia. Mereka menyebut penduduk Amerika tersebut dengan sebutan Indian.

Sedangkan orang pertama yang memimpin ekspedisi yang bertujuan mengelilingi bumi adalah Ferdinand Magellan. Penjelajahan ini disebut-sebut sama pentingnya dengan misi pendaratan NASA di bulan. Saat itu Magellan dan kru-nya yang totalnya 243 orang bertekad mengelilingi dunia dari Spanyol ke Barat terus sampai akhirnya tiba ke Spanyol lagi. Dia mulai berlayar ke arah Amerika menyeberangi Samudera Atlantik, lalu menyeberangi Samudera Pasifik sampai akhirnya sampai di Filipina.

Dengan perbekalan yang terbatas, banyak awak kapal yang meninggal karena lapar, sakit, ataupun perang dengan penduduk lokal. Magellan sendiri tewas di Filipina dan awak kapal yang berhasil hidup sampai kembali ke Spanyol cuma tersisa 18 orang. Untuk menghargai jasanya, nama Magellan diabadikan dalam nama 2 galaksi tetangga Milkyway, Awan Magellan Besar Large Magellanic Cloud dan Awan Magellan Kecil Small Magellanic Cloud.

Penjelajahan lain yang familiar dengan sejarah Indonesia adalah penjelajahan antara Spanyol dan Portugis. Pada abad ke 15, bangsa Eropa lagi gencar-gencarnya mencari daerah jajahan baru. Keunggulan dalam teknologi navigasi dan perkapalan yang dimiliki Portugis dan Spanyol menimbulkan persaingan dan perselisihan di antara keduanya dalam memperebutkan wilayah penjelajahan dan perdagangan. Akhirnya pemerintah Spanyol dan Portugis, dimoderasi oleh Paus, sepakat untuk melakukan Perjanjian Tordesillas.

Isi dari perjanjian tersebut adalah pembagian arah pelayaran antara Spanyol dan Portugis yang dibatasi oleh garis yang sekarang kira-kira garis 46 derajat bujur barat. Dalam perjanjian tersebut, Spanyol memiliki hak perdagangan dan pelayaran ke arah barat, sementara Portugis ke arah timur. Pokoknya mereka harus berlayar saling menjauh supaya nggak bersaing satu sama lain.

 

Kemudian berlayarlah kapal-kapal Spanyol ke Barat, lalu kapal-kapal Portugis ke arah Timur. Tanpa disangka, mereka akhirnya ketemu di Kepulauan Maluku. Nah mereka bingung Loh? lo kok disini?, la kan yang satu ke timur terus dan yang satu ke barat terus kok akhirnya ketemu? Jangan-jangan ada salah satu pihak yang melanggar perjanjian nih. Mereka bersitegang lagi akibat saling menyalahkan dan menuduh melanggar perjanjian Tordesillas yang sebelumnya telah disepakati oleh kedua belah pihak. Nah, mereka pun hampir gontok-gontokan lagi dan lagi-lagi Paus menengahi dan membuat kesepakatan baru yang disebut dengan Perjanjian Saragosa.

Ada yang tau nggak kenapa kira-kira Eropa saat itu masih banyak yang percaya dengan bumi datar? Padahal Aristoteles pada abad ketiga sebelum masehi udah menjelaskan bahwa Bumi berbentuk bulat.

Dari Mana Asalnya Kalau Bumi Itu Datar?

Modern flat earth society ini di mulai dari abad 19 pencetusnya adalah Samuel Birley Rowbotham. Salah satu percobaan yang di lakukan oleh Rowbotham adalah Bedford Level Experiment di tahun 1838, Bedford adalah nama sebuah sungai di Norfolk Inggris. Percobaan ini bertujuan untuk membuktikan apakah bumi bener-bener bulat seperti bola dan untuk menentukan dimana batas jarak lengkungan bumi curvature. Di sungai Bedford terdapat saluran air yang panjang panjang banget dan lurus, tiap 6 mil 9.7 km terdapat jembatan. Jika Bumi bulat, maka perahu di salah satu jembatan nggak akan terlihat di jembatan satunya. Berdasarkan para ahli yang mengatakan bahwa total keliling bumi adalah 25.000 mil, seharusnya dalam jarak 6 mil 9.7 km sudah ada lengkungan curvature.

Robowtham mencoba melihat kapal setinggi 5 kaki menggunakan teleskop yang setinggi 8 inch yang ditaruh di atas air sungai Bedford. Setelah kapal tersebut melewati jarak lebih dari 6 mil 9.7 km, ternyata kapal tersebut masih bisa terlihat dengan jelas melalui teleskopnya. Harusnya kalau emang benar bumi itu berbentuk bulat nggak mungkin donk kapal tersebut yang sudah melewati jarak 6 mil masih bisa terlihat walaupun pakai teleskop karena sudah berada di balik lengkungan bumi.

Robowtham pun menerbitkan buku yang berjudul Zetetic Astronomy Earth Not a Globe yang menyatakan Bumi merupakan piringan datar yang berpusat di Kutub Utara dan dibatasi sepanjang tepi selatannya oleh dinding es, Antartika, dengan Matahari dan bulan berada 3.000 mil 4.800 km di atas permukaan Bumi. Dia juga menerbitkan selebaran berjudul “The inconsistency of Modern Astronomy and its Opposition to the Scriptures, yang berpendapat bahwa Bible, di samping indera kita, mendukung gagasan bahwa bumi datar dan tak tergoyahkan dan kebenaran esensial ini seharusnya tidak disisihkan untuk sistem yang semata-mata didasarkan pada dugaan manusia.

Tahun 1870, salah seorang pendukung fanatik Flat Earth, John Hampden, mengadakan taruhan buat siapa aja yang bisa membuktikan bumi bulat dan mematahkan hasil Bedford Experiment, dengan iming-iming hadiah $500. Kalo dihitung pake inflation calculator, maka uang $500 di tahun 1870 setara dengan uang $9457 di tahun 2015. Uang $9457 kalau dirupiahkan dengan asumsi kurs dollar Rp13.000 jadinya senilai Rp122.941.000. Banyak juga ya?

Alfred Russel Wallace yang merupakan penulis buku The Malay Archipellago dan kita kenal sebagai ilmuwan Biologi & eksplorer yang revolusioner sebagai salah satu penggagas teori evolusi bersama Charles Darwin pun tertarik dengan taruhan tersebut. Jika lo inget pelajaran IPS SD tentang garis Wallace dan garis Webber, yang dimaksud Wallace adalah Alfred Russel Wallace ini. Saat itu profesi scientist masih sangat langka, nggak seperti sekarang. Hasil royalti buku Wallace dan penjualan beberapa koleksi burung tropis dan kupu-kupu yang dia kumpulkan selama petualangannya ga memberikan pemasukan yang memadai. Berbeda dengan Darwin yang berasal dari keluarga yang berada, Wallace berasal dari keluarga yang biasa-biasa aja. Oleh karena itu Wallace memutuskan buat ikutan taruhan itu karena pikirnya bisa dapet duit secara gampang sekaligus berharap dapat menghentikan orang-orang bodoh ini.

Kekeliruan dari percobaan Rowbotham tidak menghitung pembiasan cahaya oleh uap air laut yang pasti terjadi ketika temperatur sangat tinggi. Mengingat percobaan ini dilakukan saat musim panas, maka penguapan air laut pasti terjadi, dan akibatnya adalah pembiasan cahaya pembelokan cahaya oleh uap air laut.

Karena Wallace adalah ilmuwan beneran yang tau tentang hal tersebut, dia memastikan untuk menghindari efek pembiasan cahaya oleh uap air laut. Maka dia melakukan percobaan yang sama tetapi pada ketinggian titik pengamatan 4 meter. Hasil dari percobaan ini membuktikan bahwa bagian bawah kapal menghilang, hasil yang berlawanan dengan yang diperoleh pada awal eksperimen Rowbotham. Hasil ini diakui oleh juri yang membuat Wallace memenangkan taruhan ini. Di kemudian hari eksperimen yang sama telah dilakukan oleh orang lain dan memberikan hasil sesuai dengan eksperimen Wallace.

Perdebatan Kalau Bumi Itu Datar?

Konsekuensi dari teori flat earth ini menafikan hampir semua ilmu pengetahuan yang selama ini berlaku, seperti gravitasi, matahari mengelilingi bumi, terjadinya gerhana, dan berbagai hal lain. Gimana caranya mengambil kesimpulan dari masalah ini? Gue sebelumnya pernah membahas tentang cara mengambil kesimpulan yang rasional, yang mana apabila terdapat permasalahan, maka kita mesti mengujinya dengan eksperimen atau data.

Kembali ke Alfred Russel Wallace, meskipun dia memenangkan taruhan, tapi hal tersebut sangat disesalinya dan bahkan dia bilang ini kejadian paling aku sesalkan dalam hidupku. Lah, kok bisa?Selama puluhan tahun, dia dan keluarganya terus-terusan mendapat ancaman pembunuhan, permasalahan hukum dan berbagai teror dari John Hapmden yang fanatik dan tidak bisa menerima kekalahan.

John Hampden sendiri tetep bersikukuh bahwa bumi berbentuk datar dan mengabaikan putusan juri yang memenangkan Wallace. Dia, hingga akhir hayatnya, terus-terusan menerror Wallace. Seperti halnya Hampden, pendukung flat earth lainnya juga mengabaikan sejarah dan fakta-fakta yang telah diajukan.

Hingga saat ini, tentu masih banyak banget orang yang masih percaya dengan bumi datar. Sampai di sini sih gue pribadi menyerahkan pada keyakinan masing-masing, itu hak mereka. Apakah kita mau terus maju bersama ilmu pengetahuan yang telah diuji berkali-kali oleh para ilmuwan dengan bermacam-macam pendekatan, atau mau mundur kembali keberibu tahun yang lalu? Satu pelajaran berharga yang bisa dipetik dari Wallace, jangan menghabiskan waktu berdebat dengan fanatik.

Pikirkan Dengan Bijak Sebelum Kalian Menyesal Mengambil Jurusan Prestisius Ini

Kalau di Indonesia jurusan kuliah yang paling bergensi apa ya kira-kira? Sebagian orang mungkin akan menjawab, jurusan kedokteran. Yasihh, hampir setiap tahunnya ribuan lulusan sekolah menengah atas SMA bersaing ketat untuk masuk jurusan yang biasanya memiliki passing grade paling tinggi ini. Motivasi para lulusan SMA yang mau masuk jurusan kodekteran yah kira-kira seperti ini deh.

Menjadi seorang dokter adalah pekerjaan paling mulia, gue mau banget jadi sosok penolong dimasa depan, atau keren dong jadi dokter, profesi idaman calon mertua banget. Pastinya masih banyak banget alasan orang mengapa ingin mengambil jurusan tersebut, namun menurut persepsi gue alasan itulah yang paling dominan.

Apapun motivasinya, ya sah-sah aja sih, asalkan ketika sudah menjadi dokter, ia bisa bekerja dengan integritas. Masalahnya, nggak sedikit lulusan SMA yang kaget ketika berhasil masuk jurusan ini karena ternyata perkuliahan dan dunia kedokteran jauh berbeda dari apa yang dibayangkan selama ini.

Banyak yang tidak mengerti apa yang akan mereka pelajari dan tantangan yang akan mereka hadapi kelak mereka menjadi seorang dokter. Dibeberapa kasus yang gua temukan, tak sedikit yang merasa tertekan, kehilangan motivasi belajar, nggak bisa survive, dan tak sedikit pula mereka memutuskan dropout dari jurusan prestisius ini. Dan gue yakin pasti kalian nggak akan mau bernasib seperti ini.

Nah, pada kesempatan kali ini gue ingin berbagi cerita tentang seluk-beluk perkuliahan dan dunia kedokteran, gue ingin membongkar berbagai pandangan seputar jurusan kedokteran. Gue juga akan menjelaskan perjalanan dan tantangan yang akan kalian hadapi untuk menyandang gelar dokter agar mampu berkarya ditengah masyarakat. Untuk itu, gue harap kalian bisa mengerti realita dunia kedokteran di Indonesia dan memutuskan apakah kalian benar-bener punya alasan yang kuat untuk menjadi seorang dokter.

Apa Sih Ilmu Kedokteran Itu?

Sebelum kalian mengetahui lebih dalam perihal jurusan ilmu kedokteran, ada baiknya untuk kalian ngerti dulu tentang ilmu kedokteran itu sendiri. Nah, menurut kalian apasih bedanya ilmu kedokteran dengan ilmu biologi yang udah kalian pelajari semasa SMA dulu. Bingung kan? Pasti kalian ngga ada yang tau jawabannya. So santai, menurut Merriam-Webster, ilmu kedokteran dapat didefinisakan sebagai berikut.

Ilmu atau seni yang berkecimpung dalam pemeliharaan kesehatan, serta pencegahan, pengobatan atau penatalaksanaan penyakit. Jadi, dari kata-kata kesehatan dan penyakit kita dapat dengan mudahnya menyimpulkan bahwa ada faktor tertentu yang bisa dipengharui kesehatan dan penyakit ini, yaitu tubuh manusia.

Dengan kata lain, ilmu kedokteran adalah ilmu yang mempelajari cara kerja tubuh manusia, kesetimbangannya, faktor-faktor yang dapat mengganggu fungsi dan kesetimbangan tersebut, serta cara mempertahankan dan mengembalikan ketidakseimbangan gangguan fungsi tersebut ke fungsi kesetimbangan yang normal. Jadi, kalau kalian suka pelajaran biologi tapi sebenarnya lebih suka ke pengamatan flora dan fauna seperti di acara National Geographic atau suka teknologi rekayasa genetika seperti di film Jurassic Park pastinya kalian akan nyasar jika masuk kuliah jurusan kedokteran.

Skills Apa Aja Sih Yang Dibutuhkan Untuk Belajar Kedokteran?

Dari definisi singkat tentang ilmu kedokteran, kita bisa menjabarkan skills apa aja nih yang dibutuhkan untuk mendalami ilmu ini. Dan berikut adalah 3 skills yang memang harus kalian pelajari dalam ilmu kedokteran.

  • Dapat Memahami Konsep Biologi, Kimia, Fisika dan Matematika

Kalau menurut gua skills pertama yang harus kalian miliki ya itu. Namun, bagaimana dengan orang yang tidak memiliki kemampuan tersebut.  Apakah dia tidak bisa jadi dokter? Salah, tetap bisa kok. Jadi gini, sewaktu sekolah dulu tentu kita udah banyak belajar tentang tubuh manusia. Kita belajar sistem darah, sistem gerak, sistem pencernaan, banyak deh. Well, tanpa kalian sadari materi kuliah kedokteran telah kalian pelajari sejak dulu.

Namun, bukan berarti nggak sedikit yang pengen kuliah kedokteran semata-mata karena suka atau punya nilai biologi bagus di SMA. Ini jelas kesalahan besar yang selalu saja terjadi berulang setiap tahunnya dikalangan mahasiswa baru kedokteran. Untuk dapat menjadi mahasiswa kedokteran dan menjadi dokter yang handal dimasa depan, tentu kalian nggak hanya memiliki kemampuan biologi SMA aja.

Belajar tentang tubuh manusia ditingkat kuliah kedokteran itu jauh berbeda dibandingkan belajar biologi sewaktu mengenyam bangku SMP maupun SMA. Di SMA mungkin kalian akan selamat jika bisa sekedar menghafal nama-nama dan urutan tulang dengan benar atau mungkin kalian masih bisa mendapat nilai bagus atau bahkan dapat ranking jika bisa menghafal fungsi dan penyakit sistem reproduksi manusia tanpa memahami keterkaitannya dengan organ lain yang dipelajari dibab-bab sebelumnya.

Untuk tingkat S1, ilmu ini jelas memiliki perbedaan yang jauh. Ilmu kedokteran tingkat perkuliahan jauh lebih terpadu dan fokus pada kesetimbangan tubuh. Kalian tidak cukup hanya mengenal, tapi kalian juga harus memahami fungsi dari benda-benda dan roda-roda mesin yang ada di dalam tubuh manusia beserta interaksinya hingga dapat berfungsi dengan penuh.

Terlebih, ketika kalian harus mempelajari penyakit yang dapat menyerang suatu organ tubuh, mau nggak mau kalian harus bisa mengoneksikannya dengan kondisi organ-organ lain, bahkan kalian harus menganalisisnya sampai ketahap sel. Nah, disini nih banyak anak SMA yang nggak ngeh kalau cara kerja sel dan sistem tubuh itu kebanyakan masuk keranah ilmu kimia. Nggak percaya? Nih ilustrasinya :

  • Ion mengatur komunikasi antar sel.
  • Reaksi kimia memandu banyak proses biologis.
  • Tiap zat yang ada atau masuk ke dalam tubuh harus tepat dosis agar tidak menimbulkan efek samping.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk kalian memahami konsep kimia yang kuat. Mulai dari asam dan basa, reaksi kimia, sampai kimia organik. Jika telah memahami hal tersebut, tentu kalian telah memiliki fondasi yang kokoh untuk memahami berbagai interaksi sitem tubuh. Hal lain yang juga banyak mengagetkan anak SMA adalah ilmu fisika juga kepake dikuliah kedokteran. Berikut contohnya :

  • Pemahaman konsep fisika kuantum akan sangat membantu kalian untuk memahami bagaiman alat X-Ray bekerja.
  • Dan jika kalian tidak dapat menguasai konsep vektor di fisika SMA, kemungkina kalian akan kesulitan untuk memahami sistem EKG dan alat rekam jantung sebagai salah satu alat emergensi di dunia medis.
  • Jika kalian tertarik untuk menjadi dokter dibidang rehabilitasi atau beda tulang, konsep sistem katrol dan kesetimbangan momen di fisika akan sangat membantu menjadi dasar penatalaksanaan atau treatment untuk patah tulang.

Nah, supaya kalian jago di kimia dan fisika, skills memahami matematika nya juga harus oke donggggg…

  • Kemampuan Berpikir Sistematis

Yaps, ilmu kedokteran sangat terfokus pada interaksi antar sel dan sistem organ tubuh. Tubuh manusia bisa dianalogikan sebagai suatu pabrik yang terbagi menjadi berbagai unit kerja. Tubuh manusia membentuk suatu alur yang dalam fungsi optimalnya dapat memberikan dan memasok segalam macam zat yang diperlukan untuk menjalankan fungsi kehidupan. Disisi lain, tubuh manusia juda dapat mengeluarkan segagal zat sisa atau racun yang dihasilkan sistem kehidupan tersebut.

Nah, ketidakseimbangan antara keduanya menjadi salah satu penyebab dan gejala penyakit. Oleh karena ini, dalam memahami tubuh manusia secar detail sangat dibutuhkan skill untuk berpikir secara menyeluruh atau sistematis. Kita nggak bisa menganalisi suatu organ secara parsial agar dapat terisolasi dari organ lainnya yahh seperti pendekatan belajar pelajaran biologi di SMA pada umumnya. Nah, skill berpikir sistematis itu justru lebih mirip dengan skill yang dipakai oleh mereka yang sekolah teknik kimia dan teknik industri lho.

  • Memiliki Kemampuan Berbahasa Inggris

Emangnya harus yah kalau mau kuliah jurusan kedokteran harus memiliki kemampuan Berbahas Inggris, kan sekolahnya di Indonesia, prakti kerja juga di Indonesia, pasiennya juga orang Indonesia. Jika kalian pikir itu nggak harus, kalian salah besar guys. Lah kok gitu, iya emang gitu, saat ilmu kedokteran emang udah erat dengan 2 bahasa yaitu bahasa latin dan juga bahasa inggris. Yah, textbooks yang akan kalian pakai jadi bacaan wajib saat kuliah adalah buku berbahasa Inggris yang dipenuhi banyak istilah Bahasa Latin.

“Masa ga pake textbook berbahasa Indonesia sama sekali?”

Penerjemahan bahan ajar dan hasil penelitian ke Bahasa Indonesia bisa memakan waktu yang lama dan ongkos yang besar. Rata-rata buku berbahasa Indonesia untuk bidang kedokteran itu terlambat 5 tahun dibandingkan edisi bahasa Inggris. Itu artinya, kalo kalian kekeuh belajar dengan buku bahasa Indonesia saja, buku yang kalian baca itu sudah ketinggalan jaman selama 5 tahun ketika baru terbit. Apalagi jika kalian beli bukunya di pasar atau warung loak. Kebayang nggak tuh betapa ketinggalannya kalian nanti.

“Emang Bahasa Inggris yang diperlukan untuk belajar di Kedokteran itu setaraf berapa sih?”

Beberapa sekolah mungkin sekarang sudah mensyaratkan TOEFL sebelum masuk S1. Namun, pada kenyataannya, bahasa Inggris yang ada di teks buku kedokteran tidak akan selevel TOEFL, tapi selevel tes SAT! Wah apaan tuh? Scholastic Aptitude Test atau SAT adalah ujian saringan masuk universitas di Amerika Serikat semacam SBMPTN-nya Amerika Serikat lah.

Level TOEFL itu fokus ke penggunaan Bahasa Inggris untuk percakapan sehari-hari, sedangkan level SAT fokus pada penggunaan Bahasa Inggris untuk konteks akademik. Jadi, meskipun tidak disyaratkan, ada baiknya kalian belajar bahasa Inggris sampai level SAT agar bisa lebih unggul dari teman-teman kuliah kedokteran kalian nantinya, dalam hal bisa membaca textbook lebih cepat dan lebih akurat.

“Kalau kemampuan Kimia, Fisika, Bahasa Inggris, berpikir sistematis saya pas-pasan gimana? Apakah bisa mengejar?”

Tentu saja bisa. Justru gerbang awal seleksi itu ada di ujian SBMPTN. Gak heran passing grade Fakultas Kedokteran sangat tinggi karena memang untuk menempuh kuliahnya diperlukan pemahaman matematika, sains dan bahasa inggris yang cukup matang. Buat kalian yang mau jadi dokter, jadikanlah SBMPTN ini sebagai ajang untuk mengasah kemampuan fundamental kalian, terutama yah di ketiga bahasa itu tadi. Kalau kalian masuk kedokteran tanpa persiapan yang mateng, biasanya nanti kewalahan sendiri, beban belajar jadi berlipat yang akan berpengaruh ke indeks prestasi kalian dan pada akhirnya akan berpengaruh ke kualitas kalian sebagai dokter nantinya.

Tahapan Sekolah Kedokteran

Selesai membahas kemampuan yang harus kalian miliki sekarang kita lanjut ke istilah kedokteran, karena istilah ini yang dipakai dalam bahasa inggris, jepang, mandarin dan latin. Sekolah dokter pertama di Indonesia, yaitu STOVIA, yang juga menggunakan istilah sekolah. Sekolah kedokteran memiliki sistem yang jauh berbeda dengan jurusan-jurusan dalam suatu universitas pada umumnya.

Yuks, kita urutkan tahap-tahap bagaimana kalian akan menjalani kehidupan disekolah kedokteran. Namun, sebelumnya perlu kalian ketahui bahwa durasi untuk menyelesaikan studi menjadi dokter adalah Minimal 6 tahun. Angka 6 tahun itu kalau kalian rajin belajar dan konsisten yah. Nah, kalau kalian kuliahnya males-malesan, ya nggak nutup kemungkinan akan lebih dari itu. Dan tergantung pula sistem masing-masing universitas.

  • Program Kuliah S1 Kedokteran

Jika kalian telah dinyatakan lulus dan diterima sebagai mahasiswa baru jurusan kedokteran, kalian akan menjalani program sarjana kedokteran. Pada program ini, kalian tidak akan belajar dengan sistem kebut semalam karena mustahil menelan ilmu ribuan hanya dalam kurung waktu satu malam. Kalian juga tidak akan mengikuti sistem kredit atau SKS dalam menjalani kuliah seperti jurusan kuliah lain. Tepatnya, kalian akan menjalani sistem blok.

Dalam 1 blok, kalian akan belajar tentang satu sistem organ, mulai dari fungsi dasarnya, penyakit-penyakitnya, obat-obatan yang bisa bekerja disistem organ tersebtu, cara pemeriksaan pada pasien dan intepretasi pemeriksaan laboratorium pada kasus gangguan organ tersebut. Dan berikut gua akan berikan contoh blok di sekolah kedokteran.

  • Fundamental and Basic Sciences
  • Cardiology and Circulatory and Respiratory System
  • Neurobehavior and Special Senses System

Satu semester tidak bisa dijamin dibagi hanya 1 atau 2 blok saja. Sebagai contoh, semester pertama saya diisi oleh 4 blok, sedangkan semester berikutnya hanya 1 blok saja, dan semester-semester lainnya diisi rata-rata oleh 2 blok.

Pada akhir masa tiap blok, kalian akan menghadapi beberapa jenis ujian :

A. Ujian OSCE

Ujian keterampilan memeriksa “pasien pura-pura” atau manekin dan menafsirkan hasil pemeriksaan menjadi diagnosis. Ujian ini terkenal “horror” di kalangan mahasiswa Kedokteran karena dilaksanakan dalam waktu singkat dan diawasi langsung oleh dokter penguji.

B. Ujian Teori Tertulis

Kalau Ulangan di sekolah atau ujian semester biasanya soal PG kalian berapa nomor? 40 nomor? 50 nomor? Di ujian tertulis kedokteran, soal pilihan ganda yang jumlahnya mencapai 500 soal sekali ujian.

C. Ujian Teori Oral

Kalian harus menjelaskan secara lisan 1 kasus pasien, mulai dari konsep sains dasarnya, penatalaksanaan treatment, alasan-alasan mengapa tindakan tersebut diambil, serta ekspektasi ke depannya dari kondisi pasien ini.

Memasuki tahun terakhir perkuliahan, kalian akan lanjut mengerjakan skripsi. Sekelar skripsi, kalian pun bisa lulus S1 dan menjalani wisuda sebagai Sarjana Kedokteran (S.Ked). Waktu yang dibutuhkan untuk lulus S1 adalah sekitar 4 tahun. Inget ya, lulus S1 status kalian itu baru jadi seorang sarjana kedokteran, belum jadi dokter. Untuk jadi dokter itu masih sangat jauh langkah yang harus ditempuh.

Program Profesi Dokter

Perjuangan belum selesai ketika kalian wisuda S1 Kedokteran. Kalian baru aja mendapat ilmunya, jelasnya kalian belum bisa untuk bekerja sebagai dokter profesional. Oleh karena itu, kalian akan lanjut mengambil program profesi dokter dan menjadi dokter muda atau istilahnya populernya koas. Pada program profesi dokter, kalian akan masuk ketahap stase, jika dinegara lain ini sering disebut dengan rotasi.

Jadi, kalian akan dirotasi dari bagian ke bagian di rumah sakit untuk mempelajari kasus-kasus dokter umum yang tertara di standar kompetensi dokter Indonesia SKDI. Ada sekitar 400an kasus yang harus bisa kalian tangani tanpa bantuan, seperti penyakit dalam, bedah, penyakit anak, kandungan, dan lain-lain. Pada masa ini, seorang koas tidak akan digaji. Malahan kalian masih tetap harus bayar biaya pendidikan ke pihak fakultas supaya bisa belajar di RS.

Beberapa orang sangat senang saat masuk sistem rotasi ini karena mereka bisa berinteraksi dengan pasien langsung serta melihat kasus di kehidupan nyata, bukan pada lingkungan yang sudah di setting saat kuliah. Di sisi lain, beberapa ada yang sangat tidak menikmati sistem ini akan sangat tersiksa karena sudah dihadapkan oleh kenyataan bahwa seorang dokter harus tahan bekerja 24 jam tanpa tidur, makan, minum, ke toilet, bernapas oke ini kedengarannya agak lebay, dan lain-lain untuk menempa ilmu di rumah sakit.

Pada akhir tiap stase atau rotasi, akan ada ujian juga. Metode ujian yang pasti kalian hadapi adalah Mini Case Examination. kalian akan mewawancarai, memeriksa, menganalisis, serta meresepkan obat pada seorang pasien langsung sambil diawasi dosen. Pada beberapa rotasi dan bagian, kadang ada ujian tambahan, seperti ujian lisan, ujian baca foto rontgent pada bagian radiologi, dan lain-lain. Tak berhenti sampai disitu karena kalian akan terus mengikuti ritme ini sampai sekitar 1,5-2 tahun hingga kalian dinyatakan lulus program profesi dokter.

  • Ujian Sertifikasi

Setelah kalian dinyatakan lulus semua rotasi, kalian wajib mengikuti ujian kompetensi mahasiswa program profesi dokter. Ujian tersebut disingkat UKMPPD. Nah, ujian ini akan menguji keterampilan dan pengetahuan kalian untuk menangani 400an kasus yang ada sarjana kedokteran Indonesia. 400an kasus ini lah yang harus dapat kalian tangani dengan baik, secara sebagian atau penuh ketika kalian bekerja menjadi dokter umum nantinya.

  • Lulus Dokter

Persiapan ujian sertifikasi dan pengurusan hal administrasi lainnya bisa memakan waktu 3 sampai 4 bulan. Jika kalian sudah dapat tanda lulus ujian UKMPPD tadi, baru lah fakultas menyandangkan kalian gelar dokter. Dan kalian akan kemabali mengikuti wisuda dan mengikrarkan sumpah sebagai dokter. Okee, sampai tahan ini kalian baru bisa dibilang berhasil menyandang status sebagai seorang dokter. Yeeee, senang dong pasti. Tapi tunggu dulu guys. Walaupun sudah jadi dokter, tapi kalian belum boleh praktik. Lho kok gitu yaa?

  • Internsip

Lah ini apa lagi ya kan sudah ada gelak dokter, kok masih ada aja sih lanjutannya? Jadi gini, seorang dokter di Indonesia baru bisa praktik kerja sendiri jika suda mengantongi 3 hal berikut :

  • Gelar profersi dokter dari universitas
  • Surat tanda registrasi yang diterbitkan oleh konsili kedokteran Indonesia
  • Surat izin praktek yang diterbitkan oleh ikatan dokter Indonesia cabang setempat

Nah, pada masa internsip yang berlangsung 1 tahun ini, kalian akan praktik kerja untuk mendapatkan surat tanda registrasi paten. Kalian akan praktik kerja layaknya dokter umum, tetapi masih berada di bawah tanggung jawab dan perlindungan dokter umum lain yang senior.

Masa ini tentu saja berbeda dengan masa sekolah. Kinerja kalian pada masa ini lebih dianggap karena kalian akan mendapatkan gaji atau mendapat bantuan biaya hidup dari pemerintah yang nominalnya saat ini kurang lebih sama dengan upah minimum regional di Jakarta. Kalian juga memiliki kemandirian yang lebih besar dalam menentukan pemeriksaan dan penanganan pasien. Atasan kalian jelas bukan dosen lagi, melainkan pendamping internsip yang juga adalah dokter umum.

  • Praktik Mandiri

Setelah lulus internsip sesuai ketentuan pemerintah dan penilaian pendamping internsip, barulah kalian bisa mendaftar untuk mendapatkan surat tanda registrasi paten yang nomornya akan kalian pegang seumur hidup, kecuali jika kalian belajar spesialis. Setelah mendapatkan surat tanda registrasi disinilah saat nya kalian akan bisa bekerja dan berkarya di lingkungan masyarakat. Menurut peraturan yang ada sekarang ini, seorang dokter boleh memiliki 3 surat izin praktek atau bekerja di 3 tempat yang berbeda.

  • Langkah ke Depannya

Waduhh, kok panjang banget sih, kok nggak kelar-kelar yahh. Jika kalian tidak puas menjadi dokter umum saja, nah ada beberapa pilihan jenjang karir yang bisa kalian pilih :

A. Program Profesi Spesialis

Kalian bisa menajamkan keilmuab untuk menjadi dokter spesialis yang khusu menangani satu bidan penyakit saja dan menjadi dokter rujukan dari bidang-bidang lainnya. Jadi, kalian bisa pilih sendiri ya bidang spesialis apa yang ingin kalian ambil, karna kalau gua bahas disini pastinya akan panjang benget. Nah, rata-rata program spesialisasi ini berlangsung antara 4 sampai 5 tahun.

B. Administrasi Sistem Kesehatan & S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Kalian dapat belajar menjadi administrator atau manajer suatu sistem kesehatan atau rumah sakit. Atau kalian ingin bekerja sebagai kepala puskesmas? Gelar S2 Ilmu kesehatan sasyarakat lah yang harus diambil. Selain menjadi dokter, kalian bisa menjadi bagian dari birokrasi tenaga kesehatan yang bekerja di Indonesia.

C. S2 Penelitian Keilmuan

Cabang ini bisa kalian ambil jika ingin menjadi dosen atau peneliti medis.

D. Lain-lain

Tentu aja ada cabang-cabang lain, seperti dokter yang bekerja di perusahan asuransi atau perusahan farmasi. Bisa juga bekerja diluar dunia kesehatan, entah itu menjadi pengusaha atau mungkin kalian mau jadi penyanyi? Okeh, kalian bisa lihat ya kalau sekolah kedokteran itu memang memiliki keunikan sendiri. Mulai dari sistem kuliah dan ujiannya yang beraneka ragam dan jauh berbeda dengan jurusan lain, adanya sertifikasi, hingga durasi studi yang jauh lebih lama dan berjenjang.

Ketika teman-tema SMA kalian dulu sudah lulus dan menyandang s1 sudah pasti mendapat kerja dan merasakan gaji pertama sebagai fresh graduate, mungkin kalian masih berkutat dengan ujian disekolah kedokteran. Ketika ada teman yang sudah menyelesaikan s2, kalian masih bergelar s1 dan baru saja bekerja berdikari sebagai seorang dokter.

Ketika kalian baru lulus dokter spesiali nantinya, mungkin beberap teman sudah menduduki posisi manajer dengan gaji fantastis atau menjadi entrepreneur yang sukses, atau sedang S3 dan menapak karir sebagai Professor. Dan ketika seorang sahabat SMA sudah punya anak 3, kalian mungkin masih jomblo hehe. Karena perjalanan dan tantangan menjadi dokter bukan main-main, pertanyaan selanjutnya adalah, siapkah kalian menjadi seorang dokter ?

Siapkah Kalian Menjadi Dokter?

Kesiapan seseorang menjadi dokter jelas itu bukan sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Setelah menjalani berbagai macam ujian dan rintangan dalam pendidikan dokter lah seseorang dapat menjadi siap dengan segala tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepada seorang dokter. Nah, beberapa tips ini bisa gua bagikan untuk memantapkan strategi kalian menjadi dokter handal dimasa depan.

  • Kecerdasan bukanlah penentu, mental jauh lebih penting

Kalian bisa saja super duper jenius dan hanya butuh 1x baca bahan belajar untuk dapat memahami seluk beluk ilmu kedokteran. Tapi itu tidak cukup mengantarkan kalian untuk lulus pada semester pertama jika tidak punya mental yang kuat. Ritme perkulihan kedokteran sejatinya sangatlah padat. Tekanan belajar yang udah pasti sangat tinggi.

Gua sendiri penah nemui mahasiswa kedokteran dengan track record prestasi yang biasa saja ketika SMA, tapi bisa lulus tepat waktu. Mental dan niatnya yang kuat membuat dia mampu mendorong diri untuk tidak hanya bergantung pada label kecerdasan semata. Disisi lain, tidak sedikit pula mahasiswa kedokteran yang punya prestasi cemerlang semasa SMA, tetapi memili dropout karena tekanan yang terlalu besar disekolah kedokteran.

Satu hal penting yang juga sering terlewatkan, seorang dokter harus tegaan, dalam arti mental yang kuat. Tidak jijik saat melihat darah, anggota tubuh yang terlepas, isi tubuh manusia yang terurai, pasien yang sedang meregang nyawa, dan hal-hal tak terbayangkan lainnya. Untuk kalian yang sekarang melihat darah karena luka tergores aja udah takut atau lemes, lebih baik pikir-pikir lagi apakah jalan hidup seorang dokter adalah pilihan yang tepat buat kalian.

  • Menjadi dokter bukan menjadi penolong

Ada satu catatan penting tentang realita dunia kedokteran yang harus kalian pahami. Menjadi seorang dokter bukanlah seorang penolong yang memiliki kemampuan luar biasa. Dokter ibaratnya suatu workstation, dimana sebuah infrastruktur, dalam konteks ini, sistem kesehatan dapat bekerja dengan baik. Memang benar bahwa dokter berada di pusat sistem kesehatan, dimana semua keputusan diagnostik dan pengobantan berada ditangannya.

Tapi seorang dokter tanpa infrastruktur tidak akan bisa mendiagnosis secara akuran. Kalian tidak bisa menolong siapa-siapa sendirian. Seorang sangat terikat dengan profesi-profesi lain dan sistem kesehatan yang ada. Seorang dokter juga harus berpegang teguh terhadap keilmuan yang baku dan koridor yang sudah ditetapkan oleh sistem rumah sakit dan pemerintah. Nah, ketika sedang bekerja tak menutup kemungkin dokter menemukan konflik moral. Yah, seperti kira-kira gambarannya. 

Dititipin oleh pihak marketing perusahaan farmasi, untuk resepin obat yang sebenarnya efisiennya masih dipertanyakan atau efisiensinya sama kayak obat generik. Bisa saja menolak, tapi pemasukan si dokter jadi berkurang dan hubungan ke depannya dengan produsen obat otomatis jadi nggak enak. Ada pasien butuh operasi segera usus bantu.

Tapi pasiennya adalah orang yang ga punya uang, pakai BPJS harus ngantri lama padahal pasen harus segera ditangani. Di situ si dokter harus bikin keputusan. Bisa aja bantuin langsung, tapi jasa operasinya TIDAK DIBAYAR dan obat yang diberikan ke pasien adalah obat murah atau tidak sesuai dosis. Wah, berarti dokter tidak bisa menolong pasien kurang mampu dong? Ya bisa saja, dan kadang ada saja dokter yang ikhlas melakukan hal ini, tapi ya dia juga harus siap menerima konsekuensinya, minimal ya rela melakukan operasi tanpa dibayar.

Pada intinya, kalian tidak bisa bekerja di luar sistem dan semudah itu menjadi penolong heroik seperti yang mungkin kalian bayangkan sebelumnya. Kalian akan bekerja dan merawat pasien berdasarkan data dan statistik, bukan alasan personal. Gua pribadi nglihat ada dokter yang mencari kemapanan dulu, baru bisa sedikit leluasa membantu pasiennya. Ada pula dokter yang memang dari awal memilih hidup sederhana dan mendedikasikan hidupnya untuk menolong pasien. Pada akhirnya, kembali lagi ke pilihan hidup masing-masing.

  • Jangan semata mencari kemakmuran di sini

Enak banget ya jadi dokter, cuma periksa sebentar, nulis resep 5 menit, dibayar ratusan ribu. Gua mau deh jadi dokter, biar cepat kaya. Jika kalian berpikir sedemikian, itu salah, yah durasi pendidikan dokter itu lama banget. Nggak benar kalau kalian mau cepat kaya dengan menjadi dokter.

Kalau pun kalian mau jadi kaya dengan jalan menjadi dokter, harus jadi dokter spesialis dulu. Untuk menjadi seorang dokter spesialis, dibutuhkan modal yang sangatlah besar. Selain itu masa studinya juga tidak sebentar. Kalau kita bicara sekitar 30 sampai 50 tahun yang lalu, memang betul bahwa dokter secara rata-rara lebih makmur dibandingkan dengan rekan-rekannya di profesi lain.

Tapi lain cerita dengan masa sekarang. Jika kalian berasal dari golongan ekonomi menengah kebawah, menjadi dokter memang bisa menaikkan derajat ekonomimu menjadi kelas menengah. Namun pada umumnya, percayalah banyak pekerjaan dizaman sekarang yang bisa mendatangkan uang dan kemakmuran lebih banyak dan lebih cepat dari profesi dokter.

Tambah lagi, jalan menjadi dokter di Indonesi sedang sulit. Profesi dokter memiliki risiko tinggal dan proteksi hukum pada dokter yang terkena kasus dugaan malapraktik masih banyak yang simpang siur. Pemberitaan di kasus malapraktik di media membuat masyarakat menghakimi dokter bahkan sebelum kasussnya selesai diinvestigasi. Satu kasus aja cukup untuk membuat karir kalian tamat dan hidup kalian bermasalah sampai akhir hayat.

  • Cari Kemampuan lain

Gua pribadi sangat merekomendasikan kalian tetap bereksplorasi untuk mempelajari keahlian lain, bahkan setelah kalian menjadi seorang dokter. Entah itu menjadi entrepreneur, fotografer, atau keahlian lainnya yang bisa menopang hidup kalian selain menjadi dokter. Menjadi dokter jaman now itu nggak gampang. Ada baiknya untuk mempersenjatai diri sedini mungkin.

Oke guys, sekian dulu ya cerita panjang lebar gua. Semoga kalian semua bisa lebih cermat mengambil keputusan sekarang apakah akan tetap mau menjadi dokter atau ternyata merasa tidak akan cocok atau tidak tahan dengat pembelajaran yang harus dijalani seorang dokter. Sekali lagi, gua share cerita ini bukan untuk mematahkan semangat kalian untuk jadi dokter.

Gua hanya ingin memberikan gambaran nyata yang ada agar kalian bisa lebih matang untuk melihat segala konsekuensi yang akan kalian hadapi selama mengenyam pendidikan kedokteran. Dengan begitu, kalian juga jadi strategis lagi dalam meraih dan menjalani cita-cita. Semangat untuk seleksi masuk universitasnya dan good luck yaaaa 🙂

Kisah Manusia Yang Mampu Menjinakkan Energi

Hidup jadi manusia zaman sekarang itu bisa dibilang lebih enak dibandingin manusia yang hidup pada abad-abad terdahulu. Manusia yang hidup di abad ke-21 kini hampir punya segala hal yang membuat hidupnya nyaman dan praktis, mulai dari listrik yang serba guna, lampu dengan penerangan yang memadai, kompor, AC, hape smartphone, sampai berbagai jenis kendaraan pribadi umum yang memudahkan kita berpindah tempat.

Bandingin dengan orang zaman dahulu yang opsi hidupnya terbatas. Kaisar Mansa Musa dari Kerajaan Mali tercatat sebagai manusia terkaya yang pernah hidup dalam sejarah. Tapi sekaya-kayanya Musa pada abad 13-14, hidupnya tidak akan sepraktis dan senyaman manusia modern yang hidup di abad 21.

Untuk bisa menunaikan ibadah Haji, Kaisar Musa harus menempuh perjalanan darat berbulan-bulan menuju Mekah. Nah, sementara kita hanya perlu waktu kurang dari satu hari naik pesawat terbang untuk bisa sampai ke Bandara International King Abdulaziz, Mekah. Lantass, apa sih yang membedakan kenyamanan hidup orang zaman sekarang dibandingkan orang zaman dahulu? Cari tau yuk.

Gue yakin banget sebagian besar dari lo mungkin berpendapat bahwa teknologi adalah jawabannya. Tapi, teknologi baru sebatas cara, belum bisa menggambarkan tujuan dari penciptaan teknologi tersebut. Apa yang membuat perbedaan standar hidup di zaman dulu dengan zaman modern pada dasarnya terletak pada bagaimana manusia sekarang sudah mampu memanfaatkan energi sebagai pelayan mereka yang setia.

Didorong dengan keinginan untuk menciptakan kehidupan yang semakin mudah dan nyaman, manusia berusaha dan memeras otak untuk memanfaatkan energi di sekitarnya. Usaha manusia untuk mengendalikan energi air dan angin memudahkan manusia untuk mengolah makanan. Usaha manusia untuk menjinakkan energi listrik memungkinkan kita menggunakan barang elektronik.

Sementara itu, kemampuan kita memanfaatkan energi dari bahan bakar fosil memungkinkan kita berpergian dengan nyamannya ke hampir seluruh penjuru dunia dengan waktu yang relatif singkat. Pada intinya energi membuat pekerjaan manusia menjadi lebih mudah, lebih praktis, dan lebih hemat tenaga serta waktu.

Tapi lo penasaran nggak sih, gimana cerita awal mulanya peradaban manusia bisa sampai pada standar dan kualitas kehidupan modern yang sedang kita nikmati bersama ini? Nah, pada kesempatan kali ini, gue akan mengupas sejarah usaha manusia untuk menjinakkan energi.

Tulisan ini akan memaparkan serangkaian peristiwa dan inovasi penjinakan energi yang membentuk peradaban manusia dan tatanan ekonomi modern yang kompleks seperti sekarang. Di sisi lain, secara tidak sengaja, motif penjinakan energi yang tadinya untuk menciptakan kehidupan yang lebih praktis, justru membuka kotak pandora yang bisa mengantarkan manusia pada malapetaka. Wah, malapetaka seperti apa tuh?

Kemungkinan besar, lo udah pernah dengar bahwa ketergantungan manusia selama 200 tahun terakhir bisa dibilang sangat amat ketergantungan pada bahan bakar fosil. Di satu sisi, bahan bakar fosil memang berguna untuk membangkitkan energi listrik dan bahan bakar transportasi dan telah dipakai dalam skala luas. Tapi di sisi lain, ketergantungan dengan bahan bakar fosil memiliki konsekuensi pada global warming, perubahan iklim, dan krisis lingkungan lainnya.

Nah, oleh karena itulah, tulisan ini sekaligus akan menjadi pengantar untuk memahami isu lingkungan, khususnya global warming, yang menjadi salah satu ancaman paling nyata untuk peradaban kita di masa depan. Buat lo yang ingin kuliah di jurusan pertambangan, perminyakan, geologi, kelistrikan, elektro, mesin atau lo emang peduli banget dengan isu lingkungan, gue saranin banget untuk lo baca tulisan ini sampai kelar.

Apa Itu Energi?

Sebelum pembahasannya melebar ke mana-mana, gue mau kita sama-sama ngerti konteks energi yang mau kita bahas di sini. Kalau minjem definisi kamus Merriam Webster, energi adalah kemampuan untuk bisa aktif. Well, agar bisa aktif, setiap makhluk hidup mengkonsumsi energi. Mulai dari aktivitas sederhana, seperti bergerak hingga aktivitas mikroskopis seperti pembelahan sel yang memungkinkan makhluk hidup untuk tumbuh.

Energi juga bisa diterjemahkan sebagai aktivitas benda mati, misalnya aliran air sungai, pancaran sinar matahari, gelombang dan ombak di laut, hembusan angin, dsb. Singkatnya, kita bisa bilang kalo energi adalah sesuatu yang membuat suatu entitas terlepas makhluk hidup atau benda mati menjadi aktif menjalankan fungsinya.

Kalau ngomongin energi, nggak bisa lepas deh dari Hukum Kekekalan Energi yang menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi bisa berubah dari satu bentuk ke bentuk lain. Karena semua makhluk hidup butuh energi untuk beraktivitas dan sebagian besar gak bisa bikin energinya sendiri, akhirnya kita ambillah energi itu dari sumber lain. Hampir semua energi yang digunakan di bumi ini berasal dari matahari. Energi mataharilah yang memungkinkan udara bergerak, hujan turun, benda terbakar, tanaman bisa tumbuh, dan lain sebgainya.

Secara sederhana, rantai energi yang berputar di planet ini bermula ketika energi matahari dimanfaatkan tumbuhan atau produsen lain yang mampu mengolah energi cahaya dari sinar matahari dan mengubahnya menjadi makanan energi kimia melalui proses fotosintesis. Tapi sayangnya, hewan tidak memiliki kemampuan seperti tumbuhan.

Akhirnya ada sebagian hewan memakan tumbuhan untuk merampas energi kimia hasil fotosintesis tadi. Energi yang akhirnya berpindah ke tubuh hewan pemakan tumbuhan dirampas lagi oleh hewan predator yang memangsa hewan pemakan tumbuhan. Begitu seterusnya. Proses perampasan energi dari produsen sampai predator tingkat tinggi ini kita kenal lebih lanjut sebagai rantai makanan.

Gua harap dengan pemaparan singkat ini, lo udah bisa paham esensi energi secara umum. Nah, sekarang kita bisa lanjut ke sumber-sumber energi apa aja yang dimanfaatkan sepanjang peradaban manusia.

Pemanfaatan Tenaga Otot Sendiri

Sumber energi pertama yang langsung diandalkan manusia otomatis adalah tenaga otot sendiri untuk melakukan berbagai aktivitas, dari mulai berpindah tempat, berburu, hingga membangun tempat berlindung. Sayangnya, manusia bukanlah entitas yang bisa mengkonversi energi dengan efisien. Dari 100% energi yang kita dapat dari makanan, hanya 20% saja yang akhirnya bisa terkonversi menjadi output mekanik, seperti ketika kita menggunakan otot untuk mengangkut suatu benda.

Sisa energinya ke mana? Sisa energinya hilang sebagai panas seperti yang dapat lo lihat di piramida energi pada bagian sebelumnya. Oleh karena itu, makin berat aktivitasnya, makin banyak pula tenaga otot yang dibutuhkan, makin banyak manusia yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Misalnya, butuh banyak manusia untuk membangun piramid. Itu pun tak akan mungkin terealisasi tanpa adanya kemajuan teknologi dalam menggunakan energi.

Usaha Manusia Menjinakkan Api

Tidak puas hanya berperan sebagai pemain dalam rantai makanan, manusia mulai berusaha mengendalikan bentuk energi nonorganik di sekitarnya. Berdasarkan penelitian arkeologis, api adalah salah satu sumber energi di luar tubuh manusia pertama yang berhasil dijinakkan. Bahkan sebelum manusia modern Homo sapiens bisa membuat api sekitar 125.000 tahun yang lalu, genus Homonid lain sebelum manusia telah berhasil menjinakkan api dari 1,7 juta tahun yang lalu. Contohnya adalah Homo erectus yang telah berhasil memanfaatkan api sejak 400.000 tahun yang lalu dan waktu itu manusia modern belum ada.

Energi api terbilang susah untuk dijinakkan, tidak mudah bagi manusia untuk memanfaatkan api karena risikonya memang cukup besar. Salah-salah, manusia bisa terbakar dan cedera serius bahkan bisa jadi mengakibatkan kebakaran besar. Itulah sebabnya, bentuk pemanfaatan energi api pada kehidupan prasejarah memang masih sederhana, sebatas untuk menghangatkan diri dengan duduk di dekat api atau memasak menggunakan api. Kemampuan manusia menggunakan api untuk memasak memperbanyak variasi makanan yang tersedia yang berarti lebih banyak energi lagi untuk menggerakkan otot.

Usaha Manusia Menjinakkan Tenaga Otot Hewan

Kemudian, manusia mulai memperhatikan bahwa banyak makhluk liar yang memiliki kemampuan menakjubkan yang akan membantu manusia banget jika bisa dijinakkan. Enak sih menimbun energi ke dalam tubuh tapi kok kayaknya capek ya, kalo harus menguras energi tadi untuk melakukan aktivitas berat. Di sisi lain, seekor gajah memiliki belalai yang bisa mengangkat beban yang mungkin membutuhkan beberapa manusia untuk mengangkutnya.

Unta bisa bertahan berhari-hari di gurun tanpa air. Lumba-lumba bisa berenang begitu cepatnya. Dan masih banyak lagi. Begitu beragamnya kemampuan tersebut, masalahnya tinggal menentukan hewan mana yang memiliki kualitas terbaik dan paling memungkinkan untuk didomestikasi dijinakkan.

Domestikasi pun dimulai sekitar 31.000 tahun yang lalu. Manusia mulai menjinakkan berbagai hewan, seperti anjing untuk membantu berburu, kuda untuk berpergian, sapi untuk membantu menggarap lahan pertanian, dan lain-lain. Akhirnya, manusia bisa menyimpan energi dari rantai makanan tadi di dalam tubuhnya dan malah menggunakan energi di luar tubuhnya untuk menyelesaikan pekerjaan.

Usaha Manusia Mengendalikan Angin dan Air

Manusia terus berusaha memanfaatkan energi di sekitarnya untuk menciptakan kehidupan yang lebih praktis. Target penjinakan selanjutnya adalah angin dan air. Untuk itu, terobosan hadir kembali di sektor transportasi. Kalau sebelumnya sudah ada terobosan dari pemanfaatan tenaga kuda untuk berpergian, kini terobosannya adalah perahu layar yang memanfaatkan energi air dan angin sekaligus.

Perahu bertenaga angin menggunakan layar pertama kali yang tercatat dalam sejarah terdapat di peradaban Mesir Kuno dan Mesopotamia 3200 SM. Sebenarnya, sebelumnya manusia sudah memanfaatkan perahu yang masih harus didayung pake tenaga otot. Tapi, dengan diciptakannya layar, manusia nggak perlu repot-repot lagi mendayung, tinggal kendalikan saja angin menggunakan layar.

Peradaban Mesir Kuno dan Mesopotamia adalah tempat yang kondusif untuk manusia menciptakan teknologi perahu bertenaga angin. Peradaban ini dipisahkan oleh tiga sungai besar, yaitu Eufrat, Tigris, dan Nil. Mau tidak mau, mereka harus bisa menyeberangi sungai untuk berinteraksi dan berdagang. Sungai Nil, khususnya, menjadi jalan raya yang sangat bisa diprediksi. Walaupun aliran Nil cepat, angin bertiup dari hulu. Jadi kalo mau pergi ke hilir, tinggal manfaatin arus. Kalo mau pergi ke hulu, tinggal kibarin layar untuk melawan arah angin. Selain itu, daerah-daerah subur di peradaban Mesir kuno, adanya dekat sungai Nil.

Inovasi pemanfaatan angin dan air di perairan juga diikuti dengan inovasi pemanfaatan angin dan air di darat. Manusia membangun kincir angin untuk mencuri energi angin yang berhembus melewati kincir dan mengkonversinya menjadi energi mekanik untuk menggiling makanan. Kincir bertenaga angin untuk menggiling makanan pertama kali berasal dari Persia pada tahun 500-900 Masehi.

Manusia juga paham kalo air menyerap energi dari radiasi matahari dan mengubahnya menjadi energi potensial gravitasi ketika air menguap, lalu mengubahnya lagi menjadi energi kinetik ketika air itu jatuh kembali sebagai hujan. Manusia kemudian memanfaatkan proses itu dengan membangun bendungan air.

Pemanfaatan Uap

Teknologi pencurian energi yang paling menarik sebenarnya adalah pembakaran. Kalau pake air atau angin, lo hanya bisa mengambil energinya bila angin atau airnya mengalir melewati kincir. Kalo nggak ada angin atau air yang mengalir, ya gigit jari deh. Tapi, kalo lo membakar sesuatu, lo bisa memanfaatkan suatu objek yang telah menyerap energi selama bertahun-tahun seperti kayu dan melepaskan semua energi tersebut sekaligus dalam sekejap ketika dibakar.

Pemanfaatan energi panas dari api baru mengalami sebuah terobosan besar ketika dipadukan oleh sifat fisika dari air, yaitu dorongan tekanan dari uap air yang dipanaskan. Ketika kita memanaskan air, molekul air akan panik dan mulai terpental ke sana kemari sampai akhirnya molekul-molekul air mengalami proses perubahan fisika menjadi uap. Ternyata, kekuatan uap air yang kesannya cuma udara panas nggak berguna itu, bisa kita manfaatkan sebagai sumber energi yang luar biasa kalo bisa dikendalikan dengan baik.

Orang yang pertama kali mendemonstrasikan kekuatan uap adalah seorang matematikawan dan engineer Yunani bernama Hero of Alexandria Heron dari Kerajaan Romawi pada abad 1 masehi. Doi merancang turbin uap yang disebut dengan aoelipile. Bola berongga dihubungkan oleh pipa pada kedua ujungnya. Kedua pipa tersebut membawa uap yang berasal dari pemanasan air di bawahnya. Tekanan uap pada dua sisi bola yang searah membuat bola berputar. Untuk lebih jelasnya, lo liat animasi di bawah ini deh.

Aeolipile barulah sebatas demonstrasi, belum bisa digunakan untuk hal yang practical. Namun, alat sederhana ini berhasil menunjukkan bahwa tenaga uap punya potensi besar untuk dimanfaatkan. Ide pemanfaatan tenaga uap dari aeolipile ini pun menginspirasi serangkaian inovasi. Terobosan demi terobosan lahir hingga akhirnya pada abad ke-18 lahirlah inovasi yang sering disebut sebagai titik balik paling berpengaruh dalam sejarah mesin uap.

Gimana Sih Cara Kerja Mesin Uap?

Bayangin lo lagi masak air pake teko nih, trus mendidih dan mulai bersiul dengan keras. Alih-alih uapnya keluar gitu aja dari lubang di mulut teko, lo sambungin mulut teko tadi ke sebuah pipa atau tabung yang mengarahkan aliran uap tadi ke sebuah silinder kosong. Ketika uap keluar masuk silinder, aliran uap yang kuat mendorong sebuah piston di dalam silinder dengan gerakan naik turun yang kuat. Tergantung dipasang di mesin apa, gerakan naik turun piston bisa melakukan berbagai hal. Contohnya pada lokomotif, piston dilekatkan ke batang yang kemudian memutar roda lokomotif.

Menggunakan mesin uap, peradaban manusia naik kelas dari perahu layar menjadi kapal api dan dari gerobak yang tadinya ditarik hewan menjadi lokomotif. Di pabrik-pabrik, manusia juga mulai beralih pada tenaga uap. Kincir turbin air diganti dengan turbin uap yang lebih efektif. Air bertekanan dikirimkan ke pabrik-pabrik untuk dipanaskan dan menghasilkan uap sehingga mesin menyala. Di London, misalnya, daya sebesar 5 MW dikirimkan lewat pipa air sepanjang 290 km dengan tekanan 800 psi.

Dengan adanya kemampuan baru untuk memproduksi dan mentransportasikan barang dengan jumlah lebih banyak dalam waktu yang lebih cepat untuk jarak yang lebih jauh, manusia telah sampai pada era Revolusi Industri tahun 1760 -1840 yang mempercepat perkembangan teknologi manusia secara drastis.

Sekarang lo bisa bayangin, pemanfaatan energi panas dari api yang dipadukan dengan sifat fisika air telah menelurkan sebuah sumber energi baru yang membuat manusia bisa mempercepat kerja produksi serta mendorong ribuan inovasi baru dalam skala kurang dari 100 tahun doang! Contoh inovasi hasil Revolusi Industri sebagian masih kita gunakan di zaman modern, seperti kamera, telepon, mesin jahit, speaker, alat perekam suara, dan lain sebagainya.

Penemuan Harta Karun Energi Dari Bawah Tanah

Ketika Revolusi Industri menggelora, mesin-mesin terus dirancang dan berbagai macam pabrik mulai dibuka untuk produksi massal. Artinya, kebutuhan akan energi semakin tinggi. Perlu bahan bakar yang menghasilkan energi tinggi untuk bisa mengaktifkan mesin-mesin berat itu.

Sebelum masa Revolusi Industri, di Inggris tempat bagaimana Revolusi Industri bermula, warganya biasa menggunakan kayu untuk dibakar dengan batu bara sebagai suplemen. Akan tetapi, energi hasil pembakaran kayu dirasa tidak cukup memadai untuk menggerakkan mesin industri. Mereka akhirnya mulai lebih melirik pada batu bara.

Sejak dimanfaatkan pertama kali oleh sekelompok manusia di dataran Tiongkok sekitar 3.490 tahun Sebelum Masehi, sebenarnya manusia udah ngeh kalau batu bara menghasilkan energi pembakaran yang lebih baik daripada kayu. Masalahnya, tidak seperti kayu, sebagian besar batu bara tidak langsung tersedia di atas tanah. Batu bara adanya di bawah tanah. Lokasinya pun random, agak sulit ditemukan dan diambil. Makanya, sebelum masa Revolusi Industri, penggunaan batu bara sebagai bahan bakar masih sangat terbatas. Pertambangan batu bara saat itu juga masih lokal dan jumlahnya bisa dihitung jari.

Namun, karena kebutuhan untuk membakar semakin menggila sejak Revolusi Industri, manusia pun mulai sibuk menggali dan memutar otak untuk mengembangkan teknologi-teknologi yang mempermudah ekstraksi batu bara. Pertambangan batu bara pun mulai tersebar luas di berbagai penjuru negeri Inggris. Ketika Revolusi Industri menyebar ke seluruh Eropa hingga Amerika Utara, orang Eropa dan Amerika pun mulai menggali dan membuka pertambangan skala besar. Seluruh Eropa dan Amerika berlomba-lomba dalam industri dan produksi pada abad 19-20, mereka butuh sumber energi yang efektif, mereka butuh banyak batu bara.

Saat semua orang menggali, mereka mulai menyadari hal lain. Ternyata sejumlah besar udara bawah tanah yang dapat dibakar yang kita sebut sebagai gas alam dan danau bawah tanah berisi cairan kental hitam yang kita sebut sebagai minyak mentah juga bisa diekstrak dan dibakar secara massal.

Seperti menemukan harta karun berharga yang tak terjamah, tanpa pikir panjang, manusia terus menggali dan menggali dengan kecepatan penuh. Sepanjang abad ke-19, pertambangan batu bara dan kilang minyak muncul di mana-mana. Membakar harta karun energi membuat ekonomi berkembang pesat daninsentif dorongan untuk berinovasi juga berkembang. Teknologi-teknologi baru yang begitu fantastis lahir, salah satunya juga menghasilkan satu sumber energi baru yang tidak terbanyangkan, manusia mulai menjinakkan energi listrik.

Usaha Manusia Mengendalikan Energi Listrik

Banyak dipandang sebagai pergeseran teknologi terhebat sepanjang masa, kelistrikan memungkinkan kekuatan pembakaran dikonversi menjadi bentuk energi yang jauh lebih jinak dan serbaguna, yaitu energi listrik. Sebelum ada listrik, sistem pembangkit energi untuk menghidupkan suatu kota memanfaatkan transmisi air, gas, atau sumber energi sejenisnya. Tapi mahal dan kurang efisien. Sesampainya di pabrik misalnya, air tadi mesti dipanaskan lagi untuk menyalakan mesin.

Pengembangan dan produksi listrik secara komersial di tahun 1880 memungkinkan energi dari pembakaran sekarang bisa dikirimkan ke sebuah grid kabel yang terorganisir, ditransfer dalam jarak jauh ke bangunan-bangunan perumahan dan komersial, untuk dipakai semaunya oleh si pemilik bangunan. Pemilik bangunan nggak perlu repot-repot lagi, karena energi yang dikirimkan ke mereka sudah siap pakai.

Mungkin sebelumnya lo nggak kepikiran bahwa pada dasarnya kabel listrik yang lo lihat di jalanan, tugas utamanya adalah mentransferkan energi hasil pembakaran nun jauh di sana ke rumah-rumah penduduk. Penduduknya udah nggak perlu repot bakar-bakar lagi, sekarang sudah ada energi pembakaran yang sudah dijinakkan, siap, efektif, dan serba guna.

Kini energi listrik bisa dikonversi menjadi hampir semua bentuk energi. Listrik bisa merebus air, mendinginkan es, menerangkan ruangan, buat telepon, bahkan menggerakan kereta. Listrik benar-benar telah menjadi pelayan manusia yang setia. The Power is On!

Gimana Sih Energi Listrik Dibangkitkan?

Energi listrik emang nggak eksis secara alamiah. Jadi, emang wajar aja kalo manusia pada awalnya masih sulit membayangkan cara kerja energi listrik. Nah, sekarang gua mau coba kasih penjelasan yang cukup sederhana. Sekarang, lo bayangin kembali mesin uap yang udah kita bahas sebelumnya. Gerakan naik turun piston karena digenjot oleh aliran uap hasil pembakaran yang kuat kan menghasilkan energi mekanik tuh. Nah, piston tadi dihubungkan lagi ke alat yang bisa mengkonversi energi mekanik menjadi energi listrik, yaitu generator.

Generator memanfaatkan prinsip induksi elektromagnetik yang disusun oleh Faraday dan Lenz. Hukum Faraday menyatakan bahwa perubahan fluks magnet yang melalui suatu kumparan akan menghasilkan tegangan di kumparan itu. Pada generator, bagian yang berputar merupakan magnet sehingga fluks magnet yang melalui kumparan diam akan berubah-ubah sehingga dihasilkan tegangan. Jadi, untuk menghasilkan tegangan dan arus listrik yang konstan, diperlukan sumber energi yang menyebabkan generator berputar secara terus-menerus.

Sumber energi yang menyebabkan generator muter bisa macem-macem. Kalo sumber energinya adalah aliran air deras yang memutar turbin, ya berarti listriknya dibangkitkan dari PLTA. Kalo dari aliran angin yang memutar kincir yang terhubung ke generator, yang berarti listriknya dibangkitkan dari PLTB Pembangkit Listrik Tenaga Bayu. Kalo pake tenaga uap, namanya PLTU. Energi kalor untuk memanaskan air menjadi uap panas ini berasal dari pembakaran bahan bakar minyak, gas, batu bara, reaksi fisi nuklir, panas matahari, atau dari panas bumi geothermal. Jadi, PLTN itu sebenarnya PLTU juga. Cuma beda di sumber energi primer bahan bakar aja.

Revolusi Transportasi

Tidak begitu lama setelah penggunaan bahan bakar fosil dan listrik komersial menjadi booming pada akhir abad ke-19, revolusi lain juga tengah berlangsung. Revolusi ini tidak bisa dilepaskan dari timeline sejarah energi pada peradaban manusia karena revolusi ini sangat mempengaruhi dinamika konsumsi energi manusia modern. Revolusi tersebut terjadi di sektor transportasi, yaitu diciptakannya kereta logam tak berkuda, yang kemudian kita sebut dengan mobil automobile. Mobil diproduksi secara massal dengan mesin silinder yang digerakkan oleh energi pembakaran bahan bakar fosil di dalamnya, lengkap dengan starter listrik.

Dengan tumbuhnya dunia industri, teknologi, dan transportasi pada kehidupan manusia modern, secara tidak langsung juga menciptakan kebutuhan untuk membakar yang lebih tinggi dari sebelumnya. Ini memotivasi para penambang bahan bakar fosil untuk terus menggali. Perusahaan yang berfokus untuk menggali, menyedot, dan mengangkut lebih banyak lagi harta karun energi bawah tanah kita menjelma menjadi kerajaan bisnis terbesar di dunia, yaitu dunia pertambangan bahan bakar fosil minyak, batu bara, gas alam.

Dinamika Konsumsi Energi Pada Peradaban Modern

Abad ke-19 tercatat sebagai ajang pembuktian kekuatan bahan bakar fosil dan dimulainya era ekonomi bahan bakar fosil. Abad ke-20 adalah masa peningkatan tren tersebut dengan meningkatnya konsumsi energi secara eksponensial dan pesatnya improvement teknologi di segala aspek kehidupan. Konsumsi batu bara tumbuh dari satu miliar ton per tahun pada 1910 menjadi hampir lima miliar pada tahun 1990. Konsumsi minyak bumi melonjak dari 10 juta ton per tahun di akhir 1880-an menjadi 3 miliar ton pada tahun 1990.

Konsumsi gas alam, yang baru booming banget dipake untuk pembangkit listrik setelah Perang Dunia Kedua, melonjak dari dua miliar kaki kubik per tahun pada tahun 1910 menjadi dua triliun pada tahun 1990. Semua itu terjadi hanya dalam kurun waktu seratus tahun saja. Padahal, pergeseran inovasi energi dan teknologi sebelum abad ke-19 memakan waktu ribuan hingga ratusan ribu tahun.

Lalu bagaimana dengan abad ke-21? Membakar harta karun energi bawah tanah kita untuk menghidupi dunia adalah inovasi berumur 200 tahun tapi masih menjadi cara utama manusia untuk memperoleh energi sampai hari ini.

Namun, pada abad ke-21 sekarang, dunia mulai berpikir apakah masih cukup aman bagi manusia untuk terus menggunakan bahan bakar fosil sebagai sumber utama energi? Ataukah sudah seharusnya menggunakan bahan energi dalam bentuk lain? Apakah betul konsumsi bahan bakar fosil yang berlebihan bisa mendatangkan malapetaka bagi manusia secara global? Jika hal tersebut terjadi, tentunya itu akan jadi masalah karena kita sekarang sudah sangat bergantung pada harta karun energi bawah tanah dan kelihatannya sangat sulit untuk melepaskan kecanduan tersebut.

Well, pada artikel kali ini, gua nggak bahas isu ketergantungan energi bahan bakar fosil lebih lanjut karena sebetulnya topik itu sendiri cukup kompleks. Di sisi lain, isu pengalihan sumber bahan bakar fosil menjadi sumber energi alternatif menjadi semakin membingungkan karena peralihan ini tentu akan berdampak besar pada ekonomi global, belum lagi ada kepentingan banyak perusahaan besar, kebijakan politik, dan lain-lain.

Nah, di artikel gua selanjutnya, gua janji akan ngebahas secara khusus ketergantungan manusia terhadap bahan bakar fosil, dan juga konsekuensinya, khususnya terhadap lingkungan global warming. Di tulisan itu nanti, gue akan bahas apa itu bahan bakar fosil, apakah betul global warming itu beneran terjadi, kenapa kok bisa penggunaan bahan bakar fosil mengakibatkan terjadinya global warming, sampe sejauh mana bahaya global warming bagi peradaban manusia. Oke deh, tahan dulu rasa penasaran lo, pastiin aja lo stay tuned terus di artikel gua untuk baca lanjutan kisah perjalanan manusia memanfaatkan energi.

Artikel ini gua harap bisa menambah pengetahuan lo tentang sejarah manusia untuk mengendalikan berbagai macam bentuk energi dan juga esensi energi itu sendiri. See you at next article!

Bagaimana Vaksin Bekerja Dan Menyelamatkan Jutaan Nyawa Manusia

Kalian pernah dengar nggak sih orang disekitar kalian menderita atau bahkan meninggal lantaran menghidap penyakit difteri, tetanus, polio, campak, gondongan, atau cacar variola. Kemungkinan besar kalian bakal jawab jarang banget iyakan? Atau mungkin kalian nggak pernah dengar sama sekali. Yah, manusia yang hidup dizaman sekarang bisa dibilang cukup beruntung. Bagaimana tidak?

Dijaman yang sudah canggih ini kita tak lagi mendengar suara batuk rejan yang akrab dengan sesak nafas yang tentunya akan sangat mematikan. Bahkan, kita tidak pernah lagi melihat anak kecil lumpuh lantaran menghidap penyakit polio. Dan kita tak perlu lagi melihat benjolan mengerikan disekujur tubuh penderita cacar variola. Bahkan, kita tidak lagi merasakan ketakutan akan wabah penyakit menular.

Padahal jika kita flashback, seabad yang lalu kira-kira 1,68 milyar orang dinyatakan meninggal akibat berbagai penyakit menular. Sungguh angka yang cukup besar akan dampak dari wabah penyakit menular, kecacatan dan kematian karena penyakit menular udah dianggap sebagai ujian hidup oleh nenek moyang kita. Namun, manusia berhasil melakukan intervensi, sehingga mampu meredam angka kematian, dan meraih salah satu pencapaian terbesar dibidang kesehatan yaitu, melalui Vaksin.

Berdasarkan data dari John Hopkins School of Health, WHO, dan Futures Institute, vaksinasi telah menyelamatkan sekitar 6,4 juta nyawa anak-anak dan mencegah 450 juta penyakit di lebih dari 70 negara berkembang selama abad ke-21. Dan dari dua vaksin saja, yaitu untuk pneumonia dan diare, kita bisa menghemat ongkos kesehatan sebesar 77,44 milyar Rupiah.

Berkat vaksin pula, manusia berhasil membuat penyakit cacar variola punah dari muka bumi ini. Semua pengalaman buruk akibat wabah penyakit ratusan tahun silam menjadi tidak relevan lagi pada masa sekarang. Kita sudah moved on.

Akan tetapi, saking suksesnya program vaksinasi ini, manusia modern kadang malah lupa betapa mengerikannya wabah penyakit dahulu dan peran vaksin itu sendiri. Sekarang mulai bermunculan kelompok yang meragukan atau bahkan menolak vaksinasi. Di negara-negara maju, terdapat 5-10% orang dengan keyakinan anti-vaksin yang kuat.

Di Indonesia sendiri, salah satu kasus terakhirnya adalah penolakan vaksin oleh beberapa sekolah di Yogyakarta di pertengahan 2017. Saya pribadi heran kenapa banyak orang menolak untuk divaksin. Padahal jika menolak vaksin sama aja dengan membangkitkan pembunuh berantai, saya harap kalian setuju dengan statement tersebut. Menolak vaksin adalah senjata biologis yang mampu merenggut nyawa jutaan manusia dan mengulang kembali malapetak yang seharusnya sudah menjadi mimpi buruk dimasa lampau.

Hal inilah yang membuat saya tertarik untuk menulis artikel mengenai vaksin. Dan kalau udah ngomongin vaksin, sepertinya banyak aspek yang harus dibahas, mulai dari komposisinya, teknik pembuatan, teknik pemberian, mitos-mitosnya dan lain sebagainya. Tapi saya sadar kalau saya nggak akan mungkin membahas semuanya dalalm konteks satu artikel saja. Yah, mudah-mudahan saja saya dapat membahas semua aspek lain dari vaksin diartikel-artikel saya selanjutnya.

Begitu mengerikannya dampak yang dibawa penyakit menular, rasanya penting banget untuk mengkaji ulang penyakit-penyakit tersebut, derita, dan kekacauan yang mereka sebabkan ke peradaban manusia sebelum adanya vaksinasi.

Nah pada artikel ini, saya ingin mengajak kalian semua menjelajahi waktu ke puluhan hingga ribuan tahun yang lalu. Kita akan kembali pada saat wabah-wabah terkenal dari penyakit menular berhasil memangkas jumlah populasi manusia. Lalu, kita akan menelaah bagaimana vaksin telah menjadi pahlawan dan membawa kita jauh dari masa kelam itu.

Cara Vaksin Bekerja

Vaksin adalah larutan yang berisi kuman penyakit yang bahasa ilmiahnya adalah patogen. Patogen tersebut mampu melemahkan salah satu bagian tubuh manusia dan jika patogennya sudah lumpuhkan maka secara otomatis vaksin relatif aman untuk orang yang dinyatakan sehat. Tak perlu khawatir vaksin cukup membuat tubuh bereaksi dan membentuk antibodi yang bersesuaian.

Antibodi sendiri merupakan memori tentang patogen dan penyakit yang ditimbulkannya. Pada dasarnya, tubuh baru membentuk antibodi kalau sudah terjangkiti suatu penyakit. Tapi dengan adanya sistem imunitas buatan melalui vaksin, tubuh kita bisa langsung proaktif memerangi sebuah patogen karena udah ada informasinya, walaupun kita belum pernah menderita penyakit patogen itu sebelumnya.

Nah, kalau dianalogikan, vaksin ini seperti seorang anggota geng kriminal yang terciduk oleh petugas keamanan, lalu diarak keliling desa biar seisi desa pada tau, mengingat ciri-ciri, dan potensi ancaman geng kriminal itu. Keberadaan anggota geng yang sudah terciduk itu tidak lagi berbahaya bagi keamanan desa. Justru, warga desa jadi lebih sigap jika suatu ketika ada anggota lain dari geng kriminal yang sama melakukan aksi kejahatan.

Nih ya, di desa sebelah, dia bikin onar. Kalau suatu hari kalian liat komplotannya masuk ke desa kita, jangan cuma diam, jelas kita akan langsung bertindak. Jika kalian kurang memahami, berikut video singakat bagaimana vaksin itu bekerja. 

Vaksin Memiliki Manfaat Yang Unik

Kita tau bahwa memang tidak semua manusia bisa divaksinisasi. Meskipun pemberian patogen yang sudah dilemahkan tidak akan membahayakan orang sehat, namun vaksinisasi tidak dapat diberikan kepada orang yang imunitasnya sangat rentan atau lemah, yah seperti orang yang sedang sakitan, wanita hamil dan menyusui, lansia, pengidap kanker yang sedang menjalani kemoterapi dan lain sebagainya.

Untungnya, vaksinisai memiliki manfaat yang unik. Vaksin tidak hanyak mampu memberikan kekebalan individual pada orang yang telah divaksin, tetapi juga dapat melindungi orang yang berada dekat dengannya. Nah, hal ini biasa disebut dengan imunitas komunitas atau herd immunity. Biar lebih jelasnya, coba deh tonton animasi singkat berikut ini.

Melalui imunitas komunitas, semakin banyak orang yang divaksinasi hingga 70-90% orang dalam satu populasi, kejadian penyakit cukup terisolir dan penyebarannya terhambat. Penghentian penyebaran penyakit ini mirip dengan jika banyak orang memakai payung yang cukup besar di tengah hujan, maka beberapa orang yang tidak memakai payung pun akan ikut terlindungi dari hujan. Semakin tinggi tingkat vaksinasi, orang yang tidak dapat menerima vaksin pun ikut terlindungi.

Baiklah, kalau begini saya rasa kalian sudah paham bagaimana mekanisme vaksin dan herd immunity, sekarang kita bisa mulai penjelajahan waktu kita ke masa-masa penting dalam sejarah saat wabah penyakit menular menyerang dan saat vaksinnya dibuat.

Cacar Variola

Perlu kalian perhatikan, bahwa cacar variola ini berbeda dengan cacar air yang masih bisa kita lihat sekarang. Cacar ini disebabkan oleh virus variola yang bersifat mematikan. Sedangkan untuk cacar air dapat disebabkan oleh virus Varicella Zosters yang tidak mematikan bahkan gejala virus ini lebih ringan. Yah seperti, flu yang disertai benjolan terhadap kulit.

Dari sumber yang saya kutip, untuk penyakit seperti sangat kecil untuk dapat disembuhkan, bahkan 30 persen penderita cacar variola kemungkinan besar dinyatakan meninggal. Mirisinya lagi, bagi sih penderita yang berhasil menghindari kematian akibat penyakit mematikan ini, sih penderita akan mengalami komplikasi cacat wajah bahkan mengalami kebutaaan. Waduhhh serem amat yak?

Melihat gambar yang saya tampilkan tentu kalian berpikir ini mungkin terjadi beribu tahun yang lalu, untuk itu cacar variola merupakan suatu malapetaka yang peninggalanya dapat ditemukan pada hampir semua kebudayaan dan peradaban di dunia. Saking ngerinya, kecacatan dan kematian akibat penyakit ini banyak diabadikan dalam seni dan literatus oleh berbagai bangsa dan peradaban.

Bahkan penyakit seperti ini digadang-gadang sebagai salah satu penyebab runtuhnya kekaisaran Romawi.  Dan penyakit ini juga lah yang menyebabkan kematian 90% penduduk asli Amerika pada abad ke-16 dan telah mengubah tatanan geopolitik karena kemampuannya untuk membunuh raja-raja dan menghentikan mobilisasi pasukan-pasukan kerajaan.

Pada abad ke-18, sepertiga kebutaan penduduk Eropa disebabkan oleh komplikasi cacar variola. Pada akhir abad ke-19 di Vietnam, 95% remaja memiliki cacat wajah dan 90% dari orang buta mengalami kebutaan akibat cacar variola. Sepanjang abad ke-20 sendiri, penyakit ini merupakan pembunuh nomer wahid di antara penyakit-penyakit menular lainnya yang merampas 400 juta nyawa, kebanyakan adalah anak-anak.

  • Vaksin Cacar Variola

Pencegahan penyakit ini sebenarnya merupakan sejarah upaya vaksinasi pertama di dunia, bahkan sebelum istilah vaksinasi sendiri dibuat. Cacar Variola adalah penyakit menular pertama yang memiliki vaksin yang telah teruji secara ilmiah dan sukses diimplementasikan pada manusia.

Pada 1796, ilmuwan Edward Jenner menyuntikkan material yang diambil dari virus cacar sapi ke seorang anak berusia delapan tahun dengan harapan bahwa penyuntikan itu akan memberikan perlindungan yang diperlukan untuk menyelamatkan orang-orang dari wabah cacar Variola. Dan hasilnya sukses. Si anak menjadi kebal terhadap penyakit cacar yang sedang merebak dan momen itu menjadi kelahiran vaksin modern pertama di dunia kesehatan.

Sejak 1805 di Rusia dan 1853 di Inggris, vaksinasi cacar modern menggunakan material virus cacar sapi telah dilakukan. Melalui program WHO, kasus kejadian cacar variola yang terakhir tercatat pada tahun 1977-1978. Itu pun terjadi karena kecelakaan lab di Birmingham, Inggris. Pada 1980, WHO secara resmi mengumumkan penyakit cacar variola telah berhasil diberantas dan menjadi satu-satunya penyakit yang dapat dipunahkan oleh manusia.

Saat ini, virus Variola hanya ada di dua tempat saja, yaitu di laboratorium pusat CDC Pusat Pencegahan Penyakit di Atlanta, Amerika Serikat, dan di Pusat Penelitian Virologi dan Bioteknologi Pemerintah Federasi Rusia Vector, Novosibirsk, Siberia, Rusia. Di kedua fasilitas ini, virus Variola bahkan dijaga ketat oleh pasukan militer. Akses ke dua sampel virus variola terakhir di muka bumi ini dijaga ketat karena berpotensi menjadi senjata biologis.

Polio

Polio atau Poliomyelistis adalah penyakit peradangan sumsum saraf abu-abu pada sistem saraf. Penyakit seperti ini dapat disebabkan oleh infeksi poliovirus pada usus yang menular lewat mulut dan makanan. Umumnya, gejala penyakit ini adalah sering merasa pusing, demam ringan dan mual.

Jika hal ini sudah dirasa semakin parah, maka virus ini akan memasuki pembulu darah dan bergerak kebatang otang serta susunan saraf pusat. Lalu, menyerang sel saraf yang bertanggung jawab untuk menggerakan otot-otot dan sehingga dapat menyebabkan kelumpuhan yang tak dapat disembuhkan.

Wihh, Penyakit seperti dikenal sebagai penyebab kelumpuhan pada anak-anak, namun bukan berarti penyakit ini tidak dapat menyerang orang dewasa. Bener banget, penyakit ini bisa saja menyerang siapapun. Ketika sudah menyerang batang otak, penyakit ini bisa mengganggu sistem penapasan. Seseorang yang telah mengidap penyakit ini harus bener-benar dirawat. Sebab, gangguan pernapasan ini dapat menyebab kan kematian.

Pada 1952, terjadi wabah Polio terburuk yang menyerang 52.000 anak-anak di Amerika Serikat. Separuhnya menjadi cacat dan 3000 di antaranya meninggal. Kasus polio yang paling terkenal dialami salah satu Presiden Amerika Serikat, yaitu Franklin Delano Roosevelt. Beliau terkena penyakit ini saat berumur 39 tahun, dan hampir meninggal karena penyakit ini. Kedua kakinya lumpuh selama sisa hidupnya.

  • Vaksin Polio

Penemuan vaksin akan penyakit ini ditemukan oleh Jonas Salk dan di sambut baik oleh dunia. Penemuan vaksin ini di umumkan di konferensi pers dan menjadi headline berita di majalah, koran dan semua saluran tv di dunia. Vaksin polio berisi virus polio yang sudah dilemahkan.

Berkat Jonas angka akan kematian penyakit polio turun menjadi dibwah 1000 kasus saja khususnya di Amerika Serikat, fenomena penyakit ini terjadi pada tahun 1961. Setelah 10 tahun kemudian, berkat pengenalan vaksin tetes polio, angka kejadian polio di Amerika Serikat kemabali menungkik tajam namun hanya mencapai dua digit saja.

Campak

Campak atau measles dapat disebabkan oleh infeksi Morbilivirus. Gejalanya meliputi demam dan kecapekan, batuk, radang mata, dan ruam atau kulit yang kemerahan dengan pola yang khas. Penyakit ini menjangkiti anak-anak dengan gejala yang ringan. Namun penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi berkelanjutan seperti diare, radang telinga, batuk hebat, paru-paru basah, dan radang otak akut.

Radang otak akut dapat terjadi pada 1 dari 1000 kasus Campak, dan dapat menyebabkan kerusakan otak permanen. Kerusakan otak tersebut berupa penurunan kecerdasan, kemunduran perilaku, dan kejang-kejang berkelanjutan bahkan setelah 7-10 tahun setelah penyakit ini terjadi, hingga kematian.

Sebelum adanya vaksinasi, campak merupakan penyakit biasa yang umum terjadi, terutama pada anak usia sekolah. 90% manusia sebelum adanya vaksinasi pernah menderita penyakit ini. Musibah kecacatan dan kematian karena campak dianggap sebagai ujian kehidupan belaka pada masa lalu. Sepanjang abad ke-20, campak telah merenggut 96,7 juta nyawa di seluruh dunia.

  • Vaksin Campak

Vaksin campak ditemukan di Amerika Serikat pada 1963 yang membuat Amerika Serikat menjadi negara pertama yang memiliki jadwal vaksin rutin untuk campak. Setelah penggunaan vaksin selama beberapa tahun saja, angka kejadian penyakit campak telah berkurang secara signifikan. Secara global, angka kematian campak sudah berkurang sampai 90% pada tahun 2010, dengan angka kematian yang masih terus menurun dari 750.000 kematian per tahun pada tahun 2000, menjadi 197.000 kematian per tahun pada tahun 2007.

Gondongan

Gondongan disebabkan oleh Rubulavirus. Gondongan atau mumps adalah salah satu penyakit kuno yang menyerang susunan saraf pusat dan menyebabkan radang buah zakar serta kemandulan pada laki-laki. Karena menyerang saraf pusat, 10% dari mereka yang terserang penyakit ini akan mengalami peradangan selaput otak meningitis aseptic ringan. Namun 0.3% dari mereka yang terkena gondongan dapat meninggal akibat peradangan jaringan otak ensefalitis. Selain itu, penyakit ini juga sering menyebabkan komplikasi, berupa ketulian.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa epidemi gondongan telah terjadi di seluruh dunia sejak abad ke-18. Wabah penyakit ini juga pernah menyerang pasukan Amerika Serikat saat perang sipil dan saat perang dunia pertama dengan dampak yang cukup besar.

  • Vaksin Gondongan

Vaksin untuk Gondongan berhasil dikembangkan pada 1951 menggunakan virus yang di non-aktifkan menggunakan formalin. Vaksinasi gondongan kemudian diwajibkan sejak tahun 1968. Sejak saat itu, angka kejadian Gondongan turun sampai 50%. Ongkos kesehatan dari penyakit ini turun sampai 85% sejak pengenalan vaksin MMR measles, mumps, rubella saja pada tahun 90-an. Angka kejadian gondongan sejak saat itu terus menukik tajam.

Rubella

Rubella awalnya dianggap sebagai penyakit yang ringan saja dan dapat terjadi hanya kepada orang dewasa. Namun pada 1941 ditemukan bahwa penyakit ini dapat menyebabkan katarak pada anak-anak yang lahir dari mereka yang hamil saat terserang virus Rubella. Dan sejak saat itu, bahaya Rubella pada wanita hamil dan keturunannya telah diteliti dan diketahui tidak hanya menyerang penglihatan saja. Kecacatan akibat Rubella ternyata juga menyerang organ pendengaran dan jantung. Namun pada beberapa kasus, penyakit ini dapat juga menyebabkan radang otak ensefalitis, mengecilnya kepala bayi mikrosefali, keterbelakangan mental, dan autisme.

  • Vaksin Rubella

Perkembangan vaksin Rubella dimulai pada tahun 1962-1963 ketika badan-badan kesehatan dunia saat itu memprediksi akan terjadi wabah Rubella. Vaksin virus ini pun berhasil dibuat pada 1967. Karena begitu cepatnya reaksi dunia atas bahaya Rubella serta pesatnya perkembangan vaksin untuk penyakit ini, wabah yang sempat muncul pada pertengahan tahun 60-an berhasil dicegah, dan pada tahun 2000-an penyakit ini sudah punah di negara-negara barat.

Difteri, Tetanus dan Pertusis

Difteri : dapat disebakan oleh bakteri yang dalam bahasi ilmiahnya disebut Corynebacterium diphtheriae. Nah, buat kalian yang belum tau, jadi difteri ini merupakan penyakit yang menyerang saluran nafas atas dan tentunya sangat membahyakan nyawa bagi sih penderitannya. Penyakit ini menyebabkan peradangan lapisan dalam rongga tubuh sehingga terjadi penumpukan material yang dapat menghalangi saluran nafas, hal ini sangat umum terjadi kepada anak-anak.

Kematian akan penyakit ini pun dapat terjadi setelah sih penderita kehibisa nafas, mirisnya sih penderita akan kehabisan nafas secara perlahan. Nah, pada akhir abad ke 19, terdapat 1oo.ooo kasus penyakit difteri setiap tahunya dan negara Amerika Serikat menyumbang angka kematian terbanyak sekitar 15 persen.

Tetanus : disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani Kejadian penyakit Tetanus sudah diketahui sejak jaman Yunani kuno, dan namanya sendiri pun berasal dari bahasa Yunani. Penyakit ini menyebabkan kejang otot karena infeksi luka. Awalnya terjadi kejang otot di sekitar leher dan rahang, tapi dapat menyebar dengat cepat dan menyebabkan kematian karena kerusakan otot pernafasan dan saraf otonom. Penyakit ini telah dapat menjadi sumber kematian manusia yang cukup signifikan selama beberapa dekade.

Pertussis : disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis. Pertussis atau batuk rejan adalah penyakit saluran pernafasan atas yang sering mewabah, mudah ditularkan, dan menyebabkan angka kematian yang cukup tinggi. Penderita penyakit ini batuk kuat terus-menerus. Suara batuknya khas karena si penderita susah bernapas akibat tertutupnya pangkal tenggorok. Penyakit ini umumnya menyerang anak kecil. Sepanjang abad ke-20, ketiga penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini telah merampas lebih dari 100 juta nyawa.

  • Vaksin Terhadap Difteri, Tetanus dan Pertusis

Perkembangan ketiga vaksin ini tidak bisa dilepaskan dari perkembangan toksoid, yaitu partikel racun yang sudah di non-aktifkan. Pada 1907, ditemukan bahwa partikel racun ini dapat memicu kekebalan pada kelinci percobaan. Selama 50 tahun kemudian, produk ini berhasil ditingkatkan kemurniannya dan dikurangkan dosisnya untuk kebutuhan vaksinasi.

Sejak 1974, vaksin kombinasi DTP berhasil dibuat dan menjadi vaksin wajib di Indonesia sejak 1996. Penyakit Difteri, Tetanus, dan Pertusis sempat menjadi contoh kesuksesan awal penanggulangan infeksi bakteri berat dengan cara vaksinasi aktif. Vaksin DTP berhasil menurunkan angka kematian sampai 50% dalam beberapa tahun awal pembuatan vaksin.

Walaupun begitu, ketakutan atas penggunaan bahan toksoid dan ketakutan lain terhadap vaksin sempat menurunkan tingkat vaksinasi ketiga penyakit ini pada tahun 1978 dari 79% ke 31% dan menyebabkan 102.500 anak terserang penyakit dengan 36 kematian di Inggris. Sampai hari ini, angka kejadian penyakit dan angka kematian akibat Pertussis dapat mencapai 10-100 kali lipat di daerah-daerah yang menolak vaksin ini.

Kasus penyakit pertusis atau batuk rejan whooping cough di Amerika Serikat yang sempat menurun tajam sejak adanya vaksinasi, kembali meningkat seiring berkembangnya gerakan anti-vaksin. Pesan saya, isi ringkasan dari dampak manfaat vaksin dalam menyelamatkan jutaan nyawa manusia juga bisa kalian tonton dalam format video singkat berikut ini :

Kenapa Ada Orang Yang Menolak Vaksin?

Oke, ketika sudah kembali ke masa lalu, saya harap kalian bisa memahami betapa mengerikannya bencana akibat penyakit menular dan bagaimana vaksin berperan besar menumpas wabah penyakit menular. Padahal udah menyelamatkan jutaan jiwa, kenapa masih ada aja yang meragukan dan menolak vaksin? Sejarah mencatat bahwa penolakan vaksinasi sudah ada sejak vaksinasi pertama kali ada.

Penemuan vaksin cacar Variola adalah tonggak bersejarah dalam dunia kesehatan. Tapi saat itu, ada yang menolak vaksin cacar Variola karena takut dirinya akan berubah menjadi sapi mengingat vaksin cacar Variola menggunakan material virus cacar sapi.

Sikap meragukan dan menolak vaksin berlanjut saat program vaksinasi baru berlangsung selama satu generasi. Padahal saat itu kejadian cacar di Amerika dan Eropa sudah mulai menurun tajam lho. Para penolak vaksin saat itu kebanyakan berasal dari kelas menengah baru yang menganggap bahwa vaksinasi merupakan pelanggaran terhadap privasi dan hak atas tubuh mereka. Ini kan tubuh saya, suka-suka saya dong mau diapain. Dan anda nggak berhak minta saya menerima suntikan cairan berisi kuman penyakit!

Golongan lain yang mempertanyakan vaksinasi sejak jaman itu adalah para dokter yang khawatir kehilangan pemasukan, pendukung konsep Malthusianisme yang menganggap bahwa cacar variola merupakan suatu bentuk kontrol populasi alami yang seharusnya dibiarkan saja, dan para pemuka agama yang melihat vaksinasi sebagai upaya untuk melawan rencana Tuhan.

Dapat dilihat kalo alasan penolakan vaksin sangatlah beragam. Tapi pada akhirnya, sikap mendukung atau menolak vaksin bergantung pada tingkat pemahaman dan kepercayaan seseorang terhadap ilmu dan kompetensi otoritas medis. Sayangnya, tingkat kepercayaan ini bergeser seiring meningkatnya konsumerisme, di mana seorang individu dapat berperan lebih aktif dalam pengambilan keputusan medis.

Mereka berhak menolak sebuah perawatan karena alasan pribadi walaupun sudah disuguhkan bukti-bukti ilmiah yang valid. Tidak dipungkiri pula, media ikut berperan menyebarkan miskonsepsi tentang vaksin yang mengundang debat kusir tanpa bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Keengganan dan penolakan bervaksin juga muncul akibat amnesia generasional, di mana sebuah masalah terlupakan akibat tidak adanya transfer pengetahuan tentang suatu kejadian karena kecilnya relevansi kejadian tersebut terhadap generasi yang akan datang. Ini maksudnya seperti yang gue sebutkan di awal. Saking berhasilnya program vaksinasi, kita kadang lupa betapa mengerikannya bahaya suatu penyakit menular.

Sebagai contoh, sebelum adanya vaksin Campak pada tahun 1963, hampir setiap anak akan terjangkit campak, gak peduli status sosial dan tempat tinggalnya. Namun semua berubah sejak adanya vaksinasi, kejadian campak menjadi semakin jarang terjadi. Kemudian terciptalah satu generasi yang seumur hidupnya tidak pernah tau satu orang pun yang terkena campak. Lambat laun, penyakit dan risiko campak pun terlupakan. Mereka pun akhirnya lupa atas jasa vaksin campak.

Bahaya Penolakan Vaksin

Ketika kalian sudah mengerti mekanisme vaksin dan herd immunity serta sejarah wabah penyakit dan vaksinasinya, saya rasa kalian bisa menalar sendiri bahaya dari penolakan vaksin, yaitu kemunculan kembali penyakit-penyakit serta komplikasinya yang setelah sekian lama berhasil dicegah. Menolak vaksin tidak hanya membahayakan individu penolak, tapi juga membahayakan orang lain.

Contohnya, kasus Polio. Indonesia pernah dinyatakan bebas polio pada periode 1995-2005. Lalu pada 2005, status itu mesti ditarik ketika seorang balita di Jawa Barat positif dinyatakan terjangkit polio. Padahal sudah satu dekade kasus polio tidak terjadi lagi di Indonesia. Berdasarkan penyelidikan, virus polio ini berasal dari Nigeria, negara dengan gerakan anti-vaksin yang cukup mengkhawatirkan.

Akibat satu kejadian di Jawa Barat tersebut, virus polio menyebar ke berbagai daerah lain di Indonesia. Angka kejadian polio menukik tajam menjadi 349 kasus selama 2006 saja. Bayangkan, hanya dari 1 kasus aja, merembet ke ratusan kasus lainnya.

Untungnya, berkat kerja keras petugas dan berbagai badan kesehatan, Indonesia kembali dinyatakan bebas polio sejak 2014 lalu. Pengalaman bangkitnya kembali polio pada 2005 lalu seharusnya menjadi pelajaran pentingnya untuk meneruskan program imunisasi, bahkan setelah sebuah penyakit menular berhasil ditekan penyebarannya.

Di sinilah pentingnya untuk terus meningkatkan pemahaman dan kepercayaan terhadap dunia medis. Selain itu, kita juga harus menyadari bahwa vaksinasi merupakan tanggung jawab sosial. Sudah menjadi tugas seseorang sebagai bagian dari masyarakat untuk turut menjaga imunitas kelompok. Di negara maju sendiri, ada golongan orang tua yang dengan sengaja memvaksinasi anak-anaknya bukan hanya untuk melindungi diri mereka saja, namun juga untuk banyak orang lain.

Vaksinasi memang mengorbankan hak atau kontrol seseorang terhadap tubuh sendiri atau anaknya, demi melindungi orang lain, mencegah kecacatan dan kematian yang ke depannya malah akan membebani masyarakat. Sebuah langkah kecil yang dapat menyelamatkan jutaan jiwa. Dan demikianlah pembahasan saya tentang vaksin, mungkin dengan kalian membaca artikel dapat membuka mata kalian bahwa sebenarnya vaksin itu tidak sama sekali berbahaya untuk dilakukan.