Meski Terdengar Aneh Ternyata Fenomena Hamil Palsu Benar Adanya, Berikut Penjelasannya

Kehamilan merupakan hal yang paling dinantikan oleh setiap pasangan, terlebih bagi mereka yang sangat mendambakan kehadiran seorang anak. Sayangnya, kehamilan nggak selalu datang secepat yang diharapkan. Banyak pasangan yang harus ikhlas menunggu hingga bertahun-tahun lamanya untuk mendapat keturunan yang sudah menjadi takdirnya.

Uniknya, ada kondisi di mana beberapa wanita meyakini bahwa dirinya sedang hamil, padahal kenyataannya nggak. Biasanya mereka mengalami beberapa keluhan seperti yang dirasakan oleh wanita hamil pada umumnya, seperti kenaikan berat badan, mual, dan sakit punggung.

Namun, saat dilakukan pemeriksaan oleh dokter, nggak ditemukan adanya janin di dalam kandungan. Lho, kok bisa, ya? Fenomena langka ini terjadi pada 6 di antara 22.000 wanita. Nah, agar Mama bisa membedakan tanda kehamilan asli dan palsu, simaklah beberapa hal penting mengenai pseudocyesis berikut ini

Penjelasan Mengenai Pseudocyesis

Pseudocyesis adalah suatu kondisi dimana seseorang perempuan yang tidak hamil merasa atau percaya bahwa dirinya sedang hamil, meskipun tidak ada bukti nyata yang mengatakan bahwa dia sedang hamil. Kondisi seperti itu tidak dalam sepenuhnya dijelaskan, tapi para ahli percaya penyebab utamanya adalah masalah emosional dan psikologis.

Para ahli psikologis percaya bahwa perempuan yang mengalami kehamilan palsu memiliki keinginan yang sangat kuat untuk hamil, sehingga dirinya merasa mengalami proses kehamilan. Nah, hal sedemikian ini biasanya terjadi saat ada seseorang didekatnya yang sedang hamil. Kebanyakan kasus hamil palsu dialami oleh wanita menjelang usia 40 tahun yang belum pernah hamil. Selain itu hamil palsu akan kerap terjadi pada ibu yang mengalami keguguran.

Ketika seorang wanita merasakan keinginan atau bahkan ketakutan yang kuat akan kehamilan, maka otak wanita tersebut salah menginterpretasikan sinyal sebagai kehamilan, lalu memicu pelepasan hormon seperti estrogen dan prolaktin yang dapat memicu timbulnya gejala kehamilan yang sebenarnya. Beberapa peneliti juga menyatakan bahwa kemiskinan, kurangnya pendidikan, pelecehan seksual atau masalah hubungan mungkin memainkan peran sebagai pemicu kehamilan palsu.

Penyebab dan Gejala Dari Hamil Palsu?

Hamil palsu menurut Womenshealt adalah kondisi saat seorang wanita merasa dirinya hamil dan merasakan tanda-tanda kehamilan padahal sesungguhnya dia tidak hamil. Belum ada penelitian yang berhasil menemukan penyebab hamil palsu ini. Para ahli meyakini bahwa situasi ini muncul akibat adanya ketidakseimbangan hormon akibat rasa cemas, stres yang berlebihan yang ditimbulkan oleh faktor keadaan atau keinginan untuk memiliki keturunan yang sangat besar.

Hati-hati hamil palsu bila anda adalah wanita berusia 40 tahun ke atas dan belum memiliki keturunan atau belum pernah hamil sama sekali. Kemungkinan desakan lingkungan yang selalu mempertanyakan tentang anak atau faktor psikologis yang berasal dari dalam diri anda sendiri dapat memunculkan tanda-tanda kehamilan semu.

Gejala yang dialami oleh wanita yang mengalami hamil palsu sama dengan wanita hamil pada umumnya, hanya saja saat di periksa urin dan di USG tidak tampak adanya janin ataupun kehamilan. Terlambat haid bisa dialami oleh wanita yang mengalami hamil palsu. Contohnya adalah nyeri pada payudara, mual, morning sickness serta adanya kenaikan berat badan. Hati-hati hamil palsu, segera lakukan tes urin atau pemeriksaan dokter. Jangan biarkan berlarut-larut hingga memupuk harapan yang lebih besar, dan mengalami kekecewaan setelah penantian panjang.

Pseudocyesis sering menyerupai kehamilan yang sesungguhnya, dalam segala hal, kecuali kehadiran jabang bayi. Pada semua kasus pseudocyesis yang terjadi, wanita benar-benar yakin bahwa ia hamil. Secara fisik, gejala yang paling umum adalah perut yang buncit, mirip seperti sedang mengandung bayi. Perut dapat mulai membesar seperti halnya kehamilan ketika bayi mulai tumbuh dan berkembang. Selama hamil palsu, pembesaran perut ini bukan disebabkan oleh adanya bayi, melainkan disebabkan oleh penumpukan:

  • Gas
  • Lemak
  • Kotoran
  • Air seni

Ketidakteraturan siklus menstruasi wanita adalah gejala fisik kedua yang paling umum. Sekitar setengah dari wanita yang mengalami hamil palsu melaporkan adanya perasaan bayi bergerak. Banyak dari mereka juga mengatakan bahwa ada juga perasaan bayi menendang, meskipun pada kenyataannya tidak pernah ada bayi di sana. Gejala lain yang dapat terjadi pada kehamilan palsu mirip dengan gejala hamil yang sebenarnya, yaitu:

  • Morning sickness dan muntah
  • Payudara nyeri
  • Perubahan payudara (termasuk ukuran dan pigmentasi)
  • Laktasi, payudara mengeluarkan air susu
  • Berat badan naik
  • Pusar mencuat keluar
  • Nafsu makan meningkat
  • Pembesaran uterus
  • Pelunakan serviks

Gejala ini sangat menyerupai keadaan wanita yang benar-benar hamil, sehingga dokter terkadang dapat tertipu. Sedangkan untuk tanda kehamilan pasti dapat diketahui dengan beberapa tanda-tanda di bawah ini :

  • Adanya Gerakan Janin

Gerakan janin yang dapat terasa dan terlihat menggunakan alat kedokteran akan memastikan janin di dalam kandungan. Selain itu dapat membantu mengetahui usia kehamilan dan kehamilan yang sehat. Setiap individu berbeda sehingga pemeriksaan dan konsultasi ke dokter kandungan dan juga bidan sangat diperlukan.

  • Mendengar Detak Jantung Janin

Memasuki usia akhir trimester pertama , detak jantung bayi sudah mulai dapat dirasakan.Dokter kandungan atau bidan akan memberi tahu detak jantung janin berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan . Pada awal perkembangan embrio menjadi janin , detak jantung janin lebih cepat dibandingkan dengan ibu.Kondisi ini alamiah dan wajar terjadi pada janin di usia trimester pertama.

Dengan demikian kehamilan palsu sangat mungkin dialami oleh wanita diantaranya adalah wanita 40 tahun ke atas yang menginginkan kehamilan, wanita yang menginginkan kehamilan dan wanita yang segera ingin mempunyai anak karena dipengaruhi faktor lingkungan. Untuk menghindari kekecewaan anda sebaiknya periksakan ke dokter tentang gejala yang muncul sehingga memastikan kehamilan anda.

Ketika wanita meyakinkan bahwa dirinya sedang hamil padahal sebenarnya tidak mengalami kehamilan maka dokter harus dapat memberikan informasinya dengan cara hati-hati, terlebih bagi yang sudah mengharapkan buah hati yang lama.

Memeriksa Kehamilan Palsu

Untuk dapat menentukan apakah seorang wanita mengalami kehamilan palsu atau tidak, para ahl biasanya akan mengevaluasi gejalannya, salah satu cara yang sering dipakai ialah melalukan pemerikaan panggul dan USG pada perut tes yang sama dengan yang biasanya dilakukan untuk mendeteksi dan memeriksa bayi dalam kehamilan normal.

Kadang-kadang, beberapa perubahan fisik yang umum terjadi pada kehamilan normal. Terjadi pula pada wanita yang mengalami kehamilan palsu, seperti rahim yang membesar dan leher rahim yang melunak. Tes urine akan selalu memberi hasil negatif, kecuali jika ada kanker langka yang memproduksi hormon yang mirip dengan hormon kehamilan. Kondisi medis tertentu juga dapat meniru tanda-tanda dan gejala kehamilan, termasuk kehamilan ektopik, obesitas, morbid dan kanker. Dan berikut adalah 4 kehamilan lainnya yang harus anda pahami. 

  • Kehamilan Ektopik (Hamil di Luar Kandungan)

Kehamilan yang terjadi dimana sel telur yang telah berhasil dibuahi berimplantasi (menempel) dan tumbuh di tempat yang tidak seharusnya. Tempat berkembang seharusnya sel telur yang telah dibuahi tersebut adalah dinding rahim. Namun pada kondisi tertentu, misalnya transportasi sel telur yang telah dibuahi tidak lancar karena gangguan anatomi ataupun ada kerusakan dari hasil pembuahan itu sendiri.

Saat belum terganggu, kehamilan ektopik dapat menunjukkan gejala yang serupa dengan kehamilan biasa seperti mual, muntah, dan rasa cepat lelah. Pada kondisi ini bila dilakukan tes kehamilan cepat, maka akan memberikan hasil positif karena walaupun berada di tempat yang tidak semestinya, sel yang telah terbuahi akan tetap menghasilkan hormon beta hCG.

  • Mola Hidatidosa (Hamil Anggur)

Istilah hamil anggur lebih sering digunakan oleh masyarakat karena penampakan kehamilan ini lewat pencitraan USG menghasilkan gambaran serupa buah anggur. Pada dasarnya, “anggur” yang terbentuk merupakan neoplasma jinak dari hasil pembuahan yang mengalami kegagalan dalam perkembangannya sehingga mengakibatkan beberapa bagian terluarnyanya (juga disebut sebagai vili) menggelembung menyerupai buah anggur.

Gejala khas dari hamil anggur ini adalah ukuran pembesaran perut yang sangat cepat dan melebihi masa kehamilan. Tanpa gejala spesifik yang lain, hamil anggur menunjukkan hasil uji testpack positif. Bahkan bila diuji kadar hormon beta hCG darahnya, maka akan menunjukkan peningkatan yang abnormal.

  • Misscarriage (keguguran)

Penyebab hasil palsu tes kehamilan lainnya adalah keguguran. Pada kondisi ini sebenarnya kehamilan memang telah terjadi, namun karena sebab tertentu, terjadi peluruhan (keguguran). Kejadian keguguran ada yang disadari bila perkembangan calon janin telah cukup besar, namun ada juga yang tidak disadari (seringkali seperti menstruasi biasa) karena tidak disertai dengan gejala yang lebih spesifik. Hingga beberapa waktu setelah keguguran, kadar beta hCG masih ditemukan tinggi dalam tubuh sehingga dapat merancukan hasil tes.

  • Hasil False Positif

Testpack yang beredar di pasaran memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang beragam. Nilai yang menentukan kejadian false positif (positif palsu) adalah spesifisitas alat. Spesifisitas alat tes kehamilan yang beredar di pasaran adalah berkisar antara 94-99%. Karenanya tetap ada kemungkinan bahwa hasil tes yang dilakukan tidak akurat.

Kondisi-kondisi di atas merupakan kondisi yang paling sering ditemui di masyarakat yang merancukan kondisi kehamilan. Karenanya, lebih waspadalah dalam melakukan tes kehamilan dan tetap konfirmasi kembali ke fasilitas kesehatan yang terpercaya.

Cara Menangani Hamil Palsu

Sejatinya, Hamil palsu sudah terjadi sejak 300 tahun sebelum Masehi saat ahli pengobatan Yunani kuno Hippocrates didatangi oleh 12 orang wanita yang merasa mengalami kehamilan. Kasus hamil palsu ini pernah dialami oleh Mary Tudor seorang Ratu Perancis pada awal tahun 1500. Kemunculannya juga dipengaruhi oleh faktor budaya seperti yang dialami oleh beberapa orang wanita di Afrika.

Di negara yang mayoritas berkulit gelap itu, anak merupakan harta yang berharga dan penerus generasi, sehingga keinginan memiliki keturunan begitu tinggi. Keinginan yang tinggi menyebabkan sebagian wanita mengalami khayalan dan imajinasi yang akhirnya mendorong terjadinya hamil palsu.

Jika dalam adat Jawa, kehamilan seperti ini sering dikaitkan dengan mitos-mitos tertentu seperti santet, bayi yang dikandung dipindah ke perempuan lain, dan guna-guna. Padahal, sejatinya ibu sedang mengidap hamil anggur. Terkadang, kurangnya pengetahuan keluarga bisa menyebabkan konflik dengan warga yang tertuduh karena  anggapan seperti ini.

Penanganan wanita pseudocyesis ini adalah dengan terapi psikologis. Ibu perlu diyakinkan bahwa dirinya tidak hamil dengan menunjukkan hasil pemeriksaan. Tanda wanita hamil yang dialaminya hanyalah akibat keinginan memiliki buah hati yang belum terpenuhi. Di sisi lain, keluarga perlu menggali penyebab stres yang dialami ibu dan mencari solusinya.

Pemberian obat-obatan hanya untuk penyembuhan beberapa gejala seperti melancarkan haid, pemenuhan nutrisi (apabila ibu terus mual-muntah), dan pemberian obat mual. Sedangkan untuk menyembuhkan kelainan secara keseluruhan belum ditemukan.Sampai detik ini, penanganan masih pada tahap psikologis.

Pihak medis juga perlu mencermati kemungkinan lain dari ibu yang merasakan ciri wanita hamil seperti mioma uteri atau kista ovari yang terkadang juga diikuti mual-muntah dan pembesaran perut. Pergerakan kista bisa saja disalah tafsirkan menjadi gerakan janin sehingga ibu mengira dirinya tengah mengandung. Mengingat dampaknya yang besar terhadap psikis wanita yang mengalaminya, maka sebisa mungkin kita mengetahui cara mengatasi hamil palsu ini, diantaranya:

  • Segera lakukan pemeriksaan urine saat kita mengalami terlambat menstruasi, atau paling tidak pemeriksaan sederhana menggunakan testpack. Sehingga sejak awal kita dapat mengetahui positif tidaknya bukan berdasarkan dugaan semata.
  • Bertanyalah pada orang yang berkompeten bila anda membutuhkan informasi tentang kehamilan palsu ini agar informasi yang didapat tidak salah arah. Contohnya adalah dokter atau bidan.
  • Kendalikan emosi. Mengetahui bahwa anak yang kita harapkan sesungguhnya tidak ada tentulah bukan hal yang ringan. Bukan mustahil kondisi ini dapat menimbulkan gangguan psikis yang lebih berat. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, jagalah emosi, tetap sabar dan tawakal dalam menerima ujian. Peran keluarga sangat penting dalam memberi dukungan dan kekuatan.
  • Lakukan konseling pada psikolog agar beban psikis segera menjadi ringan dan tertangani.
  • Jangan terlalu menghiraukan pertanyaan kapan merencanakan kehamilan dan sejenisnya, agar perasaan ingin hamil tidak menjadi gangguan emosi.

Demikianlah artikel ini semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan anda, jika kelak anda sudah lama mendambakan kehadiran buah hati dan merasakan tanda-tanda kehamilan segerah la periksakan diri ke dokter untuk memastikan kebenerannya.