Ini Dia Tongtol, Tongkat Kece Yang Mempermudah Para Pengguna Jalan Tol

Mungkin kalian akan sangat familiar jika mendengar kata Tongsis. Yaitu tongkat yang kerap digunakan untuk berfoto selfie. Konon lagi kalian yang gemar berfoto selfie saya yakin pasti memiliki tongkat tersebut. Lantas, bagaimana dengan Tongtol. Apakah kalian pernah dengar istilah tersebut? Tongtol adalah singkatan dari tongkat E-Toll. Jika tongsis diapkai untuk memudahkan berfoto selfie, maka ini tak ubah nya dengan tongsis, namun benda ini hanya mempermudah kan kalian untuk membayar uang tol pada gerbang tol. Well, bagaimana asal muasal tongtol ini, mari kira cari tau apa sih fungsi dari tongtol ini dan bagaimana cara menggunakannya?

Jadi, inovasi dari diciptakannya tongkat tol ini bermula dari kewajiban para penggunaan kartu nontunai untuk pembayaran di gerbang tol pada Oktober 2017 mendatang. Maka dari itu, mulai bulan oktober para pengendara mobil yang melewati tol udah nggak bisa lagi bayar tol secara tunai, melainkan harus memakai layanan e-toll.  Jika, tongsis membantu kita untuk memanjangkan tangan tak lain guna memudahkan jarak ideal buat berfoto maka fungsi tongtol pun begitu.

Buat para pengendara yang tangannya kurang panjang, saya yakin pasti sering banget kesulitan buat nge-tap kartu e-tol dimesin gerbang tol. Bahkan, ada aja pengendara yang sampai harus membuka pintu mobil dulu agar bisa nge-tap kartu e-toll nya. Nah, inovasi ini benar-benar diperuntukkan buat kalian para pengendaran yang kesulitan nge-tap kartu e-toll.

Cara Kerja Tongtol

Untuk dapat menggunakan benda ini tidak lah susah bahkan tongtol diklaim sangat muda digunakan, iya sama mudahnya ketika kalian menempelkan handphone pada tongkat narsis kalian hehe. Kartu elektronic yang digunakan untuk membayar tol  ditempelkan juga pada tongtol tersebut. Yap, tongtol emang seklias terlihat seperti centong untuk memasak atau spatula yang panjangnya kurang lebih satu meter gitu lah.

Jadi ketika kalian sudah berada dekat dengan gerbang pintu tol, kalian hanya cukup membuka pintu kaca mobil, lalu keluarkan tongtol yang kalian miliki dan tempelkan pada mesil yang ada, maka dengan simple kalian sudah siap untuk melanjutkan perjalanan. Gimana sob, sangat sederhana kali bukan? Buat kalian yang tertarik tongtol ini dijual dengan berbagai macam bentuk, ada yang terbuat dari plastik, bahkan ada juga yang terbuat dari logam ringan. Saat ini kami menjual yang berbahan plastik, karena teksturnya yang lentur, ringan, dan harganya tidak mahal

Nah, selain mempermudah tangan pengendara mobil, ada beberapa kemudahan lain yang bisa didapat oleh pengendara mobil, yaitu:

  • Kartu enggak akan jatuh atau terselip saat nge-tap.
  • Di saat hujan dan jendela mobil sangat basah, dengan tongtol, pengendara akan terhindar dari pakaian dan tangan yang basah ketika nge-tap.
  • Buat para pengguna mobil sedan, kesulitan nge-tap diakibatkan tower GTO lebih tinggi daripada jendela mobil. Dengan adanya tongtol, hal tersebut akan jauh lebih mudah.
  • Para pengendara enggak perlu lagi khawatir buat mendekatkan mobilnya ke mesin GTO karena takut akan risiko baret-baret akibat gesekan mobil dan trotoar gerbang tol.

Tongtol Dipastikan Laris Manis di Pasaran

Sejak pemerintah menerbitkan peraturan terbarunya, yaitu dimana seluruh pembayaran di gerbang tol akan diganti menggunakan Gerbang Tol Otomatis (GTO), otomatis pengguna kendaraan harus mempersiapkan kebutuhan agar dapat berpergian dengan lancar. Selain Kartu Elektronik Toll (e-Toll), yang dapat diperoleh di beberapa tempat seperti situs jual beli online dan juga toko waralaba terdekat, pengguna kendaraan juga wajib menyiapkan satu kebutuhan penting dalam proses pembayaran tol. Dan berikut adalah 4 alasan tongtol bakal laris manis di pasaran

Pertama, Pemerintah bakal menerbitkan aturan untuk mewujudkan pembayaran non tunai 100 persen di jalan tol. Targetnya, kebijakan itu efektif pada 31 Oktober mendatang. PT Jasa Marga Tbk. (Persero) memastikan mengubah sistem transaksi tunai menjadi non tunai pada seluruh gerbang jalan tol pada 12 September 2017.

Penerapan pembayaran non tunai tersebut mulai diterapkan di Jalan Tol Dalam Kota Ruas Cawang-Tomang-Pluit dan Prof. Ir. Dr. Soedijatmo. Juru Bicara Jasa Marga, Dwimawan Heru, berujar pembayaran non tunai bisa mempersingkat waktu transaksi pengguna jalan karena lebih mudah dan praktis. Bahkan dibandingkan dengan transaksi manual, penggunaan uang eletronik ini akan memangkas separuh waktu transaksi lebih cepat. “Kami mengimbau pengguna jalan untuk segera beralih menggunakan uang elektronik dalam bertransaksi di gerbang tol,” ujarnya, Jumat pekan lalu, 8 September 2017.

Kedua, mesin pembayaran jalan tol yang tidak mengakomodasi seluruh bentuk mobil, sehingga pengguna kadang sulit menjangkau alat tap. Dengan bantuan Tongtol, pengemudi tinggal membuka jendelanya, serta menjulurkan Tongtol ke mesin tap. Sehingga, tidak perlu mengeluarkan tangannya dari dalam mobil. Dewi Martini, seorang dokter, merasa terbantu dengan adanya perangkat Tongtol.

Pasalnya, menurut dia, dengan menggunakan alat itu, pengemudi bisa lebih mudah menggapai mesin pembayaran. “Untuk saya, wanita dengan tangan tidak terlalu panjang, sangat bermanfaat. Karena saat masuk GTO (gerbang tol otomatis jadi tidak perlu terlalu mepet ke mesinnya untuk menempelkan kartu e-toll,” ujarnya kepada Tempo, Selasa malam, 12 September 2017.

Ketiga, harga dan bentuknya bervariasi. Dewi, sebelum mengenal Tongtol sebetulnya sudah memodifikasi raket pembasmi nyamuk non elektronik sejak awal Mei 2017. Dengan hanya merogok kocek Rp 6.700, dia memodifikasi raket tersebut menjadi alat pembantu menge-tap E-Toll card. Berbeda dengan Tongtol, raket ini memiliki panjang yang tetap. Belakangan, Dewi berujar ditawari Tongtol dengan fitur yang lebih kompleks seharga Rp 22.500. “Ada per-nya dan bisa disesuaikan panjangnya sehingga lebih lentur saat menempel,” kata dia.

Berdasarkan pantauan Tempo di sejumlah toko online, Tongtol ditawarkan dengan harga yang bervariasi mulai sekitar Rp 15 ribu hingga mencapai di atas Rp 100 ribu rupiah per buah. Yang paling murah, bentuknya sederhana dan berbahan dasar plastik. Semakin mahal, tongtol yang ditawarkan pun akan memiliki fitur yang lebih kaya, misalnya berbahan logam ringan dan bisa diatur ukuran panjang-pendeknya. Adapun ukuran panjang yang lazim ditawarkan sekitar 70 sentimeter.

Keempat, mudah dibeli di pasaran. Tongtol sebagai penunjang penggunaan E-Toll card kini telah beredar luas baik di gerai fisik maupun gerai digital. Paling mudah, calon pembeli bisa mengunjungi gerai digital seperti Bukalapak, Tokopedia, Lazada, Shopee, maupun gerai lainnya, dan mengetik kata kunci yakni “Tongtol” atau “Tongcard”. Calon pembeli bakal langsung disuguhi Tongtol dengan varian harga dan jenis oleh para pelapak.

Awas Salah Sebut

Meski dapat dipastikan benda ini bakal laris manis akan tepati tidak sedikit orang berpikir jelek akan penyebutan nama benda ini, meski istilahnya aneh didengar, hal itu memang wajar karena masih tahap perkenalan. Seperti halnya ketika tongsis baru beredar, masyarakat pun merasa asing dan aneh ketika mendengar dan mengucapkannya. Akan tetapi, masyarakat mengapresiasi bahwa inovator Indonesia memang cepat menangkap peluang. Ketika swafoto semakin digemari, tongsis pun diciptakan menjadi tren. Perkembangan trennya sebelum mendunia telah dimulai dari Indonesia.

Begitu pun dengan tongtol yang kali ini menjadi tren dan siapa tahu akan menjadi tren mendunia. Apresiasi diungkapkan akun @sahatsimarmata di jejaring Twitter. Ia menuliskan, ”Tongtol #TongkatToll Inovasi Khas Indonesia. Begitu pun akun Asep Saepuloh di Facebook. ”Ohhh ini yang namanya TONGTOL, namanya juga orang indonesia, selalu ada aja inovasi di saat sebagian pintu toll sudah tidak bisa lagi bayar tunai, biar gk ribet saat nempelin kartu ya pake tongtoll ini,” katanya. Inovasi baru memang selalu bermunculan sesuai dengan kebutuhan.

Tongtol ini memang fungsional sekali bagi para pengendara mobil yang sering menggunakan fasilitas jalan tol. Namun, karena baru mulai dan belum terbiasa, hati-hati menyebutkannya ya, supaya enggak terpeleset lidah. Selain masalah penyebutannya, bentuk tongtol memang agak lucu. Banyak yang menyamakannya dengan tongkat yang dulu sering digunakan untuk memukul nyamuk, yang biasanya berbentuk jaring-jaring dengan gagang.

Selain Tongtol Ada Juga Alat Lain Yang di Sebut Dengan OBU

Sebelum kemunculan Tongtol sebenarnya ada alat yang diberi nama On Board Unit atau OBU. Alat ini dikeluarkan oleh Bank Mandiri, bentuknya mirip dengan mesin EDC dan fungsinya pun untuk pembayaran. Sayangnya OBU ini harganya masih sangat mahal, makanya Tongtoll hadir untuk menjadi solusi.

Nah, buat kamu yang memang selalu menggunakan kendaraan pribadi mungkin juga haru membeli Tongtoll. Apalagi kamu yang sering kesulitan bertransaksi karena di bulan Oktober ini semua transaksi toll wajib menggunakan uang elektronik. Kalau sebelumnya hanya E-money atau E-toll dari Bank Mandiri, saat ini uang elektronik dari bank lain sudah bisa digunakan. Mekanisme nya pun cukup sederhana ketika mau masuk gardu kecepatan mobil minimal 20 kpj dan maksimal 40 kpj. “Tetapi kita sarankan 20 kpj saja, karena masih ada palangnya,” ucap Subakti.

Sementara itu, ketika mobil sudah berjarak dua hingga lima meter alat pembaca (reader) di OBU akan membaca perangkat di dalam mobil, kemudian palang terbuka dan mobil bisa kembali melanjutkan perjalanan.

OBU itu sendiri sudah tersedia di Tol Cengkareng, Cililitan, dan Kapuk. Minimnya pengguna e-Toll Passini kata Subakti karena perangkatnya yang masih mahal, sekitar Rp 400.000. Untuk transaksi ini, kalian hanya membutuhkan “on board unit” di dalam kendaraan yang dinamakan e-Tollpass. Berikut adalah cara bagaimana jika kalian ingin memperoleh e-Tollpass, kalian juga dapat memiliki e-Tollpass dengan cara melakukan pembelian melalui situs belanja online ini, diantaranya :

  • www.tokone.com
  • www.bhinneka.com
  • www.blibli.com
  • www.dinomarket.com

Cara bertransaksi menggunakan e-Tollpass di ruas Tol sebagai berikut :

1. Pasang e-Tollpass pada kaca depan kendaraan kalian sesuai dengan buku petunjuk e-Tollpass.
2. Masukkan kartu mandiri e-money pada e-Tollpass.
3. Lalui gardu tol bertanda dengan kecepatan dibawah 10 km/jam hingga terdengar bunyi ‘bep’ pada e-Tollpass Anda.
4. Transaksi berhasil, saldo kartu berkurang dan palang gardu akan terbuka secara otomatis

Jadi nggak ada lagi alasan untuk tidak menggunakan uang elektronik saat bayar toll. Proses pemabayaran menggunakan uang elektronik ini bisa menghemat waktu lho. Menurut pihak jalan toll satu kali transaksi menggunakan uang elektronik hanya membutuhkan waktu 3-4 menit saja. Jadi jelas kamu nggak perlu lagi mengantri sampai mengular.

Oh ya tapi tetap pastikan saldo di uang elektronikmu cukup untuk transaksi ya. Jangan sampai sudah masuk jalur GTO deh ternyata saldonya kurang atau bahkan ternyata tidak punya uang elektronik. Buat yang suka susah melakukan transaksi di GTO jangan lupa juga beli Tongtoll agar tak menghambat mobil yang ada dibelakangmu.