Fenomena Aktivasi Otak Tengah, Beneran Ada Nggak Sih?

Hai semua, nggak terasa ya kita udah berada dipengujung akhir tahun, lo udah kepikiran nggak mau liburan kemana? Kalau belum gue mau bahas ini hal yang santai-santai tapi menarik lho dan yang pasti akan menggelitik pemikiran kritis kita semua. So, hubungannya apa dong dengan akhir tahun, emang nggak ada hubungan sihh, gue cuma basa-basi aja kok hihi… Okee, sekarang lo udah siap kan buat masuk ketopik pembicaraan kita. Jadi gini sob, beberapa tahun yang lalu pernah ada fenomena yang sempat ramai ditelinga masyarakat Indonesia yaitu, program aktivasi otak tengah atau yang biasa disebut AOT. Nah, program AOT ini marak tampil di berbagai acara televisi tanah air.

Mungkin bagi sebagian orang udah pada tahu akan hal ini, karna mungkin aja ada teman atau saudara lo yang pernah ikut? Atau mungkin lo belum pernah dengar sama sekali. Nah, buat yang belum tahu ni. Coba deh lo bayangin, kalau lo punya kemampuan dengan mata tertutup dan jadi jenius dalam sekejap. Pasti mau dong yakan? Apalagi kemampuan ini di dapat dengan muda hanya dalam waktu beberapa hari. Daya ingat lo meningkat drastis, semakin kreatif, hormon lo jadi lebih seimbang, emosi jadi lebih stabil. Sebagai bonusnya, lo bisa meramal masa depan, melihat, membaca, bahkan naik sepeda dengan mata tertutup. Nggak percaya? Okee, berikut ini  gua akan kasih gambaran singkat tentang program aktivasi otak tengah tersebut.

Klaim Program Aktivasi Otak Tengah

Otak tengah adalah bagian otak yang dominan pada saat pembentukan janin. Otak tengah merupakan super controller yang dapat mengatur keseimbangan otak kanan dan otak kiri. Sayangnya, otak tengah kebanyakan orang dalam keadaan tertidur tidak aktif. Pengaktifan otak tengah dapat dilakukan untuk anak-anak berusia 5-15 tahun. Ada banyak cara pengaktifan otak tengah. Cara paling mutakhir adalah dengan menggunakan metode ilmiah, dengan bantuan teknologi komputer.

Dalam keadaan aktif, otak tengah mampu meningkatkan konsentrasi, kemampuan sosial, kemampuan fisik, meningkatkan kreativitas, dan keseimbangan otak kanan dan kiri. Selain itu, otak tengah juga bertindak sebagai pemancar gelombang sekaligus penerimanya. Hal ini memberikan kemampuan anak untuk dapat melihat dengan mata tertutup. Keren nggak tuh? Gua juga mau kalo kayak begitu. Tapi Kalau otak tengah sebombastis itu, kenapa kita nggak pernah dengar sebelumnya? Kenapa informasi sepenting ini nggak ada di buku biologi sekolah yang gua pelajari pas sekolah dulu?

Kalau klaim ini memang benar, kebayang nggak implikasinya? Harusnya, kemampuan ini bisa mengatasi kebutaan, menghapus perjudian dimuka bumi, berguna bagi militer, berguna dalam evakuasi gempa, nggak ada lagi ujian tertulis karena mudahnya mencontek. Jelasnya ini pasti akan mengubah dunia, setuju?

Pelatihan yang hanya berdurasi nggak nyampe seminggu dan biaya yang paling mahal 5 juga nggak seberapa di bandingkan dengan sejuta manfaat yang di dapat. Bahkan, lembaga riset sampe dinas keamanan dari negara mana pun pasti tertarik. Tapi, kenapa ini haya viral di Indonesia doang? So, dari berbagai sumber yang udah gua kutip, jadi gua coba telusuri fenomena ini dan membuat tulisan singkatnya di blog ini. Okeyyy, scroll terus kebawah ya gengs.

Fakta Ilmiah Otak Tengah

Walaupun deskripsi program ini banyak dibubuhi istilah yang terdengar ilmiah, tapi gua mengambil posisi skeptis dan mencoba untuk menelusuri beberapa sumber ilmiah yang terpercaya. Disini gua akan coba jelaskan, apa yang dimaksud dengan deskripsi otak tengah, jadi gua ambil sumbernya dari ensikolepdi britannica raya, jurnal oxford, fakultas kedokteran universitas colombia university. Otak tengah atau masencephalon atau juga biasa disebut midbrain adalah area otak yang mengubungkan otak depan dan otang belakang. Otak depan memiliki istilah forebrain sedangkan otak belakang dikenal dengan istilah hindbrain. Nah, balik lagi ke otak tengah, jadi otak tengah sejatinya berfungsi untuk mengontrol respon penglihatan, pendengaran, gerakan bola mata dan dilasi pupil, gerakan motorik, ketakutan, serta dapat mengatur suhu tubuh. Kelainan fungsi pada otak tengah dapat menyebabkan pergerakan bola mata yang abnormal, penyakit Parkinson, hingga stroke. Dari definisi singkat di atas, ada 4 poin yang ingin gua rasa penting

  • Otak tengah udah aktif sejak lahir

Menggunakan alat-alat kedokteran canggih, seperti PET scan atau MRI, kita bisa lihat bahwa dalam situasi apa pun, nggak ada area di otak yang nggak aktif, kecuali otak lo mengalami gangguan atau lo udah meninggal. Setitik aja ada yang salah dengan neuron sel saraf di otak lo, pasti menimbulkan efek serius. Kalau otak tengah kita nggak berfungsi, ya kemungkinan kita bakal buta, tuli, lumpuh, Parkinson, sampe stroke. Kenyataan lo sehat wal afiat dan bisa baca tulisan ini sekarang adalah bukti kalau otak tengah lo berfungsi dengan baik.

  • Otak tengah tidak menghubungkan otak kiri dan kanan

Penghubung otak kiri dengan otak kanan itu corpus collosum dan udah kehubung sejak kita lahir. Dari definisi ilmiah sebelumnya di atas, otak tengah itu menghubungkan otak depan (forebrain) dan otak belakang (hindbrain).

  • Otak tengah nggak memancarkan gelombang seperti antena pemancar

Kalau emang ada gelombang, jenis apa? Sifat gelombangnya bagaimana? Panjang gelombangnya? Harus bisa terukur dan dibuktikan dong. Nggak ada satu pun sumber referensi dan jurnal ilmiah terpercaya yang mengkonfirmasi kalo otak tengah bisa memancarkan dan menerima gelombang.

  • Otak tengah bukan komponen tunggal dan nggak ada hubungannya dengan kemampuan sosial

Setiap bagian di otak memiliki fungsinya masing-masing dan bekerja sama satu sama lain menciptakan keharmonisan kerja tubuh manusia. Fungsi spesifik otak tengah yang sebelumnya disebutkan di atas juga nggak ada hubungannya dengan kemampuan sosial.

Gua ambil analogi dengkul lutut deh. Tanpa dengkul, kita nggak bisa jalan, nendang, lari, dan lain-lain. Kalo kemampuan lutut hilang, ya lama-lama kita bisa sih kehilangan rasa PD, kuper, dan lain-lain. Dengkul emang penting, tapi apa dia komponen yang bekerja sendiri tanpa paha, tulang kering, betis, dan lain-lain? Dan, lutut juga udah berfungsi sejak lahir. Nggak ada namanya aktivasi lutut.

Menyelidiki Kemampuan Membaca Dengan Mata Tertutup

Program AOT mengklaim bisa memberi bonus kemampuan membaca dengan mata tertutup. Cara kerjanya menggunakan gelombang tadi. Otak tengah memancarkan gelombang, pantulannya diterima balik oleh otak tengah. Hemhh… mirip kemampuan lumba-lumba, kelelawar, atau cara berjalan bagi penyandang tuna netra.

Tapii, membaca dengan mata tertutup beda lho dengan berjalan dengan mata tertutup. Ketika berjalan dengan mata tertutup, kita bisa mengetahui jarak dan lokasi benda di sekitar dengan menggunakan tongkat atau meraba-raba. Lah, kalo tulisan di kertas? Mereka semua sama lho guys, serius deh. Dan sebelumnya udah kita bahas, otak tengah nggak punya kemampuan seperti antena pemancar.

Nah, sebelum kita bahas satu per satu, coba deh lo lihat video di youtube berikut biar agak kebayang gimana sih kegiatan mereka itu.

Oke, setelah kamu tonton video youtube di atas, yuk kita bahas…

Pertama-tama, sebenernya gimana sih proses seseorang bisa membaca? Cahaya mendarat di kertas. Pantulan cahaya tersebut diterima oleh organ optik kita, yaitu mata. Impuls cahaya itu jatuh sampai di retina mata dan diteruskan ke otak yang mengartikan simbol-simbol huruf untuk kemudian dibaca. Nggak ada organ lain di tubuh manusia yang mampu mengenali cahaya selain mata. Ketika mata ditutup, gimana kita bisa menerima impuls cahaya tersebut?

Organ peraba bisa dipake untuk mengetahui informasi tekstur dan suhu benda. Hidung menerima sensor bau, telinga buat suara, lidah buat rasa. Nah, pertanyannya apakah warna memiliki bau? atau suhu memiliki warna? Mencium suatu benda untuk menentukan warna, sama dengan memotret pake microphone.

Kalau lo liat video di atas, lo bisa liat anak-anak kecil tersebut mencium benda-benda untuk menentukan warna. Mata mereka ditutup dengan kain, tapi keliatan banget ada celah di bawah hidung buat ngintip. Liat aja kepala mereka dongak-dongak ke atas gitu. Nggak terlalu ngaco untuk mengatakan kalau aksi mencium dan menjilat adalah usaha mendekatkan objek ke dekat mata.

Banyak lembaga besar dunia yang menawarkan kemampuan membaca dan yang pasti nggak cuma lembaga AOT aja dengan mata tertutup justru dibongkar sebagai kepalsuan. Hingga saat ini ada puluhan lembaga lain yang masih menawarkan hadiah uang dalam jumlah banyak untuk sekedar pembuktian akan kemampuan ini. Gua akan kasih contoh pria yang berasal dari Rusia bernama Brinikov Method aksi nya dibongkar oleh sebuah statiun TV, berikut ini tayangan videonya.

Mau tau cara buktiinnya? Lo bisa coba sendiri. Tapi tentunya lo harus menguji ke anak yang ngaku telah teraktivasi otak tengahnya. Kalau lo nemu yang ngaku bisa gitu, coba lu tangkep terus karungin, hehehe jangan sampe lo lakuinya gua becanda doang. Berikut adalah cara pembuktian yang biasa dilakukan.

  • Bukan matanya yang ditutup, tapi tulisannya yang ditutup kain. Kalau emang ada gelombang dari otak tengah yang bisa menembus tengkorak dan kain, seharusnya bisa dong.
  • Celah bawah kain yang menutupi mata ditutup dengan selotip hitam untuk memastikan ga ada celah buat ngitip.
  • Penggunaan kaca mata renang, di mana bagian tembus pandang disemprot pake spray hitam.
  • Kondisi mata tertutup dengan kain seperti biasa, tapi posisi kertas sejajar dengan mata, nggak boleh dongak.
  • Posisi kertas di atas atau di belakang kepala.
  • Mata dibiarkan terbuka, anak diminta lirik ke atas. Posisi kertas di dada anaknya. Mau mencium silakan, tapi nggak boleh nutup mata atau lirik ke bawah.
  • Sampai dengan saat ini, belum ada satu pun anak AOT ataupun metode membaca dengan mata tertutup di dunia yang berhasil lolos tes di atas.

Kenapa Hanya Anak Kecil?

Tentu kalian penasarankan kenapa aktivasi otak tengah hanya menargetkan anak kecil dan kenapa bukan orang dewasa? Apa anak-anak itu hanya diajari buat berbohong? Lembaga AOT akan dengan gampang menjawab anak kecil berada dalam usia perkembangan dan mudah menangkap sesuatu. Sebenarnya sih ada yang tentang anak kecil. Kelebihan apa yang dimaksud? Jadi gini, anak kecil punya daya imajinasi yang sangat kuat. Masih ingat nggak, dulu pas kecil kita pasti sering berfantasi menjadi tuan putri, kursi ruang tamu dianggap sebagai bongkahan gunung dan lantai adalah magma gunung berapi, bantal dianggap buaya. Bahkan, kita sering menganggap diri kita superhero yang datang untuk menyelamatkan dunia, atau sekedar pamer kekuatan. Kita gemar bercerita tentang kekuatan super dan memiliki imajinasi luar biasa. Kemudian naifnya menganggap kekuatan tersebut mungkin dimiliki manusia. Batasan imajinasi dan realita jadi tipis dan kita belum ada kekritisan ke situ.

Di sisi lain, anak kecil yang dididik dengan baik tentu nggak suka berbohong. Namun satu yang pasti, anak-anak sangat sensitif dengan pendapat orang lain mengenai dirinya. Anak kecil nggak suka direndahkan, terutama oleh teman dan orang tuanya sendiri. Kalau ada yang ngejek, sampai nggak mau sekolah dan perlu diming-imingi mainan sama ortu. Banyak anak yang ingin berprestasi untuk ngebuat orang tuanya bangga dan membanggakan dirinya. Inget aja pas kita masih kecil. Ih, kemarin papa ku beliin aku boneka baru dong, Mama ku beliin aku boneka 3, Aku dibeliin satu kotak. Papaku manajer, Mamaku direktur, yahku presiden.

Dengan mudahnya anak kecil bisa berbohong. Bayangkan kalau ada yang mengatakan, Jika lo cerdas, lo bisa membaca ini dengan mata ditutup. Ketika semua orang berharap padanya, anak kecil jadi merasa terancam dianggap nggak cerdas kalau nggak mampu melakukannya. Sementara itu, dengan penutup mata, akan mudah mengintip. Sebagian anak pun terpaksa berbohong untuk menyelamatkan harga diri.

Kalo jujur, dia akan direndahkan, dianggap nggak cerdas, dan kesannya bikin malu orangtua yang udah ngeluarin duit jutaan rupiah. Kalau dia bohong, dia dianggap jenius dan mendapat pengakuan. Dengan batasan imajinasi dan realita yang tipis, dia akan cenderung terus mempertahankan kebohongannya bahkan menciptakan kebohongan-kebohongan lain. Miris yah?

Kenapa Masih Banyak Orang Yang Percaya Dengan AOT

Pernah tau efek placebo? Ketika kita percaya atau diminta percaya bahwa suatu hal akan memberikan manfaat tertentu, ketika ada indikasi manfaat itu beneran kejadian, kita akan mencocok-cocokkannya berkat perlakuan tersebut. Bias konfirmasi. Sama lah kayak kasus astrologi.

Pernah ada penelitian placebo effect ini oleh H.K. Beecher. Dia mengevaluasi 15 kasus kesehatan dengan jenis penyakit yang berbeda dan menemukan bahwa 35% dari 1082 pasien mengaku merasa sembuh secara memuaskan tanpa mengetahui bahwa treatment medis yang diberikan pada mereka hanyalah obat-obatan palsu yang sebenarnya adalah hanya vitamin atau bahkan permen. Itulah placebo, atau dikenal masyarakat dengan istilah sugesti.

Dalam kaitannya dengan Program AOT, banyak orang tua yang terlanjur percaya dengan promosi, testimoni, serta menyaksikan sendiri aksi membaca dengan mata tertutup. Orang tua akan merasa apa pun jadi mungkin setelah hal yang mustahil terjadi. Dengan keyakinan ini, apa pun pertanda positif yang muncul dari sang anak akan dimaknai sebagai hasil dari AOT. Ini nambah kepercayaan buta ke AOT. Sementara itu, sang anak yang percaya efek-efek dari aktivasi, akan tersugesti untuk memberikan efek sesuai yang diharapkan, seperti patuh pada orang tua, lebih tenang, dsb.

Itulah yang menyebabkan kenapa program-program AOT ini bisa sampai booming, bahkan masih marak di beberapa tempat di Indonesia hingga saat ini.