Demam Pada Kehamilan Dini Berhubungan Dengan Cacat Lahir

Kehamilan seorang ibu merupakan kebahagian yang sangat ditunggu-tunggu oleh sepasang suami istri. Namun, jika kesehatan tubuh menurun saat hamil, sangat tidak baik untuk sang cabang bayi. Sebaiknya anda menjaga kondisi kesehatan tubuh anda supaya janin yang ada di dalam kandungan selalu kuat. Karena kondisi seorang ibu sangat berpengaruh terhadapa janinnya.

Anda juga akan merasa senang, jika anak yang ada di dalam perut anda tidak mengalami sesutu hal yang buru. Kesehatan janin di dalam kandungan, tergantung pada kondisi sang ibu yang sedang mengandung. Selalulah memperhatikan kondisi kesehatan tubuh anda demi si buah hati yang di tunggu-tunggu.

Demam pada ibu saat di awal kehamilan akan meningkatkan risiko terhadap bayi seperti beberapa cacat jantung dan kelainan bentuk wajah seperti bibir sumbing atau langit-langit mulut. Tapi bagaimana hal ini bisa terjadi? Sangat sulit untuk menjelaskannya. Para ilmuwan telah memperdebatkan apakah virus atau infeksi lain menyebabkan cacat, jika hanya mengalami demam saja? Apakah hanya ini saja masalahnya?.

Periset telah membantu menemukan bukti yang menunjukkan bahwa cuman demam saja, bukanlah penyebab sesunggunya yang mengganggu perkembangan jantung dan rahang selama tiga sampai delapan minggu pertama kehamilan. Temuan ini ditunjukkan pada embrio hewan. Ini merupakan sebuah kolaborasi para ilmuwan.

Dengan memberikan petunjuk baru karena para ilmuwan terus menyelidiki kekurangan jantung, yang mempengaruhi satu persen kelahiran hidup dan bibir sumbing atau langit-langi mulut yang mempengaruhi sekitar 4.000 bayi per tahun. Cacat jantung bawaan dan kranial wajah sangat umum terjadi pada kelahiran hidup, namun sebagian besar mereka memiliki penyebab yang tidak diketahui.

Studi ini mengidentifikasi jalur molekuler spesifik yang menghubungkan demam langsung dengan beberapa cacat tersebut. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian cacat lahir bawaan dapat dicegah jika demam ditangani melalui penggunaan asetaminofen secara bijaksana selama trimester pertama, oleh seorang neonatologist dan asisten profesor pediatri di Duke.

Wanita yang telah mengetahui kehamilannya, mereka dengan segera akan ke rumah sakit untuk berkonsultasi dengan dokter. Maka dokter akan menyarankan supaya mengonsumsi vitamin dan asam folat prenatal serta menginformasikan tentang demam mereka. Jika mengalami sesuatu yang aneh, maka mereka tidak boleh ragu untuk menelfon untuk mengecek kondisinya.

Namun kebanyakan dokter menyarankan wanita saat hamil, untuk menghindari obat-obatan dengan bentuk apapun selama kehamilan. Saat mengalami demam, maka mereka akan disarankan untuk mengonsumsi acetaminophen untuk mengurangi demam tersebut. Makanya, mereka harus konsultasi dengan dokter tentang kondisi tubuh mereka.

Benner memperingatkan bahwa obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) seperti ibuprofen, naproxen dan aspirin juga mengurangi demam, namun sebaiknya jangan digunakan selama kehamilan. Ada juga perdebatan mengenai apakah penggunaan asetaminofen secara terus-menerus aman selama kehamilan untuk mengelola kondisi yang sedang berlangsung seperti arthritis, kata Benner.

Namun, penggunaan yang bijaksana untuk masalah akut seperti demam dianggap aman. Temuan ini menunjukkan bahwa ini dapat mengurangi risiko cacat lahir sehingga bisa mengakibatkan komplikasi kesehatan serius yang memerlukan pembedahan. Untuk mengamati bagaimana demam mempengaruhi janin yang sedang berkembang, para peneliti mempelajari embrio terhadap ayam.

Di antara penemuan mereka, para ilmuwan menemukan bahwa sel-sel puncak saraf, sel yang merupakan blok bangunan kritis untuk jantung, wajah dan rahang mengandung sifat sensitif terhadap suhu. Para periset merancang teknologi berbasis magnet noninvasive untuk menciptakan kondisi seperti demam di dua saluran ion sensitif suhu tertentu yang disebut TRPV1 dan TRPV4 di sel-sel puncak saraf yang terlibat dalam pengembangan jantung dan wajah.

Ketika sel-sel puncak saraf tersebut dikenai kondisi yang meniru demam sementara, embrio mengembangkan penyimpangan kraniofasial dan defek jantung, termasuk ventrikel kanan ventrikel ganda, Tetralogi Fallot dan penghalang arus keluar lainnya. Dengan gelombang magnet listrik yang digabungkan dengan protein saluran ion rekayasa. Ini dapat mempengaruhi sel biologis tertentu dengan jarak jauh tanpa mempegaruhi lingkungan biokimia lainnya.

Jenis Cacat Lahir merupakan Ketergantungan

Teknik ini dapat diterapkan untuk mempelajari berbagai jenis sel dan peran mereka dalam berbagai tahap perkembangan. Liu juga merupakan bagian dari tim yang baru-baru ini mendapatkan $ 13,4 juta untuk mengembangkan teknik dan instrumen MRI baru untuk meningkatkan resolusi dengan faktor 20.

Jenis cacat lahir tergantung pada apakah demam terjadi saat perkembangan jantung atau perkembangan kepala dan wajah. Apa yang peneliti masih belum tahu adalah apakah atau bagaimana tingkat keparahan atau lamanya demam berdampak pada perkembangan. Selain percobaan laboratorium, studi epidemiologi dan klinis di masa depan juga diperlukan untuk mengevaluasi faktor-faktor tersebut.

Cacat lahir pada jantung dan wajah sering terjadi dan sebagian besar tidak memiliki penyebab genetikyang diketahui, menunjukkan peran untuk faktor lingkungan. Demam terhadap kehamilan adalah faktor risiko lingkungan yang terkait dengan cacat ini. Sel-sel puncak syaraf adalah populasi prekursor yang penting untuk pengembangan jaringan beresiko.

Ini merupakan dua saluran ion reseptor transient reseptor potensial termal (TRP) yang termal, TRPV1 dan TRPV4, hadir di sel-sel puncak saraf selama jendela kritis perkembangan jantung dan wajah. Antagonis TRPV1 dilindungi terhadap perkembangan defek yang diinduksi hipermia pada embrio anak ayam. Pengobatan dengan agonis kimia TRPV1 atau TRPV4 mereplikasi cacat lahir akibat hipertermia pada embrio ayam dan zebrafish.

Untuk menguji apakah permeabilitas saluran TRPV transien pada sel-sel puncak saraf cukup untuk menginduksi cacat ini, ini merancang modifikasi pengikatan ikatan besi ke TRPV1 dan TRPV4 yang memungkinkan aktivasi jarak jauh dan non-invasif dari saluran ini di lokasi seluler tertentu dan pada waktu perkembangan spesifik pada embrio anak ayam dengan medan elektromagnetik frekuensi radio.

Rangsangan transien saluran TRP yang dikendalikan frekuensi radio pada sel-sel puncak saraf meniru cacat terkait demam dalam mengembangkan embrio anak ayam. Data kami menyediakan mekanisme yang sebelumnya tidak tergambarkan untuk cacat bawaan, dimana hipertermia mengaktifkan saluran ion yang secara negatif mempengaruhi perkembangan janin.

“Saluran ion yang diaktifkan dengan suhu di sel-sel puncak saraf memberikan cacat lahir”.

Kecelakaan ilmiah

Kebanyakan penemuan ilmiah, mengembangkan cara untuk mengubah aktivitas sel dengan memusatkan perhatian pada protein saluran ion dan sensitif suhu. Saluran ion bekerja seperti terowongan transportasi mini di dinding sel, memungkinkan aliran ion (arus listrik) masuk dan keluar dari sel.

Melalui eksperimen, Liu dan Benner mereka menemukan bahwa saluran ion dari sel-sel puncak ini sensitif terhadap suhu. Biasanya, saluran ion sensitif suhu ditemukan di sel otak yang mengirim sinyal untuk membantu kondisi tubuh Anda, seperti terjadinya demam. Para periset berspekulasi untuk mengubah aktivitas kalsium sel-sel puncak saraf yang mungkin akan menghasilkan beberapa kondisi kecelakaan tubuh seperti cacat lahir.

Jadi, mereka memutuskan untuk melakukan percobaan pada embrio ayam dan berkolaborasi dengan Mary Redmond Hutson, seorang peneliti Duke dan penulis utmengkhususkan diri dalam mempelajari bagaimana cacat jantung bawaan terjadi.

Pertama, tim merekayasa teknologi berbasis magnet yang mampu menaikkan suhu di dua saluran ion tertentu di dalam sel induk neural embrio ayam. Saluran ion sensitif suhu disebut TRPV1 dan TRPV4. Kemudian para peneliti menciptakan demam di embrio dengan memanipulasi saluran ini. Tentu saja benar, setelah demam yang disintesis ini selama perkembangan awal, embrio ayam mengembangkan kerusakan disfigurasi dan cacat jantung.

Intinya: aktivasi panas dari saluran ion saja sudah cukup untuk menghasilkan cacat lahir, tidak ada infeksi yang diperlukan. “Ini menunjukkan bahwa hipertermia (demam) penting untuk asal mula cacat lahir serius ini,” kata Benner. Namun, dia mencatat bahwa mereka masih belum mengerti apakah tingkat keparahan atau durasi suhu tinggi dapat berdampak pada kerusakan lebih lanjut.

Meningkatkan kesadaran

“Biasanya, cacat lahir dianggap berasal dari genetik,” kata Benner. Namun, penelitian sebelumnya telah menghubungkan demam dengan berbagai cacat lahir, termasuk bibir sumbing atau langit-langit sumbing, cacat jantung dan cacat tabung saraf yang biasa disebut spina bifida. Sementara cacat jantung bawaan mempengaruhi 1% kelahiran hidup di Amerika Serikat.

Mutasi genetik hanya menjelaskan sekitar 15% dari mereka, kata Liu. Dia mengatakan bahwa “kebanyakan dari mereka memiliki penyebab yang tidak diketahui”. Alasannya, menggairahkan. Ini untuk menunjukkan bahwa demam saat hamil juga dapat menyebabkan kerusakan, karena cacat terkait dengan demam yang dapat dicegah. Pencegahan mungkin sederhana unutk mengurangi demam dengan mengonsumsi obat, tapi harus berkonsultasi dulu dengan dokter.

Pengobatan

Jangan pernah menganggap sepele dengan demam saat anda sedang hamil, ini terjadi secara berulang-ulang dalam waktu yang lama. Untuk mengatasi demam ini, yang pertama yang harus dilakukan adalah, mengetahui jenis demam itu sendiri. Demam tersebut bisa berakibat dari suhu lingkungan atau kenaikan jika demam terjadi secara berulang atau terus-menerus dalam waktu yang lama. Cara mengatasi demam yang paling tepat adalah dengan mengenali demam itu sendiri.

Apakah demam bisa terjadi akibat suhu lingkungan atau kenaikan hormon. Saat masa kehamilan, maka akan terjadi peningkatan hormon yang dapat menyebabkan kondisi anda tidak stabil atau sering mengalami kepanasan yang berlebihan. Demam itu sendiri disebabkan oleh virus dan bakteri.

Mereka melakukan berbagai cara untuk mengetahui hal tersebut secara mandiri dengan membawa ibu-ibu hamil bertemu langsung dengan dokter ataupun petugas kesehatan yang menangani hal tersebut. Mereka gak dibolehin mengonsumsi berbagai jenis obat-obatan dengan sembarangan, karena ini tidak bakalan membantu, bahkan ini bakalan membawa dampak buruk terhadap perkembangan janin.

Ada beberapa cara sederhana untuk mengatasi demam untuk ibu hamil yaitu sebagai berikut:

  • Berikan kompres hangat. Karena dengan menggunakan kompres dingin untuk menurunkan panas tubuh, maka kondisi untuk ibu hamil ini tidak diperbolehkan. Namun air dingin justru dapat meningkatkan pusat pengatur suhu hipotalamus, mengakibatkan badan menggigil sehingga terjadi kenaikan suhu tubuh. Dengan kompres hangat, pori-pori akan terbuka mengeluarkan keringat sehingga panas tubuh berkurang melalui proses penguapan. Jika keringat telah keluar, secara alami suhu tubuh akan turun.
  • Istirahat dan asupan cairan yang cukup, maka ini bisa membantu mengatasi segala gangguan kehamilan yang dapat memperburuk kondisi tubuh seperti demam pada ibu hamil.
  • Menjaga temperatur lingkungan untuk mengatur suhu agar tidak terlalu panas. Ibu hamil tidak dianjurkan untuk terpapar sinar matahari atau berendam di dalam air hangat dalam waktu yang lama karena bisa menyebabkan suhu tubuh semakin meningkat.
  • Minum hanya obat yang diberikan oleh petugas kesehatan. Patuhi cara pakai dan dosis yang benar untuk cara menjaga kehamilan agar tetap sehat.
  • Demam biasanya menyebabkan ibu tidak nafsu makan. Meski begitu ibu tetap harus mencukupi asupan nutrisi dan makanan yang bergizi.
    Segeralah bawa ke petugas kesehatan didampingi suami atau keluarga untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Ternyata ketika sedang dalam masa kehamilan, ternyata banyak larangan yang perlu di hindari untuk menjaga perkembangan terhadap janin. Dan kondisi tubuh ibu yang sedang hamil juga harus tetap dijaga untuk menghindari sesuatu yang buruk untuk kehamilannya. Sering berkonsultasi ke dokter untuk memeriksa kesehatan janin dan ibu yang sedang mengandung.