Catalunya Dipastikan Lepas Dari Spanyol, Real Madrid Jadi Penguasa Tunggal La Liga

Diartikel kali ini jelas saya bukan ingin membahas posisi klasmen ataupun hangatnya bursa transfer La Liga Spanyol. Yah, akhir-akhir ini fans klub sepakbola FC Barcelona justru dikejutkan dengan masalah politik dalam negeri Spanyol. Salah satu kota terkaya yang juga markas besar FC Barcelona, Catalonia atau Catalunya menegaskan menuntut untuk kemerdekaan diri mereka dari Spanyol.

Dikutip dari Al Jazeera, referendum atau jajak pendapat yang dilaksanakan pada tanggal 1 oktober 2017 yang lalu, diwarnai berbagai aksi kekerasan. Meski pemerintah Spanyol begitu menolak keinginan proses dan hasil referendum tersebut, namun publik catalan tetap bersikeras agar keinginan mereka terwujud.

Tentu bukan tanpa alasan mengapa publik catalunya ingin melepaskan diri dari Spanyol. Kota yang memiliki bahasa dan budaya sendiri ini, dulunya adalah bagian dari kerajaan Arogan yang telah lama terpisah dari wilayah Spanyol yang dulu bernama kerajaan Castile. Lambat laun dua kerajaan ini disatukan oleh ikatan pernikahan antara Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Itulah yang menyebabkan Catalunya memiliki bahasa tersendiri.

Barcelona yang terkenal sebagi kota terbesar kedua di Spanyol dan dihuni oleh 7,5 juta orang. Sejatinya, sejak dulu publik Catalunya memang menginkan untuk memiliki pemerintah sendiri, bahkan ditahun 1931 telah terbentuk sebuah pemerintahan yang bernama Catalan.

Sejarah Terbentuknya Catalunya

Catalunya pertama kali dibentuk pada tanggal 29 November 1899 oleh Hans Gamper, sama hal dengan kalian, saya pun tak kenal dengan beliau hehe… Akan tetapi pada awal bulan Oktober 1899, Gamper mencoba untuk mengiklankan Barcelona di koran Los Deportes dimana pada saat itu ia sangat ingin mendirikan klub sepakbola dengan mencari pemain yang berminat sekaligus mencari dukungan finansial. Hingga akhirnya pada 29 November 1899 terkumpul lah 11 pemain yang menjadi skuad awal Barcelona dan terbentuk lah klub yang pada saat itu diberi nama Football Club Barcelona.

Klub ini langsung menuai sukses di era kompetisi regional, yaitu Campionat de Catalunya dan Copa del Rey. Mereka memenangi trofi pertama di tahun 1902, yaitu Copa Macaya. Joan Gamper menjadi figur penting bagi Barca di awal berdiri, dimana ia kemudian juga jadi presiden klub sejak tahun 1908. Pria asal Swiss ini juga mencari dana untuk menyelematkan Barca dari kebangkrutan saat itu. Gamper juga berperan dalam membangun stadion baru bagi Barcelona.

Di era 1910-an, Barca pun menjadi simbol dari daerah Catalan, yang mereka pertahankan hingga sekarang. Barca pun sukses meraih beberapa trofi termasuk 6 kali juara Copa del Rey dan 11 kali juara Campionate de Catalunya di masa keemasan awal klub.

Barcelona juga sukses meraih gelar juara La Liga di musim perdana yaitu di tahun 1929. Setelah itu Los Cules sempat mengalami kemunduran, disebabkan beberapa faktor termasuk krisis finansial dan perpecahan politik di tanah Spanyol. Tentu bukan hal itu saja yang menyebabkan publik catalunya ingin melepas diri dari Spanyol, berikut adalah 3 alasan utama mereka ingin merdeka dari spanyol.

  • Aspek Sejarah

Dalam sejarahnya Catalonia adalah wilayah independen Semenanjung Iberia yang terletak di antara Spanyol dan Portugal, dengan bahasa, undang-undang dan kebiasaannya yang berbeda. Saat perang Sukses Spanyol pimpinan Raja Philip IV berakhir dengan kekalahan Valencia pada tahun 1707, di Catalonia pada tahun 1714, dan kepulauan terakhir pada tahun 1715, kemudian menghasilkan kelahiran Spanyol modern.

Raja-raja selanjutnya mencoba memberlakukan bahasa dan undang-undang Spanyol di wilayah tersebut. Namun, di Catalonia terus terjadi pemberontakan untuk memisahkan diri dari Spanyol. Puncaknya ketika pada 1938, ketika diktator Spanyol, Jenderal Francisco Franco membantai 3.500 milisi separatis Catalonia.

Selama kepemimpinan Franco upaya pemisahan diri Catalonia bisa teredam. Baru pada saat 1977 ketika demokrasi kembali ke negara tersebut, Catalonia diberi otonomi khusus yang lebih luas. Hal itu semakin membuat kelompok separatis leluasa mengkampanyekan kemerdekaan. Pada Juli 2010 upaya kemerdekaan semakin bulat ketika Mahkamah Konstitusi di Madrid mengesampingkan sebagian dari undang-undang otonomi tahun 2006, yang menyatakan bahwa tidak ada dasar hukum untuk mengakui Catalonia sebagai sebuah negara di Spanyol.

  • Ekonomi

Wilayah Catalonia telah lama menjadi jantung industri Spanyol dan yang pertama untuk kekuatan maritim dan perdagangan barang seperti tekstil, keuangan, layanan dan perusahaan hi-tech. Catalonia adalah salah satu daerah terkaya di Spanyol, menyumbang 18,8 persen GDP Spanyol, dibandingkan dengan 17,6 persen dari Madrid.

Dengan memisahkan diri akan menghasilkan produk domestik bruto sebesar US$ 314 miliar menurut perhitungan oleh OECD.  Fakta ini akan menjadikan ekonomi Catalonia terbesar ke-34 di dunia dan membuatnya lebih besar dari Portugal atau Hong Kong.

PDB per kapita akan menjadi US$ 35.000 juga akan membuat Catalonia lebih kaya daripada Korea SelatanIsrael atau Italia. Dan kontribusi Catalonia terhadap ekonomi Spanyol dua kali lipat dari Skotlandia ke Inggris.

  • Makanan

Bukan hanya dalam politik, ekonomi dan bahasa yang menurut Catalonia sendiri berbeda. Mereka sangat bangga dengan makanan dan koki mereka, seperti Ferran Adria, dari El Bulli, dan Jordi Cruz, yang memenangkan bintang Michelin pertamanya pada usia 25 tahun. El Celler de Can Roca dinobatkan sebagai restoran terbaik di dunia untuk tahun 2013 dan berada di urutan kedua pada 2014.

Konflik Bangsa Catalan Dengan Spanyol

Partai populer Mariano Rajoy Brey, Perdana Mentri Spanyol hanyalah partai terbesar keempat di Catalonia, dan menjadi oposisi kuat untuk setiap gerakan kemerdekaan wilayah Catalonia.

Presiden Catalonia, Artur Mas, adalah pemimpin partai kanan tengah Konvergensi dan Union. Beliau memerintah dalam pemerintahan minoritas berkat fakta stabilitas dari partai sayap kiri Esquerra Republicana de Catalunya.Artur Mas berusaha keras untuk mengamankan kemerdekaan melalui cara legal secara konstitusi, sedangkan ERC sebaliknya, melakukan ketidakpatuhan sosial, referendum ilegal, dan akhirnya deklarasi kemerdekaan unilateral.

Jika hal tersebut tidak bisa didapatkan maka ada keinginan untuk melangsungkan pemilihan yang harus menang. Jika salah satu keinginan tidak dipenuhi maka ERC akan menarik semua dukungan untuk Artur Mas, sehingga akan menimbulkan kesulitan untuk meloloskan anggaran tahunan.

Sehingga munculah perpecahan internal dalam pemerintahan Catalunya yang bisa menjadi penghambat rencana perwujudan kemerdekaan Catalonia dari Spanyol pada tahun 2017, namun akhirnya kelompok separatis mampu menuntaskan persoalan tersebut.

Presiden Artur Mas, yang selama ini menolak mundur karena dianggap tidak dapat menyelesaikan permasalahan korupsi di Catalonia, akhirnya bersedia menerima keinginan warganya. Namun, Artur kemudian menunjuk seorang politisi yang juga jurnalis Catalonia Carles Puigdemont untuk menjadi penggantinya. Dengan terpilihnya pemimpin baru ini maka warga Catalan berharap keinginan mereka untuk merdeka di tahun 2017 dapat terwujud.

Sementara itu, presiden baru akan menggelar pemilu untuk menentukan presiden baru pengganti Artur Mas, karena Carles Puigdemont hanyalah berstatus sebagai presiden sementara yang menjabat hingga pemilu digelar nanti. Jika pemilu ini kemudian berhasil digelar maka akan menjadi yang keempat sejak Catalonia menuntut kemerdekaannya pada tahun 2010 lalu.

Catalunya yang merasa memiliki kultur sendiri pun merasa jika negaranya bisa merdeka dan berhasil tanpa Spanyol. Apalagi, Catalunya sebagai wilayah Spanyol yang terkaya dinilai mampu menghidupi perekonomian negaranya dan bertahan di tengah krisis global.

Wajar saja kalau akhirnya referendum dilakukan. Tentu hal ini akan menjadi sorotan dunia yakan guys? Nah, jika Catalunya benar-benar berhasil merdeka. Pertanyannya adalah gimana dengan nasib klub Barca?

Hal Yang Akan Terjadi Jika Barca Lepas Dari Spanyol

Satu hal, demonstrasi besar-besaran yang sedang terjadi di Spanyol memang permasalahan pelik yang dampaknya bukan pada nasib tim sepakbola semata. Tapi rasanya agak mustahil jika membahas kemerdekaan Catalunya tanpa melihat kekhwatiran nasib tim Fc Barcelona. Kalau catalunya bener merdeka tentu La Liga akan serasa hambar, sudah pasti tidak akan seru dan yang jelas Real Madridakan menjadi penguasa tunggal La Liga, logika bukan? Seperti apa yang kita ketahui bahwa dalam beberapa dekade ini dua tim tersebut sangat bersaing ketat dalam meregut trofi La Liga.

Presiden Catalunya mengatakan bahwa jika Fc Barcelona resmi merdeka maka besar kemungkinan mereka bisa bermain di Liga mana saja, jelas hal itu bukan lah yang diinginkan terlebih para pecinta La Liga dan kemunkinan ini lah yang akan terlihat jika nantinya publik catalunya benar melepas diri dari Spanyol.

  • La Liga Semakin Membosankan

Dimata dunia klub Barcelona merupakan salah satu kekuatan utama La Liga bersama rival abadinya Real Madrid. Sampai dengan detik ini, kedua kesebelasan itu merupan tim yang paling sering memenangi kompetisi tersebut. Sepanjang sejarah, Barcelona sudah berhasil 24 kali memenangi La Liga.

Jumlah itu hanya kalah dari Real Madrid yang telah mengoleksi 33 gelar. Selain itu kedua klub selalu mengakhiri musim diperingkat pertama dan kedua dalam beberapa musim terakhir. Jelas, hengkang nya barca dari La Liga akan membuat Real Madrid semakin berjaya, dampaknya kompetisi tersebut akan menjadi lebih membosankan.

  • Takkan Ada Lagi El Clasico

Pertandingan antara Barcelona dan Real Madrid dalam duel yang berjuluk El Clasico merupakan salah satu pertandingan terpanas dalam dunia sepakbola. Tak heran laga tersebut banyak menarik para pecinta sepakbola. Terlebih persaingan dihiasi rivalitas masing-masing mega bintang mereka yaitu, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.

Keduanya acapkali berlomba-lomba untuk menjadi pesebakbola terbaik dunia. Pertandingan kedua kesebelasan sering dibumbui dengan tensi tinggi dan tidak jarang pemain kedua kesebalan terlibat bentrok fisik diatas lapangan. Namun, apabila Barcelona keluar dari La Liga, hal itu akan membuat Laga El Clasico tidak dapat kita saksikan. Keduannya hanya mungkin berlaga pada kompetisi antarklub Eropa.

  • Pengaruh Buruk Buat Timnas Spanyol

Kemerdakaan Catalunya dari Spanyol jelas akan memengaruhi La Furia Roja. Hal itu karena penggawa Barcelona kerap menjadi pilar timnas Spanyol. Nama-nama seperti Andres Iniesta, Xavi Hernandez, dan Cesc Fabregas termasuk dalam tim yang menjuarai Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2008 serta 2012. Hal itu dipengaruhi sistem pembinaan Barcelona yang cukup baik.

Jika Barcelona merdeka dari Spanyol, maka La Furia Roja akan kehilangan salah satu sumber pemain berbakat. Pasalnya, Real Madrid lebih senang membeli pemain mahal yang berasal dari luar Spanyol. Namun, beberapa pemain kelahiran Catalunya kemungkinan masih bisa bermain untuk timnas Spanyol, jika memiliki kewarganegaraan ganda, yakni Spanyol dan Catalunya.

Kehilangan Pemasukan 20% Ekonomi Catalunya

Wilayah Catalunya memang menyumbangkan 20% pemasukan negara Spanyol selama beberapa tahun belakangan. Pantas saja jika negara ini berdiri sendiri bisa jadi kerugian buat Spanyol. Yang membuat Catalunya percaya diri bisa merdeka adalah mereka merasa bisa kaya dengan usaha negerinya sendiri. Sebesar 25% penghasilan ekspor berada di Catalunya, 21% dari pajak negara yang diperoleh Spanyol juga berasal dari Catalunya.

Makanya, Spanyol tidak akan begitu saja melepas wilayah Catalunya untuk berdiri sendiri. Tapi di sisi lain, Catalunya yang ngotot ingin merdeka pasti pada awalnya sulit menyesuaikan diri dengan negara-negara Eropa lainnya. Kalaupun ingin menjadi anggota EU Erupean Union, Catalunya membutuhkan seluruh negara di Eropa untuk menyetujui kehadirannya, termasuk Spanyol.

Saat ini Catalunya merasa bahwa mereka sudah merdeka dengan keputusan referendum yang menyatakan 90% rakyat ingin merdeka. Namun klaim ilegal dari pemerintah Spanyol memberatkan mereka untuk mengibarkan bendera kemerdekaan. Proses ini berlangsung terus menerus dan alot. Apapun keputusannya semoga saja tidak akan ada lagi tindak kekerasan dan upaya yang menyebabkan penderitaan pada rakyat sipil ya.