Bikin Ngilu, Ternyata Begini Tata Cara Sunat Pada Zaman Dulu

Istilah khitan atau yang akrab dengan sebutan sunat bagi cowok yang ada di Indonesia memang sudah tak lagi asing, iyakan guys? Berbicara mengenai sunat, umumnya sangat dekat dengan agama islam atau juga sebagai tradisi suatu daerah. Nggak hanya itu aja, sunat juga dipercaya dapat mencegah cowok terserang berbagai penyakit yang kemungkinan menyerang alat kelamin.

Yahh, memang sih beberapa cowok banyak yang ogah-ogahan dan takut banget buat disunat. Selain karena sakit banget, beberapa cowok takut untuk disuntik bahkan ada yang deg-degan setengah mati. Tapi tahukah boys, sebenarnya perkembangan teknologi sudah sangat membantu kita para cocok untuk nggak lagi ngerasakan sakitnya disunat lho, mungkin akan lain cerita jika kita menghetahui proses sunat cowok di zaman dulu.  Nah, untuk bagaimana mengetahui proses sunat cowok di zaman dulu, ada baiknya untuk kita cari tahu sejarahnya, sebelum nantinya kamu akan dibuat ngilu setelah mengetahuinya, hihi…

Sejarah Permulaan Khitan

Dikutip dari Wikipedia, khitan sebenarnya sudah dilakukan sejak zaman prasejarah lho guys, coba deh kalian amati dari lukisan-lukisan diatas yang terdapat dalam gua-gua prasejarah. Yah, khitan adalah bagian dari syariat yang melekat pada kehidupan seorang muslim. Bisa dibilang khitan merupakan fitrah manusi. Fitrah, menurut Al-Baidhawi adalah sunnah yang telah berlaku sejak dahulu, yang dipilih oleh Nabi dan menjadi titik temu semua syariat, sehingga seakan-akan amalan tersebut diwariskan secara turun menurun.

Menurut hadis riwayat, Nabi Ibrahim AS, melakukan khitan pada usia 80 tahun. Namun dalam riwayat lainnya beliau diketahui melakukan khitan pada usia 120 tahun. Akan tetapi diantara dua hadis tersebut bisa dikompromikan dengan jalan mengambil hadis pertama pada beliau berusia 60 tahun sedangkan hadis yang mengatakan beliau khitan pada usia 120 tahun itu dimaksudkan dari tahun kelahiran beliau.

Laki-laki yang pertama kali melakukan khitan adalah Nabi Ibrahim AS, sedangkan dari pihak wanita nama Siti Hajar adalah yang pertama. Sangat berbeda dengan Nabi Adam AS yang sejatinya diciptakan Allah SWT memang dalam keadaan sudah terkhitan. Diantara para Nabi yang terlahir telah terkhitan ada 13 orang yaitu: Nabi Syist, Nuh, Hud, Shalih, Luth, Syu`aib, yusuf, Musa, Sulaiman, Zakaria, Isa dan Nabi kita Muhammad saw.

Kapan Waktu Yang Tepat Untuk di Sunat?

Nah guys, sebelumnya hal ini masih dalam perdebatan beberapa ulama akan kebenaran kapan waktu yang tepat untuk seseorang disunat. Menurut beberapa sumber yang sudah berhasil saya rangkum, bahwa tidak wajib sunat sampai seseorang anak memasuki masa akil baligh, bahkan ada yang bilang bahwa sunat dapat dilakukan setelah hari ketujuh setelah kelahiran sih anak, hal ini berlaku bila menurut perkiraan medis, bahkan hal tersebut tidak akan berdampak negatif.

Kalau tidak maka kita harus menunggu sampai sih anak sanggup untuk di sunat. Namun jika seorang yang sudah memasuki masa baligh diwajibkan untuk segera disunat dan apabila seorang anak tersebut enggan untuk melakukan proses sunat, pemerintah sudah mewajibkan untuk memaksanya harus disunat.

Setelah mengetahui sejarah perkhitanan, hingga kapan waktu yang tepat untuk seseorang di sunat, saatnya untuk kalian mengetahui bagaimana proses khitan pada zaman dahulu. Yuks, baca sampai selesai~

Berendam di Sungai

Nah guys, sebelumnya ada obat bius dulunya cara ini sangat amat melekat pada orang-orang dizaman dulu. Tahu kenapa mereka merendam diri diair? Yah, hal itu mereka lakukan agar tidak merasakan sakit ketika nantinya akan disunat. Biasanya hal ini mereka lakukan pada malam hari. Yah sih mungkin hal ini nggak sesimpel disuntik obat bius yang prosenya hanya sekejap mata, berendam di sungai malam-malam sampai berjam-jam itu bisa dibilang perjuangan berat, lho. Lalu apakah benar-benar bisa membantu menghilangkan rasa sakit? Ternyata nggak juga seampuh obat bius, boys. Tapi namanya juga usaha, daripada nggak direndam sama sekali berkali lipat lagi sakitnya.

Menggunakan Kulit Bambu

Haha, membayangkan adekmu diiris pakai pisau aja udang ngilu, konon lagi kalau pakai bambu? Perlu kalian ketahui guys, kalau di erah 1980an, sunat menggunakan ala tradisonal sembilu ini dinamakan sunat dorsumsisi. Yah, walaupun prosos biusnya juga dengan berendam dengan air dingin, lalu si anak akan berbaring dan dipegangi erat-erat. Kulup pada penis kemudian ditarik dan ditandai untuk menunjukan yang akan dipotong. Nah, setelah dikulup si anak kembali kedepan, kemudian mulaila proses penyembelihan. Dijamin deh si anak akan menangis meronta-ronta karena kesakitan. Nah, pada moment ini banyak orang yang berada disekitarnya harus memegang si anak erat-erat. Udah bisa nggak lo ngebayanginya?

Menggunakan Batok Kepala

Sembilu nyatanya bukan satu-satunya alat yang digunakan buat memotong si adek. Ada juga yang menggunakan batok kelapa kering yang diasah juga hingga sangat tajam. Nggak kalah sakitnya deh pasti. Rata-rata prosesnya bahkan nggak juga nggak pakai bius-biusan. Hanya berendam air dingin biar kebal. Pemotongan dengan pisau batok ini biasanya didampingi alat lain berupa penjepit yang terbuat dari bambu, fungsinya buat menarik kulup.

Menggunakan Getah Kimpul

Namanya juga sunat, selain sakit waktu dipotong, rasa sakit juga tertinggal saat proses penyembuhan luka. Ibarat makanan, ada aftertaste-nya. Kalau sekarang seringnya habis sunat dikasih antiseptik, antibiotik, pengurang rasa sakit dan lain-lainnya. Dulu, jangankan obat merah boys, penyembuhan luka setelah sunat menggunakan getah kimpul atau getah talas belitung. Getah kimpul dipercaya bisa cepat menyembuhkan luka dan menghentikan pendarahan dengan cepat

Dicebur ke Laut

Tradisi ini terbilang sangat unik. Sebagian masyarakat Ambon dan Nusa Tenggara melakukan cebur laut sehabis sunat. Bukan sekedar main cebur, tapi kegiatan ini dilakukan sehari setelah sunat dan harus di laut yang bersih dari sampah. Tujuannya sederhana, biar lukanya cepat kering. Tapi kebayang nggak sih perihnya kaya apa berendam air asin dengan luka sunat yang belum kering-kering amat?

Setelah baca tulisan ini mungkin kamu mulai merasakan ngilu-ngilu perih dan bersyukur hidup di zaman penuh kemudahan seperti sekarang. Kamu bisa pilih bius bahkan bisa memilih ingin disunat dengan metode apa. Yang jelas lebih cepat dan lebih nggak sakit. Kalau kamu masih ogah-ogahan disunat, hmmm… jangan ngaku lak-laki sejati lah!