Berhenti Melabeli Temanmu Dengan Kata Homo, Dampaknya Mematikan Guys

Lemah amat sih lo jadi laki, lihat tuh penampilannya necis banget kan, pasti homo tuh orang. Duh, ogah deket-deket sama lo, ntar dikira gua gay lagi. Yapss, bukan tak sering kita mendengar ungkapan kata seperti itu. Sangat sering orang-orang mengambil prefensi seksual untuk melabeli orang lain sebagai homoseksual atau penyuka sesama jenis. Terkadang, orang yang kamu katain itu membalas dengan becandaan yang lebih hardcore. Tak menutupi ia akan tertawa dan menganggap itu hanya lelucon semata. Tapi sering juga, yang kamu bully diam saja seperti tak ingin menghiraukan.

Nah, yang perlu kalian ketahui sesungguhnya predikat homo yang dipakai sebagai becandaan itu adalaha mata belati, you know mata belati? Benar banget hal itu mampu melukai sekaligus menunjukan bahwa derajatmu sebagai mahkluk sosial ternyata nggak begitu tinggi.

gue tidak pro terhadap homoseksual. Tapi gue terusik dengan segala hal yang dilakukan oleh orang-orang heters atau yang mengaku straight untuk menyudutkan mereka yang preferensi seksualnya berbeda. Bagi saya, tenggang rasa itu sesimpel respek dengan pilihan orang jika ingin pilihan kita sendiri dihormati. Lagipula, menjadikan homo sebagai stereotip pun secara tata bahasa tidak punya konteks yang pas. Entah di mana lucunya…

Dampak Bullying

Bullying adalah sebuah tindakan yang telah disepakati semua orang sebagai hal yang negatif. Pada intinya hal tersebut sangat lah tidak baik untuk kehidupan sih korban bully. Bayangin, ketika seorang teman diganggu rekan kerja karena bentuk kulitnya yang tak sama, atau latar belakang keluargannya, sampai ia dijahui karena ia tidak sama dengan yang lainnya, nah yang perlu kalian ketahui disini adalah itu hanya fase awal bullying dalam lingkungan sekitar. Tahap selanjutnya kalian nggak pernah tahu kan? Yah, hal tersebut bisa aja lho sampai dengan kepenidasan fisik.

Nah kita ambil contoh, hal ini baru-baru aja terjadi lho gengs, yap dinegara kita sendiri, hal tak mengenakan ini terjadi di Universitas Gunadarma. Terlihat sih korban mendapatkan penyiksaan fisik. Perkataan tak mengenakan berulang kali diluncurkan. Dampak ini sangat merusak mental sih korban itu sendiri lho, perkataan dan perbuatan tidak menyenangkan itu sangat membekas bahkan dapat membuat dirinya depresi. Kepercayaan diri bisa saja seketika runtuh. Sebuah studi yang dilaksanakan oleh Yale University menemukan bahwa 7 sampai 9% korban bullying mempertimbangkan opsi bunuh diri. Mungkin kamu tidak pernah berpikir sejauh itu, bahwa ketika melabeli jidat temanmu dengan kata homo, atau hal semacamnya. Hal itu sangatlah merusak. Nah, gue pribadi sih menilai nggak akan mungkin dia melakukan tindakan seekstrim itu. Disini tanpa kamu sadari kamu sudah menjadi orang yang berkontribusi menghancukan hidup orang lain.

Melabeli Orang Dengan Sebutan Homo Nggak Bikin Kamu Cerdas

Orang dapat dinilai dari caranya memperlakukan orang lain, termasuk pilihan kata yang ia gunakan ketika berbincang-bincang. Ketika kita berbicara dengan lingkungan baru, sudah sepatutnya untuk lebih berhati-hati memilik diksi. Usahakan memilih kata-kata netral yang tidak berpotensi menimbulkan konflik, karena kita nggak pernah tahu latar belakang orang-orang yang sedang jadi lawan bicara kita.

Untuk itu, menggunakan kata homo dalam bercandaan itu bukan pilihan bijaksana, gaes! Walau mungkin kamu sedang menarget teman dekatmu yang tidak keberatan dengan cara bercandamu, tapi siapa tahu ada orang lain yang mendengarkannya. Kita tidak tahu apakah dia punya pengalaman pribadi dengan kata ini, siapa tahu dia adalah seorang homoseksual, bisa jadi tersinggung nih. Bayangkan jika orang tersebut adalah bos barumu, atau calon klien yang sudah lama kamu prospek. Langsung jelek sudah citramu di mata mereka. Bye~

Penjelasan Islam Menyikapi Topik Homoseksual

Dr Yasir Qadhi, seorang penulis buku dan dekan sebuah institut islam di Amerika, mencoba menjelaskan interpretasinya tentang bagaimana muslim seharusnya menyikapi topik homoseksualitas. Memang sudah jelas bahwa tindakan homoseksual tidak dibenarkan dalam agama. Tindakan yang dimaksud adalah hubungan seksual yang terjadi di level fisik manusia. Sementara itu, memiliki hasrat saja belum bisa dikategorikan berdosa.

Karena tindakan adalah ujian manusia untuk mengontrolnya, tapi perasaan datang bukan atas kehendak kita. Hanya karena seseorang memiliki perasaan spesial terhadap sesama jenisnya, tidak semerta-merta menjadikan dia makhluk hina yang tidak sempurna imannya.

Mari tangguhkan dulu debat dalam konteks agama, karena sampai kiamat pun tidak akan ada ujungnya. Setidaknya kita bisa kan sepakat bahwa: pertama, kesucian orang itu Tuhan yang tentukan, bukan manusia. Kedua, hanya karena seseorang memiliki pandangan dan gaya hidup yang berbeda dengan kita, tidak serta merta menjadikan derajat kita diangkat lebih tinggi. Nah, buat kamu yang masih membenarkan olok-olok homoseksual, coba tonton video ini deh

Stop Bullying Guys

Pada dasarnya, apapun sebutannya melabeli orang dengan cap yang tidak mereka inginkan itu tidak lah baik. Well, menyebut homo untuk melabeli orang lain juga sebaiknya tidak kamu lakukan. Kepekaan kita sebagai manusia justru dapat dibuktikan lewat bagaimana kita melihat orang lain yang berbeda dengan kita sebagai hal yang lumrah, bukan untuk di olok-olok. Jika sekarang kita sudah mulai peka dan mengingatkan teman yang masih menggunakan kata homo untuk bercanda, kita juga bisa mulai mengingatkan hal yang sama kepada mereka yang menggunakan preferensi seksual orang untuk ngatain orang lain. Terkait setuju atau tidak terhadap keberadaan homoseksual, semua kembali ke preferensi masing-masing orang. Tidak ada yang bisa memaksamu setuju pada sesuatu, apalagi harus membenarkannya. Cuma, jangan sampai ketidaksukaanmu terhadap segala sesuatu berbalik membuat semua orang jadi membencimu.

Karena orang terdidik tidak hanya pintar mengeluarkan kata-kata, tapi juga menahannya. Semoga artikel ini dapat membuka mata kalian akan dampak buruk yang harus diterimah para korban bully.