Masih Nggak Yakin Kalau Bumi Itu Bulat, Berikut Ini Penjelasannya

Hallo guys, diartikel kali ini gua akan membahas tentang bentuk bumi. Sebenarnya materi bentuk bumi merupakan pelajaran anak kelas 3 SD dan sudah diketahui oleh manusia sejak beribu tahun yang lalu. Tapi berhubung akhir-akhir ini banyak yang mendebatkan, jadi nggak ada salahnya dong kalau kita flashback jauh kebelakang sekaligus mengenang masa kecil kita masing-masing heheheh..

Akhir-akhir ini diberbagai media sosial emang rame banget ngebahas tentang bumi yang berbentuk datar flat earth. Nggak cuma di Indonesia, di Amerika pun pandangan bumi datar pun sempet rame dan cukup banyak dipercaya oleh beberapa kalangan. Masak sihh, udah cukup dong ya basa-basi nya, langsung disimak aja ya guys.

Sejarah Ilmu Pengetahuan Tentang Bumi dan Alam Semesta

Untuk dapat mengetahui bagaimana pengetahuan manusia tentang alam semesta, mau nggak mau kita harus kembali ke ribuan tahun yang lalu, saat awal peradaban manusia di bumi. Salah satu hal yang membedakan manusia, Homo Sapiens, dibandingkan spesies lain adalah kemampuan untuk berimajinasi. Misal kayak gini, kalau spesies-spesies lain ketemu singa, katakanlah rusa atau kuda, mereka kira-kira bakal berpikir begini hati-hati, singa. Tetapi manusia, berkat imajinasinya, bisa berpikir gini, hati-hati, singa itu dewa penjaga hutan ini.

Imajinasi tersebut telah membantu manusia buat survive dan menjadi spesies paling berkuasa di muka bumi ini. Kok bisa? berkat imajinasi, manusia juga bisa membentuk sebuah kelompok, organisasi atau hukum dan peraturan yang nggak mungkin bisa dilakukan oleh spesies lain. Di sisi lain, imajinasi tersebut juga menciptakan mitos dan kepercayaan terhadap benda atau fenomena yang ada di dunia ini. Jadi jangan bayangkan apa yang lo pikirkan tentang matahari, bulan, bintang atau berbagai hal yang terjadi di dunia ini sama dengan apa yang orang-orang jaman dulu pikirkan.

Diperadaban mesir kuno, misalanya langit digambarkan sebagai wanita raksasa, berupa wujud DEWI NUT. Nut merentangkan kaki dan tangan ke 4 penjuru dunia sehingga menutup bumi. Setiap pagi nut dipercaya melahirkan matahari dan malam harinya di memakan kembali matahari. Siklus tersebut terus berulang setiap hari. Sementara itu, GEB, sang dewa bumi, berbaring di bawah langit nut. Geb di gambtarkan sebagai seorang laki-laki yang berbaring dibawah lengkungan langit nut. Orang mesir memiliki kepercayaan jika terjadi gempa bumi itu disebabkan oleh geb yang sedang tertawa. Sedangkan air laut di dunia ini merupakan air mata nut ketika dipisahkan oleh geb. Gimana guys, menurut kalian deh kedengaran cukup aneh sekali bukan?Nah, untuk itu sekali lagi gua tegaskana jangan samakan pengetahuan manusa modern dengan manusia jaman dulu.

Berbeda dengan peradaban Mesir kuno yang menggambarkan alam semesta sebagai personifikasi dewa-dewi, di peradaban Babilonia, alam semesta dibagi menjadi struktur tiga lapis dengan bumi datar yang mengambang di atas air dan berada di bawah langit. Nah, di peradaban Babilonia ini lah ilmu tentang perbintangan mulai maju, tapi meskipun begitu mereka masih menganggap benda-benda langit mempunyai kekuatan magis. Orang-orang membayangkan bentuk tertentu yang dihasilkan dari susunan bintang dan menghubungkannya dengan aspek tertentu dari alam atau mitologi mereka.

Orang-orang Babilonia percaya bahwa susunan bintang tersebut menentukan nasib manusia. Hal ini lah yang sekarang kita sebut dengan zodiak atau ramalan bintang. Sedangkan Matahari, Bulan dan planet-planet saat itu yang ditemukan Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, Saturnus, masing-masing diberi 1 hari sebagai persembahan. Jadilah satu minggu itu isinya 7 hari. Beberapa nama hari masih kita kenali sampai sekarang yaitu Sunday matahari, Monday bulan, Saturday Saturnus.

Nah, di sini lo bisa lihat bagaimana orang jaman dulu mengambil kesimpulan, yaitu bukan hanya dari fakta yang mereka lihat, tapi banyak juga disertai oleh imajinasi-imajinasi. Imajinasi tersebutlah yang akhirnya melahirkan mitologi-mitologi yang ada di berbagai peradaban. Meskipun begitu, imajinasi ini sebenernya nggak selalu salah. Kadang, bisa juga benar. Tapi, imajinasi tersebut harus bisa divalidasi belum diuji kebenarannya. Lantas, bagaimana cara memvalidasinya?

Dari Mitologi ke Rasionalitas

Pada awal peradaban Yunani Kuno, banyak juga sebenarnya pemikir-pemikir yang sudah mulairasional, tapi masih berkesimpulan bahwa bumi itu datar. Misalnya, Thales berpendapat bahwa bumi berbentuk datar dan mengambang di air. Bumi ibarat kayu yang mengambang di tengah lautan. Anaximander meyakini bahwa bumi berbentuk silinder pendek dengan permukaan datar dan mengambang di udara. Anaximenes percaya bahwa benda-benda langit berbentuk datar dan kemungkinan besar dia juga berpikir bumi berbentuk datar. Tetapi, yang membedakan argumen para pemikir di Yunani Kuno dengan sebelum-sebelumnya adalah, mereka sudah mulai berargumen berdasarkan pengamatan yang mereka lakukan, meskipun belum sempurna. Dengan kultur semacam itu, lahirlah tokoh seperti Aristoteles.

Apakah Aristoteles yang pertama kali mengemukakan pendapat bahwa bumi itu bulat masih jadi perdebatan di kalangan sejarawan. Namun pada 340 tahun sebelum masehi, beliau dipercaya menjadi orang pertama yang menulis pendapat tersebut dalam bukunya On the Heavens. Beberapa argumen yang Aristoteles kemukakan :

  • Dia menyadari bahwa gerhana bulan disebabkan oleh Bumi yang berada diantara Bulan dan Matahari. Bayangan Bumi pada permukaan Bulan selalu bundar. Hal ini hanya mungkin bila Bumi bulat. Apabila Bumi datar, maka bayangannya lonjong dan hanya bulat apabila Bulan berada di atas ubun-ubun.
  • Dari perjalanan yang pernah dilakukan dilakukan, orang-orang Yunani mengetahui bahwa Bintang Utara tampak lebih rendah di langit bila pengamat berada lebih ke selatan karena terletak di atas kutub Utara. Bintang Utara berada tepat di atas ubun-ubun seorang pengamat di Kutub Utara, dan di atas horizon bila ia di khatulistiwa. Hal ini hanya mungkin bila bumi akan terlihat bulat.
  • Kapal yang muncul dan tenggelam di horizon batas terjauh yang bisa teramati. Apabila ada kapal yang berlayar menjauhi kita, maka badan kapal tersebut akan tenggelam terlebih dahulu di horizon. Begitu pula sebaliknya, bagian atas kapal akan terlihat terlebih dahulu di horizon apabila mendekati kita.

Dari bukti-bukti tersebut, Aristoteles menyimpulkan bahwa bentuk bumi adalah bulat. Gagasan Aristoteles tersebut disepakati oleh filsuf-filsuf setelahnya seperti Eratosthenes, Euclid, Aristarchus, dan Archimedes.

Eratosthenes bahkan berhasil mengukur keliling bumi menggunakan tongkat yang terletak di dua tempat yg berbeda. Dia memanfaatkan perbedaan bayangan antara dua tongkat tersebut akibat lengkung bumi untuk mengukur keliling total.

Dengan cara tersebut Eratosthenes bisa mendapatkan nilai keliling bumi 46.250 km. Cuma meleset sekitar 15% dengan keliling bumi yang diukur di zaman modern 40.075 km.

Aristoteles juga menduga Bumi tetap di tempat dan benda-benda langit yang mengelilingi Bumi, namun dia ga memiliki landasan atas argumen tersebut. Sejak saat itu, bentuk bumi udah jarang menjadi perdebatan lagi di kalangan filsuf Yunani Kuno.

Geosentris vs Heliosentris

Diskusi tentang bentuk bumi di kalangan para filsuf bisa dibilang udah selesai setelah Aristoteles mengajukan pendapatnya di atas. Setelah itu, pertanyaan mulai beralih yaitu tentang pusat alam semesta. Apakah bumi yang menjadi pusat geosentris? Dalam arti, bumi adalah pusat semua benda di luar angkasa, dan matahari, bulan, bintang bergerak mengelilingi bumi.

Ketika Bumi dijadikan acuan pengamatan, maka lo akan melihat pergerakan planet yang meliuk-liuk retrograde. Sebagai gambarannya berikut ini pergerakan Matahari, Mars, dan Jupiter apabila diamati dari Bumi.

Claudius Ptolemeus dari Alexandria mencoba menjelaskan fenomena tersebut sekaligus melengkapi model Aristoteles. Dalam bukunya Almagest, Ptolemeus mengajukan model Bumi sebagai pusat tata surya seperti model Aristoteles, namun dengan versi yang lebih kompleks, dengan memperhitungkan posisi dari matahari, bulan dan planet-planet dari Bumi. Untuk menjelaskan pergerakan planet yang meliuk-liuk retrograde tersebut, Ptolemeus menambahkan sub-orbit melingkar di dalam sebuah orbit epycicle. Dengan model ini, Ptolemeus bisa meramalkan posisi benda-benda di langit tersebut, tetapi tetap saja, model tersebut masih terlalu rumit dan nggak sepenuhnya akurat.

Emangnya kenapa sih ketika Bumi dijadikan acuan pengamat, jadinya pergerakan planet meliuk-liuk retrograde? Orbit meliuk-liuk retrograde tersebut bisa dijelaskan dengan sederhana apabila bumi dan planet mengelilingi pusat yang sama matahari. Karena jarak Bumi dan planet ke matahari berbeda, maka ketika Bumi udah berevolusi 1 kali, planet yang diamati belum tuntas berevolusi, apabila jaraknya lebih jauh dari Bumi.

Nah, model matahari sebagai pusat tata surya heliosentris inilah yang coba diajukan Nicolaus Copernicus dari Polandia pada abad keenam belas masehi. Copernicus berusaha mendobrak pengetahuan bahwa matahari, bintang, bulan mengelilingi bumi yang udah bertahan selama kurang lebih 1800 tahun. Gila nggak tuh? Walaupun begitu, Copernicus nggak berani terang-terangan bilang tentang model yang dia ajukan karena dia sendiri adalah seorang pendeta, sedangkan Gereja saat itu menganut model Ptolomeus-Aristoteles Bumi sebagai pusat benda-benda langit.

Copernicus awalnya menyebarkan gagasannya sekitar tahun 1514 dalam sebuah naskah 40 halaman berjudul Commentariolus secara anonim ke temen-temen deketnya aja. Model Copernicus langsung membuktikan diri jauh lebih akurat daripada model Ptolomeus dan segera menyebar di kalangan intelektual Eropa. Di tahun 1543, beberapa saat sebelum dia meninggal, Copernicus pun berhasil menyelesaikan naskahnya secara lengkap dengan judul On the Revolutions of the Heavenly Spheres.

Buat perbandingan, sekarang coba lo perhatikan 2 model berikut :

Di Italia, model Copernicus mendapat dukungan dari Galileo Galilei yang saat itu lagi sibuk mengembangkan teleskop. Dia mengamati benda-benda langit termasuk planet Jupiter yang dikelilingi oleh beberapa satelit, dia pun kepikiran, Hmm Jupiter aja dikelilingi oleh satelit, jadi nggak semua benda langit harus mengelilingi bumi dong? mungkin Bumi ini aslinya sama dengan Jupiter, dikelilingi satelit juga dan mengorbit pada pusat yang sama.

Pengembangan teleskop dan serentetan penemuan ini membuat reputasi Galileo semakin dikenal di kalangan ilmuwan pada masa itu. Namun demikian, dukungannya terhadap teori Copernicus bahwa Bumi bukan pusat Tata Surya menyebabkan dia berhadapan dengan kalangan gereja yang menentangnya. Dia pun dituduh heretic atau murtad.

Biasanya, hukuman bagi mereka yang dituduh mengganti pada masa itu bisa sadis banget. Tapi untungnya karena faktor usia dan banyak berjasa, Galileo akhirnya cuma dijatuhi hukuman tahanan rumah dan pengucilan sampai dengan akhir hidupnya, cukup enteng apabila dibandingkan dengan isu yang beredar kalo dia dihukum mati. Hukuman lain terhadapnya cuma suatu permintaan agar dia secara terbuka mencabut kembali pendapatnya bahwa bumi berputar mengelilingi matahari.

Di saat hampir bersamaan, gagasan Copernicus tersebut diteliti dan dikembangkan oleh matematikawan yang berasal  dari Jerman, Johannes Kepler. Berdasarkan data yang Kepler dapatkan, dia menemukan bahwa pergerakan planet-planet tidak melingkar sempurna mengelilingi matahari, seperti yang Copernicus pikir, tetapi berbentuk elips dengan matahari berada di salah satu fokusnya. Namun, saat itu Kepler nggak ngeh dengan apa yang telah menyebabkan planet-planet tersebut tetap dalam orbitnya. Kepler menduga hal itu karena gaya magnetik, sebelum akhirnya Isaac Newtoon menjelaskan kalau hal itu disebabkan oleh gravitasi.

Nah guys, itulah kurang lebih cerita singkat dari perjalanan manusia dalam memahami bentuk dan posisi planet bumi ini. Mulai dari Aristoteles, Prolemeus, Coppernicus, Galileo, Kepler, hingga Newton. Dan jika mau ditelusuri terus akan berlanjut pada ilmuwan modern seperti Einstein, Sagan, Hawking, dan lain-lain. Selama ribuan tahun, setiap gagasan tentang bentuk Planet Bumi dan posisinya telah dikembangkan dan diuji berkali-kali baik dari pengamatan empiris maupun pendekatan matematika. Selain beberapa bukti penalaran yang digunakan oleh filsuf dan ilmuwan di atas, berikut ini beberapa bukti lain yang menunjukan kalo bumi bulat.

  • Adanya zona waktu

Buat yang suka Liga Champions, lo mesti bangun dini hari pukul 2:30 WIB buat bisa nonton pertandingan di Madrid, Milan, London atau bagian Eropa lain yang tanding jam 20:00 waktu Eropa. Kok bisa di Eropa masih jam 8 malem, tapi di Indonesia udah jam setengah tiga pagi? Rasanya nggak perlu gue jelasin kenapa hal tersebut bisa terjadi, lo semua pasti tau karena perbedaan zona waktu. Zona waktu terjadi sebagai akibat dari cahaya matahari yang menyinari bagian bumi.

Karena bumi bentuknya bulat, maka matahari nggak bisa nih nyinarin semua permukaan bumi secara bersamaan, mesti gantian. Akibatnya tiap daerah punya waktu yang berbeda-beda di saat yang bersamaan. Hal ini cuma bisa dijelaskan apabila bumi berbentuk bulat.

Kalau bumi datar, kita masih bisa melihat matahari meskipun jaraknya jauh.

  • Pengamatan dari luar angkasa

No pic, hoax! Kalo lo orangnya ga percaya sebelum lihat fotonya, saat ini sebenernya udah sejak lama ada beberapa foto yang diambil dari luar angkasa.

Jika lo pengen melihat citra bumi dari International Space Station (ISS), termasuk apa yang dibicarain krunya, lo bisa live streaming di sini! Jika tampilan live straming kosong layar biru, kemungkinan terjadi gangguan sinyal, coba lo cek dirrect linknya di sini. http://www.ustream.tv/channel/live-iss-stream

  • Kisah penjelajahan manusia

Udah banyak kisah penjelajahan manusia mengelilingi bumi. Kisah yang disebut-sebut paling berpengaruh terhadap sejarah dunia adalah penjelajahan Christoper Colombus. Penjelajahan ini dipicu oleh jatuhnya kota Konstantinopel oleh Kesultanan Ottoman, jalur perdagangan dari Eropa – Asia ditutup. Padahal sebelumnya Konstantinopel merupakan salah satu kota yang paling berpengaruh dan menjadi pusat perdagangan. Karena kesulitan menempuh perjalanan darat maka perjalanan laut menjadi pilihan para penjelajah Eropa termasuk Columbus.

Columbus mencoba untuk menemukan rute laut paling singkat dari Eropa ke Asia. Colombus sendiri sudah tau bahwa Bumi ini bentuknya bulat, tapi dalam bayangannya waktu itu, bulatnya relatif kecil, nggak segede yang kita ketahui sekarang keliling katulistiwa 40,075 km. Oleh karena itu, dia memutuskan ke Asia melalui Samudera Atlantik karena dia pikir rute ini bakal lebih dekat. Nah, Ratu Isabella yang membiayai perjalanan Colombus waktu itu, ngeyel, dan nyaranin Colombus ke arah timur. Seperti yang udah lo baca dalam berbagai informasi sejarah, Colombus akhirnya malah pergi ke barat dan nyampe di benua Amerika. Karena mengira tiba di Hindia Asia. Mereka menyebut penduduk Amerika tersebut dengan sebutan Indian.

Sedangkan orang pertama yang memimpin ekspedisi yang bertujuan mengelilingi bumi adalah Ferdinand Magellan. Penjelajahan ini disebut-sebut sama pentingnya dengan misi pendaratan NASA di bulan. Saat itu Magellan dan kru-nya yang totalnya 243 orang bertekad mengelilingi dunia dari Spanyol ke Barat terus sampai akhirnya tiba ke Spanyol lagi. Dia mulai berlayar ke arah Amerika menyeberangi Samudera Atlantik, lalu menyeberangi Samudera Pasifik sampai akhirnya sampai di Filipina.

Dengan perbekalan yang terbatas, banyak awak kapal yang meninggal karena lapar, sakit, ataupun perang dengan penduduk lokal. Magellan sendiri tewas di Filipina dan awak kapal yang berhasil hidup sampai kembali ke Spanyol cuma tersisa 18 orang. Untuk menghargai jasanya, nama Magellan diabadikan dalam nama 2 galaksi tetangga Milkyway, Awan Magellan Besar Large Magellanic Cloud dan Awan Magellan Kecil Small Magellanic Cloud.

Penjelajahan lain yang familiar dengan sejarah Indonesia adalah penjelajahan antara Spanyol dan Portugis. Pada abad ke 15, bangsa Eropa lagi gencar-gencarnya mencari daerah jajahan baru. Keunggulan dalam teknologi navigasi dan perkapalan yang dimiliki Portugis dan Spanyol menimbulkan persaingan dan perselisihan di antara keduanya dalam memperebutkan wilayah penjelajahan dan perdagangan. Akhirnya pemerintah Spanyol dan Portugis, dimoderasi oleh Paus, sepakat untuk melakukan Perjanjian Tordesillas.

Isi dari perjanjian tersebut adalah pembagian arah pelayaran antara Spanyol dan Portugis yang dibatasi oleh garis yang sekarang kira-kira garis 46 derajat bujur barat. Dalam perjanjian tersebut, Spanyol memiliki hak perdagangan dan pelayaran ke arah barat, sementara Portugis ke arah timur. Pokoknya mereka harus berlayar saling menjauh supaya nggak bersaing satu sama lain.

 

Kemudian berlayarlah kapal-kapal Spanyol ke Barat, lalu kapal-kapal Portugis ke arah Timur. Tanpa disangka, mereka akhirnya ketemu di Kepulauan Maluku. Nah mereka bingung Loh? lo kok disini?, la kan yang satu ke timur terus dan yang satu ke barat terus kok akhirnya ketemu? Jangan-jangan ada salah satu pihak yang melanggar perjanjian nih. Mereka bersitegang lagi akibat saling menyalahkan dan menuduh melanggar perjanjian Tordesillas yang sebelumnya telah disepakati oleh kedua belah pihak. Nah, mereka pun hampir gontok-gontokan lagi dan lagi-lagi Paus menengahi dan membuat kesepakatan baru yang disebut dengan Perjanjian Saragosa.

Ada yang tau nggak kenapa kira-kira Eropa saat itu masih banyak yang percaya dengan bumi datar? Padahal Aristoteles pada abad ketiga sebelum masehi udah menjelaskan bahwa Bumi berbentuk bulat.

Dari Mana Asalnya Kalau Bumi Itu Datar?

Modern flat earth society ini di mulai dari abad 19 pencetusnya adalah Samuel Birley Rowbotham. Salah satu percobaan yang di lakukan oleh Rowbotham adalah Bedford Level Experiment di tahun 1838, Bedford adalah nama sebuah sungai di Norfolk Inggris. Percobaan ini bertujuan untuk membuktikan apakah bumi bener-bener bulat seperti bola dan untuk menentukan dimana batas jarak lengkungan bumi curvature. Di sungai Bedford terdapat saluran air yang panjang panjang banget dan lurus, tiap 6 mil 9.7 km terdapat jembatan. Jika Bumi bulat, maka perahu di salah satu jembatan nggak akan terlihat di jembatan satunya. Berdasarkan para ahli yang mengatakan bahwa total keliling bumi adalah 25.000 mil, seharusnya dalam jarak 6 mil 9.7 km sudah ada lengkungan curvature.

Robowtham mencoba melihat kapal setinggi 5 kaki menggunakan teleskop yang setinggi 8 inch yang ditaruh di atas air sungai Bedford. Setelah kapal tersebut melewati jarak lebih dari 6 mil 9.7 km, ternyata kapal tersebut masih bisa terlihat dengan jelas melalui teleskopnya. Harusnya kalau emang benar bumi itu berbentuk bulat nggak mungkin donk kapal tersebut yang sudah melewati jarak 6 mil masih bisa terlihat walaupun pakai teleskop karena sudah berada di balik lengkungan bumi.

Robowtham pun menerbitkan buku yang berjudul Zetetic Astronomy Earth Not a Globe yang menyatakan Bumi merupakan piringan datar yang berpusat di Kutub Utara dan dibatasi sepanjang tepi selatannya oleh dinding es, Antartika, dengan Matahari dan bulan berada 3.000 mil 4.800 km di atas permukaan Bumi. Dia juga menerbitkan selebaran berjudul “The inconsistency of Modern Astronomy and its Opposition to the Scriptures, yang berpendapat bahwa Bible, di samping indera kita, mendukung gagasan bahwa bumi datar dan tak tergoyahkan dan kebenaran esensial ini seharusnya tidak disisihkan untuk sistem yang semata-mata didasarkan pada dugaan manusia.

Tahun 1870, salah seorang pendukung fanatik Flat Earth, John Hampden, mengadakan taruhan buat siapa aja yang bisa membuktikan bumi bulat dan mematahkan hasil Bedford Experiment, dengan iming-iming hadiah $500. Kalo dihitung pake inflation calculator, maka uang $500 di tahun 1870 setara dengan uang $9457 di tahun 2015. Uang $9457 kalau dirupiahkan dengan asumsi kurs dollar Rp13.000 jadinya senilai Rp122.941.000. Banyak juga ya?

Alfred Russel Wallace yang merupakan penulis buku The Malay Archipellago dan kita kenal sebagai ilmuwan Biologi & eksplorer yang revolusioner sebagai salah satu penggagas teori evolusi bersama Charles Darwin pun tertarik dengan taruhan tersebut. Jika lo inget pelajaran IPS SD tentang garis Wallace dan garis Webber, yang dimaksud Wallace adalah Alfred Russel Wallace ini. Saat itu profesi scientist masih sangat langka, nggak seperti sekarang. Hasil royalti buku Wallace dan penjualan beberapa koleksi burung tropis dan kupu-kupu yang dia kumpulkan selama petualangannya ga memberikan pemasukan yang memadai. Berbeda dengan Darwin yang berasal dari keluarga yang berada, Wallace berasal dari keluarga yang biasa-biasa aja. Oleh karena itu Wallace memutuskan buat ikutan taruhan itu karena pikirnya bisa dapet duit secara gampang sekaligus berharap dapat menghentikan orang-orang bodoh ini.

Kekeliruan dari percobaan Rowbotham tidak menghitung pembiasan cahaya oleh uap air laut yang pasti terjadi ketika temperatur sangat tinggi. Mengingat percobaan ini dilakukan saat musim panas, maka penguapan air laut pasti terjadi, dan akibatnya adalah pembiasan cahaya pembelokan cahaya oleh uap air laut.

Karena Wallace adalah ilmuwan beneran yang tau tentang hal tersebut, dia memastikan untuk menghindari efek pembiasan cahaya oleh uap air laut. Maka dia melakukan percobaan yang sama tetapi pada ketinggian titik pengamatan 4 meter. Hasil dari percobaan ini membuktikan bahwa bagian bawah kapal menghilang, hasil yang berlawanan dengan yang diperoleh pada awal eksperimen Rowbotham. Hasil ini diakui oleh juri yang membuat Wallace memenangkan taruhan ini. Di kemudian hari eksperimen yang sama telah dilakukan oleh orang lain dan memberikan hasil sesuai dengan eksperimen Wallace.

Perdebatan Kalau Bumi Itu Datar?

Konsekuensi dari teori flat earth ini menafikan hampir semua ilmu pengetahuan yang selama ini berlaku, seperti gravitasi, matahari mengelilingi bumi, terjadinya gerhana, dan berbagai hal lain. Gimana caranya mengambil kesimpulan dari masalah ini? Gue sebelumnya pernah membahas tentang cara mengambil kesimpulan yang rasional, yang mana apabila terdapat permasalahan, maka kita mesti mengujinya dengan eksperimen atau data.

Kembali ke Alfred Russel Wallace, meskipun dia memenangkan taruhan, tapi hal tersebut sangat disesalinya dan bahkan dia bilang ini kejadian paling aku sesalkan dalam hidupku. Lah, kok bisa?Selama puluhan tahun, dia dan keluarganya terus-terusan mendapat ancaman pembunuhan, permasalahan hukum dan berbagai teror dari John Hapmden yang fanatik dan tidak bisa menerima kekalahan.

John Hampden sendiri tetep bersikukuh bahwa bumi berbentuk datar dan mengabaikan putusan juri yang memenangkan Wallace. Dia, hingga akhir hayatnya, terus-terusan menerror Wallace. Seperti halnya Hampden, pendukung flat earth lainnya juga mengabaikan sejarah dan fakta-fakta yang telah diajukan.

Hingga saat ini, tentu masih banyak banget orang yang masih percaya dengan bumi datar. Sampai di sini sih gue pribadi menyerahkan pada keyakinan masing-masing, itu hak mereka. Apakah kita mau terus maju bersama ilmu pengetahuan yang telah diuji berkali-kali oleh para ilmuwan dengan bermacam-macam pendekatan, atau mau mundur kembali keberibu tahun yang lalu? Satu pelajaran berharga yang bisa dipetik dari Wallace, jangan menghabiskan waktu berdebat dengan fanatik.

Pikirkan Dengan Bijak Sebelum Kalian Menyesal Mengambil Jurusan Prestisius Ini

Kalau di Indonesia jurusan kuliah yang paling bergensi apa ya kira-kira? Sebagian orang mungkin akan menjawab, jurusan kedokteran. Yasihh, hampir setiap tahunnya ribuan lulusan sekolah menengah atas SMA bersaing ketat untuk masuk jurusan yang biasanya memiliki passing grade paling tinggi ini. Motivasi para lulusan SMA yang mau masuk jurusan kodekteran yah kira-kira seperti ini deh.

Menjadi seorang dokter adalah pekerjaan paling mulia, gue mau banget jadi sosok penolong dimasa depan, atau keren dong jadi dokter, profesi idaman calon mertua banget. Pastinya masih banyak banget alasan orang mengapa ingin mengambil jurusan tersebut, namun menurut persepsi gue alasan itulah yang paling dominan.

Apapun motivasinya, ya sah-sah aja sih, asalkan ketika sudah menjadi dokter, ia bisa bekerja dengan integritas. Masalahnya, nggak sedikit lulusan SMA yang kaget ketika berhasil masuk jurusan ini karena ternyata perkuliahan dan dunia kedokteran jauh berbeda dari apa yang dibayangkan selama ini.

Banyak yang tidak mengerti apa yang akan mereka pelajari dan tantangan yang akan mereka hadapi kelak mereka menjadi seorang dokter. Dibeberapa kasus yang gua temukan, tak sedikit yang merasa tertekan, kehilangan motivasi belajar, nggak bisa survive, dan tak sedikit pula mereka memutuskan dropout dari jurusan prestisius ini. Dan gue yakin pasti kalian nggak akan mau bernasib seperti ini.

Nah, pada kesempatan kali ini gue ingin berbagi cerita tentang seluk-beluk perkuliahan dan dunia kedokteran, gue ingin membongkar berbagai pandangan seputar jurusan kedokteran. Gue juga akan menjelaskan perjalanan dan tantangan yang akan kalian hadapi untuk menyandang gelar dokter agar mampu berkarya ditengah masyarakat. Untuk itu, gue harap kalian bisa mengerti realita dunia kedokteran di Indonesia dan memutuskan apakah kalian benar-bener punya alasan yang kuat untuk menjadi seorang dokter.

Apa Sih Ilmu Kedokteran Itu?

Sebelum kalian mengetahui lebih dalam perihal jurusan ilmu kedokteran, ada baiknya untuk kalian ngerti dulu tentang ilmu kedokteran itu sendiri. Nah, menurut kalian apasih bedanya ilmu kedokteran dengan ilmu biologi yang udah kalian pelajari semasa SMA dulu. Bingung kan? Pasti kalian ngga ada yang tau jawabannya. So santai, menurut Merriam-Webster, ilmu kedokteran dapat didefinisakan sebagai berikut.

Ilmu atau seni yang berkecimpung dalam pemeliharaan kesehatan, serta pencegahan, pengobatan atau penatalaksanaan penyakit. Jadi, dari kata-kata kesehatan dan penyakit kita dapat dengan mudahnya menyimpulkan bahwa ada faktor tertentu yang bisa dipengharui kesehatan dan penyakit ini, yaitu tubuh manusia.

Dengan kata lain, ilmu kedokteran adalah ilmu yang mempelajari cara kerja tubuh manusia, kesetimbangannya, faktor-faktor yang dapat mengganggu fungsi dan kesetimbangan tersebut, serta cara mempertahankan dan mengembalikan ketidakseimbangan gangguan fungsi tersebut ke fungsi kesetimbangan yang normal. Jadi, kalau kalian suka pelajaran biologi tapi sebenarnya lebih suka ke pengamatan flora dan fauna seperti di acara National Geographic atau suka teknologi rekayasa genetika seperti di film Jurassic Park pastinya kalian akan nyasar jika masuk kuliah jurusan kedokteran.

Skills Apa Aja Sih Yang Dibutuhkan Untuk Belajar Kedokteran?

Dari definisi singkat tentang ilmu kedokteran, kita bisa menjabarkan skills apa aja nih yang dibutuhkan untuk mendalami ilmu ini. Dan berikut adalah 3 skills yang memang harus kalian pelajari dalam ilmu kedokteran.

  • Dapat Memahami Konsep Biologi, Kimia, Fisika dan Matematika

Kalau menurut gua skills pertama yang harus kalian miliki ya itu. Namun, bagaimana dengan orang yang tidak memiliki kemampuan tersebut.  Apakah dia tidak bisa jadi dokter? Salah, tetap bisa kok. Jadi gini, sewaktu sekolah dulu tentu kita udah banyak belajar tentang tubuh manusia. Kita belajar sistem darah, sistem gerak, sistem pencernaan, banyak deh. Well, tanpa kalian sadari materi kuliah kedokteran telah kalian pelajari sejak dulu.

Namun, bukan berarti nggak sedikit yang pengen kuliah kedokteran semata-mata karena suka atau punya nilai biologi bagus di SMA. Ini jelas kesalahan besar yang selalu saja terjadi berulang setiap tahunnya dikalangan mahasiswa baru kedokteran. Untuk dapat menjadi mahasiswa kedokteran dan menjadi dokter yang handal dimasa depan, tentu kalian nggak hanya memiliki kemampuan biologi SMA aja.

Belajar tentang tubuh manusia ditingkat kuliah kedokteran itu jauh berbeda dibandingkan belajar biologi sewaktu mengenyam bangku SMP maupun SMA. Di SMA mungkin kalian akan selamat jika bisa sekedar menghafal nama-nama dan urutan tulang dengan benar atau mungkin kalian masih bisa mendapat nilai bagus atau bahkan dapat ranking jika bisa menghafal fungsi dan penyakit sistem reproduksi manusia tanpa memahami keterkaitannya dengan organ lain yang dipelajari dibab-bab sebelumnya.

Untuk tingkat S1, ilmu ini jelas memiliki perbedaan yang jauh. Ilmu kedokteran tingkat perkuliahan jauh lebih terpadu dan fokus pada kesetimbangan tubuh. Kalian tidak cukup hanya mengenal, tapi kalian juga harus memahami fungsi dari benda-benda dan roda-roda mesin yang ada di dalam tubuh manusia beserta interaksinya hingga dapat berfungsi dengan penuh.

Terlebih, ketika kalian harus mempelajari penyakit yang dapat menyerang suatu organ tubuh, mau nggak mau kalian harus bisa mengoneksikannya dengan kondisi organ-organ lain, bahkan kalian harus menganalisisnya sampai ketahap sel. Nah, disini nih banyak anak SMA yang nggak ngeh kalau cara kerja sel dan sistem tubuh itu kebanyakan masuk keranah ilmu kimia. Nggak percaya? Nih ilustrasinya :

  • Ion mengatur komunikasi antar sel.
  • Reaksi kimia memandu banyak proses biologis.
  • Tiap zat yang ada atau masuk ke dalam tubuh harus tepat dosis agar tidak menimbulkan efek samping.

Oleh karena itu, sangat disarankan untuk kalian memahami konsep kimia yang kuat. Mulai dari asam dan basa, reaksi kimia, sampai kimia organik. Jika telah memahami hal tersebut, tentu kalian telah memiliki fondasi yang kokoh untuk memahami berbagai interaksi sitem tubuh. Hal lain yang juga banyak mengagetkan anak SMA adalah ilmu fisika juga kepake dikuliah kedokteran. Berikut contohnya :

  • Pemahaman konsep fisika kuantum akan sangat membantu kalian untuk memahami bagaiman alat X-Ray bekerja.
  • Dan jika kalian tidak dapat menguasai konsep vektor di fisika SMA, kemungkina kalian akan kesulitan untuk memahami sistem EKG dan alat rekam jantung sebagai salah satu alat emergensi di dunia medis.
  • Jika kalian tertarik untuk menjadi dokter dibidang rehabilitasi atau beda tulang, konsep sistem katrol dan kesetimbangan momen di fisika akan sangat membantu menjadi dasar penatalaksanaan atau treatment untuk patah tulang.

Nah, supaya kalian jago di kimia dan fisika, skills memahami matematika nya juga harus oke donggggg…

  • Kemampuan Berpikir Sistematis

Yaps, ilmu kedokteran sangat terfokus pada interaksi antar sel dan sistem organ tubuh. Tubuh manusia bisa dianalogikan sebagai suatu pabrik yang terbagi menjadi berbagai unit kerja. Tubuh manusia membentuk suatu alur yang dalam fungsi optimalnya dapat memberikan dan memasok segalam macam zat yang diperlukan untuk menjalankan fungsi kehidupan. Disisi lain, tubuh manusia juda dapat mengeluarkan segagal zat sisa atau racun yang dihasilkan sistem kehidupan tersebut.

Nah, ketidakseimbangan antara keduanya menjadi salah satu penyebab dan gejala penyakit. Oleh karena ini, dalam memahami tubuh manusia secar detail sangat dibutuhkan skill untuk berpikir secara menyeluruh atau sistematis. Kita nggak bisa menganalisi suatu organ secara parsial agar dapat terisolasi dari organ lainnya yahh seperti pendekatan belajar pelajaran biologi di SMA pada umumnya. Nah, skill berpikir sistematis itu justru lebih mirip dengan skill yang dipakai oleh mereka yang sekolah teknik kimia dan teknik industri lho.

  • Memiliki Kemampuan Berbahasa Inggris

Emangnya harus yah kalau mau kuliah jurusan kedokteran harus memiliki kemampuan Berbahas Inggris, kan sekolahnya di Indonesia, prakti kerja juga di Indonesia, pasiennya juga orang Indonesia. Jika kalian pikir itu nggak harus, kalian salah besar guys. Lah kok gitu, iya emang gitu, saat ilmu kedokteran emang udah erat dengan 2 bahasa yaitu bahasa latin dan juga bahasa inggris. Yah, textbooks yang akan kalian pakai jadi bacaan wajib saat kuliah adalah buku berbahasa Inggris yang dipenuhi banyak istilah Bahasa Latin.

“Masa ga pake textbook berbahasa Indonesia sama sekali?”

Penerjemahan bahan ajar dan hasil penelitian ke Bahasa Indonesia bisa memakan waktu yang lama dan ongkos yang besar. Rata-rata buku berbahasa Indonesia untuk bidang kedokteran itu terlambat 5 tahun dibandingkan edisi bahasa Inggris. Itu artinya, kalo kalian kekeuh belajar dengan buku bahasa Indonesia saja, buku yang kalian baca itu sudah ketinggalan jaman selama 5 tahun ketika baru terbit. Apalagi jika kalian beli bukunya di pasar atau warung loak. Kebayang nggak tuh betapa ketinggalannya kalian nanti.

“Emang Bahasa Inggris yang diperlukan untuk belajar di Kedokteran itu setaraf berapa sih?”

Beberapa sekolah mungkin sekarang sudah mensyaratkan TOEFL sebelum masuk S1. Namun, pada kenyataannya, bahasa Inggris yang ada di teks buku kedokteran tidak akan selevel TOEFL, tapi selevel tes SAT! Wah apaan tuh? Scholastic Aptitude Test atau SAT adalah ujian saringan masuk universitas di Amerika Serikat semacam SBMPTN-nya Amerika Serikat lah.

Level TOEFL itu fokus ke penggunaan Bahasa Inggris untuk percakapan sehari-hari, sedangkan level SAT fokus pada penggunaan Bahasa Inggris untuk konteks akademik. Jadi, meskipun tidak disyaratkan, ada baiknya kalian belajar bahasa Inggris sampai level SAT agar bisa lebih unggul dari teman-teman kuliah kedokteran kalian nantinya, dalam hal bisa membaca textbook lebih cepat dan lebih akurat.

“Kalau kemampuan Kimia, Fisika, Bahasa Inggris, berpikir sistematis saya pas-pasan gimana? Apakah bisa mengejar?”

Tentu saja bisa. Justru gerbang awal seleksi itu ada di ujian SBMPTN. Gak heran passing grade Fakultas Kedokteran sangat tinggi karena memang untuk menempuh kuliahnya diperlukan pemahaman matematika, sains dan bahasa inggris yang cukup matang. Buat kalian yang mau jadi dokter, jadikanlah SBMPTN ini sebagai ajang untuk mengasah kemampuan fundamental kalian, terutama yah di ketiga bahasa itu tadi. Kalau kalian masuk kedokteran tanpa persiapan yang mateng, biasanya nanti kewalahan sendiri, beban belajar jadi berlipat yang akan berpengaruh ke indeks prestasi kalian dan pada akhirnya akan berpengaruh ke kualitas kalian sebagai dokter nantinya.

Tahapan Sekolah Kedokteran

Selesai membahas kemampuan yang harus kalian miliki sekarang kita lanjut ke istilah kedokteran, karena istilah ini yang dipakai dalam bahasa inggris, jepang, mandarin dan latin. Sekolah dokter pertama di Indonesia, yaitu STOVIA, yang juga menggunakan istilah sekolah. Sekolah kedokteran memiliki sistem yang jauh berbeda dengan jurusan-jurusan dalam suatu universitas pada umumnya.

Yuks, kita urutkan tahap-tahap bagaimana kalian akan menjalani kehidupan disekolah kedokteran. Namun, sebelumnya perlu kalian ketahui bahwa durasi untuk menyelesaikan studi menjadi dokter adalah Minimal 6 tahun. Angka 6 tahun itu kalau kalian rajin belajar dan konsisten yah. Nah, kalau kalian kuliahnya males-malesan, ya nggak nutup kemungkinan akan lebih dari itu. Dan tergantung pula sistem masing-masing universitas.

  • Program Kuliah S1 Kedokteran

Jika kalian telah dinyatakan lulus dan diterima sebagai mahasiswa baru jurusan kedokteran, kalian akan menjalani program sarjana kedokteran. Pada program ini, kalian tidak akan belajar dengan sistem kebut semalam karena mustahil menelan ilmu ribuan hanya dalam kurung waktu satu malam. Kalian juga tidak akan mengikuti sistem kredit atau SKS dalam menjalani kuliah seperti jurusan kuliah lain. Tepatnya, kalian akan menjalani sistem blok.

Dalam 1 blok, kalian akan belajar tentang satu sistem organ, mulai dari fungsi dasarnya, penyakit-penyakitnya, obat-obatan yang bisa bekerja disistem organ tersebtu, cara pemeriksaan pada pasien dan intepretasi pemeriksaan laboratorium pada kasus gangguan organ tersebut. Dan berikut gua akan berikan contoh blok di sekolah kedokteran.

  • Fundamental and Basic Sciences
  • Cardiology and Circulatory and Respiratory System
  • Neurobehavior and Special Senses System

Satu semester tidak bisa dijamin dibagi hanya 1 atau 2 blok saja. Sebagai contoh, semester pertama saya diisi oleh 4 blok, sedangkan semester berikutnya hanya 1 blok saja, dan semester-semester lainnya diisi rata-rata oleh 2 blok.

Pada akhir masa tiap blok, kalian akan menghadapi beberapa jenis ujian :

A. Ujian OSCE

Ujian keterampilan memeriksa “pasien pura-pura” atau manekin dan menafsirkan hasil pemeriksaan menjadi diagnosis. Ujian ini terkenal “horror” di kalangan mahasiswa Kedokteran karena dilaksanakan dalam waktu singkat dan diawasi langsung oleh dokter penguji.

B. Ujian Teori Tertulis

Kalau Ulangan di sekolah atau ujian semester biasanya soal PG kalian berapa nomor? 40 nomor? 50 nomor? Di ujian tertulis kedokteran, soal pilihan ganda yang jumlahnya mencapai 500 soal sekali ujian.

C. Ujian Teori Oral

Kalian harus menjelaskan secara lisan 1 kasus pasien, mulai dari konsep sains dasarnya, penatalaksanaan treatment, alasan-alasan mengapa tindakan tersebut diambil, serta ekspektasi ke depannya dari kondisi pasien ini.

Memasuki tahun terakhir perkuliahan, kalian akan lanjut mengerjakan skripsi. Sekelar skripsi, kalian pun bisa lulus S1 dan menjalani wisuda sebagai Sarjana Kedokteran (S.Ked). Waktu yang dibutuhkan untuk lulus S1 adalah sekitar 4 tahun. Inget ya, lulus S1 status kalian itu baru jadi seorang sarjana kedokteran, belum jadi dokter. Untuk jadi dokter itu masih sangat jauh langkah yang harus ditempuh.

Program Profesi Dokter

Perjuangan belum selesai ketika kalian wisuda S1 Kedokteran. Kalian baru aja mendapat ilmunya, jelasnya kalian belum bisa untuk bekerja sebagai dokter profesional. Oleh karena itu, kalian akan lanjut mengambil program profesi dokter dan menjadi dokter muda atau istilahnya populernya koas. Pada program profesi dokter, kalian akan masuk ketahap stase, jika dinegara lain ini sering disebut dengan rotasi.

Jadi, kalian akan dirotasi dari bagian ke bagian di rumah sakit untuk mempelajari kasus-kasus dokter umum yang tertara di standar kompetensi dokter Indonesia SKDI. Ada sekitar 400an kasus yang harus bisa kalian tangani tanpa bantuan, seperti penyakit dalam, bedah, penyakit anak, kandungan, dan lain-lain. Pada masa ini, seorang koas tidak akan digaji. Malahan kalian masih tetap harus bayar biaya pendidikan ke pihak fakultas supaya bisa belajar di RS.

Beberapa orang sangat senang saat masuk sistem rotasi ini karena mereka bisa berinteraksi dengan pasien langsung serta melihat kasus di kehidupan nyata, bukan pada lingkungan yang sudah di setting saat kuliah. Di sisi lain, beberapa ada yang sangat tidak menikmati sistem ini akan sangat tersiksa karena sudah dihadapkan oleh kenyataan bahwa seorang dokter harus tahan bekerja 24 jam tanpa tidur, makan, minum, ke toilet, bernapas oke ini kedengarannya agak lebay, dan lain-lain untuk menempa ilmu di rumah sakit.

Pada akhir tiap stase atau rotasi, akan ada ujian juga. Metode ujian yang pasti kalian hadapi adalah Mini Case Examination. kalian akan mewawancarai, memeriksa, menganalisis, serta meresepkan obat pada seorang pasien langsung sambil diawasi dosen. Pada beberapa rotasi dan bagian, kadang ada ujian tambahan, seperti ujian lisan, ujian baca foto rontgent pada bagian radiologi, dan lain-lain. Tak berhenti sampai disitu karena kalian akan terus mengikuti ritme ini sampai sekitar 1,5-2 tahun hingga kalian dinyatakan lulus program profesi dokter.

  • Ujian Sertifikasi

Setelah kalian dinyatakan lulus semua rotasi, kalian wajib mengikuti ujian kompetensi mahasiswa program profesi dokter. Ujian tersebut disingkat UKMPPD. Nah, ujian ini akan menguji keterampilan dan pengetahuan kalian untuk menangani 400an kasus yang ada sarjana kedokteran Indonesia. 400an kasus ini lah yang harus dapat kalian tangani dengan baik, secara sebagian atau penuh ketika kalian bekerja menjadi dokter umum nantinya.

  • Lulus Dokter

Persiapan ujian sertifikasi dan pengurusan hal administrasi lainnya bisa memakan waktu 3 sampai 4 bulan. Jika kalian sudah dapat tanda lulus ujian UKMPPD tadi, baru lah fakultas menyandangkan kalian gelar dokter. Dan kalian akan kemabali mengikuti wisuda dan mengikrarkan sumpah sebagai dokter. Okee, sampai tahan ini kalian baru bisa dibilang berhasil menyandang status sebagai seorang dokter. Yeeee, senang dong pasti. Tapi tunggu dulu guys. Walaupun sudah jadi dokter, tapi kalian belum boleh praktik. Lho kok gitu yaa?

  • Internsip

Lah ini apa lagi ya kan sudah ada gelak dokter, kok masih ada aja sih lanjutannya? Jadi gini, seorang dokter di Indonesia baru bisa praktik kerja sendiri jika suda mengantongi 3 hal berikut :

  • Gelar profersi dokter dari universitas
  • Surat tanda registrasi yang diterbitkan oleh konsili kedokteran Indonesia
  • Surat izin praktek yang diterbitkan oleh ikatan dokter Indonesia cabang setempat

Nah, pada masa internsip yang berlangsung 1 tahun ini, kalian akan praktik kerja untuk mendapatkan surat tanda registrasi paten. Kalian akan praktik kerja layaknya dokter umum, tetapi masih berada di bawah tanggung jawab dan perlindungan dokter umum lain yang senior.

Masa ini tentu saja berbeda dengan masa sekolah. Kinerja kalian pada masa ini lebih dianggap karena kalian akan mendapatkan gaji atau mendapat bantuan biaya hidup dari pemerintah yang nominalnya saat ini kurang lebih sama dengan upah minimum regional di Jakarta. Kalian juga memiliki kemandirian yang lebih besar dalam menentukan pemeriksaan dan penanganan pasien. Atasan kalian jelas bukan dosen lagi, melainkan pendamping internsip yang juga adalah dokter umum.

  • Praktik Mandiri

Setelah lulus internsip sesuai ketentuan pemerintah dan penilaian pendamping internsip, barulah kalian bisa mendaftar untuk mendapatkan surat tanda registrasi paten yang nomornya akan kalian pegang seumur hidup, kecuali jika kalian belajar spesialis. Setelah mendapatkan surat tanda registrasi disinilah saat nya kalian akan bisa bekerja dan berkarya di lingkungan masyarakat. Menurut peraturan yang ada sekarang ini, seorang dokter boleh memiliki 3 surat izin praktek atau bekerja di 3 tempat yang berbeda.

  • Langkah ke Depannya

Waduhh, kok panjang banget sih, kok nggak kelar-kelar yahh. Jika kalian tidak puas menjadi dokter umum saja, nah ada beberapa pilihan jenjang karir yang bisa kalian pilih :

A. Program Profesi Spesialis

Kalian bisa menajamkan keilmuab untuk menjadi dokter spesialis yang khusu menangani satu bidan penyakit saja dan menjadi dokter rujukan dari bidang-bidang lainnya. Jadi, kalian bisa pilih sendiri ya bidang spesialis apa yang ingin kalian ambil, karna kalau gua bahas disini pastinya akan panjang benget. Nah, rata-rata program spesialisasi ini berlangsung antara 4 sampai 5 tahun.

B. Administrasi Sistem Kesehatan & S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Kalian dapat belajar menjadi administrator atau manajer suatu sistem kesehatan atau rumah sakit. Atau kalian ingin bekerja sebagai kepala puskesmas? Gelar S2 Ilmu kesehatan sasyarakat lah yang harus diambil. Selain menjadi dokter, kalian bisa menjadi bagian dari birokrasi tenaga kesehatan yang bekerja di Indonesia.

C. S2 Penelitian Keilmuan

Cabang ini bisa kalian ambil jika ingin menjadi dosen atau peneliti medis.

D. Lain-lain

Tentu aja ada cabang-cabang lain, seperti dokter yang bekerja di perusahan asuransi atau perusahan farmasi. Bisa juga bekerja diluar dunia kesehatan, entah itu menjadi pengusaha atau mungkin kalian mau jadi penyanyi? Okeh, kalian bisa lihat ya kalau sekolah kedokteran itu memang memiliki keunikan sendiri. Mulai dari sistem kuliah dan ujiannya yang beraneka ragam dan jauh berbeda dengan jurusan lain, adanya sertifikasi, hingga durasi studi yang jauh lebih lama dan berjenjang.

Ketika teman-tema SMA kalian dulu sudah lulus dan menyandang s1 sudah pasti mendapat kerja dan merasakan gaji pertama sebagai fresh graduate, mungkin kalian masih berkutat dengan ujian disekolah kedokteran. Ketika ada teman yang sudah menyelesaikan s2, kalian masih bergelar s1 dan baru saja bekerja berdikari sebagai seorang dokter.

Ketika kalian baru lulus dokter spesiali nantinya, mungkin beberap teman sudah menduduki posisi manajer dengan gaji fantastis atau menjadi entrepreneur yang sukses, atau sedang S3 dan menapak karir sebagai Professor. Dan ketika seorang sahabat SMA sudah punya anak 3, kalian mungkin masih jomblo hehe. Karena perjalanan dan tantangan menjadi dokter bukan main-main, pertanyaan selanjutnya adalah, siapkah kalian menjadi seorang dokter ?

Siapkah Kalian Menjadi Dokter?

Kesiapan seseorang menjadi dokter jelas itu bukan sesuatu yang datang secara tiba-tiba. Setelah menjalani berbagai macam ujian dan rintangan dalam pendidikan dokter lah seseorang dapat menjadi siap dengan segala tugas dan tanggung jawab yang dibebankan kepada seorang dokter. Nah, beberapa tips ini bisa gua bagikan untuk memantapkan strategi kalian menjadi dokter handal dimasa depan.

  • Kecerdasan bukanlah penentu, mental jauh lebih penting

Kalian bisa saja super duper jenius dan hanya butuh 1x baca bahan belajar untuk dapat memahami seluk beluk ilmu kedokteran. Tapi itu tidak cukup mengantarkan kalian untuk lulus pada semester pertama jika tidak punya mental yang kuat. Ritme perkulihan kedokteran sejatinya sangatlah padat. Tekanan belajar yang udah pasti sangat tinggi.

Gua sendiri penah nemui mahasiswa kedokteran dengan track record prestasi yang biasa saja ketika SMA, tapi bisa lulus tepat waktu. Mental dan niatnya yang kuat membuat dia mampu mendorong diri untuk tidak hanya bergantung pada label kecerdasan semata. Disisi lain, tidak sedikit pula mahasiswa kedokteran yang punya prestasi cemerlang semasa SMA, tetapi memili dropout karena tekanan yang terlalu besar disekolah kedokteran.

Satu hal penting yang juga sering terlewatkan, seorang dokter harus tegaan, dalam arti mental yang kuat. Tidak jijik saat melihat darah, anggota tubuh yang terlepas, isi tubuh manusia yang terurai, pasien yang sedang meregang nyawa, dan hal-hal tak terbayangkan lainnya. Untuk kalian yang sekarang melihat darah karena luka tergores aja udah takut atau lemes, lebih baik pikir-pikir lagi apakah jalan hidup seorang dokter adalah pilihan yang tepat buat kalian.

  • Menjadi dokter bukan menjadi penolong

Ada satu catatan penting tentang realita dunia kedokteran yang harus kalian pahami. Menjadi seorang dokter bukanlah seorang penolong yang memiliki kemampuan luar biasa. Dokter ibaratnya suatu workstation, dimana sebuah infrastruktur, dalam konteks ini, sistem kesehatan dapat bekerja dengan baik. Memang benar bahwa dokter berada di pusat sistem kesehatan, dimana semua keputusan diagnostik dan pengobantan berada ditangannya.

Tapi seorang dokter tanpa infrastruktur tidak akan bisa mendiagnosis secara akuran. Kalian tidak bisa menolong siapa-siapa sendirian. Seorang sangat terikat dengan profesi-profesi lain dan sistem kesehatan yang ada. Seorang dokter juga harus berpegang teguh terhadap keilmuan yang baku dan koridor yang sudah ditetapkan oleh sistem rumah sakit dan pemerintah. Nah, ketika sedang bekerja tak menutup kemungkin dokter menemukan konflik moral. Yah, seperti kira-kira gambarannya. 

Dititipin oleh pihak marketing perusahaan farmasi, untuk resepin obat yang sebenarnya efisiennya masih dipertanyakan atau efisiensinya sama kayak obat generik. Bisa saja menolak, tapi pemasukan si dokter jadi berkurang dan hubungan ke depannya dengan produsen obat otomatis jadi nggak enak. Ada pasien butuh operasi segera usus bantu.

Tapi pasiennya adalah orang yang ga punya uang, pakai BPJS harus ngantri lama padahal pasen harus segera ditangani. Di situ si dokter harus bikin keputusan. Bisa aja bantuin langsung, tapi jasa operasinya TIDAK DIBAYAR dan obat yang diberikan ke pasien adalah obat murah atau tidak sesuai dosis. Wah, berarti dokter tidak bisa menolong pasien kurang mampu dong? Ya bisa saja, dan kadang ada saja dokter yang ikhlas melakukan hal ini, tapi ya dia juga harus siap menerima konsekuensinya, minimal ya rela melakukan operasi tanpa dibayar.

Pada intinya, kalian tidak bisa bekerja di luar sistem dan semudah itu menjadi penolong heroik seperti yang mungkin kalian bayangkan sebelumnya. Kalian akan bekerja dan merawat pasien berdasarkan data dan statistik, bukan alasan personal. Gua pribadi nglihat ada dokter yang mencari kemapanan dulu, baru bisa sedikit leluasa membantu pasiennya. Ada pula dokter yang memang dari awal memilih hidup sederhana dan mendedikasikan hidupnya untuk menolong pasien. Pada akhirnya, kembali lagi ke pilihan hidup masing-masing.

  • Jangan semata mencari kemakmuran di sini

Enak banget ya jadi dokter, cuma periksa sebentar, nulis resep 5 menit, dibayar ratusan ribu. Gua mau deh jadi dokter, biar cepat kaya. Jika kalian berpikir sedemikian, itu salah, yah durasi pendidikan dokter itu lama banget. Nggak benar kalau kalian mau cepat kaya dengan menjadi dokter.

Kalau pun kalian mau jadi kaya dengan jalan menjadi dokter, harus jadi dokter spesialis dulu. Untuk menjadi seorang dokter spesialis, dibutuhkan modal yang sangatlah besar. Selain itu masa studinya juga tidak sebentar. Kalau kita bicara sekitar 30 sampai 50 tahun yang lalu, memang betul bahwa dokter secara rata-rara lebih makmur dibandingkan dengan rekan-rekannya di profesi lain.

Tapi lain cerita dengan masa sekarang. Jika kalian berasal dari golongan ekonomi menengah kebawah, menjadi dokter memang bisa menaikkan derajat ekonomimu menjadi kelas menengah. Namun pada umumnya, percayalah banyak pekerjaan dizaman sekarang yang bisa mendatangkan uang dan kemakmuran lebih banyak dan lebih cepat dari profesi dokter.

Tambah lagi, jalan menjadi dokter di Indonesi sedang sulit. Profesi dokter memiliki risiko tinggal dan proteksi hukum pada dokter yang terkena kasus dugaan malapraktik masih banyak yang simpang siur. Pemberitaan di kasus malapraktik di media membuat masyarakat menghakimi dokter bahkan sebelum kasussnya selesai diinvestigasi. Satu kasus aja cukup untuk membuat karir kalian tamat dan hidup kalian bermasalah sampai akhir hayat.

  • Cari Kemampuan lain

Gua pribadi sangat merekomendasikan kalian tetap bereksplorasi untuk mempelajari keahlian lain, bahkan setelah kalian menjadi seorang dokter. Entah itu menjadi entrepreneur, fotografer, atau keahlian lainnya yang bisa menopang hidup kalian selain menjadi dokter. Menjadi dokter jaman now itu nggak gampang. Ada baiknya untuk mempersenjatai diri sedini mungkin.

Oke guys, sekian dulu ya cerita panjang lebar gua. Semoga kalian semua bisa lebih cermat mengambil keputusan sekarang apakah akan tetap mau menjadi dokter atau ternyata merasa tidak akan cocok atau tidak tahan dengat pembelajaran yang harus dijalani seorang dokter. Sekali lagi, gua share cerita ini bukan untuk mematahkan semangat kalian untuk jadi dokter.

Gua hanya ingin memberikan gambaran nyata yang ada agar kalian bisa lebih matang untuk melihat segala konsekuensi yang akan kalian hadapi selama mengenyam pendidikan kedokteran. Dengan begitu, kalian juga jadi strategis lagi dalam meraih dan menjalani cita-cita. Semangat untuk seleksi masuk universitasnya dan good luck yaaaa 🙂

Kisah Manusia Yang Mampu Menjinakkan Energi

Hidup jadi manusia zaman sekarang itu bisa dibilang lebih enak dibandingin manusia yang hidup pada abad-abad terdahulu. Manusia yang hidup di abad ke-21 kini hampir punya segala hal yang membuat hidupnya nyaman dan praktis, mulai dari listrik yang serba guna, lampu dengan penerangan yang memadai, kompor, AC, hape smartphone, sampai berbagai jenis kendaraan pribadi umum yang memudahkan kita berpindah tempat.

Bandingin dengan orang zaman dahulu yang opsi hidupnya terbatas. Kaisar Mansa Musa dari Kerajaan Mali tercatat sebagai manusia terkaya yang pernah hidup dalam sejarah. Tapi sekaya-kayanya Musa pada abad 13-14, hidupnya tidak akan sepraktis dan senyaman manusia modern yang hidup di abad 21.

Untuk bisa menunaikan ibadah Haji, Kaisar Musa harus menempuh perjalanan darat berbulan-bulan menuju Mekah. Nah, sementara kita hanya perlu waktu kurang dari satu hari naik pesawat terbang untuk bisa sampai ke Bandara International King Abdulaziz, Mekah. Lantass, apa sih yang membedakan kenyamanan hidup orang zaman sekarang dibandingkan orang zaman dahulu? Cari tau yuk.

Gue yakin banget sebagian besar dari lo mungkin berpendapat bahwa teknologi adalah jawabannya. Tapi, teknologi baru sebatas cara, belum bisa menggambarkan tujuan dari penciptaan teknologi tersebut. Apa yang membuat perbedaan standar hidup di zaman dulu dengan zaman modern pada dasarnya terletak pada bagaimana manusia sekarang sudah mampu memanfaatkan energi sebagai pelayan mereka yang setia.

Didorong dengan keinginan untuk menciptakan kehidupan yang semakin mudah dan nyaman, manusia berusaha dan memeras otak untuk memanfaatkan energi di sekitarnya. Usaha manusia untuk mengendalikan energi air dan angin memudahkan manusia untuk mengolah makanan. Usaha manusia untuk menjinakkan energi listrik memungkinkan kita menggunakan barang elektronik.

Sementara itu, kemampuan kita memanfaatkan energi dari bahan bakar fosil memungkinkan kita berpergian dengan nyamannya ke hampir seluruh penjuru dunia dengan waktu yang relatif singkat. Pada intinya energi membuat pekerjaan manusia menjadi lebih mudah, lebih praktis, dan lebih hemat tenaga serta waktu.

Tapi lo penasaran nggak sih, gimana cerita awal mulanya peradaban manusia bisa sampai pada standar dan kualitas kehidupan modern yang sedang kita nikmati bersama ini? Nah, pada kesempatan kali ini, gue akan mengupas sejarah usaha manusia untuk menjinakkan energi.

Tulisan ini akan memaparkan serangkaian peristiwa dan inovasi penjinakan energi yang membentuk peradaban manusia dan tatanan ekonomi modern yang kompleks seperti sekarang. Di sisi lain, secara tidak sengaja, motif penjinakan energi yang tadinya untuk menciptakan kehidupan yang lebih praktis, justru membuka kotak pandora yang bisa mengantarkan manusia pada malapetaka. Wah, malapetaka seperti apa tuh?

Kemungkinan besar, lo udah pernah dengar bahwa ketergantungan manusia selama 200 tahun terakhir bisa dibilang sangat amat ketergantungan pada bahan bakar fosil. Di satu sisi, bahan bakar fosil memang berguna untuk membangkitkan energi listrik dan bahan bakar transportasi dan telah dipakai dalam skala luas. Tapi di sisi lain, ketergantungan dengan bahan bakar fosil memiliki konsekuensi pada global warming, perubahan iklim, dan krisis lingkungan lainnya.

Nah, oleh karena itulah, tulisan ini sekaligus akan menjadi pengantar untuk memahami isu lingkungan, khususnya global warming, yang menjadi salah satu ancaman paling nyata untuk peradaban kita di masa depan. Buat lo yang ingin kuliah di jurusan pertambangan, perminyakan, geologi, kelistrikan, elektro, mesin atau lo emang peduli banget dengan isu lingkungan, gue saranin banget untuk lo baca tulisan ini sampai kelar.

Apa Itu Energi?

Sebelum pembahasannya melebar ke mana-mana, gue mau kita sama-sama ngerti konteks energi yang mau kita bahas di sini. Kalau minjem definisi kamus Merriam Webster, energi adalah kemampuan untuk bisa aktif. Well, agar bisa aktif, setiap makhluk hidup mengkonsumsi energi. Mulai dari aktivitas sederhana, seperti bergerak hingga aktivitas mikroskopis seperti pembelahan sel yang memungkinkan makhluk hidup untuk tumbuh.

Energi juga bisa diterjemahkan sebagai aktivitas benda mati, misalnya aliran air sungai, pancaran sinar matahari, gelombang dan ombak di laut, hembusan angin, dsb. Singkatnya, kita bisa bilang kalo energi adalah sesuatu yang membuat suatu entitas terlepas makhluk hidup atau benda mati menjadi aktif menjalankan fungsinya.

Kalau ngomongin energi, nggak bisa lepas deh dari Hukum Kekekalan Energi yang menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, tetapi bisa berubah dari satu bentuk ke bentuk lain. Karena semua makhluk hidup butuh energi untuk beraktivitas dan sebagian besar gak bisa bikin energinya sendiri, akhirnya kita ambillah energi itu dari sumber lain. Hampir semua energi yang digunakan di bumi ini berasal dari matahari. Energi mataharilah yang memungkinkan udara bergerak, hujan turun, benda terbakar, tanaman bisa tumbuh, dan lain sebgainya.

Secara sederhana, rantai energi yang berputar di planet ini bermula ketika energi matahari dimanfaatkan tumbuhan atau produsen lain yang mampu mengolah energi cahaya dari sinar matahari dan mengubahnya menjadi makanan energi kimia melalui proses fotosintesis. Tapi sayangnya, hewan tidak memiliki kemampuan seperti tumbuhan.

Akhirnya ada sebagian hewan memakan tumbuhan untuk merampas energi kimia hasil fotosintesis tadi. Energi yang akhirnya berpindah ke tubuh hewan pemakan tumbuhan dirampas lagi oleh hewan predator yang memangsa hewan pemakan tumbuhan. Begitu seterusnya. Proses perampasan energi dari produsen sampai predator tingkat tinggi ini kita kenal lebih lanjut sebagai rantai makanan.

Gua harap dengan pemaparan singkat ini, lo udah bisa paham esensi energi secara umum. Nah, sekarang kita bisa lanjut ke sumber-sumber energi apa aja yang dimanfaatkan sepanjang peradaban manusia.

Pemanfaatan Tenaga Otot Sendiri

Sumber energi pertama yang langsung diandalkan manusia otomatis adalah tenaga otot sendiri untuk melakukan berbagai aktivitas, dari mulai berpindah tempat, berburu, hingga membangun tempat berlindung. Sayangnya, manusia bukanlah entitas yang bisa mengkonversi energi dengan efisien. Dari 100% energi yang kita dapat dari makanan, hanya 20% saja yang akhirnya bisa terkonversi menjadi output mekanik, seperti ketika kita menggunakan otot untuk mengangkut suatu benda.

Sisa energinya ke mana? Sisa energinya hilang sebagai panas seperti yang dapat lo lihat di piramida energi pada bagian sebelumnya. Oleh karena itu, makin berat aktivitasnya, makin banyak pula tenaga otot yang dibutuhkan, makin banyak manusia yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut.

Misalnya, butuh banyak manusia untuk membangun piramid. Itu pun tak akan mungkin terealisasi tanpa adanya kemajuan teknologi dalam menggunakan energi.

Usaha Manusia Menjinakkan Api

Tidak puas hanya berperan sebagai pemain dalam rantai makanan, manusia mulai berusaha mengendalikan bentuk energi nonorganik di sekitarnya. Berdasarkan penelitian arkeologis, api adalah salah satu sumber energi di luar tubuh manusia pertama yang berhasil dijinakkan. Bahkan sebelum manusia modern Homo sapiens bisa membuat api sekitar 125.000 tahun yang lalu, genus Homonid lain sebelum manusia telah berhasil menjinakkan api dari 1,7 juta tahun yang lalu. Contohnya adalah Homo erectus yang telah berhasil memanfaatkan api sejak 400.000 tahun yang lalu dan waktu itu manusia modern belum ada.

Energi api terbilang susah untuk dijinakkan, tidak mudah bagi manusia untuk memanfaatkan api karena risikonya memang cukup besar. Salah-salah, manusia bisa terbakar dan cedera serius bahkan bisa jadi mengakibatkan kebakaran besar. Itulah sebabnya, bentuk pemanfaatan energi api pada kehidupan prasejarah memang masih sederhana, sebatas untuk menghangatkan diri dengan duduk di dekat api atau memasak menggunakan api. Kemampuan manusia menggunakan api untuk memasak memperbanyak variasi makanan yang tersedia yang berarti lebih banyak energi lagi untuk menggerakkan otot.

Usaha Manusia Menjinakkan Tenaga Otot Hewan

Kemudian, manusia mulai memperhatikan bahwa banyak makhluk liar yang memiliki kemampuan menakjubkan yang akan membantu manusia banget jika bisa dijinakkan. Enak sih menimbun energi ke dalam tubuh tapi kok kayaknya capek ya, kalo harus menguras energi tadi untuk melakukan aktivitas berat. Di sisi lain, seekor gajah memiliki belalai yang bisa mengangkat beban yang mungkin membutuhkan beberapa manusia untuk mengangkutnya.

Unta bisa bertahan berhari-hari di gurun tanpa air. Lumba-lumba bisa berenang begitu cepatnya. Dan masih banyak lagi. Begitu beragamnya kemampuan tersebut, masalahnya tinggal menentukan hewan mana yang memiliki kualitas terbaik dan paling memungkinkan untuk didomestikasi dijinakkan.

Domestikasi pun dimulai sekitar 31.000 tahun yang lalu. Manusia mulai menjinakkan berbagai hewan, seperti anjing untuk membantu berburu, kuda untuk berpergian, sapi untuk membantu menggarap lahan pertanian, dan lain-lain. Akhirnya, manusia bisa menyimpan energi dari rantai makanan tadi di dalam tubuhnya dan malah menggunakan energi di luar tubuhnya untuk menyelesaikan pekerjaan.

Usaha Manusia Mengendalikan Angin dan Air

Manusia terus berusaha memanfaatkan energi di sekitarnya untuk menciptakan kehidupan yang lebih praktis. Target penjinakan selanjutnya adalah angin dan air. Untuk itu, terobosan hadir kembali di sektor transportasi. Kalau sebelumnya sudah ada terobosan dari pemanfaatan tenaga kuda untuk berpergian, kini terobosannya adalah perahu layar yang memanfaatkan energi air dan angin sekaligus.

Perahu bertenaga angin menggunakan layar pertama kali yang tercatat dalam sejarah terdapat di peradaban Mesir Kuno dan Mesopotamia 3200 SM. Sebenarnya, sebelumnya manusia sudah memanfaatkan perahu yang masih harus didayung pake tenaga otot. Tapi, dengan diciptakannya layar, manusia nggak perlu repot-repot lagi mendayung, tinggal kendalikan saja angin menggunakan layar.

Peradaban Mesir Kuno dan Mesopotamia adalah tempat yang kondusif untuk manusia menciptakan teknologi perahu bertenaga angin. Peradaban ini dipisahkan oleh tiga sungai besar, yaitu Eufrat, Tigris, dan Nil. Mau tidak mau, mereka harus bisa menyeberangi sungai untuk berinteraksi dan berdagang. Sungai Nil, khususnya, menjadi jalan raya yang sangat bisa diprediksi. Walaupun aliran Nil cepat, angin bertiup dari hulu. Jadi kalo mau pergi ke hilir, tinggal manfaatin arus. Kalo mau pergi ke hulu, tinggal kibarin layar untuk melawan arah angin. Selain itu, daerah-daerah subur di peradaban Mesir kuno, adanya dekat sungai Nil.

Inovasi pemanfaatan angin dan air di perairan juga diikuti dengan inovasi pemanfaatan angin dan air di darat. Manusia membangun kincir angin untuk mencuri energi angin yang berhembus melewati kincir dan mengkonversinya menjadi energi mekanik untuk menggiling makanan. Kincir bertenaga angin untuk menggiling makanan pertama kali berasal dari Persia pada tahun 500-900 Masehi.

Manusia juga paham kalo air menyerap energi dari radiasi matahari dan mengubahnya menjadi energi potensial gravitasi ketika air menguap, lalu mengubahnya lagi menjadi energi kinetik ketika air itu jatuh kembali sebagai hujan. Manusia kemudian memanfaatkan proses itu dengan membangun bendungan air.

Pemanfaatan Uap

Teknologi pencurian energi yang paling menarik sebenarnya adalah pembakaran. Kalau pake air atau angin, lo hanya bisa mengambil energinya bila angin atau airnya mengalir melewati kincir. Kalo nggak ada angin atau air yang mengalir, ya gigit jari deh. Tapi, kalo lo membakar sesuatu, lo bisa memanfaatkan suatu objek yang telah menyerap energi selama bertahun-tahun seperti kayu dan melepaskan semua energi tersebut sekaligus dalam sekejap ketika dibakar.

Pemanfaatan energi panas dari api baru mengalami sebuah terobosan besar ketika dipadukan oleh sifat fisika dari air, yaitu dorongan tekanan dari uap air yang dipanaskan. Ketika kita memanaskan air, molekul air akan panik dan mulai terpental ke sana kemari sampai akhirnya molekul-molekul air mengalami proses perubahan fisika menjadi uap. Ternyata, kekuatan uap air yang kesannya cuma udara panas nggak berguna itu, bisa kita manfaatkan sebagai sumber energi yang luar biasa kalo bisa dikendalikan dengan baik.

Orang yang pertama kali mendemonstrasikan kekuatan uap adalah seorang matematikawan dan engineer Yunani bernama Hero of Alexandria Heron dari Kerajaan Romawi pada abad 1 masehi. Doi merancang turbin uap yang disebut dengan aoelipile. Bola berongga dihubungkan oleh pipa pada kedua ujungnya. Kedua pipa tersebut membawa uap yang berasal dari pemanasan air di bawahnya. Tekanan uap pada dua sisi bola yang searah membuat bola berputar. Untuk lebih jelasnya, lo liat animasi di bawah ini deh.

Aeolipile barulah sebatas demonstrasi, belum bisa digunakan untuk hal yang practical. Namun, alat sederhana ini berhasil menunjukkan bahwa tenaga uap punya potensi besar untuk dimanfaatkan. Ide pemanfaatan tenaga uap dari aeolipile ini pun menginspirasi serangkaian inovasi. Terobosan demi terobosan lahir hingga akhirnya pada abad ke-18 lahirlah inovasi yang sering disebut sebagai titik balik paling berpengaruh dalam sejarah mesin uap.

Gimana Sih Cara Kerja Mesin Uap?

Bayangin lo lagi masak air pake teko nih, trus mendidih dan mulai bersiul dengan keras. Alih-alih uapnya keluar gitu aja dari lubang di mulut teko, lo sambungin mulut teko tadi ke sebuah pipa atau tabung yang mengarahkan aliran uap tadi ke sebuah silinder kosong. Ketika uap keluar masuk silinder, aliran uap yang kuat mendorong sebuah piston di dalam silinder dengan gerakan naik turun yang kuat. Tergantung dipasang di mesin apa, gerakan naik turun piston bisa melakukan berbagai hal. Contohnya pada lokomotif, piston dilekatkan ke batang yang kemudian memutar roda lokomotif.

Menggunakan mesin uap, peradaban manusia naik kelas dari perahu layar menjadi kapal api dan dari gerobak yang tadinya ditarik hewan menjadi lokomotif. Di pabrik-pabrik, manusia juga mulai beralih pada tenaga uap. Kincir turbin air diganti dengan turbin uap yang lebih efektif. Air bertekanan dikirimkan ke pabrik-pabrik untuk dipanaskan dan menghasilkan uap sehingga mesin menyala. Di London, misalnya, daya sebesar 5 MW dikirimkan lewat pipa air sepanjang 290 km dengan tekanan 800 psi.

Dengan adanya kemampuan baru untuk memproduksi dan mentransportasikan barang dengan jumlah lebih banyak dalam waktu yang lebih cepat untuk jarak yang lebih jauh, manusia telah sampai pada era Revolusi Industri tahun 1760 -1840 yang mempercepat perkembangan teknologi manusia secara drastis.

Sekarang lo bisa bayangin, pemanfaatan energi panas dari api yang dipadukan dengan sifat fisika air telah menelurkan sebuah sumber energi baru yang membuat manusia bisa mempercepat kerja produksi serta mendorong ribuan inovasi baru dalam skala kurang dari 100 tahun doang! Contoh inovasi hasil Revolusi Industri sebagian masih kita gunakan di zaman modern, seperti kamera, telepon, mesin jahit, speaker, alat perekam suara, dan lain sebagainya.

Penemuan Harta Karun Energi Dari Bawah Tanah

Ketika Revolusi Industri menggelora, mesin-mesin terus dirancang dan berbagai macam pabrik mulai dibuka untuk produksi massal. Artinya, kebutuhan akan energi semakin tinggi. Perlu bahan bakar yang menghasilkan energi tinggi untuk bisa mengaktifkan mesin-mesin berat itu.

Sebelum masa Revolusi Industri, di Inggris tempat bagaimana Revolusi Industri bermula, warganya biasa menggunakan kayu untuk dibakar dengan batu bara sebagai suplemen. Akan tetapi, energi hasil pembakaran kayu dirasa tidak cukup memadai untuk menggerakkan mesin industri. Mereka akhirnya mulai lebih melirik pada batu bara.

Sejak dimanfaatkan pertama kali oleh sekelompok manusia di dataran Tiongkok sekitar 3.490 tahun Sebelum Masehi, sebenarnya manusia udah ngeh kalau batu bara menghasilkan energi pembakaran yang lebih baik daripada kayu. Masalahnya, tidak seperti kayu, sebagian besar batu bara tidak langsung tersedia di atas tanah. Batu bara adanya di bawah tanah. Lokasinya pun random, agak sulit ditemukan dan diambil. Makanya, sebelum masa Revolusi Industri, penggunaan batu bara sebagai bahan bakar masih sangat terbatas. Pertambangan batu bara saat itu juga masih lokal dan jumlahnya bisa dihitung jari.

Namun, karena kebutuhan untuk membakar semakin menggila sejak Revolusi Industri, manusia pun mulai sibuk menggali dan memutar otak untuk mengembangkan teknologi-teknologi yang mempermudah ekstraksi batu bara. Pertambangan batu bara pun mulai tersebar luas di berbagai penjuru negeri Inggris. Ketika Revolusi Industri menyebar ke seluruh Eropa hingga Amerika Utara, orang Eropa dan Amerika pun mulai menggali dan membuka pertambangan skala besar. Seluruh Eropa dan Amerika berlomba-lomba dalam industri dan produksi pada abad 19-20, mereka butuh sumber energi yang efektif, mereka butuh banyak batu bara.

Saat semua orang menggali, mereka mulai menyadari hal lain. Ternyata sejumlah besar udara bawah tanah yang dapat dibakar yang kita sebut sebagai gas alam dan danau bawah tanah berisi cairan kental hitam yang kita sebut sebagai minyak mentah juga bisa diekstrak dan dibakar secara massal.

Seperti menemukan harta karun berharga yang tak terjamah, tanpa pikir panjang, manusia terus menggali dan menggali dengan kecepatan penuh. Sepanjang abad ke-19, pertambangan batu bara dan kilang minyak muncul di mana-mana. Membakar harta karun energi membuat ekonomi berkembang pesat daninsentif dorongan untuk berinovasi juga berkembang. Teknologi-teknologi baru yang begitu fantastis lahir, salah satunya juga menghasilkan satu sumber energi baru yang tidak terbanyangkan, manusia mulai menjinakkan energi listrik.

Usaha Manusia Mengendalikan Energi Listrik

Banyak dipandang sebagai pergeseran teknologi terhebat sepanjang masa, kelistrikan memungkinkan kekuatan pembakaran dikonversi menjadi bentuk energi yang jauh lebih jinak dan serbaguna, yaitu energi listrik. Sebelum ada listrik, sistem pembangkit energi untuk menghidupkan suatu kota memanfaatkan transmisi air, gas, atau sumber energi sejenisnya. Tapi mahal dan kurang efisien. Sesampainya di pabrik misalnya, air tadi mesti dipanaskan lagi untuk menyalakan mesin.

Pengembangan dan produksi listrik secara komersial di tahun 1880 memungkinkan energi dari pembakaran sekarang bisa dikirimkan ke sebuah grid kabel yang terorganisir, ditransfer dalam jarak jauh ke bangunan-bangunan perumahan dan komersial, untuk dipakai semaunya oleh si pemilik bangunan. Pemilik bangunan nggak perlu repot-repot lagi, karena energi yang dikirimkan ke mereka sudah siap pakai.

Mungkin sebelumnya lo nggak kepikiran bahwa pada dasarnya kabel listrik yang lo lihat di jalanan, tugas utamanya adalah mentransferkan energi hasil pembakaran nun jauh di sana ke rumah-rumah penduduk. Penduduknya udah nggak perlu repot bakar-bakar lagi, sekarang sudah ada energi pembakaran yang sudah dijinakkan, siap, efektif, dan serba guna.

Kini energi listrik bisa dikonversi menjadi hampir semua bentuk energi. Listrik bisa merebus air, mendinginkan es, menerangkan ruangan, buat telepon, bahkan menggerakan kereta. Listrik benar-benar telah menjadi pelayan manusia yang setia. The Power is On!

Gimana Sih Energi Listrik Dibangkitkan?

Energi listrik emang nggak eksis secara alamiah. Jadi, emang wajar aja kalo manusia pada awalnya masih sulit membayangkan cara kerja energi listrik. Nah, sekarang gua mau coba kasih penjelasan yang cukup sederhana. Sekarang, lo bayangin kembali mesin uap yang udah kita bahas sebelumnya. Gerakan naik turun piston karena digenjot oleh aliran uap hasil pembakaran yang kuat kan menghasilkan energi mekanik tuh. Nah, piston tadi dihubungkan lagi ke alat yang bisa mengkonversi energi mekanik menjadi energi listrik, yaitu generator.

Generator memanfaatkan prinsip induksi elektromagnetik yang disusun oleh Faraday dan Lenz. Hukum Faraday menyatakan bahwa perubahan fluks magnet yang melalui suatu kumparan akan menghasilkan tegangan di kumparan itu. Pada generator, bagian yang berputar merupakan magnet sehingga fluks magnet yang melalui kumparan diam akan berubah-ubah sehingga dihasilkan tegangan. Jadi, untuk menghasilkan tegangan dan arus listrik yang konstan, diperlukan sumber energi yang menyebabkan generator berputar secara terus-menerus.

Sumber energi yang menyebabkan generator muter bisa macem-macem. Kalo sumber energinya adalah aliran air deras yang memutar turbin, ya berarti listriknya dibangkitkan dari PLTA. Kalo dari aliran angin yang memutar kincir yang terhubung ke generator, yang berarti listriknya dibangkitkan dari PLTB Pembangkit Listrik Tenaga Bayu. Kalo pake tenaga uap, namanya PLTU. Energi kalor untuk memanaskan air menjadi uap panas ini berasal dari pembakaran bahan bakar minyak, gas, batu bara, reaksi fisi nuklir, panas matahari, atau dari panas bumi geothermal. Jadi, PLTN itu sebenarnya PLTU juga. Cuma beda di sumber energi primer bahan bakar aja.

Revolusi Transportasi

Tidak begitu lama setelah penggunaan bahan bakar fosil dan listrik komersial menjadi booming pada akhir abad ke-19, revolusi lain juga tengah berlangsung. Revolusi ini tidak bisa dilepaskan dari timeline sejarah energi pada peradaban manusia karena revolusi ini sangat mempengaruhi dinamika konsumsi energi manusia modern. Revolusi tersebut terjadi di sektor transportasi, yaitu diciptakannya kereta logam tak berkuda, yang kemudian kita sebut dengan mobil automobile. Mobil diproduksi secara massal dengan mesin silinder yang digerakkan oleh energi pembakaran bahan bakar fosil di dalamnya, lengkap dengan starter listrik.

Dengan tumbuhnya dunia industri, teknologi, dan transportasi pada kehidupan manusia modern, secara tidak langsung juga menciptakan kebutuhan untuk membakar yang lebih tinggi dari sebelumnya. Ini memotivasi para penambang bahan bakar fosil untuk terus menggali. Perusahaan yang berfokus untuk menggali, menyedot, dan mengangkut lebih banyak lagi harta karun energi bawah tanah kita menjelma menjadi kerajaan bisnis terbesar di dunia, yaitu dunia pertambangan bahan bakar fosil minyak, batu bara, gas alam.

Dinamika Konsumsi Energi Pada Peradaban Modern

Abad ke-19 tercatat sebagai ajang pembuktian kekuatan bahan bakar fosil dan dimulainya era ekonomi bahan bakar fosil. Abad ke-20 adalah masa peningkatan tren tersebut dengan meningkatnya konsumsi energi secara eksponensial dan pesatnya improvement teknologi di segala aspek kehidupan. Konsumsi batu bara tumbuh dari satu miliar ton per tahun pada 1910 menjadi hampir lima miliar pada tahun 1990. Konsumsi minyak bumi melonjak dari 10 juta ton per tahun di akhir 1880-an menjadi 3 miliar ton pada tahun 1990.

Konsumsi gas alam, yang baru booming banget dipake untuk pembangkit listrik setelah Perang Dunia Kedua, melonjak dari dua miliar kaki kubik per tahun pada tahun 1910 menjadi dua triliun pada tahun 1990. Semua itu terjadi hanya dalam kurun waktu seratus tahun saja. Padahal, pergeseran inovasi energi dan teknologi sebelum abad ke-19 memakan waktu ribuan hingga ratusan ribu tahun.

Lalu bagaimana dengan abad ke-21? Membakar harta karun energi bawah tanah kita untuk menghidupi dunia adalah inovasi berumur 200 tahun tapi masih menjadi cara utama manusia untuk memperoleh energi sampai hari ini.

Namun, pada abad ke-21 sekarang, dunia mulai berpikir apakah masih cukup aman bagi manusia untuk terus menggunakan bahan bakar fosil sebagai sumber utama energi? Ataukah sudah seharusnya menggunakan bahan energi dalam bentuk lain? Apakah betul konsumsi bahan bakar fosil yang berlebihan bisa mendatangkan malapetaka bagi manusia secara global? Jika hal tersebut terjadi, tentunya itu akan jadi masalah karena kita sekarang sudah sangat bergantung pada harta karun energi bawah tanah dan kelihatannya sangat sulit untuk melepaskan kecanduan tersebut.

Well, pada artikel kali ini, gua nggak bahas isu ketergantungan energi bahan bakar fosil lebih lanjut karena sebetulnya topik itu sendiri cukup kompleks. Di sisi lain, isu pengalihan sumber bahan bakar fosil menjadi sumber energi alternatif menjadi semakin membingungkan karena peralihan ini tentu akan berdampak besar pada ekonomi global, belum lagi ada kepentingan banyak perusahaan besar, kebijakan politik, dan lain-lain.

Nah, di artikel gua selanjutnya, gua janji akan ngebahas secara khusus ketergantungan manusia terhadap bahan bakar fosil, dan juga konsekuensinya, khususnya terhadap lingkungan global warming. Di tulisan itu nanti, gue akan bahas apa itu bahan bakar fosil, apakah betul global warming itu beneran terjadi, kenapa kok bisa penggunaan bahan bakar fosil mengakibatkan terjadinya global warming, sampe sejauh mana bahaya global warming bagi peradaban manusia. Oke deh, tahan dulu rasa penasaran lo, pastiin aja lo stay tuned terus di artikel gua untuk baca lanjutan kisah perjalanan manusia memanfaatkan energi.

Artikel ini gua harap bisa menambah pengetahuan lo tentang sejarah manusia untuk mengendalikan berbagai macam bentuk energi dan juga esensi energi itu sendiri. See you at next article!

Bagaimana Vaksin Bekerja Dan Menyelamatkan Jutaan Nyawa Manusia

Kalian pernah dengar nggak sih orang disekitar kalian menderita atau bahkan meninggal lantaran menghidap penyakit difteri, tetanus, polio, campak, gondongan, atau cacar variola. Kemungkinan besar kalian bakal jawab jarang banget iyakan? Atau mungkin kalian nggak pernah dengar sama sekali. Yah, manusia yang hidup dizaman sekarang bisa dibilang cukup beruntung. Bagaimana tidak?

Dijaman yang sudah canggih ini kita tak lagi mendengar suara batuk rejan yang akrab dengan sesak nafas yang tentunya akan sangat mematikan. Bahkan, kita tidak pernah lagi melihat anak kecil lumpuh lantaran menghidap penyakit polio. Dan kita tak perlu lagi melihat benjolan mengerikan disekujur tubuh penderita cacar variola. Bahkan, kita tidak lagi merasakan ketakutan akan wabah penyakit menular.

Padahal jika kita flashback, seabad yang lalu kira-kira 1,68 milyar orang dinyatakan meninggal akibat berbagai penyakit menular. Sungguh angka yang cukup besar akan dampak dari wabah penyakit menular, kecacatan dan kematian karena penyakit menular udah dianggap sebagai ujian hidup oleh nenek moyang kita. Namun, manusia berhasil melakukan intervensi, sehingga mampu meredam angka kematian, dan meraih salah satu pencapaian terbesar dibidang kesehatan yaitu, melalui Vaksin.

Berdasarkan data dari John Hopkins School of Health, WHO, dan Futures Institute, vaksinasi telah menyelamatkan sekitar 6,4 juta nyawa anak-anak dan mencegah 450 juta penyakit di lebih dari 70 negara berkembang selama abad ke-21. Dan dari dua vaksin saja, yaitu untuk pneumonia dan diare, kita bisa menghemat ongkos kesehatan sebesar 77,44 milyar Rupiah.

Berkat vaksin pula, manusia berhasil membuat penyakit cacar variola punah dari muka bumi ini. Semua pengalaman buruk akibat wabah penyakit ratusan tahun silam menjadi tidak relevan lagi pada masa sekarang. Kita sudah moved on.

Akan tetapi, saking suksesnya program vaksinasi ini, manusia modern kadang malah lupa betapa mengerikannya wabah penyakit dahulu dan peran vaksin itu sendiri. Sekarang mulai bermunculan kelompok yang meragukan atau bahkan menolak vaksinasi. Di negara-negara maju, terdapat 5-10% orang dengan keyakinan anti-vaksin yang kuat.

Di Indonesia sendiri, salah satu kasus terakhirnya adalah penolakan vaksin oleh beberapa sekolah di Yogyakarta di pertengahan 2017. Saya pribadi heran kenapa banyak orang menolak untuk divaksin. Padahal jika menolak vaksin sama aja dengan membangkitkan pembunuh berantai, saya harap kalian setuju dengan statement tersebut. Menolak vaksin adalah senjata biologis yang mampu merenggut nyawa jutaan manusia dan mengulang kembali malapetak yang seharusnya sudah menjadi mimpi buruk dimasa lampau.

Hal inilah yang membuat saya tertarik untuk menulis artikel mengenai vaksin. Dan kalau udah ngomongin vaksin, sepertinya banyak aspek yang harus dibahas, mulai dari komposisinya, teknik pembuatan, teknik pemberian, mitos-mitosnya dan lain sebagainya. Tapi saya sadar kalau saya nggak akan mungkin membahas semuanya dalalm konteks satu artikel saja. Yah, mudah-mudahan saja saya dapat membahas semua aspek lain dari vaksin diartikel-artikel saya selanjutnya.

Begitu mengerikannya dampak yang dibawa penyakit menular, rasanya penting banget untuk mengkaji ulang penyakit-penyakit tersebut, derita, dan kekacauan yang mereka sebabkan ke peradaban manusia sebelum adanya vaksinasi.

Nah pada artikel ini, saya ingin mengajak kalian semua menjelajahi waktu ke puluhan hingga ribuan tahun yang lalu. Kita akan kembali pada saat wabah-wabah terkenal dari penyakit menular berhasil memangkas jumlah populasi manusia. Lalu, kita akan menelaah bagaimana vaksin telah menjadi pahlawan dan membawa kita jauh dari masa kelam itu.

Cara Vaksin Bekerja

Vaksin adalah larutan yang berisi kuman penyakit yang bahasa ilmiahnya adalah patogen. Patogen tersebut mampu melemahkan salah satu bagian tubuh manusia dan jika patogennya sudah lumpuhkan maka secara otomatis vaksin relatif aman untuk orang yang dinyatakan sehat. Tak perlu khawatir vaksin cukup membuat tubuh bereaksi dan membentuk antibodi yang bersesuaian.

Antibodi sendiri merupakan memori tentang patogen dan penyakit yang ditimbulkannya. Pada dasarnya, tubuh baru membentuk antibodi kalau sudah terjangkiti suatu penyakit. Tapi dengan adanya sistem imunitas buatan melalui vaksin, tubuh kita bisa langsung proaktif memerangi sebuah patogen karena udah ada informasinya, walaupun kita belum pernah menderita penyakit patogen itu sebelumnya.

Nah, kalau dianalogikan, vaksin ini seperti seorang anggota geng kriminal yang terciduk oleh petugas keamanan, lalu diarak keliling desa biar seisi desa pada tau, mengingat ciri-ciri, dan potensi ancaman geng kriminal itu. Keberadaan anggota geng yang sudah terciduk itu tidak lagi berbahaya bagi keamanan desa. Justru, warga desa jadi lebih sigap jika suatu ketika ada anggota lain dari geng kriminal yang sama melakukan aksi kejahatan.

Nih ya, di desa sebelah, dia bikin onar. Kalau suatu hari kalian liat komplotannya masuk ke desa kita, jangan cuma diam, jelas kita akan langsung bertindak. Jika kalian kurang memahami, berikut video singakat bagaimana vaksin itu bekerja. 

Vaksin Memiliki Manfaat Yang Unik

Kita tau bahwa memang tidak semua manusia bisa divaksinisasi. Meskipun pemberian patogen yang sudah dilemahkan tidak akan membahayakan orang sehat, namun vaksinisasi tidak dapat diberikan kepada orang yang imunitasnya sangat rentan atau lemah, yah seperti orang yang sedang sakitan, wanita hamil dan menyusui, lansia, pengidap kanker yang sedang menjalani kemoterapi dan lain sebagainya.

Untungnya, vaksinisai memiliki manfaat yang unik. Vaksin tidak hanyak mampu memberikan kekebalan individual pada orang yang telah divaksin, tetapi juga dapat melindungi orang yang berada dekat dengannya. Nah, hal ini biasa disebut dengan imunitas komunitas atau herd immunity. Biar lebih jelasnya, coba deh tonton animasi singkat berikut ini.

Melalui imunitas komunitas, semakin banyak orang yang divaksinasi hingga 70-90% orang dalam satu populasi, kejadian penyakit cukup terisolir dan penyebarannya terhambat. Penghentian penyebaran penyakit ini mirip dengan jika banyak orang memakai payung yang cukup besar di tengah hujan, maka beberapa orang yang tidak memakai payung pun akan ikut terlindungi dari hujan. Semakin tinggi tingkat vaksinasi, orang yang tidak dapat menerima vaksin pun ikut terlindungi.

Baiklah, kalau begini saya rasa kalian sudah paham bagaimana mekanisme vaksin dan herd immunity, sekarang kita bisa mulai penjelajahan waktu kita ke masa-masa penting dalam sejarah saat wabah penyakit menular menyerang dan saat vaksinnya dibuat.

Cacar Variola

Perlu kalian perhatikan, bahwa cacar variola ini berbeda dengan cacar air yang masih bisa kita lihat sekarang. Cacar ini disebabkan oleh virus variola yang bersifat mematikan. Sedangkan untuk cacar air dapat disebabkan oleh virus Varicella Zosters yang tidak mematikan bahkan gejala virus ini lebih ringan. Yah seperti, flu yang disertai benjolan terhadap kulit.

Dari sumber yang saya kutip, untuk penyakit seperti sangat kecil untuk dapat disembuhkan, bahkan 30 persen penderita cacar variola kemungkinan besar dinyatakan meninggal. Mirisinya lagi, bagi sih penderita yang berhasil menghindari kematian akibat penyakit mematikan ini, sih penderita akan mengalami komplikasi cacat wajah bahkan mengalami kebutaaan. Waduhhh serem amat yak?

Melihat gambar yang saya tampilkan tentu kalian berpikir ini mungkin terjadi beribu tahun yang lalu, untuk itu cacar variola merupakan suatu malapetaka yang peninggalanya dapat ditemukan pada hampir semua kebudayaan dan peradaban di dunia. Saking ngerinya, kecacatan dan kematian akibat penyakit ini banyak diabadikan dalam seni dan literatus oleh berbagai bangsa dan peradaban.

Bahkan penyakit seperti ini digadang-gadang sebagai salah satu penyebab runtuhnya kekaisaran Romawi.  Dan penyakit ini juga lah yang menyebabkan kematian 90% penduduk asli Amerika pada abad ke-16 dan telah mengubah tatanan geopolitik karena kemampuannya untuk membunuh raja-raja dan menghentikan mobilisasi pasukan-pasukan kerajaan.

Pada abad ke-18, sepertiga kebutaan penduduk Eropa disebabkan oleh komplikasi cacar variola. Pada akhir abad ke-19 di Vietnam, 95% remaja memiliki cacat wajah dan 90% dari orang buta mengalami kebutaan akibat cacar variola. Sepanjang abad ke-20 sendiri, penyakit ini merupakan pembunuh nomer wahid di antara penyakit-penyakit menular lainnya yang merampas 400 juta nyawa, kebanyakan adalah anak-anak.

  • Vaksin Cacar Variola

Pencegahan penyakit ini sebenarnya merupakan sejarah upaya vaksinasi pertama di dunia, bahkan sebelum istilah vaksinasi sendiri dibuat. Cacar Variola adalah penyakit menular pertama yang memiliki vaksin yang telah teruji secara ilmiah dan sukses diimplementasikan pada manusia.

Pada 1796, ilmuwan Edward Jenner menyuntikkan material yang diambil dari virus cacar sapi ke seorang anak berusia delapan tahun dengan harapan bahwa penyuntikan itu akan memberikan perlindungan yang diperlukan untuk menyelamatkan orang-orang dari wabah cacar Variola. Dan hasilnya sukses. Si anak menjadi kebal terhadap penyakit cacar yang sedang merebak dan momen itu menjadi kelahiran vaksin modern pertama di dunia kesehatan.

Sejak 1805 di Rusia dan 1853 di Inggris, vaksinasi cacar modern menggunakan material virus cacar sapi telah dilakukan. Melalui program WHO, kasus kejadian cacar variola yang terakhir tercatat pada tahun 1977-1978. Itu pun terjadi karena kecelakaan lab di Birmingham, Inggris. Pada 1980, WHO secara resmi mengumumkan penyakit cacar variola telah berhasil diberantas dan menjadi satu-satunya penyakit yang dapat dipunahkan oleh manusia.

Saat ini, virus Variola hanya ada di dua tempat saja, yaitu di laboratorium pusat CDC Pusat Pencegahan Penyakit di Atlanta, Amerika Serikat, dan di Pusat Penelitian Virologi dan Bioteknologi Pemerintah Federasi Rusia Vector, Novosibirsk, Siberia, Rusia. Di kedua fasilitas ini, virus Variola bahkan dijaga ketat oleh pasukan militer. Akses ke dua sampel virus variola terakhir di muka bumi ini dijaga ketat karena berpotensi menjadi senjata biologis.

Polio

Polio atau Poliomyelistis adalah penyakit peradangan sumsum saraf abu-abu pada sistem saraf. Penyakit seperti ini dapat disebabkan oleh infeksi poliovirus pada usus yang menular lewat mulut dan makanan. Umumnya, gejala penyakit ini adalah sering merasa pusing, demam ringan dan mual.

Jika hal ini sudah dirasa semakin parah, maka virus ini akan memasuki pembulu darah dan bergerak kebatang otang serta susunan saraf pusat. Lalu, menyerang sel saraf yang bertanggung jawab untuk menggerakan otot-otot dan sehingga dapat menyebabkan kelumpuhan yang tak dapat disembuhkan.

Wihh, Penyakit seperti dikenal sebagai penyebab kelumpuhan pada anak-anak, namun bukan berarti penyakit ini tidak dapat menyerang orang dewasa. Bener banget, penyakit ini bisa saja menyerang siapapun. Ketika sudah menyerang batang otak, penyakit ini bisa mengganggu sistem penapasan. Seseorang yang telah mengidap penyakit ini harus bener-benar dirawat. Sebab, gangguan pernapasan ini dapat menyebab kan kematian.

Pada 1952, terjadi wabah Polio terburuk yang menyerang 52.000 anak-anak di Amerika Serikat. Separuhnya menjadi cacat dan 3000 di antaranya meninggal. Kasus polio yang paling terkenal dialami salah satu Presiden Amerika Serikat, yaitu Franklin Delano Roosevelt. Beliau terkena penyakit ini saat berumur 39 tahun, dan hampir meninggal karena penyakit ini. Kedua kakinya lumpuh selama sisa hidupnya.

  • Vaksin Polio

Penemuan vaksin akan penyakit ini ditemukan oleh Jonas Salk dan di sambut baik oleh dunia. Penemuan vaksin ini di umumkan di konferensi pers dan menjadi headline berita di majalah, koran dan semua saluran tv di dunia. Vaksin polio berisi virus polio yang sudah dilemahkan.

Berkat Jonas angka akan kematian penyakit polio turun menjadi dibwah 1000 kasus saja khususnya di Amerika Serikat, fenomena penyakit ini terjadi pada tahun 1961. Setelah 10 tahun kemudian, berkat pengenalan vaksin tetes polio, angka kejadian polio di Amerika Serikat kemabali menungkik tajam namun hanya mencapai dua digit saja.

Campak

Campak atau measles dapat disebabkan oleh infeksi Morbilivirus. Gejalanya meliputi demam dan kecapekan, batuk, radang mata, dan ruam atau kulit yang kemerahan dengan pola yang khas. Penyakit ini menjangkiti anak-anak dengan gejala yang ringan. Namun penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi berkelanjutan seperti diare, radang telinga, batuk hebat, paru-paru basah, dan radang otak akut.

Radang otak akut dapat terjadi pada 1 dari 1000 kasus Campak, dan dapat menyebabkan kerusakan otak permanen. Kerusakan otak tersebut berupa penurunan kecerdasan, kemunduran perilaku, dan kejang-kejang berkelanjutan bahkan setelah 7-10 tahun setelah penyakit ini terjadi, hingga kematian.

Sebelum adanya vaksinasi, campak merupakan penyakit biasa yang umum terjadi, terutama pada anak usia sekolah. 90% manusia sebelum adanya vaksinasi pernah menderita penyakit ini. Musibah kecacatan dan kematian karena campak dianggap sebagai ujian kehidupan belaka pada masa lalu. Sepanjang abad ke-20, campak telah merenggut 96,7 juta nyawa di seluruh dunia.

  • Vaksin Campak

Vaksin campak ditemukan di Amerika Serikat pada 1963 yang membuat Amerika Serikat menjadi negara pertama yang memiliki jadwal vaksin rutin untuk campak. Setelah penggunaan vaksin selama beberapa tahun saja, angka kejadian penyakit campak telah berkurang secara signifikan. Secara global, angka kematian campak sudah berkurang sampai 90% pada tahun 2010, dengan angka kematian yang masih terus menurun dari 750.000 kematian per tahun pada tahun 2000, menjadi 197.000 kematian per tahun pada tahun 2007.

Gondongan

Gondongan disebabkan oleh Rubulavirus. Gondongan atau mumps adalah salah satu penyakit kuno yang menyerang susunan saraf pusat dan menyebabkan radang buah zakar serta kemandulan pada laki-laki. Karena menyerang saraf pusat, 10% dari mereka yang terserang penyakit ini akan mengalami peradangan selaput otak meningitis aseptic ringan. Namun 0.3% dari mereka yang terkena gondongan dapat meninggal akibat peradangan jaringan otak ensefalitis. Selain itu, penyakit ini juga sering menyebabkan komplikasi, berupa ketulian.

Catatan sejarah menunjukkan bahwa epidemi gondongan telah terjadi di seluruh dunia sejak abad ke-18. Wabah penyakit ini juga pernah menyerang pasukan Amerika Serikat saat perang sipil dan saat perang dunia pertama dengan dampak yang cukup besar.

  • Vaksin Gondongan

Vaksin untuk Gondongan berhasil dikembangkan pada 1951 menggunakan virus yang di non-aktifkan menggunakan formalin. Vaksinasi gondongan kemudian diwajibkan sejak tahun 1968. Sejak saat itu, angka kejadian Gondongan turun sampai 50%. Ongkos kesehatan dari penyakit ini turun sampai 85% sejak pengenalan vaksin MMR measles, mumps, rubella saja pada tahun 90-an. Angka kejadian gondongan sejak saat itu terus menukik tajam.

Rubella

Rubella awalnya dianggap sebagai penyakit yang ringan saja dan dapat terjadi hanya kepada orang dewasa. Namun pada 1941 ditemukan bahwa penyakit ini dapat menyebabkan katarak pada anak-anak yang lahir dari mereka yang hamil saat terserang virus Rubella. Dan sejak saat itu, bahaya Rubella pada wanita hamil dan keturunannya telah diteliti dan diketahui tidak hanya menyerang penglihatan saja. Kecacatan akibat Rubella ternyata juga menyerang organ pendengaran dan jantung. Namun pada beberapa kasus, penyakit ini dapat juga menyebabkan radang otak ensefalitis, mengecilnya kepala bayi mikrosefali, keterbelakangan mental, dan autisme.

  • Vaksin Rubella

Perkembangan vaksin Rubella dimulai pada tahun 1962-1963 ketika badan-badan kesehatan dunia saat itu memprediksi akan terjadi wabah Rubella. Vaksin virus ini pun berhasil dibuat pada 1967. Karena begitu cepatnya reaksi dunia atas bahaya Rubella serta pesatnya perkembangan vaksin untuk penyakit ini, wabah yang sempat muncul pada pertengahan tahun 60-an berhasil dicegah, dan pada tahun 2000-an penyakit ini sudah punah di negara-negara barat.

Difteri, Tetanus dan Pertusis

Difteri : dapat disebakan oleh bakteri yang dalam bahasi ilmiahnya disebut Corynebacterium diphtheriae. Nah, buat kalian yang belum tau, jadi difteri ini merupakan penyakit yang menyerang saluran nafas atas dan tentunya sangat membahyakan nyawa bagi sih penderitannya. Penyakit ini menyebabkan peradangan lapisan dalam rongga tubuh sehingga terjadi penumpukan material yang dapat menghalangi saluran nafas, hal ini sangat umum terjadi kepada anak-anak.

Kematian akan penyakit ini pun dapat terjadi setelah sih penderita kehibisa nafas, mirisnya sih penderita akan kehabisan nafas secara perlahan. Nah, pada akhir abad ke 19, terdapat 1oo.ooo kasus penyakit difteri setiap tahunya dan negara Amerika Serikat menyumbang angka kematian terbanyak sekitar 15 persen.

Tetanus : disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani Kejadian penyakit Tetanus sudah diketahui sejak jaman Yunani kuno, dan namanya sendiri pun berasal dari bahasa Yunani. Penyakit ini menyebabkan kejang otot karena infeksi luka. Awalnya terjadi kejang otot di sekitar leher dan rahang, tapi dapat menyebar dengat cepat dan menyebabkan kematian karena kerusakan otot pernafasan dan saraf otonom. Penyakit ini telah dapat menjadi sumber kematian manusia yang cukup signifikan selama beberapa dekade.

Pertussis : disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis. Pertussis atau batuk rejan adalah penyakit saluran pernafasan atas yang sering mewabah, mudah ditularkan, dan menyebabkan angka kematian yang cukup tinggi. Penderita penyakit ini batuk kuat terus-menerus. Suara batuknya khas karena si penderita susah bernapas akibat tertutupnya pangkal tenggorok. Penyakit ini umumnya menyerang anak kecil. Sepanjang abad ke-20, ketiga penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini telah merampas lebih dari 100 juta nyawa.

  • Vaksin Terhadap Difteri, Tetanus dan Pertusis

Perkembangan ketiga vaksin ini tidak bisa dilepaskan dari perkembangan toksoid, yaitu partikel racun yang sudah di non-aktifkan. Pada 1907, ditemukan bahwa partikel racun ini dapat memicu kekebalan pada kelinci percobaan. Selama 50 tahun kemudian, produk ini berhasil ditingkatkan kemurniannya dan dikurangkan dosisnya untuk kebutuhan vaksinasi.

Sejak 1974, vaksin kombinasi DTP berhasil dibuat dan menjadi vaksin wajib di Indonesia sejak 1996. Penyakit Difteri, Tetanus, dan Pertusis sempat menjadi contoh kesuksesan awal penanggulangan infeksi bakteri berat dengan cara vaksinasi aktif. Vaksin DTP berhasil menurunkan angka kematian sampai 50% dalam beberapa tahun awal pembuatan vaksin.

Walaupun begitu, ketakutan atas penggunaan bahan toksoid dan ketakutan lain terhadap vaksin sempat menurunkan tingkat vaksinasi ketiga penyakit ini pada tahun 1978 dari 79% ke 31% dan menyebabkan 102.500 anak terserang penyakit dengan 36 kematian di Inggris. Sampai hari ini, angka kejadian penyakit dan angka kematian akibat Pertussis dapat mencapai 10-100 kali lipat di daerah-daerah yang menolak vaksin ini.

Kasus penyakit pertusis atau batuk rejan whooping cough di Amerika Serikat yang sempat menurun tajam sejak adanya vaksinasi, kembali meningkat seiring berkembangnya gerakan anti-vaksin. Pesan saya, isi ringkasan dari dampak manfaat vaksin dalam menyelamatkan jutaan nyawa manusia juga bisa kalian tonton dalam format video singkat berikut ini :

Kenapa Ada Orang Yang Menolak Vaksin?

Oke, ketika sudah kembali ke masa lalu, saya harap kalian bisa memahami betapa mengerikannya bencana akibat penyakit menular dan bagaimana vaksin berperan besar menumpas wabah penyakit menular. Padahal udah menyelamatkan jutaan jiwa, kenapa masih ada aja yang meragukan dan menolak vaksin? Sejarah mencatat bahwa penolakan vaksinasi sudah ada sejak vaksinasi pertama kali ada.

Penemuan vaksin cacar Variola adalah tonggak bersejarah dalam dunia kesehatan. Tapi saat itu, ada yang menolak vaksin cacar Variola karena takut dirinya akan berubah menjadi sapi mengingat vaksin cacar Variola menggunakan material virus cacar sapi.

Sikap meragukan dan menolak vaksin berlanjut saat program vaksinasi baru berlangsung selama satu generasi. Padahal saat itu kejadian cacar di Amerika dan Eropa sudah mulai menurun tajam lho. Para penolak vaksin saat itu kebanyakan berasal dari kelas menengah baru yang menganggap bahwa vaksinasi merupakan pelanggaran terhadap privasi dan hak atas tubuh mereka. Ini kan tubuh saya, suka-suka saya dong mau diapain. Dan anda nggak berhak minta saya menerima suntikan cairan berisi kuman penyakit!

Golongan lain yang mempertanyakan vaksinasi sejak jaman itu adalah para dokter yang khawatir kehilangan pemasukan, pendukung konsep Malthusianisme yang menganggap bahwa cacar variola merupakan suatu bentuk kontrol populasi alami yang seharusnya dibiarkan saja, dan para pemuka agama yang melihat vaksinasi sebagai upaya untuk melawan rencana Tuhan.

Dapat dilihat kalo alasan penolakan vaksin sangatlah beragam. Tapi pada akhirnya, sikap mendukung atau menolak vaksin bergantung pada tingkat pemahaman dan kepercayaan seseorang terhadap ilmu dan kompetensi otoritas medis. Sayangnya, tingkat kepercayaan ini bergeser seiring meningkatnya konsumerisme, di mana seorang individu dapat berperan lebih aktif dalam pengambilan keputusan medis.

Mereka berhak menolak sebuah perawatan karena alasan pribadi walaupun sudah disuguhkan bukti-bukti ilmiah yang valid. Tidak dipungkiri pula, media ikut berperan menyebarkan miskonsepsi tentang vaksin yang mengundang debat kusir tanpa bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Keengganan dan penolakan bervaksin juga muncul akibat amnesia generasional, di mana sebuah masalah terlupakan akibat tidak adanya transfer pengetahuan tentang suatu kejadian karena kecilnya relevansi kejadian tersebut terhadap generasi yang akan datang. Ini maksudnya seperti yang gue sebutkan di awal. Saking berhasilnya program vaksinasi, kita kadang lupa betapa mengerikannya bahaya suatu penyakit menular.

Sebagai contoh, sebelum adanya vaksin Campak pada tahun 1963, hampir setiap anak akan terjangkit campak, gak peduli status sosial dan tempat tinggalnya. Namun semua berubah sejak adanya vaksinasi, kejadian campak menjadi semakin jarang terjadi. Kemudian terciptalah satu generasi yang seumur hidupnya tidak pernah tau satu orang pun yang terkena campak. Lambat laun, penyakit dan risiko campak pun terlupakan. Mereka pun akhirnya lupa atas jasa vaksin campak.

Bahaya Penolakan Vaksin

Ketika kalian sudah mengerti mekanisme vaksin dan herd immunity serta sejarah wabah penyakit dan vaksinasinya, saya rasa kalian bisa menalar sendiri bahaya dari penolakan vaksin, yaitu kemunculan kembali penyakit-penyakit serta komplikasinya yang setelah sekian lama berhasil dicegah. Menolak vaksin tidak hanya membahayakan individu penolak, tapi juga membahayakan orang lain.

Contohnya, kasus Polio. Indonesia pernah dinyatakan bebas polio pada periode 1995-2005. Lalu pada 2005, status itu mesti ditarik ketika seorang balita di Jawa Barat positif dinyatakan terjangkit polio. Padahal sudah satu dekade kasus polio tidak terjadi lagi di Indonesia. Berdasarkan penyelidikan, virus polio ini berasal dari Nigeria, negara dengan gerakan anti-vaksin yang cukup mengkhawatirkan.

Akibat satu kejadian di Jawa Barat tersebut, virus polio menyebar ke berbagai daerah lain di Indonesia. Angka kejadian polio menukik tajam menjadi 349 kasus selama 2006 saja. Bayangkan, hanya dari 1 kasus aja, merembet ke ratusan kasus lainnya.

Untungnya, berkat kerja keras petugas dan berbagai badan kesehatan, Indonesia kembali dinyatakan bebas polio sejak 2014 lalu. Pengalaman bangkitnya kembali polio pada 2005 lalu seharusnya menjadi pelajaran pentingnya untuk meneruskan program imunisasi, bahkan setelah sebuah penyakit menular berhasil ditekan penyebarannya.

Di sinilah pentingnya untuk terus meningkatkan pemahaman dan kepercayaan terhadap dunia medis. Selain itu, kita juga harus menyadari bahwa vaksinasi merupakan tanggung jawab sosial. Sudah menjadi tugas seseorang sebagai bagian dari masyarakat untuk turut menjaga imunitas kelompok. Di negara maju sendiri, ada golongan orang tua yang dengan sengaja memvaksinasi anak-anaknya bukan hanya untuk melindungi diri mereka saja, namun juga untuk banyak orang lain.

Vaksinasi memang mengorbankan hak atau kontrol seseorang terhadap tubuh sendiri atau anaknya, demi melindungi orang lain, mencegah kecacatan dan kematian yang ke depannya malah akan membebani masyarakat. Sebuah langkah kecil yang dapat menyelamatkan jutaan jiwa. Dan demikianlah pembahasan saya tentang vaksin, mungkin dengan kalian membaca artikel dapat membuka mata kalian bahwa sebenarnya vaksin itu tidak sama sekali berbahaya untuk dilakukan.

Indonesia Tak Kunjung Berhenti Berutang, Lunasnya Kapan Ya?

Gua yakin banget sebagian dari lo pasti pernah dengar atau baca headline tentang utang negara Indonesia? Nah, biasanya kalau udah ngomongin soal utang negara, banyak orang awam yang langsung berkesimpulan bahwa banyaknya utang negara tak luput dari merosotnya ekonomi. Kalau lo perhatikan, tiap kali ada berita yang mengulas topik utang negara, pasti banyak banget komentar yang gaenak banget dibaca. Iyakan?

Meskipun gua bukan orang yang berkecimpung di dunia ekonomi, namun dengan bukti dari berbagai sumber yang udah gua kutip gua ingin meluruskan atas kesalahpahaman ini. Karena apa yang tersirat pada tipikal komentar-komentar netizen seperti di atas, adalah refleksi dari cara pikir pendek dan ketidaktahuan masyarakat awam tentang mekanisme ekonomi makro, khususnya dalam skala ekonomi negara.

Nah, pada kesempatan kali ini, gua ingin mengupas topik utang negara Indonesia secara komprehensif dan cukup mendalam. Semoga aja deh apa yang gua tulis di sini bisa membuka perspektifbaru dan menambah wawasan elo yang membaca tulisan gua ini. Okeyy… Scroll kebawah dulu deh..

Emang Berapa Sih Utang Negara Kita?

Bicara soal utang, sebenarnya sejak negara kita lahir di tahun 1945, bisa di bilang negara kita telah mewarisi utang dari pemerintahan kolonialis. Nah, jadi jika dikaitkan secara teknis, sejak Indonesia dinyatakan merdeka negara kita tercinta ini udah berutang.

Wahh, kedengarannya miris banget yah?Parahnya, hal ini terus berlanjut dari pemerintahan Presiden Soekarno sampai dengan pemerintahan Presiden Joko Widodo. Tentu lo penasaran berapa nominal utang Indonesia semasa itu? Yah, di tahun 1960 utang negara Indonesia berada pada angka 21, 25 triliun. Sungguh angka yang terbilang fantastis. Dan di tahun 2017 ini utang negara kita berada pada angka Rp 3.400 triliun. 

Wah, kalau di lihat dari segi nominal aja, utang Indonesia sejak 50 tahun terakhir nampaknya membengkak besar sekali ya. Eitzz, tapi tunggu dulu. Dalam perspektif ekonomi,  kita tidak bisa menilai baik buruknya utang negara hanya dari sisi nominal saja, karena ada banyak faktor lain seperti inflasi, perubahan nilai kurs, dan juga rasio utang terhadap PDB. Kok bisa begitu? Sabar, nanti lebih detilnya akan gua jelaskan di bawah. Secara garis besar kira-kira gambaran utang negara Indonesia dari masa ke masa bisa lo lihat pada infographic yang dibuat oleh Liputan6 di bawah ini:

Apa Sih Definisi Dari Utang Negara?

Okeeyy guys, sebelum kita bicara lebih jauh, gua maumastiin dulu bahwa lo ngerti nggak apa yang di maksud dengan utang negara. Jawabannya sederhana sih, yah bisa di bilang utang negara itu mencakup di antaranya utang pemerintah dan utang swasta. Dari utang pemerintah dan utang swasta itu, ada utang yang ke pihak luar negeri, ada juga yang utang ke pihak dalam negeri. Maksudnya utang ke dalam negeri itu gimana? Ya memang bisa jadi pemerintah itu punya utang kepada masyarakat negara itu sendiri, misalnya ke elo atau gua.

Kalo utang pemerintah ya berarti pemerintah negara kita yang ngutang, kalo utang swasta ya berarti berbagai perusahaan swasta dalam negeri kita yang ngutang. Kalau utang ke pihak luar negeri itu biasanya utang ke negara lain atau organisasi internasional kayak World Bank, IMF, ADB, dan sebagainya. Sementara utang ke pihak dalam negeri ya biasanya pemerintah berhutang pada masyarakat dengan menerbitkan surat utang atau obligasi yang dijual sama pemerintah ke masyarakat umum atau ke perusahaan dalam negeri.

Nah, karena topiknya super luas, pada artikel gua kali ini gua ingin fokus membahas utang pemerintah aja, baik yang ke pihak luar ataupun ke dalam negeri. Mungkin nanti lain kali gua akan bahas topik utang perusahaan swasta secara khusus di artikel lain.

Oke, balik lagi ke jumlah nominal utang negara kita tadi yang kesannya membengkak berkali-kali lipat. Kalau lo perhatikan juga, kenaikan utang kita secara nominal naik drastis sekali pada tahun 1997-1998 saat banyak negara Asia mengalami krisis ekonomi moneter yang sangat hebat. Salah satu dampak dari krisis itu untuk negara kita adalah penurunan nilai Rupiah terhadap US Dollar USD, yang tadinya 1 USD seharga Rp. 2.600, sekarang kan 1 USD seharga Rp. 13.500.

Malahan waktu tahun 1997-1998 itu 1 USD sempet loh nyampe ke angka Rp. 17.000. Makanya utang negara kita pada waktu 1998 dan beberapa tahun setelahnya juga keliatannya naiknya gila-gilaan. Bahkan sampai tahun 2016 sekarang ini pun, utang negara kita secara nominal bertambah terus. Wah berarti perekonomian Indonesia makin buruk aja dong? Buktinya, utang Indonesia terus menumpuk!

Jawaban singkat dari gua!

Nggak, perekonomian Indonesia nggak semakin buruk dibandingin sama tahun 1998, bahkan sebenernya malah membaik. Bahkan kalo mau bicara soal utang negara, sebenarnya utang Indonesia tahun 2016 secara riil itu lebih sedikit daripada 1998. Lho kok gua bisa berkesimpulan begitu? Bukannya utang Indonesia 2016 secara nominal lebih besar dari tahun 1998? Nah, mari kita belajar mengenal apa yang dimaksud dengan rasio utang.

Apa Itu Rasio Utang?

Bicara soal utang, masyarakat umum terbiasa melihat konteks utang dari sisi nominal saja. Hari ini kita hutang ke warung Rp 20.000, besok kita nambah utang lagi jadi Rp 30.000. Berarti utang kita terus bertumpuk dan makin banyak. Nah, dalam konteks ekonomi makro, khususnya dalam skala kenegaraan, kita tidak bisa melihat utang dari sisi nominal saja seperti utang ke warung.

Mungkin akan lebih mudah dipahami, jika gua menerangkan dengan perumpamaan Indonesia sebagai 2 sosok individu yang berutang ya, katakanlah ada 2 orang bernama Agus dan Budi. Si Agus punya pendapatan Rp 1 juta per bulan, dan ternyata dia punya utang sebesar Rp 12 juta yang harus dilunasi dalam 1 tahun. Artinya, jika dia mencicil utang 1 juta per bulan, dalam 1 tahun dia bisa melunasi utangnya tepat waktu kan? Sederhananya total pendapatan dia. Total utang, atau utang Agus adalah 100% dari pendapatannya kan?

Sekarang di sisi lain, si Budi punya pendapatan Rp 5 juta per bulan, dimana dia memiliki utang sebesar Rp 20 juta yang harus dia lunasi selama 1 tahun. Secara nominal, utang Budi lebih besar ya daripada utang si Agus. Tapi jika dilihat dari perspektif sejauh mana kemampuan Budi untuk mempertanggungjawabkan utangnya, kita bisa mengukur dari rasio jumlah utang yang harus dia bayar selama 1 tahun, dibandingkan dengan total pendapatan dia 1 tahun. Hasilnya, total pendapatan dia Rp 5 juta x 12 bulan = Rp 60 juta dibagi dengan total hutang Rp 20 juta, jadi rasio utangnya Budi adalah 33,3% dari pendapatan Budi.

Itulah yang disebut dengan rasio utang. Semakin kecil rasio utang, berarti semakin besar daya atau kapasitas dari subjek yang berutang, untuk bisa mempertanggungjawabkan atau melunasi utangnya. Nah, rasio utang inilah yang lebih akurat untuk mengukur utang pada skala kenegaraan. Lalu total pendapatan negara Indonesia ini ukurannya apa? Biasanya yang paling umum dipakai adalah Pendapatan Domestik Bruto PDB. Oke, terus gimana dong rasio utang negara Indonesia, jika dibandingkan dengan pendapatannya PDB? Nah, kita bisa lihat persentasenya dari gambar sebelumnya. Nih gua tampilkan sekali lagi ya

Jelas dong, angka yang ada di atas tersebut nunjukin rasio utang negara kita terhadap PDB kita pada tahun yang bersangkutan. Jadi kalau dibilang rasio utang pada zaman presiden Soeharto 57,7% itu berarti utang negara kita sebesar 57,7% dari PDB kita di tahun 1998, dan nominalnya sebesar Rp. 551,4 triliun. Malahan di tahun 1999 utang negara kita sebesar 85,4% dari PDB kita di tahun itu dan nominalnya sebesar Rp. 958,8 triliun.

Dari sini kita bisa berkesimpulan, walaupun nominalnya utang negara kita tahun 2016 jauh lebih besar daripada utang kita pada tahun 1998, tapi rasio terhadap PDBnya jauh lebih kecil, yaitu 27,5%. Artinya utang negara kita itu cuma sebesar 27,5% dari total pendapatan negara di tahun tersebut. Lho kok bisa?Ya bisa dong, karena PDB kita di tahun 2016 jauh lebih besar dibandingkan PDB kita tahun 1998. Jadi sebenernya secara riil utang negara kita mengecil ya.

Kenapa Sih Utangnya Nggak Dilunasin aja?

Mungkin di antara lo ada yang bingung, utang negara kan cuma 27,5% dari pendapatan negara, kenapa ga dilunasin aja? Kok malah nambah utang lagi jadi terus bertumpuk? Nah, lagi-lagi kita perlu melepas pola pikir utang-piutang ini dari perspektif pendek seperti utang ke warung. Bicara soal utang negara, kita harus melihat dari kepentingan dan perspektif negara, secara sederhana negara kita punya 2 pertimbangan terkait pengalokasikan uang untuk melunasi utang :

  • Kesanggupan negara untuk mempertanggungjawabkan utang di masa depan.
  • Pembangunan negara pada berbagai macam sektor.

Dari 2 pertimbangan itu, negara punya 2 skenario :

  • Melunasi utang, tapi pembangunan negara pada berbagai sektor melambat
  • Menambah utang sejauh itu bisa dipertanggungjawabkan, untuk kemudian dipakai untuk mempercepat pembangunan negara.

Singkatnya sih, pemerintah dalam beberapa tahun terakhir memilih opsi nomor 2, yaitu menambah utang dengan pertimbangan bahwa secara rasio utang tersebut bisa dipertanggungjawabkan, untuk kemudian utang tersebut digunakan untuk mempercepat pembangunan negara.

Mungkin ada di antara lo yang mikirnya begini. Ngapain sih kita sampe ngutang-ngutang segala sama negara lain buat bikin MRT? Kalau belum cukup uangnya ya nabung dulu aja kali. Kalau kita mau ganti smartphone baru, kalo duitnya belum ada ya kan kita nabung dulu ya. Nah, di sini lah perbedaan manajemen keuangan negara sama manajemen keuangan pribadi. Dalam perspektif kenegaraan, ngutang untuk percepatan ekonomi itu hal yang normal banget.

Untuk perspektif individu, menunda membeli smartphone baru mungkin adalah hal yang sepele, tapi bagi perspektif kenegaraan? MENUNDA pembangunan MRT, bandara, jalan tol, pelabuhan, pembangkit listrik, jaringan internet. Sama artinya dengan menunda kesejahteraan bagi masyarakat luas. Karena pembangunan sektor-sektor pembangunan negara, tidak sesederhana menunda membeli smartphone, tapi merupakan hal yang sangat krusial untuk memperkokoh berbagai sendi ekonomi negara dalam jangka panjang.

Di sisi lain, lo juga harus melihat bahwa percepatan pembangunan akan membuat penghasilan negara bertambah dan meningkatkan kemampuan negara untuk membayar utang yang jatuh tempo di masa depan. Contoh sederhananya, kita berutang pada Jepang untuk pembangunan proyek MRT di Jakarta.

Jika proyek tersebut lancar dan mampu mempercepat perputaran ekonomi di Jakarta, di sisi lain ongkos MRT tersebut juga akan menjadi salah satu sumber pendapatan baru untuk negara. Jadi sebetulnya, jika pengalokasian utang tersebut tepat sasaran pada sektor-sektor yang produktif, sebetulnya pembangunan tersebut bisa sekaligus menjadi sumber pendapatan baru untuk melunasi utang.

Apakah Negara Lain Juga Berutang Seperti Indonesia?

Gue yakin elo pasti penasaran dengan statement gua di atas. Yah jika dalam skala kenegaraan, ngutang itu adalah hal yang wajar dan normal banget. Terus apakah negara lain juga berutang? Yes, hampir semua negara di dunia ini punya utang kok. Bahkan negara maju yang perekonomiannya diklaim paling kuat sekalipun juga berutang. Kita bisa katakan negara dengan perekonomian nomor wahid yaitu, Amerika Serikat, fix mereka juga punya utang.

Negara kedua yang ekonominya maju itu Tiongkok, juga berutang lho. Begitu juga negara-negara maju yang perekonomian negaranya sangat kuat seperti Inggris, Jerman, Prancis, Jepang, Siangapura, Australia, dan yang lain-lain juga punya utang. Bahkan bisa dikatakan rasio utang negara-negara tersebut lebih besar daripada rasio utang Indonesia terhada PDBnya. Nggak percaya lo? Nih gua kasih liat datanya.

Nah, lo bisa lihat ya perbandingan utang-utang negara di dunia, bisa dibilang rasio utang Indonesia masih sangat kecil dibandingkan negara-negara maju tersebut. Misalnya aja utang negara Amerika Serikat, yang terkenal sebagai perekonomian nomor satu di dunia ini, mereka tuh utangnya lebih dari 100% dari PDBnya di tahun 2016 lalu. Gila kan? Tapi kok ngga bangkrut sih? Inilah refleksi dari kekuatan ekonomi negara AS, karena perekonomian negaranya begitu kokoh dan proyeksi perkembangan ekonominya di masa depan juga bagus, jadi para pemberi utang juga jadinya percaya aja bahwa AS mampu untuk mempertanggungjawabkan utangnya pada saat jatuh tempo.

Kalau Setiap Negara Berutang, Terus Yang Ngasih Utang Siapa?

Lantas, negara-negara ini pada ngutang kesiapa ya kira-kira? Nah, mungkin gambar di bawah ini dapat membantu lo untuk memahmi masalah utang negara ini. Okey, sebelumnya kita ambil aja contoh kasus negara Amerika Serikat, tadi kan diatas kita sudah sama-sama tau kalau utang negara Amerika Serikat yahh lumayah cukup gede. Jadi, sekarang ini kita lihat aja deh siapa yang memberi utang kepada negara Amerika Serikat.

Jelas kelihatan dong, bahwasannya memang ada beberapa pihak yang punya piutang ke Amerika Serikat, misalnya aja China, Jepang, Belgia dan beberapa negara lainnya. Bahkan ada berbagai lembaga investasi seperti Civil Sercive Retirement Fund atau dana pensiun pegawai negeri sipil, terus ada juga individual dan institusi Amerika Serikat. Gue yakin lo pasti akan kebingungan.

Tapi tenang, jadi begini untuk sebuah negara, ngutang bukanlah hal yang tabu, aneh atau hal yang memalukan. Konteks ngutang dalam skala negara gini, meliputi juga piutang negara tersebut kepada negara lain. Dimana semua dinamika utang piutang antar negara dan lembaga keuangan ini, diperhitungkan dengan detail sampai pada masa jatuh temponya.

Negara Mana Yang Paling Banyak Memberi Utang Kepada Indonesia?

Saat ini utang indonesia mayoritasnya dalam bentuk surat utang negara atau biasa disebut dengan SUN yang mana per Februari 2017 berada di angak 2,848.80T atau 79.4% dari total seluruh utang. Sisanya berupa pinjaman berada di angka 740.32T atau 20.6% dari total seluruh utang. Pinjaman luar negeri Indonesia terdiri dari pinjaman bilateral atau pinjaman ke sebuah negara, pinjaman multilateral misalnya pinjaman ke IMF, ADB dan pinjaman bank komersial dan supplier.

Bisa lo lihat di data di atas, Jepang mendominasi utang bilateral Indonesia dengan nominal 201.80T atau 5.6% dari keseluruhan utang Indonesia. Negara-negara lain persentasenya berada di bawah 1%. Sedangkan utang multilateral didominasi dari Bank Dunia World Bank dan Asian Development Bank ADB.

Bagaimana Makanisme Negara Kalau Ingin Menambah Utang?

Mungkin masih ada yang mikir kalau mekanisme negara nambah utang itu. Umumnya negara begitu aja dikasih atau ditransfer duit oleh negara institusi keuangan. Faktanya nggak begitu lo. Jadi gini, kalau katakanlah negara Amerika Serikata mau nambah utangnya, mereka nggak begitu saja mintain duit ke negara lain.

Pemerintah Amerika dan Bank Sentral Amerika atau biasa disebut Federal Reserve The Fed, menerbitkan surat utang atau biasa disebut surat berharga US Treasury Bill, contohnya obligasi. Nah, surat utang ini, dijual ke pihak lain, bisa ke individu, lembaga keuangan, atau bahkan negara lain. Setiap surat utang ini, ada semacam masa aktif dan juga bunga per tahunnya.

Jadi kalo misalnya gue beli surat utang negara Amerika Serikat, selain gua mendapatkan hak untuk menagih kembali piutang gue saat jatuh tempo, gua juga akan mendapatkan bunga per tahun. Selain itu, gua juga bahkan bisa memperjual-belikan surat utang ini kepada pihak lain sebelum jatuh tempo pelunasannya. Jadi sebenernya, penjualan surat utang oleh negara ini juga seringkali dilihat sebagai instrument investasi bagi masyarakat umum, perusahaan, bahkan bagi negara lain.

Jadi dalam perspektif tertentu, negara nambah utang itu ibarat dia mencetak uang baru aja. Cuma bentuknya bukan mencetak uang Rupiah secara fisik, tapi mencetak surat utang, yang dijual kepada pihak lain, lengkap dengan masa berlaku dan juga bunga per tahun. Kebayang ya maksudnya gimana.

Well, Ngutang Itu Hal Yang Positif Apa Negatif Sih?

Kalau lo nanyak begitu, jawaban pribadi gua ya tergantung sih, khususnya pada 2 hal berikut ini:

  • Utangnya bisa dipertanggungjawabkan atau nggak.
  • Utangnya dipakai untuk hal yang bersifat produktif atau nggak.

Selama 2 hal itu terpenuhi, gua pribadi berpendapat bahwa utang dalam skala negara itu wajar-wajar saja, malah bagus kalo bisa mempercepat pengembangan ekonomi di masa depan. Hal yang jadi masalah adalah ketika negara kita ngutang, tapi terus nggak jelas penggunaannya untuk apa. Bisa jadi alokasinya pada sektor yang nggak produktif, atau malah dikorupsi oknum-oknum tertentu. Nah kalo begitu, baru deh kita sebagai masyarakat berhak untuk protes tentang kebijakan utang negara.

Tapi kalo kita sebagai masyarakat protes karena kesannya negara nambah utang dan nominalnya terus bertambah, rasanya kurang tepat juga ya. Karena kita cuma asal protes tanpa memahami konsep rasio utang negara, dan juga penggunaan anggaran negara untuk perkembangan ekonomi makro.

Lantas, Mau Sampai Kapan Indonesia Terus Berutang?

Nah, kalo pertanyaan ini terus terang gua ga bisa jawab secara pasti. Tapi kalo dari opini gua pribadi, jawabannya ya sejauh mana utang itu diperlukan. Sekali lagi, jangan terjebak dengan perspektif seperti utang ke warung.

“Wah Indonesia utangnya banyak! Payah nih, berarti negara harus berusaha gimana caranya untuk bisa melunasi utang dan jadi negara bebas dari utang. Kan malu-maluin kalo Indonesia berutang terus.”

Jangan mikirnya kayak begitu ya. Sekali lagi, dalam skala negara, utang adalah hal yang sangat wajar dan normal. Kita jangan terpaku pada objektif bahwa Indonesia harus segera melunasi utang. Hal yang justru harus dipikirkan adalah: pengelolaan dana kas negara APBN dan APBD yang baik. Bagaimana caranya agar utang tersebut teralokasikan tepat sasaran pada sektor-sektor produktif, sehingga pembangunan negara berjalan dengan baik, negara punya sumber pendapatan baru, dan bisa melunasi utang pada saat jatuh tempo.

Bagi negara, utang itu menguntungkan jika dilalokasikan dengan tepat, bagi pemberi utang juga menguntungkan sebagai media investasi. Bagi kedua pihak jadi win-win solution kan? Jadi sampai kapan negara akan terus berutang? Ya sejauh mana hal itu diperlukan.

Nah, demikianlah sedikit pembahasan gua seputar topik utang negara Indonesia. Mudah-mudahan dengan adanya tulisan ini, bisa menambah wawasan lo dan juga membuka perspektif pemikiran baru, khususnya di bidang ekonomi kenegaraan. Sampai jumpa di artikel berikutnya!

Memahami Lebih Detail Kondisi Orang Yang Mengalami Gangguan Jiwa

Hallo guys, ketemu lagi ni sama gue, beberapa waktu yang lalu gue sempat nulis artikel tentang banyaknya orang yang tak mampu memahami hingga  depresi berkembang menjadi penyakit mematikan. Masih berkaitan dengan topik yang sama kali ini gue mencoba untuk mengupas tuntas dalam memahami kondisi orang yang mengalami gangguan jiwa.

Yesss, di dalam dunia psikologi kondisi yang biasa kita sebut gila ini memiliki istilah Schizopherenia. Nah, ngomongi orang gila mungkin yang biasa kebayang dikepala kita adalah orang gila yang berada dipinggir jalanan. Umumnya mereka gak peduli soal penampilan, bahkan ada yang ketawa sendiri, diem bengong, kurus banget, gak terawat, dan pastinya gak bisa diajak komunikasi.

Nah, pertanyaan gue apa bener defenisi gila seperti itu? Jika menurut lo iya, Eitz lo tenang dulu sob jangan buru-buru untuk mengambil kesimpulan. Dari berbagai sumber yang udah gue kutip, gue nemui nih kasus yang cukup menarik untuk gue bahas disini. Yah salah satunya adalah dimana orang  yang udah didiagnosa dengan schizophrenia tapi akhirnya bisa menjalani hidup dengan normal bahkan mampu berprestasi.

Wow, lo nggak percaya? Disini gue buktikan. Buat lo yang udah pernah nonton film Beautiful Mind 2001 mungkin lo sempat dengar seorang ilmuwan bernama John Nash yang diperankan oleh aktor kawakan, Russel Crowe. John Nash adalah seorang ahli matematika dari Amerika yang didiagnosa dengan schizophrenia tetapi pada akhirnya bisa kembali hidup normal dan mampu menyabet hadiah Nobel atas karyanya di bidang ilmiah.

Film ini sangat gue rekomendasikan untuk lo tonton. Karena selain memenangkan 4 piala Oscar, film ini bisa menjadi media yang bagus untuk semakin memahami kondisi orang yang menderita schizophrenia. Berikut ini videonya, dan coba deh lo tonton.

Wah guys, ternyata kondisi schizophrenia itu tidak hanya bisa kita temukan pada sosok orang gila yang biasa kita lihat di jalanan ya. Secara medis, sebetulnya orang yang terdekat atau mungkin diri kita sendiri bisa aja jatuh jadi schizophrenia. Sebagai profesional yang berkecimpung di bidang kesehatan mental, gue rasa pemahaman dan keprihatinan kita terhadap kesehatan mental di Indonesia sepertinya masih sangat perlu untuk ditingkatkan.

Nah, untuk memperjelas apa yang dimaksud schizophrenia dan gak asal main diagnosis sendiri, gue mau cerita panjang lebar nih tentang Schizoprenia. Sebuah gangguan mental yang mungkin paling banyak dikelilingi stigma dan kesalahpahaman.

Barangkali karena lumayan langka diderita 1% penduduk dunia dan gejala yang timbul itu emang bisa dibilang super aneh bagi persepsi orang pada umumnya, schizophrenia menimbulkan lebih banyak keresahan di media, masyarakat, bahkan di institusi kesehatan dibanding gangguan mental lain. Adakalanya orang schizophrenia dicap sebagai tukang cari perhatian, pembohong, pembawa sial, kerasukan setan, orang yang kena kutukan, dan sebagainya deh. Hal hasil, gak jarang para penderita gangguan mental ini menerima perlakuan yang gak manusiawi.

Kenapa sih orang bisa sampe gila kayak gitu? Kenapa ada orang yang sampe kehilangan pikiran dan jati dirinya, sampai-sampai melakukan hal di luar batas kewajaran manusia pada umumnya? Apa sih yang ada di kepala mereka? Nah, pada kesempatan kali gue akan mengupas apa itu schizophrenia, kriteria diagnosisnya, siapa saja yang berisiko menderita schizophrenia.

Dan yang lebih penting lagi gue ingin menunjunkan bahwa orang dengan schizophrenia bukanlah cacat karakter atau miskonsepsi lain yang biasa melekat pada penderitanya. Schizophrenia adalah gangguan fungsi di otak yang menyebabkan seseorang sulit mempertahankan akal sehatnya.

Apa Itu Schizophrenia?

Berasal dari Bahasa Yunani Skhizein, yang berarti pecah Split dan Phren yang berarti pikiran mind. Secara harafiah, schizophrenia artinya pikiran yang pecah. But wait, itu enggak sama dengan kepribadian ganda multiple personality disorder seperti yang diceritakan dalam novel 24 wajah Billy. Jadi jangan disamakan ya, itu kategori gangguan yang berbeda lagi. Mungkin pada tulisan berikutnya akan gue coba bahas.

Pikiran yang pecah di sini maksudnya terpisah atau hilang kontak dengan realita. Bagaimana kita bisa menentukan seseorang menderita schizophrenia atau enggak? Berikuit ini ada beberapa gejala yang mesti diperhatikan untuk bisa mendiagnosis schizophrenia 

Delusi

Bedakan delusi dengan ilusi ya, ilusi itu mah kalau kita nonton atraksi sulap. Delusi atau waham, adalah keyakinan yang gak masuk akal, tetapi orang yang memiliki waham tersebut sangat yakin bahwa apa yang dipercayainya wahamnya itu benar. Beberapa contoh yang delusi yang biasa diyakini pada pasien schizophrenia yang gue temukan sendiri di lapangan yaitu :

  • Pasien A yakin kalau mantan pacarnya berusaha membunuhnya. Terus dia paranoid, dikit-dikit pegang pisau. Setiap orang yang dia temui, dia yakini sebagai mantannya yang mau ngejahatin dia.
  • Pasien B yakin kalau dia adalah dewa yang bisa menyelamatkan orang dari neraka.
  • Pasien C yakin kalau boneka bayi yang dia pegang dan gendong adalah anaknya beneran. Dia pernah hamil dan anaknya meninggal. Sejak saat itu dia gak bisa terima kenyataan. Jadi boneka bayi itu dielus-elus, dimandiin, dan sebagai berikut.

Halusinasi

Halusinasi juga sering diartikan sama ilusi, tetapi bukan ya! Halusinasi adalah adanya perubahan eksternal yang diterima oleh organ sensorik kita seperti melihat, mendengar, atau merasakan sentuhan TANPA adanya stimulus yang nyata. Jadi kalo ada orang melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat orang sehat yang lain, menurut analisis medis, orang itu berhalusinasi. Begitu juga dengan yang mendengar suara yang yang tidak bisa didengar orang sehat lain.

Tapi tolong bedakan dengan suara pikiran sendiri yang dikendalikan oleh kita ya. Setiap hari, pasti kita suka mendengar pikiran sendiri atau sambil bergumam sendiri contohnya, ah ntar siang makan nasi padang aja deh. Sedangkan, suara pada pasien schizo terdengar begitu NYATA sampai ia tidak bisa membedakan suara itu bener ada atau enggak.

Kasus yang cukup sering dengan penderita schizophrenia adalah mereka mendengar suara-suara yang menyuruh mereka melakukan tindakan-tindakan yang tidak masuk akal. Pengalaman gue sendiri di lapangan adalah pasien schizophrenia yang beberapa kali melakukan percobaan pembakaran gedung karena mendengar suara-suara yang menyuruhnya untuk membakar rumah.

Pada beberapa kasus lain, ada juga orang tua yang mendengar suara yang menyuruhnya membunuh anaknya sendiri. Duh serem banget kan? Maka dari itulah jika ada kasus pembunuhan dan sih tersangka mengatakan ada suara yang menyuruh dia untuk melakukan tindakan tersebut, evaluasi psikiatri sangat perlu untuk dilakukan.

Bicara Nggak Teratur

Ngomong ngelantur, ngomong sendiri, ngomong kata-kata yang gak jelas dan gak bisa dimengerti orang lain juga merupakan salah satu gejala dari schizophrenia.

Gejala Negatif atau Defisit Fungsi

Nah, ini merupakan salah satu gejala yang cukup menarik, di mana biasanya para penderita schizophrenia tidak banyak bergerak dan gak banyak ngomong bahkan ia sering diam tanpa adanya ekspresi layaknya seperti patung.  Jika seseorang mengalami minimal dua gejala dia tauas atau lebih dan berlangsung selama lebih dari satu bulan, kemungkinan besar orang tersebut menderita schizophrenia.

Gejala-gejala yang gue sebut diatas bisa sangat mengganggu sampai menghambat seseorang untuk fokus, mengingat sesuatu, dan melakukan aktivitas dasar sehari-hari. Bisa juga jadi sebegitu destruktinya sampai membuat seseorang kewalahan mempertahankan asal sehatnya. Nah kalau lo nggak percaya, lo bisa cek 2 video dibawah ini.

Video pertama merupakan penuturan pengalaman sekaligus diagnosis gejala pasien schizophrenia. Video kedua menggambarkan sebuah eksperimen sosial pada orang normal yang mensimulasikan betapa mengganggunya halusinasi dan tekanan yang biasa dirasakan orang schizophrenia.

Nah pertanyaanya apakah mungkin kita bisa mengami gejala-gejala yang ada diatas, tapi gak schizophrenia? Yah, hal itu mungkin saja terjadi. Dan itulah yang disebut dengan psikoto, dimana gejala-gejala schizophrenia muncul tetapi belum berlangung sampai 1 bulan.

Seseorang bisa saja jadi psikoti dikarenakan banyak hal, seperti berada dibawah pengaruh konsumsi narkotika atau psikotropika, obat perawatan dari dokter, sampai karena stress yang sangat berat, atau depresi yang berkepanjangan hingga akhirnya di dorong oleh suatu peristiwa yang dapat membuat orang mengalami halusinasi.

Namun, lo tak perlu khwatir, karena seseorang yang mengalami gangguan psikotik akut bisa hilang sendiri kok para peneliti mengatakan itu bisa hilang dalam 1 bulan bahkan orang tersebut bisa kembali normal. Tapi kalau masih berlanjut 1 bulan lebih, bisa mengarah ke kondisi schizophrenia. Thats why, penting banget untuk mengontrol stress serta menangni depresi agar tidak menimbulkan efek yang terlalu berlebihan, and of course stay away from drugs!

Siapa Saja Yang Berisiko Menderita Gangguan Jiwa?

Sejatinya, shizophrenia bisa menyerang siapa saja. Dan ini adalah gangguan mental yang tidak memandang ras atau pun jenis kelamin. Hanya saja ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang menghidap schizophrenia. Dan 3 faktor ini harus banget lo ketahui :

  • Genetik

Seperti gangguan mental lainnya, genetik cukup berperan dalam schizophrenia. Salah satu bukti yang mendukung genetik mengambil peran dalam schizophrenia adalah berbagai studi pada bayi kembar identik. Studi tersebut menyimpulkan bahwa pada bayi kembar identik monozigotik, berasal dari satu sel telur, jika salah satu menderita schizophrenia maka kemungkinan saudara kembarnya untuk menderita schizophrenia adalah 50%.

Dengan kemajuan teknologi dan berbagai sistem untuk menganalisa genome atau gen kita, muncul lah beberapa nama gen yang menjadi topik menarik untuk memahami schizophrenia, diantaranya DISC1, PDE4B, NCAM1, dan lain sebagainya. Penelitian masih berlangsung untuk memahami peranan gen ini dalam proses patologi schizophrenia. Harapannya, dengan semakin mendalami bagaimana mereka bekerja dan berinteraksi dengan lingkungan, kita bisa mencegah atau mengobati penyakit ini.

  • Faktor Lingkungan

Perlu diingat bahwa genetik sejatinya tidak selalu berdiri sendiri. Faktor lingkungan, seperti stres berat dan gangguan pada proses persalinan yang pada akhirnya berinteraksi dengan faktor genetik ikut berperan. Studi epidemiologi menunjukkan hubungan antara komplikasi saat persalinan dengan schizophrenia.

Komplikasi saat proses melahirkan ya bisa dibayangkan kan sulitnya bersalin pada sebagian orang dan sebagian lagi mudah-mudah saja bisa menyebabkan pendarahan dan kekurangan oksigen. Jika komplikasi ini terjadi dan berjalan cukup lama sampai timbul gangguan maka bisa menjadi salah satu faktor si bayi untuk menderita schizophrenia kelak ketika ia dewasa nanti.

Penelitian lain juga menyebutkan bahwa anak yang lahir dalam cuaca banyak penyakit. Katakan deh, musim dingin di luar negeri dan musim batuk pilek di Indonesia, lebih rentan terkena virus. Bisa diasosiasikan infeksi virus atau bakteri pada ibu hamil dan bayi meningkatkan resiko terjadinya schizophrenia pada usia dewasa.

Kalo udah tahu gini, elo yang nantinya akan berkeluarga, jangan lupa untuk menjaga kesehatan pribadi dan lingkungan, apalagi kalau sedang hamil ya. Selain bisa menyerang tubuh kita atau fisik. Kuman, virus, atau mikroorganisme lainnya bisa secara tidak langsung menyerang pikiran kita.

  • Faktor Kejeniusan

Sejak film Beautiful Mind dirilis, mulai banyak orang yang mengaitkan schizophrenia dengan kejeniusan. Apakah orang schizophrenia itu jenius? Atau orang jenius itu ada kecenderungan untuk schizophrenia? Santai guys, jawabannya ada disini.

Jadi begini, ide yang mengaitkan schizophrenia dengan kecerdesan yah mungkin pertama kali berasal dari sebuah studi pada tahun 1970 dan negara Islandia lah yang pertama kali mencetuskan hipostesi bahwa ada beberapa gen yang terkait schizophrenia yang berperan dalam stimulasi otak, atau dengan kata lain meningkatkan intelegensi seseorang.

Akan tetapi, studi pada beberapa tahun terakhir malah menunjukan hal sebaliknya, dimana schizophrenia dapat menyebabkan penurunan fungsi hipokampus, gangguan sinyal saraf, atau dengan kata lain dapat menurunkan kecerdasan. Jadi mana yang benar ya guys? Yahh, para ilmuwan masih berdebat akan hal ini.

Apa Isi Kepala Orang Yang Mengidap Gangguan Jiwa?

Semakin berkembang pesatnya neuosains atau ilmu tentang saraf dapat memberikan kita sebuah pengetahun dan perspektif baru yang sangat berharga. Jadi, setidaknya kita jadi tahu bahwa orang dengan gangguan jiwa ternyata mengalami gangguan fungsi terhadap otak nya. Neurosains memungkinkan kita mengulik isi otak sih penderita gangguan mental dan menelusuri perubahan neurobiologis yang terjadi. Interaksi antara faktor genetik, steres berat, dan komplikasi persalinan ternyata dapat memicu ketidakseimbangan senyawa kimia di otak yang menjadi penyebab dasar orang yang terkena gangguan jiwa.

Nah, kalau kita udah ngomongi fungsi terhadap otak, mau nggak mau kita harus sedikit flashback ke pelajaran Biologi, setuju dong? Yap, pelajaran tentang saraf yang kalian pelajari di kelas 9 SMP dan kelas 11 IPA SMA. Nah, untuk kembali mengiatkan kalian, coba dulu deh tonton video penjelasan perkulihan sistem saraf berikut ini, khususnya di menit 9 sampai dengan menit 12.

Gimana apa lo cukup memahami setelah melihat video diatas? Jika iya, gue recap sedikit ya. Jadi, rangsangan dari lingkungan atau impuls yang masuk ke suatu sel saraf atau neuron akan diterimah oleh dendrit dan diteruskan ke badan sel.

Nah, dari badan sel, impuls akan di teruskan oleh akson yang menuju sel neuron lainnya. Dengan begitu impuls akan sampai kebagian sinapsis yang merupakan daerah pertemuan antara ujung akson dari neuron yang satu dengan dendrit dari neuron lainnya. Pada celah sinapsis, akan dilemparkan senyawa kimia neurotransmiter yang berperan mengirimkan impuls ke neuron selanjutnya.

Neurotransmiter ini terbagi menjadi 2 sifat:

  • Eksitasi excitation, gampangnya ingat aja kata excited atau excitement yang sifatnya meningkatkan impuls. Kalau neuron diibaratkan sebagai mobil, neurotransmiter eksitasi ini kayak gas yang mengaktivasi neuron. Contoh senyawa kimia neutransmiter yang meningkatkan impuls yaitu, asetilkolin, adrenalin, dopamin, glumatat, dan lain-lain.
  • Inhibisi inhibition yang sifatnya menghambat impuls. Kalau neuron diibaratkan sebagai mobil, neurotransmiter eksitasi ini kayak rem yang mendeaktivasi neuron. Contoh senyawa kimia neutransmiter yang menghambat impuls yaitu, gaba dan dopamin.

Nah, gangguan otak yang diduga hipotesis menyebabkan schizophrenia adalah ketidakseimbangan senyawa neurotransmiter, si chemical messenger dalam proses penghantaran impuls di sistem saraf kita. Jadi yang seharusnya ngegas biar impuls diproses, eh ga bisa digas. Yang seharusnya direm, eh impulsnya malah diterusin. No wonder, timbul behaviour baru yang seharusnya gak ada, seperti halusinasi dan delusi. Atau hilang fungsi yang seharusnya ada, yang biasanya ditemukan pada pasien gangguan jiwa dengan gejala negatif.

Hipotesis Dopamine

Gejala psikosi halusinasi, delusi dan bicara yang nggak teratur pada pasien dengan gangguan jiwa kemungkin besar di sebabkan banyaknya dopamin yang bergerak di daerah mesolimbic. Sebenarnya otak berperan dalam pembentukan motivasi dan fungsi kognitif yang mengakibatkan hiperaktivitas bagian otak tersebut. Gejala negatif pada pasien yang memiliki gangguan jiwa dapat disebabkan karena terlelu sedikitnya dopamin di daerah mesocortical otak yang berfungsi mengatur kognisi dan emosi sehingga mengalami hipoaktivasi.

Gangguan Fungsi Glutamat

Pada pasien dengan gangguan jiwa akan terus mengalami penurunan fungsi reseptor glutamat neuritransmiter eksitasi.

Gangguan Fungsi GABA

Gaba atau bahasa ilmiah nya adalah Gamma aminobutyric acid yang sifatnya inhibisi. Seseorang yang menderita gangguan jiwa memiliki pengaturan gaba di prefrontal cortex, nah yang gatau apa itu prefrontal cortex yaitu adalah bagian otak yang mengatur eksekusi dan rencama kita untuk berpikir. Kerusakan atau gangguan pada bagian ini dapat menyebabkan seseorang sulit untuk mengatur rencana-rencana atau planning konkret kedepannya.

Penelitian terakhir juga mengindikasikan keterlibatan sistem kekebalan tubuh kita dalam proses timbulnya penyakit ini. Singkatnya, ketika ada kuman, virus, bakteri menyerang tubuh kita, maka sistem imun akan teraktivasi den terjadilah komunikasi antara sistem imun tubuh dan sistem imun otak. Aktivasi sistem imun otak kadang menyerang sel neuron itu sendiri sehingga terjadilah di prefrontal cortex dan striatum.

Bagaimana Cara Mengobati Pasien Yang Mengalami Gangguan Jiwa?

Sebelum ilmu pengetahuan semaju sekarang, berbagai macam terapi yang kita di masa sekarang akan melihatnya kurang manusiawi dan ternyata gak efektif, diaplikasikan ke penderita gangguan jiwa. Beberapa contoh terapi tersebut mulai dari dikurung di instansi dan gak diapa-apain, disemprot air, sebagian otaknya dioperasi dan diangkat, disetrum, dikasi insulin dalam jumlah banyak yang bikin si pasien keringetan, kejang, sampe koma, macam-macam deh! Itu semua dilakukan ketika manusia belum mengerti penyakit ini secara mendalam sehingga cara penanganannya juga ngaco dan gak membantu secara efektif sama sekali.

Itulah kenapa gue sangat bersyukur atas kemajuan teknologi dan farmasi sehingga hal-hal mengerikan dan tidak manusiawi seperti itu gak perlu terjadi lagi, setidaknya di lingkungan profesional medis. Pengobatan schizophrenia pada saat ini berfokus pada penanganan gejalasa psikotiknya delusi, halusinasi, dan lain-lain. Obat-obatan yang diberikan berupa obat anti-psikotik seperti chlorpromazine, clozapine, haloperidol, dan lain-lain.

Gue gak akan bahas obat anti-psikotika secara detail. Pada prinsipnya, obat-obatan ini bertujuan untuk mengatur fungsi dopamin yang gak seimbang sesuai yang sudah disebutkan di atas supaya kembali menjadi seimbang. Jika fungsi dopamin bisa diseimbangkan, diharapkan gejala psikosis mereda dan si pasien bisa mulai keep in touch lagi dengan realita.

Jika mereka sudah tenang dan fase akut sudah lewat, mereka bisa ikut terapi psikologi yang membantu menata pikiran mereka. Mereka bisa berfungsi kembali dan kondisi tersebut tetap bisa dipelihara. Kualitas hidup pasien membaik dan menjalani keseharian secara normal.

Lo bisa tonton nih video pengalaman salah seorang schizophrenia survivor.

Sayangnya, di zaman modern ini, masih terdapat beberapa kelompok masyarakat yang belum update terhadap perkembangan ilmu pengetahuan terkini karena alasannya masing-masing. Dengan terbatasnya informasi, mereka mungkin benar-benar takut dan kewalahan melihat dan menghadapi gejala psikosis orang schizoprenia yang asing, sangat tidak masuk akal, dan meresahkan.

Pada kelompok masyarakat ini, ga jarang kita temukan orang dengan gangguan mental, khususnya schizoprenia, masih diperlakukan secara memilukan, mulai dari dilempari batu, dikucilkan, ditelanjangi, dikurung di ruangan yang tidak layak, dipasung, tidak dirawat, dianiaya, dan sebagainya. Lebih memilukan lagi, baru-baru ini media internasional sekelas Washington Post merilis sebuah artikel yang menunjukkan potret kehidupan orang dengan gangguan mental di Indonesia. Warning, the article is NSFW. Read at your own risk.

Bagaimana Sebaiknya Kita Bersikap Terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa?

Pada dasarnya jika kita melihat seseorang yang berada di pinggir jalan, dengan keadaan compang camping, bahkan telanjang, aneh, dan gemar ngomong sendiri, tentu kita akan takut jika bekontak langsung dengan seseorang itu. Tentu itu sangat manusiawi. Namun, setelah membaca cerita panjang lebar diatas, gue harap lo udah cukup bijak untuk nggak bertindak agresif atau memprovokasi duluan, alias cuekin aja.

Dan lebih baik nya lo laporkan kedinassosial setempat. Begitu juga kalau orang yang berada dekat dengan kita dicurigai menderita gangguan jiwa. Sebaiknya kita tidak melakukan hal atau mengucapkan kata-kata yang hanya malah meragukan atau membeni kondisi orang tersebut. Dengan begitu kita bisa membantu mereka dirujuk ketangan yang memang ahlinya dalam mengatasi hal itu.

Nah, kalau lo tanya apakah orang yang mengalami gangguan jiwa berbahaya? Sebenarnya tergantung gejala psikosisnya sih. Kalau gejalanya lebih ke yakin bahwa dirinya adalah Taylor Swift, masih tidak berbahaya lah. Namun, kalau gejalanya sudah halusinasi, ya jelas dong itu sangat berpotensi untuk mencederai orang lain.

Tapi dengan memiliki pemahaman neurobiologis, kita bisa lebih jauh melihat bahwa orang yang berada di jalanan itu pernah normal, pernah berkeluarga, pernah berperan buat negara kita. Orang tersebut bukan berarti tidak bisa berfungsi lagi seperti kita, mereka hanya kurang beruntung dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat. Mereka adalah korban dari pikiran mereka sendiri, terpenjara di dalam kerusakan komunikasi antara neuron syarat otak yang satu dan yang lain.

Jati diri mereka diambil, dipuntir, dan kadang mereka sendiri gak sadar akan hal itu. Kalau kita sakit perut, kita bisa ke dokter minta obat sakit perut, besoknya bisa langsung sembuh. Berbeda pada orang dengan gangguan mental, apalagi schizophrenia. Kemungkinan mereka akan denial sampai kehilangan akal sehatnya. Orang dengan schizophrenia tidak bisa ditolong dengan dikurung, dirantai, atau dipasung. Mereka butuh terapi berupa obat-obatan dan dukungan psikologis secara berkelanjutan. Berikut ini video treatment seseorang yang udah diagnosis gangguan jiwa.

Melalui tulisan dan beberapa video yang ada gue berharap semakin banyak lagi masyarakat Indonesia, khususnya para intelektual muda yang akan melek dengan isu gangguan mental, khususnya seseorang dengan gangguan jiwa. Mereka ada di sekitar kita. Orang yang kita sayangi atau bahkan diri sendiri bisa saja jatuh ke jurang itu. Jadi, jangan melawan orang yang mengalami gangguan jiwa tapi bantulah dia untuk dapat melawan penyakit yang diderita nya.

Dikutuk Sebagai Penyebab Kebodohan, Ini Bukti Nyata Bahwa Micin Tidak Berbahaya

“Eh lo jangan banyak makan makanan yang mengandung micin, entar lo bisa bodo tau!” Nah guys, gue yakin banget nih elo elo semua pasti sering banget kan denger atau dapat ejekan hal sedemikan itu, iyakan? Uda deh gausah bohong deh lo. Menurut lo pribadi, emangnya micin seberacun itu ya sampai-sampai sering disebut sebagai penyebab kebodohan? Apakah memang benar-benar ada penelitian soal micin yang mengatakan kalau dia terbukti bisa menyebabkan otak jadi tumpul?

Nah, dari pada kita ngejude tanpa ada bukti yang nyata, gue mau mengajak lo untuk membahas isu yang sering banget kita temuin sehari-hari, yaitu micin atau bahasa ilmiahnya, monosodium glutamat atau biasa disebut MSG, atau vetsin atau apapun lah itu terserah deh.

Jujur gue tertarik banget nih membahas tentang MSG karena gue sering banget ngeliat banyak orang yang takut makan micin bahkan tak sedikit orang menganggap micin itu bisa bikin bodo atau bikin sakit. Meskipun kita tau bahwa anggapan itu bukan tanpa alasan. Sebab, banyak banget berita yang memaparkan dampak buruk jika seseorang mengokomsusi micin. Namun, sayangnya anggapan buruk mengenai micin sebenarnya agak keliru. Micin nggak seburuk yang lo pikir kok. Ah, masa sihhh?

Makanya pada kesempatan kali ini, gue berniat meluruskan miskonsepsi seputar MSG dengan memaparkan fakta-fakta yang gue dapet di jurnal-jurnal kesehatan internasional yang kebenarannya bener-bener bisa dipertanggungjawabkan. Okay, kita langsung aja mulai pembahasannya tentang pengertian apa itu sebenarnya MSG.

Apa itu MSG? Apa itu Glutamat?

MSG atau monosodium glutamat merupakan garam yang molekul penyusunnya berupa sodium natrium (Na) dan glutamat. Sebagai perbandingan buat elo yang belum tau, garam dapur yang biasa kita pake itu sodium klorida atau rumus molekulnya NaCl. Jadi bedanya MSG dengan garam biasa adalah Cl-nya dituker sama glutamat.

Oh oke, tapi glutamat itu sendiri apa? Nah buat lo lo pada yang udah kelas 3 IPA, lo harusnya tau dong, glutamat itu merupakan asam amino non esensial bagi kita. Asam amino non esensial ini bukan artinya nggak penting buat kita, tapi kita ngga perlu menambahkan asam amino tersebut dalam makanan kita karena asam amino tersebut bisa dibuat sendiri di dalam tubuh.

Bagi tubuh manusia, glutamat berperan penting dalam berbagai proses metabolisme. Seperti yang dipelajari di pelajaran Genetika Biologi kelas 3 IPA, glutamat berperan sebagai building block dari protein atau bisa dibilang bahan baku pembentukan protein. Kalo protein, lo udah tau lah, ya, fungsinya. Protein berfungsi sebagai bahan pembangun tubuh, membentuk sel baru, mengganti sel-sel yang rusak, dan sebagai berikut.

Jadi, di satu sisi lo harus paham juga kalo glutamat itu emang penting buat manusia. Glutamat terdapat secara alami di hampir seluruh makanan yang kita makan, mulai dari ikan, daging, susu, sayur, hingga buah-buahan. Berikut gue punya tabel yang mendaftarkan kadar glutamat di dalam bahan makanan kita sehari-hari.

Pada awal tahun 1990an, glutamat yang digunakan untuk membuat MSG dihasilkan dengan cara mengekstrak glutamat dari tumbuhan. Saat ini, MSG dihasilkan dengan cara ekstraksi dari fermentasi alami tumbuhan-tumbuhan, seperti lobak, tebu, dan gandum.

Fungsi dan Dosis MSG

Saat ini, MSG udah secara luas digunakan sebagai penyedap makanan di dunia, mulai makanan instan macem-macem deh seperti, chicken nugget, bakso, sup-sup kalengan sampai makanan ringan seperti yah lo sebutin sendiri lah yang ada di warung-warung gitu. Kayaknya makanan kalo kena MSG, rasanya jadi lebih nendang.

Tapi kenapa sih, MSG bisa bikin makanan jadi enak? MSG bekerja dengan memperkuat rasa alami dari berbagai makanan, seperti daging, ikan, sayur, dan lain-lain. Nah, MSG ini bisa memperkuat rasa karena glutamatnya. Oh iya, rasa gurih yang dihasilkan MSG itu ternyata bukan berasal dari tipe rasa yang udah umum kita kenal, seperti manis, asam, asin, pahit pedes bukan rasa ya.

Rasa enak dari MSG ini punya tipe rasa lain. Lidah manusia punya reseptor tersendiri untuk rasa gurih dari Glutamat. Orang-orang Jepang menyebut rasa gurih ini dengan rasa umami. Orang Barat mendeskripsikan rasa ini sebagai gurih, seperti pada kaldu atau daging.

Oke, sampai di sini gue udah paparin bahwa glutamat alami jelas terkandung di bahan makanan kita sehari-hari, ditambah pula glutamat dari MSG sering ditambahin di banyak masakan. Terus, kira-kira berapa sih kadar glutamat yang masuk ke dalam tubuh orang-orang di dunia?

Berdasarkan beberapa sumber yang gue temukan. Orang Amerika dan Eropa rata-rata mengkonsumsi sekitar 11 gram glutamat alami dan 1 gram glutamat dari MSG per harinya. Untuk negara-negara Asia, jumlah konsumsi glutamat dari MSG jauh lebih tinggi, yaitu sekirar 3-4 gram per hari.

Kenapa konsumsi MSG orang Asia jauh lebih tinggi? Bahan dan bumbu makanan orang Asia seperti soy sauce, kecap ikan atau kecap wijen emang lebih banyak mengandung glutamat alami sehingga orang Asia udah terbiasa dengan konsumsi glutamat sejak kecil. Efeknya, toleransi tubuh orang Asia terhadap glutamat relatif jadi lebih tinggi dari orang Eropa pada umumnya. Makanya konsumsi MSG orang Asia lebih tinggi.

Dosis MSG yang direkomendasikan batas aman banget deh oleh U.S Food and Drug Administration (FDA) adalah sekitar 30 miligram per berat badan. Misalnya, berat badan lo 50kg, maka dosis MSG yang direkomendasikan adalah sekitar 1,5 gram perhari.

Itu sebanyak apa sih? Dari sampling gue terhadap beberapa abang baso di Bandung dengan cara nimbang MSG yang dia kasihin ke mangkok, gue mendapatkan data bahwa kadar MSG yang dikasih abang baso itu adalah sekitar 0,5 gram. Kalo diasumsikan tuh orang cuma makan bakso aja dalam satu hari penuh, berarti masih ga apa-apa tuh doi makan sampe 3 mangkok baso dari sudut pandang dosis MSG ya .

Gimana Tubuh Kita Merespon MSG?

Menurut U.S Food and Drug Administration (FDA), MSG yang kita makan bakal dipecah oleh sistem pencernaan menjadi sodium natrium (Na) dan Glutamat. Kedua bahan ini bakalan bernasib sama dengan Na alami dan glutamat alami. Na bakalan jadi ion yang terlibat dalam berbagai macam proses di tubuh seperti yang lo pelajari di biologi SMA.

Terus glutamatnya gimana? 95% glutamat yang dikonsumsi akan dimetabolisme oleh sel-sel usus halus dan bakal dijadiin buat energi untuk menjalankan pencernaan di usus halus itu sendiri. Sisa 5%-nya bakalan berguna buat membentuk protein seperti yang udah sempat jelasin di atas atau dijadikan prekursor untuk menghasilkan senyawa-senyawa lain, seperti glutathione, arginine, dan proline. Oh iya buat yang belom tau, prekursor adalah zat atau bahan pemula untuk memulai proses biosintesis.

Terus kalo kelebihan Na atau Glutamat di dalam tubuh gimana ya? Gampang kok lo tinggal keluarin aja lewat urin. Tubuh kita sering kok mengeluarkan kelebihan glutamat melalui urine. Walaupun merupakan asam amino non esensial, tubuh cukup cepat menggantikan glutamat laju penggantian glutamat yang hilang dari tubuh turnover termasuk besar, yaitu sekitar 30%). Nah, jika seseorang mengkomsusi MSG secara berlebih kemungkinan dapat menimbulkan reaksi sebagai berikut:

  • Sakit kepala
  • Flushing
  • Berkeringat
  • Wajah terasa tertekan dan sesak
  • Mati rasa, kesemutan atau terbakar di daerah wajah, leher dan daerah lain
  • Jantung berdebar-debar
  • Nyeri dada
  • Mual
  • Kelemahan

Selain itu, dilaporkan pula bahwa monosodium glutamat sering dikaitkan dengan masalah berat badan. Sebuah studi dilakukan pada lebih dari 750 pria dan wanita Cina yang berusia 40-59 tahun. Studi tersebut dilakukan untuk menentukan apakah terdapat hubungan sebab akibat antara makanan yang kaya MSG dan obesitas. Studi ini menemukan bahwa sepertiga dari mereka yang menggunakan MSG hampir tiga kali lebih berisiko mengalami kelebihan berat badan daripada mereka yang tidak menggunakan MSG.

Jadi MSG Aman Nggak Sih?

Menurut FDA sih, MSG dikategorikan sebagai zat yang cukup aman untuk dikonsumsi. Tapi tetap harus diingat, aman menurut FDA itu ya kalo dosisnya sesuai dengan rekomendasi mereka. Sebab bahan kimia buatan bisa lebih sehat dari bahan alami, aman atau tidaknya suatu zat bergantung pada dosisnya. Kalo lebih-lebih, ya tetep bisa bahaya. Toh, kalo lo makan garam dapur atau bahkan air yang super kebanyakan juga bisa berakibat fatal kan? seperti, kebanyakan minum air, bisa berakibat hyponatremia. Kalo MSG aman, kenapa banyak stigma negatif seputar MSG? Oke deh, kita langsung luruskan aja faktanya.

  • Kenapa MSG bikin pusing dan mual?

Mungkin saat baca pemaparan di atas, di antara lo ada yang bilang Ngaco nih artikel, kayanya bakalan bilang MSG aman, lah gue abis makan yang banyak MSG, jadi pusing-pusing dan mual. Efek pusing dan mual yang lo rasakan sehabis makan MSG dialami banyak orang kok. Efek ini disebut sebagai Chinese Restaurant Syndrome (CRS). Makanan Chinese Food banyak banyak menggunakan MSG sebagai bahan penyedap dibandingkan jenis masakan lain.

Istilah CRS muncul pertama kali pada sekitar tahun 1968. Saat itu, Dr. Robert Ho Man Kwok menyebut kumpulan gejala mual, pusing, lemas dan lain-lain yang umum terjadi sekitar 20 menit setelah makan di restoran Chinese sebagai CRS. Mungkin sebagian dari elo udah bisa nebak kalo emang restoran-restoran Chinese itu menggunakan MSG yang relatif lebih banyak dibandingkan restoran lain ini kejadiannya di Inggris. Jadi MSG ternyata bahaya dong? Tunggu dulu guys.

Setelah diadakan penelitian lebih lanjut, ternyata efek pusing dan mual habis makan MSG chinese restaurant syndrome ini bukan diakibatkan oleh MSG, tapi lebih tepatnya diakibatkan oleh glutamat. Lah, apa bedanya apa dong?

Jelas dong beda, jika CRS diakibatkan oleh glutamat, bukan MSG. Lo harus inget kalo MSG itu adalah garam penyedap rasa, sementara glutamat itu asam amino non esensial yang ada dimana-mana dan gak harus cuma terkandung dalam MSG sebagai penyedap rasa. Itu poin penting guys, lo catat yah…

Artinya, kebanyakan makan keju atau jagung atau kacang polong juga bisa bikin kena gejala pusing, mual akibat CRS. Jadi kalo lo mengacu lagi pada tabel kadar glutamat yang di atas, keju, jagung, kacang polong cukup banyak lho kandungan glutamatnya.

Begitu diuji, hasilnya bener. Ketika diujikan pada 2 kelompok orang. kelompok 1 diberikan makanan tanpa MSG sedangkan kelompok 2 diberikan makanan dengan tambahan MSG. Walaupun pada satu kelompok dikasih tambahan MSG dan kelompok lain tidak, diusahakan jumlah glutamat total pada makanan yang diberikan pada 2 kelompok harus sama. Jadi ya mungkin pada kelompok 1 yang tanpa MSG, mereka dibanyakin kejunya atau porsi makanannya lebih banyak.

Hasilnya gimana? Memang ada yang kena gejala CRS pada kedua kelompok, tapi sebagian besar sih sehat-sehat aja. Dari situ dan riset-riset lain diperoleh kesimpulan bahwa yang membuat seseorang yang pusing dan mual habis makan MSG kena gejala chinese restaurant syndrome karena memang orangnya aja yang tidak toleran terhadap glutamat berlebihan glutamate intolerant. Biasanya mereka mulai kena CRS kalo dikasih glutamat tambahan sebesar lebih dari 3 gram. Tapi ini rata-rata aja, pasti ada orang yang lebih sensitif dan ada yang lebih toleran.

Sebagai analogi aja, kan ada juga tuh orang yang lactose intolerant, yang nggak bisa konsumsi produk susu. Orang lactose intolerant akan mual sampe diare jika minum susu murni. Tapi, apakah susunya sendiri berbahaya? Tentu tidak. Itu hanya special case buat para lactose intolerant. Bagi orang kebanyakan, susu menawarkan banyak manfaat kesehatan, dong. Tapi kalo kebanyakan minum susu bagi orang normal, ya gak bagus juga, bisa menyebabkan penimbunan lemak, bikin obesitas, hingga meningkatkan risiko penyakit jantung.

Nah, gue harap lo bisa menerapkan pemahaman serupa tentang MSG. Semua zat bisa berguna atau berbahaya bagi tubuh kita bergantung pada dosisnya. Untuk kasus MSG ini, lo juga harus tau apakah lo tipe orang yang toleran dengan kelebihan glutamat atau tidak. Jika kondisi biologis tubuh lo termasuk yang gak bisa toleran, tubuh lo akan merespons dengan gejala pusing dan mual setelah makan MSG berlebihan.

  • MSG Bikin Bodoh?

Sama seperti di organ tubuh lainnya, glutamat juga berperan dalam metabolisme energi dan protein di otak. Selain itu, glutamat memiliki fungsi lebih pada otak, yaitu sebagai neurotransmiter. Neurotransmiter berperan untuk menyampaikan sinyal-sinyal dari sel saraf ke sel target, seperti sel otot atau sel endokrin (kelenjar hormon). Hayoo, coba ingat-ingat lagi pelajaran Sistem Saraf di kelas 11.

Namun, kadar glutamat berlebih banget)di otak memang dapat menyebabkan kerusakan pada otak. Pada tahun 1960, peneliti dari Washingtonbakso-solo-2 University menemukan bahwa MSG dengan dosis sekitar 4gram/kg berat badan memiliki efek merusak jaringan otak tikus baru lahir umur 2 sampai 9 hari . Tapi ternyata hasil ini dianggap tidak valid untuk membuktikan MSG itu berbahaya. Dosisnya gede buanget 4gram/kg untuk tikus baru lahir, yang bener aje.. Itu kalo lo bayangin, MSG-nya lebih dari kadar MSG 3 mangkok baso yang gue survei di Bandung coy, subjek penelitiannya bayi tikus yang kecil pula.

Penelitian lain pada tahun 1970, Bazzano, D’Elia dan Olson melakukan penelitian pada 11 relawan dewasa. Wah penelitian pake orang beneran nih, gila kan niat bener. Setiap orang diberikan asupan glutamat sampai dengan 100gram per hari selama 42 hari. Setiap harinya, para peneliti mengawasi status kesehatan para relawan dan ngeliat efek glutamat yang diberikan ke sistem syaraf. Sampai hari ke-42, tidak ditemukan bukti bahwa MSG dapat merubah struktur maupun fungsi sistem syaraf para relawan tersebut.

  • Micin Dapat Menumpuk

Apa pun, yang berlebihan jumlahnya, akan menyebabkan penumpukan. Penumpukan akan menimbulkan masalah yang mengiringi penambahan beban. Dalam tubuh, dosis tinggi MSG akan menyebabkan organ-organ tertentu mengalami masalah. Salah satu yang paling sensitif adalah organ hati atau hepar. Menyimpang dari pendapat umum bahwa micin menyebabkan kerusakan otak dan jantung, hati justru adalah organ yang paling sensitif terhadap penumpukan zat nonalami dalam tubuh.

Masalah yang dapat muncul pada hati akibat penumpukan MSG antara lain adalah peradangan, degenerasi penurunan fungsi, nekrosis kematian sel atau jaringan dan fibrosis munculnya jaringan baru yang berlebihan. Mengingat fungsi hati bagi tubuh manusia sangat vital, risiko kerusakan hati tersebut tentu cukup menjadikan waspada, bukan?

  • Mekanisme Kerusakan Organ Tubuh Akibat Micin

Kemampuan merusak MSG buatan pabrik dalam tubuh manusia disegel oleh satu kata kunci: berlebihan. Jika konsumsi zat ini masih dalam batas wajar, hal tersebut seharusnya tidak akan memicu masalah. Namun apabila berlebihan, maka kita harus bersiap-siap menghadapi risikonya. Dalam kondisi yang seperti apa risiko ini bisa meningkat? Pergeseran gaya hidup telah menjadikan makanan sebagai komoditas meraih kepuasan. Ilmu mengenai makanan sudah berkembang sangat pesat.

Ini mendukung ditemukannya makanan-makanan enak dan ilmu mengenakkan makanan. Semakin mudahnya ditemukan makanan enak, semakin tak terkontrol asupan manusia. Rasa yang disukai menyebabkan konsumsi makanan tidak dibarengi dengan kewaspadaan akan asupan buatan pabrik.

Hal inilah yang menyebabkan konsumsi micin sulit dikontrol. Bahkan jika telah ditetapkan bahwa MSG aman dikonsumsi dengan dosis tertentu, apakah mungkin setiap manusia mengukur kadar MSG dalam makanannya setiap kali akan bersantap? Dalam hal ini, kontrol diri merupakan upaya pencegahan yang utama.

Lalu bagaimana Mengatasi Reaksi Yang Timbul Akibat Mengkonsumsi Micin?

Pengobatan terhadap reaksi akibat menggunakan MSG tergantung pada gejalanya. Namun, sebagian besar adalah kasus ringan dan tidak memerlukan pengobatan maupun menimbulkan masalah lebih lanjut. Akan tetapi, jika terdapat gejala yang mengancam nyawa seperti nyeri dada, jantung berdebar-debar, sesak napas, pembengkakan tenggorokan, hal ini memerlukan perhatian medis segera. Gejala-gejala ini mungkin mirip dengan reaksi alergi berat lainnya dan memerlukan penanganan khusus.

Dengan demikian, anggapan yang mengatakan micin bikin bodoh tidak punya landasan bukti yang valid. Dugaan gua sih, sepertinya anggapan micin bikin bodoh ini lahir dari kekhawatiran berlebihan ketika melihat ada orang yang pusing ketika mengkonsumsi MSG. Jadi sekali lagi, MSG itu gak akan bikin bodo, kecuali lo makan 20 mangkok baso setiap hari selama sebulan penuh kali, ya. Kalo itu sih, gak perlu makan MSG juga orangnya emang udah bodo kali yak, hahaha…

Oke deh sekali lagi gue mau menegaskan, MSG diproses oleh tubuh manusia tidak berbeda dengan glutamat yang kita peroleh dari bahan makanan lain. MSG bukan racun buat elu. Kalo ada orang yang pusing habis makanan MSG, itu ya karna dia emang glutamate intolerant. Tanpa MSG pun, kalo dia makan makanan yang banyak glutamate, dia bakalan sakit dan kena Chinese Restaurant Syndrome. Walaupun begitu, ada baiknya lo mengkonsumsi MSG sesuai dengan patokan batas amannya, yaitu 30 miligram per berat badan per hari, kalau mau lebih ya palingan sampai 3 gram per hari aja.

Perlindungan Hak Data Pribadi, Penting Nggak Sih?

Belum lama ini jagat dunia maya dibuat heboh dengan adanya penyebaran video pribadi bermuatan pornografi yang diduga milik seorang lulusan kampus ternama di Depok. Hingga kini belum dapat diketahui siapa pelaku dari penyebar video porno tersebut. Kasus ini masih dalam tahap pengembangan dan sudah ditindak lanjut oleh pihak kepolisian.

Hingga saat ini belum ada klarifikasi resmi dari HA, cewek yang diduga ada dalam video tersebut. Sedangkan FG, cowok yang diduga ada dalam video tersebut telah mengklarifikasi bahwa dia memang berteman baik dengan HA. Akan tetapi, FG menyanggah bahwa cowok yang ada di dalam video tersebut adalah dirinya.

Sebelum adanya konfirmasi dari FG, netizen dan media tanah air beramai-ramai memberitakan kasus ini dengan mencatut nama HA dan FG secara terang-terangan. Padahal keduanya secara hukum belum terbukti sebagai sosok yang ada di video tersebut.

Alih-alih berempati pada korban, netizen Indonesia malah beramai-ramai menyebarluaskan video tersebut, menikmati, mengomentari, dan mencaci-maki pemeran video porno tersebut. Lo pernah ngebayangin enggak sih, kalau lo atau orang-orang terdekat lo sendiri yang ngalamin hal kayak gitu? Bukannya enggak mungkin si korban bisa depresi dan bunuh diri.

Inget guys, salahin pelaku yang nyebarin, bukan korbannya! Nah, biar nggak terjadi hal-hal kayak dialami HA dan FG, yuks simak ulasan terkait perlindungan hak data pribadi, hingga hal-hal yang harus lo lakuin untuk dapat terhindar dari masalah tersebut.

Menyebar Data Pribadi Di Kenal Dengan Istilah Doxing

Menyebar data peribadi seseorang dikenal dengan istilah Doxing, sebagaimana dilaporkan The Economist merupakan singkatan dari meletakan atau ingin menjatuhkan dokumen. Sederhananya, Doxing berarti mempubliskasikan informasi pribadi seseorang.

Istilah Doxing sejatinya telah ada cukup lama. Istilah tersebut merupakan refleksi dari pekerjaan yang dikumpulkan peretas, terdiri dari berbagai hal seperti nama, alamat, dan bahkan nomor jaminan sosial. Informasi demikian seringkali dirilis ke publik dengan tujuan menyerang seseorang yang datanya disebarkan.

Dampaknya pun cuku fatal, jelas sesorang yang datanya dipubliskasikan akan merasa tidak nyaman terlebih dalam menggunakan sosial media sebab pelaku Doxing akan senantiasa mengikutinya atau stalking. Sih pelaku Doxing akan dengan sengaja membuat korban meraka tak nyaman seperti melakukan, penghinaan, intimidasi, bahkan ia tak sungkan untuk menyangkut pautkan orang yang ada disekeliling korban.

Melanggar HAM dan Kode Etik

Asal lo tahu, hal yang dilakukan media dan netizen adalah bentuk pelanggaran terhadap hak asasi manusia. Seperti yang dikutip dari Tempo, Analis Gender LBH Masyarakat Arinta Dea Dini Singgi mengatakan pemberitaan-pemberitaan tanpa dasar bukti alias hoax semacam itu melanggar hak atas privasi korban. Dalam undang-undang ITE sudah dijelaskan apa yang dimaksud dengan perlindungan data pribadi dalam kaitannya pemanfaatan teknologi informasi.

Dijelaskan bahwa data pribadi adalah salah satu bagian dari hak pribadi privacy rights yang mengandung pengertian merupakan hak untuk menikmati kehidupan pribadi dan bebas dari segala macam gangguan, hak untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain tanpa tindakan pemata-matai dan hak untuk mengawasi akses informasi tentang kehidupan pribadi dan data seseorang.

Tidak dijelaskan dalam Pasal 26 UUITE ini apa yang menjadi bagian dari data pribadi? Menurut gue pribadi, seharusnya yang dimaksud dengan data pribadi adalah seluruh informasi yang bersifat perseorangan dan sifatnya menjadi subjektif.

Sebagai contoh, mungkin bagi sebagian orang, berbagi informasi mengenai tanggal lahir adalah hal yang biasa, sementara bagi orang lainnya, informasi tanggal lahir sama pentingnya dengan informasi nomor kartu kredit. Perbedaan-perbedaan kebutuhan akan perlindungan data pribadi ini lah yang membuat saya berpendapat bahwa definisi data pribadi harus dibuat seluas mungkin dan bersifat subjektif.

Minimnya Kesadaran Akan Pentingnya Data Pribadi

FYI, data pribadi itu bukan hanya berwujud data digital kayak foto atau video aja. Hal ini juga mencakup data pribadi berupa tanggal lahir, tempat tinggal, tempat menempuh pendidikan, dan sebagainya. Data pribadi juga termasuk data nomor kartu kredit atau rekening bank.

Nah, mungkin lo pernah secara enggak sadar ngasih tahu data pribadi lo itu ke orang lain yang butuh identitas lengkap. Biasanya, data seperti ini digunakan oleh perusahaan tertentu untuk keperluan penelitian pemasaran. Sedangkan data pribadi yang berkaitan dengan data kartu kredit, nomor rekening bank, dan sebagainya digunakan oleh orang yang enggak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan siber.

Sayangnya di antara kita hanya sedikit yang sadar kalau data yang kita masukin ke email, akun sosial media, ataupun ke aplikasi dapat dipergunakan untuk kepentingan tertentu tanpa seizin kita. Padahal, apa yang mereka lakukan sebenarnya udah melanggar hak lo sebagai manusia. Harus lo ketahui, lo sebenarnya berhak untuk menolak jika diminta data-data pribadi, kecuali kalau lo memang menyetujuinya atau data tersebut diminta oleh pihak berwajib untuk keperluan penyelidikan.

Nyebar Privasi Orang Lain Juga Salah

Selain data pribadi, kesadaran untuk melindungi privasi pun masih rendah. Banyak kasus di Indonesia yang yang berkaitan tentang penyebaran data privasi seseorang tanpa seizin pihak yang bersangkutan. Motif pelaku penyebaran konten yang memuat data privasi sangat beragam. Ada yang sekedar karena ingin eksis, motif balas dendam, hingga untuk meraup keuntungan ekonomi.

Mirisnya, pelaku yang kebanyakan berasal dari kalangan remaja sering kali enggak sadar bahwa menyebarkan konten yang mengandung privasi seseorang merupakan tindakan kriminal dan dapat dikenakan tuntutan hukum. Mirisnya, banyak dari mereka yang melakukan hal tersebut berawal dari niat iseng.

Lo tahu, enggak, sih, bahwa keisengan semacam itu benar-benar fatal? Seperti yang dikutip dari Kumparan, LG Saraswati, Dosen Departemen Filsafat Universitas Indonesia, menegaskan proses merekam dan menyebarluaskan aktivitas seksual tanpa persetujuan pihak yang bersangkutan dapat dianggap sebagai kekerasan seksual.

Belum Ada Hukum Yang Ngatur Perlindungan Data Pribadi dan Privasi di Indonesia

Maraknya kasus penyebaran konten pribadi yang melanggar privasi seseorang di Indonesia terjadi karena secara spesifik belum ada dalam peraturan perundang-undangan. Seperti yang dikutip dari Antara, menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ismail Cawidu, UU Keterbukaan Informasi Publik hadir sebagai turunan dari Pasal 28F Undang-Undang Dasar 1945 tentang Keterbukaan Informasi. Sedangkan, Pasal 28G belum mempunyai turunan dalam bentuk undang-undang. Bunyi pasal 28G UUD 1945 adalah,

“Setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan, martabat, dan harta benda yang di bawah kekuasaannya, serta berhak atas rasa aman dan perlindungan dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau gak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.” Meski belum ada, hukum soal perlindungan data pribadi dan privasi di Indonesia bukannya tanpa harapan. Cawidu mengatakan Kementerian Komunikasi dan Informatika akan mengembangkan usaha perlindungan data pribadi dan data privasi masyarakat Indonesia.

Ini Hal Yang Harus Dilakuin Untuk Melindungi Data Pribadi

Hal-hal simpel yang terlihat sepele dan gampang dilakukan ternyata bisa ngelindungin data pribadi kita. Pertama, lo bisa pakai mode jendela pribadi ketika lo sedang browsing. Tanpa kita sadari, browser yang kita pakai akan nyimpan data privasi pas lo lagi browsing di internet. Contohnya, riwayat penelusuran, email, password, dan masih banyak lagi.

Nah, kalau lo browsing pakai mode jendela pribadi, browser enggak akan menyimpan data privasi karena browser akan menghapus semua riwayat penelusuran. Kalau lo lagi belanja di internet, pastikan toko daring yang lo pilih sudah memasang SSL Security atau HTTPS pada situsnya.

Siapa pun yang ingin menyadap aktivitas lo di internet enggak akan bisa membaca data penting karena sudah dilindungi secara aman. Biasakan juga log out setelah melakukan transaksi daring atau membuka e-mail. Hal ini dijamin bakal mengurangi risiko akun lo disalahgunakan sama orang lain.

Ini, nih, hal yang sering banget diremehin banyak orang. Biar makin aman, smartphone lo harus dipasang sandi atau pola biar aman dari orang-orang jahil yang ingin melihat data pribadi lo. Selain itu, cara lain yang tak terduga untuk terhubung dengan suatu perangkat adalah lewat jaringan Wi-Fi dan Bluetooth.

Jadi, pastikan koneksi Wi-Fi dan Bluetooth pada smartphone lo enggak dalam keadaan menyala. Cara ini berguna untuk berjaga-jaga agar smartphone lo enggak diretas lewat jaringan tersebut.
dan ini merupakan gangguan tingkat rendah.

  • Jangan terlalu banyak memberikan informasi

Sejatinya, kita emang tidak dapat menghentikan semua ini, tetapi kita dapat mengambil langkah untuk meminimalkannya. Nah, pertama yang harus lo lakuin adalah, cukuplah berhati-hari untuk memberikan informasi yang lo berikan kepada siapa saja di internet.

Dan itu termasuk kepada situs yang telah dipercaya, karena sekali saja informasi lo masuk kedalam sistem mereka, ada kemungkinan data lo itu bisa hilang, dipinjamkan, dicuri, dan tidak menutup kemungkinan di salah pergunakan. Nah, untuk forum sosial, lo harus mempertimbangkan untuk daftar menggunakan account pribadi lo secara berlebihan atau terus menerus, jadi setidaknya bagian pribadi hidup lo dipisahkan dari hal yang nggak penting.

  • Membaca tulisan kecil

Selanjutnya, jika lo memang harus menyerahkan informasi pribadi, maka bacalah tulisan kecil (keterang syarat persetujuan. Jika situs dijalankan oleh perusahaan yang berbasis di Inggris, maka lo dilindungi oleh hukum perlindungan data, yang mengatakan bahwa mereka harus menjelaskan di depan, apa yang mereka akan lakukan dengan data yang lo mikili.

Dan mereka harus memperoleh izin lo secara opt-in yaitu, lo harus memberikan persetujuan positif dari mereka dengan asumsi mereka dapat melakukan apa yang mereka suka kecuali jika lo mengatakan tidak.Sayangnya, tingkat perlindungan bervariasi dari negara ke negara. Lo akan memiliki perlindungan sehubungan dengan Uni Eropa yang berbasis website, tapi tidak bagi orang yang tidak berbasis di AS.

Periksalah dengan seksama untuk pilihan yang memungkinkan situs untuk menyerahkan data lo ke pihak ketiga. Jika lo sangat tertarik pada suatu topik, lo dapat memutuskan ini dapat diterima atau tidak. Tapi pikirkan baik-baik sebelum lo setuju untuk untuk memberikan data yang lo miliki, karena ketika lo sekali saja menjawab ya, maka akan sangat sulit untuk mengatakan tidak lagi.

  • Melacak data

Pertimbangkan untuk menambahkan beberapa detail palsu ke data yang lo miliki. Nah jadi lo bisa menggunakan nama tengah palsu yang berbeda di awal untuk setiap sign-up sehingga di masa depan lo akan tahu mana situs yang terpercaya.

Terakhir, setidaknya jangan takut untuk mengeluh. Untuk contoh pertama, lo harus keluhkan ke website yang bersangkutan. Dan jika gagal, daftarkan keluhan lo dengan Kantor Komisaris Informasi. Hukuman untuk melanggar aturan perlindungan data yang secara bertahap akan meningkat terus, dan melanggar privasi lo bukanlah masalah sulit bagi perusahaan terkenal.

Bagaimana? Sekarang udah lebih sadar kan, sama pentingnya untuk melindungi data pribadi? Jangan sampai kita nyesal belakangan karena teledor menyimpan data pribadi, ya! Jangan sampai kita menjadi pelaku penyebaran data pribadi milik orang lain. Amit-amit banget, deh!

Semoga aja ke depannya bakal ada produk hukum yang secara spesifik ngelindungin data pribadi dan privasi masyarakat Indonesia supaya enggak ada lagi korban kejahatan siber. Yang pasti, sih, semuanya kembali lagi ke diri lo sendiri. Ingat, guys, privasi itu mahal. Jadi, jaga baik-baik, ya!

Beredar Cairan Vape Mengandung Narkoba, Pemerintah Tindak Tegas Mengurangi Penggunanya

Saya rasa Vape atau rokok elektrik tak lagi asing ditelinga masyarakat Indonesia, terlebih beberapa tahun belakangan ini perkembangan Vape nyatanya begitu pesat. Yah, alasan utama kenapa Vape begitu digandrungi banyak orang adalah lantaran Vape di klaim sebagai alternatif terbaik bagi setiap orang yang ingin menjahukan diri dari asap rokok.

Dan saya rasa alasan itu lah yang membuat Vape begitu populer. Yaps, rokok elektrik emang dinilai tidak memiliki efek seburuk rokok konvensional. Namun satu hal yang perlu kamu ketahui, bahwa rokok elektrik memiliki uap yang juga mengandung nikotin, sehingga dapat menyebabkan kecanduan.

Nah, seperti khasus beberapa hari yang lalu muncul lah isu soal cairan vape yang mengandung narkoba! Wakil Direktur Tindak Pin­dana Narkoba Bareskrim Polri, Kombes John Turman Pan­jaitan, seperti dilansir Kompas, sampai mengimbau anak muda supaya berhenti memakai vape karena keamanannya yang tak bisa dipastikan. Belum lagi tahun depan, kabarnya pemerintah akan mengenakan cukai pada cairan vape yang jelas akan berpengaruh pada harga jualnya. Well, bagi kalian para penikmat rokok elektrik tentu akan penasaran mendengar hal ini. Nah, yang penasaran coba scroll dulu kebawah dehhhh…

Apakah e-Liquid?

E -Liquid adalah hasil pencampuran beberapa bahan yang biasanya terdiri dari Propylene Glycol (PG), Vegatable Glycerin (VG), Nikotin, dan perasa food grade. Propylene Glycol sebagai menyedia throat hit, pada dasarnya digunakan untuk inhaler asma. Selain itu PG juga digunakan sebagai bahan aditif memperbaiki penampakan, cita rasa, tekstur, flavor dan memperpanjang daya simpan makanan olahan. Vegatable Glycerin menghasilkan uap. Vegatable Glycerin diekstrak dari lemak atau minyak. Vegatable Glycerin membantu memberikan suatu rasa tertentu.

Berapa Kadar Nikotin di Dalam Rokok Elektrik?

Kadar nikotin pada rokok umumnya seragam, tapi untuk rokok elektrik, kamu dapat memilih kadar nikotin yang kamu inginkan. Kadar nikotin dipilih berdasarkan pengalaman merokok pengguna serta intensitas merokok mereka. Yang bukan pengguna bisa juga terpapar oleh kandungan nikotin yang ada walaupun mereka tidak merokok. Apakah seseorang pengguna rokok elektrik atau bukan, keduanya memiliki resiko terpapar nikotin dan telah ada beberapa studi yang dapat membuktikannya.

Komponen utama dari vape adalah cairan yang berada dalam cartridge (tabung). Nah, cairan itu terbuat dari nikotin yang diekstrak dari tembakau. Setelah itu, ekstrak tembakau dicampur dengan bahan dasar, seperti propilen glikol. Bukan cuma itu, biasanya rokok elektrik juga ditambahkan perasa, pewarna, dan bahan kimia lainnya.

Jadi, rokok elektrik tetap mengandung nikotin dan zat kimia lain yang berbahaya ya, guys. Nikotin sendiri merupakan zat yang dapat membuat seseorang kecanduan. Penelitian telah menunjukkan bahwa paparan nikotin bisa bikin otak kecanduan terhadap senyawa lainnya. Di pasaran, cairan rokok elektrik udah banyak ditawarkan dalam berbagai tingkat kandungan nikotin. Umumnya, mulai dari kadar 0-36 mg nikotin per ml cairan atau bisa juga lebih tinggi. Nah, biasanya cairan dengan kandungan nikotin 3,6 persen atau 36 gram merupakan tingkat kandungan nikotin yang tertinggi. Berikut urutan kadar nikotin yang umum dalam cairan rokok elektrik.

  • Kandungan nikotin 0 mg, biasanya dipilih orang yang udah gak merokok. Eits, walaupun berlabel 0 mg nikotin, tapi belum tentu benar-benar gak ada nikotin sama sekali dalam cairan vape tersebut ya.
  • Kandungan nikotin 8 mg, biasanya dipilih perokok ringan yang biasa merokok kurang dari satu bungkus sepekan. Biarpun kadarnya ringan, tapi nikotin tetap bisa bikin kecanduan, lho.
  • Kandungan nikotin 16 mg, biasanya dinikmati perokok sedang. Pssst, kadar nikotin dalam cairan rokok elektrik ini nyaris sebanding sama kadar nikotin dalam rokok biasa. Jadi, merokok elektrik dengan dosis ini sama aja kayak merokok biasa. Alih-alih latihan mengurangi rokok, yang ada malah sebaiknya.
  • Kandungan nikotin 24 mg, biasanya dinikmati perokok berat yang terbiasa merokok sekitar satu bungkus per hari. Hati-hati ya, kadar nikotin ini sangat kuat sehingga bisa menyebabkan masalah kesehatan.
  • Kandungan nikotin 36 mg, ini kadar nikotin yang udah amat tinggi. Dengan kadar nikotin 24 mg aja udah bisa menyebabkan masalah kesehatan, apalagi jika yang kadarnya 36 mg? Dengan kadar segini, yang ada malah semakin kecanduan nikotin.

Jadi Begini Cara Menghitung Bahayanya

Menurut kamu, angka 0-36 mg tadi kecil? Yakin? Coba kita hitung, yuk! Biasanya kadar nikotin dalam cairan vape tertera dalam satuan mg/ml alias miligram per milimeter. Misalnya, dalam satu vape tertera keterangan nikotin sebesar 12 mg, artinya dalam produk tersebut mengandung 12 mg nikotin di setiap mililiter cairan.

Jadi, kalau cairan rokok elektrik itu berjumlah 30 ml, maka kandungan nikotinnya adalah 360 mg (30 x 12). Selain itu, ada juga yang memberi keterangan kadar nikotin dalam persen. Ini sebenarnya sama aja sih kayak keterangan dalam miligram (mg). Misalnya, kalau dalam kemasan tertera kadar nikotin sebesar 2,4 persen, itu sama aja dengan kadar nikotin 24 gram. Bedanya, cara membacanya adalah setiap tetes cairan rokok elektrik mengandung 2,4 persen nikotin.

Nah, sekarang kamu udah tahu gimana cara membacanya kan? Jadi, jangan salah kaprah soal kadar nikotin dalam satu botol cairan rokok elektrik lagi ya. Mungkin kamu menganggap angkanya kecil, tapi jangan lupa dikalikan per mililiter cairan. Sehingga, bila dijumlahkan angkanya menjadi besar bukan? Semakin besar jumlah nikotin, semakin bikin kamu kecanduan dan berbahaya bagi kesehatan kamu lho.

Jawaban Baik Atau Buruknya Rokok Elektrik

Rokok elektronik atau sering disebut E-cigar mempunyai bentuk dan ukuran yang sama dengan rokok konvensional. Terdiri dari cartridge, vaporizer atau penguap dan baterai. Asap yang dikeluarkan dari rokok elektronik berbeda dengan asap rokok yang terbuat dari tembakau karena meskipun mengandung nikotin tetapi tidak memberikan efek seburuk tembakau. Itu karena rokok elektronik tidak mengandung ribuan zat berbahaya yang dikandung dalam asap rokok.

Rokok jenis ini rasanya seperti rokok konvensional namun ada juga yang diberi rasa tambahan seperti rasa permen atau rasa buah-buahan. Pada saat rokok ini dihisap, ujungnya akan menyala hampir tidak ada bedanya dengan rokok biasa. Asap juga terlihat keluar dari rokok elektronik ini.

Para produsen rokok ini mengaklaim bahwa dalam rokok elektronik juga tidak terdapat kandungan seperti karbon monoksida atau dioksida, namun tidak menyebabkan bau napas atau tidak tidak menjadikan gigi kuning. Meskipun mempunyai banyak kelebihan dibanding dengan rokok konvensional bukan berarti rokok elektronik tidak menimbulkan efek yang merugikan.

Nah. berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh FDA Food and Drug Administration pada 19 cartridge rokok elektronik dari berbagai merek menghasilkan kesimpulan:

  • Semua cartridge yang diberi label tanpa nikotin ternyata mengandung nikotin kecuali satu buah
  • Label nikotin rendah, menengah dan tinggi tidak sesuai. Kenyataanya rokok tersebut mempunyai kadar nikotin yang bervariasi.
  • Salah satu cartridge berisi bahan antibeku beracun, dietilena glikol.
  • Perangkat yang mengeluarkan nitrosamin yang karsinogen manusia.
  • Perangkat yang mengeluarkan polutan yang dicurigai berbahaya bagi manusia.

Meskipun FDA sangat tidak menganjurkan untuk menggunakan rokok elektronik tetapi FDA masih belum bisa mencegah peredarannya karena masih dalam proses hukum. Nikotin tetaplah nikotin merupakan zat yang menimbulkan kecanduan, dan tentu saja nikotin meskipun sudah di buat cairan dan dihisap melalui rokok elektronik tetapi tetap diambil dari tembakau.

Rokok elektronik memang masih sangat kontroversial, Ahli regulasi tembakau Michel Eriksen, ScD, direktur Georgia State University mengatakan bahwa “Ini mungkin memiliki nilai. “Potensi rokok elektronik untuk membantu dalam berhenti merokok adalah nyata tapi belum sempurna”.

Rokok ini sering digunakan sebagai alat bantu bagi mereka yang ingin berhenti merokok dan beberapa survey membuktikan bahwa rokok jenis ini sedikit membantu mereka yang ingin berhenti merokok

Beredar Cairan Vape Yang Mengandung Narkoba

Beberapa waktu yang lalu, Bareskrim Polri menggelar jumpa pers di Jakarta guna merilis beberapa kasus dimana cairan vape dicampur narkoba jenis cannabinoid. Kabarnya vape ini diimpor dari Belanda. Menurut John Turman Pan­jaitan, beredarnya vape narkoba ini didukung dengan gaya hidup anak muda yang banyak menganggap rokok elektrik sebagai standar gaul. Tingginya pengguna vape di Indonesia menjadikan industri di luar negeri untuk memperluas pasar di sini. Masih menurut John, efek vape narkoba ini akan membuat penggunanya berhalusinasi dan ketagihan hingga menimbulkan kecanduan.

Hasil interograsi terhadap MS membawa polisi pada keterangan bahwa ia mengambil cairan Narkotika tersebut dari GW alias Gantes yang tinggal di kosan Dores, kamar Villa Real, Jalan Kramat Jaya baru blok D. 2 no. 27 Johar Baru Jakarta Pusat. Tersangka GW alias Gantes mengatakan kalau barang tersebut didapatkan dari KH als Wawan. Menurut tersangka Gantes itu, vape mengandung narkotika ini memiliki efek hampir sama seperti ganja.

Disebutnya, vape ini bisa membuat pemakainya melayang-layang. “Efeknya fly kaya ganja, dapat barang dari online, efeknya fly,” ujar Gantes. Untuk itu, Gidion pun mengimbau pada para pemuda atau para pengguna Vape lainnya agar berhati-hati dalam membeli cairan vape ini. Pasalnya, peredaran vape mengandung narkotika ini masih berkembang, terutama dengan modus daring. Well, untuk kamu para pengguna vape harap berhati-hati dan kenali barang yang kamu pakai. Jangan pernah mencoba-coba itu yang mengandung efek aneh-aneh.

Pemerintah Berusaha Keras Mengurangi Pengguna Vape

Jelas, beredarnya kasus tersebut pemerinta langsung mengambil tindakan tegas, bahkan pemerintah tak main-main buat mengurangi penggunaan rokok elektrik ini. Dan kabarnya di tahun 2018 nanti, cukai liquid-nya dikenai tarif 57% dari harga jual eceran, dikutip Kompas, Direktur Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Heru Pambudi menyatakan pemerintah akan menerapkan tarif cukai untuk vape yang berlaku mulai 1 Juli 2018.

Besarnya juga tak main-main, yakni 57% dari Harga Jual Eceran (HJE). Hal ini karena setelah dilakukan penelitian dan uji laboratorium, cairan vape mengandung tembakau. Seperti yang diketahui sebelumnya tembakau sudah ditetapkan sebagai objek cukai. Jadi wajar kalau barang yang berbahan dasar tembakau akan dikenakan cukai. Selain itu besar juga kemungkinan untuk disalahgunakan, seperti digunakan dengan bebas oleh anak-anak SD. Jelaslah kalau pemerintah ketar-ketir.

Maraknya penggunaan vape ini sebenarnya pemerintah Indonesia sudah berencana membuat aturan dagang rokok jenis ini, termasuk cairannya. Dikutip dari CNN, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Tjahya Widayanti mengatakan pihaknya sedang mendalami aturan terbaru soal ini sehingga nantinya mekanisme perdagangan dalam maupun luar negeri bisa segera disahkan. Meski begitu, Tjahya belum bisa memastikan apakah aturannya dalam bentuk Peraturan Menteri atau bagaimana. Yang jelas, pemerintah sedang benar-benar menggodok regulasi soal rokok elektrik.

Seperti halnya setiap aturan baru, tentu ada saja pihak pro dan kontra. Kontranya jelas datang dari para fans vape garis keras. Mereka menganggap angka yang ditetapkan pemerintah terlalu tinggi, padahal menurut mereka vape ini lebih sehat dari rokok. Bisa saja kalau harga cairan vape meningkat drastis di kemudian hari para penggunanya kembali menggunakan rokok buat memenuhi kebutuhan nikotinnya. Bagi mereka ini justru merupakan langkah mundur. Ya namanya juga fenomena baru sih, jelas ke depannya mungkin butuh aturan yang lebih jelas.

Meski Terdengar Aneh Ternyata Fenomena Hamil Palsu Benar Adanya, Berikut Penjelasannya

Kehamilan merupakan hal yang paling dinantikan oleh setiap pasangan, terlebih bagi mereka yang sangat mendambakan kehadiran seorang anak. Sayangnya, kehamilan nggak selalu datang secepat yang diharapkan. Banyak pasangan yang harus ikhlas menunggu hingga bertahun-tahun lamanya untuk mendapat keturunan yang sudah menjadi takdirnya.

Uniknya, ada kondisi di mana beberapa wanita meyakini bahwa dirinya sedang hamil, padahal kenyataannya nggak. Biasanya mereka mengalami beberapa keluhan seperti yang dirasakan oleh wanita hamil pada umumnya, seperti kenaikan berat badan, mual, dan sakit punggung.

Namun, saat dilakukan pemeriksaan oleh dokter, nggak ditemukan adanya janin di dalam kandungan. Lho, kok bisa, ya? Fenomena langka ini terjadi pada 6 di antara 22.000 wanita. Nah, agar Mama bisa membedakan tanda kehamilan asli dan palsu, simaklah beberapa hal penting mengenai pseudocyesis berikut ini

Penjelasan Mengenai Pseudocyesis

Pseudocyesis adalah suatu kondisi dimana seseorang perempuan yang tidak hamil merasa atau percaya bahwa dirinya sedang hamil, meskipun tidak ada bukti nyata yang mengatakan bahwa dia sedang hamil. Kondisi seperti itu tidak dalam sepenuhnya dijelaskan, tapi para ahli percaya penyebab utamanya adalah masalah emosional dan psikologis.

Para ahli psikologis percaya bahwa perempuan yang mengalami kehamilan palsu memiliki keinginan yang sangat kuat untuk hamil, sehingga dirinya merasa mengalami proses kehamilan. Nah, hal sedemikian ini biasanya terjadi saat ada seseorang didekatnya yang sedang hamil. Kebanyakan kasus hamil palsu dialami oleh wanita menjelang usia 40 tahun yang belum pernah hamil. Selain itu hamil palsu akan kerap terjadi pada ibu yang mengalami keguguran.

Ketika seorang wanita merasakan keinginan atau bahkan ketakutan yang kuat akan kehamilan, maka otak wanita tersebut salah menginterpretasikan sinyal sebagai kehamilan, lalu memicu pelepasan hormon seperti estrogen dan prolaktin yang dapat memicu timbulnya gejala kehamilan yang sebenarnya. Beberapa peneliti juga menyatakan bahwa kemiskinan, kurangnya pendidikan, pelecehan seksual atau masalah hubungan mungkin memainkan peran sebagai pemicu kehamilan palsu.

Penyebab dan Gejala Dari Hamil Palsu?

Hamil palsu menurut Womenshealt adalah kondisi saat seorang wanita merasa dirinya hamil dan merasakan tanda-tanda kehamilan padahal sesungguhnya dia tidak hamil. Belum ada penelitian yang berhasil menemukan penyebab hamil palsu ini. Para ahli meyakini bahwa situasi ini muncul akibat adanya ketidakseimbangan hormon akibat rasa cemas, stres yang berlebihan yang ditimbulkan oleh faktor keadaan atau keinginan untuk memiliki keturunan yang sangat besar.

Hati-hati hamil palsu bila anda adalah wanita berusia 40 tahun ke atas dan belum memiliki keturunan atau belum pernah hamil sama sekali. Kemungkinan desakan lingkungan yang selalu mempertanyakan tentang anak atau faktor psikologis yang berasal dari dalam diri anda sendiri dapat memunculkan tanda-tanda kehamilan semu.

Gejala yang dialami oleh wanita yang mengalami hamil palsu sama dengan wanita hamil pada umumnya, hanya saja saat di periksa urin dan di USG tidak tampak adanya janin ataupun kehamilan. Terlambat haid bisa dialami oleh wanita yang mengalami hamil palsu. Contohnya adalah nyeri pada payudara, mual, morning sickness serta adanya kenaikan berat badan. Hati-hati hamil palsu, segera lakukan tes urin atau pemeriksaan dokter. Jangan biarkan berlarut-larut hingga memupuk harapan yang lebih besar, dan mengalami kekecewaan setelah penantian panjang.

Pseudocyesis sering menyerupai kehamilan yang sesungguhnya, dalam segala hal, kecuali kehadiran jabang bayi. Pada semua kasus pseudocyesis yang terjadi, wanita benar-benar yakin bahwa ia hamil. Secara fisik, gejala yang paling umum adalah perut yang buncit, mirip seperti sedang mengandung bayi. Perut dapat mulai membesar seperti halnya kehamilan ketika bayi mulai tumbuh dan berkembang. Selama hamil palsu, pembesaran perut ini bukan disebabkan oleh adanya bayi, melainkan disebabkan oleh penumpukan:

  • Gas
  • Lemak
  • Kotoran
  • Air seni

Ketidakteraturan siklus menstruasi wanita adalah gejala fisik kedua yang paling umum. Sekitar setengah dari wanita yang mengalami hamil palsu melaporkan adanya perasaan bayi bergerak. Banyak dari mereka juga mengatakan bahwa ada juga perasaan bayi menendang, meskipun pada kenyataannya tidak pernah ada bayi di sana. Gejala lain yang dapat terjadi pada kehamilan palsu mirip dengan gejala hamil yang sebenarnya, yaitu:

  • Morning sickness dan muntah
  • Payudara nyeri
  • Perubahan payudara (termasuk ukuran dan pigmentasi)
  • Laktasi, payudara mengeluarkan air susu
  • Berat badan naik
  • Pusar mencuat keluar
  • Nafsu makan meningkat
  • Pembesaran uterus
  • Pelunakan serviks

Gejala ini sangat menyerupai keadaan wanita yang benar-benar hamil, sehingga dokter terkadang dapat tertipu. Sedangkan untuk tanda kehamilan pasti dapat diketahui dengan beberapa tanda-tanda di bawah ini :

  • Adanya Gerakan Janin

Gerakan janin yang dapat terasa dan terlihat menggunakan alat kedokteran akan memastikan janin di dalam kandungan. Selain itu dapat membantu mengetahui usia kehamilan dan kehamilan yang sehat. Setiap individu berbeda sehingga pemeriksaan dan konsultasi ke dokter kandungan dan juga bidan sangat diperlukan.

  • Mendengar Detak Jantung Janin

Memasuki usia akhir trimester pertama , detak jantung bayi sudah mulai dapat dirasakan.Dokter kandungan atau bidan akan memberi tahu detak jantung janin berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan . Pada awal perkembangan embrio menjadi janin , detak jantung janin lebih cepat dibandingkan dengan ibu.Kondisi ini alamiah dan wajar terjadi pada janin di usia trimester pertama.

Dengan demikian kehamilan palsu sangat mungkin dialami oleh wanita diantaranya adalah wanita 40 tahun ke atas yang menginginkan kehamilan, wanita yang menginginkan kehamilan dan wanita yang segera ingin mempunyai anak karena dipengaruhi faktor lingkungan. Untuk menghindari kekecewaan anda sebaiknya periksakan ke dokter tentang gejala yang muncul sehingga memastikan kehamilan anda.

Ketika wanita meyakinkan bahwa dirinya sedang hamil padahal sebenarnya tidak mengalami kehamilan maka dokter harus dapat memberikan informasinya dengan cara hati-hati, terlebih bagi yang sudah mengharapkan buah hati yang lama.

Memeriksa Kehamilan Palsu

Untuk dapat menentukan apakah seorang wanita mengalami kehamilan palsu atau tidak, para ahl biasanya akan mengevaluasi gejalannya, salah satu cara yang sering dipakai ialah melalukan pemerikaan panggul dan USG pada perut tes yang sama dengan yang biasanya dilakukan untuk mendeteksi dan memeriksa bayi dalam kehamilan normal.

Kadang-kadang, beberapa perubahan fisik yang umum terjadi pada kehamilan normal. Terjadi pula pada wanita yang mengalami kehamilan palsu, seperti rahim yang membesar dan leher rahim yang melunak. Tes urine akan selalu memberi hasil negatif, kecuali jika ada kanker langka yang memproduksi hormon yang mirip dengan hormon kehamilan. Kondisi medis tertentu juga dapat meniru tanda-tanda dan gejala kehamilan, termasuk kehamilan ektopik, obesitas, morbid dan kanker. Dan berikut adalah 4 kehamilan lainnya yang harus anda pahami. 

  • Kehamilan Ektopik (Hamil di Luar Kandungan)

Kehamilan yang terjadi dimana sel telur yang telah berhasil dibuahi berimplantasi (menempel) dan tumbuh di tempat yang tidak seharusnya. Tempat berkembang seharusnya sel telur yang telah dibuahi tersebut adalah dinding rahim. Namun pada kondisi tertentu, misalnya transportasi sel telur yang telah dibuahi tidak lancar karena gangguan anatomi ataupun ada kerusakan dari hasil pembuahan itu sendiri.

Saat belum terganggu, kehamilan ektopik dapat menunjukkan gejala yang serupa dengan kehamilan biasa seperti mual, muntah, dan rasa cepat lelah. Pada kondisi ini bila dilakukan tes kehamilan cepat, maka akan memberikan hasil positif karena walaupun berada di tempat yang tidak semestinya, sel yang telah terbuahi akan tetap menghasilkan hormon beta hCG.

  • Mola Hidatidosa (Hamil Anggur)

Istilah hamil anggur lebih sering digunakan oleh masyarakat karena penampakan kehamilan ini lewat pencitraan USG menghasilkan gambaran serupa buah anggur. Pada dasarnya, “anggur” yang terbentuk merupakan neoplasma jinak dari hasil pembuahan yang mengalami kegagalan dalam perkembangannya sehingga mengakibatkan beberapa bagian terluarnyanya (juga disebut sebagai vili) menggelembung menyerupai buah anggur.

Gejala khas dari hamil anggur ini adalah ukuran pembesaran perut yang sangat cepat dan melebihi masa kehamilan. Tanpa gejala spesifik yang lain, hamil anggur menunjukkan hasil uji testpack positif. Bahkan bila diuji kadar hormon beta hCG darahnya, maka akan menunjukkan peningkatan yang abnormal.

  • Misscarriage (keguguran)

Penyebab hasil palsu tes kehamilan lainnya adalah keguguran. Pada kondisi ini sebenarnya kehamilan memang telah terjadi, namun karena sebab tertentu, terjadi peluruhan (keguguran). Kejadian keguguran ada yang disadari bila perkembangan calon janin telah cukup besar, namun ada juga yang tidak disadari (seringkali seperti menstruasi biasa) karena tidak disertai dengan gejala yang lebih spesifik. Hingga beberapa waktu setelah keguguran, kadar beta hCG masih ditemukan tinggi dalam tubuh sehingga dapat merancukan hasil tes.

  • Hasil False Positif

Testpack yang beredar di pasaran memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang beragam. Nilai yang menentukan kejadian false positif (positif palsu) adalah spesifisitas alat. Spesifisitas alat tes kehamilan yang beredar di pasaran adalah berkisar antara 94-99%. Karenanya tetap ada kemungkinan bahwa hasil tes yang dilakukan tidak akurat.

Kondisi-kondisi di atas merupakan kondisi yang paling sering ditemui di masyarakat yang merancukan kondisi kehamilan. Karenanya, lebih waspadalah dalam melakukan tes kehamilan dan tetap konfirmasi kembali ke fasilitas kesehatan yang terpercaya.

Cara Menangani Hamil Palsu

Sejatinya, Hamil palsu sudah terjadi sejak 300 tahun sebelum Masehi saat ahli pengobatan Yunani kuno Hippocrates didatangi oleh 12 orang wanita yang merasa mengalami kehamilan. Kasus hamil palsu ini pernah dialami oleh Mary Tudor seorang Ratu Perancis pada awal tahun 1500. Kemunculannya juga dipengaruhi oleh faktor budaya seperti yang dialami oleh beberapa orang wanita di Afrika.

Di negara yang mayoritas berkulit gelap itu, anak merupakan harta yang berharga dan penerus generasi, sehingga keinginan memiliki keturunan begitu tinggi. Keinginan yang tinggi menyebabkan sebagian wanita mengalami khayalan dan imajinasi yang akhirnya mendorong terjadinya hamil palsu.

Jika dalam adat Jawa, kehamilan seperti ini sering dikaitkan dengan mitos-mitos tertentu seperti santet, bayi yang dikandung dipindah ke perempuan lain, dan guna-guna. Padahal, sejatinya ibu sedang mengidap hamil anggur. Terkadang, kurangnya pengetahuan keluarga bisa menyebabkan konflik dengan warga yang tertuduh karena  anggapan seperti ini.

Penanganan wanita pseudocyesis ini adalah dengan terapi psikologis. Ibu perlu diyakinkan bahwa dirinya tidak hamil dengan menunjukkan hasil pemeriksaan. Tanda wanita hamil yang dialaminya hanyalah akibat keinginan memiliki buah hati yang belum terpenuhi. Di sisi lain, keluarga perlu menggali penyebab stres yang dialami ibu dan mencari solusinya.

Pemberian obat-obatan hanya untuk penyembuhan beberapa gejala seperti melancarkan haid, pemenuhan nutrisi (apabila ibu terus mual-muntah), dan pemberian obat mual. Sedangkan untuk menyembuhkan kelainan secara keseluruhan belum ditemukan.Sampai detik ini, penanganan masih pada tahap psikologis.

Pihak medis juga perlu mencermati kemungkinan lain dari ibu yang merasakan ciri wanita hamil seperti mioma uteri atau kista ovari yang terkadang juga diikuti mual-muntah dan pembesaran perut. Pergerakan kista bisa saja disalah tafsirkan menjadi gerakan janin sehingga ibu mengira dirinya tengah mengandung. Mengingat dampaknya yang besar terhadap psikis wanita yang mengalaminya, maka sebisa mungkin kita mengetahui cara mengatasi hamil palsu ini, diantaranya:

  • Segera lakukan pemeriksaan urine saat kita mengalami terlambat menstruasi, atau paling tidak pemeriksaan sederhana menggunakan testpack. Sehingga sejak awal kita dapat mengetahui positif tidaknya bukan berdasarkan dugaan semata.
  • Bertanyalah pada orang yang berkompeten bila anda membutuhkan informasi tentang kehamilan palsu ini agar informasi yang didapat tidak salah arah. Contohnya adalah dokter atau bidan.
  • Kendalikan emosi. Mengetahui bahwa anak yang kita harapkan sesungguhnya tidak ada tentulah bukan hal yang ringan. Bukan mustahil kondisi ini dapat menimbulkan gangguan psikis yang lebih berat. Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, jagalah emosi, tetap sabar dan tawakal dalam menerima ujian. Peran keluarga sangat penting dalam memberi dukungan dan kekuatan.
  • Lakukan konseling pada psikolog agar beban psikis segera menjadi ringan dan tertangani.
  • Jangan terlalu menghiraukan pertanyaan kapan merencanakan kehamilan dan sejenisnya, agar perasaan ingin hamil tidak menjadi gangguan emosi.

Demikianlah artikel ini semoga bermanfaat dan dapat menambah pengetahuan anda, jika kelak anda sudah lama mendambakan kehadiran buah hati dan merasakan tanda-tanda kehamilan segerah la periksakan diri ke dokter untuk memastikan kebenerannya.