Pada Era Agrikultur Peneliti Sebut Itu Kesalahan Terbesar Manusia Sepanjang Sejarah, Bener Nggak Sih?

Hallo guys, apa kabar semua? Sebelum gue memulai tulisan ini, gue pengen nanyak nih, kalian pernah tahu nggak film animasi yang berjudul ice age? Tau dong pasti, film yang berlatarkan zaman es itu di peran kan oleh tupai, mammoth, macam gigi pedang dan kolega. Nah, kalau lo perhatikan detail, film yang dituliskan oleh Michael J Wilson itu sangat jelas kalau setting waktunya adalah pada era zaman es, yaitu zaman dimana hampir seluruh planet bumin ini tertup oleh es. Wahhh, pertanyaanya apa bener seluruh planet bumi ini pernah terutupi oleh lapisan es? Jawabannya ialah bener pernah terjadi. Nggak percaya? Secara kronologis waktu, zaman es itu belum lama terjadi lho alias baru saja berlalu lho. Wahh masak sih? Kalau memang bener gitu kapan zaman es itu berlalu, kok gue nggak tahu sih? Menuruh parah ahli geologi dan paleontologi, zaman es terahkir yang pernah planet bumi lalui diperikrakan dimulai 1,8 juta tahun yang lalu dan baru saja berakhir sekitar 15.000 sampai 10.000 tahun yang lalu. Wow, berarti selama 1,8 juta tahun planet bumi ini terutupi oleh lapisan es? Bused dah, lama amat yaaa?

Yak bener sekali, zaman es itu emang lama banget lho. Bahkan zaman es yang 1,8 tahun lalu itu bukanlah yang pertama kali terjadi dan kemungkinan besar juga bukan yang akan terkahir kali terjadi. Berdasarkan perhitungan, zaman es terjadi setiap 150 juta tahun sekali dan akan berlangsung selama kurun waktu 1 juta tahun. Beberapa para ahli pun mengatakan bahwa sejauh ini setidaknya telah terjadi 5 era zaman es :

  • Era Huronian, di zaman prakambria
  • Era Proterozoikuler, pada zaman Prakambrium
  • Era Paleozoikum, antara periode Ordovician dan Silurian
  • Era Paleozoikum, zaman Karbon dan Permian
  • Era Cenozoikum, zaman Pleistosen dari Periode Kuarter

Yeah, seperti apa yang gue katakan diatas tadi bahwa zaman es terakhir terjadi pad 1,8 juta tahun dan realtif baru saja berlalu sekitar 10.000 tahun yang lalu. Berhentinya zaman es adalah sebuah fenomena alam yang sangat besar dan menuntut perubahan drastis dari cara manusia bertahan hidup pada saat itu. Bayangin deh, yang tadinya dimana-mana lapisan es, dalam waktu sekitar 2.000 sampai 3.ooo tahun manusia harus cepat beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Nah guys, pada era pergantian es inilah titik krusial dari perkembangan peradaban manusia yang menarik banget untuk kita bahas.

Yuk sekali lagi coba bayangkan bagaimana kondisi planet bumi sekitar 12.000 tahun yang lalu. Pada saat itu jumlah manusia diperkirakan baru berjumlah 3-4 juta manusia. Dalam waktu beberapa ratusan tahun, 2/3 es mencair dan temperatur bumi dengan cepat berubah dari dingin menjadi lebih hangat. Keadaan bumi menjadi relatif stabil dan menunjang survival rate dari berbagai mahkluk hidup. Tentunya, kondisi ini menunjang kemudahan bertahan hidup sebagian besar hewan dan tumbuhan, termasuk manusia Homo Sapiens.

Emang apasih yang berubah dari cara manusia untuk tetap bertahan hidup? Nah, dalam konteks ini rasanya sangat sulit untuk dapat dijelaskan secara detail. But, secara garis besar kita bisa menyederhanakannya bahwa perubahan cara hidup manusia yang paling signifikan adalah peralihan cara manusia dalam mendapatkan sumber makanannya, yaitu dari yang tadinya hunting-gathering beralih menjadi agrikultur. Dari nama hunting-gathering pasti lo tahu bahwa itu adalah mekanisme paling primitif untuk mendapatkan makanan, taitu dengan cara berburu hewan liar dan mengumpul tumbuhan dan buah-buahan untuk dimakan. Hal yang melekat dari mekanisme ini adalah dengan cara berpencar untuk mencari makanan, kemudian berkumpul untuk makan bareng, tidur barang, kemudian setalah sumber makanan di sekitar dianggap sudah habis, mereka akan langsung pindah untuk mencari tempat berburu yang baru. Nah, mekanisme bertahan hidup inilah yang membuat Homo Sapiens sukses bertahan hidup sekaligus menjelajahi berbagai penjuru bumi selama sekitar 200.000 tahun di zaman es yang diklaim penuh halangan dan rintangan.

Nah, berakhirnya era zaman es sontak bumi pun menjadi hangat dan lebih bersahabat lagi dengan mahklus hidup. Dengan begitu, sumber makanan pun mulai melimpah. Pada saat inilah, manusia mulai mempertanyakan efektivitas dari mekanisme cara hidup berpindah-pindah. Ngapain pindah lagi sih? Toh, kan sekarang sumber makan melimpah, dan sepertinya juga nggak akan habis kalau kita haru menetap lama disini. Jadi, itu lah yang banyak manusia pikirkan pada saat itu. Pada zaman peralihan inilah, sebagian manusia lambat laun memutuskan untuk menetap pada lokasinya masing-masing dan mulai mencoba berbagai cara kreatif untuk mendapatkan sumber makanan dengan lebih efisien.

So, pasti kita penasaran dong? Yang cara kreatif gimana sih yang dilakukan manusia dulu? Jadi, hal utama yang mereka lakukan adalah dengan mengomestifikasi hewan, yaitu upaya manusia untuk memanfaatkan hewan dalam membantu kelangsungan hidupnya, baik menjadi teman berburu, sampai beternak sebagai sumber pangan. Menuruh penelitian, hewan yang pertama kali didomestifikasi adalah srigala. Srigala dimanfaatkan manusia untuk menjaga keamanan, taman berburu dan juga untuk menghatkan tubuh manusia. Keturunan serigala yang saat itu berhasil didomestifikasi oleh manusia, kini telah berevolusi menjadi anjing atau dalam taksonomi biologi dikenal dengan family canidae. Berikut dokumentasi video yang dapat lo tonton.

Pada era ini juga, salah satu peradaban kunu yang ada di Turki, tepatnya di Catalhayuk, diteliti sebagai kelompok masyarakat pertama yang mencoba untuk mendomestifikasi tumbuhan. Tak ada bedanya dengan domestifikasi hewan, domestifikasi tumbuhan disini maksudnya adalah manusia mengolah tumbuhan untuk menopang kehidupannya salah satunya sebagai bahan pangan. Peradaban ini udah mulai mencoba menanam jelai secara sistematis sebagai bahan makanan sehari-hari. Sebenarnya sih manusia sudah mulai memakan sejenis jelai pada 20.000 SM. Namun pada saat itu, manusia belum mendomestifikasi tumbuhan dengan sistematis. Di Catalhoyuk ini, meskipun sudah mulai domestifikasi tumbuhan, mereka masih tetap mengandalkan hewan buruan sebagai makanan utama. Domestifikasi tanaman ini diduga sebagai bentuk percobaan manusia pertama manusia untuk bercocok-tanam atau bahasa ilmiahnya adalah agrikultur.

Pada 9.000 tahun yang lalu, populasi manusia bertambah sehingga makanan juga perlu ditambah stoknya. Untuk itu, manusia mulai serius memerhatikan domestifikasi tanaman. Mereka mulai melakukan eksperimen, neliti, nyoba-nyoba. Dari proses eksperimen manusia, termasuk salah makan, keracunan, mencret dan sebagainya. Hingga akhirnya gandum dan jelai pertama kali muncul sebagai makanan pokok yang cocok untuk dikembangkan. Bisa dibilang disini agrikultur pertama kali dimulai. Agrikultur maksudnya adalah pemanfaatan hewan, tumbuhan dan jamur untuk kebutuhan hidup manusia, terutama untuk kebutuhan makanan.

Domestifikasi tumbuhan akhirnya menyebar ke belahan dunia secara perlahan. Sayangnya, penyebaran ini tidak dilangsungkan secara bersamaan. Sebagai contoh, beras didomestifikasi di China di antara 13.500 sampai 8.200 tahun yang lalu. Sedangkan timur tengah melangsungkan era agrikultur sekitar 10.500 sampai 9.500 tahun yang lalu. Sayuran berakar didomestifikasi di Papua Nugini di 9.000 tahun yang lalu. Kentang didomestifikasi di Amerika Selatan pada 10.000 sampai 7.000 tahun yang lalu, diikuti oleh kacang polong, pohon koka dan tumbuhan pangan khas tropis lainnya.

Tak hanya tanaman, domestifikasi hewan juga makin dikembangkan. Hewan yang tadinya hanya digunakan sebagai teman untuk berburu dan membantu proses pertanian mulai dipertimbangkan untuk hal lain. Hingga pada akhirnya manusia mikir kayaknya enak juga nih kalau hewan-hewan ini dikembangbiakan untuk disantap. Menurut catatan geoantropologi, tercatat babi didomestifikasi pertama kali di Mesopotamia sekitar 15.000 tahun yang lalu, kemudia diikuti domba di 13.000 sampai 11.000 tahun yang lalu. Sapi didomestifikasi di Turki dan Pakistan di 10.500 yang lalu. Nah, konsep inilah yang kita kenal sekarang dengan istilah beternak.

Pada masa peralihan inilah yang terjadi sekitar 15.000 tahun yang lalu atau bisa disebut sebagai era Neolithic Revolution atau Agricultural Revolution, sebagian masyarakat yang masih menjalani mekanisme hunting dan gathering mulai benar-benar beralih untuk mengutaman agrikultur atau bercocok tanam dan beternak, sebagai cara bertahan hidup yang baru sekaligus sarana untuk mengembangkan berbagai macam teknologi untuk mempermudah hidup manusia.

“Namun demikian, banyak para ahli yang berpendapat bahwa proses peralihan hunter-gatherer ini adalah salah satu kesalahan terbesar manusia dalam sejarah peradaban manusia. Lho kok bisa?”

Dampak Negatif Era Agrikultur

  • Pertanian adalah kesalahan terburuk dalam sejarah ras manusia – Pfofesor Jared Diaomond
  • Revolusi pertanian adalah penipuan terbesar di sejarah – Profesor Yuval Noah Harari

Era agrikultur adalah kesalahan terbesar dalam sejarah umat manusia, begitu la pendat yang dilontarkan oleh Prof Jared Diamond dan Prof Yuval Harari. Nah, buat lo yang asing dengan kedua peneliti ini, mereka adalah ahli geo-antropologi dan ahli sejarah peradaban.

Pasti lo penasaran, kenapa mereka berdua berpendapat sedemikian? Bukankah dengan adanya pertanian dan peternakan itu memudahkan manusia untuk mendapatkan makanan? Bukankah agrikultur itu memungkinkan kita sebagai manusia untuk hidup secara prkatis. Yuk, mari kita beda dampak negatif dari proses transisi ini, baik terhadap manusia, hewan lain maupun pada lingkungan alam secara luas.

Dampak Negatif Terhadap Manusia

Apasih dampak nya bagi manusia? Sederhananya dampak agrikultur untuk manusia yah ribet, bagimana tidak? Segalanya jelas akan menjadi ribet terlebih kika kita melihat konteks pada 10.000 tahun yang lalu. Fokus energi, pemikiran dan tenaga manusia terlalu banyak tersita untuk memikirkan proses agrikultur, dimana manfaatnya dinilai tidak seberapa. Bayangkan deh, demi keberlangsungan proses agrikultur, manusia di berbagai belahan duni membukan lahan demi hasil panen yang baik, manusia harus kerja ekstra keras dibandingkan sebelumnya untuk memikirkan proses kondisi tanah yang cocok untuk tanaman, proses pengairan, ancaman hama, potensi alam dan lain-lainnya. Ribet banget dehhh. Padahal sebelumnya pola hidup manusia jauh lebih sederhana dari ini. Kalau laper ya tinggal berburu kijang atau menangkan ikan beres langsung bisa makan .

Dari segi nutrisi, semenjak dimulainya era agrikultur, nutrisi makanan yang didapat manusia menjadi terlalu homogen ya iyalah makanannya jadi itu-itu doang. Sementara dulu ketika masih jadi hunter-gatherer, manusia mempunyai nutrisi makanan yang lebih bervariasi dan seimbang. Akibat dari ketimpangan nutrisi ini juga berdampak pada daya tahan tubuh manusia terhadap penyakit. Selain itu, proses peralihan ini juga membuat manusia jadi lebih sering mengalami anemia dan kekurangan vitamin, sering mengalami penyakit masalah tulang, dan masalah gigi. Dalam komunitas manusia yang melakukan agrikultur, manusia lebih cepat dan lebih gampang tertular penyakit. Terutama penyakit yang muncul dari domestifikasi hewan dan tumbuhan, seperti cacar, campak, flu, tetanus dan lain-lain.

Secara fisiologis, proses transisi cara hidup manusia ke budaya agrikultur membuat manusia menyusut dan lemah secara fisik. Tinggi rata-rata pria 178 cm dan 165 untuk wanita pada zaman hunter gatherer turun menjadi secara berurutan 168 cm dan 155 cm pada zaman agrikulutur. Butuh sekitar 200 tahun bagi manusia buat balik lagi ke tinggi rata-rata 178 cm dan 165 cm tadi. Penurunan kondisi fisik, kekurangan nutrisi, dan tingginya kemungkinan penularan penyakit ini membuat tingkat harapan hidup manusia juga berkurang drastis dari era hunter-gatherer 26 tahun menjadi rata-rata 19 tahun pada awal era agrikultur.

Dalam era modern sekarang ini, industri agrikultur bisa dibilang sebagai industri yang paling mematikan. Diperkirakan 170.000 kematian tenaga kerja di dunia setiap tahunnya berkaitan dengan agrikultur. Bahkan, itu belum termasuk tenaga kerja yang cedera, sakit atau hal lain yang tidak dilaporkan. Jumlah kematian itu dua kali lebih besar dibanding rata-rata kematian akibat sektor lain. Organisasi Buruh Internasional menganggap agrikultur merupakan “Salah satu sektor ekonomi yang paling beracun bahkan mematikan”

Dampak Negatif  Terhadap Hewan

Lantas bagaimana dampaknya dengan ekosistem hewan? Sebelum gua menjawabnya. Jadi, kurun dari waktu 70 tahun terakhir, produsen ternak dunia melakukan inovasi dengan melakukan kawin silang kepada hewan ternak miliknya. Hal ini tentunya secara signifikan meningkatkan hasil ternak. Namun, perkawinan silang ini justru mengurangi keberagaman genetik terhadap hewan ternak. Akibatnya, hewan ternak menjadi rentan terhadap penyakit dan mengalami penurunan kemampuan dalam beradaptasi.

Dari segi moral, mekanisme agrikultur juga tentu sangat merugikan hewan. Bayangkan deh, terlahir menjadi hewan sapi ternak. Begitu lahir langsung dipisahkan dari induk, di dimasukin ke dangan yang sempit banget. Dari kecil hanya diem di kandang untuk makan, tidur, buang air. Sampai 18 bulan kemudian dipotong. Begitu lah dulunya siklus kehidupan hewan-hewan ternak.

 

Dampak Negatif Terhadap Lingkungan

Mungkin banyak artikel yang membahas bahwa salah satu tantangan terbesar manusia modern saat ini adalah memperlambat proses perubahan iklim yang semakin hari kian mengkwatirkan. Nah, penyebab yang sangat dominan terjadi di era modern ini mungkin bisa lo baca di artikel gue sebelumnya. Terlepas dari itu, sebetulnya peralihan agrikultur juga menjadi salah satu pemicu yang mempercepat proses perubahan iklim global.

Pada tahun 2017, riset yang dilakukan riset yang dilakukan oleh United Nations Environment Programme (UNEP) menyatakan bahwa industri agrikultur dan konsumsi makanan adalah 2 faktor yang paling penting dalam pengaruhnya pada perubahan iklim. Selanjutnya di tahun 2011, UNEP bilang bahwa sekitar 13% emisi gas rumah kaca yang diakibatkan oleh kegiatan manusia di seluruh dunia disebabkan oleh pengoperasian agrikultur.

Dalam laporan United Nations, peternakan menghabiskan 70% tanah yang digunakan untuk agrikutur atau setara dengan 30% permukaan tanah yang ada di planet ini. Oleh karenanya, sektor peternakan merupakan salah satu penyumbang terbesar gas rumah kaca. Ia berkontribusi terhadap 18% emisi gas rumah kaca. Dihitung dari emisi CO2-nya. Sebagai perbandingan, transportasi itu menyumbang 13,5% emisi CO2. Peternakan menyumbang 65% dari seluruh N20 yang dihasilkan oleh kegiatan manusia. Dampak N20 itu 296 kali dampaknya CO2 buat pemanasan global, wuuiih jauh lebih ganas dari CO2. Peternakan juga berkontribusi terhadap 37% CH4 atau biasa disebut metana yang dihasilkan oleh kegiatan manusia. Dampak CH4 itu 23 kali dampaknya CO2 buat global warming

Dampak konkrit sektor peternakan juga bisa lebih mudah lo bayangkan pada contoh hewan sapi. Bayangkan saja, 1 ekor sapi dewasa mampu mengeluarkan 70-20kg zat Methane setiap tahun ke udara. Itu kira-kira setara dengan pembakaran 1.000 liter BBM. Sekarang ada berapa banyak ekor sapi yang diternakan untuk sumber pangan manusia? Sekitar 1,5 milyar sapi yang diternakan di seluruh penjuru dunia! 6x lipat lebih banyak jumlahnya dari seluruh penduduk Indonesia!

Diperkirakan, emisi metana dari peternakan akan meningkat sebesar 60% sampai 2030 mendatang. Selain itu, peternakan juga disebut merupakan salah satu faktor penting dalam hal penggundulan hutan, degradasi tanah, dan pengurangan keanekaragaman hayati.

Dampak Positif Agrikultur

Oke, dari pembahasan di atas, senggaknya kita bisa melihat perspektif lain bahwa ternyata mekanisme perubahan cara hidup manusia dari berburu menjadi bercocok-tanam dan beternak, dalam sudut pandang tertentu bisa dilihat sebagai kerugian yang sangat besar dalam peradaban manusia. Fisik manusia menjadi lebih, rentan terhadap berbagai jenis penyakit, belum lagi kehidupan manusia jadi lebih ribet, merugikan hewan-hewan lain, dan bahkan juga lingkungan secara luas. Tapi di sisi lain, gua mau kita coba membeda sisi positif dari revolusi agrikultur ini juga. Dengan demikian, kita jadi bisa melihat proses transisi ini dari perspektif yang lebih luas

Meskipun mempunyai dampak negatif seperti yang disebutkan di atas, agrikultur jelas membuat manusia jadi mempunyai persediaan makanan dalam jumlah besar. Persediaan makanan dalam jumlah banyak bisa menyuplai makanan kepada populasi manusia yang masif. Selain itu, manusia juga jadi bisa tinggal menetap dan tidak perlu terus berpindah-pindah tanpa kepastian hayati lelah bang hehehe…

Dari sisi teknologi, bisa dibilang peradaban manusia berkembang pesat akibat adanya Agricultural Revolution ini. Beberapa peneliti mengatakan betapa besar peran agrikultur dalam membangun peradaban Mesir, Mesopotamia, China, Inka. Peradaban inilah yang nantinya akan menghasilkan ilmu pengetahuan awal manusia untuk memahami siklus alam, sistem penanggalan, konsep waktu hari, jam, menit, detik. Astronomi mengatakan pencatatan dan perhitungan jumlah kuantifikasi, perkembangan bahasa linguistik, dan masih banyak lagi tentunya.

Di sisi lain, mekanisme agrikultur juga membuat manusia relatif menempuh cara yang lebih aman dan berisiko kecil dalam mendapatkan makanan. Bayangin aja, kalo tiap hari berburu, manusia selalu berhadapan dengan risiko diterkam macan, ditanduk bison, diinjek mammoth, atau disikat sama buaya. Belum lagi karena tinggalnya belum menetap dan belum ada tempat tinggal yang aman, membuat ancaman dari binatang liar jadi sangat besar.

Selain itu, mekanisme agrikultur memungkinkan manusia bisa menyimpan stok makanan dalam jumlah banyak. Sehingga persediaan pangan relatif lebih stabil. Teknologi pengolahan hewan ternak dalam menghasilkan daging yang unggul, jelas sangat menguntungkan manusia untuk mendapatkan daging yang berkualitas baik.

Perkawinan silang pada hewan dan tumbuhan juga terbukti dapat menghasilkan produksi yang banyak. Nah, ayam yang lo makan di restoran cepat saji biasanya dari ayam perkawinan silang itu, begitu juga buah-buahan manis & tak berbiji yang lo beli di supermarket.

Hasil dari agrikultur modern dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu. Makanan, fiber, bahan bakar dan bahan mentah. Kita bahas beberapa bagian aja yah. Hasil agrikultur yang pertama adalah makanan. Hasilnya seperti sayuran, buah, minyak, sereal seperti beras, daging, bumbu masak. Kebayangkan kontribusi dari agrikultur buat makanan sehari-hari kita.

Terus setelah makanan, hasil agrikultur yang kedua adalah berupa fiber. Contoh fiber seperti katun, wol, sutera, dan sebagainya. Nah hasil fiber dipake buat bikin celana yang sekarang lo pake, selimut di kasur lo, dan sebagainya. Agrikultur juga menghasilkan bahan bakar atau biasa disebut fuel. Beberapa penelitan bahkan bilang kalo fuel yang pertama kali digunakan manusia berasal dari agrikultur. Coba tebak apa? Kayu. Kayu kalo dibakar kan bisa jadi sumber energi atau sumber bahan bakar. Selain itu, agrikultur juga bisa menghasilkan bahan mentah seperti latex yang dikenal sebagai bahan dasar karet atau bambu sebagai bahan dasar kursi dan lain sebagainya.

Keuntungan lain dari agrikultur modern adalah terbukanya lapangan pekerjaan. Pada tahun 2011, diperkirakan 1 miliar orang atau sekitar 1/3 tenaga kerja yang ada di dunia ini bekerja di sektor agrikultur. Kebanyakan, para pekerja agrikultur itu berada di negara berkembang. Dari sudut pandang ini, agrikultur meningkatkan kehidupan manusia karena bisa membuka lapangan pekerjaan segitu banyaknya.

Menurut worldbank.org, perkembangan agrikultur merupakan salah satu hal yang paling kuat dalam upaya penghapusan kemiskinan. Agrikultur juga diperkirankan dapat memberi makan 9 miliar orang pada tahun 2050. Perkembangan di sektor agrikultur diperkirakan 2-4 kali lipat lebih efektif dibanding sektor lain dalam meningkatkan pendapatan orang-orang menengah ke bawah. Bisa lo bayangkan bahwa di banyak sektor kehidupan kita saat ini, agrikultur itu bener-bener ngebantu kehidupan manusia.

Penutup

Nah, begitu kira-kira gambaran tentang peralihan dari hunting gathering ke agrikultur beserta dampaknya ke manusia dan ekosistemnya. Di sini sebenarnya gue pengen ngasih berbagai macam perspektif mengenai proses peralihan ini. Di satu sisi gua mau lo memahami bahwa ada pandangan dari para ahli yang menyatakan bahwa agrikultur gak sepenuhnya juga memberi keuntungan pada manusia dan ekosistemnya. Di sisi lain, kehidupan manusia modern yang serba praktis juga tidak bisa lepas dari jasa revolusi agrikultur 10.000 tahun yang lalu.

Nah, sekarang mungkin di antara lo timbul pertanyaan:

“Kalau sampai sekarang manusia tetap hidup sebagai hunter gatherer, apakah manusia akan lebih maju, sama saja, atau bahkan lebih terbelakang dari manusia sekarang?”

Apakah betul bahwa trade off antara produksi makanan dan pencemaran lingkungan adalah hal yang tidak dapat dihindarkan? Artinya, bisa ini adalah pilihan yang dilematis. Produksi makanan tapi lingkungan rusak atau gak produksi makanan tapi lingkungan jadi gak tercemar oleh agrikultur? Dan berakhir lah tulisan ini gua buat semoga dengan adanya tulisan dapat menambah wasasan kita semua. Seeyou next article ya sob. 

Gimanasih Peran Mindset Dalam Keberhasilan Seseorang, Jawabannya Disini

Welcome back to my blog guys, sebelum gue memulai tulisan ini gue pengen nanyak nih, menurut lo semua apasih kunci untuk mencapai sebuah tujuan atau keberhasilan? Yah, mungkin lo akan menjawab, bahwa kerja keras, fokus dan menekuni hal yang lo cintai adalah kunci sukses untuk mencapainyanya. Bener bukan? Jika bener begitu, maka kali ini gue akan beberin satu kunci yang nggak kali penting untuk lo berada puncak keberhasilan. Terlepas, kalau defenisi berhasil itu beragam ya sob. Kunci sukses berlaku di segala bidang, mulai dari belajar, penampilan, cinta sampai penyelesaian konflik. Kunci inilah yang penting banget untuk lo kembangi buat ngedompleng motivasi lo untuk kerja keras, fokus dan tekun. Wahh apaan sih, penasaran nih gue?

Santai guys…. Sebelum gue ngebahas kuncinya apa, terlebih dahulu gua mau kenalin lo ke seseorang bernama Josh Waitzkin.  Yah, mungkin nama orang ini akan sedikit asing ditelingah lo. Namun, kalau lo pernah nonton film Searching For Bobby Fischer atau lo penggemar catur sejati, gue yakin lo akan familliar sama nih orang. Pertanyaanya, emang di siapa sih? Iyapsss, Josh adalah seorang master catur kelas dunia yang berasal dari Amerika Serikat. Josh menjadi satu-satunya orang memangkan turnamen di segala tingkat. Bahkan sewatku ia berada di bangku sekolah dasar, dia sudah berhasi memenangkan 7 kejuaraan catur nasional. Wow nggak? dan belum ada lho yang mampu memenangkan kejuaraan catur sebanyak josh. Dia berhasil menyandang gelar master dalam catur internasional pada usia 16 tahun. Keren menurut lo? Tunggu dulu!

Nah, ketika Josh beranjak 21 tahun, dia memutuskan untuk mengabil sebuah keputusan yang sangat berdampak dikehidupannya dimasa yang akan datang. Wah keputusan apa itu? Yah, dia mencoba banting setir dengan mempelajari sesutu yang jauh berbeda dari dunia yang telah membesarkan namanya. Yaitu, ilmu bela diri. Waduuuhhh, kok bisa? Ia sangat menyadari kalau dia udah belajar gimana caranya tumbuh dan berhasil di dunia catur, untuk itu di berpikir pasti bisa menerapi bidang lain. Fix, itu mindset yang baik untuk kita contoh guys. Saat itu lah ia mulai mencurahkan diri untuk belajar Tai Chi. Setelah melalui proses yang bisa terbilang keras, kesulitan yang tak henti ia alami bahkan tak jarang ia harus mengalami cedera, namun akhirnya dia berhasil jadi master bela diri hebat dan memenangkan dari kejuaran dunia Tai Chi. Wuihhhh, jempol banget kan? Nggak puas dengan prestasi dia di seni bela diri Tai Chi, sekrang doi lagi sibuk belajar jiujitsu bahkan udah sampe mendirikan akademi jiujitsi pula. Gila banget dah nih orang!

Nah, sekarang gue yakin lo mungkin akan berpikir begini, ah si josh emang jenius aja kali tuh, emang orang spesial gitu, keajaiban. Jangan salah guys, ada satu momen hidup Josh yang menurut pengakuaanya jadi hal terbesar yang pernah terjadi di hidupnya, lo boleh percaya atau tidak, josh mengatakan, bahwa kekalahan yang pernah dia alamai pas pertama kali mengikuti turnamen catur nasional membantu dia menghindari jebakan psikologis. Jebakan psikologi yang berhasil dia hindari adalah percaya kalau dia itu spesial, kalau dia emang lebih pinter dari orang lain, dan dia nggak perlu usaha terlalu keras untuk dapetin yang dia mau. Dengan deretan prestasi yang ia miliki, josh bisa aja tergoda untuk mikir kalau dia itu emang seorang jenius. Tapi nyatanya tidak. Seorang master catur internasional pun juga melewati moment kegagalan. “Saat kita percaya bahwa kesuksesaan di tentukan oleh tingkat kemampuan yang mendarah daging, kita akan rapun dalam menghadapi kesulitan” – Josh Waitzkin. Okey ri, trus apa sih kunci penting yang pengen lo bahas disini? Kuncinya adalah pola pikir dalam bagaimana lo memandang sesuatu, atau lebih gampangnya kita sebuh dengan istilah Mindset.

Perbedaan Pola Pikir

Tak sedikit orang di dunia ini menilai kalau kecerdesan atau kemampuan seseorang adalah sesuatu yang bersifat tetap atau biasa disebut dengan istilah fixed. Nah, orang-orang kayak begini biasanya akan menilai, oh dia emang anak yang terlahir pintar atau otak gue tuh emang lemot, lambat banget kalau disuruh hafalan atau badan gue tuh kaku, nggak akan bisa deh belajar ngedance. Penilaian-penilaian semacam ini biasa disebut dengan fixed mindset. 

Disisi lain, ada juga orang-orang di dunia ini yang melihat kalau sebuah kualitas itu dapat dikembangkan. Contohnya? yah kayak sih josh. Orang-orang yang semacam ini dengan atau tanpa mereka sadari memiliki pola pikir yang terus berkembang atau gampangnya disebut dengan growth mindset. Okayyyy, sepenting itukah peran mindset dalam keberhasilan seseorang? Jawabannya, Iya Banget. Nggak percaya? Udah banyak kok riset yang membuktikannya.

Dalam sebuah riset yang dilakukan profesor Stanford, membuktikan kalau kedua mindset yang berbeda ini memang mengantarkan pada perilaku dan hasil yang berbeda secara signifikan. Konsep risetnya begini, setelah memilih ratusan sampel anak kelas 7 smp yang background nya dianggap memiliki populasi, mereka diminta untuk memberikan pandangan terhadap dirinya sendiri. Besar kemungkinan, anak-anak yang menganggap kemampuan mereka itu emang cuma berdasarkan apa yang mereka lihat selama 7 tahun sekolah dan nggak berpikir kalau kecerdasan mereka itu masih bisa meningkat, nilai akademisnya cenderung stagnan atau segitu-gitu aja selama beberapa tahun. Sedangkan anak-anak yang mampu berpikir bahwa mereka masih bisa meningkatkan kemampuan dan kecerdasaan mereka, nilainya cenderung meningikat dari waktu ke waktu.

Nah, sekarang gue tanya deh, berapa banyak sih dari lo yang berpikir kalau emang nggak jago matematika atau lo emang nggak kreatatif atau nggak jago komunikasi, nggak atletis, nggak punya fashion dan lain sebagainya? dan berapa pula dari lo yang berpikir kalau lo dasarnya emang udah jago di bidang tertentu? Kalau lo ingin memaksimalkan potensi diri lo, tentu lo haru mampu berpikir berbeda. Lo harus sadar kalau potensi diri lo tidak dirantai dengan kemampuan lo yang sekarang.

Neurosains menunjukkan kalau otak kita bisa ditempa. Wah gimana caranya? Gini, anggap otak kita sama dengan otot, logikanya kalau otot terus dilatih, yang tadinya klemer-klemer terus lo rutin berlatih pasti deh akan kenceng, bak atletis. Kalau lo pikir Ade Rai dari lahir uda sic pack? Sama juga dengan otak, kalau rajin lo berlatih. Okey guys.

Banyak kok orang-orang hebat tadinya di prediksikan bakal bermasa depan suram. Gue bisa sebut nama seperti, Charles Darwin, Lucille Ball, Marcel Proust, Mozart, Einstein. Siapa sangka, meski di klaim manusia gagal, namun faktanya mereka mampu membangun kemampuannya. So, lo gimana guys?

Kita semua sama-sama mulai dari nol. Sama-sama awalnya nggak bisa ngomong, nggak bisa jalan, nggak bisa baca tulis, berhitung, nggak bisa naik sepeda, dan lain-lain. Ada saatnya Shakespeare juga baru mulai belajar alfabet, ada saatnya Einstein mulai kenal sama angka dan nama-nama satuan dalam fisika, sama kayak kita semua. Tapi, kuncinya sejauh mana kita percaya bahwa kita lahir untuk terus tumbuh dan berkembang dan kemampuan kita tuh jangan lo nilai hanya dari beberapa tahun waktu lo belajar selama ini. Ketika kita menyadari kalo kita bisa merubah kemampuan kita di bidang apapun yang kita mau, ketika kita punya growth mindset, we bring our game to new levels. “Saya tidak memiliki bakat istimewa, saya hanya penasaran.” -Albert Einstein-

Fixed mindset, Ego dan Gengsi

So, gimanasih pola pikir mampu mempengharui performa seseorang? Ternyata, ada manifestasi fisiologi terhadap pola pikir. Apa lagi itu? Hasil scan otak otak menunjukan, bahwa orang yang mampu berpikir tetap, otaknya dapat bekerja aktif terlebih ketika menerima informasi tentang performanya, seperti nilai tes atau bakal mikir. Tapi untuk pertumbuhan pola pikir, otak mereka paling aktif ketika menerima informasi tentang bagaimana mereka bisa melakukan lebih baik lagi.

Dengan kata lain orang-orang fixed minset paling khawatir dengan bagaimana dia dinilai atau penilaian eksternal terhadap terhadap dia, cieee nggak aman. Sebaliknya, orang dengan growth mindset fokus utamanya ke sejauh mana dia memahami sebuah ilmu.

Salah satu ciri-ciri jelek dari orang dengan fixed mindset itu adalah mereka suka melihat usaha itu sebagai sesuatu yang konyol, sesuatu yang hanya perlu dilakukan oleh orang-orang berkemampuan rendah makanya harus berusaha. Waktu mereka mengalami kegagalan, mereka cenderung menarik kesimpulan kalau mereka emang nggak bakat di bidang itu, ciee menghibur diri hehe…

Terus, mungkin karena ego, mereka kemudian cenderung kehilangan minat sampai akhirnya menarik diri atau berhenti belajar di bidang itu. Semakin sering dia melakukan hal ini di berbagai aspek kehidupannya, orang lain bakal mudah ngecap dia sebagai quitter. Kita mungkin selama ini melihat kasus begini karena orangnya kekurangan motivasi, padahal itu cuma sebuah gejala masalah doang. Akar masalah yang sebenarnya adalah bagaimana pola pikir fixed mindset yang menghambat dia untuk berkembang.

Kebalikannya. Orang dengan growth mindset melihat usaha itu sebagai sesuatu yang bikin mereka pintar, cara untuk tumbuh dan berkembang. Ketika mereka gagal, mereka sadar kalau kegagalan adalah bagian dari pembelajaran dan mereka akan terus mencoba dan menemukan cara lain, seperti yang dilakukan Josh Waitzkin ketika dia kalah main catur atau bela diri.

Berhenti Berkata, Lo Anak Pinter!

Guys, ternyata ada cerita seru dari sebuah studi lain. Begini, dalam proses studi ini, sang peneliti ngasi sekumpulan puzzle pada sekelompok anak. Nah, ketika sih anak berhasil menyusn puzzle dengan benek, maka peniliti akan memberi pujian. Menarikanya, sang peneliti memberi dua jenis pujian, seperti ini pujiannya.

  • Separuh dari mereka dipuji begini, wow, skor kamu bagus sekali, kamu emang pinter ya nyusun puzzle. Ini adalah jenis pujian fixed mindset karena menggambarkan kecerdasan atau kemapuan sebagai kualiatas yang tetap
  • Separuhnya lagi dipuju begini, wow, skor kamu bagus sekali, kamu pasti udah berusaha keras ya. Ini jelas pujian growth mindset karena fokus pada proses.

Selesai puzzle pertama, para peneliti nanya ke anak-anak, oke. selanjutnya kalian mau kerjain puzzle yang mana, yang mudah atau yang sulit? Mayoritas anak yang menerima pujian fixed mindset milih puzzle yang gampang, sedangkan sebagian besar anak yang nerima pujian growth mindset memilih untuk menantang dirinya.

Selesai puzzle kedua, para peneliti kemudian ngasih puzzle yang bener-bener sulit ke semua anak untuk ngeliat gimana pengaruh konfrontasi kesulitan terhadap performa anak. Setelah puzzle ketiga, para peneliti kasih puzzle gampang yang mirip dengan puzzle pertama. Ternyata, hasilnya menarik banget lho, anak-anak dengan pujian fixed mindset skornya lebih buruk signifikan dari skor mereka pertama kali. Sedangkan anak-anak dengan pujian growth mindset justru malah dapat skor lebih baik dari skor pertama mereka. Padahal itu puzzle yang mirip banget sama puzzle pertama yang mereka kerjakan sebelumnya lho!

Lucunya lagi, di akhir sesi, anak-anak disuruh ngelaporin skor mereka selama ngerjain puzzle. Anak dengan pujian fixed mindset rata-rata bohong 3 kali lebih banyak daripada anak2 dengan pujian growth mindset. Mereka ngga punya cara lain untuk menghadapi kegagalan mereka, kecuali dengan jaga image dan melindungi ego mereka.

Nah, studi yang menarik ini bisa jadi refleksi kita bersama, seberapa sering sih kita pas kecil dipuji karena pintar atau jago dalam suatu hal? Atau mungkin sampe sekarang orang tua dan guru lo masih melakukan yang sama? Atau lo sering melakukannya sama adik lo?

Mungkin sebagian orang berpikir kalo kata-kata pujian itu buat meningkatkan rasa percaya diri, tapi salah-salah malah naruh kita ke fixed mindset. Ketika kita mendapatkan label pinter atau jago sejak awal dari dunia eksternal, kita malah jadi takut sama tantangan untuk berkembang dan kehilangan rasa percaya diri ketika segala hal yang kita upayakan itu udah mulai sulit. Sama juga ketika kita sering dicap sebagai bego dalam suatu hal, baik oleh diri sendiri atau orang lain, kemampuan kita mandek karena kita percaya kemampuan kita emang segitu-gitu doang.

Tapi jangan salah ya, maksud gua bukan berarti kita nggak boleh dapet masukan feedback dari lingkungan. Penting untuk mendapatkan feedback pujian atau kritik, tapi harus berdasarkan proses, bukan berorientasi pada hasil, bukan pula berdasarkan bakat.

Tenang, Mindset Dapat Diubah Kok

Buat lo yang baru nyadar setelah baca artikel ini kalau selama ini lo terjebak dengan pola fixed mindset, tenang aja… Studi-studi yang gw ceritain di atas menunjukkan kalo kita bisa merubah mindset kita. Lagian sebetulnya ini wajar banget kok, karena sebagian besar dari kita pasti punya fixed mindset tentang sesuatu, bisa jadi fixed-mindset lo bukan di pelajaran, tapi di kehidupan sosial, cara lo berkomunikasi, kemampuan fisik lo dan lain sebagianya.

Dalam beberapa kasus, ketika growth mindset ini dicoba untuk sengaja dibangun pada murid-murid secara bertahap, mereka jadi cenderung lebih tertarik untuk belajar, usaha lebih keras, dan pastinya tercermin juga dari nilai akademis yang semakin meningkat. Mengembangkan growth mindset juga terbukti memecah stereotype yang ada di dunia pendidikan, seperti cewek kurang di matematik atau etnis tertentu kemampuannya lebih rendah dari etnis lain.

Sekarang lo udah tau gimana ngebentuk pola pikir yang kondusif untuk perkembangan diri lo. Jangan lupa belajar gimana cara mengembangkan potensi kita lewat deliberate practice dan cara gimana caranya supaya belajar jadi fun. Ketika kita paham bagaimana cara mengembangkan kemampuan kita, itu akan memperkuat keyakinan kita bahwa kita punya kontrol sepenuhnya atas kemampuan kita. Ngga fixed bawaan dari orok doang. And at last, kalau di kepala lo masih ada suara-suara begini:

Gue emang payah di Fisika, nggak akan bisa kalo nggak remed” “Gue tuh males gerak, perut gue akan buncit selamanya” “Gue emang sucks in relationship, gue akan forever alone” “Kecepatan renang gw 3 detik lebih lambat dari dia, gue nggak akan menang turnamen kabupaten”

Lo coret pemikiran itu semua dari kepala lo. Lo ganti kata-kata nggak bisa jadi BELUM atau BELUM SEKARANG. Teruslah berusaha, jangan pernah menyerah, dan ketahuilah bahwa kalau gagal itu artinya bukan cuma keberhasilan yang tertunda tapi terus lo gak berusaha. Kegagalan itu lebih tepat artinya lo sedang dalam proses belajar. Berhasil atau nggaknya, itu semua tergantung usaha lo, dan pola pikir lo untuk terus mau berkembang!

Apasih Yang Membuat Seseorang Kuat Dengan Sebuah Komitmen

Sebagian dari kita pasti sering ngalami moment dimana saat kita ingin melakukan hal positif namun terhalang dengan mood yang tak baik. Pernah? Nah, pertanyaan gue berapa banyak sih diantara kita yang pengen jadi lebih baik tapi hanya berakhir dipikiran doang? Yah, mungkin dalam hati lo pernah berkata mulai sekarang gua mau rajin belajar atau mulai sekarang gue harus berhenti merokok. Yess, mungkin itu sedikit contoh yang bisa gue sebutkan. Sebab, gue pribadi pun sering berpikir sedemikian, heheh… Sesaat kita ingin mewujudkan sebuah komitmen, umumnya kita memiliki semangat yang membarah. Katakanlah, gue optimis pengen jago belajar matematika. Ketika hal tersebut berada dibenak lo, pasti dong lo semangat banget untuk melakukan hal yang nilainya positif banget. Iyakan?

Nah, awalnya emang lo semanget banget untuk ngumpulin berbagai bahan belajar, bahkan lo udah cari bahanya diberbagai sumber yang ada, udah gitu lo juga bela-belain fotokopi semua soal, buat melatih kecerdasaan lo, bahkan lo sampai harus bikin jadwal belajar segalam macem untuk seminggu kedepan. Widihhh, pokoknya planning udah wow banget deh. Mulai deh lo belajar serius di hari pertama, hari kedua masih semangat walau nggak seheboh hari pertama, eh masuk hari ketika belajarnya udah nawar-nawar, hari keempat mulai bolos belajar karena keasikan main game atau keterusan nonton drama korea, hari kelima mulai cari-cari alasan supaya belajarnya besoknya aja, hari keenam eh ada temen ngajak nongkrong jadinya gak belajar lagi, daaan… sampailah tibanya hari dimana lo melupakan segala tekad dan semangat yang udah lo himpun sejak awal.

Guyss, pernah nggak sih lo ngerasa mengalami hal seperti itu? Ekspetasi gue sih mengatakan hampir semua remaja pasti pernah mengalami naik turun semangst buat belajar, termasuk diri gue juga sih. Nah, sebetulnya konteksnya nggak harus selalu belajar untuk ujian ya, itu cuma contoh yang bisa gua kasih ke lo. Dan apa yang ingin gue tulis disini relevan kok. Misalnya, tekad untuk berolahraga, tekad untuk melatih kemampuan tertentu dan lain-lain.

Sekarang kalau di pikir-pikir apa sih yang menyebabkan seseorang tuh cenderung nggak konsisten sama tujuannya? Apa sih yang membedakan ada orang yang bisa begitu disiplin dalam berkomitmen dengan orang yang cuma anget-anget tai ayam doang? Apa sih yang membedakan mereka yang bisa begitu tekun belajar mati-matian sampai bisa berhasil meraih prestasi akademis yang bisa dibanggakan? Apa yang membuat seseorang bisa betul-betul gigih dengan tujuannya? Apa sih kuncinya supaya bisa seperti itu? Bisa gak sih kita semua seperti mereka yang bisa tetap terus menjaga semangat dalam mencapai tujuannya?

Okay guys, sebelum gua lanjut bahas pertanyaan-pertanyaan dia atas, gua mau kasih tau lo tentang sebuah penelitian psikologi populer yang pernah dilakukan oleh psikologi bernama Wallter Mischel pada tahun 1960an, dengan tittle. Marsmallow experiment. Percobaan itu ia lakukan kepada anak-anak TK dengan maksimal usia 4-5 tahun, pada sebuah ruangan di Univ Stanford. Bentuk percobaanya kayak gini.

Masing-masing anak ditinggalin dalam satu ruangan tertutup tanpa ada TV, majalah, atau apapun yang bisa mengalihkan perhatian mereka. Pada ruangan tersebut ditaro sebuah marshmallow nama sejenis snack di atas meja. Oleh pengawas eksperimen, masing-masing anak tersebut dibilangin. “kamu bisa makan marshmallow ini sekarang, tapi kalau kamu mau menunggu dan tidak memakannya, kamu akan dapat satu marshmallow lagi.” Anak-anak itu reaksinya macem-macem, ada yang sabar nunggu sampai 20 menit untuk dapetin 1 marshmallow lagi, ada yang cepet banget nyerah terus langsung makan marshmallow. Ada yang mencoba bertahan beberapa menit tapi akhirnya gak kuat nahan godaan akhirnya makan juga. Nah, buat yang penasaran gimana sih bentuk percobaannya, kamu bisa tonton video percobaan serupa yang dilakukan oleh Dr David Walsh tahun 2009.

Udah nonton videonya? Itulah kurang lebih percobaan yang dilakukan oleh Walter Mischel tahun 1960-70an. Hasil dari percobaan tahun 1960an itu. Dari 600 anak yang mengikuti percobaain ini, sepertiga dari anak-anak tersebut memakan marshmallow dengan segera, sepertiga lainnya menunggu hingga Mischel kembali dan mendapatkan dua marshmallow dan sisanya berusaha menunggu tetapi akhirnya menyerah setelah waktu yang berbeda-beda.

Awalnya percobaan ini cuma bertujuan untuk mengetahui proses mental anak-anak untuk dapat menunda kepuasannya, atau istilah keren psikologinya delay gratification. Proses mental ini juga kita ketahui melalui peribahasa populer, yaitu. “Berakit-rakit kehulu, berenang-renang tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.”

Intinya sejauh mana sih seseorang bisa menunda kepuasan sesaat dan bisa bertahan mengontrol dirinya untuk mendapatkan kepuasan yang lebih besar kemudian. Mungkin sejak kecil kita udah sering dengar peribahasa ini dan gak sedikit juga yang mikir ini cuman kata-kata bijak sepele orang jaman dulu doang, tapi justru hasil yang mengejutkan dari percobaan ini didapatkan setelah anak-anak yang ikut dalam percobaan beranjak dewasa dan telah masuk SMA.

Beberapa tahun kemudian, Mischel yang memiliki tiga orang anak perempuan yang dulu juga bersekolah di TK Bing, iseng nanyain gimana nilai sekolahan teman-teman anaknya yang dulu sekolah di TK Bing. Dari iseng-iseng nanya ke anaknya ini, Mischel kemudian menyadari bahwa terdapat korelasi yang sangat kuat antara anak-anak yang berhasil menunggu dan yang tidak berhasil terhadap nilai akademis mereka. Karena makin penasaran, Mischel mengirimkan kuesioner kepada orang tua, guru dan pembimbing akademis dari anak-anak yang dulu ikut berpartisipasi dalam percobaan ini tahun 1981. Hasilnya sangat mengejutkan karena rupanya hasil test marshmallow itu berkorelasi sangat kuat terhadap variabel lainnya seperti, pencapaian non-akademis, lingkungan pergaulan, kecenderungan perilaku nakal, perilaku baik, tingkat kebahagiaan.

Percobaan ini akhirnya menjadi populer banget di kalangan psikolog dan beberapa psikolog lagi penasaran untuk mencoba eksperimen hal serupa. Hasil percobaan lain yang serupa ini semakin memperkuat korelasinya terhadap berbagai variabel lain. Para psikolog menyimpulkan bahwa mereka yang berhasil menunggu marshmallow kedua, yaitu. Memiliki kemampuan self control dan delay gratification. Dan itu berhasil mencapai berbagai hal positif dalam perkembangan kehidupan remaja. Sebaliknya mereka yang gak berhasil menunggu terutama yang cepet nyerah, ternyata cenderung bermasalah dalam kehidupan remajanya, dari yang nilai sekolahnya jelek, sampai ada yang bermasalah dengan drugs, bahkan pada beberapa kasus tindakan kriminal.

Terus Apa Kesimpulan Yang Bisa Kita Ambil Dari Eksperimen Tersebut?

Sederhanya begini, ternyata salah satu kemampuan yang berperan sangat besar terhadap berbagai banyak hal positif dalam kehidupan remaja adalah kemapuan mengontrol diri sendiri self control untuk bisa menunda kepuasan delaying gratification. Okay guys, sebelum gua ngelanjuti tulisan ini, gua ingin pesan ke lo. Jadi gini, gua ngerasa agak kurang pas untuk menyebut padanan kata bahasa Indonesia untuk self control dan delay gratification menjadi mengontrol diri dan menunda kepuasn, jadi ke depannya gua akan menyebut ke dua istilah itu dengan bahasa Inggris aja, gimana deal ya?

Dan ternyata guys, kemampuan self control ini sangat amat berpengaruh lo ke hal-hal kecil di dalam kehidupana kita, terutama dalam kehidupan remaja, mulai dari kedisiplinan, bisa cepat sada untuk menghindari pengaruh negatif dari lingkungan, bisa menentukan prioritas dengan bijak, mampu mengendalikan diri dari berbagai hal yang biasa mengahlikan fokus dan lain sebagainya. Itulah mengapa anak-anak yang berhasil menunggau marshmallow cenderung memiliki kehidupan yang lebih baik, sementara anak-anak yang tak tahan menunggu, cenderung memiliki banyak masalah dalam kehidupan remajanya. Sampai disini gue yakin lo da sedikit mengertikan? Jika iya, pasti lo akan mikir begini.

Wah, berarti kesimpulannya self control itu udah terbentuk dari sejak kecil dong? Kalau memang gitu mereka yang makan marshmallow itu memang ditakdirkan menjadi losser in their life? Sementara mereka yang punya self control itu ditakdirkan untuk jadi orang-orang yang sukses? Haha, kesimpulannya jangan lo pikir kearah itu ya. Karena sebetulnya justru dengan mengetahui bahwa self control itu berperan penting, kita justru bisa melatih kemampuan self control itu agar bisa menjadi kunci supaya bisa konsisten terhadap berbagai tujuan positif dalam hidup kita.

Jadi kalau kita balikan ke tittle gue, apa sih yang membuat seseorang kuat dengan komitmennya? Sekarang gua bisa bilang bahwa salah satu variabel yang berkorelasi kuat terhadap konsistensi pada komitmen adalah Self Contro. Apa yang membuat seseorang penderita obesitas bisa disiplin berolahraga dan diet ketat sampai akhirnya berat badanya kembali ideal? Self Control. Apa yang membuat bisa tekun belajar dan tahan dengan berbagai godaan untuk nunda-nunda belajar? Self Control lagi. Apa yang membuat seseorang yang kecanduan rokok, narkoba, alkohol bisa mengurangi ketergantungannya sampai benar-benar bisa lepas dari kecanduannya? Lagi-lagi Self Control. Jadi, bisa lo bayangkan betapa banyaknya hal positif yang kita ubah dalam diri kita kalau kita punya self control.

Okay, gua tau deh sekarang kalo self control itu penting banget, tapi masalahnya gimana cara ngelatihnya? Emang bisa ya kita melatih self control untuk bisa lebih konsisten dengan komitmen? Nah, di artikel ini gua mau ngasih tau lo semua bahwa masih belom terlambat kok untuk melatih self control dalam diri lo. Gimana sih caranya untuk melatih kemampuan self control? Nah, berikut beberapa tips dari gue :

1. Buatlah komitmen dengan Mantap

Okay, sebelum ngomongin tentang konsistensi dan self control, pertama-tama yang harus lo lakukan adalah membuat komitmen dan tujuan yang bener dulu. Banyak orang yang mandang sebelah mata tahap pertama ini dan gak dipikirin bener-bener. Padahal menentukan komitmen ini adalah langkah pertama yang penting banget. Kenapa? Karena kalo dari awal komitmennya aja gak dibikin dengan mantap, kita jadi cenderung gak memandang penting komitmen tersebut dan jadi semakin nambah alesan untuk nggak konsisten menjalaninya.“Ya udahlah bikin komitmen apa susahnya. Tinggal tentuin aja komitmennya mau apa, misalnya, gua mau rajin. Udah gitu doang kan?”

Bisa aja sih kayak gitu tapi, menurut gua komitmen yang gak jelas tolak ukurnya gitu gak akan mantap untuk dijalani. Nah, terus komitmen yang bagus harusnya kayak gimana dong? Supaya kita bisa konsisten dengan tujuan kita, komitmen yang dibuat juga harus direnungkan bahwa itu adalah hal yang bener-bener kita inginkan. Komitmen itu harus dibuat se-‘sakral’ mungkin supaya secara sadar otak lo ditekankan bahwa you have take it seriously. Luangkan waktu sebentar untuk merenungkan bahwa ini bukanlah hal yang main-main atau iseng doang, kalo perlu lo tulis di kertas tentang segala hal yang mau lo capai, apa kira-kira benefit yang akan lo dapatkan. Trust me, it will help so much if you write it down. Langkah pertama barusan mungkin kesannya sepele tapi in a way, lo bakal ngerasain bedanya kalo lo luangkan sedikit waktu untuk mendeklarasikan komitmen lo dalam hati secara serius. Nah, setelah itu baru lo desain tujuan lo berdasarkan syarat-syarat berikut ini:

  • Pastikan komitmen lo ini spesifik, konkrit, dan jelas.
  • Pastikan komitmen lo ini punya indikator yang bisa diukur.
  • Pastikan komitmen lo ini bisa diuraikan menjadi aktivitas yang real.
  • Pastikan lo menentukan target yang wajar untuk dicapai dalam jangka pendek
  • Pastikan komitmen lo ini dievaluasi dalam jangka waktu yang lo tentukan sendiri.

Nah, 5 point di atas sebetulnya udah pernah diuraikan dengan lebih detail oleh Kak Sasa di artikel zenius sebelumnya. Buat yang penasaran sama artikelnya, bisa baca di sini. Ingin menggapai sebuah impian, strategi ini harus banget lo terapkan.

2. Coba renungkan hal-hal apa aja sih yang bikin lo gak konsisten?

Nah, untuk yang point ini gua gak bisa kasih rumusnya karena masalah setiap orang beda-beda. Tapi pada umumnya, hambatan yang bikin seseorang gak konsisten itu ada 2 jenis:

  • Berhadapan dengan Mental Block

Apaan tuh mental block? Bahasa sederhananya, mental block itu adalah kumpulan alasan-alasan yang bikin lo malas ngerjain hal tertentu. Lo kerasa gak sih kalo kebiasaan nunda kita gak jarang karena kita males untuk memulai? Sebetulnya mungkin untuk bener-bener ngerjainnya itu gak masalah, tapi ada sesuatu yang menghambat kita untuk sekedar mulai untuk ngerjain hal yang relevan dengan tujuan kita.

Gua kasih contoh satu pengalaman temen kuliah gua dulu. Dulu waktu masih kuliah gua punya satu temen kuliah yang bermasalah dengan obesitas kelebihan berat badan. Dia sadar bahwa obesitas itu gak sehat, menghambat aktivitas dia, dan bikin dia gak pede dalam penampilan. Kalo urusannya diet, dia bisa lumayan disiplin untuk batesin makanan yang berkalori tinggi. Tapi kalo udah urusannya sama olahraga, dia tuh maales banget hanya untuk sekedar mulai olahraga. Wah, terus gimana dong?

Nah, rupa-rupanya setelah dia renungkan baik-baiknya, yang bikin dia males olahraganya itu bukan males untuk capek berolahraga. Tapi dia tuh males kalo habis pulang kuliah harus nyetir jauh macet-macetan untuk pergi ke gym terus olahraga cape-capean, udah gitu harus nyetir jauh lagi balik ke rumah.

Akhirnya dia sadar kalau pergi ke gym itulah sebetulnya yang menghambat dia untuk berolahraga dan menciptakan mental block dalam pikirannya. Sementara kan sebetulnya berolahraga bukan berarti harus dateng ke gym. Singkat cerita, akhirnya dia merubah mind set dia bahwa olahraga bukan berarti harus dateng ke gym. Dari situ dia mulai konsisten olahraga di rumahnya dan berhasil menurunkan berat badan dengan cukup drastis dalam beberapa bulan.

Itu adalah salah satu contoh bagaimana kita bisa mengatasi mental block dalam mencapai tujuan. Sekali lagi, masing-masing orang beda-beda yah mental block-nya, lo renungkan sendiri apa yang menghambat lo dan harus bisa cari akal sendiri untuk mengatasinya.

3. Fokus untuk berkembang secara bertahap

Mencoba merubah diri menjadi lebih baik itu hal yang berat untuk dilakukan, perlu kedisiplinan, konsistensi, dan juga self control yang baik. Masalahnya, seringkali kita mengawali segala bentuk komitmen dengan semangat 45 terus langsung fokus ke hal-hal yang gak realistis, abstrak, ngawang-ngawang, tanpa arah yang jelas. Contohnya nih, kalo lo mau berkomitmen untuk menciptakan group band dan punya cita-cita jadi gitaris terkenal dalam 5 tahun ke depan. Lo jangan belum apa-apa lo langsung ngajak-ngajakin temen-temen bikin band, sibuk bikin lagu ciptaan sendiri, berusaha masuk dapur rekaman buat bikin album sama temen-temen lo. Kalo belum apa-apa lo maksain langsung bersaing ya kualitas lo akan kebanting sama para musisi pro lain yang udah jauh lebih pengalaman.

Daripada lo sibuk dengan upaya sporadis kayak gitu, mendingan lo pastikan dulu kemampuan bermusik lo emang udah bener-bener pantes dulu. Coba lo latihan hal-hal mendasar dalam bermusik dulu, dari pastikan lo lancar baca not balok dulu, cara metik gitar yang bener, pastikan lo menguasai tenik-teknik dasarnya. Jangan main lagu yang itu-itu lagi, jangan masuk ke kunci yang itu-itu lagi. Tantang diri lo keluar dari comfort zone untuk mencoba materi yang lebih sulit. Coba tantang diri lo untuk memulai dengan hal-hal sederhana banget sampai lo gak ada alasan lagi untuk males melakukannya.

Kalo udah keluar dari comfort zone, baru deh lo coba mulai progress bertahap secara konsisten. Misalnya dengan mulai rekaman lo mainin lagu-lagu populer terus diupload ke soundcloud atau ke youtube. Lihat gimana respond dan evaluasi dari orang-orang. Bikin youtube channel lo berkembang, tingkatin populeritas channel lo secara bertahap.

Nah, langkah kayak gitu akan jauh lebih mendukung konsistensi dalam diri lo. Kenapa? Karena dengan memulai langkah-langkah awal yang sederhana dan secara bertahap, lo bisa punya motivasi dan kepercayaan diri untuk terus konsisten dengan komitmen. Coba yuk kita catat apa aja sih hal-hal positif yang kita dapet dengan proses bertahap? Kita coba sesuaikan dengan contoh seperti di atas:

Dengan upload progress lo ke soundcloud, youtube, artinya lo memulai dengan hal-hal sederhana yang emang beneran realistis bisa lo lakukan dengan akses yang terjangkau. Lo bisa terus ngeliat progress lo seiring dengan bertambah banyaknya soundvideo yang lo upload. Dengan melihat progress secara bertahap, lo jadi semakin terpacu untuk terus konsisten karena tanpa sadar kita dapat menciptkan lingkung dimana pengendalian diri secara konsiten.

Lo mendapatkan constant feedback dan evaluasi dari orang-orang terkait dengan peningkatan performa lo. Terkadang to have someone who expects something from you itu bisa memacu diri lo untuk terus berkembang secara konsisten. Seperti yang gua sempet bahas di artikel blog sebelumnya, untuk bisa meningkatkan kepercayaan diri itu gak bisa instant, tapi harus secara bertahap diiringi bukti pengakuan dari orang lain bahwa lo itu emang pantes untuk layak percaya diri.

Okay deh, itulah kurang lebih 3 tips dari gua untuk bisa melatih self control dan memacu kita untuk bisa terus konsisten. Sekian sharing dari gua seputar marshmallow eksperimen, konsistensi, komitmen, delay gratification, dan self control. Terlepas apapun bentuk komitmen positif yang mau lo capai, moga-moga tulisan gua ini bisa berguna buat lo yang punya kesulitan untuk bisa konsisten dengan komitmennya. Ok, sampai jumpa di artikel berikutnya!

Wah, Ternyata Banyak Bahasa Indonesia Yang di Salah Artikan Penggunanya

A : Hallo bro besok nongki yukk.
B : Dihh males gue.
A : Ah payah lo, dasar antsos.
B : Ehh, gue cuma asosial, bukan psikopat
A : Hehehe….

Gue sih yakin 100 persen pasti lo pada kebingungan yah dengan dialog yang ada diatas. Iya bener bingung? wahh berarti selama ini lo nggak tahu dong arti dari antsos yang biasa lo labeli untuk orang yang males atau menarik diri dari lingkungan sosial. Padahal penggunaan istilah itu keliru lho, nggak percaya? Nih gua kasih satu contoh kalimat salah kaprah dalam berbahasa Indonesia. “Jadi lo udah merasa bener berbahasa Indonesia, coba deh lo jelaskan ke gue bedanya asosial dan antisosial?”

Itu baru satu ya guys, sebetulnya masih buanyak banget lagi contoh salah kaprah dalam penggunaan bahasa Indonesia yang tanpa disadari sering kita ucapkan sehari-hari. Konon lagi, di era informasi dan media sosial seperti sekarang ini, kreasi kata baru serta serapan bahasa daerah dan bahasa asing makin banyak mengakomodasi kebutuhan komunikasi generasi melek internet.  Disisi lain, dengan banjirnya informasi, apakah lo sebagai generasi internet, harusnya juga peduli untuk sekedar mengetaui kesesuaian kata-kata dengan makna yang digunakan sehari-hari. Atau lo hanya sekedar nyeletuk dan berharap lawan yang lagi beragumen dengan lo paham?

Okay guys, balik lagi ketemu sama gue Eri. Pada artikel sebelumnya gue sempat menulis apasih yang dimaksud dengan bahasa cina. Namun, untuk kali ini gue akan mengupas lebih detail  salah kaprah dalam berbahasa Indonesia tercinta ini. Kenapa bisa ada banyak salah kaprah berbahasa di masyarakat? Gue juga akan mengajak lo mengecek contoh-contoh salah kaprah bahasa yang umum digunakan masyarakat. Jika dari lo semua ada yang tahu contoh salah kaprah berbahasa dan selama ini gatel ingin di koreksi, yuk langsung aja kita mulai guys.

Kenapa Ada Salah Kaprah Dalam Berbahasa?

Yah, meskipun ditetapkan sebagai bahasa nasional, nyatanya bahasa Indonesia tidak serta merta jadi bahasa ibu bagi masyarakatnya. Bahkan, tidak sedikit pula orang di besarkan dari keluarga yang dominan nya menggunakan bahasa daerah. Meskipun demikian, mereka paham bahwa bahasa Indonesia tidak mesti harus belajar secara formal terlebih dulu seperti pemblejaran bahasa Inggris di kursus-kursus. Yah, bisa di dibilang sih, kalau yang mempelajari secara baik itu hanya orang asing dan guru bahasa aja.

Dan ternyata hal tersebut sangat ber impact buruk ke penggunaan bahasa Indonesia sendiri. Masa sih? Iya lho, kita jadi sering mengabikan bahasa kita sendiri karena merasa sudah biasa dan sengat lumrah dalam menggunakannya. Contohnya, orang-orang jadi malas buka buku kamus saat menemukan kata yang artinya tidak dapat diketahui atau hanya diketahui melalui dugaan semata. Nah, itu hanya buta makna kata, belum lagi buta tata bahasa dan tetek bengek lainnya. Finally, kebutaan ini terlanjur menjadi kebiasaan padahal nyatanya itu salah kaprah. Tidak hanya di level individu saja, di institusi pemerintah hingga dunia jurnalistik yang seharusnya sangat memperhatikan penggunaan bahasa, salah kaprah sangat lah umum terjadi di negeri kita tercinta ini.

Salah Paham Atau Salah Kaprah?

Seorang bahasawan dan juga sastrawan ternama, Ajip Rosidi pernah mengemukakan salah kaprah dalam berbahasa Indonesia. Bagi beliau, salah kaprah itu berbeda dengan salah paham dengan maksud salah kaprah sering kali digunakan untuk maksud salah paham. Salah kaprah berarti kesalahan atau kekeliruan yang digunakan secara luas dan masal sehingga di anggap kaprah, biasa, lumrah atau dianggap kelaziman. Contohnya ya kata antsos atau antisosial pada dialog di atas.

  • Antisosial

Berarti perilaku yang melawan masyarakat atau lingkungan di sekitar kita, seperti merisak bully, membunuh, merampok, perilaku licik. Anti bentuk terikat jadi harus digabung dengan kata berikutnya berarti melawan, menentang dan memusuhi. Berdasarkan definisi ini, antisosial juga berarti bentuk gangguan kepribadian dan berkaitan dengan psikopat. Nah, lho giman, apakah  lo masih yakin untuk memakai isitlah ini dan menggunakannya untuk kegiatan menarik diri dari kehidupan sosial ataupun hanya sekedar berdiam diri? Lebih baik pakai kata asosial aja ya. 

  • Asosial

Dipungut dari bahasa Belanda asociaal. Pada prinsipnya, kata ini lawan dari kata sosial. Perannya, menegasikan kata berikutnya: sosial. Ini mirip dengan kata amoral, yang berarti tidak bermoral atau tidak berakhlak. Jadi bisa dibilang asosial berarti tidak bersifat sosial, sangat tidak memperdulikan kepentingan masyarakat. Selain satu contoh ini, gue akan coba kupas lebih lanjut ini beberapa kata salah kaprah lain dalam menggunakan Bahasa Indonesia itu. Oke deh langsung aja.

Beberapa Contoh Salah Kaprah dalam Berbahasa Indonesia di Kehidupan Sehari-hari

  • Tegar

”Semoga keluarga yang ditinggalkan dalam musibah ini menjadi tegar”.  Sebelumnya lo bisa cek dulu dikamus umum bahasa Indonesia, karya W.J.S purwadarminta. Disitu terlihat jelas, kata tegar memiliki arti, keras kepala, kepala batu dan ngeyel. Namun, entah sejak kapan kata ini bertambah makna menjadi dua yaitu, tabah, kuat dan sabar. Padahal, sejatinya kedua ini sangat lah bertolak belakang dengan yang pertama. Entah kenapa pula dalam keseharian makna yang lebih sering beredar makna yang kedua seperti pada kalimat contoh kata yang gue miringkan.

  • Ubah vs Rubah

“Kau boleh acukan diriku dan anggap ku tak ada tapi takkan merubah perasaanku kepadamu.” Pertanyaan gue, apakah menurut lo ada yang janggal dari lirik lagu yang dibawah kan oleh once? Ada apa dengan kata ubah? Yah, dalam bahasa formal atau informal, sering kali kata ini dieja dengan kata rubah atau merubah. Ketika kata ini diberi imbuhan me, kata yang terbentuk adalah mengubah me tambah ubah sama dengan mengubah dan bukan merubah. Merubah bisa saja berarti menjadi seperti binatang, rubah. Gue menduga ini disebakan karena salah paham saat penutur mengubah kata berubah atau perubahan menjadi bentuk melakukan atau membuat sesuatu jadi bentuk yang sama sekali berbeda dari sebelumhya. Dalam pengamatan parah ahli, kesalahan ini acap dilakukan oleh parah orang tua kita.

  • Absensi vs presensi

“Absensi Kehadiran Peserta Seminar Pembangunan Infrastruktur Indonesia”. Apa yang keliru dari tulisan itu? Ya, betul. Yang keliru adalah penggunaan absensi yang disertai dengan kata kehadiran. Absen dipungut dari bahasa Belanda absent, berarti tidak hadir atau tidak masuk. Jadi, kalau absensi digabung dengan kehadiran maka akan jadi arti yang beda, kalau kata orang Malaysia, dan bertentangan. Lebih baik tulisan absensinya dihilangkan. Namun begitu, penggunaan kata mengabsen atau pemanggilan daftar hadir agar tahu mana yang hadir dan tidak atau absensi daftar ketidakhadiran sah-sah saja untuk digunakan.

Sinonim presensi: hadir, masuk
Antonim presensi: mangkir, bolos, perlop, madol, tidak hadir

  • Acuh

“Gelandang Manchester United Nani mulai menunjukkan sikap acuh terhadap klubnya. Pemain internasional Portugal tersebut terlihat tidak perduli saat klubnya Kamis dinihari tadi melakoni pertandingan hidup dan mati.” Biar lebih jelas lo bisa cek disini. Guys, tampaknya kata acuh merupakan kata yang paling umum disalahartikan banyak orang. Bagi sebagian penutur bahasa, acuh itu berarti cuek dan tidak perhatian. Padahal menurut kamus, acuh itu berarti peduli, hirau, ingat, indah dan juga hisab. Jadi kalau kalimata, dia sudah mengacuhkanku lagi berarti dia sudah memedulikan dirinya lagi. Lalu bagaimana dong dengan frasa acuh tak acuh? Ya, berarti itu artinya peduli tidak peduli atau terkdang perhatian dan terkadang tidak.

  • Geming

“Di saat ia menembak gue, tubuh gue jadi grogi, diam tak bergeming.” Selain kata acuh, kata geming termasuk yang sering salah tempat. Coba bayangkan deh, kata yang berarti diam dan tak bergerak ini di jadikan ke dalam kalimat tersebut. Jadi, apa coba artinya? Diam tak diam? Haha lucu sekali bukan. Padahal maksudnya itu kan diam tak bergerak. Hal serupa juga gue temukan dalam tautan link berita berikut. Pengamat: PAN Tak Bergeming Soal Rangkap Jabatan. Si wartawan tentu ingin menyampaikan bahwa politikus Partai Amanat Nasional ini diam tenang-tenang saja saat isu jabatan rangkap ini bergulir ke publik.

  • Nuansa vs Suasana (sanskerta: suasana)

Penggunaan kata nuansa dalam lirik lagu yang pernah dipopulerkan oleh Vidi Aldiano ini termasuk yang benar ya. Nuansa diserap dari bahasa Belanda nuance dan berarti variasi, derajat atau perbedaan yang sangat halus atau kecil sekali. Konteksnya seperti warna, suara, kualitas dan makna kata. Atau pemisalan lain: terdapat nuansa makna yang berbeda antara kata murah dan murahan. Namun demikian, kita masih mendengar kata ini digunakan maksud yang sama dari kata suasana. Contoh konkret penggunaan salah kaprah ini adaah pada berita berikut. Nuansa Seram dalam Ritual Sumpah Pocong. Kalau aja si wartawan mau cek kamus, dia bakal menemukan kalo “Suasana menyeramkan” lebih pas digunakan daripada “Nuansa menyeramkan”.

  • Ke luar vs keluar

Kira-kira kata mana yang menurut lo tepat. “Sandra akan pergi ke luar negeri atau Sandra akan pergi keluar negeri”? Walaupun dua kata ini ditulis berbeda, namun saat diucapkan, kedengarannya sama aja. Sebetulnya, dua kata ini sangat beda. Ke luar merupakan bentuk preposisi, sama seperti ke dalam, ke mana, ke sana, di atas, di mana dan lain-lain. Kalau kita contohkan dengan: Sandra akan pergi ke luar negeri. Sebut saja ia akan ke Singapura. Artinya, Sandra akan pergi ke luar dari negeri Indonesia menuju Singapura.

Sedangkan keluar dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ditetapkan sebagai kata kerja verba dan bermakna bergerak dari sebelah dalam ke sebelah luar. Coba kita cari apa lawan dari kata keluar? Iya, jawabannya adalah masuk. Contoh lain kata keluar: Ia dikeluarkan dari sekolahnya karena didapati mengonsumsi narkoba di kelas atau Shanti mengeluarkan beberapa uang receh setelah pengamen itu menyanyi

Kedua contoh ini mencerminkan makna memindahkan sesuatu dari dalam dari dalam sekolah dan dari dalam saku. Nah, sesuai dong kalau lawannya adalah masuk?

  • Pasca vs Paska

Akhir-akhir ini para pembawa berita di televisi sering membubuhkan kata pasca untuk mengganti kata sesudah atau setelah. Mungkin kata itu terdengar lebih keren dibandingkan dua kata padanannya. Hal itu sah-sah saja. Tapi masalahnya banyak yang menulis atau membaca kata ini dengan ejaan paska. Kesalahan lain adalah memisahkan penulisan pasca dengan kata apa pun yang melekat setelah kata itu. Misalnya, pasca bayar, pasca SBY atau pasca tsunami.

Lalu, bagaimana dengan contoh yang gue berikan di atas? Salahnya ganda, euy. Hehehe

Pasca merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta dan dalam penulisannya mesti digabung karena termasuk bentuk terikat. Ada juga penulisan yang menggunakan tanda strip (-) seperti pasca-SBY, maksudnya setelah pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono; pasca-SBMPTN, setelah ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Selain itu, bedakan penulisan pascatsunami dengan pasca-Tsunami Aceh. Pascatsunami, penulisannya dirangkai karena tsunami yang dibahas merupakan kejadian alam yang umum sedangkan pasca-Tsunami Aceh lebih khusus.

  • Garang vs Gahar

Maksud hati ingin memberikan nilai garang, seram, keras atau laki banget, hal yang terucap malah kata gahar. Gue ga tahu apa musabab kata ini dipadankan dengan empat kata sebelumnya. Pas gue cek juga di KBBI, arti kata gahar jauh banget dari contoh di atas: menggosok secara kuat. Tapi kalo menurut Kamus Slang Indonesia (www.kamusslang.com), kata gahar baru senada dengan empat contoh di atas. Ini berarti, kata gahar belum diakui sebagai kata resmi dan bersifat informal, hanya digunakan waktu percakapan santai saja.

Kata yang berasal dari bahasa Jawa ini, bukan tidak mungkin mengalami nasib yang sama dengan tegar memiliki dua makna padahal awalnya cuma satu, akhirnya bermakna dua dan saling tidak berkaitan satu sama lainnya. Cuma, sayang kan, kalau memang artinya berbeda dan itu berawal dari kekeliruan tapi dimaklumkan lalu direstui masuk kamus besar.

  • Nol tau kosong?

Tanya : Mba, saya mau pesan taksi..
Jawab : Oh, baik. Berapa nomor teleponnya pak?
Tanya : nol delapan satu tiga…
Jawab : kosong delapan satu tiga…
Tanya: mba, nol. Bukan kosong…

Sebagian dari kita sering menemukan perlakuan seperti itu. Ya, ini terjadi karena ada yang menyamakan peran angka nol (0) yang diambil dari bahasa Belanda nul, dengan kata kosong. Dalam penjelasan Tesaurus Bahasa Indonesia, padanan untuk nol itu kosong, namun hanya diberi label cak (cakapan alias tidak resmi; informal). Sementara makna kedua adalah hampa; nihil dan keduanya merupakan kata sifat. Padahal kata nol pada contoh di atas merupakan kata bilangan, bukan kata sifat.

Kalau ada yang masih ingat iklan layanan internet oleh Telkom dan sering diputar pada televisi swasta pada awal millennium ini: Telkom-net Instan 080989999, mungkin ada yang berprasangka hal ini yang memperkuat penggunaan nol menjadi kosong menjadi kaprah.

Baiklah, ini baru sepuluh dari segudang kesalahkaprahan berbahasa kita yang gue pun baru tahu beberapa tahun terakhir ini, kok. Kita bisa mulai memperbaiki dan menggunakannya dengan baik mulai saat ini… secara perlahan. Coba bayangkan kalau nanti para bule belajar bahasa kita dan mereka lebih paham serta terampil dari kita? Hehehe. Dan seperti yang gue sebutkan di atas, kalau ada dari kalian yang tahu contoh salah kaprah berbahasa lagi, yuk sila cantumkan di komentar bawah, ya. Biar kita bisa saling berbagi ilmu penggunaan bahasa Indonesia

Sejauh Mana Manusia Bergantung Terhadap Bahan Bakar Fosil

Hallo guys, sekarang saatnya untuk gue kembali melanjutkan cerita gue tentang energi, sebelumnya buat lo yang sering nongkrong di blog gue, mungkin lo tau kalau gue sempat menulis tentang kisah manusia yang mampu menjinakkan energi. Diartikel tersebut, gue bercerita tentang sejarah manusia dalam mengendalikan sumber energi di sekitarnya hingga akhirnya manusia jaman now sangat amat bergantung pada bahan bakar fosil sebagai sumber energi utama. Nah, pada artikel ini gue akan melanjutkan bercerita secara khusus tentang ketergantungan manusia terhadap bahas bakar fosil minyak bumi, gas alam, batu bara dan sekaligus juga berbagai isi tentang potensi bahaya yang bisa jadi perlu kita hadapi kalau kita terus menerus bergantung pada sumber energi yang sejatinya terbatas ini.

Di era modern sekarang ini, kita bisa menikmati bentuk kepraktisan yang sangat luar biasa. Contoh seperti ketersedian listrik sampai teknologi transportasi yang memungkinkan kita bepergian jauh dalam waktu singkat. Zaman memang harus berkembang, teknologi juga berkembang pesat dan seiring berjalannya waktu manusia juga makin maju. Kayaknya nanti kedepannya juga manusia makin pinter memanfaatkan energi supaya hidupnya lebih prkatis, bener nggak sih? Sayangnya, jawabannya. Belum tentu.

Lah lo kok belum tentu? Bukannya peradaban manusia sekarang ini berjalan terus makin maju? Yah, memang sih peradaban manusia semakin maju terlebih dari sisi teknologi, tapi kalau kita melihat dari perspektif yang lebih luas, peradaban manusia yang menawarkan segala bentuk kepraktisan ini sebetulnya bertumpu pada sumber energi yang sangat ringkih. Wahhh, kok bisa gitu, maksudnya gimana sih?

Listrik yang milyaran orang nikmati sekarang ini tentunya gak muncul secara ajaib begitu saja, tapi terbentuk dari mekanisme transformasi energi fisika. Begitu juga dengan cara kerja teknologi transportasi, diperlukan sumber energi untuk membuat mesin kendaraan bisa nyala, dari mobil, kapal laut, hingga pesawat terbang. Masalahnya sekarang adalah : tanpa kita sadari hampir semua sumber energi yang membuat peradaban manusia maju ini ternyata bergantung pada pada bahan bakar fosil yang bisa habis dalam waktu yang gak akan lama lagi. Sementara manusia terus menghabiskan sumber energi ini tanpa mikir panjang ke depannya harus gimana.

Well, dalam tulisan gue kali ini, gue akan membahas secara detail tentang tantangan peradaban manusia modern terkait ketergantungan kita terhadap sumber energi serta beragam konsekuensinya termasuk kaitannya masalah lingkungan yang juga nggak kala penting, yaitu isu global warming atau pemanasan global atau yang biasa disebut dengan istilah PD. Okay, langsung aja yuk kita mulai pembahasannya, dimulai dengan pengertian bahan bakar fosil dulu guyss.

Apa Itu Bahan Bakar Fosil?

Okey guys, sebelum kita masuk ketopik bahan bakar fosil, ada baiknya untuk kita perlu tau sebenarnya bahas bakar fosil itu yang gimana sih? Jadi, bahan bakar fosil adalah merupakan sisa-sisa mahkluk hidup mati dari zaman dahulu. Zaman dahulunya itu kapan? Tak sedikit orang yang mikir kalau bahan bakar fosil itu berbentuk dari fosil dinosaurus. Wahhh, itu nggak bener ya guyss.

Sebagian besar bahan bakar fosil kita berbentuk dari jasad renik tumbuhan, binatang dan alga yang hidup pada periode karbon. Jadi, sekitar 300 juta tahun yang lalu (100 juta tahun lebih tua dari periode Dinosaurus). 300 juta tahun yang lalu itu adalah masa ketika terdapat banyak rawa besar dan dangkal di permukaan bumi. Keberadaan rawa amatlah penting karena memperbesar kemungkinan untuk mempertahankan kondisi utuh organisme yang telah mati. Jasad renik tidak akan bisa jadi bahan bakar fosil jika mati di atas tanah kering karena akan mudah terurai dan membusuk. Tapi jika mati di dalam rawa dan tenggelam hingga ke dasarnya, organisme Periode Karbon akan dengan cepat tertutup pasir dan tanah liat yang membuatnya semakin terkubur ke dalam dengan potensi energi mereka yang masih utuh.

Setelah ratusan juta tahun, semua organisme itu tergencet di bawah panas dan tekanan yang hebat dan terkonversi menjadi sumber energi yang berwujud padat, cair, atau gas, masing-masing adalah batu bara padat, minyak bumi cair, dan gas alam. Nah, ketiga bentuk sumber energi inilah yang digunakan manusia untuk dibakar. Lho kok dibakar? Iya, perlu dibakar untuk bisa dikonversi ke bentuk energi yang lain, misalnya listrik dan tenaga penggerak piston, dinamo dan lain-lain. Gimana, mungkin lo udah sedikit paham dong pengertiannya. Nah, sekarang kita bisa masuk ke pembahasan yang kedua meliputi penggunan bahan bakar fosil, yaitu

  • Pemanasan Global dan
  • Keterbatasan Sumber Energi Fosil.

Pemanasan Global

Kalau membahas soal perubahan iklim, pemanasan global atau global warning, mungkin kesannya rada basi ya. Yah, hal tersebut udah sering banget kita dengar, mulai dari kampanye aktivis lingkungan, himbauan dari pemerintah bahkan mungkin sempat jadi program kegiatan disekolah-sekolah. Dari kegiatan earth hour untuk matiin lampu, kampanye untuk hemat listrik, penanaman bibit pohon, kampanye menggunakan transportasi umum bersepeda dan lain-lain deh. Nah, sebetulnya itu semua ngaruh nggak sih? Sebetulnya ada apa sih dengan global warning sampai hal sedemikan itu terus diangkat-angkat? Apakah global warning ini ancaman yang bener-bener nyata? Kalau emang beneran bahaya, emang sejauh mana sih ancaman nyata buat kehidupan manusia saat ini?

Okay, untuk menjawab semua pertanyaan itu, untuk sementara kita coba abaikan saja dulu sejenak berbagai celotehan para politisi, LSM lingkungan, dan pembuat film tentang perubahan iklim. Kita fokus aja fakta-fakta yang bisa kita gali berdasarkan sumber data yang jelas. Baru berdasarkan fakta-fakta tersebut, kita bisa mendapatkan kesimpulan yang lebih konkrit terkait isu lingkungan ini.

  • Fakta 1. Pembakaran Bahan Bakar Fosil Membuat Kadar CO2 di Atmosfer Meningkat

Pasti lo bingungkan kenapa tiba-tiba gue langsung loncat ngomongin CO2 di atmosfer. Tenang guys, nanti gua akan jelasin kenapa kadar CO2 di atmosfer ini ngaruh banget dengan pemanasan global. Tapi sekarang ini, kita fokus aja dulu ya sama fakta hubungan sebab akibat pembakaran bahan bakar fosil dengan peningkatan kadar CO2.  Buat lo yang ngeh, mungkin akan bertanya, kenapa sih pembakaran bahan bakar fosil mengemisikan CO2? Jawabanya simpel banget guys. Pembakaran adalah proses kebalikan dari fotosintesis. Gue yakin sejak SD lo pasti udah belajar dong tentang bagaimana reaski fotosintersi, iyakan?

Tumbuhan mengambil CO2 dari udara dan menyerap energi cahaya matahari untuk memecah CO2 menjadi karbon C dan oksigen (O2). Oksigen diemisikan sebagai produk sisa yang ternyata dimanfaatkan hampir seluruh makhluk hidup bumi buat bernapas. Karbon dan energi cahaya matahari menetap dalam tubuh tumbuhan sebagai energi kimia C6H12O6 yang dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan itu sendiri. Dengan kata lain, kayu pada dasarnya adalah blok karbon yang menyimpan energi kimia.

Ketika lo membakar sebatang kayu, apa yang lo lakukan adalah sedang membalikkan reverse proses fotosintesis. Ingat, pembakaran sesuatu itu perlu oksigen kan. Jadi, kalo ngebakar kayu, glukosa C6H12O6 tadi tinggal ditambah oksigen aja. Ketika molekul oksigen di sekitar kayu bergerak cukup cepat dan menabrak molekul karbon di kayu, mereka akan menyatu kembali sebagai CO2. Penyatuan kembali ini melepaskan energi kimia, yang memicu molekul-molekul oksigen di sekitarnya untuk bergerak makin cepat. Semakin cepat, semakin banyak molekul oksigen yang menyatu kembali dengan molekul karbon di dalam kayu. Reaksi ini begitu berantai sehingga terbakarlah kayu tersebut. Jadi, pembakaran sebatang kayu adalah proses karbon di dalam kayu bergabung kembali dengan oksigen di udara dan terlepas sebagai CO2.

Dalam konteks bahan bakar fosil, perlu diingat bahwa minyak bumi, batu bara, dan gas alam itu semua berasal dari hewan dan tumbuhan yang hidup jutaan tahun yang lalu. Makhluk hidup itu tersusun dari C, H, dan O, persis seperti reaksi kimia di atas. Jadi bisa dibilang membakar bahan bakar fosil itu sama artinya dengan membalik reaksi fotosintesis sehingga menghasilkan CO2 lebih banyak.

Nah, begitu kira-kira konsep dasarnya. Tapi gimana dengan data di lapangan? Seperti yang gue sebut di atas dan di artikel gue sebelumnya, penggunaan bahan bakar fosil itu meningkat sejak Revolusi Industri. Berikut grafik emisi CO2 dari pembakaran bahan bakar fosil dan industri semen sektor industri yang paling banyak mengemisikan CO2 dari tahun ke tahun.

Grafik yang ada diatas jelas menunjukan bahwa emisi karbon dari masa Revolusi Industri di tahun 1751 sampain 1905 hanya memakan seporsi kecil dibandingkan emisi karbon manusia modern sekarang. Bahkan disitu sangat terlihat jelas kalau setelah adanya Revolusi Industri, emisi CO2 dari pembakaran fosil meningkat drastis. Nah, ini artinya semakin banyak karbon yang kita pancarkan ke atmosfer dalam 200 tahun terakhir. Ehhh, tapi bukannya kita ada siklus karbon ya? Melalui siklus karbon kan seharusnya dapat terserap kembali oleh tumbuhan, tanah dan air?

Iya memang benar ada karbon yang diserap kembali oleh tumbuhan, tanah dan air. Tapikan jumlah karbon yang terserap kembali masih lebih kecil daripada karbon yang kita emisikan ke atmosfer. Nggak percaya? Nanati datanya bisa lo lihat pada gambar berikut, di mana bisa kita lihat ada kelebihan CO2 sekitar 4 gigaton di atmosfer yang tidak keserap balik oleh siklus karbon.

Data di atas bisa kita perkuat lagi dengan melihat konsentrasi CO2 di atmosfer. Sejak 1958, ilmuwan Charles Keeling mulai mengukur konsentrasi CO2 di atmosfer dari sebuah observatorium di Mauna Loa di Hawaii. Ini hasilnya:

Garis zig-zag merah menunjukkan konsentrasi CO2 yang naik turun dalam setahun. Pada musim panas, tumbuhan banyak menghisap CO2 untuk aktif-aktifnya berfotosintesis karena dapat banyak paparan sinar matahari. Lalu, konsentrasi CO2 di atmosfer naik lagi pada musim dingin ketika banyak daun tumbuhan yang mati, menyebabkan banyak karbon terurai lagi ke atmosfer. Tapi jelas grafik di atas menunjukkan tren bahwa dari tahun ke tahun, konsentrasi CO2 terus meningkat.

Selain itu, teknologi pengeboran es memungkinkan ilmuwan untuk mengumpukan data akurat mengenai konsentrasi CO2 selama 400.000 tahun terakhir. Kok bisa tau akurat dengan rentang waktu selama itu? Iya, soalnya lapisan es di kutub itu adalah salah satu specimen paling murni yang tidak terkontaminasi oleh perubahan kadar karbon. Jadi bisa dibilang sampel-sampel es di kutub itu merekam kandungan karbon di atmosfir selama ratusan ribu tahun. Ini data yang mereka temukan:

Selama ratusan ribu tahun, rupanya konsentrasi CO2 di atmosfer naik turun antara 180-300 ppm (part per million) selama 400.000 tahun terakhir, ga pernah melampaui 300. Tiba-tiba pada satu abad terakhir, kadarnya melonjak hingga 403 ppm! Ini artinya, untuk setiap satu juta molekul di atmosfer, 403 di antaranya sekarang adalah karbon dioksida. Konsentrasi CO2 tertinggi dalam 400.000 tahun terakhir.

  • Fakta 2. Ketika Kadar CO2 di Atmosfer Naik, Suhu Juga Ikut Naik

Inti es yang digali ilmuwan tidak hanya menyingkap kadar CO2 dari ratusan ribu tahun lalu, tapi juga mengungkap tren suhu bumi.

Garis warna biru adalah suhu planet Bumi, sementara garis hijau adalah kadar CO2 di atmosfer. Rasanya sih ga sulit ya melihat korelasinya. Ketika kadar CO2 (garis hijau) meningkat, grafik suhu juga ikut meningkat (warna biru). Begitu pula sebaliknya. Alasannya sih simpel. CO2 adalah gas yang sifatnya mirip dengan rumah kaca. Makanya CO2 sering disebut dengan gas rumah kaca (greenhouse gas). Kenapa sih disebut gas rumah kaca? Gue perlu ceritain dulu nih tentang rumah kaca yang asli.

Rumah kaca beneran banyak digunakan untuk bercocok tanam. Normalnya, ketika sinar matahari mengenai suatu benda, sinarnya akan memantul kembali. Tapi kaca memungkinkan sinar matahari yang seharusnya mantul keluar, malah terjebak dalam rumah kaca. Ini membuat suhu dalam rumah kaca tetap hangat dan kondusif untuk pertumbuhan tanaman.

Ada beberapa bahan kimia di atmosfer kita yang bekerja persis banget seperti efek rumah kaca, salah satunya adalah gas CO2. Ketika sinar matahari jatuh ke bumi, ketika mau memantul balik, eh diblok oleh lapisan gas CO2 hingga menyebarkan sinarnya ke seluruh atmosfer, kejebak deh energi mataharinya. Bumi pun menghangat.

Pengaruh Kadar CO2 di Atmosfer dengan Suhu Rata-rata Sebuah Planet

Untuk makin memperjelas bagaimana CO2 mempengaruhi suhu sebuah planet, mari kita lakukan perbandingan dengan planet-planet tetangga kita. Mars mempunyai suhu rata-rata 55OC. Dingin buanget! Sementara Venus malah sebaliknya, suhu rata-ratanya mencapai 462OC! Apa yang membuat perbedaan suhu antara kedua planet ini? Kuncinya ada di CO2.

Mars punya atmosfer yang lebih tipis dari Bumi sehingga energi matahari yang udah masuk dengan gampangnya lepas lagi. Di sisi lain, atmosfer Venus jauh lebih tebal dengan kadar CO2-nya 300x lipat kadar CO2 bumi! Makanya atmosfer Venus bisa menjebak banyak panas.

Kita lihat contoh lain pada Planet Merkurius yang lebih dekat dengan matahari dibanding Venus. Merkurius ini tidak punya atmosfer, tapi lebih dingin dari Venus. Lho kok bisa? Selama siang, Merkurius sama panasnya dengan Venus karena langsung keekspos sama paparan sinar matahari. Tapi pada malam hari, suhunya jauh di bawah titik beku air. Kenapa? Karena Merkurius nggak punya atmosfer, jadi nggak bisa menjebak energi panas dari matahari. Di sisi lain, Venus pada malam hari sama panasnya dengan siang hari karena energi panas dari matahari kejebak permanen oleh atmosfer tebalnya yang banyak mengandung CO2.

So, berdasarkan grafik dan perbandingan fakta suhu di tiga planet tetangga kita, rasanya udah jelas banget ya kenapa peningkatan CO2 di atmosfer bumi juga akan meningkatkan suhu Planet Bumi.

Berapa sih kenaikan suhu rata-rata bumi selama 200 tahun belakangan?

Dengan dilepaskannya jutaan karbon kuno melalui pembakaran fosil dalam 100-200 tahun terakhir, suhu bumi sekarang udah meningkat sejauh mana sih? Kalo dibandingin dengan sebelum Revolusi Industri, suhu rata-rata bumi kita sekarang telah naik hampir 1OC. Tapi kalo kadar CO2 terus meningkat, suhu juga akan terus meningkat. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), sebuah badan yang disokong PBB berisi 1.300 ilmuwan ahli independen dari berbagai negara, merilis laporan yang memprojeksikan kenaikan temperatur tersebut dari analisis beberapa lab independen. Hasil analisis dari berbagai lab tersebut konsisten menunjukkan tren yang sama. Berikut adalah prediksi dari berbagai lab tersebut jika diasumsikan umat manusia tetap terus bergantung pada industri bahan bakar fosil.

IPCC juga melaporkan bahwa 90% perubahan di kadar CO2 dan suhu bumi sekarang disebabkan oleh aktivitas manusia. “Ah tapi kan suhu rata-rata bumi baru naik 1OC dibandingkan 200 tahun yang lalu. Kecil lah itu. Udah heboh sama bahan bakar fosil, tapi nyatanya baru naik 1OC. Pfft..” Nah, kalo gitu kita masuk pertanyaan selanjutnya: butuh perubahan suhu berapa derajat sih untuk membuat kehidupan di bumi terancam?

  • Fakta 3. Tidak Perlu Perubahan Suhu Begitu Banyak untuk Menciptakan Malapetaka bagi Kemanusiaan

18.000 tahun lalu, suhu rata-rata bumi 5OC lebih rendah dari suhu rata-rata bumi sekarang. Dengan suhu 5OC lebih rendah dari sekarang, 18.000 tahun lalu, negara-negara di belahan utara bumi, seperti Kanada, negara-negara Skandinavia, dan Inggris, ditutupi oleh es. Indonesia, masih bersatu dengan negara-negara Asia Tenggara lainnya dalam satu daratan (Paparan Sunda). Inilah keadaan bumi pada Ice Age terakhir tersebut.

Kebalikannya, 100 juta tahun lalu, suhu rata-rata bumi 6-10OC lebih tinggi dari sekarang. Suhu yang lebih tinggi 6-10OC dari sekarang, sudah cukup membuat semua es di bumi mencair. Saat itu, seluruh kawasan di bumi bersifat tropis, tidak ada es di mana-mana dan permukaan laut 200 meter lebih tinggi dari sekarang. Kebayang kan kekacauan yang akan terjadi jika perubahan lingkungan sedrastis itu terjadi dalam periode waktu yang singkat?

Dengan keadaan suhu rata-rata bumi saat ini, manusia abad ke-21 berada di jendela waktu yang cukup kecil, diilustrasikan lewat timeline garis waktu berikut.

Sejarah bumi dan ilustrasi timeline suhu di atas menunjukkan bahwa kenaikan dan penurunan 1oC saja itu sangat berarti. Perbedaan 1oC mungkin tidak terlalu berasa oleh kulit manusia, tapi yang kita bicarakan di sini adalah alam dan keseimbangan planet kita secara keseluruhan.

Berikut adalah sedikit ilustrasi dari dampak kenaikan suhu rata-rata Bumi yang sebenarnya udah mulai kita rasakan juga sekarang.

  • Kekeringan akan lebih banyak melanda berbagai wilayah yang nantinya ngaruh sama persediaan air bersih, listrik, dan ketersediaan makanan.
  • Pola hujan dan salju berubah sehingga cuaca makin susah ditebak. Ini adalah kabar mengerikan bagi keberlangsungan sektor pertanian dan perikanan sebagai sumber pangan kita.
  • Lapisan es di darat dan laut mencair sehingga permukaan air laut naik. Ini akan mengancam keberadaan beberapa kota di dunia dan mengurangi daerah pemukiman.
  • Keasaman laut meningkat yang mengancam habitat laut. Jika eksistensi spesies laut terancam karena laut menjadi lebih asam, sumber makanan manusia dari sektor kelautan juga menjadi terbatas.

Ujung-ujungnya manusia juga deh yang pusing akibat dampak kenaikan suhu rata-rata Bumi. Kalo bisa gua sederhanakan dalam silogisme logika berdasarkan tiga fakta yang gua jabarkan di atas.

Membakar bahan bakar fosil menciptakan malapetaka

Okay, kira-kira itulah ulasan gua terkait isu pemanasan global serta alasan kenapa penggunaan bahan bakar fosil berpotensi mengancam peradaban manusia. Nah, sekarang kita masuk ke 1 isu lagi yang memperkuat alasan kenapa kita harus segera meninggalkan ketergantungan pada bahan bakar fosil.

KETERSEDIAAN BAHAN BAKAR FOSIL TERBATAS

Ketika ditemukan pertama kali pada abad ke-19, bahan bakar fosil terlihat seperti harta karun energi bawah tanah yang tiada habisnya. Kenyataannya, meskipun beberapa kali ditemukan sumber baru, persediaan bahan bakar fosil bumi ini terbatas. Kapan sih kita bakal kehabisan persediaan bahan bakar fosil? Nggak semudah itu jawabnya. Ada situs yang membuat laporan bahwa waktu kita terbatas seperti terlihat pada grafik berikut.

CIA World Factbook mengingatkan kita bahwa ketika persediaan minyak dan gas alam udah habis, penggunaan batu bara akan meningkat, semakin menipislah waktu kita untuk segera berpikir untuk memakai sumber energi baru.

Tapi ada juga nih yang bilang kalo data-data di atas cuma merepresentasikan cadangan yang udah ditemukan aja. Nyatanya, tiap tahun, kita menemukan cadangan bahan bakar fosil yang baru, seperti minyak yang terkunci di pasir tar atau cadangan hidrat metana yang melimpah di bawah dasar laut. Memang sih, di satu sisi manusia juga mengembangkan teknologi baru untuk bisa menjangkau cadangan-cadangan baru ini, seperti fracking atau pengeboran horizontal. Di satu sisi mungkin emang bisa jadi kita ga bakal kehabisan bahan bakar fosil selama berabad-abad mendatang.

Tapi masalahnya, kalo pun benar kita ga habis dalam waktu dekat, tapi suatu hari nanti mau gak mau bahan bakar fosil pasti akan habis. Kenapa? Ya karena bahan bakar ini bukan seperti tanaman yang bisa kita kendalikan siklus energinya untuk terus kita panen lagi, bukan juga seperti hewan ternak yang terus bisa kita kembangkan. Bahan bakar fosil adalah sumber daya yang terbatas yang ketersediaannya tidak bisa kita ciptakan ataupun kendalikan.

Di sisi lain, dengan semakin ditemukannya sumber energi bahan bakar fosil baru, kita juga akan dihadapkan pada masalah serius lain, yaitu dari sisi ekonomi global. Lho kok bisa begitu? Kalau lo update dengan dunia industri tambang baru-baru ini, mungkin lo sempat dengar ada kebijakan layoff (PHK) oleh banyak perusahaan tambang karena ditemukan sumber cadangan baru di US. Hal itu membuat, harga minyak di Arab menjadi turun agar tetap bisa bersaing dengan industri baru di Amerika. Dengan semakin turunnya harga minyak dunia, industri ini pun harus mengambil sikap tegas untuk bisa tetap bertahan.

Tapi apakah dengan terus ditemukan cadangan baru, harga minyak dunia akan terus turun? Ya nggak juga. Awalnya aja turun, tapi lama-kelamaan harga akan merangkak naik lagi seiring berkurangnya cadangan tersebut. Lalu, mau sampai kapan pula kita terus-terusan mengandalkan cara tersebut? Apakah kita akan terus mencari dan mencari hingga akhirnya kita benar-benar kehabisan? Kalo kita kehabisan persediaan bahan bakar fosil kapanpun itu terjadi dan dunia masih sangat bergantung dengan bahan bakar fosil seperti sekarang, masalahnya akan terjadi krisis ekonomi besar-besaran.

Ketika bahan bakar fosil menjadi semakin langka, harganya akan meroket. Kemudian, banyak pihak yang akhirnya terdesak untuk buru-buru mengembangkan teknologi energi terbarukan. Tapi semuanya sudah terlalu terlambat untuk mencegah krisis ekonomi global.

Intinya, di masa yang akan datang, kita nggak punya pilihan selain berhenti menggunakan bahan bakar fosil sebagai sumber energi utama karena 2 alternatif alasan: antara sumber energinya sudah habis atau jadi sangat terlalu mahal.

Dulu sebelum revolusi industri di tahun 1800, kita nggak kenal tuh yang namanya bahan bakar fosil. Energi yang kita gunakan masih terbatas. Semua yang kita pakai adalah energi yang terbaharukan dan bersih. Ini digambarkan dengan warna hijau pada diagram di atas. Berikutnya ketika kita mulai menemukan mesin uap, mobil, dan sebagainya, mulailah kita bergantung dengan bahan bakar fosil. Ini digambarkan dengan warna hitam di diagram di atas. Sekarang pertanyaannya adalah, kapan kita bisa mulai masuk ke zona warna kuning? Dan bagaimana caranya? Ntr gue coba bahas diartikel gue selanjutnya hehehe…

Pada artikel ini, gue hanya ingin berbagi pengetahuan, terutama pada generasi muda, bahwa pemanasan global dan perubahan iklim adalah ancaman nyata bagi keberlangsungan peradaban manusia. Sumber masalah terbesarnya terletak pada penggunaan bahan bakar fosil dengan 2 isu mendasar yang meliputinya:

  • Membakar bahan bakar fosil membuat kadar CO2 di atmosfer naik. Dengan peningkatan CO2 di atmosfer, maka suhu planet Bumi akan meningkat karena energi panas matahari tertahan di atmosfer. Sementara itu, perubahan suhu sedikit saja ini cukup mendatangkan musibah bagi peradaban manusia.
  • Bahan bakar fosil akan menjadi terlalu langka atau terlalu mahal untuk didapatkan jika kita terus bergantung pada mereka sebagai sumber energi. Hal ini bisa menjadi potensi bahaya yang baru, terutama dari sisi ekonomi global.

Pilihan yang kita buat sekarang dan pada beberapa dekade mendatang akan menentukan peradaban manusia. Terus gimana solusi konkrit bagi kita semua agar bisa terlepas dari malapetaka ini? Tunggu ceritanya di artikel berikutnya yah!

Dengan Cara Ini, Pemerintah Bisa Aja Lho Menaikan Nilai Mata Uang Rupiah

Welcome to my blog guys, balik lagi sama gue, Eri. Mungkin ini untuk yang kesekian kalinya gue berbagi ilmu tentang topik Ekonomi. Ciee sombong. Okey sob, sebelum gue memulainya, gue pengen nanyak nih sama lo semua, pernah nggak sih lo merasa penasaran dengan nilai mata uang Rupiah kita yang terus berfluktuasi terhadap mata uang asing?

Yah, sebagian dari lo gua yakin pasti suka iseng melihat kurs Rupiah terhadap USD untuk melihat posisinya lagi naik atau turun, iyakan? Tak lain biar lo bisa beli sesuatu yang lo inginkan dengan budget yang terjangkau. Mungkin ada juga yang suka sebel, kenapasih nilai tukar Rupiah dengan USD nggak turun-turun? Kan kalau nilai tukar Rupiah menguat terhadap USD, otomatis kan kita bisa dapat harga murah untuk membeli barang impor seperti smartphone, laptop, game dan lain-lain.

“Duh, nilai tukar Rupiah terhadap USD kok nggak turun-turub sih? Ini pemerintah nggak becus ya ngusrusi ekonomi? Harga gadget kan kian melambung tinggi.”

Sebenernya ya, nih kalau mau tau, gue kasih bocoran dikit deh. Pemerintah itu sebenarnya bisa aja mengeluarkan kebijakan untuk meningkatkan nilai tukar Rupiah, supaya mata uang rupiah meningkat terhadap USD. Misalnya Pemerintah mengeluarkan kebijakan agar nilai tukar Rupiah dengan USD bisa mencapai Rp 11.000. Itu bisa saja dilakukan loh.

“Loh bisa toh? Terus kalau Pemerintah bisa melakukan kebijakan kayak gitu, kenapa nggak dilakukan dari dulu?”

Tenang guys, santai ini gue jelaskan kok disini. Bocoran gue mengenai kebijakan pemerintah terhadap mata uang belum kelar disini. Sebetulnya sih, tidak cuma kebijakan untuk menguatkan nilai tukar Rupiah saja, pemerintah itu bisa saja lho mengambil kebijakan untuk mematok nilai tukar Rupiah terhadap USD lebih tinggi dari sekarang, misalnya begini, pemerintah mematok harga Rp 15.000 = 1 USD. Nah, lo kok malah gitu? Biar lo lebih-lebih penasaran, gue coba kasih tau kekuatan pemerintah yang satu lagi. Selain dapat mematok nilai tukar Rupiah, pemerintah juga bisa lho memberlakukan kebijakan pemotongan nilai nominal Rupiah. Jadi, misalnya lo memiliki uang Rp 1.000.000, pemerintah bisa aja melakukan kebijakan untuk memotong nilai nominalnya menjadi Rp 1.000. 

Wiihhh, lo yang bener aja deh? Kalau memang bisa begitu berarti pemerintah sakti banget dong. So, apa gunannya sih memotong nilai nominal Rupiah? Trus apa coba untungnya mematok nilai tukar Rupiah? Bukankah itu akan merugikan pemerintah?

Nah, pada kesempatan ini gue juga akan membahas berbagai kebijakan ekonomi yang bisa dilakukan oleh pemerintah, khususnya terkait dengan nilai mata uang Rupiah. Dari bentuk kebijakannya, bagaimana teknis pelaksanannya dan apa konsekuesi maupun risiko yang bisa dialami jika pemerintah memberlakukan kebijakan-kebijakan tersebut. Berikut adalah beberapa nama kebijakan pemerintah yang akan gue bahas disini. Scrool kebawah terus guysss….

  • Redenominasi
  • Sanering
  • Revaluasi
  • Devaluasi

Selain keempat nama diatas, gue juga akan bahas sedikit memberi penjelasan tentang 2 kondisi ekonomi terkait mata uang yang disebut dengan Apresiasi dan Depresiasi. Oke guys, langsung saja kita mulai pembahasan kebijakan yang pertama yaaa…

Kebijakan Redenominasi

Sebelum gue bahas apa itu redenominasi, gue akan memulainya dengan mengambil contoh tentang harga suatu barang impor, katakanlah sebuah tas dengan harga 20 USD. Nah, jika harga tas tersebut di Amerika senilai 20 USD, berapa konversi harga tas itu di Thailand,Indonesia dan Malaysia jadinya tuh? Gampang deh, tinggal mengkonversi USD 20 menjadi mata uang negara-negara tersebut. Jadi, harga tas itu di masing-masing negara dalam mata uang lokal adalah :

Melihat tabel diatas terlihat jelas kalau harga tas dalam Rupiah angkanya banyak banget kan. Yah, mungkin bagi kita yang tinggal di Indonesia melihat nominal uang ratusan ribu atau bahkan jutaan itu wajar-wajar aja. Karena dalam kehidupan sehari-hari kita melakukan transaksi dengan jumlah nomilan yang besar, puluhan ribu bahkan ratusan ribu.

Nah, lantas bagaimana dengan orang asing yang sangat awam dengan rupiah. Jelas dong, angka nominal uang yang terlampau besar itu sangat tidak bagus bagi psikologi terlebih dalam perdagangan internasional. Meskipun kita lihat nilai sama-sama 2o USD, akan tetapi konversi pada nominal yang besar secara tidak langsung memberi kesan barang tersebut bernilai tinggi. Disisi lain, jumlah nominal yang besar juga memberikan kesan yang buruk bagi kestabilan ekonomi negara tersebur. Why? Karena jumlah nominal yang besar pada sebuah mata uang, dapat memberi kesan bahwa negara tersebut seringkali mengalami hyper-inflation, seperti yang pernah dialami oleh negara Zimbabwe. Sekali lagi, dampak psikologi ini mungkin sangat sulit dicerna oleh kita yang udah terlalu  terbiasa bertransaksi dengan mata uang Rupiah. Tapi bagi orang asing yang tidak terbiasa melihat nominal Rupiah, bisa jadi memberikan efek psikologis yang kurang bagus bagi perdagangan.

Sampai disini apakah lo masih nggak percaya? Okey, coba deh kita konversikan harga tas itu ke Dollar Zimababwe era 10 tahun lalu. Di akhir tahun 2017, nilai tukar mata  uang negara itu adalah 1 USD sama dengan ZWD 4.000.000 gila nggak? Jadi, kalau gitu, harga tas yang tadi tuh di Zimbabwe kan jadinya ZWD 80.000.000 bused dah. Pasti deh terlintas dipikiras lo, gila aja tas sekolah harganya sampai 80 juta gitu. Dibuat pakek emas kali ya? Padahal kalau kita liat nilai tukarnya, harga segitu kan sebenarnya senilai 20 USD atau jika kita rupiah berkisar 270.000. Iya nggak? Nah, pikiran yang sama tentang harga dalam rupiah itu pun terlintas di kepala orang-orang mungkin terbiasa ngelihat harga barang-barang dalam jumlah digit yang sedikit.

Makanya kemudian Pemerintah negara yang punya nilai tukar dengan digit yang banyak cenderung ingin membuat mata uang mereka jadi lebih simpel. Caranya adalah dengan melakukan kebijakan redenominasi, yaitu penyederhanaan mata uang dengan cara ngurangin digit angka 0 di mata uangnya. Berapa digit yang dikurangi, itu tergantung dari kebutuhan aja. Negara kita beberapa tahun terakhir ini banyak ngomongin tentang pengurangan 3 digit terakhir. Jadi intinya angka 0 di mata uang kita dihilangkan 3 angka, jadi kayak gini :

Redenominasi ini biasanya dilakukan sebuah negara yang memiliki kondisi perekonomian yang stabil dan dengan persiapan yang matang. Jadi hal ini dilakukan justru untuk membuat negaranya berkembang ke arah yang semakin baik lagi. Pada intinya, redenominasi ini bener-bener murni cuma menyederhanakan angka di mata uang negara itu aja. Jadi nilai mata uangnya itu sendiri sih nggak berubah. Misalnya contoh tas tadi ya harganya kan Rp. 270.000 tuh, ya kalau pemerintah melakukan redenominasi, berarti harga tas itu jadi Rp. 270, gitu.

Dengan begitu, apakah semua masyarakat mendadak jadi miskin? Tidak guys, karena orang yang punya kekaayaan, misalnya 100.000.000 mendadak jadi cuma Rp 100.000? Ya nggak dong, kan semua harga barang juga serentak jadi turun digitnya. Makanya, kebijakan redenominasi ini pastinya nggak akan langsung begitu saja, jelas ini ada proses perlahan secara bertahap. Contohnya, proses transisi dari desain uang kertas yang perlahan-lahan agar kondisi psikologis masyarakat juga bertransisi dalam proses yang bertahap. Berikut gue akan kasih ilustrasi perubahan desain uang kertas rupiah jika diberlakukan redenominasi.

Kebijakan Sanering

Next adalah kebijakan ekonomi yang bernama sanering. Konsepnya, pemerintah melakukan pemotongan nilai uang sehingga daya beli masyarakat jadi turun. Wah, kok pemerintah jahat banget melakukan pemotongan nilai uang? Maksudnya gimana nih? Okey, kita langsung masuk ke contoh kasus nyata aja ya.

Seperti apa yang udah kita ketahui bahwa Indonesia sendiri pernah melakuan kebijakan sanering, wah kapan? Udah lama bro, di tahun 1950 dan 1959 negara kita pernah melakukan hal tersebut. Untuk contoh, mungkin bisa diangkat yang tahun 1950, tepatnya tanggal 10 maret 1950, yang dikenal sebagai kebijakan, Gunting Syafruddin. Hal ini dilakukan di tengan situasi ekonomi Indonesia yang saat itu sangatlah terpuruk, utang menumpuk, inflasi tinggi dan harga melambung jauh.

Menurut kebijakan Gunting Syafrudin itu, uang merah atau uang NICA dan uang De Javasche Bank dari pecahan Rp 5 ke atas digunting menjadi dua. Digunting itu maksudnya beneran uang kertas tersebut dipotong jadi dua bagian, ya. Guntingan kiri tetap berlaku sebagai alat pembayaran yang sah dengan nilai setengah dari nilai semula sampai tanggal 9 Agustus pukul 18.00. Kemudian pada durasi waktu 22 Maret – 16 April 1950, bagian kiri itu harus ditukarkan dengan uang kertas baru di bank dengan nilai setengah dari nilai semula. Lebih dari tanggal tersebut, maka bagian kiri itu tidak berlaku lagi.

Kemudian guntingan yang sebelah kanan, dinyatakan tidak berlaku untuk bertransaksi. Tetapi dapat ditukar dengan obligasi negara surat utang negara sebesar setengah dari nilai semula dan akan dibayar 30 tahun kemudian dengan bunga 3% setahun. Dengan demikian, rakyat jadi seolah-olah dipaksa untuk menurunkan daya beli mereka dan separuh kekayaan rakyat dipinjamkan kepada negara selama 30 tahun. Kebijakan ini memang sangat kontroversial tapi memang diperlukan untuk menyelamatkan ekonomi dari krisis yang berkepanjangan.

Secara teknis, sanering ini bertujuan untuk mengurangi jumlah uang beredar akibat harga barang-barang melonjak tinggi hiperinflasi. Makanya biasanya sanering itu dilakukan secara mendadak, tanpa persiapan apa-apa dan dilakukan pada kondisi perekonomian yang sedang buruk. Dengan kebijaksanaan yang kontroversial itu, Syafruddin bermaksud sekali pukul menembak beberapa sasaran:

  • Pertama, penggantian mata uang yang bermacam-macam dengan mata uang baru yaitu Rupiah.
  • Kedua, mengurangi jumlah uang yang beredar untuk menekan inflasi dan dengan harapan harga barang jadi turun,
  • Ketiga, mengisi uang kas Pemerintah dengan bentuk pinjaman wajib bagi masyarakat yang besarnya diperkirakan akan mencapai Rp 1,5 miliar.

Kebijakan Devaluasi

Selain redenominasi dan sanering, Pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan untuk menurunkan nilai mata uang negaranya, yang dikenal dengan istilah devaluasi. Loh, apa maksudnya menurunkan nilai mata uang? Bukannya kalau diturunkan malah justru merugi? Oke gue jelasin dulu situasinya.

Pemerintah Indonesia pernah melakukan devaluasi beberapa kali di masa lalu. Biasanya devaluasi dilakukan ketika Pemerintah merasa nilai mata uangnya terlalu tinggi. Nah, ini gue tampilin tabel devaluasi Rupiah yang pernah Indonesia lakukan, ya:

Kok, katanya devaluasi itu menurunkan nilai mata uang suatu negara, kalo kita liat tabel di atas, nilai tukar Rupiah terhadap Dollar AS malah makin gede ya setelah kebijakan devaluasi? Iya dong, semakin gede angka nilai tukar kita, kan berarti semakin kecil nilai Rupiah. Kalau 1 USD = IDR 13.500 itu artinya nilai Rupiah lebih rendah daripada kalau 1 USD = IDR 10.000. Iya kan?

Terus gimana sih teknisnya supaya nilai Rupiah bisa diturunkan? Sederhananya sih, pelemahan nilai Rupiah ini bisa ditentukan dipatok langsung oleh keputusan Pemerintah, melalui bank sentral. Mekanismenya adalah dengan mengintervensi demand dan supply mata uang domestik dengan menggunakan cadangan devisa negaranya.

Misalnya: Kurs 1 USD = IDR 10.000. Kemudian Pemerintah melakukan devaluasi sehingga 1 USD = IDR 12.500

Bentuk intervensi yang dilakukan Pemerintah Indonesia adalah membeli USD dan menjual Rupiah dengan jumlah luar biasa banyak, dengan menggunakan cadangan devisa negara. Dengan begitu, permintaan akan USD meningkat dan penawaran akan Rupiah menurun. Maka sebagai akibatnya, harga USD menjadi lebih mahal relatif terhadap Rupiah.

Nah, terus tujuannya untuk apa sih pemerintah melakukan devaluasi? Bukannya nilai tukar Rupiah terhadap USD jadi semakin melemah? Ya, kalau dari kacamata konsumen barang impor, memang kesannya penurunan nilai mata uang Rupiah ini merugikan. Tapi ya dunia ekonomi tidak sesederhana itu. Dalam memahami dunia ekonomi, lo harus membiasakan diri untuk melihat konteks yang luas. Jangan hanya melihat dari kacamata konsumen saja.

Ada beberapa dampak positif dari kebijakan ini, yang paling jelas diuntungkan adalah pengusaha eksportir dalam negeri. Jika nilai tukar USD menguat terhadap Rupiah, jelas pengusaha eksportir kita diuntungkan karena harga barang dan jasa Indonesia di pasar internasional jadinya lebih kompetitif murah yang didorong oleh biaya produksi yang jadinya lebih rendah. Akibatnya, produk-produk buatan Indonesia bisa lebih laku di perdagangan global. Hal ini, akan membuat para pelaku usaha dalam negeri lebih bersemangat dalam memacu tingkat produksi. Pendapatan ekspor kita tentunya akan mengalami percepatan.

Sebaliknya, impor malah akan berkurang, karena harga barang dari luar negeri akan terasa lebih mahal. Dalam hal ini memang lo yang suka berburu barang-barang impor akan terasa dirugikan. Tapi ya lo ga bisa ngeliat ekonomi dari sudut pandang sempti seperti ini saja. Karena mahalnya barang-barang impor, juga bisa mendorong masyarakat Indonesia untuk membeli produk-produk dalam negeri. Jadi kebijakan devaluasi ini bisa jadi salah satu langkah yang bisa diambil oleh Pemerintah kalo mereka mau mendorong ekspor dan menekan impor negaranya.

Kebijakan Revaluasi

Jika pemerintah mampu menurunkan nilai Rupiah, sebaliknya bisa nggak sih suatu negara meningkatkan nilai mata uangnya melalui sebuah kebijakan? Bisa dong, namanya revaluasi. Intinya ya kebalikannya dari devaluasi, dampaknya pun terbalik dari yang tadi udah kita bahas tuh. Kalo suatu negara melakukan revaluasi, maka ekspor akan menurun dan impor akan meningkat. Kebetulan sepanjang sejarah negara kita, pemerintah belum pernah nih melakukan revaluasi. Tapi secara teknis, sebetulnya hal ini bisa dilakukan.Wah, berarti dengan kondisi sekarang dimana 1 USD = Rp 13.500, Pemerintah sebetulnya bisa saja membuat kebijakan agar 1 USD = Rp 12.000 dong?

Iya, bisa-bisa saja. Tekniknya gimana? Sama seperti devaluasi, Pemerintah menggunakan cadangan kas negara untuk mengintervensi tingkat demand dan supply Rupiah terhadap USD. Dalam hal ini, Pemerintah ngeluarin cadangan kas (devisa) dalam bentuk Rupiah dalam jumlah yang sangat banyak dan memenuhi bursa perdagangan mata uang untuk menguatkan Rupiah. Ketika jumlah Rupiah meningkat di pasar, otomatis nilai tukar Rupiah menguat. Dengan begitu, tingkat daya beli masyarakat terhadap barang-barang impor juga meningkat konsumsi meningkat. Harga tas, sepatu, gadget, sampai item game digital yang dijual dalam bentuk USD juga jadi lebih murah. Seneng deh lo semua, hehe. Loh, kalau Pemerintah bisa melakukan kebijakan seperti ini, lantas kenapa kenapa nggak dilakukan?

Balik lagi, kita jangan melihat dunia ekonomi, hanya dari kacamata kita saja sebagai seorang konsumen. Melakukan kebijakan revaluasi tentunya ga bisa sembarangan, ada harga yang harus dibayar. Gampangnya ya konsekuensi dari kebijakan ini ya ngabisin cadangan kas devisa negara kita, hanya untuk menguatkan Rupiah terhadap USD. Padahal ya tentu Pemerintah memiliki hal-hal prioritas lain untuk mengalokasikan kas devisa negara kita, daripada “hanya” untuk menguatkan Rupiah dan membuat masyarakat kita jadi semakin konsumtif.

Perlu diketahui pula, bahwa sejak tahun 1999 negara kita udah mengadopsi sistem nilai tukar mengambang Floating Exchange Rate System. Artinya nilai tukar Rupiah akan terbentuk melalui mekanisme pasar demand dan supply. Jadi Pemerintah Indonesia memang sulit untuk melakukan intervensi dalam menentukan nilai tukar Rupiah, karena udah dilepaskan ke pasar mata uang tadi itu. Jadi dalam praktiknya di lapangan, kebijakan devaluasi dan revaluasi ini baru dapat dilakukan kalau negara yang bersangkutan menerapkan Sistem Nilai Tukar Tetap Fixed Excange Rate System. Sedangkan negara-negara yang menerapkan sistem nilai tukar mengambang, akan mengalami kondisi yang namanya Apresiasi dan Depresiasi.

Kondisi Apresiasi & Depresiasi

Dua hal ini sebenernya bukan merupakan kebijakan, tapi gue pikir penting juga untuk lo ketahui. Simpel kok, ketika mata uang suatu negara menguat, itu adalah kondisi yang dinamakan apresiasi. Sebaliknya, kalo kondisnya sedang melemah disebut depresiasi. Jadi secara sekilas kesannya apresiasi dan depresiasi ini mirip banget sama devaluasi dan revaluasi.

Hal yang membedakan adalah devaluasi dan revaluasi merupakan sebuah bentuk kebijakan yang secara proaktif diambil oleh Pemerintah. Jadi penguatan dan pelemahannya itu terjadi secara sengaja. Sedangkan apreasiasi dan depresiasi merupakan pergerakan nilai mata uang yang disebabkan oleh mekanisme pasar demand dan supply yang bisa dikatakan terjadi secara natural tanpa ada peran aktif dari Pemerintah.

Contohnya, waktu nilai tukar Rupiah terhadap USD jatuh pada 9 Januari 1998 USD 1 = IDR 11.000, USD mengalami apresiasi, dan sebaliknya, IDR mengalami depresiasi. Jadi, ketika Rupiah menguat, angka nilai tukarnya malah jadi lebih kecil. Sebaliknya, kalo Rupiah melemah, angka nilai tukarnya jadi lebih besar, jangan sampe kebalik, ya.

Nah, begitulah penjelasan singkat gue tentang berbagai kebijakan ekonomi Pemerintah yang berhubungan pergerakan mata uang dan nilai tukar kurs suatu negara. Mudah-mudahan artikel ini bisa jadi bahan pembelajaran untuk lo, terutama untuk memahami dunia ekonomi dan peran kebijakan ekonomi Pemerintah secara lebih jelas. Bahwa walaupun Pemerintah memiliki segudang kebijakan untuk mengontrol ekonomi, tapi pastinya dibalik semua kebijakan tersebut, ada konsekuensi dan risiko yang harus dicermati.

Jadi bagi lo yang bercita-cita masuk kuliah ekonomi dan kelak ingin jadi seorang ekonom handal. Mulai sekarang lo harus mulai melatih cara pandang lo agar bisa melihat dunia ekonomi dari kacamata yang luas, serta mencermati setiap rantai sebab-akibat, termasuk konsekuensi dan risiko dari setiap kebijakan ekonomi. See you next time, guys!

Pembahasan Produk Minuman Yang Katanya Berkhasiat, Benar Nggak Sih?

Welcome boss, balik lagi nih sama gue, Eri. Masih ingat nggak sama tulisan gue kemarin tentang perdebatan mengenai bumi bulat atau datar  melihat artikel tersebut cukup menjadi perbincangan hangat, untuk itu gue juga jadi ikutan tertarik nih untuk meluruskan beberapa salah pengertian tentang penjelasan ilmiah yang terlanjur dipercaya pada sebagian orang. Nah, but untuk blog gue kali ini gua hanya akan fokus pada satu topik aja yaa, ya itu tadi AIR. Yes right, plain old H2O. Zat yang umum banget kita temui sehari-hari ini tanpa disangka-sangka banyak diliputi oleh pseudoscience atau pemahaman yang keliru dari sisi sains.

Biar lebih spesifik, gue akan bahas tentang beberapa jenis air yang beredar di pasaran yang mungkin kalian semua pernah atau doyan banget minum. Tak ketinggalan juga nantinya gue akan bahas dari latar belakang sainsnya terutama kimia, supaya lo semua paham kenapa beberapa klaim yang di gembar-gemborkan di kemasan dan iklannya tidak didukung oleh bukti ilmiah yang akurat. Santai aja sob, gue pastiin nggak ribet kok. Well, sebelum gue memulainya, gue mau jujur dulu nih ke elo-elo semua, ditulisan ini gue nggak ada maksud sedikitpun untuk merendahkan suatu produk, merek, atau pihak yang bersangkutan. Gue cuma ingin menjelasin dan tulisan ini hanya untuk sharing pengetahuan agar kita sebagai konsumen dapat lebih cermat sebelum memutuskan untuk membeli produk, terlebih klaim produk yang terlampau tinggi. Yahh, gue harap nggak ada yang tersinggung dengan apa yang gue bahas disini :p. So, langsung aja kita mulai yaaa.

Berkenalan Dengan Air

Basicly, manusia itu terdiri dari 70% air, jadi air itu penting banget ya guys. Kita bisa lho bertahan tanpa makanan lebih dari seminggu, tapi nggak akan bisa bertahan hidup tanpa minum dalam beberapa hari doang. Walaupun kita butuh gula, protein, lemak, vitamin dan mineral dari makanan. Sejatinya, air adalah medium transportasi hampir seluruh bentuk energi dalam tubuh kita, yang nantinya akan dikeluarkan lewat keringat, urine dan pernapasan. Jadi, tubuh kita sangat bergantung sama air baik secara biologi maupun proses kimia yang berlangsung, makanya air yang datang untuk mengganti kembali air yang hilang juga harus berasal dari sumber yang baik dan terpercaya. Nah, air kayak apa sih yang kita butuhkan? Sederhana banget kok guys, asal :

  • Air tersebut nggak mengandung organisme yang menggangu manusia
  • Bahan kimia yang berbahaya
  • Dan gak terlalu pekat sama garam (bisa malah bikin dehidrasi sel karena osmosis).

Sebenernya dalam teori, minum air murni distilled water, dalam lab sering disebut aquades aja tuh udah cukup. Tapinya, air murni itu anyep, alias hambar, dan lebih enak kalo ada sedikit mineral garam yang terlarut sekitar 250 ppm. Inilah yang kita sebut sebagai air mineral.

Melihat vitalnya air bagi kehidupan kita, ada yang berpikir kalau kita memiliki beberapa cara yang bisa meningkatkan kualitas air yang kita minum, katakanlah dengan memberi energi, bikin lebih aktif, atau lain-lain, pasti kita jadi lebih sehat ya gak? Well, belum tentu dong. Sejauh ini klaim tersebut berasal dari pencipta produk-produk air yang mulai menjamur di pasaran untuk memenangkan perhatian konsumen. Pilihan mereka untuk mengembangkan produk air sangat gampang dimengerti. Harga dasar air biasa  itu cukup rendah. Jadi, kalau kita bikin produk yang bahan dasar utamanya air lalu dijual dengan harga tinggi, wah untungnya bakal gede banget tuh. Nah sekarang, yuk kita mulai kupas satu-satu, mulai dari yang paling sering kita lihat.

Mitos Pertama Air Beroksigen

Tentu kita tahu bahwa kita bernafas dengan menghirup oksigen. Bahkan jika dibandingkan dengan makanan dan minum, nyatanya oksigen lebih vital untuk kita dapat bertahan hidup. Bener bukan? Orang hanya bisa bertahan beberapa menit tanpa pasokan oksigen. Dengan fakta dasar seperti itu, orang mencoba untuk mengembangkan produk air yang mengandung molekul penting ini. Populer di kalangan atlet, kandungan oksigen dalam air beroksigen ini dipercaya bisa meningkatkan performa atletik dan dipercaya umum sebagai pemberi energi atau semacamnya. Lantas bagaimana sains dibalik air beroksigen ini. Yuk kita bahas.

  • Isu Pertama – Kadar Oksigen

Pertanyaan pertama yang harus kita jawab adalah berapa sih kadar oksigen yang ada di dalem air yang diisi oksigen ekstra? Dalam penelitiannya, Hampson dan kawan-kawan mengukur kadar oksigen di lima produk air hyperoxygenated dan paling tingginya mencapai 80 mL oksigen per Liter air di suhu dan tekanan standar atau STP. Udara yang kita hirup dalam napas mengandung sekitar 21% oksigen, dan yang kita hembuskan berkurang menjadi sekitar 14-16% karena terganti oleh karbon dioksida. Berarti kita mengambil sekitar 5-7% dari total udara yang kita ambil. Satu hirup nafas kita rata-rata mengambil dan membuang 500 mL udara kapasitas vital paru-paru, dan 5-7% nya adalah 25-35 mL oksigen. Artinya, kita tarik dan buang napas 3-4 kali aja, udah bisa melebihi kandungan oksigen seliter air hyperoxygenated. Nah lho? Terus buat apa minum air beroksigen kadar segitu? wong cuma nafas 3-4 tarikan aja udah dapet kadar oksigen yang sama.

  • Isu Kedua – Oksigen Lepas ke Udara

Yaps, isu kedua terkait dengan fakta bahwa walaupun gas oksigen selalu ada dalam air minum kita. Iya emang bener, gas oksigen sangat sulit larut di dalam air dan darah. Namun, kelarutan gas dalam likuid mengikuti hukum Henry, yaitu berbanding lurus dengan tekanan parsial gas di permukaan likuid tersebut dan berbanding terbalik dengan suhu air dingin berisi lebih banyak oksigen daripada air hangat. Liat gambar ini deh :

Meski demikian, ada beberapa cara untuk naikin kelarutan gas di dalam air dan semuanya berhubungan dengan naikin tekanan gas di atas pemukaan air itu. Gimanatuh caranya? Pertama adalah kurangin volum dengan melakukan usaha pada gas di atas air itu dan itu ada pada gambar yang pertama. Ini cara utama pembuatan air beroksigen dan minuman bersoda, bedanya untuk soda, gas yang dilarutin ke air itu CO2 karbon dioksida. Cara berikutnya untuk naikin tekanan parsial adalah gedein alias jumlah gas yang ada pada gambar kedua.

Kenapa sih perlu tekanan tinggi untuk bikin gas larut ke dalam air? Karena gas dalam air itu secara natural akan keluar lagi dari air dalam proses kesetimbangan. Supaya gas itu ngga bisa keluar lagi dari air, tekanan akan dijaga tetep tinggi setelah gasnya larut, itulah alasan kenapa soda perlu dijaga ketat kemasannya. Karena begitu tutup kemasan itu dibuka, kesetimbangan ini langsung bergeser dan gas yang terlarut di dalam air itu akan langsung keluar ke udara diiringi bunyi berdesis. Kalian pasti sering lihat ini waktu kalian buka kaleng atau botol soda, kan?

Nah, hal yang sama juga terjadi pada air yang hyperoxygenated ini. Begitu kalian buka kemasannya, oksigen yang udah dipaksa larutin ke dalem air itu bakal sebagian besar langsung psssshhhhh. Keluar ke udara dan konsentrasi oksigen di larutan dengan cukup cepat kembali ke normal, yang di deket permukaan laut 1 atm  dan suhu ruangan adalah cuma 6.8 mL per liter air. Sekali napas aja, bisa 5 kali lipat lebih banyak gas oksigennya.

  • Isu Ketiga – Penyerapan Oksigen

Terakhir, kita ngga tau berapa banyak gas oksigen yang sebenernya bisa kita serap dari air minum, baik air minum standar ataupun air yang tinggi oksigennya. Ketika lo minum air, air tersebut akan masuk ke saluran pencernaan, toh. Ketika melewati saluran pencernaan, cairan akan diserap di usus, dan usus itu bukan tempat yang tepat untuk pertukaran gas termasuk oksigen. Tempat yang efisien untuk pertukaran gas adalah alveolus pada paru-paru kita yang menjadi bagian dari saluran pernapasan. Isn’t it obvious? Kalo kita mau dapet oksigen ya diserapnya di paru-paru dong, bukan di lambung atau di usus. Sebenernya ada satu organ yang bagus banget buat menyerap oksigen dari air minum, yaitu insang. So, lain kali kalau kamu ditawarin beli air oksigen coba pikir dulu.

Mitos Kedua Air Alkali

Curhat dikit boleh la ya guys, gue kesel banget baru-baru ini pas lagi kurang fit, sedikit agak flu, temen gue langsung ngomong gini, elo sih kebanyakan makan yang asem-asem, lo perlu makan dan minum yang basa. Alkali coba deh biar netral lagi badan lo. 

Oke fix, disini gue jelaskan. 

Tingkat keasaman dan kebasaan air itu dinilai dari konsentrasi dua ion dalam air yang terbentuk secara natural, yaitu hidronium (H3O+, seringkali salah diajarkan sebagai H+) dan hidroxil (OH-). Proses ini digambarkan di bawah :

Tapi, air yang melakukan serah terima proton (H+) ini kecil banget dan konsentrasi hidronium dan hidroksil dalam air murni itu pada kondisi standard adalah sama-sama 10-7 M. Dalam kondisi itu, pH yang merupakan –log H3O+ adalah 7. Larutan disebut asam kalau pH nya kurang dari 7 alias konsentrasi H3O+ nya lebih dari 10-7 M. Sebaliknya, larutan itu basa kalau pH nya lebih dari 7, jadi konsentrasi H3O+ nya rendah dan konsentrasi OH- nya yang lebih tinggi. Air alkali, atau produk air alkalin ini adalah air yang katanya memiliki pH sedikit basa, sekitar 9-9.5.

Gimana caranya bikin air alkalin ini? Produk yang banyak dipasarkan adalah alat yang katanya bisa membuat proses ini terjadi. Cara kerja alat tersebut biasanya sederhana, cukup dikasih input dari air keran biasa, lalu simsalabim output air dari alat itu langsung jadi air alkaline. Klaimnya adalah : alat ini bisa melakukan elektrolisis pada air murni sehingga menghasilkan ion hydroxyl berlebih yang akhirnya membut larutan jadi basa. Alat ini harganya bisa ribuan dolar lho..

Apa sih kelebihannya air basa ini? Katanya sih air alkali memiliki rasa yang lebih enak, ukuran molekulnya lebih kecil jadi lebih mudah diserap tubuh, bisa melawan radikal bebas sebagai antioksidan, bisa menetralkan pH alami tubuh, dan mampu meningkatkan energi, menyembuhkan beberapa jenis penyakit dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Wow, keren amat ya ni air? Perlu banget nih kita bedah kenyataannya. Ngga perlu ilmu macem-macem, kita cek aja dari yang kita pelajari di pelajaran Kimia SMA.

  • Isu Pertama – Pembuatan Air Alkali

Pertama-tama, ada kejanggalan dari klaim pembuatan air alkaline yang dilakukan alat-alat ini. Yuk kita review lagi mengenai elektrolisis. Elektrolisis adalah penggunaan arus DC searah buat memaksa reaksi kimia yang seharusnya tidak terjadi secara sendirinya. Metode ini penting banget kalo kita mau misahin elemen dari senyawanya, terutama senyawa ionik. Elektrolisis butuh tiga bagian, yaitu sumber arus DC baterai, aki dan lain-lain. Dua elektroda positif dan negatif, dan larutan yang mau dielektrolisis. Larutan ini harus mempunyai ion terlarut, supaya reaksi reduksi bisa terjadi di katoda elektroda negatif dan oksidasi terjadi di anoda elektroda positif. Di bawah ini diagram untuk hidrolisis elektrolisis air yang dipakai dalam alat itu.

Reaksinya bakal ada dua, yang melibatkan transfer elektron (e-):

Nah, kalo dijumlahin, reaksi totalnya bakal jadi:

Nah lho, gimana caranya bikin hydroxyl kalau total reaksinya air terbelah jadi gas hidrogen dan oksigen aja? Nah, bisa atau tidaknya air dihidrolisis itu tergantung sama kandungan ion yang udah ada di air itu. Kalau lo coba elektrolisis air murni bukan air sumur atau air mineral yah, bakal hampir mustahil buat melakukan elektrolisis. Why? karena reaksi ini perlu banget adanya ion yang bebas bergerak untuk membantu transfer elektron di dalam larutan. Sementara, air murni itu cuma punya 10-7 M kecil banget lho, ion hydronium dan 10-7 M ion hydroxyl.

Lalu, gimana kalau kita coba elektrolisis air keran atau air mineral?

Air tanah atau air mineral punya sedikit ion terlarut, dan bisa membantu elektrolisis air. Yang paling banyak biasanya pasangan kation natrium Na+ dan klorida Cl-. Nah, kalau ada ion-ion ini, bisa deh kita bikin air alkaline. Cara ini yang katanya dipake, jadi abis elektrolisis stream airnya dipisah jadi yang asam mengandung HOCl atau bleach, pemutih, pembersih rumah tangga dan basa mengandung NaOH. Nah si NaOH inilah yang membuat larutan deket anoda menjadi basa. Tapi, kalau ujungnya air basa itu cuma larutan NaOH, kenapa ngga beli NaOH aja? Kandungan ion Na+ dalam air tanah atau air mineral kira-kira ngga sampe 250 ppm, kecil banget sekitar 0.01M. NaOH bisa dibeli kiloan dengan harga sekitar 25.000 rupiah. Buat bikin seliter air alkaline 0.01M, lo cuma butuh 0.01 mol NaOH, alias 0.4 gram! Harganya kalo diitung-itung cuma 10 rupiah untuk beli NaOH yang dibutuhkan per liter. Kalau cuma mau bikin larutan NaOH pada akhirnya, ngapain bayar puluhan juta? Dan lucunya, justru alat ini malah ngga bisa memproses air murni jadi air alkaline.

  • Isu Kedua – Efek Alkali Bagi Tubuh

Hal kedua yang haru banget lo perhatikan disini adalah efek air alkalin yang masuk ketubuh kita. Sebagian orang mengatakan kalau banyak yang kita makan adalah asam ya, banyak merupakan asam organik untuk itu kita butuh basa untuk dapat menetralkan makanan kita, itu dusta besar sekali, haha.

Hal ini sangat bertolak belakang dengan beberapa fakta tentang kerja tubuh kita mengenai air. Pertama, fungsi tubuh itu sangat sangat sangat sensitif terhadap pH, dan tergantung untuk gunanya masing-masing. Misalnya, darah kita punya pH sekitar 7.3-7.4 yang diatur sangat ketat sama sistem buffer yang keren banget di badan kita. Kalau pH darah kita terlalu asam, kelebihan asam ini akan dikeluarin otomatis melalui urine atau karbon dioksida yang kita buang saat bernapas ingat, karbon dioksida itu termasuk asam oksida lho.

Lalu, ketika lo minum air, airnya masuk saluran pencernaan. Berarti air kita melewati dari kerongkongan, lambung, dan lain-lain sebelum diserap di usus. On the way ke usus, air itu udah melewati lambung yang perlu kondisi asam buat bekerja, sekitar pH 1.5 sampai 3.5. Mau lo minum air alkaline sebanyak apapun, tetep aja isinya sedikit banget sekitar 0.01M NaOH, asam lambung bakal otomatis bikin lambung kita asam.

Ya tentu, lambung kita kan perlu kondisi asam untuk mencerna makanan yang kita telan. Basa cuma guna kalau kita telat makan atau lambung memproduksi terlalu banyak asam, makanya obat-obat maag manapun yang kalian liat umum di pasaran pasti isinya tablet atau larutan basa. Biasanya Mg(OH)2 untuk menetralkan asam berlebih tersebut. Satu tablet obat maag itu punya ion hydroxyl lebih dari 2 liter air alkaline hasil alat itu lho.

Penyerapan di usus itu terjadi di pH lebih tinggi, sekitar 8.5, soalnya larutan asam itu bisa merusak dinding usus kita. Lho kok bisa jadi basa? Nah, dari lambung ke usus kecil waktu ngelewatin usus 12 jari duodenum, kelenjar empedu dan pankreas kerja bareng nih, di mana empedu dari kelenjar empedu dan bikarbonat dari pankreas menetralkan campuran makanan yang udah dicerna lambung dan bersifat asam bubur kim. Jadi, tanpa konsumsi macem-macem basa pun, sistem pencernaan kita tuh udah gokil banget dalam mengatur tingkat keasaman dan kebasaan yang berbeda-beda untuk fungsi dan organ yang beda. Fungsi tubuh dalam mengatur kestabilan keadaan seperti suhu dan pH di masing-masing tempat disebut homeostasis. Jadi kesimpulannya, dari fakta-fakta dari ilmu kimia dan biologi dasar, air alkaline tidak memberikan benefit apa-apa tuh buat badan kita. Hehe..

Mitos ketiga Air Elektron

Yang satu ini nih lagi ngehits banget nih belakangan ini. Dan gue sendiri paling heran sama yang ini, karena yang dijelaskan sama para pemasar produk ini bener-bener menunjukkan orangnya kurang mengerti sains pendidikan menengah.

Air elektron adalah produk air minum yang diklaim telah diisi elektron yang berfungsi mengecilkan ukuran molekul air sehingga lebih mudah diserap tubuh. Selain itu, produk ini juga katanya berguna untuk menangkal radikal bebas yang kekurangan elektron dengan cara memberikan elektron ke radikal bebas sehingga berfungsi sebagai antioksidan. Hasilnya, produk ini dapat menunda penuaan dengan membantu proses regenerasi sel. Selain itu, banyak yang klaim di luar sana bahwa nutrisi kita tidak bisa bekerja tanpa elektron, dan bahwa elektron itu mampu membunuh virus atau bakteri.

Bahkan, beberapa pemasar juga menyebutkan produk seperti ini dapat membantu penyembuhan buanyak banget penyakit, dari maag, asma, migrain, sampe yang ganas-ganas macem penyakit jantung, kista dan kanker. Wow banget yah? Langsung aja deh kita bahas.

  • Isu Pertama – Pembentukan Elektron

Elektron itu adalah partikel subatomik yang bermuatan negatif. Elektron membentuk atom bersama dengan proton yang bermuatan positif dan neutron yang bermuatan nol atau netral. Elektron beda letaknya dengan yang lain, di mana elektron ada di sekitar inti atom yang terdiri dari proton dan neutron. Selain itu, elektron sangat-sangat kecil dibandingin sama proton dan neutron. Proton dan neutron memiliki massa kurang lebih 1.67 x 10-24 gram, sementara massa elektron itu sekitar 9.1 x 10-28gram atau 1800 kali lebih ringan.

Dalam ilmu kimia, reaksi kimia terjadi karena perpindahan elektron, sementara kalau ada perubahan jumlah proton atau neutron pada inti atom, itu sudah masuk ke dalam reaksi inti atau reaksi nuklir nuclear berasal dari bahasa latin nucleus yang berarti inti dan lebih banyak dipelajari dalam ilmu fisika.

Tapi perhatikan deh kalau gambar di atas sebenernya kurang akurat. Yang lebih tepat adalah gambaran orbital, dengan inti atom cuma ngisi rata-rata seperseratus ribu ruang dalam atom:

Nah, atom-atom ini bisa membentuk ikatan kimia dengan cara sharing elektron ikatan kovalen atau memberi elektron ke atom lain ikatan ionik untuk mencapai konfigurasi elektron yang lebih stabil mengikuti aturan oktet. Jadi, bisa aja suatu atom atau molekul itu mendapat elektron lebih, dan membentuk ion. Kalau kelebihan atau menerima elektron, atom atau molekul membentuk ion negatif atau anion. Contohnya adalah ion klorida (Cl-), florida (F-), karbonat (CO32-) dan hidroksil (HO-). Kalau kekurangan atau memberikan elektron, jadinya ion positif atau kation, contohnya sodium (Na+), magnesium (Mg2+) dan hidronium (H3O+).

Kembali ke air dan menyangkut asam-basa yang sebelumnya gue bahas, air murni sendiri selalu mengandung ion hidronium dan hidroksil dalam jumlah kecil. Tapi ada prinsip penting yang perlu lo inget di sini: Suatu ion negatif terbentuk partikel, ion, atau molekul yang memberikan elektron membentuk ion positif, dan secara makro atau bulk ion positif tidak bisa dipisahkan dari ion negatif.

Kalau kita larutin garam dapur (NaCl) ke air, bikin larutan yang berisi ion Na+ dan Cl-, kita nggak bisa pisahin lalu bikin larutan Na+ dan Cl- yang terpisah. Dan dalam satu larutan atau benda makroskopik lain, total muatan adalah nol. Kita bisa melakukan tukar ion, misalnya kalau kita larutin natrium sulfat (Na2SO4) ke air lalu masukin barium (Ba), ion Na+ akan mengambil elektron dari Ba dengan reaksi seperti ini:

Setelah reaksi di atas, pasangan kation dan anion berubah, tapi total muatan sistem akan tetap nol. Prinsip bahwa semua senyawa murni pasti total muatannya adalah nol disebut prinsip electroneutrality. Sebenernya, ada pengecualian untuk sistem yang mikro atau sangat kecil. Misalnya, kalau kita celupin logam ke air, sebenernya beberapa atom dari logam akan larut sebagai ion positif dan meninggalkan elektron berlebih di padatan logam itu:

Tapi, reaksi ini tidak akan bisa terjadi secara masal, kenapa? Karena kelebihan elektron di batang logam tersebut akan membuat atom logam yang bisa jadi ion positif nggak mau lepas dari batang (karena tertarik sama muatan negatif). Maka dari itu, nggak mungkin banget banget kalau suatu larutan bisa punya elektron lebih alias muatannya negatif. Klaim ini sama sekali tidak benar.

  • Isu kedua – radikal bebas

Gimana dengan yang katanya antioksidan untuk menangkal radikal bebas? Radikal bebas adalah atom, molekul, atau ion yang punya elektron yang ganjil jumlahnya. Karena elektron lebih stabil berpasangan, radikal ini bisa nyomot elektron dari banyak hal. Radikal sebenernya dipake juga sama tubuh kita untuk proses yang penting, tapi kalau kebanyakan radikal apalagi dari sumber eksternal itu dapat merusak sel tubuh dan betul radikal ini terlibat dalam pembentukan banyak banget penyakit. Teori radikal bebas bahkan menyatakan kalo radikal bebas itu sumber utama penuaan.

Untuk menangkal terjadinya kebanyakan radikal bebas di tubuh, kita punya proses internal sendiri. Ditambah lagi, kita bisa pake antioksidan molekul dengan elektron berlebih yang bisa duluan ngasih elektron lebihnya itu ke radikal supaya si radikal ini ngga main comot elektron dari sel kita. Tapi, antioksidan biasanya adalah molekul besar yang mempunyai banyak ikatan ganda karena dengan ukuran yang besar dan banyak ikatan ganda, dia bisa stabil sebelum dan setelah ngasih elektron. Kalau dianya juga ngga stabil setelah ngasih elektron sama aja boong, nanti sel tubuh kita malah diserang sama antioksidannya sendiri. Contoh antioksidan adalah vitamin A, vitamin C, dan golongan polifenol.

Jadi, klaim bahwa suplai elektron untuk menghentikan radikal bebas itu betul. TAPI cara untuk memberikan elektron ke radikal bebas agar stabil tidak hanya mengandalkan pemberian elektron bebas dari air elektron misalnya semata. Seperti tadi dibahas, elektron terlarut itu mungkin ada sejumlah keciiiil banget di air dan hidupnya itu sangat sangat sebentar dikarenakan elektron yang berdiri sendiri itu sangat reaktif. Bahkan malah lebih berbahaya dari radikal bebas itu sendiri. Radikal bebas itu sendiri bahaya karena keganjilan jumlah elektron, tapi masih mending karena keganjilan ini ditanggung oleh partikel sebesar atom atau molekul. Sementara kalau elektron berdiri sendiri, keganjilan ini ditanggung sendiri doang sama elektron itu, yang ukurannya itu kecil buanget.

Kesimpulannya 

Well, air elektron itu bukan cuma tidak mungkin diproduksi, tapi kalau bisa pun sangat berbahaya untuk dikonsumsi. Banyak sekali produk yang terus dikembangkan di pasaran. Banyak juga yang mengklaim mempunyai benefit ini itu yang keren-keren. Dari memeriksa beberapa produk air yang bombastis ini aja, kita bisa lihat bahwa banyak dari mereka simply ga tau apa yang mereka klaim dan masyarakat tidak seksama dalam membeli produk. Padahal produk kesehatan yang idealnya wajib dimengerti sebelum dikonsumsi. Untuk menutup, ada satu kutipan untuk kita semua.

Apa Sih Yang Dimaksud Dengan Bahasa Cina?

Bang, beli bakpau nya goceng dong, kamsia ya. Lo jangan ngutang melulu dong, gak cuan gua. Kongkow dulu yuk, tempat mah cincai lah. Yes, kalimat yang ada diatas tentu tak lagi asing ditelingah kalian kan? Well, dari kalimat yang ada, lo ada perhatiin nggak, kata-katanya kok nggak kayak bahasa Indonesia ya? Hayoo, kata-katanya yang mana aja yang bukan bahasa kita. Goceng, siomay, kamsia, cuan, konkow, cincai? 

Yups, kata-kata tersebut memang bukan kosakata asli dalam bahasa Indonesia, mereka adalah kata serapan . Kira-kira mereka diserap dari bahasa apa ya? Kalau gue nanyak ke orang-orang, kebanyakan yah mereka pasti menjawab kalau bahasa cina ya bahasa Tionghoa. Bener nggak? Opss, kayaknya antara benar dan salah sih hehehe. Meskipun selama ini lo berpikir bahwa kata-kata yang bunyinya seperti itu berasal dari bahasa Tionghoa. Namun, sebenarnya yang namanya bahasa cina itu nggak ada lho. Hahaha? Jadi, sebenarnya kata-kata tersebut berasi dari bahasa apa? Nah buat lo yang penasaran, diartikel kali ini gue akan coba menjelasinyaa, biar lo nantinya nggak salah pemahaman tentang yang namanya bahasa cina. Bonusnya, diartike ini gue akan buat semenarik mungkin terutama buat lo yang minat dengan bahasa yang berasal dari Tiongkok. Guyss, gausah lama-lama lagi. Yuk, kita langsung bahas aja.

Bahasa Cina?

Oke guys kita masuk kepembahasan pertama ya. Seperti yang udah gue katakan di atas tadi bahwa sebenarnya bahasa Cina itu tidak lah ada. Loh kok nggak ada sih, iya emang nggak ada. Jadi gini guys, bahasa Cina itu hanyalah rumpun biasa. Why? Penjabarannya kayak gini kalau lo sebut itu sebagai bahasa Cina sangat lah tidak tepat, karena ia hanya tidak merupakan sebuah bahasa, melainkan kumpulan dari beberapa bahasa yang berasal dari Tiongkok. So, mulai dari sekarang, jangan pernah ya lo sebut bahasa Tionghoa atau bahasa Cina lagi. Yaps, istilah yang benar adalah rumpun bahasa Tionghoa atau rumpun bahasa Cina.

Penggolongan Rumpun Bahasa Cina

Nah, karena tadi gue udah bilang bahwa bahasa Cina sebenarnya adalah rumpun bahasa yang terdiri atas beberapa bahasa, jadi sekarang gue mau kasih lihat lo bahasa apa aja yang jadi rumpunan bahasa Tionghoa.

Mandarin [官话]

Bahasa yang paling banyak dipakai. Bahasa Mandarin merupakan bahasa nasional dan bahasa utama di Republik Rakyat Tiongkok, Republik Tiongkok (Taiwan), serta satu dari bahasa nasional di DOK (Daerah Otonomi Khusus) Hong Kong, DOK Makau, serta Singapura.

Jin [晋语]

Bahasa yang sangat dekat dengan bahasa Mandarin, digunakan di Shanxi dan sekitarnya.

Wu [吴语]

Secara informal disebut juga sebagai bahasa Shanghai, digunakan di daerah Shanghai, Suzhou, Anhui, Zhejiang, dan Anhui.

Min (Hokkien) [闽语]

Bahasa yang berasal dari Fujian dan Guangdong, di Indonesia disebut juga sebagai bahasa Hokkien.

Hakka (Khek) [客家语]

Bahasa yang juga berasal dari Fujian dan Guangdong, memiliki kedekatan dengan Hokkien. Di Indonesia, bahasa ini dikenal juga sebagai bahasa Khek.

Teochew [潮州话]

Bahasa yang merupakan varian dari bahasa Hokkien, dikenal juga sebagai bahasa Tiochiu di Indonesia.

Gan [赣语]

Bahasa yang berasal dari Jiangsi, memiliki kedekatan historis dengan bahasa Khek.

Xiang [湘语]

Bahasa yang berasal dari Hunan dan Hubei Selatan.

Yue [粤语]

Bahasa yang juga berasal dari Guangdong, varian utamanya dikenal juga sebagai bahasa Kanton (Hong Kong).

Hui [徽州话]

Bahasa yang berasal dari Anhui Selatan, memiliki ciri-ciri dari bahasa Mandarin, Gan, dan Wu.

Ping [平话]

Bahasa yang diduga berasal dari Guanxi, memiliki ciri-ciri dari bahasa Xiang dan Yue.

Wah, banyak banget, ya. Ini aja baru bahasa-bahasa yang sudah diklasifikasikan, loh, masih banyak lagi varian Tionghoa yang belum diklasifikasikan. Bahkan, untuk orang Tiongkok sendiri, istilah untuk bahasa nasional mereka ada banyak, seperti:

中文 = zhongwen, artinya bahasa Cina.
国语 = guoyu, artinya bahasa negara.
普通话 = putonghua, artinya “common language”
华语 = huayu, artinya bahasa Tionghoa, istilah yang dipakai oleh keturunan Tionghoa di Asia Tenggara
汉语 = hanyu, artinya bahasa orang Han, karena memang bahasa Mandarin adalah bahasa aslinya etnis Han di Tiongkok.

Beberapa ahli bahasa menganggap bahwa beberapa bahasa di atas sebenarnya adalah bahasa yang sama, hanya memiliki varian dialek, menggunakan sistem penulisan yang sama (hanzi) serta mengandung banyak kesamaan kosakata. Namun, kalo menurut gue (dan banyak ahli lain juga), bahasa-bahasa teresebut adalah bahasa-bahasa tersendiri, yang layak dikategorikan sebagai bahasa-bahasa yang utuh, karena mereka memiliki perbedaan fonologis yang sangat signifikan. Coba lo bandingkan dengan bahasa-bahasa yang ada di Indonesia, bahasa Batak, bahasa Jawa, bahasa Sunda dan lain-lain. Mereka adalah bahasa-bahasa yang berbeda kan?

Berikut ini contoh video lagu dalam 2 bahasa-bahasa Tionghoa, Mandarin (rap) dan Min (chorus dan beberapa bagian rap).

Sejarah Rumpun Bahasa Cina

Meskipun kebanyakan orang Tionghoa menganggap berbagai varian bahasa Tionghoa lisan sebagai satu bahasa, variasi dalam bahasa-bahasa lisan tersebut sebanding dengan variasi-variasi yang ada dalam misalkan bahasa Roman; bahasa tertulisnya juga telah berubah bentuk seiring dengan perjalanan waktu, meski lebih lambat dibandingkan dengan bentuk lisannya dan oleh sebab itu mampu melebihi variasi-variasi dalam bentuk lisannya.

Sekitar 1/5 penduduk dunia menggunakan salah satu bentuk bahasa Tionghoa sebagai penutur asli, maka jika dianggap satu bahasa, bahasa Tionghoa merupakan bahasa dengan jumlah penutur asli terbanyak di dunia. Bahasa Tionghoa (dituturkan dalam bentuk standarnya, Mandarin) adalah bahasa resmi Tiongkok dan Taiwan, salah satu dari empat bahasa resmi Singapura, dan salah satu dari enam bahasa resmi PBB.

Istilah dan konsep yang digunakan orang Tionghoa untuk berpikir tentang bahasa berbeda dengan yang digunakan orang-orang Barat; ini disebabkan oleh efek pemersatu aksara Tionghoa yang digunakan untuk menulis dan juga oleh perbedaan dalam perkembangan politik dan sosial Tiongkok dibandingkan dengan Eropa. Tiongkok berhasil menjaga persatuan budaya dan politik pada waktu yang bersamaan dengan jatuhnya kerajaan Romawi, masa di mana Eropa terpecah menjadi negara-negara kecil yang perbedaannya ditentukan oleh bahasa.

Sebuah perbedaan utama antara konsep Tiongkok mengenai bahasa dan konsep Barat akan bahasa, ialah bahwa orang-orang Tiongkok sangat membedakan bahasa tertulis (wen) dan bahasa lisan (yu). Pembedaan ini diperluas sampai menjadi pembedaan antara kata tertulis (zi) dan kata yang diucapkan (hua). Sebuah konsep untuk sebuah bahasa baku yang berbeda dan mempersatukan bahasa lisan dengan bahasa tertulis ini dalam bahasa Tionghoa tidaklah terlalu menonjol. Ada beberapa varian bahasa Tionghoa lisan, di mana bahasa Mandarin adalah yang paling penting dan menonjol. Tetapi di sisi lain, hanya ada satu bahasa tertulis saja.

Bahasa Tionghoa lisan adalah semacam bahasa intonasi yang berhubungan dengan bahasa Tibet dan bahasa Myanmar, tetapi secara genetis tidak berhubungan dengan bahasa-bahasa tetangga seperti bahasa Korea, bahasa Vietnam, bahasa Thai dan bahasa Jepang. Meskipun begitu, bahasa-bahasa tersebut mendapat pengaruh yang besar dari bahasa Tionghoa dalam proses sejarah, secara linguistik maupun ekstralinguistik. Bahasa Korea dan bahasa Jepang sama-sama mempunyai sistem penulisan yang menggunakan aksara Tionghoa, yang masing-masing dipanggil Hanja dan Kanji. Di Korea Utara, Hanja sudah tidak lagi digunakan dan Hangul ialah satu-satunya cara untuk menampilkan bahasanya sementara di Korea Selatan Hanja masih digunakan. Bahasa Vietnam juga mempunyai banyak kata-kata pinjam dari bahasa Tionghoa dan pada masa dahulu menggunakan aksara Tionghoa. Begitu pula dengan bahasa-bahasanya. Secara umum, sejarah rumpun bahasa Tionghoa dibagi ke dalam 4 periode, yaitu :

  • Periode Kuno

Merupakan periode awal bahasa Cina. Di periode ini belum banyak varian dari bahasa Cina, cenderung terpusat pada bahasa Tionghoa yang digunakan di Dinasti Zhou (1122-256 SM), kemudian diteruskan oleh Dinasti Han. Di era Dinasti Han, kitab-kitab Konghucu serta karya sastra kuno dijadikan sebagai standar bahasa Cina Kuno. Di era ini juga Dinasti Han membuat standar ucap yang disebut sebagai Fonologi Tiongkok Kuno. Sebagian besar kosakata di periode ini adalah monosyllabic (satu silabel untuk satu kata). Di periode ini terdapat beberapa varian bahasa lokal yang sebagian besar tidak diregulasi, sehingga hanya diwariskan dari mulut ke mulut.

  • Periode Tengah

Di periode ini mulai nampak ada regulasi yang lebih terstandar, terutama di era Dinasti Tang (abad 6-10 M). Fonologi Tiongkok Kuno disempurnakan menjadi Kamus Rima Qieyun. Di era ini varian bahasa Cina pecah menjadi banyak, beberapa di antaranya menjadi basis bagi bahasa Mandarin, Yue, serta Wu. Di era ini pula sistem penulisan Hanzi memberi pengaruh bagi bahasa-bahasa di luar Tiongkok seperti bahasa Jepang, Vietnam, serta Korea. Regulasi bahasa juga diteruskan oleh Dinasti Ming (abad 14-17 M), dan secara resmi diberi nama Guanhua (official language).

  • Periode Baru

Meski Dinasti Ming pernah menetapkan Guanhua, varian bahasa yang digunakan di Tiongkok di akhir era dinasti tersebut masih sangat banyak, sehingga pada abad ke-17, Dinasti Qing melakukan sebuah standarisasi yang dinamakan Zhengyin Shuyuan, di mana bahasa Mandarin Beijing ditetapkan sebagai standar bahasa nasional. Namun, proses ini kurang berjalan dengan baik, hingga akhirnya baru rampung 2 abad kemudian.

  • Periode Modern

Pada tahun 1912, setelah Republik Tiongkok berdiri, mereka membentuk sebuah badan yang dinamakan Duyin Tongyi Hui (Komite Pemersatuan Tata Ucap), dan menyempurnakan regulasi bahasa yang sempat dijalankan oleh Dinasti Qing. Sebagai hasilnya, bahasa Mandarin Beijing tetap dijadikan standar, dan terbentuklah cara menulis baru yang dinamakan Zhuyin. Zhuyin mempermudah penulisan dan pembacaan Hanzi dengan memecah komponen Hanzi menjadi guratan-guratan individual. Kemudian di tahun 1950-an, didasarkan atas kebutuhan untuk melakukan alih tulisan (transliterasi) dari Hanzi ke huruf Latin, dibuatlah sistem penulisan yang dinamakan Hanyu Pinyin.

Kategorisasi perkembangan bahasa Tionghoa masih menjadi perdebatan di antara para ahli-ahli bahasa. Salah satu sistem yang pertama diciptakan oleh ahli bahasa Swedia bernama Bernhard Karlgren; sistem yang sekarang dipakai merupakan revisi dari sistem ciptaannya.

Bahasa Tionghoa Lama adalah bahasa yang umum pada zaman awal dan pertengahan dinasti Zhou (abad ke-11 hingga 7 SM) – hal ini dibuktikan dengan adanya ukiran pada artifak-artifak perunggu, puisi Shijing, sejarah Shujing, dan sebagian dari Yijing (I Ching). Tugas merekonstruksi Bahasa Tionghoa Lama dimulai oleh para filologis dinasti Qing. Unsur-unsur fonetis yang ditemukan dalam kebanyakan aksara Tionghoa juga menunjukkan tanda-tanda cara baca lamanya.

Bahasa Tionghoa Pertengahan adalah bahasa yang digunakan pada zaman dinasti Sui, dinasti Tang dan dinasti Song (dari abad ke-7 hingga 10 Masehi). Bahasa ini dapat dibagi kepada masa awalnya – yang direfleksikan oleh tabel rima Qieyun 切韻 (601 M) dan masa akhirnya pada sekitar abad ke-10 – yang direfleksikan oleh tabel rima Guangyun 廣韻. Bernhard Karlgren menamakan masa ini sebagai ‘Tionghoa Kuno’. Ahli-ahli bahasa yakin mereka dapat membuat rekonstruksi yang menunjukkan bagaimana bahasa Tionghoa Pertengahan diucapkan. Bukti cara pembacaan bahasa Tionghoa Pertengahan ini datang dari berbagai sumber: varian dialek modern, kamus-kamus rima, dan transliterasi asing. Sama seperti bahasa Proto-Indo-Eropa yang bisa direkonstruksi dari bahasa-bahasa Eropa modern, bahasa Tionghoa Pertengahan juga bisa direkonstruksi dari dialek-dialek modern.

Selain itu, filologis Tionghoa zaman dulu telah berjerih payah dalam merangkum sistem fonetis Tionghoa melalui “tabel rima”, dan tabel-tabel ini kini menjadi dasar karya ahli-ahli bahasa zaman modern. Terjemahan fonetis Tionghoa tehadap kata-kata asing juga memberikan banyak petunjuk tentang asal-muasal fonetis bahasa Tionghoa Pertengahan. Meskipun begitu, seluruh rekonstruksi bahasa tersebut bersifat sementara; para ahli telah membuktikan misalnya, melakukan rekonstruksi bahasa Kantonis modern dari rima-rima musik Kantonis (Cantopop) modern akan memberikan gambaran yang sangat tidak tepat mengenai bahasanya.

Perkembangan bahasa Tionghoa lisan sejak masa-masa awal sejarah hingga sekarang merupakan perkembangan yang sangat kompleks. Klasifikasi di bawah menunjukkan bagaimana kelompok-kelompok utama bahasa Tionghoa berkembang dari satu bahasa yang sama pada awalnya.

Hingga pertengahan abad ke-20, kebanyakan orang Tiongkok yang tinggal di selatan Tiongkok tidak dapat berbahasa Mandarin. Bagaimanapun juga, walaupun adanya campuran antara pejabat-pejabat dan penduduk biasa yang bertutur dalam berbagai dialek Tionghoa, Mandarin Nanjing menjadi dominan setidaknya pada masa dinasti Qing yang menggunakan bahasa Manchu sebagai bahasa resmi. Sejak abad ke-17, pihak Kekaisaran telah membentuk Akademi Orthoepi (正音書院 Zhengyin Shuyuan) dalam usaha untuk membuat cara pembacaan mengikuti standar Beijing (Beijing adalah ibukota Qing), namun usaha-usaha tersebut kurang berhasil. Mandarin Nanjing akhirnya digantikan penggunaannya di pengadilan kekaisaran dengan Mandarin Beijing dalam 50 tahun terakhir dinasti Qing pada akhir abad ke-19. Bagi para penduduk biasa, meskipun berbagai variasi bahasa Tionghoa telah dituturkan di Tiongkok pada waktu itu, bahasa Tionghoa yang standar masih belum ada. Penutur-penutur non-Mandarin di selatan Tiongkok juga terus berkomunikasi dalam dialek-dialek daerah mereka dalam segala aspek kehidupan.

Keadaan berubah dengan adanya (di Tiongkok dan Taiwan) sistem pendidikan sekolah dasar yang mempunyai komitmen dalam mengajarkan bahasa Mandarin. Hasilnya, bahasa Mandarin sekarang dituturkan dengan lancar oleh hampir semua orang-orang di Tiongkok Daratan danTaiwan. Di Hong Kong, bahasa pendidikan masih tetap bahasa Kantonis namun Mandarin semakin menunjukkan kepentingannya.

Nah, sekarang lo udah paham kan, bahwa sebenarnya yang namanya bahasa cina itu bukanlah sebuah bahasa, melainkan sekumpulan bahasa-bahasa yang ada di Tiongkok. Sama seperti bahasa-bahasa lokal yang ada di negara kita, di Tiongkok juga terdapat banyak sekali bahasa lokal.

Sekian dulu tulisan gue kali ini, semoga bisa bermanfaat buat lo, terutama bagi lo yang tertarik untuk mendalami bahasa cina ups, bahasa Mandarin, maksudnya, atau mungkin untuk memperdalam minat lo dalam mempelajari bahasa asing, seperti yang pernah gue bahas di artikel sebelumnya. Dengan mempelajari seluk-beluk bahasa-bahasa Tiongkok, semoga motivasi lo untuk mempelajari bahasa Mandarin dan bahasa-bahasa Tiongkok lainnya bisa bertambah, dan ujung-ujungnya bisa membantu lo juga dalam menguasai bahasa-bahasa tersebut. See you, sampai ketemu diartikel selanjutnya yaaa.

Katanya Golongan Darah Dapat Mencerminkan Kepribadian Manusia, Bullshit!

Welcome to blog gue guyss. Sedikit bercerita ya, jadi kurang dari sebulan yang lalu itu gue di ajak sama temen gue kesalah satu toko buku didaerah tempat gue tinggal. Well, pas lagi asyik nyari buku yang temen gue mau, tanpa disengaja gue melihat pemandangan yang membuat gue tersenyum miris. Loh kenapa? Jadi gini, di salah satu bagian tumpukan buku, gue melihat satu buku yang dipajang secara mentereng.

Buku tersebut berisi kartun-kartun lucu yang menggambarkan kategorisasi kepribadian manusia, personalitynya berdasarkan golongan darah gitu. Yah, mungkin sebagian besar dari lo juga nggak asing banget dengan buku ini. Selain di buku, strip komik golongan darah juga banyak berada di timeline LINE gue. Bisa jadi lo adalah salah satu orang yang suka share strip komik ini sambil nulis status, Nah yang kayak gini gue banget nih. Fix. Golongan darah b emang nggak sukak banget diatur.

So, apa yang miris dong dari hal itu? Yah, gue miris karena ngelihat bahwa banyak masyarakat yang masih menggemari hal-hal yang faktanya ngaco, tapi sok-sok mangambil istilah dari sains, atau istilah kerennya biasa disebut dengan pseudosains. Tapi gak jarang juga sih kegemasan gua sama sikap cuek masyarakat terhadap pseudosains ini dianggap lebay. Yaelah, komik golongan darah kan cuma buat lucu-lucuan doang. Kurang kerjaan banget sih pakek diseriusin segala. Nggak ada bahayanya kelez.

Banyak banget yang tidak menyadari bahwa konsep kepribadian golongan darah yang yang tidak berdasar tersebut mengandung potensi bahaya dan telah menimbulkan masalah sosial. Waduhh, seserius itu kah? Komik strip yang mungkin kalian lihat cuma sekedar buat lucu-lucuan doang itu tenyata beranjak dari konsep yang dululnya lahir dengan motif rasisme. Nggak percaya? Oke, pada kesempatan kali ini gue mau cerita panjang tentang bagaimana konsep ini sebenarnya?

Mungkin pada sebagian orang yang ngeh akan konsep ini, jelas akan bertanya. Apakah bener golongan darah bisa digunakan untuk memprediksi kepribadian seseorang? Apakah mengkategorikan kepribadian berdasarkan golongan darah adalah sesuatu yang valid atau sama aja ga jelasnya dengan astrologi? Untuk menjawab pertanyan itu, gue akan mulai cerita dari apa golongan darah itu sendiri, sejarah awalnya, kenapa sistem ini masih bertahan dan dipercaya luas, sampe masalah sosial yang ditimbulkan, khususnya di negara asalnya. Okay, stay with me.

Apa Itu Golongan Darah

First of all, tentunya kita harus tau dulu dong golongan darah itu apa? Pada bagian ini gue mau menjelaskan golongan darah sistem ABO seperti yang digunakan di komik populer itu. Dan mungkin penjelasan gue agak panjang sampai merebet ke tranfusi darah, tapi sengaja gue lakukan biar lo kebayang sendiri gimana esensi dari golongan darah dan kaitannya atau ketidakterkaitannya kepribadian manusia. Ya itung-itung buat bantu lo juga lah belajar memperkuat konsep peredaran darah. Gimana setuju dong?

Okey, sistem peredaran darah pertama kali di temukan oleh seorang ahli biologi Austria bernama Karl Landsteiner pada 1901. Nah, pada masa itu, sang ilmuwan kita ini penasaran, kenapa pada saat melakukan transfusi darah, ada beberapa pasien yang menjalani transfusi dengan berhasil dan tak sedikit pula pasien yang meninggal saat melakukan transfusi darah. Jikalau semua darah sama aja, kenapa ada transfusi yang berhasil dan ada yang tidak? Dari hasil penelitian untuk menjawab pertanyaan tersebut sontak membuat sang ilmuwan memenangkan NOBEL pada 1930.

Sejatinya, golongan darah adalah sistem klasifikasi darah berdasarkan ada atau tidaknya antigen tertentu di permukaan sel darah merah atau yang biasa disebut dengan Eritrosit. Untuk mempermudah ilustrasi, gue akan menggunakan analogi donat dan taburan di permukaanya. Well, kenapa gue harus pakek analogi ini? Karena eritrosit yang berbentuk bulat pipih dan cekung ditengah, sepertinya agak mirip dengan donat. HEHEHE…

Diatas jelas ada 4 tipe donat. Hampir sebagian orang di dunia punya donat dengan taburan dipermukaanya, oke kita bisa anggap aja kismis, yang menyerupai A. Kita sebut aja orang-orang yang punya donat ini, Tipe A. Sebagian orang lain punya donat dengan topping pada permukaanya yang menyerupai B. Sebut saja orang dengan donat ini, Tipe AB. Ada pula orang-orang yang suka donatnya polos, nggak pake topping. Kita bisa sebut orang-orang dengan donat polos itu. Tipe O. Jangan terkecoh, nggak ada ya topping O mungkin lebih tepatnya kalau kita bilang, tipe zero.

Duh maksud analogi lo itu apa sihh? gua bingung banget tau. Jadi, gini guys, donat itu adalah eritrosit taburan atau topping adalah antigen yang nempel di permukaan eritrosit. Donat tipe A sampai O, masing-masing adalah golongan darah A, gol. darah B gol. darah AB gol. Darah O 🙂

Antigen itu apasih? Yap, antigen adalah zat yang biasanya berupa protein atau polisakarida yang dapat memicu respon terhadap kekebalan dalam tubuh. Karena antigen A atau B udah terdapat dalam tubuh, antigen A atau B teridentifikasi sebagai bagian dari tubuh kita self antigen. Di sisi lain, tubuh kadang kemasukan antigen asing foreign antigen dari lingkungan luar yang berpotensi menimbulkan kerusakan, bisa melalui makanan, pernapasan, kulit dan lain-lain. Ketika ada antigen asing yang masuk, tubuh akan meresponnya dengan memproduksi antibodi sebagai bentuk pertahanan (imunitas). Sederhananya, antibodi adalah zat yang berisi memori untuk mengidentifikasi antigen tertentu. Misal, antibodi campak untuk mengidentifikasi antigen campak. Ketika ada antigen virus campak masuk ke dalam tubuh kita, kalau tubuh udah punya antibodi campak atau mungkin lo pas kecil dikasih vaksinasi campak, eits, dengan cepat antibodi ini akan menghidupkan alarm system imunitas tubuh untuk langsung melawan virus campak tadi sebelum menginfeksi dan beneran membuat kita kena campak.

Jadi, udah bisa bedakan ya. Antigen itu yang merangsang respon imun. Antibodi itu hasil produksi sistem imun untuk melawan antigen asing. Nah, makanya penting sekali untuk tubuh kita memiliki sebanyak mungkin antibodi agar bisa mengidentifikasi sebanyak mungkin antigen yang berpotensi menimbulkan kerusakan dalam tubuh kita.

But, tubuh kita tidak bisa punya antibodi yang sama dengan antigen pada permukaan sel darah. Kalau darah lo udah punya antigen A, jelas lo nggak boleh banget kalau darh lo punya antibodi A. Why? Karena kalau begitu, dia akan attack tubuh lo sendiri. Kalau antigen A ketemu antibodi A, darahnya akan menggumpal atau biasa disebut aglutinasi, jika itu terjadi dampaknya cukup berbahaya guys, yaitu kematian. Makanya orangan dengan antigen A  gol.darah A punyanya antibodi B, dan orang dengan antigen B gol.darah B punyanya antibodi A. Dengan demikian, orang dengan gol.darah A ga bisa memberikan donor darah ke orang gol.darah B, begitu juga sebaliknya.

Prinspi inilah yang di temukan oleh Karl Landsteiner yang kemudaian menjadi dasar transfusi darah sampai saat ini. Gue sih berharap sampai disini lo udah lumayan ngerti ya logikanya, jadi nggak perlu lagi tuh lo hafalin tabel tranfusi darah.

So, sekali lagi tabel diatas nggak perlu banget untuk lo hafal.

Tinjauan Ilmiah Terhadap Konsep Kepribadian Golongan Darah

Oke, sekarang kita back ke topik utama. Karena lo udah tau dasar dari golongan darah, pertanyaan di atas mungkin bisa kita ganti jadi begini. Apakah bener protein di permukaan sel darah merah, yang pada dasarnya berfungsi sebagai pemicu respon imunisasi tubuh atau bisa digunkana untuk menentukan kepribadian seseorang? Dengan cukup mudah kita menyimpulkan bahwa jawabannya adalah TIDAK BENER! Seperti yang udah gue jabarkan sebelumnya, antigen itu kaitannya ke respon imunitas tubuh. Kagak ada hubungannya sama dengan kepribadian manusia yang komples. Kepribadian manusia dipengharui oleh kombinasi antara faktor gen, sirkuit otak, level hormin dan pengaruh lingkungan, jadi tidak ada sama sekali hubunganya dengan golonga darah. Wahhh, jadi berita yang yang selama ini beredar nggak benar dong? Tepat sekali, itu semua OMONG KOSONG! 

Lo bakal dengan mudahnya menemukan orang dengan golongan darah yang sama, tapi memiliki kepribadian yang bertolah belakang. Sudah banyak studi ilmiah yang mempertegas kontradisi ini. Misalanya, Kunher Wu dan rekanya. Pada tahun 2005 mereka melakukan survei terhadap 2.681 siswa SMA di Taiwan untuk melihat hubungan antara golongan darah dan kepribadian. Studi ini juga memperhatikan faktor lain yang bisa menimbulkan pada jawaban survei, seperti prestasi akademi, indeks masa tubuh, hingga kepercayaan seseorang terhadap konsep golongan darah.

Hasilnya, studi ini tidak menemukan hubungan signifikan antara kepribadian dan golongan darah. Tak hanya Kunher Wu, pada 2014 lalu psikolog yang berasa dari Jepang, Kengo Nawata, menganalisis secara statistik kaitan antara golongan darah dan kepribadian pada 10.000 orang Jepang dan Amerika. Ia menemukan bahwa tidak ada relevansi antara golongan darah dan kepribadian seseorang. Studi di Australia 2002 juga sampai pada kesimpulan bahwa mengatikan kepribadian seseorang dengan golongan darah tidak punya dasar yang valid.

Coba deh pikir baik-baik, jika kepribadian benar-bener ditentukan oleh golongan darah yang tidak dapat berubah, selalu tetap sejal lahir, tidak akan mungkin kepribadian orang bisa berubah. Padahal kita tahu bahwa kepribadian orang dapat berubah entah itu karena pengalaman hidup atau perubahan budaya. Katakanlah, gue yang udah terbiasa dengan budaya Indonesia yang agak santai kemalas-malasan terus gue berubah jadi super disiplin. Dengan begitu, sisten kepribadian berdasarkan golongan darah gagal dong menjelaskan kepribadian manusia yang dinamis dan flesible.

Lalu, kenapa kok sistem golongan darah itu kayaknya bener banget ya?  Untuk tau apa itu kesalahan logika (logical fallacy) dalam bentuk validasi subjektif, bias selektif, cherry picking. Alasan kenapa pembagian kepribadian berdasarkan golongan darah kayaknya benar, semata-mata karena kekeliruan dalam berpikir kesalahan logika.

Validasi subjektif atau bias selektif adalah kecenderungan orang untuk menganggap sepotong informasi menjadi benar jika memiliki makna pribadi atau  penting bagi mereka. Hal ini layaknya memanen buah ceri, dipilih yang bagus dan sudah ranum saja. Orang dengan kesalahan logika ini tidak memedulikan kasus atau informasi lain jika bertolak belakang dengan kepercayaannya. Sekalinya ada komik golongan darah yang lo rasa ngena banget dengan diri, lo klik Share dan tulis status heboh, wah bener banget nih. Tapi sekalinya ada deskripsi yang kurang ngena ke lo, ya lo lanjut aja gitu scroll ke timeline bawah.

Sejarah Penggunaan Golongan Darah Untuk Membaca Kepribadian

Ide mengelompokkan karakter manusia berdasarkan golongan darah bermula di Eropa pada 1880-1920an dengan motif rasisme. Pada era tersebut, sebagian ilmuwan mencoba meneliti distribusi golongan darah untuk membuktikan bahwa suatu ras lebih superior daripada ras lain. Usaha semacam ini disebut rasisme ilmiah. Dan lumayan banyak dilakukan oleh saintis masa itu untuk menjustifikasi Imperialisme Baru. Dilanjutkan oleh Takeji Furukawa, seorang pengajar di sekolah keguruan Tokyo, yang meluncurkan makalahnya pada 1927. Sayangnya, makalah Furukawa hanya melakukan penyelidikan pada 10-20 orang saja sehingga cacat secara statistik. Namun, ide ini sudah tersebar luas duluan di Jepang bahkan pemerintah militer Jepang saat itu menginginkan studi lebih lanjut agar bisa menciptakan prajurit yang ideal.

Ide Furukawa dihidupkan kembali pada 1970-an oleh sebuah buku karya Masahiko Nomi, seorang wartawan yang tidak memiliki latar belakang medis. Sebenarnya nggak apa-apa sih, seorang yang bukan ilmuwan membangun argumen dan menerbitkan buku dengan istilah-istilah sains, asalkan ia bisa menerangkan dan menyertakan referensi-referensi ilmiah yang valid. Namun, konsep yang dibangun di buku itu sangat menyalahi metode ilmiah, seperti tidak adanya data kuantitatif, melanggar aturan statistik, menyajikan hasil yang tidak konsisten, metodologinya lemah, tidak mengontrol variabel pengganggu, tidak ada analisis multivarian dan lain-lain. Masahiko menerima banyak kritik dari para psikolog Jepang. Sayangnya, bukunya sudah keburu populer.

Popularitas Penggunaan Golongan Darah Untuk Membaca Kepribadian

Kini, kategorisasi kepribadian berdasarkan golongan darah sudah cukup mengakar di kebudayaan Jepang. Bahkan, masyarakat Jepang sudah punya istilah sendiri untuk hal ini, yaitu ketsueki-gata. Survey pada 2008 menunjukkan 75% masyarakat Jepang memercayai konsep ini. Walaupun sekarang sudah banyak pengembangannya pada detil interaksi kehidupan sehari-hari, sebagai gambaran aja, berikut deskripsi umum kepribadian berdasarkan golongan darah yang banyak dipercaya orang Jepang.

  • Golongan Darah O: Samurai yang Berkemauan Keras (30% populasi Jepang)

Golongan darah O berusaha untuk menjadi pahlawan pada setiap situasi. O adalah pemimpin yang alami dan selalu berusaha menyenangkan hati orang lain. Mereka sangat kompetitif dan pekerja keras.

  • Golongan Darah A: Pekerja Ideal yang Berperilaku Baik (40% populasi Jepang)

Golongan darah A merupakan role model sempurna karena mereka selalu berusaha untuk sukses, kebaikan, dan bersikap sopan. Meskipun A bisa gampang stres dan mencemaskan banyak hal, A akan mencoba untuk tetap bersama-sama dan melakukan yang terbaik yang mereka bisa demi ketertiban dan demi orang yang mereka cintai selama situasi krisis.

  • Golongan Darah AB: Seniman Sensitif (10% populasi Jepang)

AB begitu unik layaknya variety show di televisi. Mereka terkenal dengan kepribadian gandanya, kadang malu2 kadang supel, kadang rasional kadang irasional, kadang tenang kadang gila. AB adalah bola energi yang tak terduga.

  • Golongan Darah B: Pedagang Bersahaja dan Rebel (20% populasi Jepang)

Golongan darah B adalah pemberontak yang tidak bisa dijinakkan (makanya mungkin kurang cocok kerja di perusahaan, lebih baik kerja sendiri sebagai pedagang). Punya semangat dan fokus yang tinggi, B sangat ambisius yang punya impian besar. Meskipun mereka bisa kasar, keras kepala, dan sulit untuk bergaul, B selalu menjadi dirinya sendiri tidak peduli apa yang dikatakan dunia.

Ketsueki-gata telah merasuki berbagai sendi masyarakat Jepang, dari urusan cinta hingga karir. Pada edisi 1990 di Harian Asahi, surat kabar nasional Jepang, Mitsubishi Electronics mengumumkan bahwa tim mereka seluruhnya terdiri dari tipe pekerja AB yang telah dipilih karena kemampuan mereka untuk membuat rencana. Tidak sedikit perusahaan di Jepang yang menanyakan golongan darah pada saat wawancara dengan calon karyawan. Konyol kan? Ternyata pseudosains gak cuma berkembang di negara berkembang tapi juga di negara maju, hehe..

Bahkan dalam beberapa kasus, ada kelas-kelas TK di Jepang kadang dibagi berdasarkan golongan darah sehingga diharapkan teknik pengajaran dapat disesuaikan dengan kepribadian individu. Dalam percintaan, banyak biro jodoh yang menawarkan jasa perhitungan kecocokan dengan pasangan berdasarkan glongan darah. Tanpa jasa biro jodoh pun, kawula muda Jepang juga saling bertukar informasi golongan darah mereka pada kencan pertama. Saking pentingnya untuk mengenali karakter orang lain, masyarakat Jepang suka shock kalau ada bule lagi singgah atau kerja di Jepang, yang nggak tau golongan darah sendiri, “Kok anda bisa tidak tahu golongan darah anda? Ah, anda pasti A, kan?” Ketsuiki-gata pun merupakan bisnis yang laku di Jepang. Pada 2008, empat dari buku top best seller di Jepang adalah buku pedoman kepribadian berdasarkan golongan darah. Lo juga pasti lumayan sering melihat topik ini di berbagai manga atau anime Jepang. Iyakan?

Pengaruh ketsueki-gata juga menyebar ke negara tetangga, seperti Korea Selatan dan Taiwan. Untuk penggemar KPop, mungkin tau dengan boyband B1A4. Nama boyband ini menggambarkan bahwa empat personilnya bergolongan darah A, dan satu lagi B. Ada juga film My Boyfriend is Type B tentang seorang cewek yang disarankan tidak berkencan dengan seorang cowok karena golongan darahnya. Oh iya, buku yang gue liat di toko buku waktu itu kalau nggak salah juga terbitan Korea.

Kenapa Konsep Ini Masih Populer?

Walaupun komunitas sains di Jepang sudah berupaya berulang kali untuk menegaskan bahwa tidak ada landasan ilmiah untuk ketsueki-gata, konsep ini terus saja populer di kebudayaan Jepang. Kenapa? Mungkin sesungguhnya mereka tau sisi sainsnya. Tapi mereka lebih melihat keuntungan sosial buat diri sendiri. Golongan darah merupakan topik pembicaraan yang nyaman. Konsep ini memiliki daya tarik sebagai prediktor perilaku dan nasib orang lain. Biasanya untuk mengenali orang lain lebih dalam, kita perlu banyak-banyak berinteraksi dengan orang itu. Ketsueki-gata dapat berperan sebagai pihak ketiga yang dapat diandalkan untuk menghindari interaksi dan pemikiran yang kompleks dalam mengenali orang baru. Karena sudah menjadi stereotype yang kuat, orang Jepang justru malah balik menggunakan ketsueki-gata untuk memahami dan menggambarkan dirinya lebih dalam. Tanpa sadar, mereka berperilaku sesuai dengan deskripsi stereotype ketsueki-gata agar dapat diterima oleh masyarakat banyak yang menyetujui konsep ini. Ini adalah bentuk dari self-fulfilling prophecy.

Dampak Negatif dari Ketsueki-Gata

Sayangnya, penggunaan ketsueki-gata ini ada sisi negatifnya, yaitu diskriminasi dan prejudice. Pada 2006, New York Times melaporkan keanehan, yaitu hampir semua pemain bisbol Amerika kelahiran Jepang kecuali untuk Ichiro Suzuki yang merupakan golongan darah O. Budaya Jepang melihat kelompok gol.darah O sebagai tipe pejuang dan pemberani. Jadi mereka percaya kalau ada atlet yang tidak bergolongan darah O, bakal sulit menjual pemain itu ke penggemar. Wah padahal kan, tiap orang, terlepas dari golongan darahnya apa, seharusnya punya kesempatan yang sama ya untuk berkarya. Tim softball perempuan yang memenangkan emas untuk Jepang di Olimpiade Beijing 2008 juga dilaporkan menggunakan ketsueki-gata untuk menyesuaikan pelatihan untuk setiap pemain.

Kepercayaan tidak berdasar ini bahkan mempengaruhi politik. Salah satu mantan perdana menteri Jepang, Taro Aso, menganggap cukup penting untuk mengungkapkan di profil resminya bahwa dia bergolongan darah A, sementara saingan oposisinya, Ichiro Ozawa, bergolongan darah B. Pada 2011, seorang menteri di Jepang, Ryu Matsumoto, dipaksa mengundurkan diri, ketika pernyataan keras dan kasarnya kepada pejabat lokal ditayangkan di televisi nasional. Dalam pidato pengunduran dirinya, ia menyalahkan sikapnya yang emosional itu pada kenyataan bahwa ia bergolongan darah B. Konyol juga ya? Huhahaha….

Selain itu, ada banyak laporan bahwa penggunaan katsueki-gata telah mengakibatkan kasus intimidasi di lingkungan TK, bullying pada orang dengan gol.darah AB kelompok minoritas 10% di Jepang di lingkungan SMA, hilangnya kesempatan berkarir, hingga berakhirnya hubungan asmara yang bahagia hanya karena masalah golongan darah. Masalah sosial ini bahkan sudah punya istilah khusus, yaitu pelecehan golongan darah atau bura hara.

Konsep tanpa dasar ini mendorong orang untuk menilai orang lain secara terburu-buru berdasarkan golongan darah, tanpa mencoba untuk memahami mereka lebih dalam sebagai manusia. Ini ga ada bedanya dengan rasisme yang menjustifikasi orang berdasarkan latar belakang ras atau warna kulit.

Di Indonesia sendiri, penggunaan kategorisasi kepribadian berdasarkan golongan darah kemungkinan besar masih pada level lucu-lucuan. Tapi apa yang berlaku di Jepang adalah contoh nyata, suatu konsep jika diseriusi tanpa diiringi sikap kritis bisa menimbulkan potensi bahaya sosial. Bisa jadi, konteks diskriminasi yang terjadi di Indonesia itu terjadi pada bentuk yang lain, tidak terlepas juga pada hal-hal yang membawa istilah sains.

So, gimana dong cara ngindarinya? Coba cari informasi yang mendasari gagasan itu. Ketika kita memahami betul apa fungsinya golongan darah secara mendasar, kita bisa dengan mudah menalar bahwa golongan darah itu gak nyambung dengan kepribadian. Inilah salah satu gunanya dari memahami ilmu bukan sekadar untuk mencari nilai. Mungkin sikap cuek terhadap pseudosains ini masih dianggap sepele. tapi bukan tidak mungkin, jika kesalahpahaman akan fakta sains yang dibudidayakan dalam masyarakat beradab itu justru nantinya akan melahirkan ketidakadilan bagi masyarakat itu sendiri.

Kesimpulan 

Nah, mungkin nggak terbayangkan sebelumnya, sesuatu yang keliatannya simpel, jika ditelusuri dengan rasa penasaran mendalam, bisa nyambung ke mana-mana. Siapa sangka, komik lucu yang terlihat tidak membahayakan bisa kita tarik balik ke era Imperialisme baru hingga masalah sosial di Jepang. Gue tentunya sangat berharap tulisan ini bisa jadi bahan renungan, bukan hanya untuk konsep golongan darah, melainkan juga untuk konsep-konsep lain yang telah menjadi stereotype dan menimbulkan ketidakadilan dalam hidup kita bermasyarakat. Selain itu, gue harap tulisan gue juga bisa jadi cerminan pentingnya rasa ingin tahu untuk memperkaya penalaran kita akan dunia ini.  Oke deh, gue akan tutup tulisan gue ini dengan meminjam tagline yang dipake Kemendikbud pada 17 Agustus 2015 kemarin. Bernalar, Mencerahkan Republik!

Gimanasih Cara Menggunakan Teori Peluang Dalam Permainan Poker, Berikut Penjelasannya

Poker bukan lagi hal tabuh bagi khalayak umum. Mungkin jenis permainan yang satu ini terbilang cukup menua. Namun, poker akhirnya memutuskan untuk berevolusi sehingga tercipta berbagai peraturan terbaru. Well, di Indonesia tentu bukan hanya poker yang dikenal banyak orang, ada permainan lain yang cukup familliar yaitu, capsa di Bandarq. Permainan ini juga tak jauh bedanya dengan poker. Tak hanya capsa varian lainnya juga adaa seperti, Texas Hodlem Poker yang sangat populer di dunia maya. Inti dari permainan ini adalah, setiap pemain memiliki lima kartu, pemain yang kartunya paling bagus dan ikut lanjut hingga akhir permainan adalah pemenangnya. Nah, buat lo yang sangat menyukai permainan poker, gue mau nunjuki nih bagaimana cara menentukan bagus atau tidaknya suatu kartu yang ada pada permainan poker. Penasaran kan? Okey, sebelum gue menjawabnya ada baiknya untuk lo tau dulu sejarahnya. Sep!

Sejarah Poker

Pada dasarnya permainan poker suda ada sejak sangat lama, akan tetapi dari mana berasalnya poker tidak dapat ketahui dengan jelas. Bentuk permainan awal dari Poker mencakup Asian betting game pada abad ke-10 dan permainan dari Persia yang dikenal dengan sebutan as nas. Primero atau Primera, sebuah permainan asal Eropa yang populer pada abad ke-16 dan 17, memiliki banyak persamaan dengan Poker modern. Permainan serupa seperti brag di Inggris, pochen di Jerman, dan poque di Perancis, muncul pada abad ke-18. Para pedagang Perancis memperkenalkan poque ke Amerika Utara pada tahun 1700, yang akhirnya dikenal dengan sebutan modernnya yang itu tadi Poker. Dulunya, poker sangat populer di dalam kapal di Sungai Mississippi dan di warung-warung di daerah perbatasan Amerika Barat selama tahun 1800an, saat dek dengan 52 kartu telah menjadi standar dan peraturan permainan mulai dibuat. Pada abad ke-20, Poker berkembang pesat di Amerika Serikat. Para tentara bermain poker untuk mengisi waktu luang selama Perang Dunia II 1939-1945, dan poker menjadi populer sebagai permainan rumahan. Pada abad ke-20, Poker berkembang pesat di Amerika Serikat, dikarenakan banyaknya waktu dan tempat perjudian yang dianggap legal di Nevada pada tahun 1931.

Para tentara bermain poker untuk mengisi waktu luang selama Perang Dunia II 1939 – 1945, dan poker menjadi populer sebagai permainan rumahan. Pada tahun 1970, Binion’s Horseshoe Casino di Las Vegas, Nevada, mulai menyelenggarakan World Series of Poker  tahunan. Dimulai dari hanya lima pemain pada awalnya, turnamen ini berkembang menjadi salah satu event terbesar dan terkaya di dunia. Biaya untuk memasuki arena WSOP adalah sebesar $10,000, tetapi banyak pemain yang dapat menghindari pembayaran tersebut dengan cara memenangkan turnamen-turnamen lain dalam skala lebih kecil yang disebut satellite sebagai gantinya tiket masuk untuk bermain. Well, begitulah kira-kira singkatnya sejarah poker. Sekarang kita masuk ketopik nya ya guys.

Bermain Poker Dengan Menggunakan Teori Peluang

Pada dasarnya, permainan Poker adalah permainan berdasarkan keberuntungan, atau kita sebut saja Hoki. Ya. keberuntungan atau lucky menjadi peranan penting dalam permainan poker ini, juara WSOP Jonathan Duhamel juga menyatakan lucky adalah faktor yang mutlak. Jadi, pemain yang mendapat kartu yang paling sulit didapatkan artinya, memiliki peluang kemunculan sangat kecil adalah pemenangnya. Kalau gitu, urutan bagus atau tidak suatu kartu harus dihitung secara matematis dengan menggunakan teori peluang. Berikut ini adalah beberapa kombinasi kartu yang diakui pada Poker :

  • One Pair

Adalah kartu dnegan komposisi satu pasangan. Misalnya, dua-hati dan dua-sekop. Ketiga kartu lainnya tidak membentuk apaapa.

  • Two Pair

Adalah kartu dengan komposisi duapasangan. Misalnya, tiga-hati dan tiga-wajik,tujuh-keriting dan tujuh-wajik, dan satu
kartu lainnya tidak membentuk apa-apa.

  • Three of a kind

Adalah kartu dengan komposisi tiga sejenis. Misalnya, As-hati, As-keriting, dan Assekop. Kemudian, kedua kartu lainnya tidak membentuk apa-apa.

  • Five Straight

Adalah kartu denggan komposisi lima berurutan. Misalnya, Sepuluh, Jack, Queen, King, dan As. Setidaknya salah satu kartu
harus berbeda bunga dengan yang lainnya.

  • Flush

Kelima kartu memiliki bunga yang sama, tetapi tidak berurutan.

  • Full House

Gabungan dari Three of a kind dengan One Pair. Tidak ada kartu yang tidak membentuk apa-apa (full).

  • Four of a kind

Empat sejenis. Misalnya, terdapat empat As. Satu kartu sisanya tidak membentuk apa-apa.

  • Straight Flush

Lima berurutan dan semuanya memiliki bunga yang sama. Misalnya, Sembilan-hati, Sepuluh-hati, Jack-hati, Queen-hati, dan
King-hati.

  • Royal Flush

Seperti Straight Flush, tetapi khusus untuk urutan Sepuluh, Jack, Queen, King, dan As. Semuanya memiliki bunga yang sama.

Nah, untuk dapat memeriksa kombinasi kartu mana yang lebih tinggi dari kartu lainnya, dapat di klakukan perhitungan peluang secara matematis.  Namun sebelum memulai, kita hitung terlebih dahulu berbagai kombinasi yang mungkin muncul jika terdapat lima kartu yang dibagikan. Kombinasi ini adalah semesta dari seluruh kombinasi lainnya. Five Cards atau biasa disebut dengan kartu semesta. Karena jumlah kartu adalah 52, maka perhitungannya menjadi sebagai berikut :

Terus, kita dapat mulai menghitung untuk kombinasi-kombinasi kartu yang diakui dalam permainan Poker. Berikut ini daftar kartu yang kita pakai:

  • One Pair

Untuk satu pasangan, ambil 4C2 , yaitu pengambilan dua kartu dari empat kartu tersedia misalnya, kartu Jack. Karena ada 13 kemungkinan, berarti 4C2x13. Untuk tiga kartu sisanya, sebut saja tiga kartu sampah, salah kalau kita pakai 48C3. Karena, jika seandainya ketiga kartu itu berhubungan misal, semuanya adalah As, maka bukan One Pair lagi namanya, melainkan Full House. Oleh karena itu, untuk tiga kartu sampah, digunakan 12C3 , yaitu dari 12 jenis kartu yang tersisa dari 2 sampai As, kecuali Jack diambil tiga jenis kartu Misalnya: 4, 7, dan 9. Dari 4, 7, dan 9 ini, terdapat 43 jenis kombinasi. Sehingga, untuk tiga kartu sampah, dapat diambil 12C3x4pangkat3. Dengan demikian, jumlah kombinasi kartu untuk One Pair dapat dihitung sebagai berikut:

Peluang One Pair adalah: 1.098.240 : 2.598.960 Atau sekitar 1 : 2,3665

  • Two Pair

Untuk mengambil dua pasangan, kita pakai 13C2, yaitu dua dari 13 kartu yang tersedia (Misalnya, Queen dan King). Masing-masing pasangan memiliki jumlah kemunculan 4C2. Jadi, total jumlah kemunculan untuk dua pasangan itu 13C2x4C2x4C2. Sementara, untuk satu kartu sisanya (kartu sampah), berarti kita harus mengambil satu dari 44 sisa kartu, yaitu 44C1. Jadi, jumlah kombinasi kartu yang mungkin untuk Two Pair dapat dihitung begini:

Peluang Two Pair adalah: 123.552 : 2.598.960 Atau sekitar 1 : 21,04

  • Three of a kind

Untuk mengambil tiga kartu sejenis kita pakai 4C3, yaitu pengambilan tiga kartu dari empat kartu tersedia (misalnya, kartu Jack). Karena ada 13 kemungkinan, maka totalnya adalah 4C3x13. Sementara, untuk dua kartu sampah, digunakan 12C2, yaitu dari 12 jenis kartu yang tersisa (dari 2 sampai As, kecuali Jack) diambil dua jenis kartu (Misalnya: Queen dan As). Sementara, dari Queen dan As ini, terdapat 42 jenis kombinasi. Sehingga, untuk dua kartu sampah, dapat diambil 12C2x4kuadrat. Dengan demikian, jumlah kombinasi kartu yang mungkin untuk Three of a kind dapat dihitung begini:

Peluang Three of a kind adalah: 54.912 : 2.598.960 Atau sekitar 1 : 47,33

  • Five Straight

Ini contoh lima kartu berurutan: 2-3-4-5-6, 3-4-5-6-7, 4-5-6-7-8, dan seterusnya sampai 10-J-Q-K-As. Seluruhnya terdapat sembilan jenis urutan. Masing-masing urutan memiliki jumlah kombinasi sebesar 45. Dikurangi dengan urutan yang seluruhnya memiliki kesamaan pada bunga (agar tidak terjadi Straight Flush), menjadi 45-4. Dengan demikian, jumlah kombinasi kartu yang mungkin untuk Five Straight dapat dihitung sebagai berikut:

Peluang Five Straight adalah: 9.180 : 2.598.960 Atau sekitar 1 : 283,111

  • Flush

Untuk mendapatkan lima kartu yang sama bunga, berarti kita bisa mengambil lima kartu dari 13 kartu tersedia, yaitu 13C5. Dikurangi dengan sembilan kartu urutan (agar tidak terjadi Straight Flush), menjadi 13C5-9. Karena terdapat empat jenis bunga (Sekop, Hati, Keriting, dan Wajik), maka hasil tersebut dikalikan dengan empat. Dengan demikian, jumlah kombinasi kartu yang mungkin untuk Flush dapat dihitung sebagai berikut:

Sehingga, peluang Flush adalah: 5.112 : 2.598.960 Atau sekitar 1 : 508,404

  • Full House

Untuk mengambil tiga kartu sejenis, digunakan 4C3, yaitu pengambilan tiga kartu dari empat kartu tersedia misalnya, kartu As. Karena ada 13 kemungkinan, maka totalnya adalah 4C3x13. Untuk satu pasangan, kita bisa ambil 4C2, yaitu pengambilan dua kartu dari empat kartu tersedia misalnya, kartu Jack. Karena satu jenis kartu sudah diambil untuk tiga sejenis, maka tersisa 12 kemungkinan, berarti 4C2x12. Dengan demikian, jumlah kombinasi kartu yang mungkin untuk Full House dapat dihitung sebagai berikut :

Sehingga, peluang Full House adalah: 3.744 : 2.598.960 Atau sekitar 1 : 694,167

  • Four of a kind

Untuk mengambil empat kartu sejenis, digunakan 4C4, yaitu pengambilan empat kartu dari empat kartu tersedia. Karena ada 13 kemungkinan dan 4C4 adalah sama dengan satu, maka totalnya adalah 1×13. Untuk satu kartu sampah, berarti kita mengambil satu kartu dari 48 sisa kartu, yaitu 48C1=48. Dengan demikian, jumlah kombinasi kartu yang mungkin untuk Four of a kind dapat dihitung sebagai berikut :

Sehingga, peluang Four of a kind adalah: 624 : 2.598.960 Atau sekitar 1 : 4.165

  • Straight Flush

Untuk mendapatkan lima kartu berurutan dan sama bunga, dapat berupa urutan-urutan berikut ini: 2-3-4-5-6, 3-4-5-6-7, 4-5-6-7-8, dan seterusnya sampai 9-10-J-Q-K. Seluruhnya terdapat delapan jenis urutan 10-J-Q-K-As tidak termasuk karena merupakan Royal Flush. Masing-masing urutan hanya memiliki satu jenis kombinasi karena bunganya harus sama. Karena terdapat empat bunga, maka totalnya menjadi 8x1x4. Dengan demikian, jumlah kombinasi kartu yang mungkin untuk Straight Flush dapat dihitung sebagai berikut :

Sehingga, peluang Straight Flush adalah: 32 : 2.598.960 Atau sekitar 1 : 81.217,5

  • Royal Flush

Menghitung Royal Flush adalah yang paling mudah. Jelas bahwa hanya terdapat empat kemungkinan untuk mendapat kan Royal Flush, yaitu 10-J-Q-K-As Sekop, 10-J-Q-K-As Hati, 10-J-Q-K-As Keriting, dan 10-J-Q-K-As Wajik. Dengan demikian, jumlah kombinasi kartu yang mungkin untuk Royal Flush adalah empat.

Sehingga, peluang Royal Flush adalah: 4 : 2.598.960 Atau sekitar 1 : 649.740

Seberapa yakin kita bahwa perhitungan di atas sudah benar semuanya? Kalau belum yakin, coba aja cross-check dengan konsep dasar peluang: Semua peluang yang ada kalau dijumlahkan totalnya harus sama dengan satu.

Peluang One Pair + Two Pair + Three of a kind + Five Straight + Flush + Full House + Four of a kind + Straight Flush + Royal Flush + Kartu Sampah = 1

Berarti kita hitung lagi, berapa peluang kemunculan KARTU SAMPAH, yaitu kartu yang tidak membentuk kombinasi apa-apa. Pada kartu sampah, tidak boleh terdapat sama angka 2-10 maupun gambar J-Q-K-As. Tidak boleh kelimanya berurutan dan juga tidak boleh kelimanya memiliki bunga yang sama. Oleh karena itu, untuk menghitung jumlah kombinasi yang mungkin, kita bisa pakai 13C5, yaitu mengambil lima kartu dari 13 2 sampai As kartu tersedia. Karena masing-masing angka dan gambar memiliki empat macam bunga, maka kelima kartu yang diambil tersebut memiliki jumlah kombinasi 45. Sehingga, total kombinasi menjadi :

Namun, Five Straight, Flush, Straight Flush, dan Royal Flush masih termasuk pada kombinasi ini. Oleh karena itu, jumlah kombinasi sampah adalah 13C5x4pangkat5 dikurangi dengan keempat kombinasi yang baru saja disebutkan, sebagai berikut:

Sehingga, peluang kemunculan kombinasi sampah adalah 1.303.560 : 2.598.960 atau sekitar 1 : 1,99374

Nah, setelah kita mengetahui berbagai peluang dari tiap-tiap kombinasi kartu dalam poker, kita bisa mengurutkan nilai kombinasi kartu tersebut dari yang tertinggi sampai terendah. Lihat tabel berikut :

Nah, pada tabel diatas terlihat bahwa jumlah seluruh kombinasi yang ada adalah sebesar 2.598.960. Kalau lo ngeh, angka ini sejatinya  adalah angka yang sama dengan kombinasi semesta yang dihitung pada perhitungan awal di Five Cards.  Selain itu, jumlah seluruh peluang dari tiaptiap kombinasi adalah satu. Hal ini sesuai dengan teori peluang, dimana jumlah peluang tiap-tiap kejadian harus sama dengan satu. Berdasarkan kepada fakta tersebut, sementara ini, kita bisa menganggap bahwa perhitungan yang telah dilakukan sudah benar. Ternyata, peluang kemunculan beberapa kombinasi kartu dalam permainan Poker memiliki nilai yang relatif kecil. Kalau begitu, bagaimana mungkin seseorang dapat memperoleh kombinasi-kombinasi yang tinggi seperti Full House dan lain-lainnya? Salah satu rahasianya terletak pada jumlah permainan. Jangan dilupakan bahwa permainan Poker ini tidak hanya dilakukan sekali, melainkan berkalikali. Jadi, jangan kaget jika setelah 695 kali putaran lo mendapat Full House pada saat kartu baru.

Kesimpulan

Oke, jadi kesimpulannya adalah poker merupakan salah satu permainan yang menggunakan kartu remi dalam memainkannya dan menjadi permainan judi online yang sangat diminati di dunia untuk saat ini. Peraturan dalam permainan poker ini didasari oleh teori peluang, yaitu urutan peluang munculnya kombinasi kartu tertentu yang menentukan kemenangan dari permainan poker. Dari hasil percobaan dan perhitungan yang gue lakukan, terdapat urutan-urutan peluang komposisi kartu yang ternyata sesuai dangan urutan komposisi kartu dalam permainan poker. Dan pada perhitungan, jumlah seluruh kombinasi yang ada adalah sebesar 2.598.960 . ini merupakan angka yang sangat besar. Dengan urutan nama kombinasi dari yang paling besar hingga paling kecil :

  1. Royal flush
  2. Straight flush
  3. Four of a kind
  4. Full house
  5. Flush
  6. Five straight
  7. Three of a kind
  8. Two pair
  9. One pair
  10. No pair

Peluang kemunculan beberapa kombinasi kartu ini ternyata sangat kecil. Sekali lagi gue katakan permainan kartu tidak dilakukan hanya untuk satu kali, melainkan berkalikali. Inger berkali-kali ya sob. Hal inilah yang memperbesar peluang muculnya kombinasi kartu tertentu tersebut. Hal kedua yang memperbesar kemungkinan munculnya kombinasi kartu tertentu terletak pada penukaran kartu. Setiap pemain memiliki ksempatan untuk menukar kartu. Dengan peraturan permainan kartu itu, peluang mendapatkan kartu tertentu menjadi semakin besar, karena faktor subjektif dari pemain lawan yang menahan kartu bagus dan membuang kartu yang tidak membentuk apa-apa. Dengan demikan, peluang kemunculan kartu tertentu ini tidak acak lagi.

So guys, demikianlah artikel ini gue buat, untuk segala kekurangannya gue selaku penulis memohon maaf ya hehehe.. Semoga ini bermanfaat. Seeyou next article ya guysss….