Meski Dapat Meringankan Beban Rakyat, Negara Ini Justru Hancur Lebur Karena Kebijakan Subsidi

Menurut lo subsidi itu enak nggak sih, yah kali gaenak. Coba bayangkan deh harga bahan bakar minyak, listrik dan juga air itu murah yah karena ada nya subsidi. Ya gak bro? Kalau gitu, kenapa nggak semuanya aja disubsidikan pemerintah. Kalau semua disubsidikan kan rakyat sejahtera jadinya, rakyat nggak lagi puyeng mikiri tingginya biaya ekonomi. Ekseptasi banyak orang, negara yang memberikan banyak subsidi bagi rakyatnya pastilah pemerintah yang baik dan berpihak pada rakyat.

Well, apakah lo setuju dengan anggapan gue tersebut? Kalau iya, berati lo belum paham betul dasar-dasar ilmu ekomoni. Oke santai, nggak apa-apa kok, toh semua orang juga harus menjalanin proses belajar. Yuk, sini merapat barang gue kita sama-sama belajar ekonomi dari kenyataan sejarah.

Sebelum kita mulai, pasti lo berpikir, memang apa salahnya dengan kebijakan subsidi? Bukankah adanya subsidi sangat meringankan ekonomi rakyat? Berarti pemerintah baik dong? Secara ekonomi bagus dong? Sekilas memang iya kebijakan subsidi itu didasari oleh niat baik, oleh upaya keberpihakan pemerintah pada rakyat. Tapi lo juga harus tahu, ada pepatah jadul yang mengatakan :

The road to hell is paved with good intentions 

Yang artinya adalah, Jalan Ke Neraka, Diaspali Oleh Niat Baik. Niatnya sih memang baik, tapi niat baik saja tidak menjamin hasilnya juga akan baik. Niat baik saja tidak cukup, tapi harus dibarengi oleh pengetahuan yang benar. Kalau tidak, maka niat baik itulah yang menjadi pembuka jalan menuju neraka.

Dalam kontels ini, niat baik yang gua maksuda adalah subsidi untuk rakyat, dan nerakanya adalah kehancuran ekonomi sebuah negara. Gue sih udah pasrah kalau lo pikir gua lebay, tapi izinkan gua menjelaskan maksud gua dengan sepenggal kisah sejarah dari 2 negara yang ekonominya hancur lebur hanya karena kebijakan subsidi. Penasaran lo kan? Yuk, langsung kita kulik cerita serunya!

Negara Venezuela Yang Kaya Akan Minyak

Sekilas apa yang ada dibenak lo ketika mendengar negara Venezuela? Ladiesnya yang super duper cantik, atau pantai-pantainya yang indah? Maybe that’s true. But, kurun waktu 10-15 tahun yang lalu, orang-orang di dunia justru mengklaim bahwa negara Venezuela identik dengan minyak bumi.

Nama Venezuela memang tak sefamilliar Arab Saudi sebagai negara penghasil minyak. Tapi fakta yang ada mengatakan justru Venezuela lah negara yang kaya akan minyak, bahkan lebih kaya dari Arab Saudi.

Sejak tahun 1910 hingga 1940, industru minyak bumi di Venezuela berkembang pesat hingga menjadi produsen minyak terbesar no.3 di dunia, woo nggak? Venezuela hanya kalah dari Amerika Serikat dan Uni Soviet.

Puncaknya, pada laporan perusahan minyak British Petroleum tahun 2014, Venezuela dinyatakan memiliki cadangan minyak bumi 297 milyar barel, sementara Arab Saudi cuma punya 265 milyar barel.

Dapat dikatakan, minya bumi begitu melimpah ruah di Venezuela, mungkin bisa diibaratkan seperti negerti fiksi Wakanda yang memiliki tambang Vibranium di film Marvel Black Phanter. Pecinta Marvel pasti tahu la ya gak?

Disisi lain, industri dunia pada era modern ini sangat membutuhkan minyak bumi sebagai sumber energi utama. Otomatis, selama berpuluh-puluh tahun Venezuela menjadi negara yang makmur sebagai produsen minyak.

Hingga pada tahun 2000-2013, Venezuela sempat terkenal sebagai surga dunia. Rakyatnya, dimanjakan dengan subsidi dari pemerintah. Nggak hanya itu, pemerintah Venezuela juga memberikan subsidi bagi rakyat untuk berbagai macam sendi kehidupan, dari subsidi perumahan, subsidi listrik, bahkan subsidi makanan dan lain-lain. Betul-betul surga dunia ya?

Tragisnya, semua kenikmatan itu harus dibayar mahal, semata-mata hanya karena niat baik yang tidak dibarengi dengan pengetahuan ekonomi yang benar. Hal hasil, semua kenikmatan surga dunia yang diberikan kebijakan subsidi hanyalah kenyamanan sesaat. Dibalik kenyamanan itu, ada harga yang harus dibayar mahal, gatanggung-tanggung kehancuran ekonomi harus dirasakan negara Venezuela.

Hanya berselang beberapa tahun, atau tepatnya sejak tahun 2014, Venezuela berubah 180 derajat dari surga dunia menjadi neraka dunia. Venezuela dilanda krisis ekonomi yang sangat hebat sejak tahun 2014 bahkan ekonomi Venezuela tak kunjung membaik hingga artikel ini gue buat Mei 2018.

Kebijakan Ekonomi Yang Dibuat Hugo Chavez

Pasti dong lo bertanya, bagaiman bisa perekonomian Venezuela hancur hanya dalam waktu singkat? Untuk dapat menjawab pertanyaan lo, mau nggak mau gua harus membahas tokoh dibalik kebijakan subsidi Venezuela yang memimpin Venezuela dari tahun 1999-2013, yaitu mantan presiden Hugo Chaves. Beliau adalah mantan tentara yang pernah terlibat kudeta, memenangkan pemilu presiden tahun 1999 setelah berkampanye besar-besaran dengan menjanjikan keadilan sosial dan pemberantasan kemiskinan.

Chaves sendiri bisa dibilang memiliki pribadi yang kompleks dan pasti akan panjangan banget tulisan ini kalau gue bahas dirinya terlalu detail. Jadi pada artikel ini, gue hanya ingin mengupas beberapa aspek yang melekat pada dirinya. Satu hal yang menjadi dasar kebijakan politiknya adalah niat baik untuk memerangi kemiskinan. Maka dari itu, beliau membuat kebijakan populis yang sangat amat memanjakan rakyatnya, dengan bermodalkan pendapatan produksi minyak bumi yang luar biasa banyaknya.

Nah, untuk memanjakan rakyatnya, Chaves menurunkan harga bensin sampai tinggal 1 sen US Dollar. Pada saat hal ini diberlakukan, tentu hal ini menjadi pembicaraan besar di seluruh dunia. Lihat betapa kayanya Venezuela, betapa dimanjakan rakyatnya oleh pemerintahnya yang baik hati.

Tak cukup menurunkan harga bensin, Chavez juga membangun ribuan klinik kesehatan, mengimport banyak dokter dari kuba, serta menggratiskan klinik-klinik bagi rakyat, tentu biaya pengobatan dan dokternya tida betul-betul gratis, tapi semua ditanggung negara dari hasil produksi minyak. Luar biasa bukan? Belum lagi Chavez memberikan subsidi perumahan, memberi makanan dan lain-lain.

Bahkan demi mengurangi pengangguran dan kemiskinan, Chavez juga terus merekrut banyak sekali pegawai perusahan produsen minyak di Venezuela bernama PDVSA petroleos de Venezuela S.A sama kayak pertamina gitu lah.

Ribuan orang direkrut masuk kedalam perusahan tersebut tanpa harus melalui proses seleksi yang jelas. Terlepas produksi minyak sedang stagnan atau menurun, ribuan orang tersebut justru masih diperkejakan.

Ribuan orang sengaja diterima tanpa proses seleksi kemampuan, semata-mata supaya mereka bisa mendapatkan gaji dari PDVSA yang sangat besar dengan harapan dapat bangkit dari jurang kemiskinan.

Disisi lain, Chavez juga memberlakukan kebijakan untuk menasionalisasikan perusahan-perusahan swasta, dari yang skala kecil hingga ke skala yang besar. Dari perusahan listrik, air, telepon, semen, peternakan, pertanian, perbankan, pemberitaan, media.

Bukan cuma perusahan besar, tetapi toko-toko kecil juga banyak yang diambil alih oleh pemerintah. Kalau dalam konteks Indonesia, mungkin lo bisa membayangkan jika pemerintah menasionalisasikan bank-bank swasta dan juga industri pertanian dan peternakan di daerah-daerah. Otomatis, semua karyawan swasta berubah menjadi PNS yang gajinya dibayar melalui APBN. 

Chaves praktis sedang memusatkan semua kegiatan ekonomi ketangan pemerintah Venezuela, sementara sektor swasta semakin sedikit dan insignifikan jumlahnya,

Namun, bagi Chavez cara untuk menciptakan keadilan sosial adalah dengan mengendalikan sebanyak mungkin kegiatan ekonomi. Mungkin dalam pandangan dia, para pengusaha yang menciptakan usaha sektor swasta itu cuma akan menciptakan ekonomi yang tidak adil, yang hanya merugikan rakyat miskin. Pemikiran ini namanya paham Statisme State sama dengan negara dimana negara berupaya mengambil ahli segala bentuk kegiatan ekonomi seluas-luasnya dari yang skala besar hingga terkecil.

Semua kebijkan Chaves yang radikal ini juga dibumbui dengan slogan-slogan perjuangan, seperti perjuangan melawan penjajah asing kapitalis bernama Amerika Serikata. Bahkan disidang PBB 2006, Chavez dengan sengaja menyatakan presiden Amerika Serikat yang saat itu di jabat oleh, George W. Bush, iblis berbau belerang.

Bagi mereka yang pemerhati politik luar negeri sih tahu bahwa Chavez ini cuma beretorika saja untuk tampil gagah di hadapan rakyatnya. Padahal, toh semua orang tahu, bahwa konsumen utama minya Venezuela yang diproduksi PDVSA itu ya negara Amerika Serikat.

Kedengaranya semua itu bagus. Efek jangka pendeknya jelas terlihat wahhhh. Rakyat miskin di Venezuela banyak berkurang, orang-orang miskin jadi mendapat pelayanan kesehatan, bensin murah membuat segalanya jadi murah. Chavez memangkas habis angka kemiskinan, dari yang awalnya 60 persen menjadi 30 persen. Chaves adalah pahlwan rakyat. Sayang, itu semua harus dibayar mahal.

Perhatikan semua kebijakan Chavez diatas, semua sektor dibebankan pada dana APBN pemerintah. Dari gaji pegawai bank sampai petani, semua digaji negara. Sementara itu, bukan berarti negara punya uang tak terbatas, penghasilan negara juga ada batasnya.

Satu sektor yang menjadi batu tumpuan bagi penghasilan negara Venezuela sudah dapat lo tebak, apalagi kalau bukan penjualan minyak bumi keseluruh dunia. Problemnya, itu menjadi satu-satunya ladang pendapatan pemerintahan negara. Masak iya harus dijual? 

Sumber pendapatan negara Venezuela, 95% berasal dari laba ekspor minyak bumi PDVSA. Kalau di negara lain, tentu penghasilan utama negara bersumber dari pajak. Pajaknya dapat dari siapa? Sebagian besar ya dari pengusaha-pengusaha yang memutarkan ekonomi dari sektor swasta.

Sayangnya, kebijakan Chavez menasionalisasikan perusahaan swasta membuat Venezuela hampir tidak punya penghasilan dari sektor pajak. Perusahaan-perusahaan yang seharusnya menjadi sumber penghasilan pajak negara, malah menjadi beban pemerintah untuk menggaji semua karyawan dan mengoperasikan perusahaannya. Akibatnya bisa ditebak, pengeluaran negara Venezuela membengkak, naik hingga 200%.

Jika pada tahun 1998 pengeluaran pemerintah adalah $12,3 milyar USD, pada tahun 2008 pengeluaran Venezuela meroket hingga $37,47 miliar USD. Bahkan ketika harga minyak sedang tinggi-tingginya, anggaran negara Venezuela tetap defisit.

Lalu bagaimana jika anggaran negara defisit? Jawabannya cuma satu, ya terpaksa berutang. Jadi biarpun harga minyak sedang mahal-mahalnya, utang negara Venezuela tetap bertambah. Sebetulnya tidak masalah negara punya utang, asal dialokasikan untuk sektor-sektor produktif agar pengembalian utangnya bisa terukur.

Masalahnya, utang negara Venezuela malah dialokasikan untuk menambal kebijakan-kebijakan subsidi yang selama ini memanjakan rakyat Venezuela.

Gawatnya lagi, banyak negara dan lembaga keuangan yang berani memberikan utang kepada Venezuela dengan jumlah besar. Mereka semua berpikir harga minyak kan sedang tinggi, pasti Venezuela bisa mempertanggungjawabkan utang ini. Semua orang memprediksi harga minyak ke depannya akan terus meningkat.

Ironisnya sejarah ekonomi terus terulang. Tidak ada harga yang naik selamanya. Prediksi banyak orang salah. Harga minyak bumi terjun bebas pada tahun 2014. Mendadak, tragedi ekonomi terbesar sepanjang sejarah menerpa Venezuela.

Krisis Ekonomi di Venezuela: Dari Chavez ke Maduro

Pada pertengahan 2011, Huga Chavez diagnosa menderita kanker. Sejak saat itu, di harus menghabiskan waktunya untuk menjalani pengobatan hingga pada 15 maret 2013, Huga Chavez wafat. Seluruh negara berkabung.

Ketika itu Venezuela masih dalam proses perahlian kekuasaan, harga minyak bumi terjun bebas tahun 2014. Otomatis, laba PDVSA juga ikut terjun bebas, yang artinya penghasilan negara menurun drastis.

Imfactnya, semua sektor industri yang selama ini bertumpu mengandalkan sokongan dana dari pemerintah, runtuh kehilangan pegangan ekonomi.

Penerus Chaves, Nicolas Maduro, kelimpungan menghadapi kekecauan ini. Setahu Maduro, kebijakan Chavez itu berhasil selama bertahun-tahun. Jadi, dia pikir semua masalah akan beres dengan meneruskan apa yang sudah Chavez kerjakan.

Padahal kebijakan-kebijakan Chavez untuk mensubsidi rakyat, menasionalisasikan sektor swasta, serta terlalu mengandalakan satu sektor industri Minyak Bumi adalah bom waktu ekonomi. Pemerintah Venezuela disinyalir mengalami defisit yang luar biasa besar.

Lo pasti tahu kalau sudah defisit solusinya ya utang. Problemnya kali ini tidak sederhana itu. Pada zaman Chavez, banyak negara mau meminjamkan uang pada Venezuela karena harga minyak sedang melambung tinggi. Begitu harga minyak merosot, tidak ada satupun yang berani meminjamkan uang pada Venezuela.

Maduro terpaksa menutup defisit dengan kesalahan yang sangat fatal, yaitu dengan mencetak uang bolifar VEF sebanyak-banyaknya.

Kira-kira apa yang terjadi jika pemerintah mencetak uang sebanyak-banyaknya? Jika masih ada yang berpikir kalau mencetak uang Rupiah adalah solusi memberantas kemiskinan, berarti lo belum paham prinsip dasar ekonomi.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, sebelumnya gue udah ngebahas tuntas tentang mencetak uang yang membuat uang menjadi tidak berharga, nila uang menyusut, harga-haraga barang melambung naik dan terjadilah hiperinflasi.

Hiperinflasi atau inflasi tinggi di luar batas kewajaran terus menggerogoti perekonomian Venezuela, industri perdagangan lumpu total, harga-harga barang melambung tinggi, mata uang bolivar jadi tidak berhaga sama sekali.

Sejak 2014, inflasi mulai meningkat tajam, makin menggila di 2015 dan sudah diluar akal sehat begitu lewat 2016. Tepatnya januari 2018, angka inflasi Venezuela sudah mencapai 4000 persen, artinya tertinggi di dunia saat ini.

Akibatnya, semua kebijakan ekonomi Chavez yang berlandaskan niat baik untuk mensejahterakan rakyat mala berbalik menjadi senjata makan tuan.

Kemiskinan dan kelaparan tak lagi terbendung. Harga barang yang terus naik membuat semua orang menyerbu toko, semua orang berupaya menimbun bahan pokok karena takut harga naik lagi besok. Bayangkan saja, setiap hari bahkan setiap jam, harga beras, keran dan telur naik.

Ironisnya, produksi minyak PDVSA yang selama ini menjadi andalan utama mereka terus menerus turun, sampai-sampai Venezuela harus mengimport minyak untuk memenuhi kebutuhan minyak dalam negeri Venezuela.

Ini semua pasti Konspirasi Asing!

Menghadapi masalah sebesar ini, Maduro yang sudah kehabisan akal akhirnya melakukan hal yang paling sering dilakukan politikus yang kehabisan akal, apalagi kalau bukan mencari kambing hitam.

Untuk memilih kambing hitam ini sangat mudah. Ini pasti konspirasi asing yang mencoba menyabot negara Venezuela. Semakin terdesak, Maduro menindak tegas semua orang yang mencoba memprotes kebijakan-kebijakannya, melabeli mereka sebagai antek-antek asing hingga memenjarakan para tokoh oposisi pemerintah.

Akibatnya, sampai Mei 2018 ini, ibukota Venezuela, Caracas, masih terus menerus dilanda demonstrasi dan bentrokan antara rakyat dengan petugas keamanan Venezuela. Di saat bersamaan, hiperinflasi masih terus berlanjut, toko-toko di Venezuela masih kosong melompong. Tidak ada tanda-tanda Maduro akan menutup defisit.

Hiperinflasi Juga Terjadi di Bolivia

Dari Venezuela, kita mampir ke Bolivia. Negeri Bolivia adalah negeri yang terkenal mentantang. Dengan ketinggian rata-rata 1.193 meter di atas pemukaan laut dan tidak memiliki pantai. Walaupun demikian sampai hari ini Bolivia tidak dapat disebut negeri kaya.

Namun, Bolivia pernah mengalami masalah yang serupa dengan Venezuela, yaitu hiperinflasi pada tahun 1983-1985. Masalah Bolivia dimulai dari ketidakstabilan politik sejak 1979 sampai 1985.

Gonta-ganti pemerintahan dan bentrokan banyak kubu politik antar pihak oposisi dengan pemerintahan yang terlalu sering dimasa tersebut membuat pengusaha lokal maupun asing taku untuk membuka usaha. Disisi lain, satu hal yang semakin membuat kasus Bolivia mirip dengan Venezuela yaitu tadi Kebijakan Subsidi.

Carut marut politik yang berkepanjangan selama 6 tahun membuat para politikus menjual janji kepada rakyat Bolivia semakin tidak masuk akal, salah satunya ya kebijakan subsidi untuk memanjakan rakyat.

Disisi lain, perseteruan politik membuat negara tidak produktif yang berujung pada defisit anggaran. Ingatkan apa rumus defisit anggaran? Berutang pada negara lain. Awalnya memang bank-bank luar negeri dan IMF bisa menambal kekurangan ini, tapi ketika kekacauan politik tak mereda dan utang lama belum terbayar, merekapun menolak meminjamkan utang baru.

Seketika anggaran defisit dan utang membengkak, tidak ada yang mau memberikan utang. Terus apa yang dapat dilakukan pemerintah Bolivia? Lagi-lagi kesalahan fatal yaitu mencetak uang peso. “mata uang Bolivia saat itu masih peso, sekarang mata uangnya Boliviano”

Pastinya lo bisa menebak apa yang selanjutnya terjadi begitu bank sentral mencetak uang sebanyak-banyaknya? Nilai mata uang menyusut, harga barang melambung tinggi, terjadilah krisi ekonomi yang dipicu hiperinflasi.

Tingkat inflasi mencapai 300 persen antara oktober 1981 hingga oktober 1982. Inflasi ini juga membuat pajak yang dibayar rakyat menjadi tak ada artinya, mengurangi pemasukan pemerintah Bolivia dan memperparah defisit. Jangan lupa juga utang-utang luar negeri yang diambil pemerintah Bolivia ada bunganya juga. Otomatis bunga utang terus menambah pengeluaran, sehingga semakian mempeparah defisit.

Situasi makin sulit ketika upaya-upaya pemerintah untuk memperbaiki ekonomi Bolivia selalu ditentang oposisi politik dan didemo besar-besaran oleh rakyat pendukung partai oposisi. Tidak sedikit solusi yang diajukan pemerintah ditampik oleh partai oposisi pada keputusan DPR, atau terkadang oleh pejabat pemerintah sendiri.

Salah satu indikator hiperinflasi adalah rontoknya nilai mata uang Bolivia, Peso, terhadapa US dollar. Bahkan, pada juni 1983, 1 US dollar sebanding dengan 5000 Peso. Pada Januari 1984, sebanding dengan 10.000 Peso. Pada Juni 1984, sudah sebanding dengan 50.000 Peso. Desember 1984 sudah meloncat ke 250.000 Peso dan juli 1985, 1 US dollar sama dengan 2 juta Peso. 

Pada puncaknya inflasi Bolivia pada bulan Mei dan Agustus 1985 mencapai  60.000 persen. Inflasi di Bolivia semakin tak terkendali. Harga barang terus naik tak karuhan, bahkan harga di pagi hari sudah berbeda dengan harga disiang hari.

Uang yang ada di saku masyarakat sudah tidak ada artinya lagi dan setiapa detik berlalu uang tersebut semakin tidak berarti. Ini artinya, tabungan dibank sudah tak ada artinya. Apa artinya uang tabungan 2 juta Peso kalau cuma cukup buat beli roti kecil?

Akibatnya, kriminalitas merajalela. Penjarahan terjadi dimana-mana. Semua toko diserbu oleh semua orang, sebab semua orang tidak mau menyimpan uang. Semua orang berlomba-lomba untuk menghabiskan uang yang ada dikantong. Uang begitu melimpah tapi tak ada artinya, uang menjadi cuma kerta yang tak lagi berharga. Lebih baik menyimpan beras daripada menyimpan uang. Itulah yang terjadi di Bolivia.

Keajaiban Ekonomi Terjadi Menyelamatkan Bolivia

Pada 29 Agustus 1985, pemerintah Bolivia mengumumkan sebuah kebijakan drastis untuk menghentikan hiperinflasi. Kurang dari seminggu, hiperinflasi berakhir. Harga-harga berhenti naik. Akhirnya, semua harga stabil. Keadaan kacau-balau yang begitu menyengsarakan rakyat cuma dalam hitungan hari berakhir. Sebuah keajaiban ekonomi yang sulit untuk dipercaya. Lho, kok bisa?

Setelah meminta saran dari Profesor Jeffrey Sachs, salah satu pakar ekonomi Amerika Serikat, pemerintah Bolivia akhirnya memutuskan menghapus subsidi BBM dan menaikkan harga bahan bakar minyak. Ketika kebijakan ini diusulkan, banyak orang yang heran :

“Lha, kalau harga BBM naik bukannya malah memicu kenaikan semua harga? Semakin naik inflasinya dong?”

Itulah yang dipikirkan banyak pejabat, dan orang-orang awam yang belum paham hukum ekonomi. Namun faktanya, kebijakan inilah yang menyelamatkan Bolivia dan kehancuran ekonomi karena hiperinflasi. Kok bisa begitu?

Penyebabnya karena salah satu pengeluaran negara Bolivia yang paling besar adalah subsidi BBM. Subsidi yang selama ini memanjakan rakyat menjadi sumber kebocoran besar pengeluaran negara. Ketika subsidi tersebut dihentikan, berhenti sudah salah satu sumber defisit terbesar negara, hilang sudah kebutuhan negara mencetak uang untuk membayar tagihannya.

Ketika penyebab hiperinflasi menghilang, hiperinflasipun mereda dalam hitungan hari. Begitu penawaran yang berlebihan dihentikan, penurunan nilai mata uang atau kenaikan hargapun terhenti! Hiperinflasi di Bolivia terhenti di tahun 1985 karena defisit anggaran tersebut sudah tertutup. Semua kekacauan ini, lagi-lagi terjadi karena niat baik dengan pemberian subsidi kepada rakyat.

KESIMPULAN

Menurut kaca mata gue, ada beberapa pelajaran penting yang bisa kita tarik dari sejarah 2 negara ini. Pelajaran pertama bisa diringkas oleh kalimat mutiara. Jalan ke neraka diaspali oleh niat baik. Niat memberantas kemiskinan dan menciptakan keadilan sosial emang sangat amat mulia. Namun, saat kebijakan itu tidak didasari analisi ekonomi, malah memicu krisi ekonomi. So, niat baik aja nggak cukup untuk membenarkan segalanya. Niat baik juga harus disertai kebijaksanaan dan pengetahuan yang benar.

Pelajaran kedua, kebijakan subsidi jarang sekali membawa dampak positif ekonomi. Subsidi hampir selalu hanya menawarkan kenikmatan sesaat, tapi hendingnya justru menjadi bom waktu yang menghancurkan ekonomi negara tersebut. Subsidi berarti ada distorsi, ada campur tangan pemerintah dalam mengatur harga. Subsidi berarti ada yang diistimewahkan dalam perputaran ekonomi. Kerika keistimewahan tersebut hendak dicabut, pihak yang menerimanya seringkali tidak terima, menolak, berdemonstrasi dan berusaha mati-matian mempertahankan kenikmatan subsidi.

“Inilah bahaya terbesar subsidi, begitu subsidi dialirkan, sulit sekali menghentikannya. Lo bisa lihat betapa susahnya pemerintah Indonesia mengurangi subsidi BBM”

Dalam banyak kasus, gua pribadi berpendapat kebijakan subsidi jarang sekali menjadi keputusan ekonomi yang baik. Kalaupun kebijakan subsidi ini memang perlu dilakukan, setidaknya bisa dipertimbangkan untuk kebutuhan yang sangat fundamental, misalnya pendidikan, kesehatan, dan hal-hal vital lainnya. Sekian artikel dari gua, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan lo semua. Seeyounextarticle!

Pembahasan Mengenai Ilmu Kriptografi Serta Cara Memecahkan Kata Sandi

Hallo guys, gimana nih kabarnya? Gue harap kabar kalian baik-baik aja ya? Basa-basi banget ya gue hehe. Langsung aja deh ya. Jadi gini guys kemarin gue baru aja kelar nulis konten dengan topik Energi Ramah Lingkungan. Nah, kali ini gue mau share ilmu pengetahuan yang nggak kalah pentingnya dengan topik gue yang kemarin. Wah, apaan sih yang mau gue bahas kali ini. So, gue mau bahas hal yang mungkin agak sedikit asing ditelingah lo yaitu, sejarah kriptografi atau yang biasa disebut dengan kode rahasia.

So, buat lo semua yang suka dengan tema detektif, agen rahasia, hacking, main sandi rahasia yang cuma diketahui temen se-genk, atau lo yang doyan kode-kodean sama gebetan, yuk gabung sini mari kita simak ceritanya.

But, sebelum kita masuk ke topik utama, gua mau nanya dulu nih. Lo pernah nggak sih nonton film The Imitation Game. Gue yakin sebagian lo pasti udah nonton filmnya, iyakan? Kabar baiknya film yang di adaptasi dari sejarah perang dunia II tersebut baru aja dapat 7 nominasi dan 1 piala oscar, wow nggak? Buat lo yang belom nonton, film ini mengisahkan sepenggal kehidupan Alan Turing, tau dong Alan Turing siapa. Yap, bener sekali alan adalah ahli sejarah sekaligus bapak dari computer science dan artificial intelligence alias A.I. Nah, berbicara soal kecerdasan buatan, artikel gue satu ini juga ada kaitannya dengan kemajuan teknologi yang bisa dibilang hampir tak terbendung lagi. Contoh, dimasa depan, bukan tak mungkin robot menguasai kehidupan manusia.

Balik kebapak komputer. So, Alan Turing adalah seorang jenius yang berjasa besar terhadap peradaban kita seakrang. Tanpa adanya campur tangan beliau mungkin kita tak akan dapat menikmati komputer modern yang telah terbentuk seperti sekarang ini. Keren banget kan, tokoh yang satu ini. Buat lo yang penasaran gimana filmnya, berikut trailernnya:

Hal yang sangat amat menarik dari film ini adalah ketik Alan ditugaskan oleh pemerintahan Inggris untuk  menemukan cara agar dapat memecahkan kode dari mesin Enigma yang dipakai Nazi Jerman untuk mengirim pesan militer rahasia. Dengan memecahkan kode dari mesin Enigma, Alan Turing dan kolega dapat mengetahui setiap pergerakan militer Jerman secara diam-diam sehingga dapat membatu secara signifikan strategi militer sekutu untuk memenangkan Perang Dunia II.

Okay, sebelum kita bahasa detail tentang Enigma, gue mau ceritain dulu tentang kode dalam perang dan memperkenalkan ke lo tentang kode-kode lain yang sangat mendasar. Gimana lo da siap? Yuk, scroll terus kebawah.

Sebetulnya Kode Itu Apasih?

Kode mengkode itu sebenarnya udah sejak ribuan tahun yang lalu. Nah, ngomongin kode-kodean sebetulnya nggak cuma marak digunakan abege jaman now yang sering dipakai buat ngegombal, nyebarin gosip atau sekedar lucu-lucuan. Eh, tapi maksud gue disini itu kode beneran yah, bukan posting status galau buat nyindir gebetan, terus dikasih tuh hastag kode, nggak yah? Kode yang gue maksud disini adalah saat kita mengirim sebuah pesan yang konteksnya rahasia, yang nggak boleh ketahuan oleh pihak lain selain penerima pesan yang kita tuju. Terus, gimana caranya tuh kita bisa ngirim pesan yang nggak bisa diketahui oleh orang lain kecuali si penerima?

Simplenya ya, sama aja ketika lo ngirim pesan kertan ke sohib-sohib lo di kelas yang dioper-oper antar temen yang lain. Anak jaman now masih suka iseng kayak gini nggak yah? Jaman gue dulu sekarang jujur sering banget sih. Nah, untuk mencegah ada temen yang iseng buka isi pesen kertas itu atau ketahuan sama guru terus dibuka dan dibacakan di depan kelas, gak jarang ada siswa kreatif yang nulis pesen itu berupa kode yang memiliki sandi tertentu. Misalnya, setiap huruf diubah menjadi simbol tertentu yang udah disepakati bersama, atau misalnya lo sama sohib lo udah bikin rumus tersendiri untuk cara membaca kode tersebut. Jadi, kalau misalnya lo lagi apes terus pesan kertas lo ketahuan sama guru, doi juga gak bakalan ngerti isi pesen lo itu apaan.

Nah, mungkin buat lo yang suka bikin kode dan sandi buat kirim pesen ke sobat-sobat lo itu cuma sekedar iseng doang, tapi kurang-lebih sebetulnya memang itulah yang sering digunakan para agen intelijen dan mata-mata untuk mengirim pesan militer dan informasi rahasia lainnya. Cuma, kode yang mereka gunakan jauh lebih rumit aja.

Di era modern, informasi rahasia yang berhubungan sama politik dan pertahanan, selalu menjadi faktor penting dalam menyelesaikan konflik militer dan nggak jarang juga informasi rahasia itu bisa jadi kunci kemenangan. Pengiriman informasi rahasia dalam peperangan mulai dilakukan intensif di era perang dunia pertama yang kemudian berkembang jadi sandi teleprinter tahun 1917. Dalam kondisi penuh konflik tersebut, baru deh manusia berpikir keras secara kreatif untuk mengembangkan banyak hal, terutama juga metode untuk membuat kode dan sandi yang sangat sulit untuk dipecahkan. Sampai akhirnya di antara perang dunia pertama dan kedua, metode statistik mulai dipake dalam kriptanalisis dan pengembangan sandi, yang akhirnya menghasilkan Enigma pada tahun 1932.

Gimana, penasaran nggak gimana sih struktur kode yang digunakan para agen rahasia pemerintah untuk ngirim pesan rahasia? Nah, sebelum masuk ke bagian militer, gue akan memperkenalkan lo dulu teknik-teknik bikin kode dasar dan simpel banget yang langsung bisa lo bikin sekarang juga buat berkirim pesan rahasia ke teman-teman lo.

Teknik-Teknik Sederhana Kriptografi

Seperti yang gue katakan diatas ilmu yang melekat dengan kode-kodean itu biasa disebut dengan Kriptografi. Nah, kalau lo kuliah jurusan ilmu komputer, lo bakal pelajarin ini sebagai mata kuliah wajib lho. Kriptografi yang dalam bahasa Yunani adalah Kriptos atau rahasia dan graphein adalah tulisan yang mempelajarin serta praktek dan cara-cara yang memungkinkan komunikasi secara aman, alias rahasia. Dalam konteks ini ada tiga komponen yang menjadi bagian utama yaitu :

  1. pesan rahasia (plaintext)
  2. kunci (key) dan
  3. sandi (ciphertext)

Di dalam dunia persandian jaman old, ada dua cara untuk memecahakan sandi, yaitu substitusi dan transposisi. Pada tulisan ini, gue akan bahas sandi substitusi aja ya. Sandi substitusi mengubah satu huruf atau karakter di pesan plaintext, menurut aturan kunci key, menjadi karakter lain di sandi rahasi ciphertext.

  • Sandi Caesar

Contoh paling simpelnya sandi substitusi adalah sandi Caesar. Sandi Caesar adalah sandi substitusi yang menggunakan kunci yang panjangnya 1 karakter doang karakter diambil dari alfabet. Biasanya, para pihak yang terlibat udah sepakat dan sama-sama tau kalau mereka bakal pake Sandi Caesar dengan kunci karakter tertentu untuk bertukar pesan rahasia.

Pengirim pesan: punya pesan asli, tau kunci, tau pake Sandi Caesar. Dia gunain untuk menghasilkan sandi rahasia.
Penerima pesan: tau kunci, tau pake Sandi Caesar, tau sandi rahasia. Dia gunain buat memecahkan sandi rahasia untuk mendapatkan pesan asli.

Alfabet yang dipakai untuk merangkai pesan atau plaintext diberi indeks nomor seperti gambar di atas. Karakter yang dipake sebagai kunci juga diambil dari alfabet. Kunci ini umumnya bakal ditambahin atau buat menggeser karakter pesan asli untuk membentuk sandi. Kalau ketika ditambahkan atau digeser menghasilkan indeks lebih dari 25, urutan indeks bakal balik lagi ke 0. Dari Z mentok, balik lagi ke A. Penasarankan? Noh gue kasih contoh deh…

Misalnya, kita mau tulis ZENIUS dengan kunci B. Huruf Z-E-N-I-U-S dalam urutan alfabetik adalah 25-4-13-8-20-18. Kunci “B”, nilai indeksnya 1. Dengan menambahkan kunci B (1) ke pesan kita, sandi yang terbentuk jadinya ditambahin aja +1 atau geser ke kanan 1x semuanya, jadi seperti ini: 26-5-14-9-21-19.

Lalu yang lebih dari 25, kita ulang ke 0. Berhubung yang yang lebih dari 25 cuma satu karakter, jadinya yang diubah karakter pertama itu doang. Jadinya seperti ini: 0-5-14-9-21-19. Nah, dari indeks alfabet ini, kita ubah lagi ke dalam bentuk abjad, jadi sandi yang kita dapet adalah AFOJVT.

Jadi, waktu gue kirim sandi rahasia bentuknya adalah AFOJVT menggunakan kunci yang gua gunakan adalah B (1), kemudian oleh si penerima pesan, tinggal dikurangin indeksnya sama dia atau digeser ke kiri 1x, sandi tersebut didekripsi dan dibaca menjadi ZENIUS.

Ngerti kan caranya? Ini masih tergolong sandi yang simpel banget.

Nah, kalau udah ngerti, coba pecahkan sandi rahasia yang gue kasih ya. Sandi rahasianya, ORUBKEUA. Pake kunci, G. Tulis jawabannya ya..

  • Sandi Atbash

Sandi klasik lain contohnya adalah sandi Atbash. Sandi Atbash ini menukar urutan huruf yang dari depan ke belakang jadi belakang ke depan seperti di bawah ini:

Pesan: ABCDEFGHIJKLMNOPQRSTUVWXYZ

Sandi: ZYXWVUTSRQPONMLKJIHGFEDCBA

Dengan menggunakan sandi Atbash, pesan ZENIUS akan menjadi sandi AVMRFH. Si penerima pesan, tinggal tukar balik aja tuh urutan hurufnya. Nama Atbash ini sendiri berasal dari penggunaan pertamanya dalam huruf Yahudi, yaitu Aleph-Tav-Beth-Shin, huruf pertama, terakhir, kedua, dan kedua sebelum terakhir dalam bahasa Yahudi. Kalau dalam huruf latin namanya kurang lebih akan jadi Azby. Jadi nama dari sandi ini sendiri, menggambarkan mekanismenya, lucu yah?

  • Sandi Polialfabet

Sandi substitusi ada juga yang kuncinya lebih dari 1 karakter, biasa disebut sebagai sandi polialfabet. Yang paling umum adalah sandi Vigenere. Tekniknya sama aja kayak Sandi Caesar, bedanya, kuncinya aja lebih dari 1 karakter. Berarti kita masih bisa memanfaatkan indeks urutan alfabet yang kita gunakan untuk Sandi Caesar sebelumnya.

Langsung ke contoh penggunaannya. Kita mau tulis pesan ZENIUS dengan kunci 3 huruf UAN. Caranya sama aja kayak Sandi Caesar, tinggal lo tambahin aja indeks nomornya. Berhubung kuncinya (UAN) terdiri dari 3 karakter, sedangkan pesannya (ZENIUS) terdiri dari 6 karakter, kita bisa ngulangin kuncinya sehingga panjang karaktern kunci = panjang karakter pesan –> UANUAN. Ini berlaku untuk semua case, di mana panjang karakter kunci tidak sama dengan panjang karakter pesan. Tinggal lo ulangi aja karakter kunci.

Misal, pesan = IVANWASKITA (11 karakter), kunci = UNYU (4 karakter). Tinggal lo ulang aja karakter kuncinya jadi 11 karakter –> UNYUUNYUUNY.

Jadi, kalau gua kirim sandi polialfabet TEACUF dengan formula kunci UANUAN, maka sang penerima bisa membaca pesan tersebut sebagai ZENIUS. Segini doang sih, masih gampang dimengerti lah, ya?

Oke, last challenge nih, ya. Menggunakan Sandi Vigenere, coba pecahkan sandi rahasia ini: Riyigssonv msmhrzu dengan kunci zenius. Selamat utak-atik ya hehe…

  • Sandi Berlapis

Untuk memperkuat sandi, pesan rahasia militer melakukan sandi beruntun, misalnya setelah kita lakukan Atbash ke kata ZENIUS menjadi AVMRFH, kita sandikan lagi dengan sandi polialfabet 3 huruf UAN menjadi UVZLFU. Nah lho, sandinya emang sama-sama ngga bisa dibaca, tapi buat orang yang gak tau kuncinya, akan jauh lebih susah untuk dapetin pesan asilnya.

Enigma sendiri juga make sandi beruntun polialfabet seperti ini nih, tapi bukan cuma 2, 3, atau 4 lapis, tapi 9 lapis. Gila ya? Makanya Enigma ini konon adalah mesin enkripsi yang tidak mungkin bisa dipecahkan, saking rumitnya kunci yang digunakan. Selain itu, kunci yang digunakan oleh mesin ini juga berganti-ganti terus dalam 24 jam. Kebayang gak tuh gimana caranya kalo pesan rahasia 9 lapis ini dicoba untuk dipecahkan secara manual oleh otak manusia?

Nah, dengan kejeniusan seorang Alan Turing, dia akhirnya membuat sebuah mesin yang bisa mengkomputasi setiap kode menjadi pesan dengan delay waktu hanya beberapa menit, gokil gak tuh? Keren-nya lagi, mesin yang dia buat ini akhirnya menjadi pelopor dari alat yang kita kenal sekarang sebagai komputer.

Okay, sekarang gua ajak lo semua buat sejenak menjadi seorang Alan Turing, kita sama-sama oprek kerumitan dari mesin ENIGMA!

The Enigma

Enigma adalah mesin mekanikal dan elektrikal yang mengubah pesan menjadi sandi. Gambarannya seperti di bawah:


Kalau kita mau bikin sandi, yang kita perlu lakukan cuma ketik aja pesan kita huruf per huruf, terus catet lampu yang menunjukan karakter sandi mana yang nyala di lampboard. Terus kalau kita mau translate kode balik ke pesan rahasia kita, tinggal masukin kodenya terus catet lagi lampu-berhuruf mana yang nyala. Gampang kan? Cara pakenya memang gampang, tapi bikin kodenya ternyata nggak sesimpel itu.

Inilah gambaran sederhana ketika Enigma membuat kode berlapis. Pertama-tama ketika kita mengetik suatu pesan melalui keyword, informasi tersbut bakal masuk ke yang namanya plugboard (1). Abis keluar dari plugboard, dia bakal masuk ke rotor kanan (2), lalu ke rotor tengah (3), rotor kiri (4), reflector (5), balik masuk ke rotor kiri (6), tengah (7), kanan (8), lalu masuk lagi ke plugboard (9). Setelah keluar dari plugboard, baru deh sinyal listriknya masuk ke papan lampu, nyalain huruf mana yang akan jadi kodenya. Di masing-masing step itu, huruf yang kita masukin bakal diubah jadi huruf lain, jadi Enigma itu sandi 9 tingkat!

Yuk kita bahas gimana ketiga part ini – rotor, plugboard, reflector – masing-masing mengubah sinyal huruf kita.

  • Plugboard

Plugboard di Enigma ini terdiri dari satu papan listrik yang isinya huruf sama colokan di masing-masing huruf. Nempel di situ ada 10 pasang huruf yang dihubungin sama kabel yang dicolokin ke sana. Gunanya plugboard ini adalah generate sandi level satu, mengubah huruf karakter yang di-input melalui keyboard jadi huruf lain or not. Contohnya:

A B C D E F G H I J K L M N O P Q R S T U V W X Y Z
E H S R A G F B Z J K L M N O R V P C X Y W V T U I

Dalam contoh di atas, kita hubungin A sama E, B sama H, C sama S dan seterusnya. Di kode Enigma standar Jerman, bakal ada 6 huruf yang ngga berpasangan, dalam contoh kita tadi, J sampai O. Kalau kita ketik ZENIUS, yang keluar dari plugboard ini adalah IANZYC. Karena hubungan kabel ini berpasangan dan ga berubah, kalau kita masukin IANZYC ke dalem plugboard yang keluar kembali menjadi ZENIUS. Ngerti kan? Nah, itu baru lapis satu doang looh..

  • Rotor dan reflektor

Ada tiga rotor yang dipakai di Enigma, masing-masing di posisi kanan, tengah dan kiri. Masing-masing rotor ini mengambil input huruf dari proses sebelumnya berarti rotor kanan pertama mengambil input dari plugboard lalu mengubahnya jadi huruf lain dengan proses Caesar. Di ujung tiga rotor ini bakal ada reflector yang juga akan ngubah huruf yang dia dapet jadi huruf lain juga. Di bawah adalah kode rotor dan reflektor Enigma yang digunakan pasukan Jerman:

Nah, tabel di atas inilah kurang lebih penggambaran sistem acak kode berlapis. Kebayang kan lo gimana caranya para cryptanalyst ahli pemecah kode dibuat keblinger karena ada 1,59 x 10^14 banyak kemungkinan yang harus mereka pecahkan untuk setiap karakter huruf pesan rahasia yang dikirimkan?

Kalau lo perhatiin contoh gambar yang gue kasih di atas, tipe rotor itu semua ada 8, tapi di gambar itu yang dipake cuma 3. Maksudnya apa? Maksudnya jika rotor yang dipake untuk pengiriman sandi itu diganti atau ditukar tempatnya, seluruh mekanisme pengacakan sandinya jadi beda. Sehingga penerima pesan harus tau rotor mana aja dan posisinya masing-masing yang dipake sama pengirim pesan. Terus, gimana caranya dong pasukan Jerman tau kode satu sama lain? Ternyata, mereka terbitin edaran kaya gini nih setiap bulan:

Dari tanggal 1 sampai 31, edaran ini ngasih tau semua operator Enigma rotor mana aja yang dipake dan posisinya kiri tengah kanan. Jadi Setiap kali mau nulis atau baca pesan, semua Enigma harus disetting seperti ini, supaya pesan yang dikirim dan diterima sama.

Inilah kehebatan Jerman dalam memakai Enigma. Pertama, Enigmanya sendiri udah susah banget buat dibaca setiap harinya. Kuncinya, yang dicetak dalam edaran kaya di atas, di refresh tiap sebulan sekali. Jadi kalau seandainya mesin Enigma dan edaran itu direbut sama pihak sekutu, ya cuma bisa jalan buat sebulan, karena awal bulan depan udah diganti lagi tuh kode. Ada lagi system Kenngruppen di edaran itu, yang dibuat untuk mengecoh pasukan sekutu dengan membuat pesan asal-asalan yang banyak untuk menipu sang pemecah kode. Sekutu memang kelabakan banget nih ngadepin kode Jerman yang susah banget dipecahin. Mereka harus bisa mecahin kode ini pagi-pagi setiap hari karena besoknya lagi kunci kodenya udah berubah sesuai dengan perubahan jenis rotor, posisi rotor, dan pasangan-pasangan plugboard yang dipake.

Terus gimana caranya Alan Turing memecahkan kode Mesin Enigma?

Sebelum cara pemecahan kode ini diselesaikan oleh Turing dan kolega, seorang matematikawan Polandia bernama Marian Rejewski adalah orang pertama yang menemukan struktur detail mesin Enigma yang digunakan angkatan bersenjata Jerman. Jerih payahnya terbayarkan ketika dia berhasil menciptakan mesin Bomba yang berhasil memecahkan kode Enigma. Tapi karena Polandia keburu diserang Jerman duluan tahun 1939, para intelegen Polandia sempat kocar-kacir sebelum akhirnya berhasil melarikan salah satu mesin Enigma dan mesin Bomba ke Inggris. Sejak saat itulah, para matematikawan jago dan ahli-ahli statistik paling jago di Eropa seperti, Gordon Welchman, Max Newman, dan Alan Turing berkumpul di Bletchley Park dan meneruskan upaya pemecahkan kode Enigma.

Pada awalnya, mereka mencoba untuk memecahkan kode enigma dengan cara manual, namun ternyata cara itu sangatlah sulit karena mekanisme sandi berlapis ditambah para pengirim pesan selalu merubah kombinasi rotor setiap harinya. Sampai akhirnya Turing dan kolega mencoba meneruskan inspirasi mesin Bombe yang mampu memecahkan sandi mesin Enigma dengan waktu yang lebih cepat daripada waktu manual, tapi tetap dibutuhkan waktu lebih dari 18 jam untuk bisa menyelesaikan seluruh pesan sandi.

Sampai akhirnya Turing menemukan celah pada mesin Enigma. Cara kerja mesin Engima dengan 9 level kode dan rotor yang bergerak dengan mekanisme roda yang berputar, sehingga tidak memungkinkan satu huruf keluar sebagai huruf itu sendiri. Jadi, kalau kita masukin huruf A ke Enigma, huruf A nggak bakal nyala. Hal ini memungkinkan mesin pemecah kode untuk mencari lokasi kata-kata umum di sandi. Begitu lokasi kata-kata itu sudah ketemu di sandi, kemungkinan kombinasi rotor dan posisi rotor langsung turun drastis, jadi nggak semua kemungkinan yang sampe 10 pangkat 14 itu perlu dicoba sama para pemecah kode.

Akhirnya, mesin Bombe dapat digunakan dengan sangat efisien sehingga memungkinkan Sekutu untuk memecahkan kode Enigma setiap paginya dalam waktu 20 menit aja. Tentu saja, pemecahan informasi ini tidak secara gamblang diberitakan, bahkan tidak diberitahukan secara penuh pada pihak militer Inggris dan sekutu. Kenapa begitu? Alan Turing sengaja hanya membocorkan rencana-rencana tertentu yang dianggap krusial supaya pihak Jerman tidak curiga bahwa mesin Enigma yang mereka miliki sudah berhasil dibongkar oleh pihak sekutu.

Bisa lo bayangkan sendiri gimana rasanya Alan Turing dan kolega harus menghadapi tantangan berikutnya baik moral maupun teknis untuk memilah informasi yang mereka berikan pada pihak militer Sekutu, dan mana yang sengaja tidak diberitahukan, agar tidak menimbulkan kecurigaan.

Mungkin sampai di sini lo semua berpikir bahwa Alan Turing adalah seorang jenius luar biasa yang telah mengubah sejarah baik dalam teknologi informasi maupun tatanan struktur politik dunia, hanya dengan menjadi seorang ahli matematika tuh kan siapa bilang ahli matematika tidak bisa mengubah dunia? Akan tetapi jangan lo sangka Alan Turing diperlakukan sebagai seorang pahlawan perang, kehidupan pribadinya bisa dibilang sangat tragis.

Setelah Perang Dunia II, dia ditangkap dan dihukum karena pengakuannya sebagai seorang homoseksual. Konsekuensinya dia dikeluarkan dari kerjaannya sebagai Konsultan Kriptografi di Departemen Komunikasi Inggris waktu itu, dan diwajibkan meminum obat yang membuat hormon dalam tubuhnya tidak stabil sampai menyebabkan dia impoten dan tumbuh payudara seperti perempuan.

Tiga tahun setelah dia dihukum, akhirnya Turing memutuskan untuk bunuh diri di umur 41 dengan memakan apel yang mengandung sianida. Akhirnya, setelah lebih dari 50 tahun, pada tahun 2014 pemerintah Inggris secara resmi menyatakan permintaan maaf atas perlakuan mereka terhadap Alan Turing. Tanpa kontribusi Turing, gue mungkin ngga bisa tulis dokumen seperti ini buat dijadiin blog dan kemajuan kita dalam penggunaan komputer mungkin tidak akan maju sepesat sekarang, yagak? So, semoga ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan kita semua yaa. Seeyounextarticle. broooo!

Apasih Yang Menyebabkan Energi Ramah Lingkungan Sangat Minim Dipergunakan

Sebut saja nama nya andy, jadi andy ini baru saja mendapatkan warisan sebesar 100 miliar sepeninggal keluarganya, angka yang benar-benar fantastis bukan? Mendengar hal tersebut lantas membuat andy merasa senang dan bahagia. Sayang, dia menggunakan warisan tersebut tidak dengan bijak. Andy, doyan berfoya-foya. Padahal, andi sendiri tau bahwa duit sebanyak itu lambat laun akan habis. Akan tetapi karena hobinya yang gemar mengambur-amburkan uang andy menututup rapat matanya. Bodo amat, begitulah ungkapnya. Ogah untuk bekerja, menabung tidak juga. Parahnya, dia nggak mau mutar duitnya untuk berinvestasi. Pada intinya, andy hanya ingin berfoya-foya tak karuhan.

Nah, moment seperti ini kira-kira apa yang akan terjadi setalah duit andy habis? Okey, awalnya mungkin andy bisa lah jual satu persatu barang-barang mewahnya. Iya nggak? Tapi toh duit juga nggak akan bertahan lama. Andy udah terbiasa banget hidup mewah, bertahun-tahun juga sudah tidak bekerja, singkat cerita mulai kebingungan. Dibenak andy ingin memulai bekerja, sayangnya fisik dan pengalaman tak lagi memadai. Finally, andy jatuh bangkrut. Kehidupannya yang dulu megah kini lumpuh total.

Melihat cerita ini gue yakin sebagian lo akan beragumen cerita ini seperti sinetron, iyakan? Lho sadar nggak cerita ini bisa jadi analagi lho untuk menggambarkan betapa ironinya peradaban manusia saat ini.

Kira ambil contoh deh, melihat segala kenyamanan yang dirasakan manusia modern, mulai dari penerangan yang memadai, listrik serba guna, hingga transportasi yang nyaman, bertopang pada sumber energi yang ringkih. Bisa dibilang, manusia modern udah terlalu candu dengan sumber energi fosil.

Sumber energi yang pas ditemukan pertama kali, kesannya tuh banyak dan bikin manusia besar kepala. Padahal, jumlahnya itu terbatas dan tentu akan habis jika waktunya telah tiba.

Sebetulnya, sebelum habispun keberadaan manusia bakal terancam. Sebab, sumber energi ini disinyalir mengotori bumi. Akumulasi efek penggunaan sumber energi yang kotor ini akan membuat bumi jadi tempat yang nggak mudah lagi untuk ditinggali manusia.

Udara makin kotor, gagal panen ada dimana-mana, jumlah ikan untuk dipancing kian menipis, kekeringan melanda wilayah-wilayah tertentu dan lain-lain. Bukan tidak mungkin semua itu akan berefek pada ketidakstabilan politik hingga akhirnya akan berujung pada peperangan.

Lantas, bagaimana jika manusia terus membandel dan enggan untuk berhenti menggunakan energi ini. Pertanyaanya, apakah yang akan terjadi ketika sumber energi ini bener-bener habis? Semuanya udah telat untuk  mencari dan mengembangkan sumber energi lain. Sebab, ekonomi dan peradaban kita telah lumpuh.

Nah, untuk itu udah saatnya kita merubah dunia, dan mau tidak mau suka tidak suka kita harus bisa beralih pada sumber energi baru. So, beberapa waktu yang lalu teman gue sempat nulis artikel yang menjelaskan beberapa sumber energi yang dapat dijadikan alternatif lain.

Tapi, ada satu fakta yang amat mengganggu. Walaupun kita butuh banget untuk beralih, ternyata penggunaan sumber energi alternatif ini masih jauh lebih sedikit dari bahan bakar fosil.

Sumber energi lain baru dipake 20%, sedangkan bahan bakar fosil masih mendominasi penggunaan energi dunia. Pertanyaanya, kenapa sih sesuatu yang jelasnya sangat amat dibutukan justru tidak menjadi pilihan utama? Sesulit itukah untuk mengimbangi dominasi raksasa migas dan batubara? Sebenarnya apa aja tantangan yang dihadapi pengembang sumber energi alternatif agar bisa menjadi pilihan mainstream untuk menghidupkan dunia, gimana penasaran kan?

Nah, di artikel kali ini gue akan membahas 2 tantangan utama yang membuat sumber energi yang kita butuhkan sangat minim dipergunakan. Okey, kalau artikel temen gue itu terfokus pada konsep fisika tulisan ini justru akan fokus pada penerapannya. So yahh, ini cocok banget buat lo yang ingin masuk kejurusan pertambangan atau lo yang peduli sama isu energi dan lingkungan. Menarik bukan? Jangan berhenti membaca guys.

Sumber Energi Alternatif Mana Yang Bisa Kita Andalkan?

Sebelum kita masuk kedua tantangan berikut, izinkan gue persempit dulu ya. Jadi, dari semua sumber alternatif yang ada, kira-kira yang manasih yang dapat kita andelin. Biar nantinya kita nggak bergantung lagi nih pada energi yang stoknya kita tau terbatas, dan kita harus mencari energi yang sumbernya melimpah, setuju nggak? dan juga bisa diperbaharui dalam waktu yang relatif singkat, nggak nyampe jutaan tahun, sehingga pemakaiannya bisa berkelanjutan, trendnya disebut dengan Renewable Energy.

Dengan kata lain, kita kudu beralih ke sumber energi terbarukan dan bersih. Nah, sumber energi mana nih yang memenuhi kriteria terbarukan dan bersih? Sebelum kita jelasin, gimana kalau lo dulu deh yang coba ngejawab dengan melengkapi tabel ini.

Selain petunjuk yang ada diatas lo juga bisa intip balik artikel teman gue, bagiaman tiap pembangkit mengahasilkan listrik.  Coba dipikir-pikir lagi ya guys sebelum menjawabnya.

 

Oke, udah kelar isi tabelnya? Sekarang gue bantu jawabdeh.

  • PLTU (Uap) Batubara: tidak terbarukan, tidak ramah lingkungan

Ini udah jelas ya. Batubara termasuk energi fosil yang jumlahnya terbatas dan untuk memperbaharuinya butuh waktu jutaan tahun. Karena berasal dari fosil, which is sisa atau jasad renik tumbuhan dan hewan jutaan tahun lalu, pastinya mengandung karbon dong. Tumbuhan zaman dulu kan fotosintesis menghasilkan glukosa yang merupakan gugus karbon (C6H12O6). Hewan zaman dulu makan tumbuhan zaman dulu yang menghasilkan karbon glukosa tadi. Kalau dibakar untuk membangkitkan listrik, pasti melepaskan CO2 ke udara. Reaksi lengkapnya bisa lo liat di sini.

  • PLTG (Gas Alam): tidak terbarukan, tidak ramah lingkungan

Energi Biomassa adalah energi yang dihasilkan dari membakar kayu, sampah, dan sisa-sisa makhluk hidup zaman sekarang yang pasti jumlahnya melimpah dan gampang terbarukan. Karena yang dibakar adalah kayu dan sisa makhluk hidup, tentunya mengandung karbon dong. Jadi, energi Biomassa bukanlah energi bersih karena pastinya mengemisikan CO2.

  • PLTN (Nuklir): tidak terbarukan, ramah lingkungan

Karena tidak melibatkan pembakaran, PLTN termasuk clean energy. Tapi energi nuklir kayaknya udah terlanjur punya image jelek di masyarakat karena pemberitaan bencana kebocoran PLTN beberapa tahun belakang di berbagai negara bencana nuklir terbaru terjadi di Fukushima, Jepang. Sulit meyakinkan masyarakat untuk menerima PLTN. Lagipula, walaupun ramah lingkungan, PLTN bukan solusi ultimate dari krisis energi karena bahan bakarnya, uranium, lama kelamaan juga bakal habis. Kecuali, ditemukan teknologi PLTN baru yang bahan bakunya melimpah di alam, seperti Hidrogen.

  • PLTP (Panas Bumi/Geothermal): tidak terbarukan, ramah lingkungan

Karena membangkitkan listrik dari panas bumi, geothermal merupakan clean energy. Panas bumi akan selalu ada sampe bumi hancur. Tapi, jumlah panas bumi yang bisa diekstrak untuk pembangkit listrik itu terbatas. Tapi lagi untungnya, potensi geothermal berlimpah banget di Indonesia. Karena banyak daerah gunung berapi aktif, Indonesia punya potensi 40% dari total energi panas geothermal bumi dunia. Coba aja lihat peta geothermal ini:

Hampir seluruh daerah di Indonesia itu warnanya merah di peta tersebut, artinya potensinya gede banget, yaitu sekitar 28 Gigawatt. Saat ini kebutuhan daya Indonesia hanya 24 Gigawatt, jadi masih lebih kecil dibanding potensi geothermal yang ada.

  • PLTA (Air): terbarukan, ramah lingkungan

Energi kinetik air dimanfaatkan untuk memutar turbin yang menyalakan generator. Oleh karena itu, ini merupakan clean energy. Jumlah air juga terbarukan di alam.

  • PLTB (Bayu/Angin): terbarukan, ramah lingkungan

Energi kinetik angin dimanfaatkan untuk memutar kincir yang menyalakan generator. Oleh karena itu, ini merupakan clean energy. Jumlah angin juga terbarukan di alam.

  • PLTS (Surya/Sinar Matahari): terbarukan, ramah lingkungan

Karena memanfaatkan energi matahari, ini merupakan sumber energi bersih. Dan matahari selalu ada menghidupi kehidupan bumi.

Nah, coba liat tabel isian lo tadi? Bener semua atau gimana? Hehe..

Oke, udah tau kan jadinya sumber energi mana yang terbarukan dan ramah lingkungan, udah bisa juga dong jawab pertanyaan, sumber energi alternatif mana yang bisa kita andalkan ke depannya? Kalau dari jabaran di atas, sumber energi alternatif yang bisa kita andalkan adalah PLTA, PLTB, PLTS, plus PLTP. Ingat, potensi geothermal itu gede banget di Indonesia. Sayang kalau nggak kita manfaatkan. Karena kita udah tau sumber energi mana yang bisa andalkan, sekarang kita bisa balik lagi ke pertanyaan awal:

“Kenapa sumber energi alternatif yang seharusnya kita andalkan masih jarang digunakan?”

Mengacu balik ke pie chart di atas, kalo dihitung2, penggunaan PLTA+PLTB+PLTS+PLTP di dunia itu ga nyampe 5% lho. Sebenarnya apa aja tantangan para pengembang sumber energi alternatif agar bisa menjadi pilihan mainstream untuk menghidupkan dunia? Yuk, langsung aja kita bahas ya.

1. Masalah Biaya

Tantangan utama yang dihadapi renewable and clean energy adalah soal biayanya. Ini yang emang menghambat banget sumber energi lain buat berjaya di negara berkembang kayak Indonesia. Biaya listrik naik dikit, emak2 pasti udah pada ngomel. Hehe.

Biaya untuk menghasilkan listrik itu beda2 untuk setiap sumber energi atau pembangkitnya. Satu tipe pembangkit pun biaya produksinya bisa beda-beda tergantung lokasi. Lokasi pembangkit menentukan biaya lahan, transport bahan bakar, gaji petugas, biaya infrastruktur transmisi listrik, dll. Nah, ada sebuah studi (2013) oleh Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Indonesia (Puspiptek) yang membandingkan biaya produksi listrik untuk berbagai tipe pembangkit.

bisa dilihat kan dari tabel di atas, pembangkit listrik yang menggunakan bahan bakar fosil (PLTU Batu Bara dan PLTG) cenderung lebih murah daripada sumber energi lainnya. Energi terbarukan dan ramah lingkungan yang harganya cukup kompetitif untuk menandingi energi fosil otomatis cuman PLTA (air).

Ongkos produksi listrik PLTA memang murah. Namun, setelah beroperasi, PLTA ga bisa maksimal menghasilkan listrik di musim kemarau karena jarang turun air hujan untuk ditampung di waduk.

Ongkos produksi listrik PLTB (bayu/angin) mahal karena biaya turbinnya mahal. PLTB bekerja maksimal ketika angin berhembus sehingga efisiensinya dalam menghasilkan listrik lebih rendah dari pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Biaya turbin yang mahal dan efisiensi yang rendah membuat ongkos produksi listriknya mahal.

Biaya listrik PLTP (panas bumi/geothermal) mahal karena perizinannya ribet apalagi kalo di daerah yang termasuk kawasan konservasi. Investor juga agak males main di PLTP karena risiko kegagalannya lumayan tinggi, yaitu 50%.

Di Indonesia, solar panel masih struggling. Baik solar panel yang dipake di pembangkit listrik terpusat ataupun solar panel yang dipasang di atap-atap rumah, harganya masih mahal naudzubilah. Biaya mahal ini terkait teknologi untuk membuat sel surya emang teknologi tingkat tinggi.

“Gimana dong caranya supaya ongkos listrik Renewable dan Clean Energy bisa bersaing dengan Bahan Bakar Fosil?”

Sumber energi ramah lingkungan adalah pilihan yang kurang seksi secara ekonomis karena sistem ekonomi konvensional kita memang kurang fair. Perusahaan yang punya pabrik yang menghasilkan limbah cair/padat/gas seharusnya wajib mengolah limbah tersebut sebelum dilepaskan ke lingkungan. Artinya, biaya produksi barang (dalam konteks ini, listrik) seharusnya ga cukup sekedar biaya infrastruktur, biaya bahan baku, biaya pengolahan bahan baku, maintenance, dsb doang. Tapi juga termasuk biaya pengolahan limbah supaya ga merusak lingkungan.

Konsep ini belum bisa kita lihat di bisnis energi. PLTU Batubara dan PLTG, walaupun melepaskan CO2, NO2, dan gas rumah kaca lain yang terbukti merusak lingkungan dan kesehatan manusia, ga mengeluarkan biaya untuk mempertanggungjawabkan polusi yang mereka hasilkan. Padahal biaya untuk memperbaiki kerusakan lingkungan dan biaya berobat akibat bahan bakar fosil itu kan ga murah. Biaya-biaya ini yang kadang belum diperhitungkan oleh sistem ekonomi konvensional.

Yang titik itu (Nuklir) masih ada hitungan angkanya ya. Tapi karena angkanya kecil banget, jadinya direpresentasikan dalam bentuk titik. Hehe. Kalo penasaran, lo bisa liat detil statistiknya di sini. Ini artinya, tiap 1 orang yang mati karena pembangkit listrik nuklir, udah ada 2.500 orang yang mati karena batu bara. Sepertinya orang yg parno dengan PLTN, ga nyadar kalo mereka bias statistik atau udah ketakutan sendiri ngeliat pemberitaan heboh kebocoran nuklir. Hehe. Keliatan lah ya kalo PLTA, PLTS, dan PLTB itu jauh lebih aman bagi kesehatan manusia daripada bahan bakar fosil.

Masalah ini udah disadari beberapa ahli sehingga muncul inisiatif untuk menggagas sistem ekonomi baru, yaitu ekonomi lingkungan. Dengan sistem ini, sumber energi lain bisa sedikit lebih kompetitif.

Di negera-negara maju (terutama di Eropa) yang sudah menerapkan kriteria pembangunan yang berkelanjutan (sustainable), pertimbangan pemilihan pembangkit lebih ditingkatkan menjadi biaya sosial yang meliputi biaya operasional dan biaya lingkungan. Dengan menambahkan biaya lingkungan, pengambilan keputusan dalam pengembangan pembangkit diharapkan tidak semata-mata didasarkan pada pertimbangan ekonomi, tetapi juga perlu pertimbangan lain, seperti kesehatan masyarakat, perlindungan lingkungan, dan perubahan iklim.

Sayangnya, perhitungan biaya lingkungan untuk pembangkit di Indonesia masih belum banyak dilakukan. Tapi, coba kita lihat deh ya, perbandingan biaya lingkungan dari tiap pembangkit listrik.

Keliatan kan, batu bara yang terkenal sebagai sumber energi kotor itu (emisi CO2 nya paling gede dibanding minyak bumi dan gas) punya biaya lingkungan yang paling tinggi dibanding pembangkit lain. Di sisi lain, PLTA, PLTS, PLTB, dan PLTP memiliki dampak lingkungan yang rendah.

Nah, sekarang coba kita tambahkan biaya operasional di awal dengan biaya lingkungan untuk tiap tipe pembangkit listrik. Kita sebut saja biaya operasional + biaya lingkungan = biaya sosial.

Setelah ditambahkan biaya lingkungan, PLTB jadi lumayan kompetitif dibandingkan pembangkit bahan bakar fosil. Sayangnya PLTP apalagi PLTS masih tetap jauh lebih mahal.

Apakah PLTP dan PLTS akan Selalu Mahal?

Melihat grafik biaya sosial, sepertinya PLTP dan PLTS masih aja kesandung nih dari segi biaya. Apakah kedua pembangkit ini terus memiliki masa depan yang suram dari segi biaya?

Untuk menjawab pertanyaan itu, lo perlu lihat tren atau sejarah biaya solar panel dari tahun ke tahun.

Tren yang sama juga keliatan untuk geothermal.

Keliatan banget kan, walaupun biaya listrik dari pembangkit geothermal dan solar panel lebih mahal dibanding sumber energi lain, harga itu udah jauh lebih murah dari tahun-tahun sebelumnya. Khususnya solar panel, biayanya dalam 5 tahun terakhir jadi berkurang sampe setengah harganya. Para pengembang geothermal dan solar panel sepertinya emang giat banget menyempurnakan teknologinya biar semakin murah dan makin banyak lagi orang yang mengadopsinya. Di sisi lain, semakin banyak orang yang proaktif ingin mengadopsi PLTP dan PLTS, akan semakin murah pula biaya dari pembangkitnya.

2. Masalah Penyimpanan Energi

Tantangan besar lain yang dihadapi sektor renewable and clean energy adalah sebagian besar sumber energi ini bersifat intermittent.

“intermittent
occurring at irregular intervals; not continuous or steady”

Maksudnya adalah sumber energinya ga stabil. Kadang ada, kadang enggak. Hujan kadang ga turun. Angin ga selalu berhembus. Dan matahari ga selalu bersinar. Cuma geothermal aja yang ga bersifat intermittent. Energi panas bumi bisa diambil secara konstan dan langsung diubah ke bentuk listrik untuk disalurkan tanpa mengalami fluktuasi.

Sifat sumber energi air, angin, dan surya yang intermittent berbanding terbalik dengan bahan bakar fosil. Ada stok yang tersedia (walaupun suatu saat akan habis), tinggal diambil, dan ditransportasikan. Batu bara bisa dikeruk secara massal, dikirim lewat kapal dan truk ke berbagai PLTU Batubara atau pabrik. Gas alam bisa ditransportasikan lewat pipa-pipa gas. Minyak bumi bisa disimpan dalam tangki kendaraan.

Kelemahan ini menimbulkan tantangan teknologi baru. Harus ada teknologi buat nyimpan sumber energi tersebut pas lagi ada sehingga bisa digunakan pas lagi ga ada. Pas lagi musim hujan, gimana caranya menyimpan air yang sedang berlimpah biar bisa dipake pas musim kemarau. Gimana caranya nangkap atau “menyimpan” angin biar bisa dipake ketika angin sedang tak berhembus. Dan gimana caranya menangkap atau “menyimpan” sinar matahari yang lagi terik-teriknya di siang hari atau saat musim panas agar bisa digunakan juga pas malam hari atau saat musim gugur dan dingin.

Dengan kata lain, pembangkit listrik renewable and clean energy juga harus menyiapkan teknologi penyimpanan energi atau setidaknya teknologi lain yang bisa membantu memasok listrik ketika sumber energi utama sedang tidak tersedia.

Para pengembang renewable energy sangat menyadari masalah ini. Oleh karena itu, hingga saat ini, udah ada beberapa alternatif solusi untuk menutupi kekurangan ini.

1. Pumped Hydro

Ini adalah teknologi penyimpan energi untuk PLTA yang paling kuno.

Idenya adalah menciptakan “air terjun” buatan. Gimana caranya? Sistem ini memanfaatkan dua waduk air yang beda ketinggian. Saat kebutuhan listrik sedang rendah (misal, pada dini hari), motor listrik (Elistrik) memutar pompa untuk mengangkat air dari waduk rendah (Ep = 0) ke waduk tinggi (Ep = besar). Saat beban puncak, air dari waduk tinggi dialirkan ke turbin untuk memutar generator dan menghasilkan listrik.

Sistem ini cocok untuk daya sangat besar (gigawatt). Kelemahan dari sistem ini adalah tidak fleksibelnya pemilihan lokasi. Untuk membangun dua waduk ini, harus di daerah yang rada terpencil yang punya beda ketinggian lumayan. Di Indonesia, Saat ini sedang dikembangkan pumped hydro di daerah Sukabumi, yaitu PLTA Upper Cisokan.

2. Baterai

Batere menyimpan energi dalam bentuk energi kimia. Kita udah biasa lah ya melihat batere yang menghidupkan berbagai alat elektronik di sekitar kita, mulai dari untuk jam hingga hape . Coba bayangin hape kita tanpa batere? Yang ada hape kita nyolok trus ke listrik. Ga bisa dibawa ke mana-mana deh.

Nah, ada ga sih batere yang bisa menyimpan daya yang lebih besar lagi? Katakanlah, batere yang bisa menyimpan energi untuk menghidupkan satu rumah bahkan beberapa rumah sekaligus. Lo bayangin, rumah ada baterenya!

Nah, sekarang udah ada kok beberapa jenis baterai untuk menyimpan energi suatu pembangkit listrik atau memasok listrik satu hingga beberapa rumah:

  • Baterai Lithium

Salah satu contoh baterai lithium untuk rumah yang lagi ngehits adalah Powerwall, produksi perusahaan Tesla Motors milik Elon Musk (businessman yang dielu-elukan sebagai real world Tony Stark a.k.a Iron Man).

Baterai ini dipasang di dinding rumah layaknya pajangan dinding dan bisa dicas. Powerwall bisa menjadi solusi pelengkap buat mengatasi masalah intermittency tenaga angin dan surya. Misalnya, pada siang hari, solar panel bisa generate listrik sekaligus ngecas Powerwall. Malamnya, rumah itu bisa pake Powerwall buat supply listrik.

Powerwall juga bisa jadi solusi alternatif buat para penduduk daerah terpencil yang tidak bisa dijangkau oleh kabel listrik dari pemerintah.

Trus, Powerwall pun bisa jadi backup listrik di ketika sumber listrik utama tidak available. Misal, pada saat listrik padam dari pusat. Atau pada saat terjadi bencana alam. Ya, mirip lah kayak genset. Tapi kan kalo genset, bahan bakunya pake bensin (bahan bakar fosil).

Kelemahannya, harganya lumayan mahal. Selain itu, bahan dasar pembuatan baterainya, yaitu lithium, stoknya terbatas di alam.

  • Baterai Logam Cair

Baterai logam cair yang sedang ambisius dikembangkan adalah Ambri, besutan Don Sadoway, profesor Kimia Material dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) bersama mahasiswanya. Selain dapat kucuran dana dari MIT dan pemerintah federal Amerika Serikat, Ambri juga dapat dukungan dari Bill Gates.

Baterei ini kebalikan dari Powerwall keluaran Tesla. Alih-alih memasang baterai di tiap rumah penduduk, Ambri merancang baterai besar yang bisa dipasang di dekat pembangkit listrik utama (entah itu PLTB atau PLTS). Dengan begitu, biaya listrik dengan baterai pusat lebih murah daripada beli banyak baterai untuk dipasang di banyak rumah.

Selain itu, bahan pembuatan baterai ini adalah kombinasi antara Magnesium (Mg)-larutan garam-Antimoni (Sb) yang diklaim profesor Sadoway jumlahnya melimpah di alam dan murah. Karena bahan bakunya melimpah di alam, produsen Ambri mengaku harga baterai mereka bisa 3x lipat lebih murah dibanding baterai lithium. Walaupun begitu, kombinasi magnesium-antimoni itu ga stabil. Makanya tim profesor Sadoway masih bereksperimen untuk menemukan kombinasi logam yang tetap murah, melimpah di alam, dan menghasilkan voltage yang lebih tinggi.

  • Dan lain-lain

Masih ada banyak lagi teknologi yang dikembangin buat menyimpan energi. Ada Compressed Air Energy Storage yang menggunakan udara bertekanan tinggi untuk menyimpan energi. Ada Flywheel (roda gila) yang menyimpan energi dalam bentuk energi kinetik. Ada Superconducting Magnetic Energy Storage (SMES) yang menyimpan energi dalam bentuk energi magnetik. Dan Supercapacitor yang menyimpan energi dalam bentuk medan listrik.

Tren Energi Ramah Lingkungan yang Sesungguhnya

Oke, kita harap sampai di sini lo ngerti dua tantangan utama yang dihadapi pengembang renewable & clean energy, beserta berbagai alternatif solusinya. Dengan semakin murahnya ongkos listrik dan banyaknya teknologi yang dikembangkan untuk menutupi kelemahan dari sumber energi ini, sebenarnya nih, renewable & clean energy justru lagi naik daun lho.

Kalo kita liat pie chart yang paling atas, angka 20% penggunaan renewable & clean energy keliatannya kalah telak dibanding 80% penggunaan energi fosil. Tapi justru angka 20% itu akan terus bertambah, sedangkan 80% akan terus berkurang.

Semakin banyak masyarakat (khususnya negara maju yee) yang makin sadar lingkungan dan ingin mengadopsi renewable & clean energy. Makin banyak konferensi tingkat dunia yang menyatukan komitmen berbagai negara untuk semakin mengurangi penggunaan energi fosil. Investasi gila-gilaan pun banyak dialihkan ke renewable & clean energy.

Ini memberikan pukulan yang cukup berat buat pengembang energi fosil. Industri ini udah lesu karena harga minyak dan batu bara turun. Eh, ditambah lagi desakan dari renewable & clean energy. Duit investasi yang biasanya mereka nikmati, lari ke sektor energi lain. Mereka juga mulai kehilangan konsumen. Contoh paling telak, Cina yang terkenal sebagai pabrik dunia (segala barang made in China) sudah terdesak melalui berbagai konferensi tingkat dunia untuk mengurangi kerusakan lingkungan karena kebanyakan pabrik di sana make batu bara sebagai sumber energi. Pemerintah Cina mulai ga beli lagi batu bara, khususnya dari Indonesia. Mereka mulai beralih dan kini malah menjadi negara yang paling banyak mengucurkan dana investasi ke renewable energy.

Akibatnya apa? Banyak proyek pengeboran migas atau pengerukan batu bara yang tertunda atau bahkan dibatalkan. Angka produksi perusahaan migas dan batu bara menurun. Ratusan ribu pekerja di-PHK. Salah satu perusahaan batu bara terbesar di dunia, Peabody Energy, bahkan jatuh bangkrut.

Ini true story yang bisa lo tanyakan sendiri ke senior kalian yang kerja atau kuliah di migas dan batu bara.

“Apa yang dulu berjaya (baca: migas dan batubara), kini sudah mulai turun”

Itu dikutip langsung dari salah satu teman yang nasibnya lagi terlunta-lunta karena udah setahun ga dapat kerjaan sejak kontraknya habis dengan salah satu kontraktor migas besar. Realita di sektor energi sekarang, jangankan dapat kerjaan, ga dipecat aja udah sukur. Yang baru pada lulus kuliah dari jurusan Pertambangan, Geologi, dsb baru-baru ini juga harus gigit jari karena kebanyakan masih pada nganggur. Beberapa mencoba “melarikan diri” dengan lanjut S2, sambil berharap, gelar yang lebih tinggi bisa memperbesar peluang mendapatkan kerja lebih tinggi lagi.

Sebagian besar mencoba beralih ke sektor geothermal, sumber energi ramah lingkungan yang melimpah di Indonesia dan ga terkendala intermittency. PLTP emang mulai jadi primadona baru di sektor energi Indonesia. Tapi karena banyak orang merebutkan bidang baru yang sedang berkembang, persaingan sengit, dan ga semudah itu juga jadinya dapat kerja di geothermal. Fenomena ini juga terjadi di lingkungan mahasiswa kampus. Menyadari lesunya industri migas dan batu bara sekarang, mereka akhirnya pada lari juga ambil peminatan jurusan Geothermal.

Nah, mudah-mudahan tulisan ini bisa jadi bahan pertimbangan buat lo yang ngejar kuliah ke jurusan Pertambangan dan sejenisnya, apalagi semata-mata karena prospek kerjanya. Kalo kalian baru mau kuliah dan milih jurusan karena prospek kerjanya, kalian harus mikirin prospek kerjanya itu 4-5 tahun ke depan saat kalian lulus. Keadaan migas dan batu bara yang sekarang lesu, apakah masih bertahan hingga 4-5 tahun ke depan? Itu yang harus kalian cari tahu dari senior kalian. Emang sih bahan bakar fosil bakal masih bertahan hingga 10-20 tahun ke depan. Tapi porsinya lama-kelamaan semakin berkurang digeser oleh renewable & clean energy.

Apakah kalian tetap akan mengejar manisnya sisa-sisa kejayaan raksasa industri yang semakin turun? Atau kalian memilih berkontribusi mengembangkan sesuatu yang menyelamatkan umat manusia di kemudian hari?

Dimasa Depan, Bukan Tidak Mungkin Robot Dapat Menguasai Kehidupan Manusia

Hallo watsap guys, balik lagi sama gue eri. Sebagian dari lo mungkin berkata, kok judulnya seram amat sih? Emang serem sih. But, gue nggak lagi lebay ya guys. Gue pribadi nulis artikel ini bukan tanpa alasan, buat gue ini sangat menarik, bagaimana tidak robot saat ini sudah dan akan menjadi bagian yang penting dalam kehidupan manusia. Untuk itu, sebelum lo lanjut ngebacanya, gue saranih deh buat lo baca dua buku yang menurut gue ini keren habis.

Buku pertama berjudul Hit Refresh dari Satya Nadella CEO MICROSOFT dan yang kedua adalah Homo Deus dari Yuval Noah Harhari. Setelah gue membaca habis kedua buku ini, cukup membuat gue merasa penasaran bahkan sampai menerawang jauh ke masa depan tentang bagaimana bisa teknologi memengharui kehidupan manusia. Nah, teknologi yang gue maksud sekarang adalah Artificial Intelligence atau biasa dikenal dengan kecerdasan buatan.

So, kalau kita lihat kondisi teknologi sekarang ini, tampaknya Artificial Intelligence kian semakin canggih, nggak percaya? Coba dulu deh lo tonton video dibawah ini.

So guys, gimana setelah lo tonton videonya? Apakah lo yakin dengan kata-kata Sophia bahwa robot cerdas seperti dia akan membantu kehidupan manusia dimasa depan? Atau justu lo merasa ketakutan akan kecerdasan robot ini? Nah, untuk bisa mendiskusikan ini lebih detail, terlebih dahulu gue ajak lo untuk memahami pembahasan terhadap Artificial Intelligence.

Apa Itu Artificial Intelligence?

Dalam bahasa yang tak rumit dipahami, Artificial Intelligence itu merupakan mesin yang bisa melakukan fungsi-fungsi kognitif yang kayak manusia lakukan seperti berpikir dan memecahkan masalah. Gue yakin lo pasti akan bertanya, apa bedanya mesin Artificial Intelligence dengan program komputer biasa.

Okey, disini gue coba untuk ngjelasin. Sejatinya kalau program komputer tanpa Artificial Intelligence, jelasnya ia akan memberikan output sesuai dengan apa yang kita program. Jadi, kalau ada variabel yang nggak sesuai dengan algoritmanya, ia nggak akan bisa memberikan output dengan benar. Paham dong?

Maka dari itu, jika program dilengkapi dengan Artificial Intelligence akan jauh lebih menakjubkan jika disetarankan dengan program komputer pada umumnya. Contohnya, pada saat lo mengetik sesuatu di google translate, apabila kata atau kalimat yang lo ketik ternyata tidak tepat, Artificial Intelligence di google translate dapat membantu lo untuk ngebenarin dengan cari memberi saran.

Jadi, sebenarnya Artificial Intelligence itu udah ada di dalam kehidupan sehari-hari lo. Selain contoh, google translate tadi, ada juga Artificial Intelligence dalam algoritma mesin pencarian google, asisten pribadi seperti Siri dan Cortana, game-game strategis kaya catur yang dimainan di komputer dan lain-lainnya.

Nah, Artificial Intelligence yang ada sekarang ini lebih tepatnya disebut dengan Artificial Intelligence terbatas. Maksudnya adalah Artificial Intelligence yang ada sekarang hanya bisa melakukan fungsi-fungsi tertentu aja seperti pengenalan wajah atau suara, pencarian internet atau menjalankan mobil yang bisa jalan sendiri. Sedangkan dalam jangka panjang, Artificial Intelligence dipredisikan untuk bisa menjadi Artificial Intelligence umum. Artificial Intelligence umum memungkinkan terciptanya mesin yang bisa mendekati kemampuan manusia dalam melakukan berbagai hal seperti berpikir, berkomonikasi dengan bahasa yang bisa dimengerti manusia dan mesin, beralasan, berencana dan sebagainya.

Satu hal guys, teknologi seperti ini tak bisa bilang sebagai teknologi terbaru. Sebab, dari era Tiongkok klasik pun sebenarnya manusia uda memiliki ide untuk dapat membuat teknologi sedemikian. Bahkan, pada saat itu sudah ada robot sederhana yang dapat bergerak dengan sendiri, yahh jelas dong nggak secanggih dan seokey si robot shopia.

Nah, teknologi Artificial Intelligence modern seperti yang kita gunakan pada saat ini, idenya sendiri sudah dibincangkan sejak tahun 1940an, tapi karena jatuh bangunnya perkembangan peradaban manusia, terutama dalam bidang teknologi, dan sayangnya saat itu teknologi Artificial Intelligence tidak terbanyak tersentu tangan manusia.

Teknologi sedemikian mulai mencuri perhatian publik pada era 1990an, bisa dibilang saat mesin bernama Deep Blue berhasil mengalahkan juara dunia permainan catur, Garry Kasparov. Kemudian publik sempat geger lagi saat IBM Watson, mesin Artificial Intelligence pencari jawaban buatan IBM berhasil mengalahkan juara kuis Jeopardy dalam bidang pengetahuan umum. Belakangan ini teknologi Artificial Intelligence emang cukup menjadi perhatian banyak orang. Bahkan, di tahun 2016, nilai pasar segala produk yang berhubungan dengan Artificial Intelligence , baik itu hardware maupun software, telah mencapai nilai pasar lebih dari USD 8 M atau sekitar Rp 108 T. Laju perkembangan Artificial Intelligence bukan hal yang remeh. Berikut gambaran kehebohan dunia saat mesin Deep Blue mampu mengahlakan juara dunia Garry Kasparov dalam permainan catur.

Pro dan Kontra Terhadap Artificial Intelligence

Nah, disini bagian yang menurut gue sangat menarik untuk kita bahas. Langsung aja kita mulai pro yang di dalam teknologi Artificial Intelligence

  • Pro

Sampai detik ini teknologi Artificial Intelligence sudah banyak sekali di aplikasikan menjadi suatu produk. Pemanfaatan terhadap Artificial Intelligence sudah sangat amat membantu manusia untuk memecahkan berbagai masalah berat dan meningkatkan produktivitas di berbagai bidang seperti :

Di dunia kesehatan, Artificial Intelligence di gunakan pada robot yang mengasistensi dokter. Contohnya, Microsoft telah mengembangkan Artificial Intelligence yang dapat membantu para dokter untuk menentukan jenis obat dan perawatan yang baik untuk pasien. Selain itu, ada juga Children’s National Medical Center yang berada di Washington, Inggris juga diketahui sukses menggunakan robot Artificial Intelligence untuk membantu tindakan operasi ke pasien.

Dirumah sakit, Artificial Intelligence sangat membantu dalam hal diagnosis medan dan analisis detak jantung. Tak hanya itu, robot juga digunakan untuk merawat orang jompo, konsultasi dan pendeteksi tumor. Bahkan dapat diperkirakan ada 90 startup yang telah mengembangkan Artificial Intelligence di industri kesehatan.

Dunia otomotif, melibatatkan Artificial Intelligence, perusahan ternama yang telibat dengan Artificial Intelligence seperti, Tesla, yang telah melakukan penelitian mobil tanpa pengemudi. Beberapa ahli mengatakan bahwa kedepannya manusia akan terbiasa untuk menggunakan mobil tanpa pengemudi.

Dunia industri dan keuangan pun juga ada melibatkan teknologi  Artificial Intelligence membantu di berbagai hal seperti investasi keungan, pencataan keuangan, jual beli saham, penipuan dan kriminalisasi di bank.

Dunia penerbangan, teknologi Artificial Intelligence digunakan untuk mensimulasikan penerbangan sehingga pilot bisa diasisteni dengan memberikan informasi pegerakan yang terbaik, informasi keadaan udah, tekanan udah dan lain-lain.

Dunia pendidikan, tutor robot telah diperkenalkan di kelas untuk mengajar anak-anak mulai dari pelajaran biologi, sampai dengan ilmu komputer, meskipun hal ini belum banyak dilakukan. Machine learning pada Artificial Intelligence digunakan untuk menilai hal-hal apa saja yang perlu diperbaiki pada masing-masing siswa dalam proses belajarnya.

Dunia industri, robot sering di jumpai untuk menggantikan peran manusia, terutama dalam pekerjaan yang kesannya berulang-ulang.  Yah, mungkin lo udah pernah lihat la mesin-mesin yang ada dipabrik secara otomatis bergerak membantu proses produksi sebuah produk.

Bidang human resources, Artificial Intelligence dimanfaatkan untuk proses perekrutan dan pengembangan sumber daya manusia. Artificial Intelligence digunakan dalam menentukan pekerjaan yang cocok antara pelamar dan pencari kerja. Ditahun 2016 dan 2017 Unilever menggunakan Artificial Intelligence untuk seleksi karyawan yang bersifat entry level, itu loh, posisi pekerjaan yang buat karyawan yang baru masuk banget dunia kerja yang nggak butuh pengalaman banget. Unilever menggunakan ilmu neurosicience, analisis wajah dan suara dalam wawancara dan nilai-nilai untuk mendapatkan kandidat karyawan yang terbaik. Unilever telah memotong waktu kerja dari empat bulat menjadi empat minggu dan menghemat 50.000 jam para perekrut.

Nah, untuk bidang IT, gue rasa lo perlu nanyak lagi deh, mesin-mesin teknologi Artificial Intelligence banyak dipake untuk membantu para programmer dalam melakukan problem solving.

So, sebelum kita lanjut, coba lo dengarin lagu ini. Kalau bisa sampai kelar ya guyss…

 

Gimana menurut lo? Nah, pertanyaan dari gue apakah lo percaya kalau musik ini dibikin oleh Artificial Intelligence? Komposisi musik seindah ini bahkan bisa diciptakan oleh sebuah mesin Artificial Intelligence yang bernama Iamus. Widihhhhhh, hebat bener yak?

  • Kontra 

Sulit rasanya untuk kita tidak mengatakan kalau teknologi Artificial Intelligence begitu menguntungkan bagi manusia, namun bukan berari teknologi ini tidak memiliki sisi negatif, pasalnya teknologi Artificial Intelligence rentan menghasilkan sesuatu yang berbahaya bagi manusia dan lingkungannya.

Tak sedikit parah ahli komputer dan teknologi, serta ilmuwan seperti Alan Turing, I.J Good, Stephen Hawking, Marvin Minsky, Bill Gates, Elon Musk, Stuart Russel, Peter Norvig serta ilmuwan lain yang tak dapat gue sebutkan namanya mengatkan bahwa perkembangan teknologi Artificial Intelligence ini sangat perlu untuk diawasi, karena kemungkinan besar berpotensi merugikan manusia dikemudian hari nanti. Potensi kerugian dimasa yang akan datang dapat dilihat sebagai berikut :

  • Artificial Intelligence bisa saja menjadi terlalu pintar, sehingga malah memperbudak manusia.
  • Artificial Intelligence bisa mengupgrade dan update dirinya sendiri, sehingga tidak menutup kemungkinan untuk mereka bisa memiliki kesarana yang sama atau mendekati manusia.
  • Perkembangan Artificial Intelligence bisa terjadi diluar dugaan. Saat ini terjadi, Artificial Intelligence akan menjadi sulit untuk dikontrol oleh manusia.
  • Kekhawatiran lain yang juga besar adalah bagaimana Artificial Intelligence nantinya akan menghilangkan lapangan kerja manusia. Lo kebayang ngga sih, kalau suatu hari nanti di sekolah udah nggak ada lagi yang namanya guru, toh kan sudah ada robot. Pekerja konstruksi, pramusaji dan banyak bidang pekerjaan lainnya yang akan digantikan Artificial Intelligence. Bahkan, nggak cuma pekerjaan yang gue sebutin barusan, bidang pekerjaan yang saat dengan keindahan, seperti musisi, komposer, penulis, desainer dan lain-lain. Suatu saat bisa saja diambil oleh teknologi Artificial Intelligence. Dan gue yakin ini sangat munkin banget terjadi. Lo bisa lihat kan contoh si Iamus tadi.

Elon Musk, seorang tokoh yang cukup vokal terhadap perkembangan teknologi modern mengatakan bahwa teknologi Artificial Intelligence bisa dibilang ngeri-ngeri sedap. Beliau aktif ikutan mantau perkembangan Artificial Intelligence agar tercipta Artificial Intelligence yang aman untuk manusia.

Musk bahkan menyumbang USD 10 juta atau sekitar Rp 135 miliiar untuk Future Of Life Institute dalam rangka mendanai riset pada bagaimana Artificial Intelligence membuat keputusan. Musk juga mendanai Google DeepMind dan Vicarious untuk memantau langsung apa yang terjadi terhadap perkembangan teknologi Artificial Intelligence. 

Ini semua Musk lakukan karena ia mengendus adanya potensi bahaya di teknologi Artificial Intelligence, sehingga ia benar-benar secara serius memantaunya agar potensi bahaya itu nggak akan terjadi.

Jadi, Sebenarnya Artificial Intelligence Itu Positi Atau Negatif Buat Kita

Okeey, gue sadar betul kalau apa yang gue jelaskan diatas masih secuil bagian tentang topik dalam penggunaan teknologi Artificial Intelligence. Sebetulnya masih banyak buangetttt yang semestinya dapat kita bahas disini. Tapi disini gue mau kasih perspektif ke lo tentang pro dan kontra dalam sudut pandang yang berbeda.

Nah, semoga dengan adanya penjelasan singkat ini dapat memancing rasa ingin tahu lo untuk terus mengeksplorasi lebih dalam tentang topik ini. Akan lebih baik jika lo ikutan ngebaca buku yang udah gue sarani diatas tadi.

Dan mungkin setelah lo membaca artikel ini, sebagian dari lo tentu memiliki perspektif yang berbeda ada yang setuju dan tentu ada pula yang nggak setuju. Menurut gue sendiri, terlepas dari pro dan kontranya, Artificial Intelligence adalah sesuatu yang nggak bisa kita hindarkan di masa depan. Artificial Intelligence sudah menjelma menjadi bagian di dalam kehidupan sehari-hari kita dan Artificial Intelligence kian semakin dekat dengan kehidupan kita dimasa yang akan datang. So, cukup sekian dulu penjelasan gue tentang teknologi Artificial Intelligence semoga ini bermanfaat buat kita semua, seeyou next article guyss…..

 

Bagaimana Seseorang Berpikir Untuk Menciptakan Inovasi?

Setetes demi setets air hujan membasahi kaca jendela kantor Creative Media. Seketika otak gue berpikir, apa yang menyebabkan hujan turun dari langit hingga membasahi tanah? Hujan yang turun dengan bentuk menyerupai daun, menyerupai tanda koma, melingkar pada bagian bawah dengan bagian atas yang meruncing.

Apa yang menyebabkannya hingga berupa sedemikian? Setiap butir air hujan, walaupun kecil, mereka memiliki massa. Dan setiap benda yang memiliki massa lambat laun iya akan bergerak menuju puncak massanya. Well, apa artinya setets air bila dibandingkan dengan bumi.

Lanjut kita ya, aku ini hanyalah tetesan air bagimu, dan kamu adalah dunia bagiku. Cinta adalah gravitasi yang menarik aku padamu dan kamu padaku. Tapi apa dayaku, kamu memandang dia sebagai matahari yang senantiasa menyinari harimu. Di saat aku, tetesan air yang mampu memberikanmu kehidupan.

Ada yang mau muntah? Haha. Tenang guys, woles! Jangan kaget dulu gitu dong, ini bukan diary pribadi gue kok. Yah, jadi diasyikin aja dulu yaaa. hehe

Anyway, pernah nggak sih lo lagi ngelamun terus tiba-tiba kepikiran dan mempertanyakan hal di sekitar lo? Yah, kurang lebih kayak lamunan gue terhadap tetesan hujan di atas. Di otak bertanya kenapa hal tersebut bisa terjadi? Dari mana datangnya? Kenapa bisa begitu? kenapa bisa begini?

Finally, lo memutuskan untuk menghentikan lamunan lo itu, dan berkata gue mikirin apa sih. Fix, lo hanya menganggap semua renungan lo itu sebagai angin berlalu.

Padahal kalau lo telusuri lebih jauh, lamunan itu bisa membawah lo kejawaban yang seru lho. Nggak percaya? Coba deh lo pikir nih, kenapa tetesan air hujan itu bentuknya koma? Oh, mungkin karna air hujan punya massa. Next, kenapa air hujan jatuhnya ke bumi? Karena gravitasi menarik benda yang punya massa.

Karena inilah air yang jatuh ke bumi bisa jadi air tanah yang ngasih kita kehidupan. Nah, sekarang lo pasti udah ngeh kan kalau dari lamunan hujan lo bisa tahu banyak hal. Benerkan?

Kalau hanya dengan lamunan sederhana aja bisa membuka pikiran kita, bayangin kalau kita melamunkan hal-hal yang lebih filosofis atau isu tentang di sekitar kita. Gue yakin sih semua orang pasti sering melakukan hal ini, cuma ya keseringannya dianggap angin lalu aja.

Entah itu kenapa kita hidup, kenapa gebetan nggak bales-bales chat, kenapa buang sampah sembarangan masih jadi budaya di Indonesia, kenapa rasanya sulit mengurangi angka kemacetan, kenapa korupsi Indonesia sulit untuk dibasmi. Nah, kalau di tilik-tilik, lamunan ini secara tidak langsung mengantarkan kita ke arah berbagai cabang ilmu, bener bukan?

Sekarang coba bayangin gimana jadinya kalau ada sekelompok orang di dunia ini yang bener-bener serius mendedikasikan hidup untuk menjawab pertanyaan dan lamunan tersebut.

Faktanya, itulah yang dilakukan oleh para pemikir, ilmuwan, inovator dan pebisnis besar yang pernah ada. Mereka seakan tak pernah bosan untuk mengulik suatu hal sampe ke akarnya dan mencoba membangun solusi dari pertanyaan yang ada. Seperti lamunan terhadap kenapa burung bisa terbang, bagaimana terciptanya pesawat terbang.

Tingginya rasa ingin tahu manusia atas apa yang ada diluar angkasa sana, hingga terciptnya temuan roket. Imanjinasi Einstein tentang konsep ruang dan waktu, melahirkan teori relativitas, renungan orang tua yang tak bisa memiliki anak, melahirkan inovasi bayi tabung. Kagum melihat persepakbolaan Eropa, hingga terciptanya transportasi online.

Nah, proses seperti ini disebut dengan. First Principle. Okey guys, buat lo yang tertarik jangan berhenti ngebaca yaaa.

Sejarah First Principle

Jadi, first principle itu pertama kali dicetukan oleh mbah aris, nama panjangannya Aristoteles. Haha, yah gue yakin nama beliau mungkin enggak asing lagi di telingah kalian, iyakan?

Aristoteles selalu nyari prinsip utama atau asal dari segala sesuatu. Seperti pada pembukaan buku Physics, dari Aristoteles :

“In every systematic inquiry (methodos) where there are first principles, or causes, or elements, knowledge and science result from acquiring knowledge of these; for we think we know something just in case we acquire knowledge of the primary causes, the primary first principles, all the way to the elements.” (Phys. 184a10–21)

Jadi, proses berpikir First Principle ngajak elo buat ngulik suatu hal sampai ke pada dasar yang dasar banget yang nggak bisa lagi dipecahin. Tapi Aristoteles di sini masih sekedar mengajukan pola pikir yang bernama First Principle. Dia nggak terlalu menjabarkan contoh penerapannya.

Setelah masa Aristoteles lewat, First Principle lekat banget sama karya Euclid, yaitu Euclid’s Elements. Euclid lah yang pertama kali menunjukkan bagaimana First Principle diterapkan, khususnya dalam konteks Matematka. Euclid yang terkenal sebagai Bapak Geometri menjabarkan prinsip-prinsip dasar dari berbagai persamaan geometri.

Pertanyaanya giimana cara Euclid melakukannya? Euclid memulai semua penjabaran persamaan geometri menggunakan tiga alat yang mendasari :

  • Definitions (horoi)
  • Postulates (aitemata)
  • Common Notions (koinai ennoiai)

Namun sorry ya guys, diartikel ini gue nggak ngebahas ketiga hal tersebut, karna bisa kepanjangan banget kalau gue jelasi disini. Kemungkinan diartikel selanjutnya gue akan coba bahas. Tapi kalau lo penasaran banget, lo bisa search di Google kok hehe…

Apasih Manfaat Dari Berpikir First Principle?

Oke guys, dari penjelasan gue di atas, apakah lo merasa sedikit mendapat gambaran tentang bagaimana pola pikir First Principle dapat membantu kita untuk menemukan buntut suatu masalah dan melahirkan solusi yang membantu banyak orang.

But, sebenarnya ada manfaat lain kok dari penerapan pola pikir First Principle yang lebih praktis dan itu dekat banget lo dengan kehidupan kita sehari-hari. Nggak percaya? Berikut buktinya.

  • Mengatasi Ketakutan yang Irasional atau Fobia

Coba deh flashback sewaktu lo bocah dulu. Kira-kira lo takutnya sama apa? Kalau gue sih dulunya takut banget sama kegelapan, gatau kenapa, pokoknya gue takut gelap dan nggak memiliki alasan yang jelas dengan takutnya gue akan kegelapan.

Namun, setelah gue menerapkan First Principle, gue sadar kalau yang namanya gelap itu ya karena nggak ada foton aja. Sehingga bisa disimpulkan bahwa takut akan gelap adalah ketakutan yang irasional dan nggak sepatutnya banget untuk kita takuti. Sudah jelas guys?

  • Membongkar Tradisi yang Sudah Tidak Relevan

Kedua, dengan memiliki First Principle elo juga bakal mampu menelusuri tradisi yang udah tutun menurun elo lakuin. Contohnih, pas gue kecil dulu gue sering dibilang ke nyokap jangan main diluar kalau udah magrib, pamali.

Dengan First Principle yang gue miliki. Gue coba tuh untuk mencari tahu, dan ternyata kalau main pas lagi adzam magrib itu memang nggak baik, karna menjelang adzan magrib setan-setan pada berkeliaran. Serem juga sih, jadi nggak heran kalau nyokap gue ngelarang.

Contoh lainnya adalah tradisi adu banteng. Tradisi ini sudah begitu mendarah daging di Spanyol.  Walaupun sudah menjadi ikon negara, tradisi adu banteng ini malah sedang turun-turunnya sekarang. Sudah semakin sedikit warga Spanyol yang mau menonton olahraga berdarah ini.

Tradisi ini malah sudah dilarang di beberapa provinsi di Spanyol. Tradisi adu banteng lahir sebagai bentuk hiburan untuk orang-orang jaman baheula yang belum punya banyak teknologi. Sumber hiburan terbatas. Jadilah mengadu manusia dengan binatang pun menjadi tontonan yang menarik.

Tetapi seiring berkembangnya zaman, manusia dikelilingi dengan sumber hiburan yang begitu banyak. Semakin ke sini, makin banyak warga Spanyol yang melihat adu banteng sebagai bentuk kekejaman terhadap hewan dan sudah layaknya ditinggalkan.

Seringnya, kita tuh cuma asal ikut tradisi tanpa mengerti makna di balik tradisi itu. Kalau ditanya kenapa kita ngikut? Yaudahlah, emang dari sononya begitu. Saking mengakarnya suatu tradisi, mempertanyakannya pun kadang menjadi hal yang tabu. Nggak banyak yang ngerti why we’re doing it in the first place sampe-sampe satu generasi bisa lupa kenapa tradisi itu ada.

Dengan berpikir First Principle, kita jadi tau asal mula sebuah tradisi. Kita sendiri bisa menilai apakah tradisi itu masih lebih baik dipertahankan atau sudah ketinggalan jaman. Ketika kita menilai sebuah tradisi memang bermanfaat, kita jadi bisa lebih menghargai tradisi itu dan nggak asal ikutan. Ketika kita menilai sebuah tradisi udah nggak relevan lagi, kita bisa mengambil keputusan untuk meninggalkannya dan beralih dengan sesuatu yang lebih bermakna. Nggak afdol rasanya kalau gue nggak nunjuki bukti, Iyakan?

Dan berikut ini lo bisa tonton bagaimana sebuah tradisi melekat di suatu kelompok. 

Nah, sekarang gue tanya deh sama lo. Kira-kira ada nggak tradisi yang menurut lo udah nggak relevan lagi dan seharusnya ditinggalkan? Atau ada nggak tradisi yang menurut lo masih bermanfaat dan harus terus dipertahankan? Terserah lo deh mau tradisi apa aja, nggak harus di Indonesia, di luar negeri juga boleh kok.

But, basic pertimbangan tradisinya masih relevan ata nggak, bukan karena selera pribadi lo yaaa. Lo harus kasih pemikiran berdasarkan sejarah awal mula tradisi itu. Okeyyyyy, sekarang kita lanjut ya.

Musuh Dari First Principle

Memang sulit untuk kita pungkiri, bahwa nggak semua orang mampu berpikir secara First Principle. Pertanyaan gue, kenapa sedemikian? Apa yang sulit dari First Principle?

Padahal, metode untuk berpikir First Principle itu memiliki manfaat yang layak, dan harus diakui untuk berpikir dalam First Principle, elo kudu ngebangun pengetahuan yang luas di dalam otak lo. Intinya untuk lo mampu berpikir First Principle akan menyerap energi yang lebih, lebihnya pakek banget. Dan tentunya, proses nggak semudah lo ngebalik telapak tangan.

Karena dalam First Principle, elo harus ngorek semuanya sampai kepada esensi. Nah, karena sulitnya menggunakan First Principle, banyak orang akhirnya berpikir dengan mindset seadanya yang secara tak langsung menjadi musuk dari First Principle itu sendiri? Well, kira-kira apa aja ya musuhnya?

Namun, sebelum lo mengetahuinya, ada baiknya untuk lo tahu dulu gimana peran mindset dalam proses keberhasilan seseorang

  • Pola Pikir Analogi

Salah satu cara instan untuk menjelaskan sesuatu adalah dengan menggunakan analogi. Bagaimana tidak? Kita tinggal nyari apa yang mirip dan membangun pemikiran dari sana. Bahkan dengan analogi, kita relatif lebih gampang nangkep maksudnya karena biasanya mengambil hal yang sering kita temuin atau lakuin. Paham dong?

Masih nggak ngeh? Nih gue kasih contoh deh. Misalkan nih, ada temen lo yang awam dengan istilah kata Studio Ghibli. Biar lo nggak ribet ngejelasin ke doi, lo bilang ke dia, studio ghibli itu kayak disney dari Jepang. Sebagai fans sejati studio ghibli, mungkin aja kan kalau lo bakal capek ngejelasinya perihal studio ghibli.

Tapi, dengan satu kalimat analogi singkat, teman lo jadi cepat ngeh. Sehingga berkata, oh berarti studio ghibli itu bikin film animasi kayak disney, dengan versi Jepang.

Jangan keliru, analogi nyatanya juga sangat menjebak. Memangnya tipikal jalan cerita di film-film disney dan studia ghibli itu sama? Apa cara produksi kedua studio film ini sama? Dan emangnya karakter gambar dan animasi disney dan studio ghibli itu serupa?

Memangsih, penggunaan analogi ini sangat aman membantu kita dalam proses belajar mengajar. Secara lebih mudah untuk memahami konsep yang dekat dengan kehidupan kita ketimbang memahami konsep yang nggak pernah kita dengan sebelumnya.

Tapi lo jangan lupa bahwa akan ada batasan yang perlu diperhatikan di dalam penggunaan analogi. Sebab, analogi tidak jarang akan membuyarkan pandangan kita dari konsep dasar atau esensi yang seharunya kita perhatikan. Jadi intinya, kalau lo nggak hati-hati dalam menggunakannya, bisa jadi ini menjadi senjata makan tuan.

Gua masih nggak paham nih? Okey, gue kasih contoh penggunaan analogi yang berbahaya yaitu ada pada penjelasan refraksi. Analogi tentara berbasis melalui jalan aspal dan berbelok melalui jalan lumpur sehingga mengalami pelambatan. Itulah sederhananya analogi yang dapat dikatakan berbahaya.

  • Pola Pikir Utilitarianism

Musuh lain dari berpikir First Principle yaitu, dengan berpikit utilitarianism atau membangun argumen hanya dengan melihat impact yang kita tunjukkan. Contoh, pada akhir perang dunia II, Jenderal Curtis LeMay dari Amerika Serikat memerintahkan untuk segera melakukan pengeboman ke kota Tokyo yang berujung pada kematian 100.000 jiwa warga sipil.

Tujuan melakukan pengeboman tak lain untuk mengakhiri perang sedini mungkin. Nah, dengan aksi pengeboman itu, Jepang dipaksa tak berdaya. Memang dikatakan LeMay, tujuan utamanya untuk mengakhiri perang secepat mungkin tercapi, dan beliau puas meski harus menelan warga sipil.

Contoh lain adalah statemant berikut : 

“Dengan menggunakan mobil listrik, maka kita telah mendukung penggunan energi bersih”

So, mari kita analisa pernyataan berikut dengan dua sudut pandang yang berbeda. Kita mulai dengan sudut padang utilitarianisme : Dengan mengurangi penggunaan tersebut maka perlahan kita akan mampu mengurangi eksploitasi energi fosil. Untuk lebih detailnya lo bisa singgah diartikel gue sebelumnya. 

Di sudut pandang First Principle : Benerkan menggunakan mobil listrik dapat mengurangi penggunaan energi fosil. Dari mana mobil listrik memperoleh energi listrik? Dari PLN atau dari sumber listrik lain, sepertinya sel surya? Lantas PLN memperoleh energi listrik tersebut dari mana? PLTU mampu menciptakan uap yang memutar turbin dengan membakar apa? Batu bara kan? Ya, endingna energi fosil lagi.

Nah, sekarang coba deh lo perhatiin, ketika lo berpikir dengan metode lain selain First Principle, pasti dong lo nggak akan ketemu pada akar permasalahan. Malahan lo berpotensi besar untuk berdebat dengan orang lain. Jadi, itulah bedanya ketika lo mengupas suatu masalah dengan First Principle jelas lo ketemu dengan akar masalah. Dan dari akar permasalahannya itu lah elo bisa ngebangun argumentasi lo sampai turun ke hal teknis. So, apakah ada cara lain untuk beragumentasi ? Jelas ada dong.

Nah, sekarang gimana kalau kita lanjut penggunaan First Principle dalam teknologi, bisakah? 

Penggunaan First Principle Dalam Sains dan Teknologi

Untuk gue dapat memberikan contoh penggunaan First Principle dalam Sains dan Teknologi, gue rasa Elon Musk adalah contoh yang paling ideal. Mungkin dalam kurung waktu 15 tahun kebelakang nama Steve Jobs sangat melekat bagi para entrepreneur, khususnya dibidang teknologi. Namun, dalam beberapa tahun berakhir, Elon Musk telah menjelma menjadi sosok panutan di dunisa bisi dan teknologi. Emang hebatnya doi apaansih?

Buat yang awam dengan beliau, sepak terjang Elon Musk yang sangat mendunia adalah dengan berhasil mendirikan PayPal. Memang dia rada gemas kalau setiap kali belanja online, harus memasukkan data kartu kredit pribadinya. Yang katanya hal tersebut sangat rentan untuk jadi korban kejahatan cyber. Nah, dengan sistem PayPal, peara customer online tak harus langsung memberikan data kertu kredit pribadinya, jadi lebih terlindungi. PayPal sukses dan terjual ke eBay.

Menariknya disini, ketika ada orang kaya yang menggunakan uangnya untuk berfoya-foya, namun tidak dengan Elon Musk, beliau justru menggunakan hasil dari kesuksesannya untuk mewujudkannya sejak dulu. Wahh apa itu? Yeah, sejak remaja, Elon Musk sudah sangat terobsesi dengan mobil listrik.

Ia sangat berambisi bahwa mobil listrik bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi ketergantungan manusia terhadap bahan bakar fosil. Untuk itu dia pun mencoba mendirikan Tesla Inc.

Selain itu, Elon Musk juga sangat ambisi untuk menjadikan manusia sebagai spesies antarplanet. Maksudnya, kalau bisa manusia itu jangan tinggal di bumi aja. Manusia harus bisa hidup di planet lain karena suatu hari bisa aja bumi hancur, entar karena bumi sudah terlalu sesak, karena antaman asteroid, global warming, perang dan bencana-bencana lainnya.

Dia pun mendirikan Space-X yang fokus membangun roket untuk perjalanan ke luar angkasa dan kolonisasi Mars. Gimana, Keren banget kan ambisinya? Bahkan, sangkin ambisinya jenius satu ini dapat julukan sebagi, the real life iron man.

Sebelum mendirikan Space-X, Elon Musk terlebih dahulu berniat untuk dapat meniru roket-roket pabrikan rusia. Tapi, sewaktu dia pergi ke Rusia untuk bernegosiasi, hasilnya tidak sesuai ekspetasi beliau, sebab Rusia tidak menjualnya dengan budget yang mampu ditampung Musk. Memang yang memiliki roket itu nggak banyak, nggak heran kalau harganya jadi mahal buangeeettttt.

Terus nih yaa, semenjak berakhirnya perang dingan dalam 25 tahun kebelakang, memang belum dapat diketahui ada terobosan untuk perjalan ke luar angkasa.

Hingga akhirnya Elon Musk berpikir bagaimana caranya dia dapat membuat perjalanan ke luar angkasa menjadi jauh lebih murah. Sampai pada titik Elon Musk berpikir dengan First Principle.

Kira-kira apa ajasih yang dibutuhuin untuk terbang ke luar angkasa? Roket. Okedeh, sebelumnya untuk ngebuat roker, material apa aja yang kita butuhkan. Tepong roti kah? Haha, itu kroker coyyy, yang kita bahas ini roket, you know. Hehehe

Saat itu, Elon Musk mencoba mencari komponen-komponen yang paling dasar dari roket. Selain itu apa yang ngebuat perjalanan ke luar angkasa super mahal? Oh, karena roketnya udah mahal, cuma sekali pake lagi kayak kolor kertas murah. Sekali meluncur keluar angkasa, udah jadi sampah luar angkasa aja gitu.

Berarti roketnya perlu dibuat dengan bahan yang lebih murah. Trus roketnya harus bisa kembali lagi ke bumi, jadi bisa dipake berulang kali bro. Hasilnya? Hingga 2017, Space-X menjadi pencatat sejarah sebagai yang pertama dan telah berhasil beberapa kali meluncurkan roket ke luar angkasa dan mendaratkannya kembali ke bumi.

Okey, sekarang kita coba lanjut ke ceritan Elon Musk yang bikin Tesla Inc. Saat itu, banyak banget yang skeptis sama mobil listrik. Tak sedikit yang beragumen, ah lo buang-buang waktu sama mobil listrik. Bikin batre buat mobil listrik tuh mahal. Biayanya bisa sampe 600 USD per killwatt. Dan nggak menutup kemungkinan juga harganya akan turun dalam beberapa tahun kedepan. So, itu baru harga batre doang, belum lagi sparepart lainnya, belum lagi body nya. Mau lo jual dengan harga berapa tuh mobil listrik? Fix, ujungnya cuma jadi pajangan orang kaya.

Namun, disini elon mencoba untuk mengupas semua komponen mobil listrik sampe ke akar-akar nya. Ternyata battery pack ini bisa dibuat dengan biaya 80 USD per kilowatt. Berarti prosese pembuatannya yang perlu diotak-atik supaya harga battery pack nya bisa lebih murah.

Dan sekarang, Tesla udah berhasil membuat mobil listrik jadi mainstream dan bahkan jadi tren terbaru di dunia teknologi dan lingkungan. Di pasar Amerika Serikat dan Eropa, mobil listrik Tesla udah jadi alternatif pilihan buat kalangan ekonomi menengah. Banyak yang rela ngantri panjang semalaman sampe bawa tenda tidur buat beli mobil listrik Tesla.

Selebriti-selebriti dunia pun berbangga diri mengendarai mobil listrik Tesla. Gak sekedar merevolusi bahan bakar, mobil Tesla juga merevolusi fitur-fitur lain yang biasa ada di sebuah mobil. Biar afdol, coba deh tontonin presentasi mobil Tesla Model 3 berikut ini sampe habis.

“Eh Steve, bukannya mobil listrik itu ga menyelesaikan masalah ya? Kan lo bilang kalo buat pengecasan mobil listrik masih mengandalkan bahan bakar fosil?”

Nah, disini lah hebatnya seorang Elon Musk. Produksi mobil listrik diiringi dengan infrastruktur yang sangat mendukung. Jadi, battery yang dipakai mobil listrik tesla ini dibuat di GigaFactory, yaitu pabrik batre yang sumber listriknya berasal dari energi matahari.

Terus ngecasnya gimana? Elon Musk juga mnedirikan SolarCity, perusahan yang memasang panel surga dalam bentuk atap rumah. Dengan begitu, listrik rumah berasal dari energi matahari, bukan dari PLTU batu bara.

Untuk itu, disini ia sangat berharap, pemilik mobil tesla juga memasang panel surya di rumahnya. Jadi, secara otomatis battery nya menggunakan energi matahari, ngecas baterenya juga pakai energi matahari. Well, mobil listrik bisa running benar-benar menggunakan energi bersih yang terbarukan.

So, gimana menerapkan First Principle ke proses belajar?

Oke, mungkin saat ini lo merasa lo cuma butiran debu jika dibandingkan Elon Musk atau orang besar lain yang telah berhasil melakukan perubahan dunia. Aku mah apa tuhhhh…

But, kalau lo bisa tekun dan menerapkan First Principle ke proses belajar sedari dini, gue yakin kelak lo akan berkembang menjadi pribadi yang berwawasan luas, melihat banyak fenomena dari gambaran besarnya dan siap untuk membawa perubahan yang signifikan.

“The First Principle is that you must not fool yourself. And you are the easiest person to fool”- Fenyman

Gue yakin deh pasti lo nggak terlalu familliar dengan nama Richard Feynman. Tapi kalau lo udah ngelihat vide0-videonya di youtube, gue jamin lo pasti bakal suka deh. Tentu saja, dia bukan seorang youtuber. Yap, dia adalah salah satu fisikawan paling penting, sama kayak Stephen Hawking.

Feynman sering dikenal sebagai The Great Explainer dan The Great Teacher karena keahliannya dalam menyederhanakan ilmu pengetahuan. Karya beliau yang paling familliar adalah diagram Feynman. Doi, menyederhankan persamaan matematika yang bekerja pada sub partikel dengan menggunkan diagram. Padahal interksi sub partikel ini persamaan matematikan cukup kompleks.

Nah, dalam mempelajari suatu hal yang baru, Feynman punya metode sendiri yang sering disebut sebagai The Feynman Method. Tanpa lo sadari, metode semikian ini turun dari First Principle lho. Well, buat lo yang tertarik untuk menerapkannya, berikut 4 langkah yang harus lo terapkan.

  • Tulis konsep dan definisi yang mau lo pelajarin

Yah, tulisin defenisi dulu ya biar lo nggak keder lagi belajar apa. Nah, biasanya dalam satu bahasan, misalkan Kinematika Gerak, lo bakalan nulis beberapa definisi dan konsep sih. Tapi untuk materi-materi yang merupakan turunan dari konsep yang lain, jangan lupa buat nulisin konsep dasarnya apa. Ini bakal ngebantu banget buat lo berpikir dalam First Principle. Keuntungan lainnya, lo jadi paham keterkaitan antara satu materi dengan materi yang lainnya. Yang pasti, lo nggak akan belajar dengan menghapal, tapi pakai konsep.

Praktik dari Feynman Method bisa lo cek di video ini :

  • Coba jelasin konsepnya dengan bahasa yang simple seolah-olah lo lagi ngajarin orang

Setelah lo tulisin konsepnya, coba deh lo sederhanain konsepnya dengan bahasa lo sendiri. Abis itu, either lo cari orang buat lo ajarin atau lo ngomong aja sendiri kayak lo lagi ngajarin orang. Kalo elo udah paham banget, harusnya lo bisa ngajarin konsep apapun yang sedang lo pelajarin dengan simpel.

Di bagian ini biasanya paling gampang dilakukan dengan menggunakan analogi. Nah ketika elo akan menggunakan analogi, hati-hati sama batasan-batasan dimana A mirip dengan B dan dimana A berbeda dengan B. Kalo elo nggak memperhatikan batasan-batasan ini elo bisa keliru memahami suatu konsep.

  • Cari area-area yang belum lo bener-benar paham terus cek lagi ke sumber-sumber terpercaya. Kupas sampe lo bisa jelasin secara keseluruhan

Habis elo bereksperimen dengan orang, coba lo liat lagi bagian mana aja yang elo belom ngerti banget. Untuk bagian-bagian itu, lo bisa cek lagi dari referensi atau tengak tengok di internet. Beberapa referensi yang gue saranin itu Google Scholar, Quora, Instagram lambe turah nggak deng, forum-forum akademik sesuai bidang yang lagi elo pelajarin, channel-channel sains dan teknologi di Youtube dan lain-lain. Pokoknya lo dalemin sampe lo bener-bener paham.

  • Cari istilah yang masih kompleks dan sederhanain itu

Kalau dari forum akademik gitu, biasanya sih lo bakalan dapet istilah atau terminologi dan Bahasa yang agak-agak berat. Tugas lo sekarang adalah untuk menyederhanakan itu. Ulang lagi dari langkah kedua dan begitu seterusnya. Jangan pernah ngerasa kenyang dengan apa yang udah lo ketahui.

First Principle selain bisa ngebantu lo berpikir dan membangun pengetahuan secara fundamental, doi juga bisa ngebantu lo mengkomunikasikan pengetahuan lo. Makanya, ini tuh thinking skill yang penting untuk lo bangun dari sekarang. That’s why, elo harus belajar pake konsep.

Oke guys, sampai disini gue harap lo udah pada ngeh la yaa. So, betapa bermanfaatnya kalau semakin banyak orang yang mengadopsi pola pikir First Principle ini. Dengan seseorang yang memiliki pola pikir sedemikan, tentu makin banyak pula nantinya inovasi yang dapat dihasilkan. Well, tunggu apalagi sob! First Principle ini cocok banget dipake buat terobosan sains dan teknologi. Dan gue harap tulisan dapat menginspirasi kita semua untuk dapat terbang lebih jauh lagi. See you next article, bro… 

 

Menurut Lo Ospek Itu Penting Nggak Sih?

Lega melihat hasil kelulusan Universitas yang sangat lo idam-idamin tentu membuat lo nggak sabar untuk segera memulai kehidupan baru lo dalam mengenyam dunia pendidikan. Yah, apalagi kalau bukan masuk kuliah. “Sontak lo akan berpikir, gimana nantinya pertama kali kalau masuk kampus? Kira-kira gue bakal sukak nggak dengan lingkunganya? Apakah nanti gue akan mudah beradaptasi dengan teman-teman sekamptus? Apakah orang-orangnya seasyik semasa lo SMA dulu. Nah, diartikel kali ini gue ingin ngebahas satu hal yang tentu erat banget dengan perkulihan yang mungkin bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan lo semua. Yap, Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus atau yang biasa disebut dengan OSPEK.

Nah, sebelum gue lanjut menulis artikel ini, lo pernah nggak sih mikirin pentingnya OSPEK itu apa? Kenapa lo harus banget ikutan ospek? Disini gue akan coba membahas apa bener ospek itu sesuai dengan stigma negatif yang selama ini jelas sangat amat melekat di telingah calon mahasiswa baru? Hendingnya, lo bisa tentukan sendiri sebenarnya ospek itu bemanfaat nggak sih buat lo? Yah, tulisan gue ini mungkin emang spesifik banget buat lo yang udah lulus dan mau masuk kuliah. Tapi, tulisan ini bisa berguna juga buat lo yang kelas 12 karena setahun lagi lo juga akan menghadapi yang sama. Dan walaupun OSPEK emang khusus buat anak kampus, tapi esensinya masih mirip-mirip lah dengan orientasi-orientasi masuk sekolah baru, kayak masuk SMA pertama kali. Yuk, guys langsung saja kita mulai.

Kenapa Ospek Dipandang Negatif?

Beberapa tahun kebelakang tak jarang kita mendengar kasus-kasus yang terkait dengan ospek. Mirisnya, kasus yang beredar seringnya berita negatif yang ngelibatin kekerasan, intimidasi bahkan pemerkosaan. Padahal faktanya, nggak semua ospek itu melibatkan hal-hal yang disebutkan dalam berita itu. Nggak percaya? Coba lo lihat ini deh.

Beberapa waktu belakangan ini sempat beredar di media sosial kabar tentang mahasiswa-mahasiswa universitas di Singapura yang lagi ngejalanin masa orientasi mahasiswa dengan tugas bertemakan kindness campaign. Kemudian, banyak orang-orang di media sosial yang membandingkan tugas ospek universitas tersebut dengan tugas-tugas ospek di universitas Indonesia. Pertanyaan gue, sebenarnya kenapa sih sebagian besar dari kita mandang OSPEK itu negatif? Apa benar fakta di lapangan semuanya begitu?

Jelasnya, ini adalah salah satu fenomena psikologis yang namanya negativity bias, yaitu kita lebih cenderung mengingat hal-hal negatif yang cenderung kita alami dan diceritakan oleh orang lain atau diberitakan di media. Karena berita negatif tentang ospek lebih sering diberitakan daripada berita positif atau yang sifatnya netral, maka kita jadi semakin terasosiasi dengan anggapan bahwa ospek itu merupakan hal negatif dan patut untuk dihindarin oleh kita. Coba deh, sebelum kalian lanjut baca artikel ini, gue mau ngajak kalian untuk menghilangkan pandangan-pandangan tersebut terlebih dahulu. Gue akan ngajak kalian untuk mikirin esensi ospek dari sudut pandang yang netral.

  •  Pengalaman Kuliah Itu Gimana?

Coba deh bayangan pas lo baru dinyatakan lulus SMA tentu informasi yang terkait dilingkuan kampus baru lo terbatas. Yah, kemungkinan besar informasi yang dapat lo ambil bisa dari senior, keluarga teman atau mungkin bapak dan ibu lo dulu pernah kuliah di universitas yang sama. Tapi, informasi yang lo dapatkan nggak komprehensif dan nggak menutup kemungkinan juga kalau informasi yang lo dapatkan penuh dengan bias dan sentimen dari orang yang memberikan lo informasi itu. Salah satu hal yang bisa lo lakuin untuk mengetahui medan yang akan lo hadapi di kampus adalah dengan terjun langsung ke lapangannya.

Contohnya aja, misalnya lo betanya gimana sih rasanya naik Tsunami di Hillpark brastagi? Sebagian teman lo tentu jawabannya akan bervariasi. Ada yang bilang naik Tsunami itu rasa menyenangkan karena sangat memicu adrenalin. Ada juga yang bilang kalau naik Tsunami kayak disamperin sama malaikat penyabut nyawa. Intinya, semua orang pasti punya opini yang berbeda. Nah, kalau lo penasaran gimana rasanya naik Tsunami di Hillpark, lo bisa datang ke brastagi, observasi medannya, silakan takar deh seberapa besar nyali dan kemampuan lo untuk mencoba wahana itu, terus lo tinggal putusin deh. Apakah lo akan naik tsunami atau nggak. Ketika lo coba, lo akan ngerasain sensasi naik tsunami. Setelah ini baru deh lo bisa punya opini tentang pengalaman naik tsunami.

Nah, hal itu sebenarnya nggak berbeda kalau lo tanya kuliah psikologi itu rasanya gimana? Seperti yang banyak beredar bahwasannya stigma terkait fakultas ada aja, seperti ada yang bilang kalau fakultas psikologi itu ke cewekan banget. Kalau lo cowok, apakah nantinya lo bakal punya temen? Ada juga yang bilang kalau kuliah di psikologi itu isinya buat orang-orang yang mau berobat jalan atau ada yang bilang kalau kuliah di psiko, lo akan diajarin caranya, ngebaca orang, diajarin ilmu nujum, meralam dan apalah itu HAHAHA…

Sekali lagi, kalau lo tanya ke semua orang tentang gimana kuliah psikologi itu tentu mereka memiliki opini yang berbeda. Untuk menjawab semua stigma itu, tentu lo harus memiliki wawasan yang luas, paling nggak ya lo harus ngerasain kuliah psikologi itu. Barulah lo bisa tahu dan menilai kalau mempelajari human behavior itu sebenarnya gimana, apa bener fakultas psikologi itu isinya orang aneh-aneh dan lain-lainnya dehh…

Pastinya, ospek akan sangat membantu stigma tersebut. Waktu gue jadi mahasiswa baru dulu, gue sempat mengikuti ospek namun sebelumnya gue sempat ragu juga kalau ospek itu cuma ajang balas dendam dari senior ke juniornya. Disuruh bikin esai lah, wawancarain banyak orang, pokonya gue dibimbing untuk ngerjain hal-hal yang membuat beban pikiran gue bertambah. Hinggah akhirnya gue merasa kalau ospek itu berguna banget bagi gue. hehe..

  • 2. Ngenalin Kondisi Sosial Kampus

Ospek juga ngebantu kita untuk ngenalin kondisi sosial di lingkungan kampus loh. Dengan ngikutin ospek, lo bisa kenal ama senior, dosen, dan karyawan di universitas lo. Di beberapa universitas negeri dan swasta, pas ospek juga dikasih tugas wawancara. Nah, tugas wawancara ini juga berguna buat kita nanya ke senior terkait sesuatu yang akan kita hadapi pas kuliah entar. Pas ospek kalian juga akan kenalan dengan teman-teman seangkatan kalian, ngerjain tugas bareng-bareng.

Kenapa mengenali kondisi sosial kampus itu penting? Well, berhubung dunia SMA dan dunia kampus itu berbeda. Dunia kampus itu kompleks. Kalau di SMA, cuma ada satu arah, tinggal ngikutin arus, disuapin lagi. Kalau di kuliah, lo sendiri yang menentukan mau jadi mahasiswa macam apa lo nantinya. Apakah lo akan jadi mahasiswa yang bakal aktif di kepanitiaan atau kelembagaan, lebih fokus keriset atau kompetisi-kompetisi, jadi mahasiswa kunang-kunang (kuliah nangkring kuliah nangkring) atau jadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah pulang kuliah pulang) heheh, intinya lo sendiri deh yang menentukan dunia lo.

Dengan lo mampu mengenali kondisi sosisal kampus lo, secara lo nggak langsung lo pasti tahu dong pada siapa lo bertanya dan kapan lo akan memerlukan sesuatu. Staf administrasi mana yang perlu lo hubungi kalau misalnya mau urus beasiswa. Kalau lo lagi ada masalah, lo bisa hubungi dosen pembimbing. Dan inget juga, pas belajar di dunia perkulihan, lo nggak akan selalu belajar dan mengerjakan tugas dengan teman seangkatan. Nggak menutup kemungkinan banget kalau lo bakal belajar dan ngerjain tugas lintas angkatan. Belum lagi kalau lo mau punya proyekan, ambisi riset, kompetisi atau ikut kepanitiaan,

Dan satu lagi, mengenali kondisi sosial kampus juga berarti memahami culture kampus itu. Ini ngebantu banget soalnya lo bakal tau gimana cara berinteraksi yang tepat dengan elemen kampus tertentu untuk mencapai tujuan yang sedang lo kejar saat itu.

  • 3. Ngenalin Sistem Perkuliahan

Di beberapa universitas, pada saat ospek juga akan ngebahas sistem akademik di perkuliahan yang pasti akan jauh beda dengan sistem akademis pas kalian SMA. Dari sistem kredit semester, penilaian, hingga cara dosen ngajar pun beda-beda. Belum lagi biasanya beberapa universitas udah nerapin metode PBL problem based learning dan CL collaborative learning. Nah, nggak semua SMA nerapin metode ini dalam kegiatan belajar mengajar. Pada saat ospek inilah biasanya dikasih tau dasar-dasar PBL dan CL itu apa, kemudian ada simulasinya juga.

Kebayang gak pentingnya masa ospek gimana? Ngikutin ospek bisa jadi sarana buat lo supaya bisa survive di dunia perkuliahan, baik dalam segi akademis, non-akademis, dan lingkungan sosial. Dari ospek juga lo bisa menakar-nakar dan ngedapetin referensi kira-kira lo akan jadi mahasiswa yang akan fokus ke ranah mana, bisa ranah akademis, kelembagaan, kepanitiaan dan lain-lain.

Tapi kan Beneran Ada yang Menjalankan OSPEK secara Negatif?

Terkait kekerasan yang sifatnya fisik, verbal, atau psikologis sebenarnya sudah diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi no 38/DIKTI/Kep/2000 yang ditegaskan lagi di Surat Edaran no. 3120/D/T/2001.

Jadi sebenarnya lo ngga mesti takut. Karena secara konstitusi, lo sudah dilindungi dari hal-hal yang melibatkan pelecehan, pemerasan, pemaksaan kehendak, penganiayaan yang mengakibatkan cidera, dan kemungkinan dapat mengakibatkan cacat tubuh dan meninggal dunia akibat pelaksanaan ospek.

Tapi gue rasa gak semua universitas mendapatkan sosialisasi atau paham sama aturan ini. Mungkin juga panitia ospeknya gak mempertimbangkan aturan itu untuk ngerancang acara ospeknya. Atau mungkin penegakan hukum di Indonesia dan kesadaran intelektual di lingkungan akademis belum maju apabila dibandingkan dengan universitas di luar negeri sana.

So, bagi lo semua yang baru keterima SNMPTN, SBMPTN, dan seleksi universitas lainnya, it’s up to you to judge and decide! Kalau lo menilai bahwa lo butuh ospek buat survive selama masa kuliah, silakan ikutan ospek. Tapi, ada juga nih, yang mungkin punya mekanisme sendiri buat survive di lingkungan baru kampus tanpa ospek. Ya bisa aja lo udah punya banyak kenalan di kampus, atau keluarga merupakan salah satu elemen kampus, atau sebelumnya lo udah pernah kuliah. Kalau lo menilai bahwa lo punya mekanisme lain buat survive, silakan dipikirkan dan diimplementasikan.

Kalau lo udah ngejalanin ospek dan lo ngerasa bahwa ospek lo bisa dikemas dengan cara yang lebih menarik dan bermanfaat bagi pesertanya, jadilah panitia ospek ketika lo udah memasuki tahun kedua, ketiga, atau keempat kuliah. Ubah mindset orang-orang yang seringkali menganggap ospek jadi ajang balas dendam dan bullying. Ospek gak harus sarat akan senioritas dan hal-hal yang serius, kok. Justru kalau kita bisa bikin ospek sebagai ajang yang fun tapi memberikan manfaat besar bagi mahasiswa baru buat survive di kehidupan kampus, kita akan bikin gebrakan baru dalam tradisi ospek di negeri kita.

Harus Banget Kepo Dengan Kehidupan Orang Lain, Pentingnya Apa?

100 persen gue yakin lo semua pasti pernah dengar orang disekitar lho lagi menggosip yah kira-kira begini bunyi nya. Eh lo tau nggak sih, artis berinisial R itu lagi dekat sama Artis Berinisal A Lho, padahal kan Si R udah punya istri, iyakan? Atau begini deh satu lagi, Eh lo tau nggak Si Artis B Liburan ke Tokyo lho, wihh enak kali ya kalau jadi dia. Fix, lo semua pasti sering banget dengar kalimat sedemikian? Jujur deh, gue pribadi sih sering banget mendengarnya, bahkan di timeline twitter gue, ada aja teman-teman gue yang ngetweet tentang kehidupan orang lain yang menurut gue pribadi nggak ada faedah nya gitu untuk bahas.

Buat lo yang sepemikiran sama gue tentu akan bertanya, kenapa sih banyak orang yang disekeliling kita suka banget ngurusin kehidupan pribadi orang lagi, terutama para selebriti dan public figure lainnya. Sampai-sampai fenomena seperti ini bisa jadi ladang bisnis tersendiri, seperti yang kita ketahui banyaknya infotainment dan para penggiat social media yang menjadikan kehidupan pribadi para selebriti tanah air menjadi topik hangat yang always laku untuk dikulik.

Pernah penasaran nggak sih kenapa manusia demen banget kepo sama aktivitas dan kehidupan orang lain? Kenapa acara gosip di tv nasional yang membahas kehidupan pribadi orang tertentu hampir nggak pernah kekurangan penggemar dari generasi ke generasi? Bahkan di tahun 2004 sebuah penelitian Wert dan Salovey menyebut bahwa sebenarnya gosip itu nggak cuma hanya obrolan remeh yang nggak ada gunanya. Ternyata gosip juga bisa bermanfaat lho agar kita belajar dari pengalaman orang lain dan menerapkannya dalam kehidupan kita.

Nah, berarti ada baiknya juga dong kalau lo sering-sering ngegosip? Heheh. But, nggak juga ya sob, karna point gue sebetulnya bukan disitu. Point gua sebenarnya adalah dengan memahami pola kehidupan dan pengalaman yang dijalani oleh orang lain, karena sebetulnya kita bisa banyak belajar tentang apa aja kesulitan yang mereka hadapi, sikap dan tindakan yang sebaiknya dilakukan dan gimana reaksi lingkungan terhadap permasalahan tersebut.

Namun, sayangnya kebanyakan masyarakat khusunya warga negara Indonesia cenderung justru lebih melihat detail tentang bagaimana permasalahan kehidupan orang lain, yang sebagaimana kita tau bahwa hal tersebut sama sekali tidak memiliki nilai positif. Nah, seperti contoh artis yang gue sebutin diatas. Coba ya kalau misalnya kita bisa dan mau ngulik tentang kehidupan orang-orang hebat yang berhasil melakukan perubahan besar terhadap orang banyak, tentang jerih payah seseorang yang mampu menghasilkan karya atau tentang kegigihian seseorang yang berhasil meraih keuntungan miliaran rupiah. So, kebayang nggak sih lo, kualitas pembicaran yang sangat berbeda kalau aja kita bisa lebih banyak mengalokasikan waktu untuk mengulik kehidupan orang-orang hebat?

  • Asep : Eh lo tau nggak berkat kegigihan Jeef Bezos menekuni dunia online sekarang dia berhasil lho mengahlakan Bill Gates sebagai orang terkaya sejagat raya.
  • Andi : Wah, masak sihh. Emang berapa sih penghasilan Jeef sampai dia bisa kalah kan sih Gates sebagai orang terkaya di dunia, karna setau gua Bill Gates masih menjadi orang terkaya di dunia.
  • Asep : Haha, lo kok nggak percayaan banget sihh?116,6 miliar USD, noh segitu guys kekayaan yang ia miliki sekarang, sedangkan gates bertengger di urutan kedua dengan kakayaan. 92,9 miliar USD.
  • Andi : Wihhhh, kalau gitu gue nggak mau main-main lagi dan mulai sekarang gue harus menekuni pekerjaan dan mencintai pekerjaan gue, biar suatu saat nanti gue bisa sukses.

Nah, coba deh lo bayangin, beda banget kan kualitas pembicaraan ini jika kita bandingin tentang pembicaraan mengenai itu lho sepatu yang lagi ramai di pakek para artis-artis tanah air? Ya emang sih, informasi tentang selebritis lebih mudah di akses daripada orang-orang hebat itu. Lo nyalain tv aja, dikit-dikit yang nongol pasti acara gosip. Tapi bukan berarti lo kekurang sumber guys untuk ngulik cerita orang hebat. Terus gimana dong caranya kita bisa lebih mengalokasikan waktu buat ngulik dan kepo sama kehidupan orang-orang yang hebat dan keren?

Nah, salah satu yang paling praktis adalah dengan membaca biografi mereka. Yaps, membaca biografi itu ibaratnya lo membaca catatan perjuangan orang-orang keren yang berhasil berkarya dalam hidupnya. Bayangin deh, dengan lo baca buku biografi, lo bisa seolah-olah masuk dan menyelami kehidupan seseorang yang telah berhasil melakukan hal-hal keren dalam hidupnya. Lo bisa tau bagaimana perjuangan Jeef Bezos untuk sukses menekuni dunia bisnisnya. Percya deh, karna sebenarnya buaanyakkkk banget manfaat yang bisa lo dapat dari membaca biografi.

Nah, berikut ini gue mau kasih tau lo beberapa point tentang apa aja hal yang bisa lo dapetin dengan memahami kehidupan orang lain memalui biografi kehidupan orang lain. Okey guys, kita langsung masuk aja ke….

Manfaat Pertama

“Kita bisa tahu bahwa setiap orang yang berhasil memberi kontribusi terhadap kehidupan kita juga melewati tantangan dan perjuang yang nggak mudah”

Well, petunjuk pertama buat lo yang ingin mendapatkan manfaat dari membaca biografi yaitu adalah, lo harus memiliki rasa penasaran didalam diri lo. Sekarang pernah nggak sih lo ngerasa penasaran sama berbagai hal yang lo lihat di sekitar lo? Kenapa benda yang ada di tangan lo dan ukurannya tidak terlalu besar itu dapat dipake buat dengar lagu, foto dan komunikasi dengan banyak orang? Bagaimana bisa mobil bergerak untuk ngebawa lo jalan-jalan di hari weekend? Pernah nggak lo berusaha mikir, apa yang ada di otak si pencipta benda yang sekarang sering banget lo lihat dan lo gunakan setiap hari? Nah, hal yang kedengarannya sepele banget itu sebetulnya asyik banget lo untuk kita telusuri dan pastinya bakal nambah wawasan lo semua dehhh.

Era modern seperti saat ini tentu bukan hal yang sulit buat lo nemuin buku biografi.  Coba aja lo mulai baca komik keluaran Elex Media Komputindo yang Seri Tokoh Dunia. Serius deh coba untuk awal-awal lo baca komik aja dulu, seri tokoh dunia itu cukup enak dibaca lho. Bayangin deh kalo lo seenggaknya tau gimana perjuangan orang-orang yang menemukan barang-barang yang paling bermanfaat buat lo. Dengan begitu, lo juga jadi bisa lebih ngehargain benda itu. Bye the way, siapa aja sih yang berkontibusi terhadap gadget yang saat ini lo pake?

  • Bapak Komputer Modern? Mungkin lo akan menyebut nama Bill Gates atau Steve Jobs? Loh salah guys? Karna yang benar adalah Alan Turing.  Lah kok dia sihh? Mungkin kedengarannya nama beliau sangat asing ditelingah lo, iyakan? Nah, buat lo yang belum tau, kontribusi Alan Turing sangat besar dalam berbagai bidang, terutama perkembangan komputer, algoritma dan sistem komputasi. Bisa dibilang gimana cara seluruh alat digital di sekitar lo bekerja untuk memproses informasi komputasi itu adalah hasil jerih payah pemikiran dia. Kalo lo baca tentang kehidupan dia, lo bakal terperangah tentang gimana jerih payah dia untuk membongkar sandi rahasia NAZI untuk membantu sekutu memenangkan perang dunia II. Lo juga bisa ngeliat betapa keren dan jeniusnya Alan Turing dalam mengembangkan konsep Morphogenesis, sebuah pendekatan matematis untuk memprediksi perubahan bentuk pada setiap organic life.

  • Dua Pendiri GOOGLE : pernah ngebayangin apa jadinya dunia tanpa google? Informasi juga sulit dijangkau, nyasar melulu karena gak ada google maps, susah nerjemahin buku karena gak ada google translate, bingung nyari bahan referensi tugas dari guru atau dosen. Berterima kasihlah pada Larry Page dan Sergey Brin yang telah menciptakan keajaiban bernama google. Dengan ngeliat gimana sih kegigihan mereka untuk menciptakan suatu konsep yang mungkin gak pernah kepikiran sama sekali sama orang lain.

Manfaat Kedua

“Jadi Inspirasi Buat Kita”

Pernah ngerasa bersemangat atau termotivasi ngelakuin sesuatu setelah mendengar suatu kisah, mengalami suatu kejadian, atau mendengar quote dari orang? Itu artinya lo lagi terinspirasi. Atau ada ngga dari lo yang merasa kurang termotivasi dalam belajar atau melakukan sesuatu? Mungkin lo butuh inspirasi sob? Inspirasi tuh sebenarnya apa sih? Walaupun abstrak, sebenernya udah ada penelitian yang dilakuin sama Thrash dan Elliot yang berhasil ngejelasin ciri-ciri inspirasi di tahun 2003.

  • Pertama, inspirasi tuh ide, solusi, atau apapun itu yang nongol di otak lo, dan nongolnya secara spontan, tanpa lo duga-duga ataupun rencanain.
  • Kedua, inspirasi bersifat transendental atau melampaui akal sehat yang kita miliki atau pengalaman fisik yang alami sebagai manusia. Kalo menurut kedua sesepuh di atas, ciri transendental ini termanifestasi lewat emosi positif yang kita rasain saat melihat hal yang indah dan baik, dan emosi itu ngebuat kita menyadari beragam kesempatan yang bisa kita ambil dalam hidup. Sesekali rada-rada Filosofis dikit nggak apa ye? hehe..
  • Ketiga, inspirasi berkaitan banget dengan motivasi. Lo merasa terdorong untuk mewujudkan ide atau visi yang tadi udah nongol di kepala lo.

Tapi masalahnya, lo nggak bisa keinspirasi kalau nggak ada stimulus atau suatu hal yang bisa ngebangkitin inspirasi di dalam diri lo. Nah, dengan menelusuri kehidupan orang-orang hebat melalui biografi mereka, sebetulnya ada banyak banget pembangkit inspirasi di dalam kisah hidup orang-orang hebat yang unik. Dan sebenarnya ini bisa jadi cambuk yang bagus lho buat ngebakar semangat belajar dan eksplorasi diri lo.

  • Thomas Edison: pernah mikir nggak apa yang terjadi kalau tidak ada lampu di dunia ini? Lo kagak bisa belajar malem hari karena lo kagak gak ada penerangan yang memadai. Thomas Alva Edison, Si Penemu Bohlam itu gak langsung berhasil dan nemuin tuh bohlam, tapi dia gagal sampe 1000 kali. Namun, dia kagak langsung nyerah, sampe akhirnya dia nemuin tuh bohlam. Nggak hanya itu, dia dulu juga pernah dikeluarkan dari sekolah sampe dia akhirnya jualan koran di stasiun kereta api. Dia juga bukan berasal daari keluarga yang kaya dan berada. Udah jelas kalo hidupnya kagak mudah, tapi dia berhasil memberikan sesuatu yang sangat bermanfaat bagi peradaban manusia dan lo bisa belajar dari dia.
  • Marie Curie: tau gak lo tentang kisah Marie Curie? Dia adalah orang pertama dan satu-satunya cewek yang memenangkan dua penghargaan Nobel Prize di dua bidang disiplin ilmu fisika dan kimia atas penelitiannya tentang radiokativitas dan isolasi radium murni. Lo tahu kagak kalau dia dulu nggak boleh masuk ke universitas yang formal karena dia perempuan. Jaman itu, cuma pria yang boleh masuk universitas. Akhirnya dia bekerja dan berusaha untuk mendapatkan uang untuk kuliah, hingga ahirnya dia bisa kuliah dengan uang yang sangat terbatas. Dia bahkan sering sakit-sakitan karena cuma makan roti, mentega, dan teh. Ketidakmampuan finansial seharusnya bukan jadi alasan lo untuk berhenti bermimpi dan belajar.


Manfaat Ketiga

“Lo jadi memahami perkembangan sejarah ilmu pengetahuan yang berkesinambungan”

Dengan baca biografi, lo bisa bandingin kalau pemikiran orang-orang tahun 1800-an tuh gimana, sih? Kenapa orang-orang di tahun 2000-an pemikirannya bisa beda sama orang-orang tahun 1900-an? Kenapa pemikiran seorang Marx bisa mengubah paradigma dunia tentang sistem ekonomi dan politik, gimana gagasan MK.Gandhi menjadi inspirasi Mandela, Martin Luther King, Jr, dan banyak aktivis kemanusiaan untuk memperjuangkan kesetaraan HAM di negaranya masing-masing. Terus, dari situ lo juga bisa belajar bahwa ilmu pengetahuan tuh sifatnya dinamis dan terus berkembang dari zaman ke zaman. Ada tiga pendekatan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan itu sendiri :

  • The cyclical hypothesis: melihat bahwa apa yang terjadi pada saat ini pernah terjadi pada masa lalu.
  • The linear-Progression Hypothesis: dalam pandangan ini, generasi sebelumnya berkontribusi untuk menciptakan keadaan sekarang. Biasanya terjadi dalam ilmu sains dan teknologi. Contoh, dulu Aristoteles menganggap bahwa makhluk hidup terbuat dari benda mati. Anggapan tersebut merupakan sesuatu yang baru pada jamannya dan luar biasa pada masanya, sampai hal tersebut dibuktikan salah oleh Fransisco Redi yang membuktikan bahwa makhluk hidup bukan berasal dari benda mati.
  • The Chaos Hypothesis: dalam pandang ini, sejarah adalah sesuatu yang chaos dan tidak dapat diprediksi. Contohnya tren pakaian dan tren bahasa. Dari dulu ampe sekarang, perkembangan tren pakaian tuh bener-bener gak bisa diliat pattern-nya secara jelas.

Mungkin membaca biografi nggak akan membuat IQ lo tiba-tiba langsung melejit 10 angka. Mungkin membaca biografi bukanlah hal yang bisa membuat lo diterima universitas yang lo pengin masukin. Tapi, dengan membaca biografi lo bisa belajar banyak dari tokoh-tokoh yang memanfaatkan waktu singkatnya di dunia ini untuk melakukan hal-hal keren luar biasa.

Okay sebagai penutup, gua cuma mau kasih rekomendasi beberapa tokoh yang menurut gua penting banget buat lo ketahui dan baca atau tonton biografinya. Tokoh-tokoh ini menurut gua pribadi sih wajib banget lo ketahui, jangan sampe deh kalo nanti lo kuliah, terus begitu ditanya siapa itu MK.Gandhi terus lo bengong. Nah, sebagian besar dari tokoh-tokoh rekomendasi dari gue dan zenius sebetulnya udah disebutin di atas, cuma gua sebut ulang deh biar lo lebih gampang ngeliatnya dan ada beberapa rekomendasi tambahan juga :

Bidang saintis :

  • Albert Einstein
  • Issac Newton
  • Marie Curie
  • Charles Darwin
  • Galileo Galilei

Bidang teknologi

  • Bill Gates
  • Steve Jobs
  • Alan Turing
  • Larry Page
  • Sergey Brin
  • Thomas Edison

Bidang sosial-politik

  • Karl Marx
  • Mahatma Gandhi
  • Nelson Mandela
  • Martin Luther King, Jr
  • Aung San Suu Kyi
  • Dalai Lama 14th
  • Pope John Paul II
  • Franklin D.Roosevelt

Nah, sebetulnya masih banyak banget lagi yang pengen gua sebut tapi nanti jadi kepanjangan. Mungkin di antara lo sendiri ada yang bisa nambahin di comment section di bawah artikel ini dari bidang yang lain seperti musik, olahraga, seni dan lain-lain. Moga-moga nih, dengan baca biografi orang-orang keren ini, lo bisa belajar bahwa semua orang bisa memberikan kontribusi kepada lingkungannya, terlepas dari latar belakang kehidupannya, setiap orang hebat memiliki masalah dan perjuangannya masing-masing. Dan semua pengalaman tak ternilai itu, tertuang dalam sebuah buku atau film Biografi. Masalahnya adalah apakah lo mau melakukan itu? Tentu jawabannya ada pada diri lo sendiri, seeyou next article guyss….

Pada Era Agrikultur Peneliti Sebut Itu Kesalahan Terbesar Manusia Sepanjang Sejarah, Bener Nggak Sih?

Hallo guys, apa kabar semua? Sebelum gue memulai tulisan ini, gue pengen nanyak nih, kalian pernah tahu nggak film animasi yang berjudul ice age? Tau dong pasti, film yang berlatarkan zaman es itu di peran kan oleh tupai, mammoth, macam gigi pedang dan kolega. Nah, kalau lo perhatikan detail, film yang dituliskan oleh Michael J Wilson itu sangat jelas kalau setting waktunya adalah pada era zaman es, yaitu zaman dimana hampir seluruh planet bumin ini tertup oleh es. Wahhh, pertanyaanya apa bener seluruh planet bumi ini pernah terutupi oleh lapisan es? Jawabannya ialah bener pernah terjadi. Nggak percaya? Secara kronologis waktu, zaman es itu belum lama terjadi lho alias baru saja berlalu lho. Wahh masak sih? Kalau memang bener gitu kapan zaman es itu berlalu, kok gue nggak tahu sih? Menuruh parah ahli geologi dan paleontologi, zaman es terahkir yang pernah planet bumi lalui diperikrakan dimulai 1,8 juta tahun yang lalu dan baru saja berakhir sekitar 15.000 sampai 10.000 tahun yang lalu. Wow, berarti selama 1,8 juta tahun planet bumi ini terutupi oleh lapisan es? Bused dah, lama amat yaaa?

Yak bener sekali, zaman es itu emang lama banget lho. Bahkan zaman es yang 1,8 tahun lalu itu bukanlah yang pertama kali terjadi dan kemungkinan besar juga bukan yang akan terkahir kali terjadi. Berdasarkan perhitungan, zaman es terjadi setiap 150 juta tahun sekali dan akan berlangsung selama kurun waktu 1 juta tahun. Beberapa para ahli pun mengatakan bahwa sejauh ini setidaknya telah terjadi 5 era zaman es :

  • Era Huronian, di zaman prakambria
  • Era Proterozoikuler, pada zaman Prakambrium
  • Era Paleozoikum, antara periode Ordovician dan Silurian
  • Era Paleozoikum, zaman Karbon dan Permian
  • Era Cenozoikum, zaman Pleistosen dari Periode Kuarter

Yeah, seperti apa yang gue katakan diatas tadi bahwa zaman es terakhir terjadi pad 1,8 juta tahun dan realtif baru saja berlalu sekitar 10.000 tahun yang lalu. Berhentinya zaman es adalah sebuah fenomena alam yang sangat besar dan menuntut perubahan drastis dari cara manusia bertahan hidup pada saat itu. Bayangin deh, yang tadinya dimana-mana lapisan es, dalam waktu sekitar 2.000 sampai 3.ooo tahun manusia harus cepat beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Nah guys, pada era pergantian es inilah titik krusial dari perkembangan peradaban manusia yang menarik banget untuk kita bahas.

Yuk sekali lagi coba bayangkan bagaimana kondisi planet bumi sekitar 12.000 tahun yang lalu. Pada saat itu jumlah manusia diperkirakan baru berjumlah 3-4 juta manusia. Dalam waktu beberapa ratusan tahun, 2/3 es mencair dan temperatur bumi dengan cepat berubah dari dingin menjadi lebih hangat. Keadaan bumi menjadi relatif stabil dan menunjang survival rate dari berbagai mahkluk hidup. Tentunya, kondisi ini menunjang kemudahan bertahan hidup sebagian besar hewan dan tumbuhan, termasuk manusia Homo Sapiens.

Emang apasih yang berubah dari cara manusia untuk tetap bertahan hidup? Nah, dalam konteks ini rasanya sangat sulit untuk dapat dijelaskan secara detail. But, secara garis besar kita bisa menyederhanakannya bahwa perubahan cara hidup manusia yang paling signifikan adalah peralihan cara manusia dalam mendapatkan sumber makanannya, yaitu dari yang tadinya hunting-gathering beralih menjadi agrikultur. Dari nama hunting-gathering pasti lo tahu bahwa itu adalah mekanisme paling primitif untuk mendapatkan makanan, taitu dengan cara berburu hewan liar dan mengumpul tumbuhan dan buah-buahan untuk dimakan. Hal yang melekat dari mekanisme ini adalah dengan cara berpencar untuk mencari makanan, kemudian berkumpul untuk makan bareng, tidur barang, kemudian setalah sumber makanan di sekitar dianggap sudah habis, mereka akan langsung pindah untuk mencari tempat berburu yang baru. Nah, mekanisme bertahan hidup inilah yang membuat Homo Sapiens sukses bertahan hidup sekaligus menjelajahi berbagai penjuru bumi selama sekitar 200.000 tahun di zaman es yang diklaim penuh halangan dan rintangan.

Nah, berakhirnya era zaman es sontak bumi pun menjadi hangat dan lebih bersahabat lagi dengan mahklus hidup. Dengan begitu, sumber makanan pun mulai melimpah. Pada saat inilah, manusia mulai mempertanyakan efektivitas dari mekanisme cara hidup berpindah-pindah. Ngapain pindah lagi sih? Toh, kan sekarang sumber makan melimpah, dan sepertinya juga nggak akan habis kalau kita haru menetap lama disini. Jadi, itu lah yang banyak manusia pikirkan pada saat itu. Pada zaman peralihan inilah, sebagian manusia lambat laun memutuskan untuk menetap pada lokasinya masing-masing dan mulai mencoba berbagai cara kreatif untuk mendapatkan sumber makanan dengan lebih efisien.

So, pasti kita penasaran dong? Yang cara kreatif gimana sih yang dilakukan manusia dulu? Jadi, hal utama yang mereka lakukan adalah dengan mengomestifikasi hewan, yaitu upaya manusia untuk memanfaatkan hewan dalam membantu kelangsungan hidupnya, baik menjadi teman berburu, sampai beternak sebagai sumber pangan. Menuruh penelitian, hewan yang pertama kali didomestifikasi adalah srigala. Srigala dimanfaatkan manusia untuk menjaga keamanan, taman berburu dan juga untuk menghatkan tubuh manusia. Keturunan serigala yang saat itu berhasil didomestifikasi oleh manusia, kini telah berevolusi menjadi anjing atau dalam taksonomi biologi dikenal dengan family canidae. Berikut dokumentasi video yang dapat lo tonton.

Pada era ini juga, salah satu peradaban kunu yang ada di Turki, tepatnya di Catalhayuk, diteliti sebagai kelompok masyarakat pertama yang mencoba untuk mendomestifikasi tumbuhan. Tak ada bedanya dengan domestifikasi hewan, domestifikasi tumbuhan disini maksudnya adalah manusia mengolah tumbuhan untuk menopang kehidupannya salah satunya sebagai bahan pangan. Peradaban ini udah mulai mencoba menanam jelai secara sistematis sebagai bahan makanan sehari-hari. Sebenarnya sih manusia sudah mulai memakan sejenis jelai pada 20.000 SM. Namun pada saat itu, manusia belum mendomestifikasi tumbuhan dengan sistematis. Di Catalhoyuk ini, meskipun sudah mulai domestifikasi tumbuhan, mereka masih tetap mengandalkan hewan buruan sebagai makanan utama. Domestifikasi tanaman ini diduga sebagai bentuk percobaan manusia pertama manusia untuk bercocok-tanam atau bahasa ilmiahnya adalah agrikultur.

Pada 9.000 tahun yang lalu, populasi manusia bertambah sehingga makanan juga perlu ditambah stoknya. Untuk itu, manusia mulai serius memerhatikan domestifikasi tanaman. Mereka mulai melakukan eksperimen, neliti, nyoba-nyoba. Dari proses eksperimen manusia, termasuk salah makan, keracunan, mencret dan sebagainya. Hingga akhirnya gandum dan jelai pertama kali muncul sebagai makanan pokok yang cocok untuk dikembangkan. Bisa dibilang disini agrikultur pertama kali dimulai. Agrikultur maksudnya adalah pemanfaatan hewan, tumbuhan dan jamur untuk kebutuhan hidup manusia, terutama untuk kebutuhan makanan.

Domestifikasi tumbuhan akhirnya menyebar ke belahan dunia secara perlahan. Sayangnya, penyebaran ini tidak dilangsungkan secara bersamaan. Sebagai contoh, beras didomestifikasi di China di antara 13.500 sampai 8.200 tahun yang lalu. Sedangkan timur tengah melangsungkan era agrikultur sekitar 10.500 sampai 9.500 tahun yang lalu. Sayuran berakar didomestifikasi di Papua Nugini di 9.000 tahun yang lalu. Kentang didomestifikasi di Amerika Selatan pada 10.000 sampai 7.000 tahun yang lalu, diikuti oleh kacang polong, pohon koka dan tumbuhan pangan khas tropis lainnya.

Tak hanya tanaman, domestifikasi hewan juga makin dikembangkan. Hewan yang tadinya hanya digunakan sebagai teman untuk berburu dan membantu proses pertanian mulai dipertimbangkan untuk hal lain. Hingga pada akhirnya manusia mikir kayaknya enak juga nih kalau hewan-hewan ini dikembangbiakan untuk disantap. Menurut catatan geoantropologi, tercatat babi didomestifikasi pertama kali di Mesopotamia sekitar 15.000 tahun yang lalu, kemudia diikuti domba di 13.000 sampai 11.000 tahun yang lalu. Sapi didomestifikasi di Turki dan Pakistan di 10.500 yang lalu. Nah, konsep inilah yang kita kenal sekarang dengan istilah beternak.

Pada masa peralihan inilah yang terjadi sekitar 15.000 tahun yang lalu atau bisa disebut sebagai era Neolithic Revolution atau Agricultural Revolution, sebagian masyarakat yang masih menjalani mekanisme hunting dan gathering mulai benar-benar beralih untuk mengutaman agrikultur atau bercocok tanam dan beternak, sebagai cara bertahan hidup yang baru sekaligus sarana untuk mengembangkan berbagai macam teknologi untuk mempermudah hidup manusia.

“Namun demikian, banyak para ahli yang berpendapat bahwa proses peralihan hunter-gatherer ini adalah salah satu kesalahan terbesar manusia dalam sejarah peradaban manusia. Lho kok bisa?”

Dampak Negatif Era Agrikultur

  • Pertanian adalah kesalahan terburuk dalam sejarah ras manusia – Pfofesor Jared Diaomond
  • Revolusi pertanian adalah penipuan terbesar di sejarah – Profesor Yuval Noah Harari

Era agrikultur adalah kesalahan terbesar dalam sejarah umat manusia, begitu la pendat yang dilontarkan oleh Prof Jared Diamond dan Prof Yuval Harari. Nah, buat lo yang asing dengan kedua peneliti ini, mereka adalah ahli geo-antropologi dan ahli sejarah peradaban.

Pasti lo penasaran, kenapa mereka berdua berpendapat sedemikian? Bukankah dengan adanya pertanian dan peternakan itu memudahkan manusia untuk mendapatkan makanan? Bukankah agrikultur itu memungkinkan kita sebagai manusia untuk hidup secara prkatis. Yuk, mari kita beda dampak negatif dari proses transisi ini, baik terhadap manusia, hewan lain maupun pada lingkungan alam secara luas.

Dampak Negatif Terhadap Manusia

Apasih dampak nya bagi manusia? Sederhananya dampak agrikultur untuk manusia yah ribet, bagimana tidak? Segalanya jelas akan menjadi ribet terlebih kika kita melihat konteks pada 10.000 tahun yang lalu. Fokus energi, pemikiran dan tenaga manusia terlalu banyak tersita untuk memikirkan proses agrikultur, dimana manfaatnya dinilai tidak seberapa. Bayangkan deh, demi keberlangsungan proses agrikultur, manusia di berbagai belahan duni membukan lahan demi hasil panen yang baik, manusia harus kerja ekstra keras dibandingkan sebelumnya untuk memikirkan proses kondisi tanah yang cocok untuk tanaman, proses pengairan, ancaman hama, potensi alam dan lain-lainnya. Ribet banget dehhh. Padahal sebelumnya pola hidup manusia jauh lebih sederhana dari ini. Kalau laper ya tinggal berburu kijang atau menangkan ikan beres langsung bisa makan .

Dari segi nutrisi, semenjak dimulainya era agrikultur, nutrisi makanan yang didapat manusia menjadi terlalu homogen ya iyalah makanannya jadi itu-itu doang. Sementara dulu ketika masih jadi hunter-gatherer, manusia mempunyai nutrisi makanan yang lebih bervariasi dan seimbang. Akibat dari ketimpangan nutrisi ini juga berdampak pada daya tahan tubuh manusia terhadap penyakit. Selain itu, proses peralihan ini juga membuat manusia jadi lebih sering mengalami anemia dan kekurangan vitamin, sering mengalami penyakit masalah tulang, dan masalah gigi. Dalam komunitas manusia yang melakukan agrikultur, manusia lebih cepat dan lebih gampang tertular penyakit. Terutama penyakit yang muncul dari domestifikasi hewan dan tumbuhan, seperti cacar, campak, flu, tetanus dan lain-lain.

Secara fisiologis, proses transisi cara hidup manusia ke budaya agrikultur membuat manusia menyusut dan lemah secara fisik. Tinggi rata-rata pria 178 cm dan 165 untuk wanita pada zaman hunter gatherer turun menjadi secara berurutan 168 cm dan 155 cm pada zaman agrikulutur. Butuh sekitar 200 tahun bagi manusia buat balik lagi ke tinggi rata-rata 178 cm dan 165 cm tadi. Penurunan kondisi fisik, kekurangan nutrisi, dan tingginya kemungkinan penularan penyakit ini membuat tingkat harapan hidup manusia juga berkurang drastis dari era hunter-gatherer 26 tahun menjadi rata-rata 19 tahun pada awal era agrikultur.

Dalam era modern sekarang ini, industri agrikultur bisa dibilang sebagai industri yang paling mematikan. Diperkirakan 170.000 kematian tenaga kerja di dunia setiap tahunnya berkaitan dengan agrikultur. Bahkan, itu belum termasuk tenaga kerja yang cedera, sakit atau hal lain yang tidak dilaporkan. Jumlah kematian itu dua kali lebih besar dibanding rata-rata kematian akibat sektor lain. Organisasi Buruh Internasional menganggap agrikultur merupakan “Salah satu sektor ekonomi yang paling beracun bahkan mematikan”

Dampak Negatif  Terhadap Hewan

Lantas bagaimana dampaknya dengan ekosistem hewan? Sebelum gua menjawabnya. Jadi, kurun dari waktu 70 tahun terakhir, produsen ternak dunia melakukan inovasi dengan melakukan kawin silang kepada hewan ternak miliknya. Hal ini tentunya secara signifikan meningkatkan hasil ternak. Namun, perkawinan silang ini justru mengurangi keberagaman genetik terhadap hewan ternak. Akibatnya, hewan ternak menjadi rentan terhadap penyakit dan mengalami penurunan kemampuan dalam beradaptasi.

Dari segi moral, mekanisme agrikultur juga tentu sangat merugikan hewan. Bayangkan deh, terlahir menjadi hewan sapi ternak. Begitu lahir langsung dipisahkan dari induk, di dimasukin ke dangan yang sempit banget. Dari kecil hanya diem di kandang untuk makan, tidur, buang air. Sampai 18 bulan kemudian dipotong. Begitu lah dulunya siklus kehidupan hewan-hewan ternak.

Dampak Negatif Terhadap Lingkungan

Mungkin banyak artikel yang membahas bahwa salah satu tantangan terbesar manusia modern saat ini adalah memperlambat proses perubahan iklim yang semakin hari kian mengkwatirkan. Nah, penyebab yang sangat dominan terjadi di era modern ini mungkin bisa lo baca di artikel gue sebelumnya. Terlepas dari itu, sebetulnya peralihan agrikultur juga menjadi salah satu pemicu yang mempercepat proses perubahan iklim global.

Pada tahun 2017, riset yang dilakukan riset yang dilakukan oleh United Nations Environment Programme (UNEP) menyatakan bahwa industri agrikultur dan konsumsi makanan adalah 2 faktor yang paling penting dalam pengaruhnya pada perubahan iklim. Selanjutnya di tahun 2011, UNEP bilang bahwa sekitar 13% emisi gas rumah kaca yang diakibatkan oleh kegiatan manusia di seluruh dunia disebabkan oleh pengoperasian agrikultur.

Dalam laporan United Nations, peternakan menghabiskan 70% tanah yang digunakan untuk agrikutur atau setara dengan 30% permukaan tanah yang ada di planet ini. Oleh karenanya, sektor peternakan merupakan salah satu penyumbang terbesar gas rumah kaca. Ia berkontribusi terhadap 18% emisi gas rumah kaca. Dihitung dari emisi CO2-nya. Sebagai perbandingan, transportasi itu menyumbang 13,5% emisi CO2. Peternakan menyumbang 65% dari seluruh N20 yang dihasilkan oleh kegiatan manusia. Dampak N20 itu 296 kali dampaknya CO2 buat pemanasan global, wuuiih jauh lebih ganas dari CO2. Peternakan juga berkontribusi terhadap 37% CH4 atau biasa disebut metana yang dihasilkan oleh kegiatan manusia. Dampak CH4 itu 23 kali dampaknya CO2 buat global warming

Dampak konkrit sektor peternakan juga bisa lebih mudah lo bayangkan pada contoh hewan sapi. Bayangkan saja, 1 ekor sapi dewasa mampu mengeluarkan 70-20kg zat Methane setiap tahun ke udara. Itu kira-kira setara dengan pembakaran 1.000 liter BBM. Sekarang ada berapa banyak ekor sapi yang diternakan untuk sumber pangan manusia? Sekitar 1,5 milyar sapi yang diternakan di seluruh penjuru dunia! 6x lipat lebih banyak jumlahnya dari seluruh penduduk Indonesia!

Diperkirakan, emisi metana dari peternakan akan meningkat sebesar 60% sampai 2030 mendatang. Selain itu, peternakan juga disebut merupakan salah satu faktor penting dalam hal penggundulan hutan, degradasi tanah, dan pengurangan keanekaragaman hayati.

Dampak Positif Agrikultur

Oke, dari pembahasan di atas, senggaknya kita bisa melihat perspektif lain bahwa ternyata mekanisme perubahan cara hidup manusia dari berburu menjadi bercocok-tanam dan beternak, dalam sudut pandang tertentu bisa dilihat sebagai kerugian yang sangat besar dalam peradaban manusia. Fisik manusia menjadi lebih, rentan terhadap berbagai jenis penyakit, belum lagi kehidupan manusia jadi lebih ribet, merugikan hewan-hewan lain, dan bahkan juga lingkungan secara luas. Tapi di sisi lain, gua mau kita coba membeda sisi positif dari revolusi agrikultur ini juga. Dengan demikian, kita jadi bisa melihat proses transisi ini dari perspektif yang lebih luas

Meskipun mempunyai dampak negatif seperti yang disebutkan di atas, agrikultur jelas membuat manusia jadi mempunyai persediaan makanan dalam jumlah besar. Persediaan makanan dalam jumlah banyak bisa menyuplai makanan kepada populasi manusia yang masif. Selain itu, manusia juga jadi bisa tinggal menetap dan tidak perlu terus berpindah-pindah tanpa kepastian hayati lelah bang hehehe…

Dari sisi teknologi, bisa dibilang peradaban manusia berkembang pesat akibat adanya Agricultural Revolution ini. Beberapa peneliti mengatakan betapa besar peran agrikultur dalam membangun peradaban Mesir, Mesopotamia, China, Inka. Peradaban inilah yang nantinya akan menghasilkan ilmu pengetahuan awal manusia untuk memahami siklus alam, sistem penanggalan, konsep waktu hari, jam, menit, detik. Astronomi mengatakan pencatatan dan perhitungan jumlah kuantifikasi, perkembangan bahasa linguistik, dan masih banyak lagi tentunya.

Di sisi lain, mekanisme agrikultur juga membuat manusia relatif menempuh cara yang lebih aman dan berisiko kecil dalam mendapatkan makanan. Bayangin aja, kalo tiap hari berburu, manusia selalu berhadapan dengan risiko diterkam macan, ditanduk bison, diinjek mammoth, atau disikat sama buaya. Belum lagi karena tinggalnya belum menetap dan belum ada tempat tinggal yang aman, membuat ancaman dari binatang liar jadi sangat besar.

Selain itu, mekanisme agrikultur memungkinkan manusia bisa menyimpan stok makanan dalam jumlah banyak. Sehingga persediaan pangan relatif lebih stabil. Teknologi pengolahan hewan ternak dalam menghasilkan daging yang unggul, jelas sangat menguntungkan manusia untuk mendapatkan daging yang berkualitas baik.

Perkawinan silang pada hewan dan tumbuhan juga terbukti dapat menghasilkan produksi yang banyak. Nah, ayam yang lo makan di restoran cepat saji biasanya dari ayam perkawinan silang itu, begitu juga buah-buahan manis & tak berbiji yang lo beli di supermarket.

Hasil dari agrikultur modern dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu. Makanan, fiber, bahan bakar dan bahan mentah. Kita bahas beberapa bagian aja yah. Hasil agrikultur yang pertama adalah makanan. Hasilnya seperti sayuran, buah, minyak, sereal seperti beras, daging, bumbu masak. Kebayangkan kontribusi dari agrikultur buat makanan sehari-hari kita.

Terus setelah makanan, hasil agrikultur yang kedua adalah berupa fiber. Contoh fiber seperti katun, wol, sutera, dan sebagainya. Nah hasil fiber dipake buat bikin celana yang sekarang lo pake, selimut di kasur lo, dan sebagainya. Agrikultur juga menghasilkan bahan bakar atau biasa disebut fuel. Beberapa penelitan bahkan bilang kalo fuel yang pertama kali digunakan manusia berasal dari agrikultur. Coba tebak apa? Kayu. Kayu kalo dibakar kan bisa jadi sumber energi atau sumber bahan bakar. Selain itu, agrikultur juga bisa menghasilkan bahan mentah seperti latex yang dikenal sebagai bahan dasar karet atau bambu sebagai bahan dasar kursi dan lain sebagainya.

Keuntungan lain dari agrikultur modern adalah terbukanya lapangan pekerjaan. Pada tahun 2011, diperkirakan 1 miliar orang atau sekitar 1/3 tenaga kerja yang ada di dunia ini bekerja di sektor agrikultur. Kebanyakan, para pekerja agrikultur itu berada di negara berkembang. Dari sudut pandang ini, agrikultur meningkatkan kehidupan manusia karena bisa membuka lapangan pekerjaan segitu banyaknya.

Menurut worldbank.org, perkembangan agrikultur merupakan salah satu hal yang paling kuat dalam upaya penghapusan kemiskinan. Agrikultur juga diperkirankan dapat memberi makan 9 miliar orang pada tahun 2050. Perkembangan di sektor agrikultur diperkirakan 2-4 kali lipat lebih efektif dibanding sektor lain dalam meningkatkan pendapatan orang-orang menengah ke bawah. Bisa lo bayangkan bahwa di banyak sektor kehidupan kita saat ini, agrikultur itu bener-bener ngebantu kehidupan manusia.

Penutup

Nah, begitu kira-kira gambaran tentang peralihan dari hunting gathering ke agrikultur beserta dampaknya ke manusia dan ekosistemnya. Di sini sebenarnya gue pengen ngasih berbagai macam perspektif mengenai proses peralihan ini. Di satu sisi gua mau lo memahami bahwa ada pandangan dari para ahli yang menyatakan bahwa agrikultur gak sepenuhnya juga memberi keuntungan pada manusia dan ekosistemnya. Di sisi lain, kehidupan manusia modern yang serba praktis juga tidak bisa lepas dari jasa revolusi agrikultur 10.000 tahun yang lalu.

Nah, sekarang mungkin di antara lo timbul pertanyaan:

“Kalau sampai sekarang manusia tetap hidup sebagai hunter gatherer, apakah manusia akan lebih maju, sama saja, atau bahkan lebih terbelakang dari manusia sekarang?”

Apakah betul bahwa trade off antara produksi makanan dan pencemaran lingkungan adalah hal yang tidak dapat dihindarkan? Artinya, bisa ini adalah pilihan yang dilematis. Produksi makanan tapi lingkungan rusak atau gak produksi makanan tapi lingkungan jadi gak tercemar oleh agrikultur? Dan berakhir lah tulisan ini gua buat semoga dengan adanya tulisan dapat menambah wasasan kita semua. Seeyou next article ya sob. 

Gimanasih Peran Mindset Dalam Keberhasilan Seseorang, Jawabannya Disini

Welcome back to my blog guys, sebelum gue memulai tulisan ini gue pengen nanyak nih, menurut lo semua apasih kunci untuk mencapai sebuah tujuan atau keberhasilan? Yah, mungkin lo akan menjawab, bahwa kerja keras, fokus dan menekuni hal yang lo cintai adalah kunci sukses untuk mencapainyanya. Bener bukan? Jika bener begitu, maka kali ini gue akan beberin satu kunci yang nggak kali penting untuk lo berada puncak keberhasilan. Terlepas, kalau defenisi berhasil itu beragam ya sob. Kunci sukses berlaku di segala bidang, mulai dari belajar, penampilan, cinta sampai penyelesaian konflik. Kunci inilah yang penting banget untuk lo kembangi buat ngedompleng motivasi lo untuk kerja keras, fokus dan tekun. Wahh apaan sih, penasaran nih gue?

Santai guys…. Sebelum gue ngebahas kuncinya apa, terlebih dahulu gua mau kenalin lo ke seseorang bernama Josh Waitzkin.  Yah, mungkin nama orang ini akan sedikit asing ditelingah lo. Namun, kalau lo pernah nonton film Searching For Bobby Fischer atau lo penggemar catur sejati, gue yakin lo akan familliar sama nih orang. Pertanyaanya, emang di siapa sih? Iyapsss, Josh adalah seorang master catur kelas dunia yang berasal dari Amerika Serikat. Josh menjadi satu-satunya orang memangkan turnamen di segala tingkat. Bahkan sewatku ia berada di bangku sekolah dasar, dia sudah berhasi memenangkan 7 kejuaraan catur nasional. Wow nggak? dan belum ada lho yang mampu memenangkan kejuaraan catur sebanyak josh. Dia berhasil menyandang gelar master dalam catur internasional pada usia 16 tahun. Keren menurut lo? Tunggu dulu!

Nah, ketika Josh beranjak 21 tahun, dia memutuskan untuk mengabil sebuah keputusan yang sangat berdampak dikehidupannya dimasa yang akan datang. Wah keputusan apa itu? Yah, dia mencoba banting setir dengan mempelajari sesutu yang jauh berbeda dari dunia yang telah membesarkan namanya. Yaitu, ilmu bela diri. Waduuuhhh, kok bisa? Ia sangat menyadari kalau dia udah belajar gimana caranya tumbuh dan berhasil di dunia catur, untuk itu di berpikir pasti bisa menerapi bidang lain. Fix, itu mindset yang baik untuk kita contoh guys. Saat itu lah ia mulai mencurahkan diri untuk belajar Tai Chi. Setelah melalui proses yang bisa terbilang keras, kesulitan yang tak henti ia alami bahkan tak jarang ia harus mengalami cedera, namun akhirnya dia berhasil jadi master bela diri hebat dan memenangkan dari kejuaran dunia Tai Chi. Wuihhhh, jempol banget kan? Nggak puas dengan prestasi dia di seni bela diri Tai Chi, sekrang doi lagi sibuk belajar jiujitsu bahkan udah sampe mendirikan akademi jiujitsi pula. Gila banget dah nih orang!

Nah, sekarang gue yakin lo mungkin akan berpikir begini, ah si josh emang jenius aja kali tuh, emang orang spesial gitu, keajaiban. Jangan salah guys, ada satu momen hidup Josh yang menurut pengakuaanya jadi hal terbesar yang pernah terjadi di hidupnya, lo boleh percaya atau tidak, josh mengatakan, bahwa kekalahan yang pernah dia alamai pas pertama kali mengikuti turnamen catur nasional membantu dia menghindari jebakan psikologis. Jebakan psikologi yang berhasil dia hindari adalah percaya kalau dia itu spesial, kalau dia emang lebih pinter dari orang lain, dan dia nggak perlu usaha terlalu keras untuk dapetin yang dia mau. Dengan deretan prestasi yang ia miliki, josh bisa aja tergoda untuk mikir kalau dia itu emang seorang jenius. Tapi nyatanya tidak. Seorang master catur internasional pun juga melewati moment kegagalan. “Saat kita percaya bahwa kesuksesaan di tentukan oleh tingkat kemampuan yang mendarah daging, kita akan rapun dalam menghadapi kesulitan” – Josh Waitzkin. Okey ri, trus apa sih kunci penting yang pengen lo bahas disini? Kuncinya adalah pola pikir dalam bagaimana lo memandang sesuatu, atau lebih gampangnya kita sebuh dengan istilah Mindset.

Perbedaan Pola Pikir

Tak sedikit orang di dunia ini menilai kalau kecerdesan atau kemampuan seseorang adalah sesuatu yang bersifat tetap atau biasa disebut dengan istilah fixed. Nah, orang-orang kayak begini biasanya akan menilai, oh dia emang anak yang terlahir pintar atau otak gue tuh emang lemot, lambat banget kalau disuruh hafalan atau badan gue tuh kaku, nggak akan bisa deh belajar ngedance. Penilaian-penilaian semacam ini biasa disebut dengan fixed mindset. 

Disisi lain, ada juga orang-orang di dunia ini yang melihat kalau sebuah kualitas itu dapat dikembangkan. Contohnya? yah kayak sih josh. Orang-orang yang semacam ini dengan atau tanpa mereka sadari memiliki pola pikir yang terus berkembang atau gampangnya disebut dengan growth mindset. Okayyyy, sepenting itukah peran mindset dalam keberhasilan seseorang? Jawabannya, Iya Banget. Nggak percaya? Udah banyak kok riset yang membuktikannya.

Dalam sebuah riset yang dilakukan profesor Stanford, membuktikan kalau kedua mindset yang berbeda ini memang mengantarkan pada perilaku dan hasil yang berbeda secara signifikan. Konsep risetnya begini, setelah memilih ratusan sampel anak kelas 7 smp yang background nya dianggap memiliki populasi, mereka diminta untuk memberikan pandangan terhadap dirinya sendiri. Besar kemungkinan, anak-anak yang menganggap kemampuan mereka itu emang cuma berdasarkan apa yang mereka lihat selama 7 tahun sekolah dan nggak berpikir kalau kecerdasan mereka itu masih bisa meningkat, nilai akademisnya cenderung stagnan atau segitu-gitu aja selama beberapa tahun. Sedangkan anak-anak yang mampu berpikir bahwa mereka masih bisa meningkatkan kemampuan dan kecerdasaan mereka, nilainya cenderung meningikat dari waktu ke waktu.

Nah, sekarang gue tanya deh, berapa banyak sih dari lo yang berpikir kalau emang nggak jago matematika atau lo emang nggak kreatatif atau nggak jago komunikasi, nggak atletis, nggak punya fashion dan lain sebagainya? dan berapa pula dari lo yang berpikir kalau lo dasarnya emang udah jago di bidang tertentu? Kalau lo ingin memaksimalkan potensi diri lo, tentu lo haru mampu berpikir berbeda. Lo harus sadar kalau potensi diri lo tidak dirantai dengan kemampuan lo yang sekarang.

Neurosains menunjukkan kalau otak kita bisa ditempa. Wah gimana caranya? Gini, anggap otak kita sama dengan otot, logikanya kalau otot terus dilatih, yang tadinya klemer-klemer terus lo rutin berlatih pasti deh akan kenceng, bak atletis. Kalau lo pikir Ade Rai dari lahir uda sic pack? Sama juga dengan otak, kalau rajin lo berlatih. Okey guys.

Banyak kok orang-orang hebat tadinya di prediksikan bakal bermasa depan suram. Gue bisa sebut nama seperti, Charles Darwin, Lucille Ball, Marcel Proust, Mozart, Einstein. Siapa sangka, meski di klaim manusia gagal, namun faktanya mereka mampu membangun kemampuannya. So, lo gimana guys?

Kita semua sama-sama mulai dari nol. Sama-sama awalnya nggak bisa ngomong, nggak bisa jalan, nggak bisa baca tulis, berhitung, nggak bisa naik sepeda, dan lain-lain. Ada saatnya Shakespeare juga baru mulai belajar alfabet, ada saatnya Einstein mulai kenal sama angka dan nama-nama satuan dalam fisika, sama kayak kita semua. Tapi, kuncinya sejauh mana kita percaya bahwa kita lahir untuk terus tumbuh dan berkembang dan kemampuan kita tuh jangan lo nilai hanya dari beberapa tahun waktu lo belajar selama ini. Ketika kita menyadari kalo kita bisa merubah kemampuan kita di bidang apapun yang kita mau, ketika kita punya growth mindset, we bring our game to new levels. “Saya tidak memiliki bakat istimewa, saya hanya penasaran.” -Albert Einstein-

Fixed mindset, Ego dan Gengsi

So, gimanasih pola pikir mampu mempengharui performa seseorang? Ternyata, ada manifestasi fisiologi terhadap pola pikir. Apa lagi itu? Hasil scan otak otak menunjukan, bahwa orang yang mampu berpikir tetap, otaknya dapat bekerja aktif terlebih ketika menerima informasi tentang performanya, seperti nilai tes atau bakal mikir. Tapi untuk pertumbuhan pola pikir, otak mereka paling aktif ketika menerima informasi tentang bagaimana mereka bisa melakukan lebih baik lagi.

Dengan kata lain orang-orang fixed minset paling khawatir dengan bagaimana dia dinilai atau penilaian eksternal terhadap terhadap dia, cieee nggak aman. Sebaliknya, orang dengan growth mindset fokus utamanya ke sejauh mana dia memahami sebuah ilmu.

Salah satu ciri-ciri jelek dari orang dengan fixed mindset itu adalah mereka suka melihat usaha itu sebagai sesuatu yang konyol, sesuatu yang hanya perlu dilakukan oleh orang-orang berkemampuan rendah makanya harus berusaha. Waktu mereka mengalami kegagalan, mereka cenderung menarik kesimpulan kalau mereka emang nggak bakat di bidang itu, ciee menghibur diri hehe…

Terus, mungkin karena ego, mereka kemudian cenderung kehilangan minat sampai akhirnya menarik diri atau berhenti belajar di bidang itu. Semakin sering dia melakukan hal ini di berbagai aspek kehidupannya, orang lain bakal mudah ngecap dia sebagai quitter. Kita mungkin selama ini melihat kasus begini karena orangnya kekurangan motivasi, padahal itu cuma sebuah gejala masalah doang. Akar masalah yang sebenarnya adalah bagaimana pola pikir fixed mindset yang menghambat dia untuk berkembang.

Kebalikannya. Orang dengan growth mindset melihat usaha itu sebagai sesuatu yang bikin mereka pintar, cara untuk tumbuh dan berkembang. Ketika mereka gagal, mereka sadar kalau kegagalan adalah bagian dari pembelajaran dan mereka akan terus mencoba dan menemukan cara lain, seperti yang dilakukan Josh Waitzkin ketika dia kalah main catur atau bela diri.

Berhenti Berkata, Lo Anak Pinter!

Guys, ternyata ada cerita seru dari sebuah studi lain. Begini, dalam proses studi ini, sang peneliti ngasi sekumpulan puzzle pada sekelompok anak. Nah, ketika sih anak berhasil menyusn puzzle dengan benek, maka peniliti akan memberi pujian. Menarikanya, sang peneliti memberi dua jenis pujian, seperti ini pujiannya.

  • Separuh dari mereka dipuji begini, wow, skor kamu bagus sekali, kamu emang pinter ya nyusun puzzle. Ini adalah jenis pujian fixed mindset karena menggambarkan kecerdasan atau kemapuan sebagai kualiatas yang tetap
  • Separuhnya lagi dipuju begini, wow, skor kamu bagus sekali, kamu pasti udah berusaha keras ya. Ini jelas pujian growth mindset karena fokus pada proses.

Selesai puzzle pertama, para peneliti nanya ke anak-anak, oke. selanjutnya kalian mau kerjain puzzle yang mana, yang mudah atau yang sulit? Mayoritas anak yang menerima pujian fixed mindset milih puzzle yang gampang, sedangkan sebagian besar anak yang nerima pujian growth mindset memilih untuk menantang dirinya.

Selesai puzzle kedua, para peneliti kemudian ngasih puzzle yang bener-bener sulit ke semua anak untuk ngeliat gimana pengaruh konfrontasi kesulitan terhadap performa anak. Setelah puzzle ketiga, para peneliti kasih puzzle gampang yang mirip dengan puzzle pertama. Ternyata, hasilnya menarik banget lho, anak-anak dengan pujian fixed mindset skornya lebih buruk signifikan dari skor mereka pertama kali. Sedangkan anak-anak dengan pujian growth mindset justru malah dapat skor lebih baik dari skor pertama mereka. Padahal itu puzzle yang mirip banget sama puzzle pertama yang mereka kerjakan sebelumnya lho!

Lucunya lagi, di akhir sesi, anak-anak disuruh ngelaporin skor mereka selama ngerjain puzzle. Anak dengan pujian fixed mindset rata-rata bohong 3 kali lebih banyak daripada anak2 dengan pujian growth mindset. Mereka ngga punya cara lain untuk menghadapi kegagalan mereka, kecuali dengan jaga image dan melindungi ego mereka.

Nah, studi yang menarik ini bisa jadi refleksi kita bersama, seberapa sering sih kita pas kecil dipuji karena pintar atau jago dalam suatu hal? Atau mungkin sampe sekarang orang tua dan guru lo masih melakukan yang sama? Atau lo sering melakukannya sama adik lo?

Mungkin sebagian orang berpikir kalo kata-kata pujian itu buat meningkatkan rasa percaya diri, tapi salah-salah malah naruh kita ke fixed mindset. Ketika kita mendapatkan label pinter atau jago sejak awal dari dunia eksternal, kita malah jadi takut sama tantangan untuk berkembang dan kehilangan rasa percaya diri ketika segala hal yang kita upayakan itu udah mulai sulit. Sama juga ketika kita sering dicap sebagai bego dalam suatu hal, baik oleh diri sendiri atau orang lain, kemampuan kita mandek karena kita percaya kemampuan kita emang segitu-gitu doang.

Tapi jangan salah ya, maksud gua bukan berarti kita nggak boleh dapet masukan feedback dari lingkungan. Penting untuk mendapatkan feedback pujian atau kritik, tapi harus berdasarkan proses, bukan berorientasi pada hasil, bukan pula berdasarkan bakat.

Tenang, Mindset Dapat Diubah Kok

Buat lo yang baru nyadar setelah baca artikel ini kalau selama ini lo terjebak dengan pola fixed mindset, tenang aja… Studi-studi yang gw ceritain di atas menunjukkan kalo kita bisa merubah mindset kita. Lagian sebetulnya ini wajar banget kok, karena sebagian besar dari kita pasti punya fixed mindset tentang sesuatu, bisa jadi fixed-mindset lo bukan di pelajaran, tapi di kehidupan sosial, cara lo berkomunikasi, kemampuan fisik lo dan lain sebagianya.

Dalam beberapa kasus, ketika growth mindset ini dicoba untuk sengaja dibangun pada murid-murid secara bertahap, mereka jadi cenderung lebih tertarik untuk belajar, usaha lebih keras, dan pastinya tercermin juga dari nilai akademis yang semakin meningkat. Mengembangkan growth mindset juga terbukti memecah stereotype yang ada di dunia pendidikan, seperti cewek kurang di matematik atau etnis tertentu kemampuannya lebih rendah dari etnis lain.

Sekarang lo udah tau gimana ngebentuk pola pikir yang kondusif untuk perkembangan diri lo. Jangan lupa belajar gimana cara mengembangkan potensi kita lewat deliberate practice dan cara gimana caranya supaya belajar jadi fun. Ketika kita paham bagaimana cara mengembangkan kemampuan kita, itu akan memperkuat keyakinan kita bahwa kita punya kontrol sepenuhnya atas kemampuan kita. Ngga fixed bawaan dari orok doang. And at last, kalau di kepala lo masih ada suara-suara begini:

Gue emang payah di Fisika, nggak akan bisa kalo nggak remed” “Gue tuh males gerak, perut gue akan buncit selamanya” “Gue emang sucks in relationship, gue akan forever alone” “Kecepatan renang gw 3 detik lebih lambat dari dia, gue nggak akan menang turnamen kabupaten”

Lo coret pemikiran itu semua dari kepala lo. Lo ganti kata-kata nggak bisa jadi BELUM atau BELUM SEKARANG. Teruslah berusaha, jangan pernah menyerah, dan ketahuilah bahwa kalau gagal itu artinya bukan cuma keberhasilan yang tertunda tapi terus lo gak berusaha. Kegagalan itu lebih tepat artinya lo sedang dalam proses belajar. Berhasil atau nggaknya, itu semua tergantung usaha lo, dan pola pikir lo untuk terus mau berkembang!

Apasih Yang Membuat Seseorang Kuat Dengan Sebuah Komitmen

Sebagian dari kita pasti sering ngalami moment dimana saat kita ingin melakukan hal positif namun terhalang dengan mood yang tak baik. Pernah? Nah, pertanyaan gue berapa banyak sih diantara kita yang pengen jadi lebih baik tapi hanya berakhir dipikiran doang? Yah, mungkin dalam hati lo pernah berkata mulai sekarang gua mau rajin belajar atau mulai sekarang gue harus berhenti merokok. Yess, mungkin itu sedikit contoh yang bisa gue sebutkan. Sebab, gue pribadi pun sering berpikir sedemikian, heheh… Sesaat kita ingin mewujudkan sebuah komitmen, umumnya kita memiliki semangat yang membarah. Katakanlah, gue optimis pengen jago belajar matematika. Ketika hal tersebut berada dibenak lo, pasti dong lo semangat banget untuk melakukan hal yang nilainya positif banget. Iyakan?

Nah, awalnya emang lo semanget banget untuk ngumpulin berbagai bahan belajar, bahkan lo udah cari bahanya diberbagai sumber yang ada, udah gitu lo juga bela-belain fotokopi semua soal, buat melatih kecerdasaan lo, bahkan lo sampai harus bikin jadwal belajar segalam macem untuk seminggu kedepan. Widihhh, pokoknya planning udah wow banget deh. Mulai deh lo belajar serius di hari pertama, hari kedua masih semangat walau nggak seheboh hari pertama, eh masuk hari ketika belajarnya udah nawar-nawar, hari keempat mulai bolos belajar karena keasikan main game atau keterusan nonton drama korea, hari kelima mulai cari-cari alasan supaya belajarnya besoknya aja, hari keenam eh ada temen ngajak nongkrong jadinya gak belajar lagi, daaan… sampailah tibanya hari dimana lo melupakan segala tekad dan semangat yang udah lo himpun sejak awal.

Guyss, pernah nggak sih lo ngerasa mengalami hal seperti itu? Ekspetasi gue sih mengatakan hampir semua remaja pasti pernah mengalami naik turun semangst buat belajar, termasuk diri gue juga sih. Nah, sebetulnya konteksnya nggak harus selalu belajar untuk ujian ya, itu cuma contoh yang bisa gua kasih ke lo. Dan apa yang ingin gue tulis disini relevan kok. Misalnya, tekad untuk berolahraga, tekad untuk melatih kemampuan tertentu dan lain-lain.

Sekarang kalau di pikir-pikir apa sih yang menyebabkan seseorang tuh cenderung nggak konsisten sama tujuannya? Apa sih yang membedakan ada orang yang bisa begitu disiplin dalam berkomitmen dengan orang yang cuma anget-anget tai ayam doang? Apa sih yang membedakan mereka yang bisa begitu tekun belajar mati-matian sampai bisa berhasil meraih prestasi akademis yang bisa dibanggakan? Apa yang membuat seseorang bisa betul-betul gigih dengan tujuannya? Apa sih kuncinya supaya bisa seperti itu? Bisa gak sih kita semua seperti mereka yang bisa tetap terus menjaga semangat dalam mencapai tujuannya?

Okay guys, sebelum gua lanjut bahas pertanyaan-pertanyaan dia atas, gua mau kasih tau lo tentang sebuah penelitian psikologi populer yang pernah dilakukan oleh psikologi bernama Wallter Mischel pada tahun 1960an, dengan tittle. Marsmallow experiment. Percobaan itu ia lakukan kepada anak-anak TK dengan maksimal usia 4-5 tahun, pada sebuah ruangan di Univ Stanford. Bentuk percobaanya kayak gini.

Masing-masing anak ditinggalin dalam satu ruangan tertutup tanpa ada TV, majalah, atau apapun yang bisa mengalihkan perhatian mereka. Pada ruangan tersebut ditaro sebuah marshmallow nama sejenis snack di atas meja. Oleh pengawas eksperimen, masing-masing anak tersebut dibilangin. “kamu bisa makan marshmallow ini sekarang, tapi kalau kamu mau menunggu dan tidak memakannya, kamu akan dapat satu marshmallow lagi.” Anak-anak itu reaksinya macem-macem, ada yang sabar nunggu sampai 20 menit untuk dapetin 1 marshmallow lagi, ada yang cepet banget nyerah terus langsung makan marshmallow. Ada yang mencoba bertahan beberapa menit tapi akhirnya gak kuat nahan godaan akhirnya makan juga. Nah, buat yang penasaran gimana sih bentuk percobaannya, kamu bisa tonton video percobaan serupa yang dilakukan oleh Dr David Walsh tahun 2009.

Udah nonton videonya? Itulah kurang lebih percobaan yang dilakukan oleh Walter Mischel tahun 1960-70an. Hasil dari percobaan tahun 1960an itu. Dari 600 anak yang mengikuti percobaain ini, sepertiga dari anak-anak tersebut memakan marshmallow dengan segera, sepertiga lainnya menunggu hingga Mischel kembali dan mendapatkan dua marshmallow dan sisanya berusaha menunggu tetapi akhirnya menyerah setelah waktu yang berbeda-beda.

Awalnya percobaan ini cuma bertujuan untuk mengetahui proses mental anak-anak untuk dapat menunda kepuasannya, atau istilah keren psikologinya delay gratification. Proses mental ini juga kita ketahui melalui peribahasa populer, yaitu. “Berakit-rakit kehulu, berenang-renang tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian.”

Intinya sejauh mana sih seseorang bisa menunda kepuasan sesaat dan bisa bertahan mengontrol dirinya untuk mendapatkan kepuasan yang lebih besar kemudian. Mungkin sejak kecil kita udah sering dengar peribahasa ini dan gak sedikit juga yang mikir ini cuman kata-kata bijak sepele orang jaman dulu doang, tapi justru hasil yang mengejutkan dari percobaan ini didapatkan setelah anak-anak yang ikut dalam percobaan beranjak dewasa dan telah masuk SMA.

Beberapa tahun kemudian, Mischel yang memiliki tiga orang anak perempuan yang dulu juga bersekolah di TK Bing, iseng nanyain gimana nilai sekolahan teman-teman anaknya yang dulu sekolah di TK Bing. Dari iseng-iseng nanya ke anaknya ini, Mischel kemudian menyadari bahwa terdapat korelasi yang sangat kuat antara anak-anak yang berhasil menunggu dan yang tidak berhasil terhadap nilai akademis mereka. Karena makin penasaran, Mischel mengirimkan kuesioner kepada orang tua, guru dan pembimbing akademis dari anak-anak yang dulu ikut berpartisipasi dalam percobaan ini tahun 1981. Hasilnya sangat mengejutkan karena rupanya hasil test marshmallow itu berkorelasi sangat kuat terhadap variabel lainnya seperti, pencapaian non-akademis, lingkungan pergaulan, kecenderungan perilaku nakal, perilaku baik, tingkat kebahagiaan.

Percobaan ini akhirnya menjadi populer banget di kalangan psikolog dan beberapa psikolog lagi penasaran untuk mencoba eksperimen hal serupa. Hasil percobaan lain yang serupa ini semakin memperkuat korelasinya terhadap berbagai variabel lain. Para psikolog menyimpulkan bahwa mereka yang berhasil menunggu marshmallow kedua, yaitu. Memiliki kemampuan self control dan delay gratification. Dan itu berhasil mencapai berbagai hal positif dalam perkembangan kehidupan remaja. Sebaliknya mereka yang gak berhasil menunggu terutama yang cepet nyerah, ternyata cenderung bermasalah dalam kehidupan remajanya, dari yang nilai sekolahnya jelek, sampai ada yang bermasalah dengan drugs, bahkan pada beberapa kasus tindakan kriminal.

Terus Apa Kesimpulan Yang Bisa Kita Ambil Dari Eksperimen Tersebut?

Sederhanya begini, ternyata salah satu kemampuan yang berperan sangat besar terhadap berbagai banyak hal positif dalam kehidupan remaja adalah kemapuan mengontrol diri sendiri self control untuk bisa menunda kepuasan delaying gratification. Okay guys, sebelum gua ngelanjuti tulisan ini, gua ingin pesan ke lo. Jadi gini, gua ngerasa agak kurang pas untuk menyebut padanan kata bahasa Indonesia untuk self control dan delay gratification menjadi mengontrol diri dan menunda kepuasn, jadi ke depannya gua akan menyebut ke dua istilah itu dengan bahasa Inggris aja, gimana deal ya?

Dan ternyata guys, kemampuan self control ini sangat amat berpengaruh lo ke hal-hal kecil di dalam kehidupana kita, terutama dalam kehidupan remaja, mulai dari kedisiplinan, bisa cepat sada untuk menghindari pengaruh negatif dari lingkungan, bisa menentukan prioritas dengan bijak, mampu mengendalikan diri dari berbagai hal yang biasa mengahlikan fokus dan lain sebagainya. Itulah mengapa anak-anak yang berhasil menunggau marshmallow cenderung memiliki kehidupan yang lebih baik, sementara anak-anak yang tak tahan menunggu, cenderung memiliki banyak masalah dalam kehidupan remajanya. Sampai disini gue yakin lo da sedikit mengertikan? Jika iya, pasti lo akan mikir begini.

Wah, berarti kesimpulannya self control itu udah terbentuk dari sejak kecil dong? Kalau memang gitu mereka yang makan marshmallow itu memang ditakdirkan menjadi losser in their life? Sementara mereka yang punya self control itu ditakdirkan untuk jadi orang-orang yang sukses? Haha, kesimpulannya jangan lo pikir kearah itu ya. Karena sebetulnya justru dengan mengetahui bahwa self control itu berperan penting, kita justru bisa melatih kemampuan self control itu agar bisa menjadi kunci supaya bisa konsisten terhadap berbagai tujuan positif dalam hidup kita.

Jadi kalau kita balikan ke tittle gue, apa sih yang membuat seseorang kuat dengan komitmennya? Sekarang gua bisa bilang bahwa salah satu variabel yang berkorelasi kuat terhadap konsistensi pada komitmen adalah Self Contro. Apa yang membuat seseorang penderita obesitas bisa disiplin berolahraga dan diet ketat sampai akhirnya berat badanya kembali ideal? Self Control. Apa yang membuat bisa tekun belajar dan tahan dengan berbagai godaan untuk nunda-nunda belajar? Self Control lagi. Apa yang membuat seseorang yang kecanduan rokok, narkoba, alkohol bisa mengurangi ketergantungannya sampai benar-benar bisa lepas dari kecanduannya? Lagi-lagi Self Control. Jadi, bisa lo bayangkan betapa banyaknya hal positif yang kita ubah dalam diri kita kalau kita punya self control.

Okay, gua tau deh sekarang kalo self control itu penting banget, tapi masalahnya gimana cara ngelatihnya? Emang bisa ya kita melatih self control untuk bisa lebih konsisten dengan komitmen? Nah, di artikel ini gua mau ngasih tau lo semua bahwa masih belom terlambat kok untuk melatih self control dalam diri lo. Gimana sih caranya untuk melatih kemampuan self control? Nah, berikut beberapa tips dari gue :

1. Buatlah komitmen dengan Mantap

Okay, sebelum ngomongin tentang konsistensi dan self control, pertama-tama yang harus lo lakukan adalah membuat komitmen dan tujuan yang bener dulu. Banyak orang yang mandang sebelah mata tahap pertama ini dan gak dipikirin bener-bener. Padahal menentukan komitmen ini adalah langkah pertama yang penting banget. Kenapa? Karena kalo dari awal komitmennya aja gak dibikin dengan mantap, kita jadi cenderung gak memandang penting komitmen tersebut dan jadi semakin nambah alesan untuk nggak konsisten menjalaninya.“Ya udahlah bikin komitmen apa susahnya. Tinggal tentuin aja komitmennya mau apa, misalnya, gua mau rajin. Udah gitu doang kan?”

Bisa aja sih kayak gitu tapi, menurut gua komitmen yang gak jelas tolak ukurnya gitu gak akan mantap untuk dijalani. Nah, terus komitmen yang bagus harusnya kayak gimana dong? Supaya kita bisa konsisten dengan tujuan kita, komitmen yang dibuat juga harus direnungkan bahwa itu adalah hal yang bener-bener kita inginkan. Komitmen itu harus dibuat se-‘sakral’ mungkin supaya secara sadar otak lo ditekankan bahwa you have take it seriously. Luangkan waktu sebentar untuk merenungkan bahwa ini bukanlah hal yang main-main atau iseng doang, kalo perlu lo tulis di kertas tentang segala hal yang mau lo capai, apa kira-kira benefit yang akan lo dapatkan. Trust me, it will help so much if you write it down. Langkah pertama barusan mungkin kesannya sepele tapi in a way, lo bakal ngerasain bedanya kalo lo luangkan sedikit waktu untuk mendeklarasikan komitmen lo dalam hati secara serius. Nah, setelah itu baru lo desain tujuan lo berdasarkan syarat-syarat berikut ini:

  • Pastikan komitmen lo ini spesifik, konkrit, dan jelas.
  • Pastikan komitmen lo ini punya indikator yang bisa diukur.
  • Pastikan komitmen lo ini bisa diuraikan menjadi aktivitas yang real.
  • Pastikan lo menentukan target yang wajar untuk dicapai dalam jangka pendek
  • Pastikan komitmen lo ini dievaluasi dalam jangka waktu yang lo tentukan sendiri.

Nah, 5 point di atas sebetulnya udah pernah diuraikan dengan lebih detail oleh Kak Sasa di artikel zenius sebelumnya. Buat yang penasaran sama artikelnya, bisa baca di sini. Ingin menggapai sebuah impian, strategi ini harus banget lo terapkan.

2. Coba renungkan hal-hal apa aja sih yang bikin lo gak konsisten?

Nah, untuk yang point ini gua gak bisa kasih rumusnya karena masalah setiap orang beda-beda. Tapi pada umumnya, hambatan yang bikin seseorang gak konsisten itu ada 2 jenis:

  • Berhadapan dengan Mental Block

Apaan tuh mental block? Bahasa sederhananya, mental block itu adalah kumpulan alasan-alasan yang bikin lo malas ngerjain hal tertentu. Lo kerasa gak sih kalo kebiasaan nunda kita gak jarang karena kita males untuk memulai? Sebetulnya mungkin untuk bener-bener ngerjainnya itu gak masalah, tapi ada sesuatu yang menghambat kita untuk sekedar mulai untuk ngerjain hal yang relevan dengan tujuan kita.

Gua kasih contoh satu pengalaman temen kuliah gua dulu. Dulu waktu masih kuliah gua punya satu temen kuliah yang bermasalah dengan obesitas kelebihan berat badan. Dia sadar bahwa obesitas itu gak sehat, menghambat aktivitas dia, dan bikin dia gak pede dalam penampilan. Kalo urusannya diet, dia bisa lumayan disiplin untuk batesin makanan yang berkalori tinggi. Tapi kalo udah urusannya sama olahraga, dia tuh maales banget hanya untuk sekedar mulai olahraga. Wah, terus gimana dong?

Nah, rupa-rupanya setelah dia renungkan baik-baiknya, yang bikin dia males olahraganya itu bukan males untuk capek berolahraga. Tapi dia tuh males kalo habis pulang kuliah harus nyetir jauh macet-macetan untuk pergi ke gym terus olahraga cape-capean, udah gitu harus nyetir jauh lagi balik ke rumah.

Akhirnya dia sadar kalau pergi ke gym itulah sebetulnya yang menghambat dia untuk berolahraga dan menciptakan mental block dalam pikirannya. Sementara kan sebetulnya berolahraga bukan berarti harus dateng ke gym. Singkat cerita, akhirnya dia merubah mind set dia bahwa olahraga bukan berarti harus dateng ke gym. Dari situ dia mulai konsisten olahraga di rumahnya dan berhasil menurunkan berat badan dengan cukup drastis dalam beberapa bulan.

Itu adalah salah satu contoh bagaimana kita bisa mengatasi mental block dalam mencapai tujuan. Sekali lagi, masing-masing orang beda-beda yah mental block-nya, lo renungkan sendiri apa yang menghambat lo dan harus bisa cari akal sendiri untuk mengatasinya.

3. Fokus untuk berkembang secara bertahap

Mencoba merubah diri menjadi lebih baik itu hal yang berat untuk dilakukan, perlu kedisiplinan, konsistensi, dan juga self control yang baik. Masalahnya, seringkali kita mengawali segala bentuk komitmen dengan semangat 45 terus langsung fokus ke hal-hal yang gak realistis, abstrak, ngawang-ngawang, tanpa arah yang jelas. Contohnya nih, kalo lo mau berkomitmen untuk menciptakan group band dan punya cita-cita jadi gitaris terkenal dalam 5 tahun ke depan. Lo jangan belum apa-apa lo langsung ngajak-ngajakin temen-temen bikin band, sibuk bikin lagu ciptaan sendiri, berusaha masuk dapur rekaman buat bikin album sama temen-temen lo. Kalo belum apa-apa lo maksain langsung bersaing ya kualitas lo akan kebanting sama para musisi pro lain yang udah jauh lebih pengalaman.

Daripada lo sibuk dengan upaya sporadis kayak gitu, mendingan lo pastikan dulu kemampuan bermusik lo emang udah bener-bener pantes dulu. Coba lo latihan hal-hal mendasar dalam bermusik dulu, dari pastikan lo lancar baca not balok dulu, cara metik gitar yang bener, pastikan lo menguasai tenik-teknik dasarnya. Jangan main lagu yang itu-itu lagi, jangan masuk ke kunci yang itu-itu lagi. Tantang diri lo keluar dari comfort zone untuk mencoba materi yang lebih sulit. Coba tantang diri lo untuk memulai dengan hal-hal sederhana banget sampai lo gak ada alasan lagi untuk males melakukannya.

Kalo udah keluar dari comfort zone, baru deh lo coba mulai progress bertahap secara konsisten. Misalnya dengan mulai rekaman lo mainin lagu-lagu populer terus diupload ke soundcloud atau ke youtube. Lihat gimana respond dan evaluasi dari orang-orang. Bikin youtube channel lo berkembang, tingkatin populeritas channel lo secara bertahap.

Nah, langkah kayak gitu akan jauh lebih mendukung konsistensi dalam diri lo. Kenapa? Karena dengan memulai langkah-langkah awal yang sederhana dan secara bertahap, lo bisa punya motivasi dan kepercayaan diri untuk terus konsisten dengan komitmen. Coba yuk kita catat apa aja sih hal-hal positif yang kita dapet dengan proses bertahap? Kita coba sesuaikan dengan contoh seperti di atas:

Dengan upload progress lo ke soundcloud, youtube, artinya lo memulai dengan hal-hal sederhana yang emang beneran realistis bisa lo lakukan dengan akses yang terjangkau. Lo bisa terus ngeliat progress lo seiring dengan bertambah banyaknya soundvideo yang lo upload. Dengan melihat progress secara bertahap, lo jadi semakin terpacu untuk terus konsisten karena tanpa sadar kita dapat menciptkan lingkung dimana pengendalian diri secara konsiten.

Lo mendapatkan constant feedback dan evaluasi dari orang-orang terkait dengan peningkatan performa lo. Terkadang to have someone who expects something from you itu bisa memacu diri lo untuk terus berkembang secara konsisten. Seperti yang gua sempet bahas di artikel blog sebelumnya, untuk bisa meningkatkan kepercayaan diri itu gak bisa instant, tapi harus secara bertahap diiringi bukti pengakuan dari orang lain bahwa lo itu emang pantes untuk layak percaya diri.

Okay deh, itulah kurang lebih 3 tips dari gua untuk bisa melatih self control dan memacu kita untuk bisa terus konsisten. Sekian sharing dari gua seputar marshmallow eksperimen, konsistensi, komitmen, delay gratification, dan self control. Terlepas apapun bentuk komitmen positif yang mau lo capai, moga-moga tulisan gua ini bisa berguna buat lo yang punya kesulitan untuk bisa konsisten dengan komitmennya. Ok, sampai jumpa di artikel berikutnya!